blogging, Review

Kecanduan Film Indonesia? Gabung Komunitas KOPI Saja!

KOPI? Kopi apaan sih? Kali ini saya bukan mau ngomongin soal kopi si hitam penuh kenangan pahit itu.

KOPI ini adalah Koalisi Online Pesona Indonesia. Kali pertama kenal komunitas ini dari Kak Arul Arista. Doi nih yang ngajakin para blogger Surabaya untuk ikut nobar sejumlah film Indonesia. Salah satunya, film “I am Hope” yang dibesut Wulan Guritno.

To be honest, saya ikut bangga dengan melesatnya industri film republik ini. Walaupun masih banyak film-film yang acakadut, tapi heiii, lihatlah! Sejumlah produser/sutradara sudah mulai jagoan dalam memilah dus memilih untuk mengeksekusi film yang ciamik kok.

IMG_1431

Film “My Stupid Boss”, misalnya. Bayangin aja, gimana rempongnya produser film ini, mulai dari cari sutradara, aktor/aktris yang oye, investor yang bisa paham idealisme dan mengemas plus eksekusi marketing yang cihuy! Pokoke, rempong to the max ya kaaan?

Dan kalo udah ngeliat hasilnya? Plus menyimak pencapaian penonton yang mencapai bilangan JUTA? Wiiih, puas! Bin Lega!

Tahu sendirilah, industri film itu kan butuh capital yang enggak sedikit. Angkanya bisa menembus bilangan Miliaran.

Karena itu, mereka tentu mengelaborasi strategi marketing, filosofi film, kampanye, pelibatan ke komunitas dan seterusnya.

Komunitas KOPI, jadi salah satu “superhero” yang berkontribusi aktif dalam meledakkan awareness film-film produksi anak negeri. Kalau ingin tahu lebih banyak soal KOPI, boleh lo, cuss ke website http://www.kabarindo.com

KOPI mengusung kompetensi dan kapabilitas secara bersama-sama dengan pelatihan dan workshop termasuk menyebarkan semangat menulis yang baik-baik ini sampai diterima di 20 Kota seperti Makassar, Cirebon, Balikpapan, Samarinda, Papua, Bandung, Surabaya, Bali Denpasar, Medan, Padang, Semarang, Jogjakarta dan kota-kota lainnya yang berawal dari 10 bloggers di tiap kota akhirnya menjadi 50an bloggers KOPI bersama sePOLnya

Dikutip dari: http://www.kabarindo.com/?act=single&no=42662

deklarasi KOPI

Komunitas KOPI akan berusia satu tahun loh! Mereka bakal menggelar Kopdar Blogger se-Indonesia, insyaAllah pada 25-27 November 2016. Ngapain aja sih?

Siapapun dari Netizen yang suka menulis di blog dan ingin menjadi Bloggers Multitasking dapat mengikuti ajang tersebut dengan men-follow akun twitter @kopikabarindo dan menjadi simpul di kotanya masing-masing agar bisa mengikuti Pesta KOPI 25-27 November yang akan menhadirkan banyak pembicara kondang seperti Dee Lestari, Kirana Kejora, Asma Nadia, Giring Nidji yang berbisnis media online, Tung Desem Waringin, CEO Sarinah Persero Ira Puspadewi, pihak PMI dan para sponsor lainnya dengan workshop penulisan bertajuk Pembacamu adalah Penonton Film Nasional.

Wohoooo…! Yuk mareee kita ikutan acara ini !

Siapapun yang kecanduan film Indonesia, kudu gabung KOPI! Bersama-sama kita kampanyekan asyiknya nonton film Indonesia!

kopi-2

Website : http://www.kabarindo.com

Twitter : @KOPIKABARINDO

@demifilmku

Instagram : @KOALISIKOPI

@demifilm

Review

Wahai Para Emak, Kita Tetap Bisa Kuliah #MajuTanpaBatas

’’Yang jadi ibu rumah tangga, ibu dua anak, atau yang baru menikah, jangan putuskan harapan untuk meraih pendidikan. Nggak ada yang nggak mungkin selama kita mau kerja keras. Harus gigih,’’ Dian Sastro, sebagaimana dikutip dari jawapos.com.

DIAN SASTRO

Ehem! Dian Sastro minusnya di bagian mana sih? Saban masuk review blog, situs, dll, kok beritanya kece-kece melulu. Udah gitu, yang paling bikin takjub, si emak dua anak ini kok yaaa, sempat-sempatnya kuliah. Di UI, sampe menyabet gelar S-2 pulak!

Beugh beugh… Tahu sendiri kan, jadwal doi sebagai public figure kan padeeeet banget. Udah gitu, kalo kita stalking Instagram-nya nih, si ibu yang happening lewat post ber-tagar #JanganKasihKendor #PertemananSehat ini juga sibuk ngerawat buah hatinya. Nah lo nah lo. Hebat kaliiii manajemen waktu doi. Ish ish ish…

Berarti, kalo sist Dian Sastro bisa kuliah, itu artinya… para emak sejagat raya juga tetap bisa menempuh ilmu dong ya? Walaupun udah berstatus emak-emak, engga ada ceritanya kita males-malesan buat memburu ilmu. Lha wong DiSas aja sanggup, berarti kita-kita juga bisa. Ya kaaan?

Padahal, duluuu nih, di awal periode ketika aku bertransformasi menjadi emak-emak, ada beberapa hal yang memang aku tanggalkan. Salah satunya, tentu saja ambisi untuk menggapai pendidikan setinggi mungkin. Yeah, sekedar informasi aja nih, pas zaman prewin kinyis-kinyis dulu *hoekssss* aku lumayan ambisius dalam mengejar ilmu. Bahkan, aku ikutan daftar program Beasiswa Chevening Awards yang fenomenal itu loh! Udah sempat dipanggil untuk tes, tapiiii, gara-gara waktu itu aku masih newbie banget di kantor, akibatnya aku takut izin ke boss. Melayang deh, kesempatan buat kuliah di Inggris dan ngecengin Prince William tiap hari. Huhuhu. Belum rezeki adek, lah.

Setelah melakukan bench mark pada mbak Cinta, sepertinya alasan-alasan yang dulu pernah ada, hanyalah excuse dalam kehidupan. Iya sih. Alasan nggak mau kuliah lagi, di antaranya:

  1. Rempong nganterin anak sekolah, ngaji, nyiapin makan, blablabla yadda yadda
  2. Rempong berkutat dengan deadline ketat dan segabruk kerjaan di kantor
  3. Rempong dengan dateng ke segabruk event blogger
  4. Rempong dengan ambisi menang kuis itu, kontes anu, hahahaha.

DIH. Alesan macam apa pula ituh?

Tapi, kalo dipikir-pikir, gimana caranya ya, para emak ataupun eksekutif muda yang udah kerja nih, untuk balik lagi ke bangku kuliah? Bener-bener dateng ke kampus (dengan gedung magrong-magrong), trus janjian ama dosen untuk konsultasi ini itu, trus ngerjain tugas secara manual, dan seterusnya dan seterusnya?

Ahhh, masak enggak ada cara yang lebih praktis dan kekinian siiih?

***

THANKS GOD. Sekarang ini era digital banget, gaes. Nggak perlu deh, kuliah yang bener-bener pake metode konvensional, kudu duduk manis di bangku, terus ngisi presensi, dan printhilan-printhilan tugas yang bikin rambut emak jadi beruban. Udaaaah….udaaah… nyerah deh kalo pake metode konvensional.

Sekarang ada yang namanya KULIAH ONLINE. Weits, penemuan abad ini banget deh!

Kayak gimana sih kuliah online ituh? Pada hakikatnya, kuliah online sama aja sih, kayak kuliah pada umumnya. Kita tetap belajar *ya iyalah*, dapat materi, diskusi, dan dapet tugas juga.

Trus, bedanya? Bedanyaaaaa kita melakukan SEMUA ITU melalui INTERNET! Jedhaaaarrr banget kan?

Kuliah online ini cucok banget buat para ibu rumah tangga ataupun ibu bekerja yang sering menemui kendala dan keterbatasan waktu. Segenap kerempongan biasanya jadi ganjelan kalau mau menjalani metode kuliah offline alias konvensional. That’s why, siapapun bisa banget kok memilih metode online.

Tapiii, teteup dong ya, milih kampus itu udah kayak milih jodoh *ahsek* Kudu diteliti sedetail-detailnya, tentang kualitas, kredibilitas, integritas, dan ….tas …..tas lainnya. Jangan asal pilih! Sekarang banyak kan, kampus abal-abal yang cuma nawarin iming-iming gelar thok, ijazah super-duper kilat, tapi menghasilkan lulusan yang sama sekali enggak mumpuni. Hadeh.

Kalo sekarang sih belum banyak universitas yang bisa menyelenggarakan kuliah dengan sistem online, apalagi pake metode yang sip markosip, kredibel serta berkualitas. Naaah, maka dari itu, yuk kita gali-gali info seputar Binus Online Learning!

Sistem Binus Online Learning ini fleksibel banget. Interaksi mahasiswa dengan dosen bisa tetap dilakukan dong ya, mayoritas secara online. Jadi enggak perlu deh, terhambat dengan alasan “Duh, waktunya nggak pas nih…” kalau mau janjian ketemu/konsultasi/diskusi dengan dosen. Hare gene, apa-apa bisa dilakoni secara online, gaes 🙂

 

BINUS-2

Tapi, bukan berarti SEMUANYA serba online, sampe kita engga pernah kopi darat dengan para dosen #ehhh. Teteup ada dong, kehadiran alias tatap muka di ruang kelas. Namun, intensitasnya terbatas banget. Hanya dalam kegiatan yang bersifat pembahasan kasus, diskusi pemantapan pemahaman materi kuliah,dan pas mengikuti ujian.

Intinya, momen ketemu dosen ini bener-bener bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, kapabilitas dan wawasan para mahasiswa untuk jadi the great decision maker, gitu!

Wah, wah, wah… Keren ya? Iya banget! Kuliah online ala Binus sangat cucok untuk pekerja professional, entrepreneur bahkan para emak alias ibu rumah tangga yang ingin kuliah S-1 nya rampung tanpa kendala waktu, tempat, dll dst nya.

 

BINUS-1

Untuk kegiatan belajar mahasiswa, Binus Online Learning sudah mempersiapkan dan memperhitungkan agar mahasiswa mendapatkan hasil yang berkualitas.

Mahasiswa dapat fokus belajar dengan jumlah mata kuliah yang terbatas di tiap periode/semester, sehingga hasil yang didapatkan lebih maksimal. Mahasiswa Binus Online Learning juga akan mendapatkan Pembelajaran Global, dimana mahasiswa Binus Online learning tidak saja akan diajar oleh dosen dari kota lain seperti Jakarta, tapi juga dengan dosen-dosen yang ada di luar negeri! Kereeeeen!

Binus Online Learning menggunakan LMS (learning management system) yang terintegrasi untuk membangun jaringan interakasi antara mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen, dan mahasiswa dengan pembimbing akademis.

Dengan demikian, mahasiswa online learning dipastikan mempunyai kualitas yang sama dengan mahasiswa yang melakukan sistem perkuliahan pada umumnya.

BINUS-3

Metode perkuliahan di Binus Online gimana sih?

Gini. Setiap mata kuliah akan diterima dalam beberapa bentuk. Seperti: diskusi di forum, tugas individu / kelompok, video conference, video pembelajaran. Semua ini dilakukan secara online. Namun untuk awal masuk perkuliahan, dan ujian setiap mahasiswa harus datang ke Binus University Learning Community (BULC) atau kampus BINUS.

Trus, jurusannya apa aja, kakaaaak? Nih.

Program D3 :Komputerisasi Akuntansi

Program S1:

Manajemen – Business Management

Sistem informasi – Corporate Information Systems

Akuntansi

Manajemen Marketing

Sistem Informasi

Program S2 (khusus Jakarta)

Magister Teknik Informatika – MTI

Magister Manajemen Sistem Informasi

Selain Jakarta, Binus University Learning Community alias BULC sudah hadir di beberapa kota, yaitu : Palembang, Semarang, Malang dan Bekasi.

 

Bila mahasiswa Binus Online Learning lagi ada tugas keluar kota, trus kok ya ndilalah bertepatan dengan waktu ujian ataupun perkuliahan face to face, maka mahasiswa bisa datang ke BULC terdekat, untuk mengikuti kegiatan tersebut! Asyik banget ya?

Yuk yuk, segera kepoin situs Binus Online Learning! Buat yang serius mau kuliah nih, ayo gabung jadi mahasiswanya, karena BULC sudah menghasilkan lebih dari 300 lulusan terbaik yang tersebar di berbagai instansi dan perusahaan baik nasional maupun multinasional.

Lebih cihuy lagi, karena seluruh mahasiswa juga dibekali dengan progam EES (Employabiity and Entrepreneurial Skill). Jadi, Binus Online Learning tidak saja menyiapkan lulusannya untuk siap bekerja, tetapi juga mencetak calon pengusaha!

 

Sudah siap untuk #MajuTanpaBatas? Mari kita kemoooon!(*)

 

 

kuliner, lifestyle

Bree Chocolaterie, Kuliner Serba Cokelat nan Memikat

Bree Chocolaterie

Kuliner Serba Cokelat nan Memikat

Jadikanlah hobimu sebagai bisnis! Semangat inilah yang dilakoni Sunni Akbar. Alumnus Universitas Airlangga Surabaya ini punya hobi cangkrukan (nongkrong). Setelah melakukan riset sana-sini, Sunni memutuskan untuk menjadi pengusaha kafe.

IMG_0887

Yap, nongkrong di kafe seolah menjadi lifestyle bagi kaum urban. Bukan hanya anak muda, kalangan pengusaha bahkan ibu-ibu juga kerap menjadikan kafe sebagai destinasi yang asyik untuk ngobrol sembari berwisata kuliner. Sunnipun menangkap peluang itu.

Setelah menggali ide dan masukan dari beberapa kalangan, Sunni memutuskan untuk terjun di bisnis kafe kuliner serba cokelat.

Mengapa cokelat? ”Indonesia itu 3 besar negara penghasil cokelat di dunia. Kualitas cokelat kita luar biasa bagus, tidak kalah jika dibandingkan produksi Belgia atau negara Eropa lainnya,” ujar Sunni.

IMG_0909

Apalagi, cokelat adalah bahan pangan yang tidak kenal usia. Siapapun, mulai dari anak-anak hingga lansia bisa dibilang punya ketertarikan amat kuat pada cokelat.

“Sekarang kopi memang lagi ngetren. Saya ingin mencoba sesuatu yang baru, sekaligus mengedukasi publik bahwa Indonesia ini punya cokelat dengan kualitas prima,” lanjutnya.

IMG_0899

Passion terhadap cokelat dan nongkrong inilah, yang menggiring Sunni mendirikan Bree Chocolaterie. Konsepnya, kafe serba-serbi cokelat.

Untuk menu main course misalnya, Sunni menghadirkan grilled beef with secret sauce, dengan saos cokelat di atasnya. ”Kami ingin menawarkan rasa dan sensasi yang berbeda. Menu yang dihadirkan tentu membuat orang semakin ingin menjajal olahan cokelat lainnya,” ucap Sunni.

IMG_0922

IMG_0920

 

Kafe dengan Sensasi “Feels at Home”

Tren nongkrong di kafe dengan desain yang unik dan artistik tengah merambah masyarakat. Aneka mural yang tergores di dinding kafe, membuat para tamu gemar ber-selfie. Istilahnya, memproduksi foto yang instagrammable alias sangat oke dipajang di instagram.

IMG_0885Sunni sadar betul tentang hal ini. Karena itu, layout kafe Bree Chocolaterie dibikin selayaknya rumah tinggal. Ada terrace, guest room, bed room, living room, dining room dan backyard. Sehingga, para pengunjung bisa nongkrong dengan rasa “feels at home”.

IMG_0893

IMG_0895IMG_0897

IMG_0896

Selain itu, Sunni juga menjamin kehalalan produk yang ia gunakan. Seiring tren kafe yang membombardir Surabaya, kita juga harus tetap “waspada” dan hati-hati dengan kehalalan bahan pangan yang digunakan.

“Karena itu, kami mengundang komunitas untuk mampir ke kafe kami. Apabila ada event, silakan hubungi tim kafe untuk booking tempat dan order makanan,” papar Sunni.

Sejumlah komunitas telah menghelat acara di Bree. Di antaranya, komunitas Srikandi Project, arisan wali murid SD, dan sebagainya. (*)

 

BREE CHOCOLATERIE

Cafe and Choco Boutique

Jalan Ngagel Jaya Utara no. 8

Surabaya

Telepon: +62 31 99440371

 

islam, lifestyle

Beberapa Keunggulan Model Hijab Lebaran Pashmina

Perempuan yang berhijab tentunya sudah tidak asing lagi dengan kategori kerudung yang satu ini.

Pashmina merupakan jenis jilbab yang kini banyak dicari oleh kebanyakan hijaber di Negara kita. Terlebih saat ini umat muslim di seluruh dunia tengah menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri yang tidak akan lama lagi datang.

Pashmina merupakan model hijab lebaran yang akan sangat nyaman untuk dikenakan karena memiliki banyak sekali varian bahan berkualitas yang bisa anda sesuaikan sesuai dengan kebutuhan.

Berikut ini akan saya paparkan beberapa keunggulan dari jenis kerudung yang satu ini sebagai busana hari raya Lebaran maupun Ramadhan yang tidak akan lama lagi datang:

1 . Jenis kerudung yang satu ini pada dasarnya terbuat dari bahan Kashmir dan sutra yang menjadikannya termasuk ke dalam kategori kerudung berkualitas tinggi dan elegan.

Seiring dengan perkembangan trend busana ke arah yang lebih maju, saat ini ada cukup banyak jenis bahan yang ditawarkan baik oleh para produsen maupun para perancang busana guna memenuhi kebutuhan setiap orang yang bisa disesuaikan dengan alokasi dana belanja para hijaber.

Beberapa jenis bahan tersebut diantaranya seperti bahan kaos, cotton, ceruti, satin dan beberapa jenis bahan lainnya yang tentunya nyaman untuk dikenakan.

2 . Seperti yang telah kita ketahui bersama, saat ini ada banyak sekali jenis kreasi hijab yang bisa ditiru sesuai dengan selera masing-masing. Dengan menggunakan pashmina, kini setiap perempuan berhijab akan mampu dengan mudah meniru berbagai kreasi jilbab terbaru sehingga penampilan dalam berbusana muslim akan menjadi lebih baik dan lebih syari.

Untuk kategori kreasi kini anda bisa mencarinya sendiri melalui tutorial-tutorial di internet.

Bagi anda yang saat ini tengah mencari berbagai macam jenis model hijab lebaran berkualitas baik dari kategori pashmina maupun beberapa kategori lainnya, kini anda bisa melakukan pencarian melalui internet dengan mengakses online shop busana muslim terlengkap dan terbaik yaitu hijup.com.

Barang yang ditawarkan pada situs tersebut merupakan bahan yang memiliki kualitas terbaik serta terlengkap baik untuk kategori kerudung maupun untuk kategori berbagai busana muslim yang saat ini sedang trend di kalangan para hijaber.

lifestyle, traveling, Travelling

Drama di Balik Foto Bareng Reza Rahadian

Sudah lamaaaa banget, saya memendam hasrat untuk bisa ketemuan in person dengan Reza Rahadian. Bener-bener ketemu, ngobrol (walau sebentar) dengan jarak dekat, bukan sekedar foto bareng ala aktor dan fans gitu.

Saya gemar dengan semua lakon yang diperankan Reza. Gimana ya, Reza itu laksana “bunglon”.

Dia bisa tampil ‘melas’ sekaligus ‘laki banget’ di pilem “Emak Ingin Naik Haji”. Juga tampil “adorable” pas di “Hafalan Sholat Delisa”. Terus, macho, dandy, dan uwuwuuwuw banget, pas berperan jadi Aziz di “Tenggelamnya Kapal Van der Wijk”.

Oh iya, tentu jangan lupakan juga peran super-dahsyat dia sebagai the one and only Mister BJ Habibie di “Habibie & Ainun”.

Ah, I accidentally admire Reza. Lebih tepatnya, saya mengagumi aktingnya.

Jadi, manakala saya tahu ada kontes dengan hadiah liputan premiere “My Stupid Boss” plus jadi #JurnalisSehari di Kuala Lumpur, plussss bakal ngobrol bareng Reza Rahadian dan BCL, wohooo… so pasti aku mengerahkan segala daya dan upaya biar bisa lolos, jadi pemenang!

Alhamdulillah, ide untuk konsep video sudah nangkring di kepala. Dengan bantuan sahabat yang jago shooting plus editing (BIG THANKS to twitter @kangerik) plus satu cameo yang cetharrr (Hellow, Fathon, thanks much yaaaa) akhirnya kami memproduksi video (yang diedit abis-abisan) hingga berdurasi 1 menit saja.

Sila cek ke IG @bundasidqi ya. Di-follow juga boleh. Mention aja, ntar aku folback deh #eaaaa

Oke, lanjoooot.

Walhasil, karena Sang Maha Sutradara Kehidupan tahu banget bahwa aku lagi butuh piknik (dan butuh ketemu Reza), aku dinyatakan lolos sebagai salah satu pemenang…! *sujud syukur*

Berangkatlah aku ke Jakarta, untuk ketemu temen2 jurnalis lain dan ofkors mbak Disty (marcomm Detik com) dan Mba Desi (jurnalis Detik Hot), plus satu pemenang lainnya si Dafi (mahasiswa IPB). Kami cusss ke Kuala Lumpur (16/5) dan menginap di Hotel magrong-magrong, JW Marriott, sodara-sodaraaaaaa *noraknya kumat*

Lebih asik lagi karena beberapa kali kita papasan ama Reza. Reza! Reza Rahadiaaaan!

Pertama, pas antre imigrasi di Bandara Cengkareng.

“Eh, itu Reza!” aku lihat seonggok ((SEONGGOK)) makhluk kece yang tengah antre imigrasi juga.

Sumpe deeh, aku udah yang pengin nyamperin doi, trus minta poto bareng. Tapi tapi tapiii, aku kan barengan ama mas-mbak jurnalis infotainment, yang mana mereka udah biasaaaa banget ketemu ama Reza, dan yang mana mereka tak memahami bisik hatiku yang terdalam bahwa aku pengin banget poto ama Reza, hwaaaaaaaaa….!! *kalimat curcol terpanjang yang pernah aku produksi*

Ya wis, bye bye dek Rezaaaaaa *mewek*

Ga jadi poto bareng Reza di Cengkareng, eh, kita (maksudnya akoh dan Reza, gituuu) ketemu lagi di Bandara KLIA (Kuala Lumpur Int’l Airport). Doi lari-lari sambil lempar senyuum yang meleleh hati Hayati, udaaaa, aduduuh gemesin banget sih kamoooh.

Reza langsung masuk ke Alphard mewah yang menjemput doi, mbak Upi (sutradara My Stupid Boss), dan beberapa tim Falcons.

Laluuu…. Kita? Eh, aku lebih tepatnya?

Melongo ngeliat punggung doi yang masuk mobil. Hiks. Hiks. Gagal maning, gagal maning.

Dua kali gagal poto ama Reza. Ya udin, aku pasrah aja dah. Masuk ke bus bareng temen2 jurnalis. Trus kita langsung ngeluyuuur ke Hotel JW Marriott. Hotel mewaaaahhh, yang ada di lokasi mewaaaaahh, di seberang hotel ada Mall Mewaaaah, yang jualan barang-barang selera princess Syahrini, yaaaahhhh.

Sementara yang lain leyeh-leyeh di lobi (karena kita nunggu check in), lagi-lagi, aku ngeliat seonggok makhluk imut, dengan topi putih, dan doi lagi asyik main HP. Eh, tunggu… tunggu… Itu kaaan… REZA…!

Samperin, engga… samperin, enggaaaa… duh. Galau, euy. Muka gue masih penuh dengan bekas iler dan belekan lantaran tidur di pesawat dan di bus menuju hotel. Lah, ini di depan eikeh ada Reza. Samperin gak ya?

Huhuhuuuuu, ternyata eikeh cemen beuds deh. Belum berani nyamperin doi 😛

Ya wis, akhirnya Reza check in, aku juga. Hussss! Maksude, kami check in di kamar masing-masing, ojo ngeres pikirannya hahahaha

Sudah 3 kali dapat kesempatan poto, tapi semuanya FAILED. Baiklah, sekarang kita cusss ke lantai 28 Hotel JW Marriott. Ada sesi pemotretan Reza dan BCL.

Ini ruang kamar hotel, dengan 2 kamar yang connecting room gitu lah. Di kamar yang (ternyata) gak seberapa luas ini, berjejalan makhluk2 dengan bahasa Melayu yang yaaaa gitu deh. Ada fotografer, helper, asisten desainer, manajer artis, dan jurnalis Malaysia yang banyaaaaak. Ada errrr, 20-an orang gitu lah, tumplek blek di kamar. Belum lagi, jurnalis asal Indonesia. Banyaaaak. Sumuk pol.

Tapi, herannya si BCL dan Reza tampangnya tetap excited, fresh dan happy happy joy. KOK ISO YO? Aku sungguh takjub lah, dengan daya tahan mereka. Bisa mengatur emosi sehingga tetep hepi, walopun kondisi engga mendukung sama sekali.

Abis pemotretan (dengan gaya mereka yang chemistry-nya dapeeet banget!) BCL di-interview sama beberapa media. Reza mana? Reza mana? *mataku jelalatan*

Oh, doi masih di kamar sebelah. Trus, Reza keluar kamar, mau janjian bikin Vlog sama orang radio, daaaan…. this is my only chance, sodara-sodaraaaaa. NOW or Never!

Aku ngebuntutin Reza…. Trus minta tolong orang Falcons Pictures untuk memfoto aku dan dia… Maklum, sini kagak bawa tongsis, broo!

Si Reza ini kelewat ramaaaah banget sama orang2 yang minta poto bareng dia. Yeah, you know lah, langsung dirangkul gitu. Aku mulai didera galau. Ntar kalo dia mak bedunduk langsung ngerangkul, duh, aku harus mandi pasir dan kembang 7 hari 7 malam donggg *gubraksss*

Walhasil, aku minta poto dengan bahasa tubuh ala gadis-gadis pesantren, yang seolah memberi kode lewat gestur bodi, dengan terjemahan kurang lebih, “Dek Reza. Kak @nurulrahma mau minta poto bareng, boleh? Tapi, kakak udah punya wudhu. Lagian, kakak kan pake hijab ya Dek. Jadi, mohon pengertiannya, karena kita bukan mahram, potonya jauh-jauhan aja ya. Hihihi.” 

Tadaaaaa…! Here’s our pic!

IMG_1395

Hahahahahah. Maap yaaa, ternyata fotonya kok yaaaaa… agak-agak engga sedap dipandang mata getoooh. Abisss, aku grogi kakaaaak….! Grogi bingitttsss! Ibaratnya, kayak ABG yang udah stalking senior bertahun-tahun, trus pas pensi/malam perpisahan ketemu ama tuh senior idola, dan minta poto bareng getoh. Ya ampuuun, grogi to the max!

Ya wis. Setelah poto bareng, sebenernya aku pengin bikin Vlog wawancara ama Reza. Tapi, tapi, tapiii, kok aku gemeteran yak? Duuuh *najis, ih, cuih!* ini kok seperti bukan @nurulrahma yang aku kenal*

Akhirnya, naluri emak-emakku muncul. Terciptalah video yang embuh-lah ini. Aku minta Reza untuk memotivasi anak-anak supaya semangat mengejar impian mereka, termasuk dengan jadi aktor. Hahahaha, kacrut abis dah. Mana kameranya goyang-goyang, nge-blur…. ya ampuuun, plis deh, emaknya Sidqi. Inget umur, maaaak! 🙂

Wis, yang penting aku punya poto ama dedek Reza Rahadian. Gpp lah, next time, kalo premiere “Rudy Habibie” di Jerman, insyaAllah aku bakal datang (amiiiiin) Optimis boleh lah yaaa, hihihi.

Ayooo ayooo, kakak Hanung Bramantyo, mungkin mau ajak emaknya Sidqi buat lihat “Rudy Habibie”? 🙂

lifestyle, parenting, traveling

Piknik Super Duper Muraaaaah Meriah di Selecta Batu

Yang belum bisa move on dari SUPER-DUPER LOOOONGGG WEEKEND tempo hari, mana suaranyaaaaa? *cari temen* *celingak-celinguk*

Hihihiiii…. Jarang-jarang ya, dapet rezeki nuomplooook macem begindang. Tanggal muda, dompet masih fullll, eh, ada liburan sampe 4 hari, aheeey. EMPAT HARI! Yep, asumsinya libur 4 hari tanpa jeda ini buat yang Sabtu juga libur ya 🙂

Btw, kalo ada libur panjaaaaang macem gini, enaknya ke mana ya?

Buat warga Jakarta dan sekitarnya, boleh banget looh kalo pengin mengendurkan urat syaraf dengan cusss ke Batu. Iyeeee, Batu ini deket banget ama Malang. Nggak perlu kuatir soal transport ke sono.

IMG_0361

Bisa njujug ke Surabaya dulu, lalu naik mobil… Atau boljug kalo mau langsung ke Malang. Naik apa? Ya naik pesawat, laaah. Hare gene, mau traveling mah tinggal pencet-pencet tal-tul-tal-tul aja. Order pesawat gampang, hati tenang, siap liburan bersenang-senang!

IMG_0335

Di Batu buanyaaaaakk banget destinasi yang bikin kita segera jatuh hati. Ada Eco Green Park, Jatim Park, Museum Angkut, Batu Night Spectaculer, widiiih, banyaaaak! Belum lagi, godaan kulinernya yang so pasti bakal bikin jarum timbangan gerak ke kanan *_*

IMG_0344

Kalo aku dan Sidqi doyan main ke Selecta. Ada beberapa alasan. Di antaranya….

  1. MURAAAAAAHHH BANGET. Harga tiket masuknya per orang cuma 25K ajah! Itu kita udah bisa menikmati aneka taman bunga yang terhampar di sekujur penjuru Selecta. Oh, I feel freeeee…..! Eits, tapi inget yaaa… Kudu jaga attitude dan tunjukkan kasih sayang ke para kembang desa yang ngejogrok di sini. Jangan mengulang ke-alay-an orang-orang di taman bunga Jogja itu loooo. Plis. PlisIMG_0329
  2. HAWANYA SEJUK. Kota Batu itu hawanya sejuuuuk. Walaupun ya kalo dibandingin hawa zaman aku masih ting-ting dulu, emang sekarang udah enggak se-adem dulu. Tapi, masih enaaaak kok, apalagi buat destinasi pelarian buat makhluk semesta Surabaya hihi. Saking sejuknya nih, saban ke Batu, program diet dijamin gagal total daahh! Berantakan pecah berkeping-keping. Lha wong banyak maeman endeus, udah gitu harganya engga bikin dompet terkaing-kaing. Ciyus, deh.
  3. BANYAK WAHANA YANG ASSOY BIN GEBOY. Selain menikmati bunga-bunga yang soooo.. beautiful ituuuh, apalagi yang bisa kita lihat di Selecta? Oh, don’t worry, be happy. Dengan HTM 25K, itu udah include renaaaaang sepuasnya, dengan air yang jernihhhh banget. Huhuhuuu, adem-adem kok renang? Yo rapopo tho. Kan bisa bikin bodi sehat bin bugar. Selain itu, masih buanyaaak wahana lain, seperti SKY Bike alias sepeda yang bisa digenjot-genjot, dengan rel di atas. Harga tiketnya juga manusiawi. Pokoke, asik, asik, asik!

IMG_0349Nah. Silakan cek kalender yak. Kalo ada libur panjang, yuk kita cuss dolan ke Batu. Selain Selecta, masih buanyaaaak destinasi lain yang nggak kalah cihuy-nya. Ayo kita kemoooon!(*)

 

Uncategorized

Mendidik Anak dengan Strategi Bisnis, Bisakah?

 

Pernah dengar Hijrah Coach? Atau baru denger sekarang? 🙂 Ya sud, sila browsing “hijrah coach” dulu yak. Kapan hari itu, saya ketemu founder Hijrah Coach, Daru Dewayanto, dan sembat ngobrol-ngobrol bentar ama doi.

Sebagai professional business coach,  sudah barang tentu Daru disibukkan dengan beragam agenda untuk meng-coach dan memberikan workshop kepada para kliennya.

Meski begitu, Daru tetap menjadi ayah yang “utuh” dan penuh perhatian kepada sang buah hati. Bagaimana Daru mendidik ketiga anaknya? Simak perbincangan saya dengan Founder & Master Coach of Hijrah Coach ini, di sela-sela acara bersama IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), di Resto Ebisu, Mercure Grand Mirama Hotel Surabaya.

Bisa Anda ceritakan, bagaimana metode mendidik anak yang Anda terapkan?

Anak saya tiga, yang pertama umur 9, lalu umur 4 dan yang bungsu usia 3 tahun. Yang sudah masuk usia sekolah formal adalah anak pertama. Ada keputusan menarik yang sempat diambil oleh saya dan istri. Anak pertama saya (cewek) terdaftar di sebuah sekolah Islam internasional. Brand-nya sudah amat kuat sebagai islamic school favorit. Sebut saja sekolah A. Namun, seiring berjalannya waktu, ada hal-hal lain yang saya rasakan “kurang” dari sekolah A. Lalu, kami intens berdiskusi, dan memutuskan putri kami pindah ke islamic school B. Mengapa keputusan ini kami ambil?

Jadi, tidak semua islamic school menitikberatkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam proses belajar mengajar. Padahal, kita semua tentu paham, bahwa kita nggak bisa jauh-jauh dari value Al-Qur’an. Kami mencari sekolah mana yang bisa menjadi sarana transfer nilai-nilai Qur’ani untuk anak saya. Alhamdulillah, sekolah B insyaAllah bisa mewadahi itu semua. Putri kami juga mulai menjalani persiapan untuk menjadi Hafidz Al-Qur’an.

Subhanallah… Strategi yang kami terapkan untuk pemilihan sekolah anak, Alhamdulillah memberikan hasil yang melegakan. Ketika masih bersekolah di islamic school A, banyak sunnah Nabi yang kerap diabaikan putri kami. Saat ini, dari sisi pemahaman agama dan teladan Rasul, putri kami sudah mulai konsisten menerapkan di kehidupan sehari-hari. Sekarang jadi lebih care, lebih santun, untuk doa-doa sebelum makan, minum, ke toilet dan sebagainya sudah dipraktikkan dengan baik.

Pemilihan sekolah menjadi hal yang amat signifikan ya? Bagaimana dengan pendapat sejumlah orang tua yang mengusung prinsip “Biarlah mengalir seperti air” ketika mendidik anak mereka?

Satu prinsip yang harus selalu kita pegang “If you failed to plan, you plan to fail.” Ketika Anda gagal merencanakan, itu artinya Anda sedang merencanakan kegagalan. Prinsip ini berlaku dalam hal apapun. Termasuk di dunia bisnis maupun mengasuh dan mendidik anak.

Memang, dalam mendidik anak, peran orang tua harus paling  dominan. Paling ideal tentu menerapkan konsep homeschooling, dimana orang tua mengajarkan sendiri beragam ilmu dan transfer karakter pada anak. Akan tetapi, tidak semua orang tua sanggup mempraktikkan homeschooling kan? Karena butuh metode dan keaktifan dari orang tua. Jadi, kita tetap butuh bantuan dari pihak lain, dalam hal ini sekolah, yang siap memberikan pembelajaran kepada anak-anak kita.

Tatkala putri Anda diarahkan untuk pindah sekolah, apakah tidak ada penolakan dari dirinya?

Di sinilah pentingnya strategi. Dalam mendidik anak, sangat dibutuhkan strategi yang pas dan jitu dari orang tua. Putri saya itu tipikal yang talkactive, amat suka bicara, dan karakternya konfrontatif. Dibutuhkan cara yang tepat untuk bisa memberikan masukan kepada ia.

Waktu itu, sebelum pindah sekolah, kami sekeluarga mengikuti program liburan sambil ngaji. Ada tausiyah yang disampaikan Ustadz Syafiq Reza Basalamah. Kami juga berjumpa dengan beberapa keluarga yang sudah mempraktikkan ajaran Islam dengan begitu baik. Nah, lingkaran keluarga-keluarga baru inilah yang kemudian menginspirasi keluarga kami (terutama putri sulung) agar bisa semakin meneladani Rasul dalam kehidupan sehari-hari.

Memang, dalam mendidik anak harus ada strategi khusus yang kita terapkan, apapun objektif atau tujuannya. Jangan lupa untuk sertakan anak kita dalam doa-doa yang terpanjatkan kepada Allah azza wa jalla.

Boleh share tips praktis untuk orang tua masa kini dalam mendidik anak?

Tips ini modifikasi dari tips bisnis yang saya sampaikan kepada para klien.

Yang pertama, Change is inevitable perubahan itu sesuatu yang tak mungkin dihindari. Kita harus selalu siap berubah, bahkan merencanakan perubahan, tentunya untuk menuju ke arah yang lebih baik. Rencana dalam mendidik anak itu perlu dijabarkan serta didiskusikan bersama pasangan. Karena kita tentu tidak ingin gagal dalam memberikan pendidikan bagi anak. Sekali lagi saya tekankan, “If you failed to plan, you plan to fail.” Pahami bahwa mendidik anak masa kini bukan perkara yang mudah. Beradaptasilah dengan kondisi masa kini. Kalau Anda mencap diri sendiri sebagai “orang yang gaptek” ini adalah indikasi bahwa Anda tidak mau beradaptasi sebagai orang tua masa kini. Kita harus akrab dengan teknologi informasi, karena anak kita berinteraksi di dunia maya juga. Supaya mau beradaptasi, butuh perubahan dalam mindset diri kita.

Tanamkan mindset,  bahwa optimistic without effort is nothing. Optimis harus, usaha juga dilakukan semaksimal mungkin.

Yang kedua, Be in the survival mode. Untuk bisa survive menjalankan peran sebagai orang tua, kita harus punya positive mental attitude serta harus tahu “How to” alias bagaimana menerapkannya. Banyak literatur yang bisa kita baca untuk tahu teladan Rasul dalam mendidik anak. Kalaupun saat ini banyak berita-berita negatif tentang kekerasan pada anak, dan sebagainya, maka kita harus jadi orang tua yang pemberani. Seorang pemberani bukannya tidak punya rasa takut. Seorang pemberani adalah mereka yang berani menghadapi ketakutannya.(*)

 

Beauty, lifestyle, Review, sponsored post

Kiat Memilih Model Mukena Masa Kini

Memiliki mukena berkualitas bisa memberikan anda kenyamanan saat melakukan ibadah setiap hari. Apalagi dalam sehari, anda setidaknya menggunakan mukena sebanyak lima kali.

Oleh karenanya memiliki mukena dengan bahan yang baik merupakan suatu keharusan. Berbeda dengan sebelumnya, saat ini mukena sudah didesain dengan warna dan motif yang beragam. Hal ini membuat mukena menjadi salah satu item fashion bagi orang muslim yang sangat penting.

MUKENA-2

MUKENA-1

Bagi anda yang tengah mencari mukena berkualitas dan trendy, di butik hijab online hijup.com tersedia banyak pilihan model mukena yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan karakter serta kepribadian anda. Berbagai produk mukena terbaik dari bahan yang akan memberikan kenyamanan dan tampilan yang trendy membuat anda selalu tampil fashionable di setiap kesempatan dan bisa dipesan secara online di hijup.com.

Dalam memilih mukena terbaik, ada beberapa bahan mukena yang bisa anda sesuaikan untuk berbagai keperluan.

Seperti berikut ini kami hadirkan tips memilih bahan mukena sesuai dengan keperluan:

1. Mukena dari bahan sutera

Sutera dikenal sebagai bahan kain mewah yang sangat kuat dan elastis, sehingga bisa memberikan kenyamanan saat dipakai. Selain itu, mukena dari bahan sutera ini bisa mendinginkan saat dipakai di cuaca panas, begitupun sebaliknya kain sutera bisa menghangatkan saat dipakai di cuaca dingin.

Saat dipakai, mukena sutera akan membuat anda tampil dengan kesan mewah dan anggun serta cocok digunakan di hari raya.

2. Mukena dari bahan katun

Mukena dari bahan katun lebih cocok dipakai untuk ibadah sehari-hari di rumah. Bahan katun memiliki tekstur yang kuat dan halus. Bahan katun juga bisa memberikan kenyamanan karena bisa menyerap keringat, sehingga anda tidak akan kegerahan meskipun dipakai dalam waktu agak lama.

3. Mukena dari bahan parasut

Mukena jenis ini akan memberikan rasa sejuk dan ringan saat dipakai, sehingga paling sesuai untuk dibawa bepergian, karena salah satu keunggulannya adalah mudah untuk dilipat dan tidak memerlukan banyak ruang di tas anda, bahkan bisa dibawa dalam tas mungil. Selain itu, mukena  parasut juga cepat kering jika dicuci sehingga kebersihan mukena saat di perjalanan tetap terjaga.

Demikianlah 3 tips mudah dalam memilih mukena. Dapatkan berbagai model mukena masa kini hanya di onlineshop hijab hijup.com.