Uncategorized

Yaiks, Sumber Air Minumku Tercampur Tinja!

Alhamdulillah, tulisan ini menjadi Juara Lomba Blog AQUA Blogdetik #ngaBLOGburit AQUA di Pandaan, Pasuruan. Info di sini

Halo, semuanya. Kenalkan, aku Sidqi. Anaknya Bu Nurul, itu loh, yang hobi curhat-curhat di blog bukanbocahbiasa. Ibuku itu yaa… kayak ibu pada umumnya deh. Kadang suka ngomel-ngomel. Biasanya kalau aku malas-malasan pas sholat. Tapi, kalau lagi baik banget, ibuku suka mengajak aku pergi ke luar kota. Traveling, katanya. Termasuk, lihat pabrik AQUA di Pandaan, Pasuruan. Aku diajak loh. Di dalam bus, aku sempat grogi. Habis, aku lihat sekeliling, eh, pesertanya om dan tante semua. Hiks. Jangan-jangan nanti aku di-bully di sana…

Rasanya aku ingin batal ikut. Tapi, ibuku bersikeras. “Ayo, ikut saja! Biar kamu dapat wawasan baru. Nggak ngluthek di rumah, nonton TV thok.” Ngluthek? Apa ya Bahasa Indonesianya? Mungkin… berdiam diri. Maksudnya, biar aku berhenti nonton TV terus-menerus.

Baiklah. Sebagai anak sholeh, aku ikuti permintaan ibu. Ternyata ibuku tidak keliru. Selama di pabrik AQUA, aku dapat ilmu baru, yang sama sekali belum aku dapat di sekolah. Maklum, aku kan masih kelas 2 SD. Salah satu “guru” yang menjabarkan banyak ilmu adalah Om Prigi Arisandi. Beliau aktivis dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton).

Begini. Setelah dapat penjelasan dari Om Prigi, aku baru tahu, kalau ternyata air di kotaku tercinta Surabaya ini tercemar! Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan Ecoton, sungai Surabaya sudah tercampur 5 ton tinja! Hoekksss… pengin muntah kan?

Yaiks!
Yaiks!

Bayangkan. Padahal, sungai itu jadi sumber PDAM alias Perusahaan Daerah Air Minum. Air Minum! Artinya, air yang bakal diminum itu, juga dipakai untuk mencuci, mandi, bahkan pup! Ya ampun, jijik banget kan? Udah gitu, kalau lihat sampah-sampahnya, ya Allah…. penuh banget! Padahal, sungai kan bukan tempat sampah? Hiks. Sedih.

Yang lebih bikin sedih lagi, sampah-sampah itu adalah limbah rumah tangga. Artinya, orang-orang yang menyiksa kali Surabaya dengan membuang sampah ke sana. Semena-mena banget…

Akibatnya? Selain air sungai jadi tercemar, ikan-ikan yang ada di sungai juga keracunan. Pencemaran di sungai, tepatnya di sepanjang Kali Brantas, termasuk Kali Surabaya, sangat mengejutkan.Tahu nggak, Om Prigi dan teman-teman sudah menelusuri Kali Brantas di Mlirip, Mojokerto hingga Driyorejo Gresik dan Gunungsari Surabaya.Banyak keanehan yang mereka temukan. Di antaranya, ikan jantan berubah jadi ikan betina! Wih, kok bisa ya?

Bisa! Soalnya, ikan-ikan itu tercemari hormon estrogen sintetis. Waduh, apa lagi ini ya? Intinya begini. Beberapa wanita dewasa kan minum pil KB. Nah, pil KB itu membuat air seni jadi mengandung hormon, dan ketika air seni itu dibuang ke sungai, diminum deh oleh para ikan. Itu yang bikin ikan berubah jenis kelamin. Mengerikan ya?

Kata Om Prigi lagi, masih ada sampah yang jauh lebih bahaya. Dibuang ke sungai juga. Sampah itu adalah limbah dari pabrik. Hiks, ternyata banyak om-om dari pabrik yang seenak udel. Nggak mau bertanggung jawab sama kondisi kali supaya bersih dan sehat.

Limbah pabrik yang dibuang ke sungai.
Limbah pabrik yang dibuang ke sungai.

Terus terang, Sidqi sedih dengan semua ini. Pabrik-pabrik itu memang banyak jasanya untuk kasih pekerjaan ke banyak orang. Tapi, pabrik harus peduli lingkungan sekitar kan? Jangan cuma asyik bikin barang, dijual, dapat untung, eh, terus limbah alias sampahnya dibuang gitu aja ke sungai. Itu namanya CURANG!

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa konsentrasi merkuri dalam sungai mencapai 100 kali batas yang dapat ditoleransi yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Ternyata, merkuri ini sampai ada dalam darah dan air susu para wanita yang tinggal di daerah muara Sungai Surabaya.

Fakta yang lebih mengerikan lagi adalah: jumlah penderita kanker anak-anak yang tertinggi adalah mereka yang tinggal di sepanjang sungai, di mana air baku seringkali digunakan untuk mandi dan cuci!

Bagaimana ya, supaya air di Indonesia ini jadi baik lagi? Soalnya, air itu kan sumber kehidupan. Nggak terbayang deh, kalau semua air bakal tercemar. Hidup kita jadi menderita.

Kita bakal memulai hari dengan mandi air kotor. Yang bercampur dengan kotoran manusia. Lalu, sikat gigi, keramas, masih dengan air yang sama. Trus, kalau ibu mau masak, pakai air yang penuh limbah. Mau makan ikan? Eh, ikannya sudah berubah jenis kelamin, gara-gara kena limbah pil KB. Lalu, sampah semakin menumpuk, menumpuk, dan menumpuk. Banyak sampah yang tak bisa terurai sampai ribuan tahun. Kali meluap, banjirrrr dimana-mana banjirrrr… Lalu, kotoran dan sampah masuk ke rumah-rumah warga… Astaghfirullah….

Bijak Memproduksi Sampah!

Ya! Kalau kita ingin bisa bersahabat dengan air, maka kita wajib menciptakan kondisi kehidupan yang baik dan sehat. Langkah sederhananya, JANGAN sembarangan nyampah deh. Lebih parah lagi, kalau kita seenaknya saja membuang sampah ke sungai. Biar sampah tidak semakin banyak, berarti jangan membeli dan menggunakan barang yang bakal menimbulkan banyak sampah. Kalau ada yang bisa dihemat, jangan dibeli. Maksudnya?

Begini. Salah satu ilustrasi yang disampaikan om Prigi adalah mengenai popok sekali pakai. Itu loh, diapers, yang biasa dipakai dedek bayi. Sidqi udah nggak pakai dong. Kan udah nggak ngompol, hihihi…

Om Prigi bilang, apabila tiap bocah memakai diapers selama 2 tahun, berarti membutuhkan 6000 pcs diapers. Jika harganya Rp 2000,-/pcs, total biayanya sekitar Rp 12 juta. Dan, si 12 juta ini harus dibuang ke tempat sampah!

Dari hitungan volume sampah, sekitar 6000 pcs x 150 gram popok bekas pakai yang sudah dipipisi = 900 kg sampah!

Masya Allah… itu hanya dari SATU jenis sampah saja loh, yaitu HANYA diapers. Sudah habis duit banyak (12 juta itu banyak banget kan?) eh, diapers hanya dibuang begitu saja, mengotori sungai-sungai kita, dan itu artinya sumber polusi air kita.

Makanya, Sidqi senang waktu diajak berkunjung ke Desa Karangjati Pasuruan. Lokasinya nggak jauh dari pabrik AQUA. Di sini, kami disambut teman-teman yang lucu loh. Mereka menari dengan semangat. Yang menarik perhatian adalah, beberapa warga di kampung ini, mengolah sampah menjadi barang yang bagus. Bisa dibuat dompet, tas dan sebagainya.

Tas-tas yang diolah dari limbah rumah tangga. Keren banget ya?
Tas-tas yang diolah dari limbah rumah tangga. Keren banget ya?

Warga semakin semangat mengumpulkan sampah, karena ternyata sampah yang dikelola dengan baik bisa menjadi sumber duit! Keren ya? Kata om-om dari AQUA, ini adalah salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang dikemas dalam AQUA LESTARI.

Program ini dicetuskan oleh pemimpin DANONE, Antoine Riboud, sejalan dengan pemikiran pendiri AQUA, Tirto Utomo. Beliau berdua punya prinsip bahwa bisnis harus berkontribusi sosial pada masyarakat. Bisnis harus dijalankan dengan mengedepankan keseimbangan antara keberhasilan ekonomi dan kemajuan sosial. AQUA Lestari dikembangkan sejak tahun 2006.

Kegiatannya macam-macam. Ada empat pilar, gitu. Yaitu: Pelestarian Air dan Lingkungan, Praktik Perusahaan Ramah Lingkungan, Pengelolaan Distribusi Produk, serta Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Tak heran, program CSR ini sering dapat penghargaan. Menginspirasi banget sih. Salah satunya dapat penghargaan dari Corporate Forum for Community Development (CFCD) dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia.

Bocah-bocah unyu di Ds Karangjati Pasuruan
Bocah-bocah unyu di Ds Karangjati Pasuruan

Jadi, intinya butuh kerjasama yang baik, antara warga masyarakat, industri, pemerintah dan semuanya, termasuk orang-orang seperti Om Prigi, media massa, para blogger dan artis alias selebritis! Ingat betapa happening-nya ice bucket challenge kan? Ketika para selebritis rame-rame mem-posting video dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap para pengidap ALS (amyotrophic lateral sclerosis), maka orang-orang seluruh dunia peduli dan mau berdonasi untuk para penderita ALS.

Tahu Matt Damon kan? Dia itu artis Hollywood kondang. Ibuku hobi lihat film-film Om Damon ini. Ternyata, selain jago akting, om Damon juga co-founder water.org. Itu semacam organisasi nirlaba yang peduli banget tentang masalah krisis air bersih. Om Damon bareng temen-temennya memberikan akses air bersih untuk ratusan komunitas masyarakat di Afrika, Asia Selatan dan Amerika Tengah.

mtt

Om Damon bilang ada 7800 orang yang susah mendapatkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Dia mengajak orang-orang untuk menyalurkan kepedulian dengan berdonasi. Bahkan, ia mem-posting video kampanye rasa pedulinya dengan toilet strike campaign. Dia bilang “Saya nggak akan pakai toilet untuk mandi dan buang air, sampai masalah air bersih ini selesai!” Widih. Om Damon tapi jangan mandi dan buang air di sungai Surabaya loh yaa…. Hihihi….

slim-k-matt-damon-water-org

Aksi ini juga diikuti oleh : Bono (U2), Sir Richard Branson, Jessica Biel, Jason Bateman and Olivia Wilde. Intinya, kalau para selebritis tanah air juga digerakkan untuk punya kepedulian pada air dan lingkungan hidup, insya Allah masyarakat kita akan semakin sadar, melek dan tergerak untuk juga melestarikan air.

Bayangkan, kalau tante Syahrini, berkoar,

“Air itu sesuatu yaaa… Cethar membahana badai untuk kehidupan kita semua. 

Bukan fatamorgana, bukan khayalan, bukan buaian, bukan remix dan halusinasi, semuanya terpampang nyata, terpampang apa adanya. 

Ternyata, polusi gawat sedang menimpa air kita. Jangan sampai kita terperosok, seperti sedang berada di terowongan Casablanca. Hidup kita akan gelap gulita. Ulalaaaa….

Kita harus mencintai dan merawat lingkungan dengan baik, supaya air selalu menemani hidup kita. Sehingga kita bisa berucap Alhamdulillah yaaa… Oh, I feel freee….”

Tante Syahrini di Paris
Tante Syahrini di Paris

Eh, ngomong-ngomong, kenapa ya, ini ada foto tante Syahrini lagi di Paris?

Hmm, jadi ceritanya begini, kawan. Tulisan ini sedang diikutsertakan dalam Lomba Anugerah Jurnalistik AQUA. Hadiah utamanya, berkunjung ke Paris. Jadi, kalau aku menang, aku akan mengikuti jejak tante Syahrini ke Paris! Tentu bukan buat shopping tas mewah ya, aku akan melakukan hal yang lebih bermanfaat dong. Yaitu, menyaksikan proses produksi air bersih di sana.

O iya. Ini fotoku waktu di pabrik AQUA.

Blogdetik

Kurang jelas? Ini dia.

Blogdetik-2

Kelihatan kan? Aku pakai topi yang bertuliskan PARIS!

Aku akan berdoa dengan khusyu’. Ibuku juga akan berdoa… Semuanya berdoa… Supaya, tulisan ini bisa menginspirasi banyak orang…. termasuk Tante Syahrini. Supaya kita lebih peduli lagi dengan kondisi air. Bahwa, air di negara kita itu banyak terpolusi. Padahal, masih banyak masyarakat yang memakai air dan kali sebagai sumber kehidupan sehari-hari.

Teman-teman semua….

Om-om dan tante-tante yang pinter dan menginspirasi di AQUA…..

Om-om dan tante-tante hebat yang jadi juri di Anugerah Jurnalistik AQUA….

Tante-om blogger keren se-dunia….

Om Karel Anderson yang lucuuuu banget (Sidqi ngefans deh, om!) dan seluruh tim Blogdetik yang keren…

Semuanya aja yang baca blog ini…. termasuk Tante Syahrini…..

Ayo kita ubah gaya hidup untuk mewujudkan Indonesia dengan air yang lebih baik. Air adalah sumber hidup dan kehidupan. Jangan sampai, kita malah berbuat jahat untuk air yang kita cintai dan sangat mencintai kita. Ayo kita berupaya supaya sehat untuk kita semua…!

Artikel ini diikutsertakan dalam Anugerah Jurnalistik AQUA kategori blogger

banner

Sumber:

– Presentasi Prigi Arisandi saat #ngaBLOGburit AQUA di Pasuruan

– http://www.tribunnews.com/regional/2011/01/22/aduh-air-minum-warga-surabaya-campur-5-ton-tinja

Uncategorized

Halaaaah, anak muda; Memangnya Bisa Apa?!?!

Weeeitss, jangan emosi jiwa dulu dong, bray. Kaleem… woles duluu… Kalimat itu bukan dari gue kok. Tapi, gue curi-curi denger *tsaah* pas ada acara pertemuan warga kompleks gue. Beberapa warga senior (baca: bapak-bapak sepuh) ngerasa kalau anak-anak muda masa kini tuh, kagak bisa diharapin sama sekali.

“Lihat aja di TV. Kalo isinya nggak tawuran pelajar, yo anak-anak yang lagi pesta narkoba. Atau pelacur SMA. Doh! bener kata Deddy Mizwar nih. Kiamat makin dekat!”

Whoops, apa bener kayak gitu? *kedip-kedip-kode* Mosok seh, dari sekian puluh juta remaja Indonesia, SEMUANYA adalah makhluk-makhluk yang diragukan kemanfaatannya? Mosok, para pemuda Indonesia adalah kumpulan organisme parasit, alias yang cuma bisa ngerepotin ortu? Menuh-menuhin timeline twitter dengan ratapan gak jelas?

Nah looo.. Ayo kita sama-sama instropeksi deh. Apa iya kita rela, masa muda hanya diisi dengan ‘penggalauan’, ‘kepoin status gebetan’, ‘stalking mantan’ atau ‘twitwar’? Ya elaah, ‘shallow’ banget sih?

Di usia muda, energi kita itu lagi pas ultimate moment. Lagi puncak-puncaknya. Energi dan kreativitas yang berlebih itu, HARUSNYA diarahin untuk menggapai dan melakukan hal-hal positif. Founding father kita, Soekarno dengan berapi-api bilang gini : “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya … Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” ~Soekarno~

Nah! 

Jadi, kumpulan pemuda hebat, yang punya jiwa patriotisme dan nasionalis, sudah pasti bakal jadi “senjata utama” Indonesia untuk menapaki pergulatan dunia internasional. Pemuda itu harus bisa melakukan banyak hal yang advan. Membuktikan pada semua orang, termasuk pada kaum senior, bahwa anak muda ini punya “sesuatu” yang sangat bisa dibanggakan. 

Suatu ketika, Hasan Al-Banna pernah berujar, “Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya.”

Yeah! Pemuda! Pemuda!

Coba lo googling dengan keyword “pemuda berprestasi” atau “pemuda kreatif” bakal keluar result yang menggambarkan pencapaian dahsyat bin luar biasa yang dilakukan anak muda harapan bangsa. Atau, lo pantengin website sarat info positif. Semacam ini. Lo bisa terinspirasi dengan achievement spektakuler dari para pemuda Indonesia.

Salah satu yang supeeer inspiring buat gue adalah seorang anak muda bernama Elang Gumilang. Masih muda banget, tapi dia udah punya ide brilian untuk bikin developer perumahan khusus orang-orang yang nggak mampu! Superb! Di saat harga properti udah mencekik dan kelihatan “mustahil” banget, si Elang malah membesut usaha yang bikin dia jadi sosok tajir melintir, sekaligus manfaat besar buat sesama. 

Ada lagi nih. Dokter ganteng asal Malang. Dokter ini, masih umur 23 tahun, bikin inovasi keren berupa Asuransi Sampah. Lagi-lagi kalangan marginal terbantu banget dengan kiprah doi. Dan, inovasi brilian ini membuat dia sampai dapat penghargaan dari Pangeran Charles! Keren kan? Kan?

Atau, lo bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan Mohammad Assad. Masih muda, tapi nggak kenal menyerah untuk melakukan terobosan cihuy di dunia enterpreneurship. 

So, gimana? Ternyata banyaaak banget yang bisa dilakukan anak muda. Jangan biarkan anak muda kita dijajah oleh rasa galau tak berujung, perasaan minder dan kalah sebelum berperang. It’s a BIG NO!

Dan, ketika patriotisme itu sudah menjalari jiwa, maka kita bisa berucap lantang Damn! I Love Indonesia!

damn

#PatriotIsMe #Advan #damniloveindonesia.

Untuk info kompetisi di sini

Uncategorized

SADAR HATI: Anemoni Jaman Edan…..

Alhamdulillah, tulisan ini jadi salah satu pemenang hiburan di Kontes Sadar Hati 

Suami saya itu penggila filosofi Jawa. Demen banget doi berkutat dengan literatur kuno, lalu menceritakannya ke cah lanang saya dengan segenap jiwa. Mulai kisah Kebo Kanigoro, Raden Wijaya, Gajah Mada, macam-macam. Tak lupa, doi menyisipkan kalimat-kalimat bijak yang jadi “nyawa” cerita.

“Jadi, tole,” ujar suami, suatu hari. Yap-sekedar info suami saya memanggil Sidqi dengan sebutan “tole”. Kadang “tole ganteng”. Atau “tole bagus”.

Tole bagus, ibu unyu, bapak biasa2 aja :-)
Tole bagus, ibu unyu, bapak biasa2 aja 🙂

“Bapak sekarang mau cerita soal syair dari Ki Ronggowarsito. Begini katanya, ‘Anemoni jaman edan, ewuh oyo ing pambudi. Melu edan ora tahan, tan melu tan kepanduman.’ Kamu tahu artinya?”

Sidqi menggeleng. Sambil mengunyah lemper. Kalau lagi dengar dongeng khas Jawa, maka saya berupaya ciptakan ambience dengan menghidangkan makanan khas pulau kebanggaan kami. Say yuk dadah bubbye dulu deh, dengan french fries, burger atau spaghetti.

“Artinya adalah, menghadapi zaman gila, sulit untuk bersikap. Ikut gila tidak tahan, tidak ikut gila tidak kebagian.”

“Lho? Berarti kita semua jadi orang gila, pak?”

“Bukan. Maksudnya zaman gila itu, semua orang jadi sibuk menghalalkan semua cara untuk dapat uang. Atau dapat kekuasaan. Semua jadi ikut-ikutan bersikap cinta dunia dan nggak peduli halal atau haram.”

Aku tersenyum dari dapur. Sambil ngulek bumbu tempe goreng. Nanti siang, kami akan makan mendoan. Hmm, mak nyus…

“Zaman gila itu kapan Pak?”

“Yo sekarang ini. Makanya, Ki Ronggowarsito itu sering disebut sebagai futurolog dari Jawa. Karena dia seolah-olah bisa meramalkan apa yang terjadi di masa depan.”

“Hmm…” Sidqi mengangguk-angguk. Lemper pertama sudah habis. Kini dia berkutat dengan nagasari.

“Tapi, syair Ronggowarsito masih ada lanjutannya. Begini, ‘Begjo begjoning wong kang edan, luwih begjo wong kang eling lan waspado’ Artinya, sebahagia- bahagianya orang gila tentu lebih bahagia orang yang selalu ingat dan waspada.”

“Ingat dosa ya pak?”

“Bener! Jangan sampai karena kita ingin kaya, lalu kita serakah dan malah bikin orang lain sengsara!”

“Wah, kayak orang korupsi itu ya Pak? Kalau dosanya banyak, mereka bisa masuk neraka!”

“Tole bagus memang pinter!”

***

Nggak sulit kan, cari contoh kasus yang menggambarkan syair di atas. Banyak. Banget. Kalau mau contoh koruptor, yaaaa…. pantengin aja lah, para tahanan dan target operations-nya KPK. Kalau dirunut ke dunia hingar bingar selebritis, ulalaaaa… silakan dipilih deh.

Ketika manusia sudah kebingungan mau mencari sarana untuk membahagiakan diri, tidak jarang ia malah tersesat dalam labirin syahwat duniawi yang justru amat sangat membingungkan. Oke, sekarang saya ogah ngomongin selebritis ah. Udah terlalu mainstream. Saya mau membahas diri saya sendiri aja *tsaah*

Iya, jadi ceritanya begini. Setelah lulus dari kampus salah satu PTN di Surabaya, sebut saja namanya Unair, saya diterima bekerja di TV swasta ternama republik ini. Di divisi news alias pemberitaan. Tugasnya? Berburu berita lah. Mosok berburu hatimu… #eaaaa

petronas

Sebelum terjun langsung ke lapangan, saya mengikuti semacam diklat jurnalistik. Pematerinya macam-macam, orang TOP banget yang bercokol di dunia broadcasting. Kita diajarin untuk liputan, wawancara, live report, teknik kamera, de el el. Termasuk, soal adab plus etika jurnalis, yakni DILARANG menerima amplop. Eh, kalau amplopnya aja sih, nggak masalah. Tapi, isinya itu loh, yang sering mencederai nurani.

Singkat cerita, saya sudah lulus dari pelatihan. Lalu mulai liputan beraneka ragam berita di Surabaya. Satu tim liputan terdiri dari saya (reporter), kameraman dan driver. Salah satu narasumber kami adalah pejabat sebuah institusi penegak keadilan. No mention, gapapa kan ya?

Intinya, si pejabat itu bilang, kalau kasus X di institusi itu sudah beres. Lalu, kami sibuk foto-foto, syut, nanya ini-itu, dan… pulang ke kantor. Untuk bikin paket berita. Eh, lah dalah, pas mau masuk ke mobil, saya dicegat sama salah satu staf, trus disodorin amplop. Tebel banget.

“Apa ini pak?”  sok naif bin imut banget ye, gue… Padahal, yakin banget lah, kalo amplop ini bukan berisi brosur.

“Ini, titipan dari Bapak….”

“Oh. Duit ya Pak? Waduh, maaf, saya enggak boleh terima ginian…”

“Gapapa, bawa aja mbak…”

“Enggak pak, maaf…”

“Bawa aja…”

“Jangan pak…”

Saya terlibat aksi terima-tolak-terima-tolak selama entah berapa menit. Disaksikan oleh kamerawan dan driver, plus beberapa orang yang kebetulan juga bercokol di tempat parkir. Muka-muka mereka antara, “Dasar, anak baru! Sok suci!” atau…”Udahlah, bego! Terima aja, napa? Gak bakal ada yang tahu ini!”

Saya—si anak baru yang “sok suci” bin idealis itu, dengan asertif skala wahid menolak amplop.

***

Fffuiiih, lega. Eits, apa yang terjadi kemudian?

Entah ini hanya perasaan saya saja, atau, emang, para sopir kantor kok ogah ya kalau liputan sama saya?

Kameraman juga gitu. Yang paling “klik” dan “setia” banget cuman seorang dua orang. Yang lain—apalagi para senior—selalu punya alasan untuk “jangan liputan sama Nurul deh”.

Cewek pink di Masjid pink

Hhh. Yo wis. Gapapa. Saya rela kok, dijauhin banyak orang, nggak diajak temenan sama kolega kantor. Asal, masih ada kekuatan dalam hati (dan mulut) untuk menolak semua rayuan dan “uang tebal” dari para narasumber. Bisik-bisik dari temen, banyak yang bilang kalo “uang rilis” atau “uang 86” itu, jumlahnya sangat wow buat kalangan media TV. Sekedar info aja, waktu itu, gaji saya sebagai newbie berkisar di angka 2 juta sebulan. Sementara, dalam 1 kali liputan, “uang rilis” itu senilai 500 ribu sampai 1,5 juta. Bayangkan! Satu liputan saja! Dengan asumsi, selama sebulan, kita bisa dapat 10 kali “uang rilis” masing-masing 1,5 juta, maka satu tim bisa mengantongi 10 x 1,5 juta = 15 juta. Dibagi rata bertiga, maka kita bisa dapat 5 juta per bulan!

No wonder, saya “dibenci” dan jadi “public enemy” gitu. Gapapa. Aku rapopo. Gak masalah kalau kita dibenci seluruh manusia se-planet bumi, asalkan Gusti Allah rela dan ridho dengan apa yang kita lakukan. Inggih tho?

“Tulisan ini disertakan dalam kontes GA Sadar Hati – Bahasa Daerah Harus Diminati”. Klik di sini untuk info lengkapnya ya. Ikutan juga yuk, yuuuk…..

banner Jawa

Uncategorized

Jalan-jalan Modal 100 ribu ke Pasar Terapung Lembang

Ya, ya, ya. Saya tahu, destinasi ini barangkali termasuk mainstream. Sudah banyak  BLOG JALAN JALAN yang me-review lokasi yang akan saya jabarkan. Tapi, kalau ditantang untuk bikin tulisan jalan-jalan modal 100 ribu? Oh, helllaaaww, hare gene, suliiit banget deh, bisa nemuin tempat wisata dengan budget yang minimalis. 

CUCU LEMBANG FLOATING LEMBANG FLOATING

Apalagi, kalau kita mau ngebolang di Bandung. Duh, kudu ngrogoh kocek dalam-dalam. 

Makanya, saya excited banget pas dikasih tahu, ada spot bernama “Floating Market Lembang”. Alias, Pasar Terapung. Wohoooo… super-duper senaaaang!

Karena saya numpang tidur plus numpang mobil sodara, jadi untuk biaya akomodasi plus transport 0 rupiah dong ya. #mak irit

Keluar duit, cuman untuk biaya tiket masuk, masing2 10 ribu saja. Itupun sudah bisa ditukar 1 gelas free welcome drink. Mak nyus semua lho… free drink-nya… Ada nescafe, nestea, milo, dll. Segerrrr!!

Kalau mau “uji nyali” yuk mareee naik perahu atau sepeda air. Tiketnya bervariasi. Saya ambil yang peahu dayung. Tiket 70 ribu, bisa dinaiki 4-5 orang. 

Pas naik perahu ini nih, kliatan semua sifat asli kita. Anak saya, Sidqi, luar biasa senewen, takut kalo perahunya bakal nyebur ke danau. 

Saya?? Wohooo… puceeeettt… plus ngomel2 ga jelas. Ahahahah. Emang sih, “ombak”nya relatif tenang. Tapi ga tau kenapa, kok perahu yang kita tumpangin ini bolak-balik seolah-olah kayak mau terbalik gitu lo. Duh, SETREESSS TINGKAT DEWA 😦 

Kalau sudah frustrasi macam gitu, biasanya saya bakal kalap nih makannya. Hahaha. Nah, di floating market ini–seperti wahana wisata pada umumnya–banyak bakul penjual yang menyajikan menu mak nyuss. Yo wis, saya abisin deh tuh, kebab, lalu tornado potato, apa lagii yaaa… rujak bebek, duh sampe lupa. Pokoke, semuanya lumayan bantuin stress-relieve lah. Hihihi. 

Eh iya, kalau ingin lebih menjiwai seputar “Pasar Terapung”, silakan klik kartun di bawah ini yak. 

pasar terapung

Artikel ini diikutkan dalam giveaway JALAN JALAN MODAL 100 RIBU

Uncategorized

Kangen Mbak Mia

6 8 9

Sahabat saya, mbak @melaty_mia sedang menanti detik-detik kelahiran buah hatinya. 

Mbak Mia ini kartunis/ ilustrator yang gambar2nya sering saya pajang di blog. 

Nggak ada dia di kubikel, duuuh… kok rasanya kangen banget yaa…

Kawans, mohon doanya, supaya persalinan mbak Mia lancar. 

Anak yang dilahirkan bisa jadi anak yang sehat, shalih(ah), baik hati, cerdas, bermanfaat untuk sesama, dan bisa jadi penghafal Qur’an. 

Ini saya posting-kan goresan kartun mbak Mia tentang anak2 penghafal Qur’an. 

Mbak Miaaa…. kangen bangeeeet iiih….. 

Uncategorized

My Most Having Fun Moment

It's My PRIDE
It’s My PRIDE

February 2013 is my Best-Day ever. I have recognized as The 2nd Champion of Bunda Dancow Parenting Center. The competition required combinations of creative thinking and great works for delivering joyful education programs for kids. As you know, we’ve got lot of parenting skills training. It supports us to be “Life Ready parents”.

Thousand moms around Indonesia followed this competition. I came with “Outbound for Kids” project. The kids were having fun, playing teamwork games in Taman Pintar Sidoarjo.

The judges—consists of psycholog, financial planner, social media enthusiast, etc—finally decided that I’m deserve to be the winner. Thanks God, because I never ever dreamt about it before.

 

This post is dedicated for Indonesia in My Pocket Giveaway

Just arrived at Soekarno Hatta Int'l Airport Tangerang
Just arrived at Soekarno Hatta Int’l Airport Tangerang
MAGZ
Coverage at Ayahbunda
"The Big Three" at Majalah Ayahbunda
“The Big Three” at Majalah Ayahbunda

 

medis, sehat

Say No to Jajanan Berbahaya!

Coba kita googling dengan keyword “Jajanan Berbahaya Anak Sekolah”. Ada 370 ribu artikel maupun foto yang mengulas soal jajanan ini.

Ngeri banget kan? Padahal, jajanan itu jelas-jelas dijual di area sekitar lingkungan sekolah. Padahal, konsumen terbesar jajanan yang sama sekali enggak sehat itu, adalah bocah-bocah cilik, yang nantinya akan menjadi calon pemimpin bangsa.

Apa jadinya, kalau kita–masyarakat, pemerintah, pedagang, elemen swasta–bersikap cuek bebek dan enggak mau tahu soal ini?

Apa iya kita rela, anak-anak kita, tumbuh menjadi generasi yang rapuh, lemah, lunglai tak berdaya, lantaran serbuan aneka jajan yang membahayakan tubuh dan jiwa mereka?

Googling jajan berbahaya
Googling jajan berbahaya

Padahal, halal dan thoyib jelas-jelas menjadi syarat utama dalam pemilihan makanan. Lha ini? Boraks dicampurkan dengan seenak udel ke bakso, pentol, siomay dll. Gorengan, biar makin kriuk dan laris? Malah dicampuri plastik, bahkan LILIN! Can you imagine that?? Jahat banget kan?

Formalin, zat yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat, sekarang marak dipakai untuk mie basah, tahu, ikan segar dan ikan kering.

Boraks, yang harusnya untuk bahan pembuat deterjen, dan antiseptik, malah sering banget kita temui pada bakso, cilok, lontong, kerupuk. Hati-hatilah kalau mengonsumsi jajanan yang teksturnya sangat kenyal, tidak lengket, tidak mudah putus.

Ada lagi. Rhodamin B & Methanyl Yellow
Rhodamin B adalah pewarna sintetis (merah keunguan), biasa digunakan untuk tekstil dan kertas. Methanyl Yellow juga pewarna sintetis (kuning), untuk pewarna tekstil dan cat. Sering banget dipakai di gulali dan sirup.

Masya Allah…. itu kan jajanan favorit anak-anak kita!

Kewajiban Kita, Mengedukasi Generasi Bangsa

Karena itulah, saya mengapresiasi Tupperware Indonesia yang menggulirkan program Aku Anak Sehat. Program ini digelar sebagai wujud kepedulian Tupperware, terhadap bahaya yang mengintai anak-anak kita lewat jajan berbahaya.

Kondisi ini perlu dicarikan solusi yang cespleng. Nurlaila Hidayaty, Senior Marketing Manager Tupperware Indonesia, mengambil langkah konkrit dengan melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah.

Sebanyak 560.000 anak-anak usia SD mendapatkan edukasi dan informasi seputar pentingnya pola hidup sehat dan memilih bekal yang baik.

Lalu, bagaimana edukasi ini dilakukan?

Setelah melakukan riset, pihak Tupperware melihat fakta bahwa anak-anak usia SD lebih banyak mendengar dan mematuhi apa yang dikatakan oleh guru dibandingkan orang tua. (waduh, ini jleb banget… tapi memang bener sih….)

Walhasil, para guru itu diundang Tupperware, untuk mendapatkan pemahaman mendalam seputar bagaimana menularkan semangat gaya hidup yang baik. Sehingga, semua pelajar di Indonesia bisa sama-sama berteriak lantang, “Aku Anak Sehat!”

Trus, gimana dong, supaya anak kita bisa jajan dengan sehat?

Tidak bisa tidak, emak-emaknya kudu membiasakan bikin bekal SETIAP HARI. Dan, bekal ini harus dikemas secara cantik, menarik, plus wadahnya kudu bikin semangat makan. Jangan sampai kita bikin bekal pisang goreng yang gosong, letoy, udah gitu ditaruh di plastik ala kadarnya. Hadeh, anak-anak kita bakal malu bin tengsin buat memakan bekal itu. Gitu deh, saran dari Bunda Romi alias Rose Mini.

Oke, kiddo. Bismillah. Ibumu yang sama sekali kacrut dalam dunia permasakan ini, insyaAllah akan berjibaku untuk menghadirkan masakan yang mak nyus dan menggugah selera. Sehingga dirimu bisa terbebas dari jeratan jajan yang enggak banget, macem cilok, cireng, pentol, siomay, dll-nya itu.

Dan, buat para ibunda sejagat raya, silakan disimak kreasi komik hasil kolaborasi saya dan @melaty_mia. Semoga komik ini bisa jadi sarana edukasi supaya anak-anak kita ogah jajan yang berbahaya.

JAJAN1 JAJAN2 JAJAN3