Bidadari itu Bernama Indadari

Masih belum bisa move on dari kisah kasih di sekolah hijrahnya Caisar. Kali ini, saya mau cerita soal Indadari, yep, doi adalah “bidadari”-nya Caisar. Menikahi Indadari, di mata Caisar setara dengan merajut biduk rumah tangga bersama “perhiasan dunia terbaik”. Duuuh, meleleh saya dengernya…

Ini dia, some random facts soal Indadari.

Read More

Advertisements

Hijrahnya Tukang Joget Caisar Aditya “Yuk Keep Smile”

Wabah goyang Caisar sempat melanda masyarakat republik ini. Bermula dari sebuah tayangan di TV swasta, joget yang unik dan gampang diikuti ini, sontak menjadi fenomena tersendiri. Musik yang catchy, dipadu sosok Caisar yang identik dengan “keep smile” berhasil menjadikan pria humoris ini bertahta di jagat industri hiburan tanah air.

Di saat popularitasnya begitu melesat, rupanya Allah Maha Membolak-balikkan hati. Caisar, yang telah bergelimang uang dan popularitas, memilih untuk mundur. Ia menarik diri, dan menekuri jalan sunyi. Ia berhijrah. Ia tinggalkan dunia keartisan yang hingar-bingar. Bersama sang belahan hati yang senantiasa berbalut BUSANA MUSLIMAH, Caisar berbagi rasa syukur serta mengajarkan pentingnya memperbanyak bekal untuk akherat nanti.

CAISAR-2 CAISAR-5

Apa yang membuat seorang Caisar memilih untuk hijrah, tak lagi jadi artis dan memilih untuk sharing di berbagai forum kajian?

Maha Besar Allah yang telah memberikan petunjuk jalan yang lurus dan Ia ridhoi untuk saya. Memang, saya melalui titik balik yang luar biasa, ibaratnya nih saya sudah berada di puncak karir keartisan, tapi kemudian saya memilih untuk mengawali dari nol. Mengapa? Karena kita ini hamba Allah yang lemah. Banyak sekali bisikan setan-iblis dengan omongan ataupun keinginan yang tidak sesuai dengan ajaran Allah. Kalau ada yang muterin video joget atau atraksi saya di masa lalu, sungguh saya nggak mau nonton. Saya selalu memalingkan muka. Malu kalau ingat itu semua. Beruntung sekali, Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan petunjuk atau hidayah dari Allah. Kalau hidayah itu belum saya dapatkan, apa jadinya? Naudzubillahi min dzalik.

Harus diakui ketika menjadi artis, saya mendapatkan begitu banyak kesenangan duniawi. Dapat uang banyak. Rumah banyak. Harta melimpah. Mobil baru. Semuanya serba baru. Hidup saya juga tampak sangat mudah dan menyenangkan. Kerjaan saya tertawa berlebihan, mencela orang seenaknya. Pergaulan dengan artis-artis dan hal-hal yang gampang serta enak dilakukan….

Anda tahu? Pekerjaan saya memang goyangin masyarakat tiap hari. Joget, keliling ke mana-mana. Dapat bayaran tinggi, tapi kemudian harta yang saya dapatkan sama sekali tidak berkah. Bayaran sebagai artis memang amat banyak, tapi ironis…utang saya menumpuk! Saya malah jual mobil untuk nutupin utang, bahkan saya juga menjual mobil ibu saya!

Terasa di kalbu, bahwa saya tengah menjauh dari Allah. Saya kerja keras, tapi utang-utang kian bertumpuk? Lalu saya berpikir, apakah ini petunjuk dari-Nya? Boleh jadi, inilah skenario terbaik yang diberikan Allah bagi kami.

Kemudian, Allah membukakan hati saya. Ia kirim “perhiasan dunia terbaik” yaitu istri saya, Indadari. Ya, saya setiap hari memanggil istri dengan panggilan sayang “perhiasan dunia terbaik”. Allah berikan hidayah melalui istri saya.

CAISAR-3 CAISAR-6

Bagaimana upaya Anda dan istri untuk menjemput hidayah dari Allah?

Memang hidayah itu butuh proses, perlu perjuangan. Setelah menikah, istri tak pernah lelah mengajak saya untuk ikut kajian keislaman. Awalnya memang saya selalu menolak apapun ajakan yang disampaikan istri. Adaaa saja alasan saya. Sudah capek kerja, jadi selalu malas kalau harus menimba ilmu agama.

Masa-masa itu… sungguh, saya sibuk bekerja untuk mengejar dunia belaka. Sampai-sampai, keluarga saya lalaikan. Datang ke rumah, lalu syuting lagi. Padahal, anak-istri punya hak untuk ngobrol. Saban istri ajak untuk datang ke kajian, saya malah menangkis, “Sok suci lo!” Astaghfirullah. Padahal, Rasul selalu bersikap lemah lembut kepada istrinya, sementara saya?

Rupanya, istri saya memang tak kenal lelah dalam berdoa. Terus-menerus ia mendoakan saya, agar ikhlas berhijrah karena Allah. Hingga suatu ketika, Allah menggerakkan saya ikut kajian Ustadz Reza Basalamah. Masya Allah…. saya benar-benar menyesali apa yang sudah saya lakukan di masa lampau. Pekerjaan menjadi artis, termasuk hutang-hutang yang menumpuk… Padahal hutang itu termasuk riba, dan saya baru tahu bahwa hukuman yang paling kecil dari sistem riba adalah setara dengan menzinai ibu sendiri!

Hati saya mulai tergerak, sudah waktunya saya berhenti dari aktivitas menjadi artis. Ibarat kata nih, saya jadi muallaf. Kalau kita takut Allah, maka Allah berikan kecukupan pada kita. Apabila kita meninggalkan yang buruk karena Allah, maka Allah akan memberi ganti yang jauh lebih baik untuk kita.

Dulu saya menggoyangkan masyarakat. Sekarang saya ingin menggoyangkan hati kita semua, supaya makin dekat dengan Allah.  Jangan sampai saya memberikan contoh yang buruk. Saya bingung kalau ada anak yang ditanya “Cita-citanya apa?” Lalu dia menjawab “Jadi artis…!”

Astaghfirullah… Jawaban itu menunjukkan bahwa anak-anak mengikuti apa yang selama ini saya dan para artis lakukan di TV. Padahal, itu semua kamuflase. Tidak ada kebahagiaan hakiki, apabila kita melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syariat Allah. Maka saya memutuskan untuk mengikuti apa yang diajarkan Rasul. Nggak papa, saya tampak terasing di antara manusia. Karena memang, Islam pada akhirnya akan muncul sebagai sesuatu yang asing kan? Berubah menaati perintah Allah memang tidaklah mudah. Selalu ada ghibah, komentar dari orang lain, termasuk tentangan dari orang dekat atau keluarga kita.

Selalu berupaya dan berdoa agar jangan sampai saya kembali ke masa jahiliyah. Saat ini, saya dan istri menggeluti dunia usaha, kami berjualan kaos dengan pesan-pesan Islam, mie organik dan beberapa usaha lainnya. Bersyukur saya mendapatkan support istri yang luar biasa. Dulu saya bodoh ilmu, tidak tahu halal dan haram. Padahal, dunia ini hanya jembatan menuju akherat. Yang harus kita lakukan adalah memperbanyak bekal, amal kebaikan agar kita bisa selamat di akherat kelak.(*)

Qurban Bibik Siswani

Mau ngetik yang serius-serius kok masih belum mood, ya sud lah, crita yang enteng-enteng aja yak.

Kenalin nih, perempuan sepuh ini namanya Bu Siswani. Aku biasa panggil doi “Bibik”. Apakah doi asisten rumah tangga (ART) di rumah kami? Errrr, gimana ya jelasinnya *bingung sendiri* Officially sih, BUKAN :))

QURBAN-1

baju dan jilbabnya matching, euy! ini dapet lungsuran dari aku hahahah

Si bibik ini adalah ART pocokan (bukan pocongan loh) di beberapa majikan. Pembantu pulang-pergi gitu loh. Enggak nginep.

Suatu ketika, doi sholat di Masjid Al-Muslimun deket rumah, dan ketemu ama ibuku. Sempat curhat kalo doi butuh semacam kamar tumpangan gitu, daaan, emang hati ibuku selembut salju seempuk marshmallow….. Jadi tanpa curigesyen apapun, si Bibik ini DITERIMA untuk numpang tinggal di rumah kita. Baik banget kan utinya Sidqi?

Nah. Sejak saat itu, doi numpang tidur di rumah kami, dan tetep pergi kerja sebagai PRT di rumah majikannya.

Aku perhatiin si Bibik punya kebiasaan unik. Saban malam, doi memasukkan duit-duit kusem, seribu, dua ribu lima ribu, dll ke CELENGAN yang doi taruh di lemari etalase dekat kamar.

Tentu saja, hasrat kepo tak bisa eikeh bendung ya kan?

“Itu duit buat apa sih, Bik?”

“Yaaa.. buat ditabung laaah, kerja ini laaah, untuk kasih uang anak laaaah.”

Harap maklum yak. Doi selalu kasih akhiran ‘laaaah’ untuk setiap jawaban atas pertanyaan APAPUN. Bisa jadi karena dulunya doi pernah jadi TKW di Malaysia kali yak.

Sampe tiga hari lalu, terkuaklah rahasia yang selama ini dipendam rapat-rapat oleh bibik. Doi menghitung tiap lembar rupiah yang terdampar di celengannya. Trus, dikaretin, dibungkus koran, dan diserahkan ke diriku.

“Apa ini Bik?”

“Ini… Bibik mau qurban laaah. Tolong titip lewat mbak Nurul ya.”

Nyesssss…. Hatiku langsung tersodok, terjedot, tertungging-tungging!

SEORANG PEMBANTU RUMAH TANGGA YANG NUMPANG TIDUR DI RUMAH GUE, NGUMPULIN DUIT BUAT QURBAN! Amazing. Padahal, aku tahu persis, doi adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Yep, anak cucunya yang tinggal di Situbondo sama sekali engga bisa dikatakan udah mampu, dan bibikku ini rutin kirim duit buat mereka.

“Serius Bik, ini mau qurban?”

“Iya laaaah. Nanti kasih ke apa itu… yayasan itu laaah. Biar dikasih ke orang-orang miskin laaah.”

See? Dia bilang untuk orang miskin? Dan dia SAMA SEKALI enggak ngerasa kalau doi juga masuk kategori dhuafa? Awesome banget kan Bibik aku?

“Oke Bik. Nanti aku sampein ya.”

Aku berangkat menuju yayasan Nurul Hayat untuk menyerahkan qurban bibik. Tentu saja, aku woro-woro ke banyak warga kantor.

QURBAN-2

mbak-mbak bagian front office lagi ngitung duit qurban bibik siswani

“Eh, liaaaat niiih! Ini qurbannya bibik yang nginep di rumahku niiih! Pembantu loh ini yang qurban!”

Salah satu desainer grafis nyeletuk, “Kalah deh. Aku ngaku kalah.”

“LOH! Jangan Mau Kalah dooong! Justru ini semacam ‘tamparan’ buat kita kan? Pembantu aja bisa loo qurban.”

Si temenku itu ngangguk-ngangguk. Mungkin abis gini doi tobat koleksi gundam dll-nya, demi bisa qurban.

Yaaa… kalo dipikir-pikir, qurban kambing yang sekarang senilai dengan 1.950.000/ kambing emang butuh duit yang enggak sedikit yak. Tapi, oh, kemoooon, bibik yang numpang tidur di rumahku aja, bisa lo berqurban!

Blogger-blogger macam kita SUDAH PASTI bisa dooong berqurban.

Jangan nyeletuk “Qurban perasaan loh yaa..” karena kayaknya saban hari itu udah kita lakukan secara istiqomah, ahaaii :))

Yang dibutuhkan, tentu saja qurban bersedia untuk kehilangan “sejumput” harta, enggak sampe dua juta loh ini. Mosok mau kalah sama Bibik Siswani? (*)

Please Welcome…. Ojek Syar’i Surabayaa….!!

Kalau Bang Nadiem Makarim eksis dengan GOJEK-nya yang rruaaarr biyasaaak itu, maka arek Suroboyo satu ini nggak mau kalah! Namanya Evilita Adriani. Umur masih 19 tahun, tapi sudah berani mengeksekusi sebuah gagasan, yang menjadi alternatif solusi transportasi bagi para perempuan.

Yaaap. Ide ini berawal dari semangat Lita–gitu dia biasa dipanggil–yang berupaya keras agar para perempuan mendapatkan layanan ojek dengan sopir yang sama-sama perempuan.

“Soalnya, kalau laki perempuan bukan mahram naik motor bareng itu kan tidak sesuai syariat Islam. Jadi, kami menghadirkan Ojek Syar’i supaya para perempuan bisa pergi ke tempat yang ia tuju, dengan nyaman dan aman. Karena tukang ojeknya juga sama-sama perempuan,” gitu kata mahasiswi UPN Veteran Surabaya ini.

ojek syari

Gimana cara order ojek syar’i?

Kalau Gojek mensyaratkan aplikasi yang kudu di-install, maka Lita memilih cara yang lebih simpel. Cukup kirim SMS / WhatsApp ke : 085749462442 atau BBM : 5540311B

Emak-emak atau para eyang uti yang enggak terbiasa dengan SMARTPHONE juga tetep bisa order ojek syar’i dengan gampil, pake bingits.

Yang pegang layanan customer service, ya si Lita sendiri loh! I just dunno how she does it. Karena itu, nggak heran deh, pas saya janjian ketemu dan ngobrol ama doi di KFC Ahmad Yani, cewek manis alumnus SMAN 4 Sby ini kayak enggak bisa lepas dari gadgetnya.

“Maaf ya mbaak… Ini ada pesan masuk di WA….” ujar dia sambil tersenyum tulus.

“Iya, nggak papa dek… Alhamdulillah banyak konsumen yang percaya dengan ojek syar’i. Sekalian dakwah ya dek…”

“Betul mbak. Semangat itu yang kami kedepankan dari awal,” lanjut Lita.

Tapiii, yang namanya cari tukang ojek cewek emang nggak gampang ya. Sampai saat ini, sahabat pengendara (begitu Lita menjuluki tukang ojeknya) yang gabung di Ojek Syar’i masih terbatas banget

Di Surabaya 12 orang, Sidoarjo 5 orang, Malang 5, Jabodetabek 30.

Toh, Lita terus berjuang untuk memasyarakatkan ojek syar’i ini. “Alhamdulillah, saya mengurusi bisnis ini dibantu rekan-rekan yang punya semangat kuat dalam dunia enterpreneurship. Ada Reza Zamir, Pak Agus Edi, juga mas Abdullah Dinar yang membantu kami untuk urusan IT.”

Ojek Syar’i juga diliput sejumlah media, bahkan sudah masuk di acara HITAM PUTIH Trans 7!! KEREN!

Eksis di Hitam Putih Trans 7

Eksis di Hitam Putih Trans 7

net tv

Proses syuting untuk liputan NET TV

net tv-2 net tv-3

Kalau pengin tahu lebih banyak tentang ojek syar’i bisa simak http://www.ojeksyari.com

Eh, buat mbak-mbak yang mau cari penghasilan tambahan, bisa gabung jadi sahabat pengendara juga loooh :)) Yang lagi pengin invest atau menanamkan modal, juga bisa chat dengan Lita di nomor WA ojek syar’i

lowongan

Duuuh, jadi pengin ikutan invest niiih **urek-urek celengan**

Semoga makin berkibar yaaa.. Rezekinya makin berkah, melimpah ruah. Seneeeeng deh, kalau anak-anak muda Indonesia berjiwa visioner sekaligus menjaga kesyar’ian seperti Lita dan teman-temannya ini. Ide yang tampak sederhana, mereka perjuangkan sekuat tenaga, dan dieksekusi menjadi karya nyata. BRAVO!

Mas Gagah, Jangan Pergi doooong….!

Wohoooo… judulnyaaa…!! Harusnya KETIKA MAS GAGAH PERGI

Kok diganti seeh?

Ya iyalaaah, kalo sosok mas Gagahnya semacam ini :

hamas-1

Masak iya, kita suruh pergi dari hatiku? Lihat dong, gayanya. Senyum yang sejuk, meneduhkan… Bikin kerontang bumi Surabaya jadi lenyap tak berbekas *ouch* Udah gitu, doi bisa tampil demikian bersahaja, tapi teteuuup keren maksimal dalam balutan JAKET PRIA uuuh, amboooiii… ini dia calon menantu idaman para emak sejagat raya!!  Hihihi.

Kalo Anda ikuti twitter atau blognya Helvy Tiana Rosa, sudah tentu nggak asing dengan project film doi “Ketika Mas Gagah Pergi”

Yap. Dengan gagahnya, novelis/blogger/dosen/pemain teater favorit saya ini, mencanangkan tekad, bahwa ia bakal memfilmkan novel best seller-nya dengan cara crowdfunding. Gampangnya, model urunan. Helvy dan tim rela melakoni fundraising untuk lahirnya film ini… Supaya apa? Supaya idealisme dia tetap terjaga, dan tidak dimentahkan oleh Production House super-duper-komersil yang kerap menggadaikan “value” demi pundi-pundi rupiah.

Di situ saya merasaa…… Mbak Helvy …. aku padamuuuu…!!

helvy-1

Bagi saya, seorang Helvy adalah energi.

Saya selalu girang, melihat ia berbicara di atas panggung. Energinya meluap. Ia menularkan antusiasme berpadu dengan cinta tak bersyarat yang ia sematkan pada dunia pena.

Mbak Helvy, ia selalu meletup-letup manakala diajak diskusi tentang literasi. Seolah Helvy lahir ke muka bumi, untuk literasi. Untuk berdakwah dengan pena… Menyebarkan indahnya Islam… semangat persaudaraan yang terikat pada aqidah yang sama…. Lewat jejak pena yang terus terukir…. Dan kini, ia mulai merambah ke dunia sinema!

Manakala ada penonton yang bertanya, “Saya kan bukan penulis terkenal. Kalau saya mencoba untuk menerbitkan buku, selalu ditolak oleh penerbit manapun, karena saya nggak punya nama besar di industri ini. Bagaimana caranya?”

Mbak Helvy, dengan segenap energi yang ia punya, segera BANGKIT dan BERDIRI dari atas sofa pembicara.

hamas-2

“Kejadian ini saya alami ketika saya mengajukan naskah ke penerbit besar. iya, ini PENERBIT BESAR. Saya bilang ke mbak2 yang ada di sana, ‘Mbak, nama saya Helvy Tiana Rosa. Saya mau ajukan naskah untuk diterbitkan. Apakah saya bisa bertemu dengan editor naskah ?’ Mbak yang saya ajak bicara melirik sebentar kemudian bilang, ‘Tunggu aja di situ!’

Satu jam kemudiaaaan…. ‘Mbak, nama saya Helvy Tiana Rosa. Saya mau ajukan naskah untuk diterbitkan. Saya sudah nunggu satu jam di sini. Apakah saya bisa bertemu dengan editor naskah ?’

‘Tadi saya bilang apa? Tunggu aja di situ!!’

Begituuu terus, hingga akhirnya, saya tidak berhasil ketemu dengan editor, dan pulang membawa naskah. Sebelum keluar dari kantor PENERBIT BESAR tadi, saya balikkan badan, dan bilang ‘Mbak, Saya Helvy Tiana Rosa. Ingat-ingat nama saya ya Mbak. Suatu saat, Mbak yang akan menghubungi saya, untuk menerbitkan buku saya.”

Dan memang… kejadian ini bener-bener terjadi. PENERBIT BESAR itu bolak/i menghubungi Helvy, berupaya untuk menerbitkan itu buku. *sigh* Hidup itu penuh dengan kejutan-kejutan yaaa.. Yang tadinya ditolak mentah-mentah, eh, bisa berbalik 180 derajat.

helvy-3

Aaaaah…. Kapanpun mbak Helvy ke Surabaya, insyaAllah bakal aku kejar 🙂

Aku selalu rindu pada “transfer energi positif” sekaligus letupan ide yang seolah tak kenal kata stagnan.

Mbak Helvy selalu sanggup menunjukkan “Helvy yang positive, menyala-nyala, penuh api ketangguhan dan never say give up!”

Semangatnya ketika melakukan crowdfunding bikin siapapun bakal gedheg-gedheg enggak percaya. Tapi, mbak Helvy bisa menunjukkan bahwa Impossible means I’m Possible…!!

“SAYA RINDU INDONESIA YANG GAGAH. SEMOGA FILM INI BISA MENJADI ROLE MODEL BUAT ANAK MUDA DI REPUBLIK INI.” (Helvy Tiana Rosa)

Mas Gagaaaah… Jangan Pergi dooong! 🙂

Kiprah Kebab Baba Rafi yang Penuh Inspirasi dan Go International

Satu hal “ajaib” yang paling saya ingat waktu hamil Sidqi adalah…. sebulan sekali WAJIB beli kebab :))  Hihi, agak lucu juga sih. Karena kalo dipikir-pikir, saya enggak ngidam makanan APAPUN. Wis pokoke apa yang disajikan pasti saya makan. Tapi, khususon si kebab ini, saya udah yang kayak ANAK KECIL lihat toko mainan! Nggak bisa ditawar, pengiiin pake banget.

Pokoke, abis cek USG ke dokter Supriyono di Pondok Candra, pulangnya saya pasti mampir ke kebab yang ada di depan Indomaret. Duuuh, membaui aromanya ketika kebab itu mak jegagig di atas pan, rasanyaaa…. endeuuusss…!!

IMG_20150806_133413  IMG_20150806_133855

Setelah matang, saya langsung gigit dengan sepenuh cinta. Eits, berdoa dulu dong ya :)) Tiap gigitan kebab itu meninggalkan aura rasa yang sulit dienyahkan dari jiwa. Kombinasi kulit tortila, daging, lettuce, tomat, bawang bombay, plus saos tomat dan mayonaisenyaaaa.. ya aampppuuun…!! Tisu mana tisuu? Udah ngeces aja niiih :))

Yap, kebab yang saya maksud, tidak lain dan tidak bukan the famous Kebab Turki Baba Rafi. Kebab yang lahir dari duo anak bangsa nan visioner, Hendy Setiono dan belahan jiwanya, Nilam Sari. Eits, ternyata Hendy ini adik kelas saya pas di ITS dan Nilam Sari adik kelas saya di Unair loh, hihihi.  Dan, “ajaib”-nya lagi nih, mereka berdua sama-sama enggak selesai kuliahnya! Tapi malah bisa menahkodai sebuah kerajaan bisnis yang menggurita. Plus, bisa meng-hire karyawan sarjana lulusan luar negeri! Weeeww, hebaaat kan?

IMG_20150806_170933

Saya ketemu Nilam dalam rangkaian acara Pameran Produksi Indonesia 2015 di Grand City beberapa waktu lalu. Gayanya chic, ketawanya renyah, matanya selalu “tersenyum”. Doi nih, tipikal cewek yang ceriwis, tapi teteup elegan, Nah loh, bingung kan? Dengan semangat dan raut wajah yang tak kenal lelah, Nilam berkisah seputar bisnis Kebab Turki Baba Rafi yang ia geluti, bersama sang suami.

IMG_20150806_134440IMG_20150806_135207IMG_20150806_133845

“Awalnya karena kami nikah muda. Eh, mas Hendy bersin aja, saya langsung bisa hamil!” seloroh perempuan cantik kelahiran 25 November 1981 ini. ”Padahal saya masih umur 19 tahun. Masih kuliah, nyambi jadi guru les yang dibayar per datang 20 ribu saja. Waah, nggak bisa gini, beb. Kita harus cari kerjaan yang lebih prospektif, karena harga popok dan kebutuhan bayi itu mahal.”

Puter-puter otak, mereka berdua memutuskan berbisnis burger. Pakai produknya Bernardi, dan mereka beri merek “Yummy Burger”.

Kata Nilam lagi nih, ”Bikin burger itu kan gampang ya. Karena saya ini nggak bisa masak. Mas Hendy aja bisa pucet kalau ngerasain masakan saya.”

Seiring waktu berjalan, Yummy Burger diminati banyak masyarakat Surabaya, sampai gerobaknya beranak pinak jadi 6 gerobak. Kemudiaaaaan…. datanglah Edam Burger. Naah, brand inilah yang kemudian “menjadi sumanto” bagi Yummy Burger **oh, abaikan analoginya**

Yang tadinya omzet penjualan bisa 200-300 ribu per hari, sekarang omzet Yummy Burger hanya di kisaran 20 ribu bahkan 0 rupiah! Yaaa, apa boleh buat. Yummy Burger harus dilikuidasi.

Nilam dan Hendy sempat berada di fase penggalauan. Menyaksikan 6 gerobak burger yang saat ini sudah tak berjaya lagi. Syukurlah, mereka berdua bukan tipe manusia yang betah berlama-lama dalam ngelangut. Kurang lebih seminggu deh, masa dukacita itu dijalani. Lalu, keduanya memutuskan untuk berlebaran di Qatar, sekaligus mengunjungi orangtua Hendy yang memang bekerja di sana.

IMG_20150806_161426

Di sinilah…. magical things does happen. Niat berlibur, rupanya Allah menggerakkan semesta untuk memberikan sepercik inspirasi bagi Nilam-Hendy. Selama di Qatar, mereka selalu saksikan para pedagang kebab yang eksis di seluruh penjuru. Hampir di tiap pengkolan, ada deh. Sistemnya, grab and go. Beli, langsung bungkus dan siap dimakan anytime, anywhere. TRIIIIINGGG!! Bohlam di kepala mereka menyala dengan begitu kuat. Sesuatu yang dahsyat siap dimulai, saudara-saudara…!

Setelah berjibaku dengan resep kebab… trial and error, plus disesuaikan dengan lidah Indonesia, pasutri energik ini memutuskan untuk buka usaha baru: Kebab Turki. Namanya, diambil dari nama anak pertama Hendy, yaitu Rafi Ahmad.

Karena kebab belum populer di mari, mereka berdua kudu mengedukasi market. Memperkenalkan apa itu kebab, bagaimana rasanya, apa saja bahannya, semacam itu deh. Seiring berjalannya waktu, voilaaaa…!! Sejak 2003 mulai mbabat alas, mereka telah menunjukkan pencapaian luar biasa!!

Bayangkaaan.

Ada 1200 outlet di Indonesia! Yes, SERIBU DUA RATUS outlet… Isn’t that AMAZING?

Juga ada toko online babarafionline.com yang siap mengirimkan produk makanan berkualitas, dan kita bisa masak sendiri di rumah.

Yang membanggakan adalaah… mereka sudah GO INTERNATIONAL! Bukan lagi produk lokal yang hanya bisa dinikmati oleh anak negeri. Kebab Turki sudah eksis di Malaysia, Filipina, Srilangka, Tiongkok, India, Brunei Darussalam, bahkan Belanda!! Ya ampuuun, dan yang keren banget niiih, Kebab Turki Baba Rafi udah bercokol di bumia Singapura! Yesss, padahal tahu sendiri kaaan, syarat untuk bisa jualan kuliner di Singapore itu amatlah ketat. You rock guysss! RRROOOAARRR!!!

Wih, keren ya, kalo lihat bagaimana performa dua insan berjiwa muda ini. Bisa mendobrak ketakutan. Mengalahkan rasa malas, pesimis maupun apatis yang kerap muncul dari berbagai penjuru. Tahukah Anda, bahwa tahun 2009-2010 menjadi momen yang amat berat bagi Baba Rafi. Bahkan, imperium bisnis mereka sempat mau dijual loh, saking beratnya kondisi bisnis saat itu. Tapiii, dengan tekad kuat, semangat membara dan pantang menyerah, mereka terus menghadapi semua tantangan dan ogah lari dari kenyataan. Bravooo!

Inilah potret anak bangsa yang super-duper membanggakan. Kebab Turki Baba Rafi sekaligus menjadi bukti, bahwa hasil karya Indonesia sangat bisa bersaing di pentas dunia. Tak ada lagi, peluang untuk mengasihani nasib sendiri. Kalau mau berusaha, BERJUANG lah! Semua orang tentu punya tantangan dan ‘kisah pilu’ masing-masing. Maka, tak perlu lagi kenang semua hal buruk. Justru tunjukkan, bahwa dari kegelapan kisah hidup, kita bisa mendulang kebahagiaan dan memberi hadiah istimewa untuk Indonesia.

Dari dek Hendy dan dek Nilam (yap, mereka adik kelas saya kaaan?) saya justru belajar banyak. Bahwa, teruslah percikkan inspirasi untuk seluruh makhluk penjuru bumi. Mereka juga berbagi ilmu lewat Baba Rafi Mentoring dan Baba Rafi Academy, dimana lewat program ini mereka bakal menularkan ilmu kewirausahaan. Waktu saya cerita tentang sejumlah penghafal Qur’an di Surabaya yang lagi getol-getolnya belajar jadi enterpreneur, Nilam langsung menyambut antusias, “Iya mbaaaak, kita kontak-kontakan aja. Nanti kalo saya pas ke Surabaya, insyaAllah saya siap isi materi buat mereka!”

Masya Allah. Luar biasa. Sungguh. Ketika bisnis dijalankan bukan semata-mata untuk memperkaya diri, melainkan untuk memberikan semangat dan berbagi manfaat… Maka… hidup akan semakin Indah. Meriah. Penuh berkah. Di akhir postingan yang super panjang ini, izinkan saya tuliskan sebuah puisi yang dibesut Hendy Setiono, founder kebab Baba Rafi pada 1 November 2013 di web pribadinya. DIRGAHAYU INDONESIA!! BRAVO KEBAB TURKI BABA RAFI!!

Love Letter for Indonesia

Hai Indonesia, aku Hendy Setiono. Pasti kamu bertanya-tanya ini surat apa.

Sebut saja aku Baba. Baba Rafi, kata orang sih aku cukup ganteng. Katanya lho.

Anggap saja aku pengagum rahasiamu yang selalu ingin tahu tentang kamu.

Mungkin kamu tidak pernah sadar, di setiap jalanmu, di setiap harimu, ada aku.

Aku bukan anak bangsawan, Apalagi anak presiden, malah bukaaan.

Aku cuma orang biasa yang punya mimpi. Mimpi menjadi pengusaha muda sukses yang mendunia.

Banyak yang bilang aku konyol, aku gak realistis, bahkan mungkin sedikit gila

Tapi aku percaya aku bisa. Karena Tuhan tahu siapa yang bersungguh-sungguh

Dan aku baru saja membuktikannya.

Dulu mungkin aku cuma mulai dari nol apa adanya namun ingin punya bisnis di tingkat dunia.

Dulu mungkin aku pernah gagal tapi aku tidak gampang putus asa.

Dulu mungkin aku dipandang sebelah mata, sekarang semua mata mulai terbuka.

Dulu aku cuma bisa menatapmu saja, sekarang aku berusaha.

Sayangku Indonesia, di setiap kegalauanmu ada energi positifku sekarang.

Di setiap kerja kerasku dulu ada mental bajaku sekarang.

Di setiap debu yang kuhirup dulu ada rezekiku sekarang.

Di setiap lipatan kebabku, ada tulus cinta didalamnya.

Di setiap Negara yang kuinjak, ada nama babarafi disana.

Namaku Hendy Setiono. Anak muda tanggung yang dulu selalu berlari mengejar mimpi.

Sekarang izinkan lelaki ini berjalan beriringan sambil mengangkat tanganmu

Karena aku cinta kamu, Indonesia.

***

Apa Nostalgi(l)a Upacara Bendera?

Tadinya enggak berencana posting tentang HUT Indonesia. Tapi, jadi kepikiran untuk nulis, karena oh karenaa…. di kantor aku ada upacara, guyss!

Setelah kurleb 3 tahunan mengais rezeki di mari, eh, baru kali ini loh, ada Upacara Bendera. Namapun pemalas akut ya, aku tentu saja ngerasa yang, “DAAAANGG! Waktunya males-malesan di rumah euy. Kok malah disuruh bangun untuk kumpul di kantor jam 6 pagi. Hadeh, hadeh, hadeh.”

Apalagi, semalam ada malam tasyakuran di kampung gitu, kan. Walhasil, subuh tadi, eikeh masih yang ngantuk to the max. Bawaannya ogah move on dari kasur. Mana Sidqi juga syusyaaah banget dibangunin. Ya wis. Akhirnya, sambil merem melek, eikeh berangkat dah ke kantor.

Subhanallah… Ternyata temen2 udah pada stand by di mari loh. Gilingan, semangat banget yak, mereka berupacara ria. Demi ngeliat bolo plek yang udah berjajar rapih, eikeh pun jadi ikutan SEMANGAT!!

UPACARA

UPACARA-2

UPACARA-3

UPACARA-4

Apalagi, pas bendera dinaikkan tuh, trus lagu “INDONESIA RAYA” berkumandang, masya Allah…aku ikutan nyanyi jugak! Sekalian bernostalgia dengan momen-momen upacara jaman SMP dan SMA… Dimana, biasanya niiih, yang jadi pengibar bendera adalah kakak kelas yang kece beraaats! Wakakakka.

Iya looo.. aku duluuu zaman mudanya, demen banget ama yang namanya upacara. Baris duluan deh. Ambil posisi favorit, enggak terlalu depan, enggak terlalu belakang, Jadi acara ngecengin kakak kelas bisa lancar jaya 🙂

Astaghfirullaaah… Istighfar maaak 🙂

Beneran niiih. Jadi kebawa ‘nostalgia upacara zaman dulu’ hahaha. Kalo kelasku yang ditunjuk jadi petugas upacara, makaaa…. aku selalu minta jadi petugas pembaca UUD! Hahaha. Kesempatan buat ngeksis booo 🙂

Ya ampyuuun, ini kenapa kok malah ngebahas masa lalu siih?

Kalo yang pas aku ngantor di pabrik rokok ntuh, mekanisme upacaranya adalah, ada perwakilan dari masing-masing divisi. Karena aku (waktu itu) termasuk yang paling muda, jadi sering ketiban sampur buat mewakili divisi PR.

Agak gondok-gondok gimanaaaa gitu sih… Tapii, terbayarkan sudah rasa males jayaku ituuuh, karena para perwakilan yang upacara dikasih PAYUNG gratisan dari panitia upacara! Yipppiii!!!

Kalo kamu, memori upacara apa yang terkenang sampai sekarang?

Yang Seru dan Asyik dari Pameran Produksi Indonesia

Masih belum bisa move on dari #PPI2015 niiiih

Weiiits, in case ada yang belum tahu yaaa, PPI adalah Pameran Produksi Indonesia. Coba diulangi lagiiii…anak-anak….??

Yap, PPI, itu Pameran Produksi Indonesia. Ini ajang untuk memamerkan produk-produk MEMBANGGAKAN, asli buatan dalam negeri! Wis thooo… Pokoke, kalau sampeyan lagi di Surabaya, WAJIB BANGET buat mampir ke sini.

Dimana? Di Grand City Convex, di kawasan Jl Gubeng Pojok. Acaranya, mulai 6-9 Agustus. Weekend ini sempatin ke sana, deh. Dijamiiin, bakal terkiwir-kiwir ngelihat aneka produk dalam negeri yang SUPER DUPER MEMBANGGAKAN!

Ada FIN KOMODO. Ini nih, kendaraan yang didedikasikan khusus buat kaum penjelajah! Para host acara traveling di TV pastinya udah akrab dong ya, sama kendaraan satu ini. Yaaap, karena Fin Komodi sangat handal untuk digunakan di medan off-road, tahu sendiri kan, destinasi alam Indonesia kerap disertai “bonus” berupa jalanan yang menanjak, menukik tajam, penuh dengan lumpur, dan tantangan aduhaiiii lainnya? Naaaah, si FIN ini mumpuni banget lah, kalau diajak untuk menembus hutan belantara, lokasi perkebunan dan pertambangan.

IMG_1136

Pokoke saya jamin deh. Bapak2 yang biasanya ogah nongkrong di Mal, pasti bakal betaaaaah banget, ngelihat deretan teknologi transportasi yang WOW. Ada mobil listrik jugak. Ada Dirgantara Indonesia (yep, produsen pesawat ituh!) Macem-macem deeeeh 🙂

Naaaah, buat para ibu2, hayuk mareee saya ajak liat2 dan incip2 kuliner yang juga terbentang di seantero PPI 2015.

Yang paling menyodok atensi saya adalah…… SENDOK KAYU DESSERT.

Hmm, sendok kayu? Entahlah kenapa dikasih nama demikian. Tapi, yang jelas, dessert itu terbuat dari duren yang adududuhhh…. sulit diuraikan dengan kata-kata deeehhh…. #BRBMauNgabisinDurenDulu

Mereka berkiblat pada dessert ala-ala Thailand gitu, parfait ya, CMIIW. Rasanya segeeerr, enggak eneg sama sekali… Sedapnya duren teteeep terasa sampe sendokan terakhir. 🙂

IMG_1128

IMG_1129

Ada juga es potong yang beti-beti alias beda tipis, dan endeuusssnya kagak nahan dah. Beberapa mungkin udah pada tahu NJONJA BESAR dong.

IMG_1127

Haduuuh, beli 1 cup rasanya masih kuraaaang 😛 Aaah, moga-moga Minggu pagi, Sidqi anak saya dan bapaknya mau diajak ke sini daaah 🙂

Yang paling “JUARA”???

Tidak lain dan tidak bukaaaan….. *drum roll* Kebab Turki Baba Rafi….!!

IMG_20150806_134440

Ini mah EPIC, EPIC, EPIC….!!

Masaaak, si kebab turki ini dengan begitu baiknya bagi-bagiin SERATUS KEBAB GRATIS buat para pengunjung pameran yang follow Instagram mereka, dan posting foto “Cara Menikmati kebab” dengan mention Instagram https://instagram.com/kebabbabarafi/

Edaaaan, kaaan??

Lebih PECAAAH lagi, manakala Marketing Director Kebab Baba Rafi, yaitu mbak Nilam Sari sharing dengan para bloggers seputar dunia bisnis dan blogging. Wohoooo…. two thumbs up!!

Nilam Sari (berdiri) cerita seputar bisnis Kebab Baba Rafi

Nilam Sari (berdiri) cerita seputar bisnis Kebab Baba Rafi

Aaaak, kayaknya saya mau cerita soal Kebab Baba Rafi di postingan terpisah deh. Abisss, pasutri Hendy Setiono — Nilam Sari ini SUPER DUPER inspiring loooh. Berani nikah muda, berani mengambil resiko, wis pokoke nekaaat tapi sekaligus brilian!

Masih buanyaaak yang asyik2 lagi dari ajang ini.

O iya. Di PPI 2015 kan ada stannya Wardah tuh. Iyeeee, produk kosmetik Indonesia yang lagi happening banget itu loooh. Nah, ternyata supervisor SPG-nya adalah…. teman SMA saya! Jreng jreeeng. Kami udah nggak ketemu selama, errr…. kuranglebih 16 TAHUN AJA gitu loooh. Dan, kita dipertemukan kembali lewat acara ini, Alhamdulillah yaaaa…

IMG_20150806_110639

IMG_20150806_104524

IMG_20150806_110533

Asyiknya lagiiii, saya dapat buanyaaaak gimmick dari temen saya ini loooh. Tentunya setelah berbelanja produk Wardah dengan nominal tertentu dong ya 🙂

Yang jelas, HAPPY banget bisa datang ke acara Pameran Produksi Indonesia.

Kamu??? Kamuuu? Hayuuuk, datang ke sana juga doooong 🙂

Kunjungi : https://www.facebook.com/pages/Pameran-Produksi-Indonesia

‪#‎ProdukIndonesiaEksis‬

Sepatu Unyu, Harga Nggak Bikin Mecucu

give-girl-right-pair-shoes--large-msg-133540301727

SEPATU…!!

Saya tuh, tipikal perempuan yang nggak rempong dengan baju ataupun jilbab. Mau kostum model apapun (asalkan muat di bodi yang ginuk-ginuk ini yaaaa, hihihi) saya pasti mau pakai. Begitu juga dengan jilbab. Wis, silakan dicek, koleksi jilbab saya ya gitu-gitu aja. Nyaris semuanya pakai jilbab yang blusukan, alias instan kagak pakai peniti/ jarum dll.

Naaaah, beda halnya dengan SEPATU 🙂 Sepatu itu kan fungsinya buat dipakai di kaki, ya kan? –> yaelaaah, balita aja tauk, kaleee mak 😛

Maka dari itu, bagi saya, sepatu itu HARUS-WAJIB-KUDU-BANGET NYAMAN. Yoi, persyaratan pertama adalah, kudu nyaman. Ogah deh, kalau saya diminta pake stiletto yang sampe runciiiing gitu, duh duuuh, ntar kalo eikeh jatuh, kepriben?? Bisa terjadi gempa bumi lokal dong.

Selama ini sih, saya bersahabat ikrib dengan flat shoes. Enyaaaak, enggak pernah takut bakal kejengkang gitu. Mau buat lari-lari kejar angkot, hayuuuk aja 🙂 Masalahnya adalaaaah, kadang, saking tipisnya, si flat shoes ini gampang rusak yak? Hiks. Udah gitu, kebanyakan modelnya yaaaaa so boring. Ngebosenin akut. Enggak gaya blas gitu lo.

Eeeeh, ternyataaa, pas saya dolan ke Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2015, ada stan sepatu yang uhuiii banget! Desainnya kece-kece daaaan…. ownernya juga kece plus amat-sangat-ramah! Samperiiiin aaaah 🙂

IMG_1139

Nikma di stan PPI 2015 foto: koleksi bukanbocahbiasa(dot)com

Nama aslinya Nikmatus Sholihah. Asli cah Krian, Sidoarjo. Si sarjana Akuntansi ini gemar crafting, alias merajut dan bikin pernak-pernik yang unyu. Termasuk bikin tas, dompet, dll gitu deh.

Ternyataaaa…kain-kain yang ia pakai banyak yang sisa. Gimana yaaa… supaya kain-kain sisa ntuh nggak berakhir sia-sia di tempat sampah? Dasar kreatif, si jeung satu ini akhirnya kepikiran ide yang super brilian… TRIIIINGGG! Bikin sepatu, aaaah…!

Naaah, kain-kain perca itulah yang kemudian ia “sulap” menjadi alas kaki yang cantik, manis, sekaligus nyaman dipakai.

sepatu-terbaru-150x150

Sepatu-Couple-1

sepatu-docmart

Manis-manissss kan desainnya??

Lebih asyik lagi nih, karena kita bisa sarimbit-an alias pakai sepatu couple dengan anak cewek! Hiks… sayangnyaaaa… aku belum ada anak cewek niiiy…. Mungkin, ini semacam kode supaya Sidqi segera punya adik cewek Hihihi.

Size-nya juga melayani sepatu ukuran anak-anak, sampai nomor 44. Harganya? Enggak usah khawatir. Amat sangat ramaaaah di kantong. Kisaran mulai dari 100 ribu aja loooh :)))

Naaaah, buat warga Surabaya, atau yang lagi ada di Surabaya, pengin langsung cusss ketemu ama sepatu kece ini plus chit-chat ama ownernya kaaan?

Ya sud. Segeralah geser ke Grand City Convention Expo Center, di Jalan Gubeng Pojok Surabaya. Ada apa sih? Ada apa sih?? Itu looo, ada event Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2015. Segambreng produk keren kebanggaan Indonesia, siap bikin kita ternganga. Termasuk, si sepatu kiyut bin unyu produksi arek Sidoarjo ikiiii!

Beneran deeh….Sepatu Unyu, Harga Nggak Bikin Mecucu –> mecucu artinya cemberut ya teman-teman 🙂

Sooo, let’s conquer the world, girls…!!

Foto-foto dari Website: http://nikmabasyar.com/

SMS/WhatsApp: 08883723479

 PIN BBM : 76721E86
 LINE : nikmabasyar

Makan Enak di Bumi Surabaya City Resort

Entahlah apa penyebabnya. Di Surabaya, belakangan ini Buanyaaaaak banget hotel-hotel baru berdiri. Di mana-mana ada hotel. Apartemen juga segabruk. Apakah ini tanda-tandanya Surabaya berambisi meng-copy cat kakak tirinya, Yakarta?

Karena pertumbuhan hotel semakin membabi-buta, pastinya hotel2 yang udah eksis duluan, kudu lebih “waspada” dong ya. Jangan sampe dianggap ketinggalan zaman, atau tergilas kompetisi yang makin sangarrrr ini. Mereka kudu rela melakukan ‘peremajaan’, ikut hype dan larut dalam tren hotel kekinian. Agak sedikit menanggalkan ciri khas yang selama ini lekat dengan citra mereka.

Itu yang saya rasakan pas memasuki Bumi Surabaya City Resort (dahulu bernama Hotel Bumi Surabaya… dulunya lagi, Hotel Hyatt). Duluuuu nih, saya selalu beranggapan hotel bintang lima ini amat sangat super duper formal. Ciri khas hotel langganan korporasi multinasional, ataupun dinas kementerian saban bikin rapat atau pertemuan apapun itu,

Dekornya juga lebih ‘clean’, minimal banget dan enggak main warna yang gimana-gimana gitu.

Daaaan… Tatkala diajakin Smartfren untuk makan siang di sana… Subhanallah… saya yang langsung tercengang gituuu… Ini maaah, face-off gila-gilaan…!!

Hotel Bumi jadi jauuuuh lebih MERIAH. Rancak. Penuh warna. Youthfull. Berenergi. Gilak. Kereeen..!! Kereeen…!!

IMG_1058

IMG_1061

IMG_1062

IMG_1063

IMG_1064

Suasananya itu loooo… Ala-ala Resort di Bali! **kayakYangPernahAja, hahaha** Bener-bener bikin adeeeem. Jiwa yang gundah gulana, sepertinya akan menemukan obatnya, manakala menapakkan kaki ke Hotel ini #eaaa

Brilian banget nih, tim kreatif yang berhasil me-redecorate Bumi Resort. Entah sejak kapan ya perubahannya, secaraaaa saya kan udah lama banget enggak nongkrong2 di hotel enih. Terakhir, tahun…. errr, 2007-an kali? Hahaha.

Bagaimana dengan menu-menunya?

Kami diajak makan siang SEPUASNYA dengan menu-menu buffet yang sungguh…. bikin program diet saya acakadut 😛

Ya gimana yak. Udah kadung dibayarin gretong ama SmartFren, mosok cuman mau ambil buah-buahan? Ya wis, akhirnya, saya merelakan perut yang udah kayak karung beras mau dizakatin ini, dijejali beragam menu yang slrrrrpppp…. **Be Right Back, mau ambil lap iler dulu hihihi….

IMG_1065

IMG_1066

IMG_1068

IMG_1069

IMG_1070

Apa aja yang saya makan?

BANYAAAK. Saking banyak dan khusyuknya *krik* saya sampe lupa poto2in sajian di piring 😦 Duuuh. Salute deh, ama para food blogger yang profesional, yang rela melewatkan momen “memanjakan lidah” demi memproduksi foto2 yang “memanjakan mata” para pengunjung blog. 🙂

Yang jelas, saya sempat ambil sushi, okonomiyaki, dan tempura, yang mana udangnya gedhe-gedhe guriiiih banget.

Lalu salad buah…

Trus, yoghurt mangga (dengan topping kacang almond di atasnya, segeerrrr)… Ini MINUMAN ter-endeus (plus sehat!) yang pernah saya coba nih….

Trus, rujak manis… dan ice cream.

SEMUANYA PERFECTO! NYARIS TANPA CACAT!

Standing ovation buat para Chef dan semua kru yang terlibat di sajian kuliner Hotel Bumi Surabaya….!

IMG_1072

IMG_1071

Bumi Surabaya City Resort
 Jl. Jend. Basuki Rahmat No. 106 – 128, Surabaya, Jawa Timur 60271
Telepon:031 – 5311 234