Metamorfosa Dini Surya: Penyintas KDRT yang Jadi Pelatih Bela Diri Perempuan Indonesia

Siapapun bisa terjerat dalam pusaran KDRT. Terbelenggu dalam rantai kekerasan yang seolah tak mengenal jeda. Pilihannya ada dua: diam, atau lawan! Pasrah atau jangan menyerah! Dini Surya paham betul mengenai hal ini. Perempuan tangguh yang berdomisili di Surabaya ini, selama 12 tahun berkubang dalam kekerasan fisik dan psikis, di mana aktor utama adalah suaminya sendiri.

Dini Surya adalah perempuan energik, yang menghabiskan masa muda dengan aktif mengikuti banyak kegiatan. Kami berkenalan tatkala bergabung di Deteksi Jawa Pos sebagai penulis. Saya mengenal Dini sebagai junior yang lincah, kreatif dan super ramah. Hingga suatu ketika, ia memutuskan untuk mengakhiri masa lajang dan membangun rumah tangga bersama seorang pria yang cukup atraktif. Pasutri ini pun bisa dibilang memenuhi syarat sebagai relationship goals, Dini yang cantik, lincah, cerdas; suaminya juga lumayan punya nama di jagad showbiz dan event organizer lokal Surabaya.

Siapa nyana, suami dengan profil cethar membahana itu tak ubahnya Monster in the making. Entah dari mana awalnya, Dini kerap mendapatkan siksaan fisik: ditempeleng, dicekik, ditendang, dan berbagai kekerasan lainnya. Bukan hanya itu. Ujaran kasar senantiasa bermuncratan dari mulut sang suami. Awalnya, Dini berusaha ikhlas, menerima takdir buruk yang ia dapatkan. ”Mungkin ini cara Tuhan mengajari saya agar berbakti kepada suami,” begitu toxic positivity yang kerap bergelayut di benak Dini.

Dini tipikal perempuan yang penuh toleransi dan empati. Tak heran, ia pun mengaplikasikan karakter serupa, meski harus berhadapan dengan monster berbulu titel “suami”. Siksaan demi hantaman yang ia terima, tak membuat Dini menyerah. Justru ia berupaya mempertahankan rumah tangga yang tadinya mereka bina atas nama cinta. Ahh, cinta. Terkadang perempuan memang kerap mengorbankan value diri, karena cinta. Padahal, apa iya, cinta itu berwujud tendangan, makian, cekikan, dan pukulan? Apa iya, seseorang patut disematkan gelar “suami penuh cinta” manakala ia tak henti-henti menghantam sang istri dengan aneka siksa?

Sikap pasrah Dini mulai berubah manakala suami tak hanya menimpakan kekerasan pada dirinya. Seiring berjalannya waktu, suami Dini mulai menyiksa anak-anak mereka. ”Bahkan anak sulung kami, yang notabene anak kandungnya sendiri, dilempar dari lantai 2 rumah kami! Sejak kejadian itu, saya tersadar bahwa ini sudah nggak bener. Saya harus punya strategi dan kekuatan untuk melepaskan diri dan menyelamatkan anak-anak dari kejamnya perbuatan suami.”

Tentu saja, bukan perkara mudah untuk bisa kabur dari sang monster jahanam. Apalagi, suaminya adalah tipikal pria posesif, yang memasang 7 CCTV di rumah mereka. Puji syukur, Dini tetaplah sosok cerdas, kreatif, taktikal yang saya kenal. Ia pun berupaya mengelabui kamera CCTV yang terpasang di rumah. Bermodal semangat untuk menyelamatkan diri dan anak-anak, Dini memberanikan kabur dari rumah yang serasa neraka dunia bagi mereka!

Maha Besar Allah Yang Memberikan Petunjuk untuk Dini Surya. Ia menuju Polda Jawa Timur, dan tinggal di safe house milik Polda. Tatkala Dini dan kedua anaknya hengkang dari rumah, suaminya pun kelabakan. Dengan culas, ia menghubungi sejumlah media massa cetak dan elektronik, membuat isu/ wacana bahwa istri dan kedua anaknya diculik, serta diduga terlibat jaringan teroris!

Sungguh level kejahatan yang bukan kaleng-kaleng. Dia yang menyiksa, dia juga yang menebarkan fitnah. Belasan tahun melakoni Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), tak membuat suami jahanam ini instropeksi ataupun menyesal. Ternyata ia juga tega merancang skenario bohong.

Kejadian ini membuat Dini semakin tegar. Ia laporkan kasus KDRT, tunjukkan bukti-bukti KDRT sekaligus menjalani proses perceraian dengan suaminya. Hukuman penjara pun menanti si suami. Dini bisa bernafas lega untuk sesaat. Ya, karena di benaknya tersimpan sebuah kekhawatiran, apabila mantan suaminya sudah bebas dari penjara dan berniat balas dendam; apa yang bisa Dini lakukan?

Lakoni Healing dengan Aktif Bela Diri

Seiring upaya untuk menyembuhkan trauma yang diderita ia dan anak-anak, Dini berinteraksi dengan banyak pihak, termasuk aktivis Women Self Defense of Kopo Ryu (WSDK). Di sinilah, Dini merasa nyaman, diterima dan dipeluk dengan hangat oleh para member WSDK. Ia putuskan untuk intens belajar aneka teknik bela diri, sebagai bekal untuk menghadapi masa depan yang serba tidak pasti.

Trauma yang mendalam, mengharuskan Dini menggandakan keberaniannya saat mempelajari sejumlah teknik bela diri. Tentu saja, ia menjalani proses healing yang jauh dari kata mudah. Bahkan, beberapa teknik bela diri yang diajarkan justru memicu traumanya kembali. Misalnya, teknik menghadapi tamparan, ketika dijambak, ditendang, dan dilempar. Tak heran, Dini pun sering membawa kaleng oksigen ke Dojo (tempat latihan) manakala mempelajari teknik-teknik tersebut.

Kendati demikian, tekad dan semangat Dini amatlah kuat. Ia memancang spirit untuk pulih dari trauma. Ia mendambakan anak dan dirinya bisa bahagia, walau sempat terjerembab dalam KDRT yang amat dahsyat. Ia tahu, bahwa belajar ragam teknik bela diri akan memperkokoh semangat survive menghadapi aneka badai dan terjalnya lika-liku kehidupan. 

Dua tahun berselang, Dini dan anak-anaknya pulih dari trauma. Dini pun berhasil menuntaskan teknik-teknik bela diri WSDK hingga level master! Sosok yang ceria, kreatif dan optimistis itu bahkan didapuk sebagai pelatih di WSDK Surabaya. Yap, survivor KDRT yang bangkit, berdaya dan siap memberdayakan perempuan di sekitarnya, itulah Dini Surya!

Mindset kita sebagai perempuan bahwa kita sebenarnya berdaya dan equal dengan pria, dengan keunikan dan tugas masing-masing. Tidak semua merasa bela diri ini kebutuhan. Banyak kasus perempuan yang baru belajar bela diri setelah menjadi korban, seperti saya yang survivor KDRT,” ujar Dini.

Guna lebih memperdalam martial arts, Dini juga menimba ilmu di Tigerclan Jujitsu dan menjadi member World Jujitsu Federation serta memiliki Budopass untuk bebas berlatih di Dojo member World Jujitsu Federation di lebih dari 13 negara.

Dini kerap menjadi instruktur pelatihan bela diri untuk perempuan melalui metode tactical self defense. Selain itu, Dini juga mengisi kelas bimbingan dan sharing online dengan berbagai komunitas.

Dini merupakan satu dari sekian banyak kisah perjuangan para perempuan dan anak-anak yang struggling demi untuk keluar dari lingkaran kekerasan. Dengan adanya workshop tactical self defense, banyak survivor KDRT merasa sangat terbantu, baik dalam hal ilmu bela diri hingga psikis.

Dengan motto “Di balik kelembutan tersimpan kekuatan” menunjukkan bahwa perempuan mungkin terlihat lemah lembut. Tetapi sesungguhnya, mereka menyimpan kekuatan.

Jangan normalisasi kekerasan domestik dalam bentuk apapun! Menurut data dari KemenPPPA, hingga Oktober 2022 sudah ada 18.261 kasus KDRT di seluruh Indonesia, sebanyak 79,5% atau 16.745 korban adalah perempuan. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan menghentikan tindak KDRT. Bekali diri dengan skill bela diri. Terus tancapkan self love dan jangan biarkan orang lain mengintimidasi ataupun merendahkan diri Anda! Termasuk, apabila ucapan toxic itu keluar dari mulut suami, maka perempuan berhak untuk menjaga marwah atau kemuliaan diri.

Ada baiknya, perempuan mulai menggeluti Teknik martial arts, sebagai bekal dan skill yang bisa memperkuat semangat. Banyak benefit yang bisa kita dapatkan manakala menguasai Teknik bela diri. Bisa membentuk kepercayaan diri dan mental yang tangguh; meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran dalam berbagai situasi; memiliki kemantapan dalam pengambilan keputusan sehari-hari; membangun tubuh yang lebih bugar dan sehat; serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual.

Dini Surya adalah sosok inspirasi bagi perempuan Indonesia. Sebagaimana yang Dini Surya katakan, “Kita tidak pernah tahu kejadian apa yang menimpa di masa depan. Paling tidak, kita sudah siapkan bekal, dengan memahami skill dan Teknik bela diri. Untuk perempuan yang mungkin sedang tertimpa KDRT, jangan diam! Jangan segan untuk melaporkan Tindakan KDRT dan sayangi nyawa diri dan keluarga Anda!” (*)

Author: @nurulrahma

aku bukan bocah biasa. aku luar biasa

112 thoughts on “Metamorfosa Dini Surya: Penyintas KDRT yang Jadi Pelatih Bela Diri Perempuan Indonesia”

    1. Biadab! Aseli! Ya ampun si suami kok tega ya, sakit jiwa memang! Gemeeeeez deh aku Mbak Nurul sama suaminya, dia yang salah dia juga yang main drama, hmmmmm

      Salut buat Mbak Dini Surya meskipun gak mudah untuk bangkit, tapi beliau mampu melewati semua prosesnya apalagi sekarang semakin berdaya dengan ilmu beladirinya. Anyway akun medsos Mbak Dini Surya apa yo, Mbak? Aku mau kenal lebih jauh sosok beliau

      1. Zaman sekarang memang banyak banget play victim begini..
        Dan uniknya, drama begini juga banyak yang melakukan pembelaan atas dasar suami, kepala rumah tangga dan sumber pencari nafkah.

        Semoga dengan perlindungan Allah dan berbekal ilmu bela diri, kita bisa menjaga diri dari segala kemungkinan terburuk dan melindungi olrang-orang yang kita sayangi.

    2. Sama mbak, membaca pelan-pelan tulisan ini sambil berulangkali menahan nafas dan menggelengkan kepada. Alhamdulillah mbak Dini Surya wanita yang kuat ya, bisa melalui ini semua dan menjadi teladan bagi banyak wanita lain

      1. Ah iya, sama Mba. Kelakuan laki-laki begitu pasti dia punya masalah dengan dirinya sendiri. Punya gangguan mental mungkin suaminya. Untunglah akhirnya Mba Sini Surya bisa lepas dari jeratan laki-laki begitu. Salut aslinya. Semoga ke depannya Mba Dini dapat kehidupan yang lebih baik

  1. Masyaa Allah. Perempuan memang perlu belajar bela diri ya. Jadi ingat anak perempuanku yang juga suka bela diri. Dia belajar bela diri untuk melindungi diri. Sehat selalu Mbak Dini Surya.

  2. Masya Allah perjuangan hidup yang luar biasa. Self healingnya juga ga kaleng-kaleng, menempa diri menjadi sosok perempuan yang kuat meski di satu sisi untuk menjadi sosok itu, dia harus berhadapan kembali dengan trauma masa lalu. Dan yaaa, saya sangat sepakat untuk tidak menormalisasi segala bentuk KDRT baik itu secara fisik, verbal maupun seksual. Apa yang dilakukan oleh mbak Dini ini sangat layak untuk dijadikan pembelajaran bagi kita semua, khususnya kaum perempuan yang sangat rentan menjadi kaum marginal.

  3. saya kok gemetar baca ini yaa.. luar biasa perjuangan seorang ibu demi anak nya, 12 tahun bukan waktu yg sebentar.. just sekali mba Dining.. salut untuk survivor KDRT yang jadi inpirasi 😘

  4. Rasanya sesak sekali membaca perjalanan hidup mbak Dini apalagi saat anak-anak mulai menjadi korban kekerasan ayahnya. Memang KDRT harus dihentikan karena bisa berdampak jangka panjang tidak hanya buat pasangan yang menjadi korban tapi juga psikologis anak-anak. Mudah-mudahan makin banyak korban KDRT yang cepat mengambil sikap, apalagi jika perilaku kekerasannya makin menjadi.

  5. Speechless tiap kali denger cerita kekerasan
    Meski mba dini udh bangkit, tp si suami harusny dapat hukuman sesuai aturan yg berlalu
    Menikah harusny memberi kebahagiaan, bukan penderitaan

  6. Salut pada Dini Surya, tidak mudah tentunya untuk pulih dari trauma setelah mengalami KDRT baik fisik maupun psikis. Tapi dia membuktikan bahwa dirinya wanita yang kuat. Semoga kisah ini bisa menginspirasi para perempuan lain, bahwa mereka terlalu berharga untuk diperlakukan buruk oleh suami

    1. Aamiin..
      Semoga ga ada lagi yang menjadi korban KDRT dan memilih diam karena merasa hidupnya sudah tidak ada pilihan lain. Hubungan kayak gini uda toxic banget sih yaa..

  7. Ternyata bener apa kata psikolog ya mba kalau orang yang kena KDRT nggak akan semudah itu keluar dari lingkaran setan. Meskipun banyak orang mengingatkan, tapi nggak semudah itu bagi korban untuk keluar dari jerat KDRT dan embel-embel berbakti kepada suami

    1. Sulit memang ya..
      Karena mengatasnamakan hubungan suami-istri juga.. Yang disatukan atas dasar cinta. Bagaimana bisa hal ini terjadi dan mengakhirinya, tentu gak mudah.

      Pelajaran yang baik untuk pembaca bahwa lingkaran setan ini harus diputus dan berani mengambil langkah tegas untuk masa depan.

    2. Astaghfirullah, itu sih udah level jahanam akut ya mba sampe banting anak dari lantai 2. Geram aku bacanya mba. Emang KDRT udah ga bisa dibiarkan sih harus bener2 dilawan. Tapi Alhamdulillah akhirnya mba Dini bisa keluar dari jerat suami jahanamnya ya

  8. Mbak yang namanya Dini Surya di foto atas itu yang mana? Yg tengah kacamataan atau yg mana? Kok mirip mbak Avy? hehe. Hedeehh gilak mantan suaminya masang CCTV mpe 7. Kalau gak mau istrinya kabur ya disayang donk jangan dibanting huhu. Untung udah lepas dari laki2 gila kyk gtu yaa. Healing dengan berlatih bela diri bagus tuuuh cewek kudu bisa nglawan yaa.

  9. bacanya sesak banget, dan itu terjadi sampai belasan tahun. kadang perempuan bertahan dalam penderitaan bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk orang disekitarnya seperti anak-anak. Tuhan sayang banget sama Mbanya sampai akhirnya dikasih petunjuk untuk bisa lepas. Ini menjadi pelajaran juga buat kita ya, untuk berani speak up terhadap kekerasan rumah tangga dan tidak perlu malu untuk melaporkannya. Semoga para suami diberikan kelembuatn hati untuk para istrinya, sehingga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini

    1. Betul, kak Mei..
      Biasanya perempuan bertahan bukan untuk dirinya sendiri ya.. Tapi ada anak-anak dan ada keluarga. Sehingga perlu pertimbangan yang matang sebelum mengambil dan melakukan sebuah keputusan besar.

  10. salut dengan mbak Dini, saya sempat mengikuti kisahnya waktu itu dan air mata benar-benar tidak dapat dibendung saat mendengarkan kisahnya
    tidak banyak perempuan yang berani untuk menentukan pilihan seperti mbak Dini, lingkaran yang tidak mudah diputus
    salut mbak Dini

    1. Salut dengan keberanian mbak Dini. Baca ceritamu ini, Mbak, saya juga teringat teman yang mengalami hal serupa. KDRT. Dia akhirnya juga berani ninggalin suaminya karena lihat reaksi anaknya pas dia dipukuli suaminya. Anaknya trauma. Dia gak mau anaknya lihat pemandangan begitu dan trauma seumur hidup. Dia juga ikut terapi, konseling dan akhirnya bikin gerakan komunitas perempuan berani lawan KDRT di Jakarta. Ya Tuhan, baca cerita tentang Mbak Dini ini hati gimana rasanya. Semoga dia dihindarkan dari marahabahaya.

    1. Mbak pleasee ini cerita atau dari sudut pandang siapa??? Atau cerita fiktf. Tapi kok nyata banget soal kekerasan. Tapi kalau boleh jujur ada loh mbak peremluan yang menerima kekerasan dari suaminya tapi dia masih bertahan hingga suaminya pun sadar kelakuan bejatnya itu hina

  11. Salut. Bangkit dari trauma dan bayangan buruk tentang mantan suami itu sulit tentunya. Untung juga Mba Dini segera sadar toxic marriage yang dijalani. Kesel banget ama tu suamik. Anak sendiri pake dilempar dari lantai 2. Sakit jiwa! (maap emosiii)

  12. Kok sedih bacanya, kak Nurul..
    merinding sekali bahwa seorang suami yang harusnya tempat perempuan berlindung yang aman dari kejamnya dunia, malah ia yang menancapkan duri tajam.

    Ya Allah…
    Semoga kak Dini dan anak-anaknya sehat selalu.. dengan ilmu bela diri yang diajarkan, ini harus banget. Aku juga bercita-cita agar anakku belajar ilmu beladiri dasar. Setidaknya untuk self defense. Doanya selalu dilindungi Allah dari kejahatan.

    1. Iya, kalau lihat data yang ada.. Dari semua pelapor KDRT masih banyak yang belum terdata dan mungkin saja itu terjadi di kabupaten atau daerah pedesaan, sehingga tidak ada pihak yang bisa membantu.

  13. Ya Allaah, nyesek bacanya. serasa cuma ada di drama cerita KDRT ini, ternyta ada Bu Dini yang mengalami kekejaman dr suami. Allah yang bantu semuanya, pelaku KDRT harus mendapatkan hukuman. Bersyukur Bu Dini bisa keluar dari jerat KDRT ini

    1. Iya… Meski sebagai perempuan kita tidak boleh lemah dan kalo bisa kita berontak aja… Buat apa di pertahanan kalo batin menyiksa.

      Memang kita meski ada bekal salah satunya bela diri dan jadilah perempuan jiwa yg berani, tangguh dan mandiri

  14. Aku berharap laki2 penyiksa itu bakal lama di penjara.

    Salut untuk mba dini yg kuat bangkit dan malah menguasai teknik2 beladiri skr. Bener sih, penting ini buat melindungi diri sendiri. Apalagi kalo di sekeliling kita rentan dan banyak orang2 dengan kecendrungan menyiksa.

    Aku belajar dari pengalaman juga mba. Dulu pun sempet ngalamin verbal abuse dari mantan suami pertama. Tapi di awal2 aku tetep bertahan dengan mindset bahwa itu Krn si ex terlalu menyayangi istri dan ga pengin ada lelaki manapun yg mendekati. Tapi untungnya aku jadi sadar kalo itu termasuk toxic dan kdrt walopun hanya verbal. Siapa yg bisa tahu kalo nantinya verbal akan berkembang jadi kekerasan fisik. Dan setelah terbuka kedoknya, aku pun memilih cerai dan ga akan mau mengalami yg begini lagi. Jadi kalo ada cowo yg baru ngucapin kata2 kasar aja , biasanya langsung aku coret. Alhamdulillah suamiku yg skr jauh dari yg begitu..

  15. Ya Allah, gimana membayangkan itu anak kandung dilempar dari lantai 2, kucing saja gak pernah melakukan itu. Wajar Mbak Dini muncul kesadarannya untuk bisa memiliki keahlian bela diri dan sekarang sudah mahir, jadi pelatih

  16. Luar biasa ya mbak Nurul cerita Dini. Kalau aku diposisinya aku nyerah dan divorce. Saat ini banyak pria yang sakit jiwa. Betapa tidak seharusnya’kan istri dan anak itu untuk disayang bukan untuk alami KDRT.

  17. Speechless bacanya, aku selalu sebal.pada orang yang melakukan KDRT. Mba Dini kuat banget menghadapi penderitaan ini demi anaknya. Aku bersyukur beliau bisa bangkit dengan menghadapi trauma nya dengan berlatih bela diri. Bisa jadi itu menjadi penolongnya untuk bangkit dan menjadi percaya diri untuk tidak mau lagi mengalami kekerasan

  18. MashaAllah. Menginspirasi banget ya Mbak Dini Surya ini. Bangkit dari KDRT dan menjadikan diri sebagai salah seorang perempuan penyintas yang patut dicontoh. Semoga profil beliau bisa dijadikan panutan bagi banyak perempuan yang mengalami KDRT, baik fisik maupun lisan. Bangkit untuk melawan, membebaskan diri, lalu menjadikan dirinya bermanfaat, baik bagi keluarga maupun untuk publik. Bangga banget pastinya Nurul bisa kenal dengan Mbak Dini Surya ini.

    1. Baca artikel ini kembali, mendadak ingat berbagai KDRT yang dialami oleh seorang artis dangdut. Sampai saat ini aku belum paham akan keputusannya untuk “kembali” pada suami. Padahal sudah banyak yang menasehati bahwa apa yang sudah dilakukan suaminya adalah sifat dan karakter yang sesungguhnya tidak bisa sembuh. Apalagi terus di beberapa media, ada yang menampilkan bagaimana si lelaki ini begitu emosional menghadapi orang lain. Duh, langsung mengurut dada.

      Tapi entahlah ya Nur, perempuan tuh kadang-kadang penuh tanda tanya. Susah untuk dipahami.

    1. Aamiin..
      Doa yang. terbaik juga dilantunkan untuk mbak Dini dan keluarga. Semoga semuanya baik-baik saja dan kisahnya menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk memiliki self defense.

  19. Ya Allah Mbak aku bacanya sampai nahan napas. Hiks kok ada ya laki2 setega itu? Kalau emang gemar memukul kenapa tuh suami ga jadi petinju aja? Beraninya sama anak2 dan perempuan! Jadi gemas aq. Alhamdulillah Mbak Dini udah pulih dan belajar bela diri ya.

  20. sungguh perjalanan hidup yang penuh pelajaran penting ya mba..dan memang semangat ini patut kita tiru. KDRT memang bisa menjadi lingkaran setan dan bagusnya mba Dini bisa keluar denan penuh kemenangan ya

  21. Tidak semua perempuan sekuat dan seberani Dini Surya . Salut pada Beliau! Semoga apa yang dilakukan bisa memberi kekuatan pada perempuan lain yang mendapatkan KDRT dari suaminya. Bela diri memang penting ya buat siapa saja, apalagi kalau mendapatkan perlakuan seburuk itu dari monster bernama suami!

  22. Subhanallah, masih miris kalau dengar kisah seperti mbak Dini Surya.
    Untung Allah SWT yang memberikan hidayah dengan cara melawan kelemahan dengan belajar bela diri.
    Semoga tidak ada lagi mbak Dini yang lainnya.

  23. MasyaAllah.. Terharu sekali dg perjuangan mba Dini utk bangkit dr keterpurukan sbg korban KDRT. Semoga di mada depan hanya kebahagiaan yg hadir utk mba Dinibfan kelg kecilnya. Salam hangat utk mba Dini ya mba..

  24. Sedih banget kalau baca kisah perempuan yang mengalami KDRT tentunya banyak pertimbangan ketika harus keluar dari jeratan KDRT keutama anak dan keluarga semoga kita Mbak ini ini menginspirasi perempuan di luar sana

  25. Bacanya gemetar saya. Salut dengan perjuangan mbak Dini Surya dan alhamdulillah sekarang sudah bisa “lepas” dari kasus tersebut. Mudah-mudahan Allah berikan kebahagaian dan kekuatan. Dan tentunya bisa menginspirasi perempuan2 lain di luar sana.

  26. Tidak bisa membayangkan bagaimana mengerikan KDRT yang dialami oleh Mbak Dini dan kedua anaknya. Trauma yang sangat mendalam dan tentu butuh effort luar biasa utk bisa keluar dari trauma tersebut. Salut pada semangat Mbak Dini, tak hanya bagaimana bisa berjuang melepaskan diri dari KDRT sang suami tapi juga mempersiapkan diri utk self defensi dan mandiri. Semoga semangat beliau menjadi inspirasi bagi banyak perempuan lainnya

  27. Ya Allah, emosi bacanya. Gak ngerti lagi tujuan nikah itu apa sih, kok disalahgunakan. Alhamdulillah mbaknya sudah keluar, semoga jadi amal jariyah ilmu bela dirinya. Saya juga pengen lho belajar bela diri

  28. Benar sih ya. Kadang pernikahan yang bermodal cinta belum tentu mendapatkan kehidupan suami-istri yang menyenangkan.
    Bukan hal yang nggak mungkin terjadi KDRT. Kayak temanku. Menikah dengan suaminya juga karena cinta.
    Tapi, nyatanya dapat kekerasan verbal juga.
    Teh Dini hebat. Berani lepas dan mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan di masa depan.
    Semangat, teh.

  29. Ya Allah mbak hicks..nggak kebayang anak dilempar dari lantai dua huhuhu. Pasti hancur banget ya mbak Dini lihat kejadian itu. Alhamdulillah selalu ada hikmah di setiap musibah, akhirnya bisa pelan pelan melepaskan traumanya lewat bela diri. Meskipun nggak bakal hilang ya, tapi minimal dengan punya keterampilan bela diri ini bisa untuk bekal kedepannya

  30. Aku bacanya sambil terus mencari kata2 suaminya dipenjara. Alhamdulillah sudah dipenjara. Semoga menjadi inspirasi perempuan utk berani keluar dari lingkungan spt itu. Nggak hanya demi anak, tapi demi dirinya sendiri juga. Kalau bisa dicantumkan akun medsosnya. Siapa tau ada perempuan lain yg diam2 membutuhkan tip2 dari Dini.

  31. Masyaallah inspiratif sekali mbak Dini ini, kasus KDRT yang menimpanya membuatnya tampil menjadi wanita tangguh yang terus bersemangat dan berinovatif serta membekali dirinya dengan ilmu beladiri. Semoga dengan begini wanita2 yang memiliki nasib serupa dengan mbak Dini tidak selamanya tertindas oleh keegoisan dan semena-mena para lelaki jahat.

  32. Masya Allah, mba Dini Surya adalah perempuan terpilih dan hebat. Suami nya kayak setan, astaghfirullah.. masa anak sendiri dilempar gitu, kekuatan dari Allah yang menjadikan mba Dini bisa keluar dan berubah menjadi perempuan kuat. Memang KDRT itu susah banget dilaporkan kecuali ada bukti yang kuat. Itu aja kadang masih dipersulit oleh pulici, gak bersahabat pokoknya dengan korban KDRT. Semoga perempuan yang saat ini masih mengalami hal serupa, bisa diberikan kekuatan untuk keluar dari masalah ini

  33. Sehat selalu buat Dini Surya, semoga apa yang telah dilakukannya menginspirasi banyak perempuan di luar sana. Salut buat Dini yang tak hanya menjadi instruktur pelatihan bela diri untuk perempuan melalui metode tactical self defense tapi juga mengisi kelas bimbingan dan sharing online dengan berbagai komunitas.

  34. Ikut nyesek tiap baca cerita kasus KDRT gini, Mbak. Rasanya ya Allah. Kok kejam dan tega banget. Salut sama Mbak Dini yang tetap kuat dan mampu bangkit.

  35. Jadi ingat kasus KDRT sang biduan dangdut papan atas indonesia. Semoga jejak mbak Dini Surya ini bisa ikuti oleh para wanita korban KDRT.
    Btw, kisah mbak Dini ini sebaiknya difilmkan ya, karena sangat inspiratif.

  36. Berapa kali aku istighfar baca kisahnya mbak, Subhanallah. Apalagi saat cerita anaknya yang sudah menjadi korban, Astaghfirullah.

    Inspiratif, begini seharusnya perempuan bertindak terhadap KDRT. Dan iyes, perempuan memang butuh bekal bela diri kayak gini, termasuk salah satu usaha melindungi diri sendiri dari apapun sih ya dengan bisa bela diri.

  37. KDRT 12 tahun? Masyaallah. Ini Teh Dini salut sekali saya. Pasti gak mudah buat keluar dan memberanikan dirinya keluar dari belenggu penderitaan bertahun-tahun itu. Duuuuuh, harus banget ini dengar cerita lengkap Teh Dini. Gak cukup dari tulisan ini saja.

    Trauma mendalam saya yakin gak cuma sama Teh Dini, tapi juga anak-anaknya. Semoga Allah selalu melindungi keluarganya.

  38. Mbak Dini Surya keren ya Mbak.. MasyaAllah. Baca kisahnya sangat-sangat menginspirasi. Alhamdulillah beliau bisa bangkit dan justru berbalik dan bangkit lebih kuat. Semoga hal ini bisa menjadi semangat pada para wanita yang sedang mengalami toxic relationship, KDRT, dan lainnya. Saya pun jadi semangat ingin belajar bela diri juga rasanya.

  39. Ya allah peluk Mbak Dini dari jauh.. sedih banget baca cerita KDRT spt ini. Alhamdulillah Mbak Dini dan anak2 sudah terbevas dr suami ya. Smg allah selalu melindungi Mbak Dii sekeluarga. Memang KDRT harus diputus mata rantainya. Menjadi wanita harus kuat dn bisa menjaga diri.

  40. ternyata memang perlu waktu yang lama ya, mbak bagi orang yang terkena KDRT untuk bisa melepaskan diri dari pasangan yang suka mukul ini. salut sama mbak dini yang akhirnya bisa terbebas dari KDRT

  41. Emang gitu gak sih para pelaku KDRT tuh. Bukannya introspeksi malah makin menjadi-jadi dan melakukan segala cara agar dirinya nggak keliatan sebagai pelaku.

    Salut banget buat Dini yang udah berjuang untuk lepas dan bisa bantu sesama perempuan lainnya juga. Keren.

  42. Setujuu mempelajari ilmu beladiri perlu, kebetulan kalau aku sejak SMP sih karate sampai ikut pertandingan.

    KDRT ngerii levelnya sudah susah untuk dimaafkan apalagi kalau anak melihatnya membuat trauma tersendiri kebetulan ayahku dulu suka KDRT ibuku di depanku JD berasa trauma nikah aku dulu makk

  43. Aku percaya, ada banyak perempuan di luar sana yang berpikir KDRT itu hanya berkaitan dengan fisik.

    Menurut Undang-Undang No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, memaki dan mengancam pasangan pun sudah termasuk lho.

    PR kita semua nih teruatama perempuan untuk saling mengedukasi tentang KDRT.

  44. Kisah Dini Surya yang bangkit setelah kasus KDRT, sangat menginspirasi. Semoga banyak perempuan di luar sana bisa lebih berani jika menghadapi kasus yang sama. Dari awal tuh emang kudu banyak bekal ya termasuk soal bela diri

    1. Menjalani pernikahan dengan kekerasan di dalamnya pasti melelahkan sekali, untungnya Sini Surya perempuan hebat. Bisa terus berdiri sampai kini, jadi wanita tangguh. Salut banget

  45. Jadi inget kasus Lesti dan suaminya yang ngelakuin KDRT

    Namun Dini lebih tegar dan menjadi teladan banyak perempuan

    karena mampu keluar dari tekanan, bahkan bisa hidup mandiri

  46. wew Deteksi Jawa Pos, itu bacaanku pas SMA
    salut dengan Mbak Dini, masya Allah … bangkit lebih kuat walau harus menghadapi trauma KDRT.
    semoga mantan suaminya sadar, gak mengulangi, ga cari korban berikutnya

  47. Huaaa.. 7 CCTV? ya ampun, baca gini aja kebayang gimana suasananya.
    Mbak Dini… Masya Allah keren nian dirimu. Perjuangan banget bisa keluar dari bayang-bayang terjadi di masa lalu dan menjadi kuat di masa sekarang. Sehat selalu ya mbak

  48. Aku ikut geram bacanya Mbak. Salut, acung jem[ol untuk Mbak Dini Surya yang berani lepas dari setan dan racun bertitel suami. Penyaluran healingnya pun nggak kaleng-kaleng. Joss.

  49. Dari awal sampai akhir aku merinding membaca kisah Mbak Dini ini. Berasa di film, tapi kenyataan. Betul ya Mbak, haruanya buang jauh toxic positif. Untung belum terlanjur lebih bahaya lagi sudah melepaskan diri.

  50. Keren ya Bu Dini, terkadang mengalami KDRT membuat seorang wanita menjadi terpuruk dan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengakhiri hubungan pernikahan yang toxic. Semoga dengan aksi ini makin banyak wanita yang keluar dari jeratan KDRT dan menjadi pribadi yang lebih sehat serta berkualitas untuk anak-anaknya.

  51. Salut banget dengan kekuatan, Mba Dini, suka gemesh meamng dengan cerita2 kedzaliman suami kepada istri. Allah maha adil dan tidak tidur, selalu ada jalan bagi orang2 tertindas. bismillah tetap berkarya dan berkibar ya Mba Dini, metamorfosanya sungguh luar biasa dan patut dijadikan contoh.

  52. Biasanya dengar istilah penyintas kanker. Baru ini dengar istilah penyintas KDRT. Keren ya Mbak Dini Surya mampu keluar dari jeratan KDRT sekaligus membuktikan diri bahwa beliau mampu bahkan bisa menjadi pelatih bela diri.

  53. Sangking seringnya berurusan dengan wanita-wanita korban KRDT aku sampai buatkan novelnya, BERPISAH UNTUK BAHAGIA. Aku bahagia kalau ada penyitas KDRT bisa bangkit dan menjadi berarti, mencintai dirinya

  54. Wuih keren banget. Yang begini nih yang harus dicontoh ya. Bisa membalikkan keadaan. Yang tadinya jadi korban KDRT, pada akhirnya bisa self defense dan bisa mengajarkan ilmunya ke orang lain. Saluuut! Sangat tahu banget gimana susahnya ke luar dari lingkaran KDRT ini. Semoga semakin banyak perempuan di luar sana, yang sekarang masih menjadi korban KDRT, bisa ke luar dari lingkungan seperti ini, dan bangkit.

  55. KDRT yang paling berbahaya adalah jika sudah ke anak, entah berupa anak tahu atau anak ikut kena. Memang harus dilawan. Dan jangan hanya melawan, tapi juga menjadi benteng bagi diri sendiri.
    Lagian tak harus mengalami KDRT untuk belajar martial art, kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: