lifestyle, medis, parenting, Review

Nutrisi untuk Ibu Hamil dan Janin

Nutrisi yang Oke untuk Ibu Hamil dan Janin

Uhuiii, apakah saya lagi hamil?

Hehe. Beluuuum. Sampai detik ini, belum ada makhluk unyu yang mengisi rahim saya. Jadi, status saya ya masih sebagai ibu dari seorang anak, bernama Sidqi. Belum ‘isi’ lagi euy.

Biarpun tidak dalam kondisi hamidun, bukan berarti saya ngga boleh share info soal kehamilan dong ya? Karena, kehamilan itu momen yang AJAIB pakai banget. Indah dan syahdu rasanya, ketika Allah menitipkan satu (atau lebih, kalau kembar) makhluk yang berbagi jatah nutrisi selama berada di bodi kita.

Continue reading “Nutrisi untuk Ibu Hamil dan Janin”

kuliner, lifestyle, medis, Review, sehat, Uncategorized

Deadline? Siapa Takut?

Dead = Mati. Line = Garis

Kata “deadline” ini sudah akrab banget dalam hidup, sejak sekian tahun terakhir. Ya, maklum saja, ketika duduk di bangku SMA, saya sudah aktif ikut Kropel alias Klub Reporter Pelajar Surabaya Post. Senior-senior saya yang unyu dan baik hatinya itu, sering banget kasih warning, ”Ayooo, naskahnya cepet ditulis! Udah mau deadline nih!”

Si bocah SMA yang kadang tengil bin ajaib itu pun, langsung berakrobat, nggak tahu gimana caranya, yang penting tulisan kudu beres jelang deadline, haha. Rupanya, saya pun kecanduan rasa “ngeri-ngeri sedap” gegara deadline.

Continue reading “Deadline? Siapa Takut?”

lifestyle, medis, traveling

Ibu, Kapan Kita Umrah Bareng? Ibu, Sungguh…. Aku Rindu

January 2017, Don Mueang International Airport, Bangkok, Thailand

Pfff… aku menghempaskan tubuh, dengan kelegaan yang tak bisa digambarkan. Bahagiaaaaa rasanya, bisa duduk manis di kursi 31D pesawat QZ 257 ini. Alhamdulillah… kami bisa berangkat on time. Drama perjalanan menuju bandara, beneran beda tipis dengan pilem “Mission Impossible”! Dapat sopir taksi yang terlampau sopan, beneran newbie, nggak bisa ngebut sama sekali… Nggak berani menembus kemacetan lalu lintas Bangkok, yang udah mirip banget ama macetnya Jakarta…Hufft!!

Continue reading “Ibu, Kapan Kita Umrah Bareng? Ibu, Sungguh…. Aku Rindu”

blogging, kuliner, lifestyle, medis, sehat, traveling

Lima Makanan Thailand yang Sulit Banget Buat Ditolak

Ide-ide #SassyThursday-nya Annisast dan HaloTerong itu selalu brilian yah?

Kali ini, dua blogger kece itu men-challenge para pembacanya buat nulis artikel seputar makanan yang sulit banget buat ditolak. 

Waaaah… kalau masakan Indonesia sih… saya bingung mau nulis yang mana. Kayaknya, SEMUA masakan Indonesia favorit aku banget deh. Jangan sampai nolak deh, ntar mubadzir *alesyaaaan*

Ngomongin soal kuliner Thailand aja yah. Tempo hari, saya kan dapat hadiah plesir gratis dari Priceza tuh

Baca: Plesir Gratis ke Thailand

Ternyata, buanyaaak masakan favorit yang juga pantang banget buat ditolak! Wuenak wuenak semuaaaa euy! 

Continue reading “Lima Makanan Thailand yang Sulit Banget Buat Ditolak”

lifestyle, medis, parenting, Review, sehat, traveling

Ajak Anak ke Museum Rokok, Yay or Nay?

 

 

Di Surabaya ada banyaaaaak banget tempat wisata yang bisa kita kunjungi. Sebutin deh, pantai kenjeran, kebun binatang, wisata religi di Ampel ataupun ke Masjid Al-Akbar, segambreeeng, ada semua! Apalagi wisata ngabis-ngabisin duit alias shopping to the max. Wohooo, dont worry, mall itu tumplek blek di kota ini. 

Tapi, terkadang, saya pengin mengajak Sidqi untuk menjelajah Surabaya di destinasi yang more than just leisure and pleasure place belaka gitu. Duluuu, pernah ngajak ke Kaza Simulator Centre di mana kita bisa jadi pilot sehari gitu deh, ada simulator pesawat plus ada pemandunya juga… dengan ongkos yang muraaaaah banget, start from 15K aja cobaaak! 

 

Baca: Jadi Pilot Sehari di Kaza Simulator Center

Tapi eh ladalaaah, ternyata wahananya tutup dong dong dong 😦 #mewekKejer 

Padahal, menurut saya nih, Surabaya HARUSNYA lebih memperbanyak wahana semacam ini! Yang bisa jadi sarana edutainment! Karena kalau melihat progress mall dan aneka destinasi wisata “perongrong dompet”, bisa-bisa anak Surabaya malah terjangkit hedon akut doang. 

Ish issshhh, serius amat makmu, duhai Sidqi??

***

Continue reading “Ajak Anak ke Museum Rokok, Yay or Nay?”

lifestyle, medis, sehat

Yang Sering Ditanyakan tentang Kanker Paru

Berulang-ulang saya sampaikan ke para pelayat, bahwa kami sekeluarga ikhlas dengan takdir berpulangnya ibunda saya. Toh, rasa sakit yang dirasakan beliau, semoga bisa menjadi penggugur dosa, dan meningkatkan derajat beliau.

Hanya saja, yang namanya tamu/pentakziah itu, kadang yaaaa… “unik” juga ya. Detik pertama kehadiran, mereka bilang, “Yang sabar ya Mbak Nurul….” trus saya manggut-manggut…

Eh, beberapa detik kemudian, ibu-ibu pentakziah itu bilang, “Yo ngalaaah bu Faaat… kok iso koyok ngene thoo… Kok Bu Fat yang sehat bisa sampe meninggal gara-gara kanker tho…..” Kalimat ini disampaikan dengan tangis yang berderai.

Continue reading “Yang Sering Ditanyakan tentang Kanker Paru”

lifestyle, medis, sehat

Surat untuk Ibu: Tentang Aku Mencintaimu karena Allah

Follow me on twitter: @nurulrahma

Ibu,

Pagi ini Surabaya hujan dereeess banget! Suegeer rasanya. Semoga hawa sejuk dan angin semilir yang berhembus bersama tetesan hujan, bisa Ibu rasakan di alam sana ya. Gimana, Ibu? Adem kan? Aku yakin banget, amal-amal yang udah Ibu goreskan di muka bumi, bisa menjadi penyejuk, membuat rumah abadi Ibu terasa luas, walaupun hanya berukuran yaaah, sekitar 2 x 3 meter aja ya.

Continue reading “Surat untuk Ibu: Tentang Aku Mencintaimu karena Allah”

lifestyle, medis, parenting, Review

Kiat Memilih Breast Pump di Tempat Jual Pompa ASI

Memiliki aktivitas yang tinggi membuat sebagian ibu, terutama wanita karir, tidak memiliki waktu untuk setiap saat dapat memberikan ASI untuk bayinya sehingga diperlukan cadangan ASI yang sebelumnya telah dipompa dengan menggunakan pompa ASI.

Banyak  tempat yang menjadi tempat jual pompa ASI yang dapat dikunjungi untuk membeli breast pump tersebut.

pompa-asi

Terdapat beberapa tips yang dapat membantu Anda untuk memilih pompa ASI yang tepat sehingga tidak hanya dapat memperoleh ASI yang cukup untuk bayi Anda, namun juga tetap memberikan rasa yang nyaman ketika memompa ASI.

Continue reading “Kiat Memilih Breast Pump di Tempat Jual Pompa ASI”

lifestyle, medis

Genderuwo itu Bernama Kanker Paru

Sudah sebulan aku tinggalkan dunia blogging dan segala keriuhan duniawi yang ada di dalamnya. Aku menepi, benar-benar menekuri jalan sunyi dalam arti sesungguhnya. Merasakan setiap detak waktu yang berjalan begitu lambat. Membersamai ibunda, tatkala ia merintih… mengeluh nyaris tanpa suara… mencoba membenamkan rasa sakit yang terus menjalar…

Ibu kena kanker paru.

Sudah pasti, aku melalui fase-fase yang barangkali juga dirasakan para keluarga pasien kanker pada umumnya.

Continue reading “Genderuwo itu Bernama Kanker Paru”

lifestyle, medis, parenting, Uncategorized

Jangan Stres, Wahai Bumil, Biar Dedek Bayinya Nggak Ikut Stres

Oh, ya ampun banget judulnya, hahahaha

Jangan Stres, Wahai Bumil, Biar Dedek Bayinya Nggak Ikut Stres

Ya tapi itu deh, inti pesan yang disampaikan di acara Prenagen Pregnancy Educational Journey Minggu (24/4) kemarin di Dyandra Gramedia Expo Surabaya. Aku hadir di sana mulai JAM TUJUH PAGI booook! Yoi, jam TUJUH PAGI di Hari Minggu! Kombinasi yang wow. Padahal, jam-jam segitu waktunya mager (males gerak) banget kan? Haha.

Kenapa sih, kok bela-belain dateng pagi di acara ntuh? Selain karena pengin kopdar ama para mamak bloggers Suroboyo, sudah tentu aku pengin nyimak materi cihuy yang disampein para narasumber. Segambreng banget pakar yang siap cas-cis-cus di acara enih. Ada dr. Boy Abidin SpOG. Itu tuh, dokter kandungan ngeheits dari Jakarta yang konon katanya niiih, langganan para artis dan sosialita ibukota, uhuks.

Emang sih, begitu dr Boy ngomong di atas panggung, kesannya emang doi charming dan sangat menguasai emosi ibu-ibu. Maklumin aja sis, klien doi kan mayoritas para emak yang hamidun.

Yang jelas, dr Boy punya buanyaaak banget koleksi jokes bermutu yang bikin seger suasana. Jadi enggak boring gitu, talk show-nya.

 

IMG_1181

Kata doi nih, hamil dan melahirkan emang kodrat para pereu. Tapi, supaya janin sehat selama di kandungan sampai lahir, jangan lupakan peran bapak loh ya. Bapak kudu sering-sering mengelus perut bunda yang lagi tekdung. Juga kudu agak ngobrol janin yang ada di perut. Iya loh, biar kata masih berupa janin, si calon jabang bayi ini bisa denger dan mengidentifikasi suara manusia yang emang sering ajak doi ngobrol! 

“Ada pasien saya nih, begitu bayinya lahir, malah sering nangis dan sulit berhenti kalo ayahnya ngomong. Tapi, begitu diajak periksa ke klinik saya, malah akrab ama saya. Memang pas ibunya hamil dan kontrol, saya sering mengajak ngobrol janin dalam kandungan,” kata dr Boy yang mengingatkan pada sosok Mas Boy ((MAS BOOOOOYYYY….)) di pilem Catatan Si Boy, hihihi. 

Ehhh, buibuuu… kok bisa yaaa? Si bayi malah lebih ikrib dengan suara dokternya? Jangan-jangaaaan… hushhh… hapus su’udzonnya wahai para emak! hahahaha

Intinya gini, sih. Ilmu yang dibagikan oleh dr Boy ini adalah: biar para bapak enggak ngerasa aneh bin canggung kalo ngajak bayi ngobrol, meskipun masih dalam kandungan. Soale, ikatan batin antara orang tua dan calon anak semakin kuat dan powerfull, manakala ayah dan ibu sering ngajak ngobrol. Begitoooo!

And you know what, janin yang sudah aktif bergerak, bakal ngerespon ajakan bicara ortunya. Sering kan, denger para bumil yang bilang, “Aduh, ini dedek bayinya nendang2 perut niiih.” Nah, itu pertanda kalo si bayi lagi ngerespon. Lucu ya, bayi ituuuuh. Tak intung, intung, intuuuung….

 Iiih, aku jadi inget deh. Dulu pas hamil Sidqi, aku kan lihat konsernya Nasyid SNADA. Nah, mereka lagunya kan dinamis gitu ya. Kayak “JAGALAH HATI, Jangan kau nodai… Jagalah hati…. lentera hidup ini…”

Nah, trus Sidqi di dalam perut tuh kayak yang joget2 gitu lo, hahahahah. Seru banget deh, hamil itu. Jadi pengen hamidun lagi deh #eeh 

 

Lanjoooot. Selain ngajak ngobrol dan elus-elus perut ibu hamil, rangsangan yang bisa memengaruhi kondisi bayi adalah DETAK JANTUNG. Yep, di dalam kandungan, janin ikrib bingits dengan detak jantung emaknya dong. La wong, satu bodi ya kan? Karena itu, ketika detak jantung ibu LEBIH CEPAT, janin akan merespons juga. Ketika ibu stres atau marah, detak jantung jadi kebat-kebit gitu kan? Eh lah dalaaah, janinnya juga ikut sutris! Nah lo nah lo. 

IMG_1170

Makanya buibuuuu yang lagi hamil, plis oh plis, jangan stres atau menggalau yah. 

TAPI AKU NGGAK BISA! AKU SEDIH! AKU GAMPANG NANGIS KALO HAMIL! AKU BAPER! BAWAANNYA LAPER!

Cup, cup, cuuuup. Tenang, tenang. Emang ngomong doang sih gampil. Ngelarang doang, dengan bilang Bumil dilarang sutris emang gampil banget. Tapi kenyataannya? WAHAHAHAHHAHAHA *ketawa membahana*

Kalo kata Psikolog Roslina Verauli (Vera), hamil itu bagaikan DRAMA TIGA BABAK. Deramaaaah, sodara-sodara! Apalagi, kalo dasarnya emang Ratu Drama yak, pas hamil yang makin menjadi-jadi, hihihi. Soale, ada perubahan hormonal yang emang terjadi ketika hamil. Iya dooong, pas lagi “kosong” kan kondisi psikis biasa-biasa wae. Nah pas hamil itu semacam ada “makhluk baru” yang mak bedunduk bersemayam di rahim kita. Jadi ya gitu deh, ada perubahan hormonal, dan ini berimbas pada dramatisasi psikologisasi #terVicky dalam hidup seorang calon bunda. 

LANTAS PEGIMANA CARANYA BIAR MEMINIMALISIR DRAMA NTUUUH?

Drama tiga Babak iki maksude kan hamil ada TIGA TRIMESTER yak. Jadi ada Drama di TRIMESTER PERTAMA. Ada drama di TRIMESTER KEDUA. Ada Drama lagi di TRIMESTER KETIGA. 

“Ibu harus dijaga agar tidak stres. Ayah yang punya peranan penting untuk menjaga agar ibu tetap bahagia selama hamil,” kata psikolog Vera yang cantik jelita tiada tara. 

Hmmm, kemarin sih dipraktekin gitu, gimana cara pernafasan biar rileks biar engga tegang. Coba boleh tuh stalking twitter @nurulrahma dengan hashtag #Prenagram #PrenagenPeduli #PPEJ2016Sby  Di-follow juga boleh ya kakaaaak 🙂 eaaaaa

Ada info-info spektakuler seputar event kemarin.Pokoke, kata sist Vera, jangan lupa untuk para ayah… agar memberi sentuhan penuh tatih tayang kepada Ibunda.

Sentuhan di belakang kepala hingga tulang punggung, juga bisa bikin istri merasa senang. Kalopun istri lagi enggak mood, bete dan ngomel-ngomel, yo wis, terima nasib ajalah paaak didengerin aja yaaaa… Namanya juga lagi hamil, lagi ada perubahan hormonal, dan yaaa, bayangkanlah sesuatu yang indah-indah dong deh! Abis gini, bakal ada dedek bayi generasi penerus bangsa yang sholeh dan sholehah… Yang bakal lahir dari rahim istri Anda, wahai bapak! Karena itu, sabarlah. Tabahlah. Toh, paling istri Anda akan “aneh” bin “ajaib” selama 9 bulan aja ya tho? Pokoke, jadilah suami yang baik. Gantikan tugas istri. Jangan disuruh ngepel, istrinya itu paaaak… Kalo kepleset pas ngepel, piye coba? Trus, itu obat pel kan zat kimia tho? Istri Anda harus dijauhkan dengan kontak zat kimia, asap rokok, dan hal-hal mudhorot lainnya, termasuk bau badan Anda. Makanya, kalo mandi yang rajin ya Pak, huehehehe…

 

Ya, intinya gitu deh. Edukasi kemarin berlangsung dengan baik, aman, sentosa, sejahtera. Yang dateng BANYAK. BANYAAAAK. Trus, banyak kelas-kelas kecil juga, yang ngajari para (calon) emak agar bisa jadi emak yang baik dan benar. Mulai dari cara kasih ASI, trus cara ngebedong bayi, cara bikin MPASI (Makanan Pendamping ASI), macem macem deh. 

Thank you, Prenagen! Bersama kita wujudin #IbuSehatIndonesiaSehat yaaayyyyy…!!! *Tebar confetti*