Hong Banjang, Sosok Fiktif Drakor Hometown Cha Cha Cha yang Super Inspiratif!

Hayoo ngakuu, siapa yang ngefans sama Kim Seon Ho? Oppa yang khas dengan lesung pipinya ini membintangi sejumlah drakor dan film Korea. Ada satu drakor yang meninggalkan efek “nyessss” di hati eikeh. Tidak lain dan tidak bukan…. “Hometown Cha-Cha-Cha” Gak ada bosan-bosannya deh mantengin nih drakor.

Pesona Hong Banjang (tokoh yang diperankan oleh Kim Seon Ho) memang luar biasa ya. Terkadang saya juga bingung sih. Ini saya ngefans Kim Seon Ho, atau ngefans si tokoh fiktifnya yaitu Hong Banjang alias Hong Du Sik? Agak nyaruuu ya Bund.

Ya sudah lah. Anggap saja, saya kepincut pesona karakter satu ini. Nama aslinya sebenarnya Hong Du Sik. Tapi hampir seluruh warga desa Gongjin memanggil si cowok pemilik senyum ala gulali ini dengan sebutan Hong Banjang. (jadi dalam artikel ini, saya kadang nulis Hong Du Sik, kadang Hong Banjang. Intinya ini tokoh/karakter yang sama ya)

Dalam cerita drakor, doi tuh sebenarnya lulusan kampus kondang di KorSel. Namun, uniknya Hong Banjang memilih hidup di desa Gongjin, pulang kampung ceunah… Dan menjalani seabrek-abrek pekerjaan freelance dengan Upah Minimum Regional. Aneka job dia lakoni, mulai dari kang paket, kang lelang ikan, kang beresin pipa ledeng, kang barista, kang delivery makanan, PALUGADA! Apa aja yang lu mau, gua ada, gitu lah filosofi hidup Hong Banjang.

Yang menarik adalah, Hong Banjang ini gaya hidupnya awesome dan inspiratif banget! Sederhana, pakai secukupnya, dan sangat mendukung semangat Net-Zero Emissions  lho, Bund!

Lhooo, kok isooooo?

Ya bisa tho. Intinya, net-zero emissions ini kan upaya untuk mengurangi adanya emisi gas, yang bisa mengacaukan keseimbangan iklim di Bumi. Jadi, gimana caranya kita kudu berupaya agar emisi karbon bisa berkurang dan suhu global bisa kan stabil. 

Sebagai ibu rumah tangga cum blogger, saya juga kudu berkontribusi untuk tercapainya target Net-Zero Emissions ini. Dan sosok Hong Du Sik yang menjadi sumber inspirasi untuk jalankan gaya hidup yang lebih baik. Aku jlentrehin pelan-pelan yaaa, sambil diiringi OST Syalalalalala Romantic Sundaayyyy 

(1). Sangat Hobi Naik Sepeda ataupun Jalan Kaki 

Dalam Drakor sepanjang 16 episode ini, kita bisa menyaksikan Hong Banjang naik sepeda onthel yang biasa bangeett, bukan sepeda mahal ala-ala kelas menengah ngehe ibukota *uhuks.

Tapiii, Namanya orang ganteng, yak. Doi naik sepeda un-aesthetic aja ya teteup tampak kiyowooo alias menggemaskan (Bund, istighfar Bun). Yang jelas, kegiatan mengendarai sepeda ini, sangat bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hayo ngakuuu, siapa yang kalo ke minimarket doyan naik sepeda motor? Padahal jaraknya dari rumah Cuma 500 meter doang (menunduk dalam-dalam). Ini nih… kebiasaan yang kudu dibabat habis! Kalo bisa nih ya, kita tiru Hong Banjang.

Alhamdulillah, sekarang saya udah mulai aktif naik sepeda ke mana-mana. Kayaknya Blogger Semarang juga gitu dah. Ternyata, dengan bersepeda bisa mengaktifkan kinerja otak kanan juga lho, sekaligus mengasah empati dan daya imajinasi. Nggak percaya? Coba aja Bund.

Belanja ke pasar, naik sepeda.

Antar anak sekolah, naik sepeda.

Pengajian ibu-ibu kompleks, naik sepeda

Ke minimarket, naik sepeda.

Atau… kalau nggak ada sepeda, ya jalan kaki aja!

(2). Menjaga Lingkungan Tempat Tinggal dengan Semangat dan Bahagia Syalala

Syalalaallaa…. Romantic sundaaayyyy…. Ya ampuun, lagu ini terngiang-ngiang terus di kuping dan hati saya. Setting drakor Hometown Cha-Cha-Cha berada di desa Gongjin. Menariknya, warga di sini tuh semedulur alias udah kayak sodara banget! Ya ampun, kalo lihat interaksi mereka, aselik, menenangkan banget. Saling care, menyemangati satu sama lain, dan nggak ada orang jahat di cerita drakor ini.

Lagi-lagi Hong Du Sik pegang peranan penting, karena ia bagian Kepala Wilayah yang bertugas memastikan lingkungan berada dalam kondisi yang nyaman dan resik. Ada momentum kerja bakti yang wajib diikuti seluruh warga Gongjin. Mereka melakukan dengan super semangat! Jangan coba-coba absen dan bikin alasan palsu “lagi nggak enak badan nih” dari rutinitas kerja bakti ini. Karena Hong Du Sik bakalan menggedor pintu, plus bawa thermometer tembak untuk memastikan warga tersebut sakit beneran atau pura-pura doang.

Nah, menjaga lingkungan tempat tinggal sudah tentu saya lakukan dengan sepenuh jiwa. Simpel saja, tanam pohon di depan rumah. Trus, rutin membersihkan halaman. Tidak buang sampah sembarangan. Ada kalanya, saya tegur bocah/siapapun yang melakukan “bullying/ perisakan” terhadap lingkungan rumah kami. 

(3). Cintai Lingkungan dengan Daur Ulang Sampah 

Kolaborasi Hong Du Sik dan Yeo Hwa Jung emang luar biasa dalam hal menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Gongjin. Otoritas setempat menyediakan kantong untuk daur ulang sampah, wah wah… ini super kece! Bayangkan kalau semua pejabat kecamatan, kelurahan, RW, RT juga meng-encourage warga untuk melakukan hal serupa. Bener-bener bisa jadi solusi agar bumi kian lestari, kan?

Apabila saya dapat paket skincare, biasanya kan ada kemasan kotak (packaging) yang bisa dipakai lagi. Reduce, reuse, recycle ini semangat yang harus terus digalakkan, supaya tercapai net-zero emissions

(4). Makanan dari Restoran Diantar dengan Wadah yang Bisa Dicuci dan Pakai Lagi

Hare gene, mayoritas resto/kafe/warung mengandalkan wadah makanan sekali pakai. Bisa berupa kemasan sterefoam atau kertas cokelat minyak, atau kemasan plastik dan kresek.

Beda halnya dengan restoran tempat Hong Du Sik kerja sebagai delivery-man. Makanan diantar ke pelanggan dengan menggunakan wadah yang bisa dicuci dan dipakai lagi lho. Mengingat interaksi warga Gongjin yang memang sangat hangat dan akrab, bisa jadi ini adalah salah satu metode yang efektif untuk sarana silaturahmi juga kali ya? Kan kalau wadah/semacam rantang ini sudah dicuci, pasti dibalikin ke restonya, dan itu berarti ada komunikasi antara penjual dan pembeli. Kece banget, cinta lingkungan, kurangi sampah kemasan plus jaga silaturahmi!

Sayapun selalu siap sedia food container apabila beli makanan di warung. Begitu juga kalau lagi antar makanan ke tetangga. Saya usahakan dikemas dalam toples/wadah yang bisa dicuci dan pakai ulang. Pas traveling juga bawa wadah buat jaga-jaga, siapa tau makanan yang dibeli nggak habis, karena seiring bertambahnya umur, eikeh gampil kenyang euy 🙂

(5). Jangan Tergoda Beli Baju Terus Menerus 

Pakaian yang dipakai Hong Du Sik tampak nyaman dan sesuai dengan profesi yang sedang ia jalani. Kalau lagi casual style, ia gemar memakai kemeja motif kotak-kotak, dan dalam beberapa episode tampak bajunya itu itu saja. 

Hong Du Sik bajunya itu itu melulu.

Tanda cinta lingkungan dan menjaga kelestarian planet Bumi!

Saya juga begitu 😀 Ini antara semangat cinta lingkungan dan ngirit juga sih, wkwk. Yang jelas, saya nyaris tak pernah tergoda dengan aneka promo online shopping baju dan aksesoris. Pakai secukupnya saja lah. Jalankan gaya hidup sederhana, supaya kita berkontribusi positif untuk lingkungan dan Bumi yang kian asri. 

***

Wahhh, ternyata film atau drakor favorit bisa mengusung pesan “Cintai Planet Bumi” secara smooth banget yah? Tidak sulit kan melakukan hal-hal sederhana untuk mendukung hal baik. Makasiii Hong Du Sik udah jadi sosok panutan kita semuaaaa 🙂

Teman-teman gimana? Apa drakor atau film favorit kalian? Message apa yang bisa kita dapatkan dari tokoh di tayangan tersebut? Cuss, sharing di kolom komen yaaa

2 comments

  1. Banyak pelajaran moral ya mbak pas nonton Home Town Cha Cha Cha ini. Rasa kekeluargaannya itu lho erat banget. Belum tentu di komplek aku bisa sedekat mereka. Ini drakor pertamaku mengenal Kim Seon Ho

  2. Slah satu drama fav kuuu 😍😍😍😄. Tipe2 genre yg slice of life gini memang selalu memorable ya mba. Susah move on nya. Hometown Cha Cha Cha, reply 1988, the good bad mother , prison playbook, Ini yg susaaah banget aku lupain 😄.

    Kayaknya kalo drama yg relate Ama kehidupan memang gini sih.

    Kocak sih kalo sampe dicek beneran sakit atau ga, coba seandainya RT RW di sini begitu hahahahaha.

Leave a comment