islam, lifestyle, parenting, Review

Berbagi itu Indah, bersama Bursa Sajadah

ALLAH itu Maha Baik. ALLAH itu gemar memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan. ALLAH itu menyentil iman saya yang kerontang, dengan cara yang subhanallah, sungguh begitu cantik.

Begini ceritanya kawan. Belakangan ini, saya sadar sesadar-sadarnya bahwa kondisi keimanan saya tengah berada di dasar jurang. Setelah satu peristiwa super menyedihkan melanda keluarga kami, entah gimana awalnya, tiba-tiba saya merasa bahwa ruh saya kering. Ibadah tak lebih dari sekedar ‘menggugurkan kewajiban’. Lebih parah lagi, saya jarang bergaul dengan komunitas pengusung ruh Islami. Saya lebih mengakrabi dunia hedon, sambang ke kafe, resto, sama sekali tidak memercikkan semangat ‘fastabiqul khoirot’ dalam diri.

Continue reading “Berbagi itu Indah, bersama Bursa Sajadah”

islam, lifestyle, Uncategorized

G o s i p

Follow me on twitter: @nurulrahma

Disclaimer: Saya memproduksi tulisan ini bukan karena saya udah bebas 100% suci dari debu-debu gosip yaaa 🙂 Tulisan ini semata-mata jadi friendly reminder, TERUTAMA untuk diri saya sendiri yang sering banget kepeleset (plus bikin orang lain juga kepeleset) masuk ke dalam jurang yang menganga lebar bernama gosip, gosip, gosiiip 😛

***

Kita bisa menyelamatkan diri dari mengonsumsi makanan haram, kita berhasil menghalau diri dari merampok, mencuri, dan perbuatan nista lainnya. Tapi, tapi, tapiiii… pernahkah kita mencoba bertanya pada diri sendiri, dan memberikan jawaban yang super jujur atas pertanyaan berikut ini: Bisakah kita, satu hariiii aja, selamat dari bergosip?

Continue reading “G o s i p”

islam, Uncategorized

#PrayforMadinah

Apapun alasannya, apapun motifnya, tindakan pengeboman bunuh diri yang dilakukan dekat Masjid Nabawi itu sungguh tidak bisa diterima nurani dan akal sehat. Ini bulan Ramadhan. Penghujung bulan suci. Sesaat lagi, kita bersama akan memasuki bulan Syawal, menjadi pribadi yang fitri. Tega sekali, barbar luar biasa, orang yang mengotaki, mengeksekusi dan membuat Madinah berkobar, sekaligus menimbulkan korban jiwa.

Continue reading “#PrayforMadinah”

islam, lifestyle

Beberapa Keunggulan Model Hijab Lebaran Pashmina

Perempuan yang berhijab tentunya sudah tidak asing lagi dengan kategori kerudung yang satu ini.

Pashmina merupakan jenis jilbab yang kini banyak dicari oleh kebanyakan hijaber di Negara kita. Terlebih saat ini umat muslim di seluruh dunia tengah menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri yang tidak akan lama lagi datang.

Pashmina merupakan model hijab lebaran yang akan sangat nyaman untuk dikenakan karena memiliki banyak sekali varian bahan berkualitas yang bisa anda sesuaikan sesuai dengan kebutuhan.

Berikut ini akan saya paparkan beberapa keunggulan dari jenis kerudung yang satu ini sebagai busana hari raya Lebaran maupun Ramadhan yang tidak akan lama lagi datang:

1 . Jenis kerudung yang satu ini pada dasarnya terbuat dari bahan Kashmir dan sutra yang menjadikannya termasuk ke dalam kategori kerudung berkualitas tinggi dan elegan.

Seiring dengan perkembangan trend busana ke arah yang lebih maju, saat ini ada cukup banyak jenis bahan yang ditawarkan baik oleh para produsen maupun para perancang busana guna memenuhi kebutuhan setiap orang yang bisa disesuaikan dengan alokasi dana belanja para hijaber.

Beberapa jenis bahan tersebut diantaranya seperti bahan kaos, cotton, ceruti, satin dan beberapa jenis bahan lainnya yang tentunya nyaman untuk dikenakan.

2 . Seperti yang telah kita ketahui bersama, saat ini ada banyak sekali jenis kreasi hijab yang bisa ditiru sesuai dengan selera masing-masing. Dengan menggunakan pashmina, kini setiap perempuan berhijab akan mampu dengan mudah meniru berbagai kreasi jilbab terbaru sehingga penampilan dalam berbusana muslim akan menjadi lebih baik dan lebih syari.

Untuk kategori kreasi kini anda bisa mencarinya sendiri melalui tutorial-tutorial di internet.

Bagi anda yang saat ini tengah mencari berbagai macam jenis model hijab lebaran berkualitas baik dari kategori pashmina maupun beberapa kategori lainnya, kini anda bisa melakukan pencarian melalui internet dengan mengakses online shop busana muslim terlengkap dan terbaik yaitu hijup.com.

Barang yang ditawarkan pada situs tersebut merupakan bahan yang memiliki kualitas terbaik serta terlengkap baik untuk kategori kerudung maupun untuk kategori berbagai busana muslim yang saat ini sedang trend di kalangan para hijaber.

islam, lifestyle, parenting

Tersengat Semangat Fadly “Musikimia” dalam Berkebun

Tahu Fadly kaaan? Kalo yang seangkatan sama saya *uhuks* pasti lebih inget Fadly sebagai vokalis grup band PADI. Belakangan ini, doi meng-create band baru, Musikimia. Si PADI udah bubar jalan gitu ya? *cmiiw.

Saya ngobrol random banget ama Fadly. Mulai dunia musik endebrai-endebrainya plus hobi berkebun yang ia lakoni.

WHAT?? Si Fadly hobi berkebun? Iya loh. Sangaaar kan? Yang lebih “alamakjaaan” lagi adalaaaah… nih cowok yang (kayaknya) introvert ini pantang ajak anak-anaknya ke Mall! Welehdeleeeh. Nunduk malu dah eikeeeeh 😦 

***

Selain nyanyi bareng Maher Zain, Mas Fadly juga memproduksi lagu anak ya? 

Alhamdulillah, jalannya memang lagi ke situ. Saya kolaborasi dengan Maher Zain, bernyanyi sekalian berdakwah. Kalau soal lagu anak-anak, saya dan mas Rindra (mantan bassist Padi) terpanggil untuk memberikan suatu karya yang bisa dinikmati anak-anak sesuai usia mereka. Kita lihat sendirilah, fenomena saat ini, usia masih anak, tapi yang dinyanyikan lagu-lagu cinta, cerita selingkuh, benar-benar tak sesuai umur. Sebagai musisi, saya merasa terpanggil untuk berkontribusi optimal bagi generasi penerus. Salah satunya dengan menciptakan lagu bermuatan edukasi tapi tetap menghibur.

Lagu anak-anak yang sering kita dengar berjudul “Baca Bukumu” dan “Sahabat untuk Selamanya”. Yang jadi OST-nya Upin-Ipin itu. Inspirasi lagu ini dari mana?

Anak-anak saya, lingkungan, kejadian di sekitar rumah, banyak hal yang bisa jadi inspirasi dalam karya yang kami lahirkan. Yang jelas, saya ingin ada era kebangkitan lagu anak-anak. Coba lihat, zaman kita kecil dulu, sering dengar dan nyanyikan lagu ciptaan Pak Kasur dan Ibu Sud. Liriknya sederhana, mendidik dan betul-betul sesuai dengan kebutuhan anak. Kasihan kalau lihat anak zaman sekarang. Nyaris tidak ada pilihan lagu yang baik buat mereka. InsyaAllah, saya kerjasama dengan beberapa musisi lain, siap meluncurkan kompilasi lagu-lagu yang dipersembahkan bagi anak.

Selain tema persahabatan dan pendidikan, apa lagi yang ingin Anda sampaikan melalui lagu-lagu ini?

Lagu itu kan sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan pada anak. Salah satu yang ingin saya tuangkan adalah, bagaimana supaya anak-anak lebih mencintai lingkungan serta peduli pada kondisi sosial di sekitar kita. Spirit Islam mengajarkan kita semua untuk mencintai ciptaan Allah. Termasuk mencintai lingkungan.

Anda jadi environmentalist (penggiat cinta lingkungan) sekarang?

Bisa dibilang begitu. Di rumah, saya ajak anak-anak untuk berkebun. Kami tanam beberapa jenis sayur di rumah. Anak-anak harus paham dan bisa menghargai proses dalam setiap peristiwa. Salah satunya kami ajarkan melalui kegiatan berkebun. Dari aktivitas yang kelihatan sederhana ini, kami membiasakan untuk hidup ramah dan damai bersama alam semesta.

Padahal, biasanya orangtua urban kerap mengajak anak-anaknya untuk pergi ke mal?

Justru, saya pantang ajak anak ke mal. Di mata kami, mal itu tempat yang bakal menyuburkan jiwa konsumtif dan hedonis buat anak. Kalau anak terlalu sering ke mal, maka dia akan beranggapan bahwa hidup ini instan, apalagi kalau orangtuanya sering membelikan mainan dan barang-barang yang mereka inginkan tanpa menuntut ‘perjuangan’ apapun dari anak.

Kalau orangtua berkilah bahwa di kota kami hiburannya Cuma mal? Tidak ada destinasi wisata akhir pekan yang menarik nih….

Maka orangtua dituntut untuk menjadi kreatif. Sering-sering eksplorasi spot wisata di sekitar Anda, missal taman, kebun atau danau. Intinya, wisata alam lebih baik. Kalau memang jumlahnya terbatas, berarti Anda harus mulai mengajak keluarga untuk berkebun. Aktivitas berkebun bisa membangkitkan rasa gembira, silaturrahim antar anggota keluarga. Anak-anak juga belajar tentang proses, kesabaran, kerjasama, leadership. Banyak hal yang dipelajari di sana.

Putra-putri Anda juga antusias kalau diajak berkebun?

Alhamdulillah, mereka sangat senang. Bisa jadi karena sehari-hari mereka juga belajar di Sekolah Alam Indonesia (SAI) di kawasan Ciganjur. Jadi, mereka selalu berinteraksi dengan alam. Bagi kami, pemilihan sekolah itu sangat penting. Selain faktor pendidikan keluarga, saya melihat pendidikan yang dilangsungkan di sekolah turut membentuk karakter anak. Di SAI, anak saya juga mulai diajarkan bermuamalah menggunakan Dinar-Dirham. Inilah upaya kami untuk melahirkan generasi Islam yang berakhlak mulia, punya jiwa kepemimpinan yang kuat, dipadu kemampuan kognitif yang cemerlang sesuai perkembangan usia masing-masing. InsyaAllah.

Mungkin tidak banyak keluarga muda yang begitu kompak dan senantiasa mengarahkan anak-anak untuk menjalani Islam secara komprehensif. Apa yang begitu menginspirasi Anda?

Ibarat bikin rumah, maka pondasinya haruslah kuat. Saya menganalogikan keluarga yang kami bentuk ibarat rumah. Maka, agama, tauhid, akhlak harus kokoh. Mendidik anak di masa kecil tentu jauh lebih mudah daripada harus membenarkan karakter yang sudah terlanjur buruk truketika dia remaja atau dewasa.

Apa tips ringan yang bisa Anda sharing ke pembaca bukanbocahbiasa.com? 

Yang jelas, mendidik anak di era saat ini bukannya lebih gampang. Justru lebih berat, karena tantangannya kian banyak. Orangtua dituntut untuk kian kreatif menyiasati semua hal. Soal nonton TV, misalnya. Kita tidak bisa membiarkan anak nonton TV berjam-jam seharian. Nantinya akan tercipta habit yang tidak sehat. Saya meletakkan TV di ruangan yang paling tidak nyaman di rumah. Ruangan itu sempit, pengap, pokoknya anak pasti bakal ogah berlama-lama di sana. Nah, sebagai penggantinya, saya ciptakan perpustakaan keluarga, dengan koleksi buku yang menarik dan lengkap. Plus suasana yang sangat cozy. Jadi, anak saya lebih memilih untuk berakrab-akrab dengan buku ketimbang nonton TV. (*)

Saya sih, belum pernah berkunjung langsung ke kebunnya Fadly. Kalo temen-temen ingin tahu kayak gimana kebun dia, boleh googling “kebun Fadly Padi” atau cusss ke sini –> http://www.orbitdigital.net/article/teknologi-aquaponic-ala-fadly-padi

PROFIL :

Nama Lengkap: Andi Fadly Arifuddin | Tanggal Lahir: 13 Juni 1975 | Tempat Lahir: Makassar, Indonesia Nama Istri: Dessy Aulia

Nama Anak : Bilal dan Aidan (kembar), Fathimah, Hasan

 

 

 

islam, lifestyle, Uncategorized

Sepercik Syukur Sang Tuna Netra

“Alhamdulillah Allah menjaga pandangan saya dengan mengambil penglihatan ini. Mungkin saya susah dalam berjalan, tetapi saya bersyukur bisa diberi kemudahan menghafalkan Al-Quran. Semoga hanya mata ini yang buta, tapi tidak dengan hati saya yang akan membuat saya tersesat dunia akhirat.”  (Kang Dayat, Tunanetra Surabaya hafal 30 juz Al-Quran).

Hak dessshhhhh!!

Pegimane sodara-sodara sekalian? Rasanya perih perih gimana gitu ya kaaan? Kalimat Kang Dayat ini sederhana tapi nampoool banget. Takdir Tuhan bahwa ia harus terlahir sebagai tuna netra, tak membuatnya terperangkap dalam ngelangut tiada akhir. Kang Dayat malah mensyukuri itu semua… toh bersyukur atau kufur, takdir itu akan tetap terjadi. Tak bisa ditolak, tak bisa ditawar. Jadi yaaaa… ketimbang bersimbah keluh, lebih baik see from the positive sides, lah ya.

Hari-hari Kang Dayat diisi dengan kegiatan ala marbot Masjid. Beliau menjaga dan menyemarakkan kehidupan masjid di sebuah destinasi dakwah. Semakin bersyukur saja rasanya, manakala suatu hari, Kang Dayat  mendapat kesempatan untuk menerima waqaf Al-Qur’an Braille digital.

Ya. Sekarang, Qur’an braille sudah ada versi digitalnya. Ada PULPEN  elektrik yang  bisa diarahkan ke barisan huruf braille yang terpampang di Qur’an. Lalu, muncullah suara murottal (bacaan Al-Qur’an)  yang  bisa jadi panduan para tuna netra. 

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan, para tuna netra ini dapat kesempatan untuk ngaji bareng di Masjid Manarul Ilmi ITS Surabaya. Ada syeikh Ali Jaber, yang juga memberikan penyegar ruhani untuk mereka. Lantunan ayat demi ayat, mereka simak dengan seksama. Barangkali, organ netra mereka mengalami keterbatasan. Tapi, untuk kepekaan jiwa, pendengaran, dan hal-hal lainnya, para tuna netra ini punya kapabilitas di atas rata-rata. 

Teknologi memang terus dikembangkan sebagai perwujudan empati kepada kaum penyandang disabilitas. Karena, setiap orang pasti punya “dahaga” yang sama. Sebuah “rindu” yang, seperti dendam, juga menuntut untuk dibalas  tuntas *ciyeeeh* Rindu terhadap ayat-ayat Tuhannya. Rindu dan dahaga akan petunjuk yang bisa menemani hari demi hari, menjalani roda kehidupan

 

Eh, bicara tentang terminologi ‘disabilitas’ ada opini lain dari ibu Titik Winarti nih. Beliau adalah owner Tiara Handycraft, yang juga memberdayakan kaum berkebutuhan khusus, sebagai karyawan di UMKM yang ia kelola.

Emang, Bu Titik bilang gimana?

Bu Titik lebih suka menyebut mereka sebagai kaum difabel. Difabel artinya  different ability. Mereka mampu kok, punya ability alias kemampuan… Tapi “different”, alias agak sedikit berbeda dengan kita. 

Iya juga sik. Kaum difabel malah punya skill menjahit, crafting, dll. Lah, eikeh aja yang bodinya sehat-wal-afiat, malah kagak bisa njahit, bikin pola, endebrai endebrai itu. Dan yang paling makjleeeb adalah, sepertinya organ berupa mata ini lebih buanyaaaak saya gunakan buat hal-hal yang duniawi banget, kan? Sehari semalam 24 jam,  berapa menit yang dialokasikan buat ngaji? Mendalami tafsir kitab suci? Trus, trus… itu hafalan Qur’annya gimana kabar yak? *deziiighhh*

Ya, ya, ya. Intinya, syukur saya masih seuprit banget. Kudu di-upgrade, harus ditambah lagi porsi dan kualitas syukur. Se-enggak asiknya kenyataan yang terpampang di depan mata, masih buanyaaaaak hal-hal baik yang mestinya saya syukuri sepenuh hati.  Sebuah  realita hidup itu kan kondisi yang netral banget. Semua berpulang kepada kita kok, mau mengambil  sikap seperti Kang Dayat, atau justru mengumbar keluh di semua penjuru arah mata angin. Hiks. Oke, mari kita tutup postingan siang ini, dengan kutipan  yang  (semoga) bisa mengenyahkan segala gulana. 

When One door of happiness closes, another opens. 

But often we look so long at the closed door, that we can’t see the one that has opened for us. 

(Helen Keller)

**Disertakan dalam Liga Blogger Indonesia pekan ke-2 dengan tema  “Perkembangan Teknologi untuk (penyandang) Disabilitas **

 

islam, kuliner, lifestyle

Bagaimana Membedakan Bakso Sapi dan Bakso Babi?

Pernah dengar nama  Aisha Maharanie? FYI, doi nih aktivis @halalcorner, yang selalu mengedukasi seputar pentingnya makanan yang halal dan thoyib (baik).

Nah, duluuuu… aku pernah ketemu ama doi nih. Bodinya mungil, tapi nyalinya GEDE. Enggak takut biarpun udah diancem ama brand2 besar, gegara sikap doi yang vokal memperjuangkan hak konsumen untuk tahu halal atau tidak.

Continue reading “Bagaimana Membedakan Bakso Sapi dan Bakso Babi?”

islam, lifestyle, parenting

Bidadari itu Bernama Indadari

Masih belum bisa move on dari kisah kasih di sekolah hijrahnya Caisar. Kali ini, saya mau cerita soal Indadari, yep, doi adalah “bidadari”-nya Caisar. Menikahi Indadari, di mata Caisar setara dengan merajut biduk rumah tangga bersama “perhiasan dunia terbaik”. Duuuh, meleleh saya dengernya…

Ini dia, some random facts soal Indadari.

Continue reading “Bidadari itu Bernama Indadari”

islam, lifestyle

Siapa Ustadz Favoritmu?

Apabila Bulan Ramadan telah datang, agama jadi laris bukan buatan.

Siapkan lambang-lambang dan kostumnya.

Kenakanlah semua di depan kamera.

(Sandiwara Ramadhan, karya Emha Ainun Nadjib)

Jedheeerrr….!! Yang namanya Cak Nun emang paling bisaaaa ya, bikin kuping memerah plus hati meradang. Sindirannya itu loh, telak pol! Memang sih, dari tahun ke tahun, setiap Ramadhan acara TV kita sarat dengan “sandiwara dadakan”. Yang tadinya artis lalala-yeyeye, tetiba berubah jadi brukut (serba tertutup), pake kerudung dan beragam aksesoris yang agamis-agamis gitu. Lalu, beberapa dari mereka berubaaaah…jadi bisa ceramah dan ngasih tausiyah. Padahaaaal…. 😛

Continue reading “Siapa Ustadz Favoritmu?”

islam, lifestyle, parenting

Dilema Mengajak Anak Tarawih ke Masjid

sidqi-3

Satu hal yang amat sangat saya rindukan di bulan Ramadhan adalah… sholat tarawih di Masjid.

Eits, ini bukan pencitraan loh ya 😛 Tapiii, buat saya, tarawih itu momen langka. Kapan lagi kita bisa ketemu, menyapa dan ngobrol sejenak dengan ibu-ibu satu kompleks?

Continue reading “Dilema Mengajak Anak Tarawih ke Masjid”