Yuk Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Prama dan Prami

Mungkin selama ini kita hanya tau jika yang memiliki pramugari/pramugara hanyalah maskapai penerbangan. Jangan salah, di kereta api juga ada Pramugari dan Pramugaranya lho. Mereka biasanya disebut dengan Prama dan Prami. Tidak seperti di pesawat yang semua kelas memiliki pramugari, Prama dan Prami ini hanya bisa kita temui jika kita membeli tiket kereta api kelas eksekutif dan bisnis saja. Jadi wajar saja jika kita tidak mengetahuinya karena lebih sering membeli tiket untuk kelas ekonomi.

Prama dan Prami memikul tugas yang cukup berat, yakni melayani seluruh penumpang dengan memberikan pelayanan maksimal agar penumpang kelas eksekutif dan bisnis merasakan kenyamanan  yang maksimal. Selain membantu penumpang menemukan tempat duduknya, Prama dan Prami juga memastikan bahwa segala fasilitas seperti bantal dan selimut sudah tertata rapi sebelum penumpang memasuki kereta.

Tidak sampai di situ, Prama dan Prami juga bertugas untuk menjual makanan di dalam kereta lho. Mereka bahkan harus siap sedia di restorasi sampai perjalanan berakhir. Cukup berat, bukan? Prama dan Prami juga dituntut untuk bisa berbicara bahasa asing dan memiliki kondisi fisik yang kuat. Karena penumpang pemegang tiket kereta api eksekutif tidak hanya warga negara lokal saja, melainkan berbagai wisatawan dari seluruh dunia.

 

Mereka harus hadir di stasiun pemberangkatan kurang lebih sekitar 90 menit sebelum keberangkatan kereta untuk mempersiapkan hal-hal seperti ketersediaan makanan & minuman, serta kelengkapan fasilitas. Jika ada fasilitas yang hilang seperti selimut atau bantal, Prama ataupun Prami harus bersedia mengganti fasilitas tersebut. Memiliki beban tugas yang cukup berat tak membuat Prama dan Prami ini patah arang, mereka selalu berperilaku sopan sesuai dengan Semboyan 7S, yakni: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Semangat, dan Siap Melayani.

Sesuai dengan beban kerja yang cukup berat, gaji yang didapatkan mereka juga bisa dibilang tinggi untuk pegawai lulusan SMA. Prama dan Prami normalnya menerima gaji pokok senilai 4 juta rupiah belum termasuk insentif. Jika ditotal bisa sekitar 7 juta rupiah per bulannya lho.

Prami KA-1

 

Tertarik menjadi Prama dan Prami di PT Kereta Api Indonesia?

 

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada syarat penting lainnya. Calon Prama dan Prami harus berusia antara 18 – 27 tahun, memiliki tinggi dan berat badan proporsional, serta belum menikah dan siap untuk tidak menikah selama bekerja menjadi Prama dan Prami. Proses seleksi juga dilakukan dengan ketat, mulai dengan tes wawancara dalam bahasa Inggris, psikotest, dan berbagai tes lainnya. Setelah lolos tes pun para calon Prama dan Prami masih harus menjalani training selama dua minggu di Rindam Jaya untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab mereka dalam melakoni tugasnya.

 

Untuk kamu penggemar transportasi kereta api, sudah ada yang pernah bertemu langsung dengan Prama dan Prami belum? Jika belum, segera rencanakan liburan kamu dengan membelinya secara online. Kamu bisa cek harga dan jadwal keberangkatan langsung di Traveloka.

Prami KA

Karena tiket kereta api traveloka saat ini telah menjadi yang terdepan dalam memberikan pelayanannya kepada seluruh masyarakat Indonesia dan termasuk turis mancanegara. Baik itu untuk kelas bisnis atau eksekutif, hal ini tentunya agar kamu bisa merasakan langsung pelayanan yang diberikan oleh Prama dan Prami secara ekslusif. Dijamin tidak akan menyesal!

When One Door of Happiness Closes…

When One Door of Happiness Closes…another opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one which has opened for us.

Saya sukaaaaak banget sama quote di atas. Kutipan yang konon bersumber dari Alexander Graham Bell ini, jadi semacam “mantra” dalam lika-liku kehidupan yang saya jalani. 

Tahu sendiri lah, kalau tidak semua prestasi/ kebanggaan/ kegembiraan senantiasa menemani hidup kita. Seperti yang sering dikutip banyak orang, hidup laksana roda. Berputar terus. Kadang di atas, kadang di bawah. Bahkan, seorang Dian Sastro pun, yang terlihat begitu perfecto, juga punya masa-masa struggling bersama ibundanya yang seorang single parent

Baca: Terpukau Dian Sastro

Apalagi aku yang jelas-jelas rakyat jelantah 😛 kalo dibandingin dengan Dian Sastro ya kan? Udah pasti, banyak momentum duka/ sedih/ nelangsa yang hadir dalam sejumlah hari di hidupku. 

Terkadang, ada satu peluang yang terpampang nyata di depan mata. Akan tetapi, tiba-tiba peluang itu lenyap…. hilang begitu saja. Apakah harus disesali terus-menerus? Apa kudu meratapi lantaran rezeki yang batal hadir? 

NO WAY!

Teriakkan secara lantang mantra itu, kisanak!

When One Door of Happiness Closes…another opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one which has opened for us.

 

 

 

Kamu Tim #DominanMaskulin atau #DominanFeminin ?

Kamu Tim #DominanMaskulin atau #DominanFeminin ?

Hufttt, ternyata menyenangkan banget yak ikutan program One Day One Posting ini. Gimana kita kudu meluangkan waktu, buat mikir postingan yang sesuai dengan tema… padahal di saat bersamaan, rumah riweuh bin rempong, karena bapak mertua saya baru saja berpulang, Ahad 11 Februari lalu. Mohon doa ya, semoga amal ibadah bapak mertua diterima di sisi Sang Maha dan beliau dimasukkan ke dalam surga-Nya. Aaamin aamiiin ya robbal alamiiin…

Ini saya lumayan pontang-panting cari waktu biar bisa posting haha. Jadi, harap maklum yak, kalo postingan di atas tanggal 11 tuh, kayak sekedar curhat saja (laaahhh, emang biasanya situ juga doyan curhat, bukaaaan qiqiqiq)

Tema kali ini adalah membedah sifat diri sendiri, seberapa maskulin atau seberapa femininkah diri akyuu.

Baiklah. Aku yakin, setiap orang pasti punya kepribadian yang unik, beda antara satu manusia dengan manusia lain.  Takaran maskulin dan feminin juga beragam. Gitu juga dengan @nurulrahma. Kalo ditanya @nurulrahma hari ini, dengan @nurulrahma sekian dekade yang lalu (eh ladalaaah, tuwir amat buuuk) tentulah kadar maskulin-feminin itu berbeda. Demikianlah.

***

Tahun 2004, aku tuh kerja jadi reporter di Liputan 6 SCTV. Tugasnya adalah: meng-cover berita APAPUN di Kawasan Surabaya dan sekitarnya. Apapun ini, mencakup berita: ekonomi, lifestyle, bisnis, politik, termasuk…. kriminal. Kalo sekedar gelar perkara misalnya maling ketangkep, atau bandar narkoba dibekuk polisi gitu sih gampil surampiil. Yang “horror” itu adalah…. Ketika aku kudu meng-cover berita: Ditemukan Mayat Korban Pembunuhan. Atau Jenazah Korban Tabrak Lari dalam kondisi yang euwwwwww…..

Sekedar info, aku tuh TAKUT lihat darah. Pas kelas 3 SMA, aku pernah ikutan psikotest, dan oleh bapak psikolog senior, aku disarankan masuk Fak Kedokteran Unair. “Enggak, deh. Saya ngga mau masuk kedokteran. Biayanya mahal… kuliahnya lama dan berat…. Aku takut nggak kuat. Udah gitu, aku nggak berani lihat darah. Ntar kalo mau praktikum, trus aku pingsan, gimana?”

HAHA. Alesyaaaaaan.

Nah, terbebas dari takdir daftar jadi dokter (demi ga lihat darah), ternyata aku terjebak ke takdir berikutnya: Lihat darah manakala liputan criminal. Ya gitu itu deh, Namanya jodoh. Sekuat apapun kamu menghindar, kalo emang takdir jodohmu itu, ga bisa nolak sama sekali dah.

DSCF7761

Kalo Liputan Simulasi Keamanan ala Terminal Teluk Lamong gini sih, eikeh demen bangeeeettt

Awal-awal liputan, jantungku berdentum kencang. Aku kerap sembunyi di balik punggung cameraman…. dan aku lihat penampakan si mayat yang menggetirkan….dari viewfinder kamera yang dibawa sohib cameraman-ku ituh!

Hihi. Sampai bapak2 penjaga kamar mayat sering nge-bully, ”Loalaaah, mbak reporternya takut! Ayo mba, lihat langsung bandengnyaaa!”

–FYI, dulu polisi-petugas kamar mayat-wartawan sering pake istilah ‘bandeng’ untuk menyebut mayat yang meninggal dalam kondisi tidak wajar (pembunuhan, bunuh diri, dll). Aku sampe rada males makan ikan bandeng, gegara hal itu. Padahal, sebelumnya aku pecinta aneka olahan bandeng BANGET!—

Lama-kelamaan…. Karena aku bergaul dengan banyak laki (mayoritas kameraman itu cowok kan?) ya aku ketularan sisi maskulin mereka. Gaya bercanda, cara ngomong, pola pikir, wis… pokoke aku asyique-asyique wae cangkrukan ama para laki. Kecuali….. aku ngga suka kalo mereka ngrokok klebas-klebus… atau mulai bercanda dalam konteks porno. Waah, BHAY deh kalo gitu mah.

Yang menyenangkan dari pergaulan dengan para laki adalah… mereka jarang Baper. Apa-apa langsung diomongkan saat itu juga. Kalo ada tingkahku yang bikin mereka sebel, ya langsung disampaikan. Nggak pake acara ngerasani/ nggosip di belakangku…. Trus aku denger laporan dari Mas Y kalo Mas A sebel ama aku. (tapi nggak semua cowok kaya gini juga sih. Ini tipikal cowok yang ada di ring 1 *halah* lingkaran pergaulanku)

Jadi semuanya serba open-minded. Sikap maskulin juga membuat aku lebih berani. Termasuk, berani lihat mayat! Wawww, ini “prestasi warbiyasak” nih!

Sikap maskulin juga bikin aku sama sekali nggak takut pas kudu liputan naik helicopter tempur (walau rasanya kayak mau muntah), melakukan doorstop berusaha wawancara Presiden RI waktu itu (dan lenganku dicakar oleh Paspampres yang lagi bertugas), termasuk ngetrip ke Singapura dan Malaysia (GRATIS! Hihihi)

Baca: Traveling Gratis ke Singapura dan Malaysia 

Intinya….. aku berterima kasih bangeeeettttt sama teman2 laki yang udah men-support dan bikin jiwa jurnalisku keluar!

THANKS MUCH!

Tapi gimanapun juga… aku kan perempuan yeee. Kudu seimbang lah. Kalo terlalu maskulin, ntar ane dikira cewek jadi-jadian. Haha. Sisi feminin ini mulai muncul, setelah aku resign dari Liputan 6. Waktu itu, aku pindah ke sebuah korporasi multinasional, yaitu pabrik rokok, haha! (lesson learnt: kita nggak boleh TERLALU benci sama sesuatu hal/ orang. Karena boleh jadi, kita bakal ketulah/ kualat, dan malah kerja di industry produk yang kita benci ntuh)

Di pabrik rokok itu, aku mengemban tugas jadi Public Relations. Jangan bayangin aku kudu tampil cantik, elegan menawan dengan make up on point yak. Aku emang jaraaaang banget dandan… tapi sifat feminin itu muncul lewat cara aku memperlakukan para klien. Dalam hal ini, klienku adalah para wartawan, yang juga sohib-sohibku zaman liputan, haha!

Intinya, walau kita udah bolo plek, bukan berarti aku bisa bersikap sakarepe dewe. Kudu professional banget, karena PR kan membawa nama perusahaan, yes. Jadinya, tiap bikin media gathering/ briefing, ataupun media tour sampai ke luar kota… aku selalu berupaya untuk ‘forever nice girl’ gitu lah di depan mereka.

Nah. Itu cerita bertahun-tahun lalu. Kalau hari ini? Yaaaah, kedua sifat itu pasti masih melekat pada diriku. Kadang aku #DominanMaskulin. Tapi di lain waktu, aku juga menjelma jadi #DominanFeminin.

Kalau teman-teman, gimana? Tim #DominanMaskulin kah? Atau justru tim #DominanFeminin ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ingin Traveling ke Perbatasan Indonesia-Timor Leste!

Ketika ngetrip ke Bangkok Thailand awal tahun lalu, pendamping kami adalah Freddy Gunawan, yang asli Timor Leste. Dia tidak banyak cerita soal negara asalnya, sih. Waktu itu, Freddy kan masih kerja di Priceza. Jadi, doi lebih sering berkisah tentang Thailand serta serba-serbi kerjaan di Priceza.

Lalu Freddy resign dari Priceza dan ia banyak menuliskan seputar kota Dili

 

Ini salah satunya: https://freddygunawan.com/2017/08/28/dili-night-market-2017-enjoy-the-modern-dili/

 

 

Cara Mencuci Sepatu Wanita yang Benar Agar Tidak Merusak Kualitas Sepatu

Barang pribadi seperti sepatu menjadi salah satu barang yang sangat penting untuk bisa selalu dijaga, dirawat dan tentu saja dibersihkan dengan cara yang benar dan juga tepat. Khusus untuk wanita yang lebih memiliki banyak jenis sepatu mulai dari sepatu yang akan dipakai untuk kegiatan harian biasa dengan model yang lebih santai, hingga sepatu yang akan dipakai untuk kegiatan formal yang digunakan ketika bekerja tentunya akan memiliki cara yang berbeda untuk membersihkan dan merawat sepatu tersebut sesuai dengan jenis dan model sepatu wanita .

Untuk membersihkan dan mencuci sepatu wanita memang perlu ketelitian dan juga kesabaran dalam membersihkan sepatu tersebut agar tidak merusak kualitas yang dimiliki oleh sepatu tersebut nantinya.

 

Untuk para wanita yang memang sangat concern dengan setiap barang yang akan mereka pakai termasuk juga dengan sepatu pastinya akan sangat memperhatikan perawatan dan juga cara membersihkan sepatu yang mereka miliki dengan baik agar nantinya sepatu yang mereka punya tidak akan rusak dengan cara membersihkan sepatu yang tidak benar dan tidak tepat untuk Anda lakukan nantinya. Oleh sebab itu banyak wanita yang lebih memilih untuk membersihkan sepatu yang mereka miliki dengan ahlinya yang memang akan membutuhkan biaya atau budget tambahan lagi nantinya.

Sepatu Bukalapak-ok

Ada beberapa tips mudah atau cara untuk Anda yang ingin membersihkan sepatu yang Anda miliki di rumah seorang diri dengan cara yang mudah dan juga tepat agar sepatu tetap terjaga kualitas dan juga tampilan luarnya yang masih sama bagusnya. Berikut ini adalah cara yang benar untuk membersihkan sepatu wanita agar tetap memiliki kualitas yang bagus dan tampilan yang tidak berubah, antara lain adalah sebagai berikut ini:

 

  • Untuk sepatu jenis casual seperti sepatu bertali atau sport bisa untuk membersihkannya dengan menggunakan sikat yang kecil yang bisa Anda sikatkan ke bagian bawah sepatu yang kotor dengan sabun yang tepat.
  • Untuk bagian dalam sepatu agar tidak mudah rusak akibat terkena air, Anda bisa untuk membersihkan membuat bagian dalam sepatu tidak bau dengan menjemur sepatu di tempat yang terkena sinar matahari agar nantinya udara yang ada di dalam sepatu bisa keluar dengan baik.
  • Untuk sepatu yang memiliki hak atau sepatu formal bisa untuk di bersihkan dengan cara di lap menggunakan kain yang halus di setiap bagian sepatu yang kotor.

 

Untuk Anda yang memang membutuhkan sepatu juga sudah bisa dengan mudahnya untuk mendapatkan dan membeli melalui toko online atau situs jual beli online yang memang sudah tersedia dengan banyaknya pilihan yang bagus untuk bekerja atau juga untuk sepatu santai yang bisa di pakai untuk kegiatan harian yang santai.

 

Sepatu wanita yang mudah untuk di beli secara online juga harus bisa untuk di pilih dengan kualitas bahan yang baik yang nyaman untuk kaki Anda dan tentunya yang tidak mudah rusak seperti robek yang sering terjadi di setiap sepatu yang di pakai oleh kebanyakan orang. Jadi sebagai wanita, sepatu merupakan fashion item barang yang penting sehingga Anda harus pintar dalam memilih sepatu yang memang cocok dan pas untuk Anda yang bisa nyaman di pakai dalam setiap kondisi dan yang paling penting juga sesuai dengan acara atau kegiatan yang Anda hadiri.

 

#JadiLebihBaik Bersama XL Axiata

Ketersediaan akses layanan internet dan data yang berkualitas baik, cepat dan stabil, menjadi idaman semua pengguna layanan data. Terbukti dalam dua tahun terakhir, dengan semakin meningkatnya kualitas koneksi data XL Axiata,traffic data secara terus-menerus meningkat sangat signifikan. Untuk lebih meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuatpertumbuhan kinerja bisnis perusahaan, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) tahun ini bertekad untuk melanjutkan pembangunan jaringan data secara besar-besaran khususnya di luar Jawa.

 Di sepanjang 2017, XL Axiata berhasil mencatat kinerja yang kuat dengan pendapatan dari layanan data sebagai kontributor utama. Jumlah pelanggan yang mengakses layanan data terus meningkat dan mampu mendorong kenaikan traffic layanan data hingga 2x lipat atau meningkat sebesar 148% YoY. Prestasi XL Axiata tahun lalu juga dikarenakan faktor berlanjutnya perluasan jaringan ke wilayah-wilayah dengan permintaan yang tinggi, yang kemudian mendorong pertumbuhan yang kuat pada pendapatan dan traffic dari wilayah luar Jawa.

Caretaker Vice President XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim mengatakan, “Pencapaian XL Axiata sepanjang 2017 secara jelas memberikan sinyal bahwa kini saatnya kami musti melangkah ke fase berikutnya, yaitu memaksimalkan kemampuan jaringan data guna meningkatkan kualitas layanan, juga memperluas cakupan layanan ke area-area luar Jawa. Ini adalah momentum yang tepat untuk kami mencanangkan tekad #JadiLebihBaik, sehingga akan semakin memuaskan pelanggan dan para pemangku kepentingan lainnya.”

Imam Mualim menambahkan, memasuki tahun 2018, XL Axiata mengambil spirit “Jadi Lebih Baik”. Spirit ini mendasari komitmen untuk terus berusaha menjadi lebih baik dengan mengembangkan jaringan data berkualitas ke berbagai penjuru tanah air. Komitmen XL Axiata ini tidak terlepas dari komitmen kuat perusahaan untuk mampu mendorong masyarakat Indonesia menjadi lebih baik untuk dirinya sendiri dan keluarga, juga masyarakat dan komunitas sekitar dalam segala aspek kehidupan.

Pembangunan jaringan data masih akan dilakukan di Jawa, terutama untuk peningkatan kualitas layanan, sedangkan prioritas dilaksanakan di luar Jawa untuk melanjutkan perluasan jaringan 4G LTE yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Tahun ini, XL Axiataberencana akan menambah jumlah BTS baru dengan jumlah relatif sama dengan penambahan di tahun 2017, termasuk untuk perluasan cakupan layanan 4G LTE. Tahun 2017 yang lalu, cakupan layanan data 3G/4G LTE XL Axiata mencapai sekitar 93%, sementara layanan 4G mencapai 85% dari total populasi. Untuk pengembangan jaringan dan juga penerapan teknologi jaringan terbaru& IT untuk memaksimalkan kualitas layanan, XL Axiata akan mengalokasikan 90% dari anggaran belanja modal (Capex)  tahun 2018 yang sebesar sekitar Rp 7 triliun.

Dari pembangunan tahun lalu, jaringan 4G LTE XL Axiata telah menjangkau 360 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia, ditopang oleh lebih dari 17.000 BTS 4G dan hampir 46.000 BTS 3G. Dalam pembangunan jaringan data tersebut, wilayah di luar Pulau Jawa mendapatkan perhatian besar. Dari total BTS yang dibangun sepanjang 2017, 60% di antaranya berada di luar Jawa.  Pembangunan jaringan data di luar Jawa berhasil meningkatkan kualitas layanan dan juga perluasan wilayah layanan.

Dari total 53,5 juta pelanggan XL Axiata per ahir tahun 2017, tercatat 72% dari total pelanggan atau 38,3 juta pelanggan telah menggunakan smartphone. Angka ini meningkat 32% dari capaian tahun lalu. Sementara itu, jumlah pelanggan yang aktif mengkonsumsi layanan data juga telah mencapai 73%, seiring dengan terus semakin baiknya kualitas layanan Data dan pembangunan jaringan data di berbagai wilayah.

Pencapaian tersebut sesuai dengan hasil yang ditunjukkan parameter Net Promoter Score (NPS) di mana terlihat peningkatan persepsi positif dari pelanggan terhadap kualitas layanan data khususnya untuk jangkauan layanan dan kekuatan sinyal. XL Axiata berharap pembangunan jaringan data di tahun ini akan mampu meningkatkan lagi kepuasan pelanggan. Apalagi akses pelanggan pada berbagai layanan data dengan format video, yang membutuhkan kapasitas besar, menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Tahun lalu, upaya XL Axiata meningkatkan kualitas jaringan telah mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat dan pelanggan. Dampak positifnya adalah penawaran paket-paket layanan yang inovatif dengan banyak manfaat juga menuai hasil yang sangat baik dari pelanggan. Hal inilah yang kemudian mendorong terus meningkatnya trafik data di luar Jawa secara signifikan. Tahun ini, penambahan infrastruktur 4G LTE terus berlanjut.

I Love Me! Aneka Wish List Jelang 40 Tahun

I Love Me! Aneka Wish List Jelang 40 Tahun

“Hah? Emaknya Sidqi udah mau 40 tahun? Yang benerrrrr….. “

Gw ngikik tersenyum tersipu malu, dengan semburat pink yang merajai sekujur pipi. Rasanya bungah tiada tara. Embak-embak di depan gw ini kaget begitu tahu kalo umurku dalam beberapa tahun ke depan bakal menginjak 40 tahun, ulalaa yeaaayy!

Tapi…. rasa bungah itu hanya bertahan beberapa detik. Sebelum doi menyambung dengan kalimat pendek tapi hakdesh ini…..

”Kirain udah mau umur 50 tahun…..”

Kyaaaaaaa hahahahahhah

Eniwei, di usia yang kian senja ini, gw sih udah “mati rasa” dengan pengakuan/ komentar/ hinaan/ cerca/ pujian dari orang lain. Terserah apa interpretasi masing-masing manusia, gw mah selama yakin apa yang dilakoni masih dalam koridor syariat, maka yaaa… gw akan bersikuhuh untuk melakukannya, walaupun dipandang aneh/ enggak umum.

Bukan berarti gw menganggap diri remeh/ nggak ada gunanya atau gimana. Tapi lebih kepada sebuah rasa “Heyyy, We Never be Able to Please Everyone!” Kita nggak akan pernah bisa menyenangkan/ memuaskan hati setiap orang, ye kan.

Yang jelas, seiring berkurangnya jatah hidup di dunia ini, ada beberapa hal yang membuat pribadi gw bertransformasi. Berkurangnya (secara drastically banget!) semangat kompetisi.

Gw udah eneg lihat aneka sikut-sikutan dalam hal apapun. Ya sutralah, make peace aja. Kagak usah nambah-nambahin iklim kompetisi yang bikin jiwa makin sutris gak keruan. (Sebelum salah sangka, kompetisi ini dalam kehidupan di dunia nyata ya. Bukan tentang blogging lho… karena kalo kontes blog, ya akoooh masih semangat ikutan kakaaaa)

***

Kalau malaikat Izrail belum menunaikan tugasnya untuk mencabut nyawaku, maka gw (dalam waktu beberapa tahun lagi) bakal berusia 40 tahun. Lingkar bawah mata yang semakin gede, aneka kerut, flek, kekusaman kulit wajah, plus beberapa uban yang bercokol di kepala… itu semua udah menggambarkan kalo gue emang resmi MENUA. 

Menua itu bukan aib. Bukan pula sesuatu yang harus disembunyikan, atau disesali. Dan (menurutku) juga bukan sesuatu yang kudu dirayakan.

Baca: Semacam Traktiran Ultah di Resto Lauk-Pauk

Ya kalo mau traktir-traktir sih silakan… karena itu part of shodaqoh lah yaa… tapi BUKAN sebuah kewajiban.
Menua adalah sunnatullah, setiap manusia akan tua pada waktunya. Dan yah, ini deh…. 5 hal yang pengin banget gw lakukan kalo menjelang (atau udah menginjak) umur 40

(1). NO GOSSIP AT ALL!

Wakakaka, aselik deh, ini yang paling syusyaaaah. Sebenernya mulai detik ini gw udah berusaha keras dan semaksimal mungkin buat Say NO to Gosip… but you know lah….namanya manusia tuh gimana ya, udah naluri banget menyalurkan 20 ribu kata per hari kan yaaa… (ini nggak Cuma menimpa kaum cewek lho. Banyak juga orang lakik yang demen gossip dan ceriwis, qiqiqiqqi)

Okai. Di postingan ini dan postingan SEBELUMNYA  gw udah mendeklarasikan untk mengurangi bahkan (ini rada ambisius, sih….) menghentikan GOSIP.

Susah? BANGEEETTT. Apalagi gossip kan bisa juga dilakukan via WA. Ga perlu pake acara ketemuan langsung. So… Bismillah. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah ta’ala.

(2). INVESTASI AKHERAT DAN DUNIA

Setiap kali berdiskusi soal investasi dengan teman-teman di WA Grup, gw ngerasa “Adududuh, kok rasa-rasanya investment yang gw lakukan selama ini ada beberapa ketidaksingkronan yak?” Apalagi kalo baca twit/ website para financial planner, gubraaak gubraaak deh.

Nah, sebelum (dan menjelang) umur 40, pengin banget memperbaiki common mistakes itu tadi. Ini lebih kepada persiapan buat alokasi dana Pendidikan buat Sidqi, just In case kalo mendadak emaknya berangkat ke rahmatullah, maka… semoga investasi yang gw siapkan bisa memberikan manfaat optimal.

Well, sepertinya gw banyak mengalokasikan energi, dana dan pikiran ke hal-hal yang berbau duniawi. Padahal, usia semakin merambat, umur 40 kan udah “sore” yak. Ada baiknya, hati kudu lebih ditata… supaya bisa mempersiapkan kampung akherat dari sekarang. Gw banyak bergaul dengan kalangan yang mengkampanyekan zakat, wakaf, dan ibadah maal lainnya. Okay… gw juga kudu lebih ajeg (dan semangat!) untuk berbagi rezeki demi investasi akherat jugak.

(3). BERSYUKUR DENGAN APA ADANYA DIRIKU INI

Kalo dikasih range 0-10, seberapa gw puas dengan kondisi dan pencapaian diri gw sekarang? Euuum….. skornya 6 kali ya, hahahahaha. Bukaaaan, gw tidak sedang kufur nikmat. Gw juga tidak sedang melakukan aksi humble brag. Ini jawaban jujur dari relung kalbu.

Soale, gini. Mayoritas sohib ikrib gw udah mencapai achievement yang warbiyasak! Macem-macemlah… ada yang jadi pengusaha UKM (walopun omzet blum miliaran, tapi doi udah buka lapangan kerja). Ada yang jadi dosen teladan… ada yang jadi pucuk pimpinan di korporasi multinasional, pokoke yaaaaa… gimana ya, membandingkan diri ini dengan mereka,  laksana…. Ah, ga usah diterusin deh. Bikin makin gundah gulana qiqiqi.

Gw lagi berusaha keras untuk mengubah perasaan ini. Udah tahu kalo “jangan kebanyakan mendongak, nanti leher lo sakit!” Haha. Ya tapi gimana dong… mereka sohib ikrib eikeh lho.

Belum lagi kalo udah kumpul di keluarga besar, wadaaawww. Adek2 ipar gw tuh wadeziggelaaah banget lah pencapaiannya. Ada yang dokter spesialis patologi anatomi dan didapuk jadi pemateri workshop internasional di Jerman. Nah lo nah lo 😊

Baca: Bagaimana Jadi Pintar dan Rendah Hati

Ya gitu lah. Rezeki orang emang setara dengan kerja kerasnya ye kan. Adik gw itu, emang brilian, pekerja keras, dan hatinya selembut sutra. Nggak heran dong, kalo rezekinya ngaliiiiir terus. Mungkin gw ga bisa mengikuti jejaknya di dunia akademisi, tapi semoga gw bisa kecipratan attitude-nya yang baik hati dan sama sekali ngga ada nyinyir apalagi pongahnya. Aaamin.

(4). INGIN TAMBAH CAP VISA DI PASPOR (MINIMAL) SETAHUN SEKALI

Tahun 2017 adalah traveling achievement yang warbiyasak bagi diriku. Awal tahun bertolak ke Thailand, jelang akhir tahun dianugerahi rezeki ke negeri paman Sam. Maha Besar Allah. Sungguh, Maha Kuasa Sang Pemilik Kehidupan.

Baca: Jadi Local Guides dan Berangkat Gratis ke Amerika

Dan ternyata gw baru tahu kalau traveling overseas itu beyoooond sekedar plesir atau pamer buat di IG/ medsos. Jauuuh dari itu! Kalo kita bisa menghayati dan memberikan pemaknaan/ meaning tatkala traveling, maka yang kita gapai adalah… rasa syukur yang tak berhingga. Nggak ada lagi pongah yang mendera jiwa, karena ketika traveling, kita betul-betul bergantung dan pasrah dengan ketentuan Sang Maha.

Aduduuuuh, itu berasa banget deh, waktu lagi menjalani pemeriksaan di Bandara San Francisco, gw tuh yakin kalo ga ada barang2 berbahaya di koper/tas dll. Tapi namapun lagi di Amrik ye… buanyak hal-hal buruk yang berkelibatan di batok kepala. Efek kebanyakan nonton pilem Hollywood juga sih ya.

“Jangan-jangan ada orang jahat yang masukin narkoba ke tasku? Jangan-jangan aku dicurigai gegara pake hijab Panjang….”

Jadi parno banget gitu!

Baca: Sholat di Amerika

Dan, di titik inilah…. Gw ngerasa kudu tawakkal setawakkal-tawakkalnya. Berdoa tiada henti. Mencoba menghempas manja hush hush semua negative vibes dan su’udzon yang sempat singgah. Manakala kita selamat sampai di negara tercinta…. Masya Allah…. Derajat nasionalisme saya naik sekian strip! Yakin deh!

(5). BELAJAR MEMANDIKAN, MENGKAFANI DAN MERAWAT JENAZAH

Sebenarnya, keinginan ini udah muncul beberapa saat setelah Ibu kandung berpulang

Baca: SURAT UNTUK IBU

Jadi gini. Ibuku tuh aktivis tim Rawat Jenazah di kompleks perumahan kami. Satu tim terdiri dari sekitar 10-15 ibu yang siap grak dan langsung cuss berangkat, manakala ada pengumuman warga yang meninggal dunia. Ibuku ngurus mulai dari siapkan kain kafan, kapur barus, sabun, shampoo, kapas, minyak wangi, dan aneka printhilan lainnya. Termasuk beliau juga paham bener gimana ngukur dan pasang posisi kain kafan. (Sampai aku pernah bercita-cita meninggal duluan, supaya aku bisa merakan dimandikan oleh Ibu 😀 )

Kemudian……. Ibuku berpulang.

Perempuan yang biasa memandikan jenazah itu, kini dimandikan. Oleh para sahabatnya, yang juga tak bisa dibilang muda.

Perempuan yang selalu siap sedia kalau ada kabar duka cita itu, kini laksana magnet. Ia mengundang begitu banyak manusia, berkumpul di rumah kami. Memberikan penghormatan terakhir atas kepergiannya.

Kalau ibuku sudah pergi….. lalu siapa yang menggantikan ia?

Bukankah harus ada regenerasi dalam hal rawat jenazah?

Aku masih hidup, bernyawa dan (relative) muda. Kalo aku demikian passionate menimba ilmu-ilmu beraroma dunia, kenapa aku tak ada greget buat belajar rawat jenazah?

Apalagi… Hari Ahad, 11 Februari, bapak mertuaku berpulang. Dari sekian banyak laki-laki yang datang, tak sampai lima orang yang faham dan sanggup cara memandikan dan merawat jenazah!

***

Yaaaak, Panjang banget nih wish list-nya haha. Semoga tercapai semua yak. Semangaaat semangat jelang 40 tahun menghirup udara di bumi tercinta Indonesia!

 

 

 

 

 

 

 

 

Sampai Detik Ini, Saya Ogah Ngeblog tentang……

……. Tentang Hal-hal yang nggak sesuai dengan value yang saya anut dalam hidup.

Masalah Value ini tentu banyak dimensinya. Bukan hanya soal halal vs haram dalam syariat agama yang saya anut. Melainkan, tentang “rasa” yang sulit dijabarkan dengan kata-kata. Pendeknya, saya nggak akan menulis/ me-review sesuatu yang saya nggak sreg. Gitu, sih.

Beberapa waktu lalu, ada penawaran untuk ikut mengkampanyekan sebuah produk intangible. Dahi saya bekernyit maksimal. Sampai detik ini, ofkorss saya nggak tertarik buat membeli/ menjadi konsumen untuk produk ini. La kalo saya aja nggak minat blasss, kenapa saya musti me-review produk itu di blog?

Well, mau dibilang sok idealis atau gimana, terserah. Monggo kemawon. Tapi memang saya mengandalkan intuisi/ feeling untuk menerima atau menolak tawaran kerjasama. Dalam hidup, kita memang kudu memilah dan memilih. Tidak semua tawaran (apalagi yang menyangkut duit) adalah rezeki yang diliputi keberkahan. Bukan mustahil, justru ini adalah wujud ISTIDROJ . Seolah-olah kita dapat kebaikan, duit, rekomendasi yang positif dan kontributif…. padahal…. kita tengah menyemai aneka dosa yang tidak pernah kita sangka, sudah beranak pinak hingga segede alaihim gambreng.

Baca: Istidroj atau Berkah

***

O iya, belakangan ini saya juga lagi ‘on fire’ banget untuk lebih fokus memproduksi konten yang bermuatan hal-hal bermanfaat dalam hidup. Yeah, bermanfaat selaras dengan value yang saya usung, tentu saja. Tidak semua undangan/ ajakan untuk terlibat dalam campaign tertentu, saya sambut dengan suka cita.

Saya kudu selektif. Karena memang, buanyaaak konten-konten yang membuat kita terjebak dalam keriangan duniawi semata. Akan tetapi, rentan menimbulkan hampa/ kosong dan…. setelah tahu tentang postingan itu, so what? What’s next?

 

Menjadi “Blogger Apa Adanya” di 2018

Hadeuuuh, judulnya euyyy, hahaha.

Oke, untuk One Day One Post (ODOP) kali ini temanya cukup wakwaw:

Sebagai blogger, tentunya ingin punya ciri khas, termasuk menciptakan trend sendiri. Walau belum nge-top, langkah apa yang dilakukan supaya bukan sekadar menjadi follower namun menjadi pencipta trend yang inovatif?

 

Jyaaah… pencipta trend yang inovatif?

Huuummm…. berkaca dari masa-masa awal saya kecemplung di ranah per-blogging-an dan jaman now… memang selalu ada blogger yang “ngetren” pada masanya. Yap, sama dengan idiom: Tiap orang ada masanya, dan tiap masa ada orangnya.”

Duluu… kita seneng banget baca postingan berbau curhat. Makin ke sini, cihuy banget kalo lihat blogger yang nge-post tulisan dengan infografis aduhai. Trus.. bertambah lagi deretan blogger yang berhasil bikin kita makin betah pantengin blognya karena ada gambar yang bisa digeser-geser ((DIGESER-GESER))

Kalo aku?

***

Hmmm…. karena rada lemot di bidang kreativitas digital (FYI, saya nggak survive berkuliah di Teknik Informatika ITS, haha!) saya susaaaah banget mengimbangi blogger dengan segenap skills yang uhuy itu. Pengin, sih… belajar infografis, edit video, dll. Tapi ya udah…. berhenti di “pengin, sih” doang qiqiqiqiqi

Jadi, apa yang aku bisa?

Well… sepertinya aku bakal jadi bloger aapa adanya!

 

Resolusi Bukan Basa-Basi

Tahun 2018 ini saya nggak (sempat) bikin Resolusi. Tadinya mau bikin sih, gegara ada kontes blog tentang Resolusi itu loh. Tapi sampai deadline-nya udah lewat, eh la dalah.. kok ngga ada ide yang mecungul blas yak? Yo wis. Gatot alias gagal total deh, nge-resolusi.

Jadi kalau ditanya apa Resolusi yang urgent buat dilakukan?

Huuummm… ya kagak ada. Ha wong resolusi 2018 ala nurulrahma juga ga ada, qiqiqiqi

===end of discussion===

 

Tapiii… baiklah.. saya mau ceritain aja beberapa hal yang belakangan ini bolak-balik nyangsang di kepala. Ketimbang jadi kutil atau jerawat, mending dituangkan aja lewat blog, okeh okehhh.

Beberapa hal di bawah ini sama sekali nggak saya jadiin sebagai Resolusi. But, eniwei…. gapapa. Anggap ini ini something urgent in my life, yasssshhh

(1). Kurang-kurangi Gosip

Aduduh deeek, ini beraaaaaattt (kamu ga akan kuat, biar Dilan saja) Kita tahu kalo gosip, ghibah rumpi dan aneka derivasinya itu dosa dan dilarang agama, tapi kok entahlah… susaaah banget untuk prei alias libur ngelakoni nih dosa. Tiap hari kita sanggup tdk melakukan dosa-dosa lain, tidak nyuri, tidak menghilangkan nyawa orang, tapi kok…. khususon dosa ghibah ini ga tau kenapa, syusyaaah banget!

Baca : Gosip

Awalnya cuma talking-talking biasa. Chatting hahahihi, nanya kabar ke sohib jaman sekolah dulu (saya emang ngga pernah ikutan REUNI AKBAR yang sifatnya formal, tapi kalo cuma chatting via WA sih mayan sering yak)

Semenit, dua menit…. chatting-an berubah tema. “Eh, si onoh gimana kabarnya yak? Denger-denger dia sekarang sukses dan tajir melintir yak? Kok bisa sih? Kan jaman sekolah dulu, dia mah lolak lolok plonga plongo gitu kan? Aneh deh….”

(Ini dosanya udah triple: Ghibah + Dengki + Su’udzon alias berprasangka buruk)

Duuuh… malaikat kayaknya pusing yak, catet dosa yang dirapel macam gini. Cuman chatting beberapa baris, tapi isinya boooo 😦

Sebenernya saya tahu persis, kalo ghibah itu dosanya BAGAIKAN MAKAN BANGKAI SAUDARA SENDIRI. Kebayang dong makan bangkai manusia ala Sumanto! Pemisalan yang super-duper annoying!

Tapi kok ya syusyaaaah banget buat dilenyapkan, hiks.

Baiklah. Di tahun 2018 ini, saya bertekad untuk MENGHILANGKAN kebiasaan gosip! Errrr… kalo menghilangkan sama sekali kok terkesan rada berat (kamu ga akan kuat, biar aku a…… *plaaak! Stop Dilanisme okaaaayyy) gimana kalo terminologi yang kita gunakan adalah “Mengurangi intensitas/ frekuensi/ kadar ghibah?” Plus say NO to lambetoerah, mamakrumpi dan akun2 lainnya ntuh.

Bismillah…. BISA!!

(2). Lebih Sering Ajak Sidqi ber-Aktivitas Outdoor

Yeah. Ini salah satu parenting fallacy yang harus segera dibenahi. Sidqi itu laki. Laki itu (menurut saya) harusnya lebih sering dolan (kayak Dil….. plaaak! Stop stop! Jangan sebut nama itu lagi, Milea!)

Tapiii, saya baru nyadar kalo Sidqi nih frekuensi ngetrip/ traveling/ jalan-jalannya amatlah minimalis. Atas izin Allah, emaknya udah beredar lintas benua…. eh, Sidqi malah belum punya paspor (#akurapopo jarene Sidqi)

Nah… rencananya nih… tahun ini aku mau ajak Sidqi ber-flashpacking! Kapan hari tuh sempat mau ajak dia flashpacking ke Jogja, tapiiii… anaknya belum siap. Ya wis, insya Allah bentar lagi ya Nak. Be prepared! Yeayyyy!