Memberi Makna agar Tercipta Bahagia

Follow my twitter @nurulrahma

Akhir tahun 2018 lalu, ada tiga rezeki ngetrip yang datangnya dari arah tidak disangka-sangka. Aku diundang untuk plesir ke Jogja (bareng indekostour, salah satu layanan online untuk traveller); ikut Netizen Gathering bareng MPR RI di Jakarta, dan pergi ke Banyuwangi untuk program CSR XL Axiata. Itu semua terjadi dalam satu bulan saja!  

Aku yang….. speechless, bener-bener bersyukur buangeeett, bisa ketiban sampur untuk ikutan acara-acara asyique semacam ini. Camping (menginap di tenda beneran!) di kaki gunung Merapi… lalu bikin api unggun, bakar jagung dan sosis, plus ngobrol bareng content creator sahabat kami yang tinggal di Jogja.

Lalu menuju destinasi hype bin kekinian, seperti Warung Kopi Klotok, Tebing Breksi, Hutan Pinus Mangunan, dan SEMUANYA Gratis. I am really grateful.

Kalo mau baca liputan seputar Glamping assoy geboy ini, silakan cuss ke artikel ini

Tidak berselang lama, aku diajak untuk plesir ke Jakarta, berkunjung ke Gedung MPR, lihat Museum Macan, lalu ke daerah wisata Kota Tua, dan dinner di resto Jimbaran yang ada di Ancol. What a fabulous trip! Kami juga diinapkan di Hotel Sultan, salah satu hotel nyeni/ yang masih mengangkat nilai tradisional di pusat ibukota.

Liputan seputar Deklarasi Netizen MPR RI ada di artikel ini yaaa

Next, trip yang tak kalah seru, bareng salah satu provider seluler. Kami diajak untuk menikmati panorama Banyuwangi yang luar biasa indah, ke Pantai Pulau Merah, Hutan Djawatan, makan siang di Waroeng Kemarang yang buagusss banget! (plus menunya enak-enak paraaaahhh!), dan menginap di Hotel El-Royale Banyuwangi, hotel yang baru berusia 1 tahun dan cantiiik buanget.

View this post on Instagram

What ship that will never sink? It's Friend~ship! . Super duper bersyukur, Allah pertemukan saya dan @mbak_avy dalam sebuah event gathering Kompasianer sekian tahun silam. Waktu itu, kami duduk bersebelahan. Mba Avy belum berhijab, saya juga masih obesitas banget 😅 untuk ukuran orang yang baru kali pertama ketemu, kami berdua ngobrol banyak hal. Dan ngerasa semakin "klik" manakala tahu bahwa kami sama2 pernah jadi jurnalis di imperium media yang sama. Juga sempat mengemban profesi sebagai public relations di institusi yg berbeda . Dunia blogging yang membuat "chemistry" kami kian kuat. Beberapa kali, mba Avy mengajak saya datang ke bloggers event/ trip/ gathering/ brainstorming. Sehingga, kapasitas diri saya bertambah. Tak hanya itu. Kami juga saling menguatkan, manakala "badai" tengah menerjang perahu kehidupan. Tatkala ibunda saya tersengat kanker paru, lalu berpulang ke rahmatullah, mbak Avy yang selalu ada, menjadi "tempat sampah curhat emosi jiwa" dan melepaskan diri saya dari sembilu yang bertalu-talu . Keep smiling… Keep shining…. Knowing you will always count on me, for sure That's what friends are for…. . Seiring usia yang kian beranjak senja, mungkin secara kuantitas, sahabat saya bisa dihitung jari. Tapi secara kualitas, saya merasa, insyaAllah inilah arti persahabatan dunia-akherat yang sesungguhnya. . For good times And bad times I'll be on your side Forever more That's what friends are for…. . Semoga Allah memberkahi dan merahmati jalinan persahabatan ini. Tahun 2020, yuk kita umroh bareng, Mbak!! Sama-sama bermohon pada Allah, Sang Penguasa Semesta agar Ia berkenan mengundang kita untuk sama-sama berkunjung ke Rumah-Nya . Ikutan @wardahbeauty challenge juga yuk sist @widyanti_yuliandari @adeuny @xaveria_ru @dianesayank #SelaluBersyukur #WardahCantikdariHati

A post shared by Nurul Rahmawati (@bundasidqi) on

I dunno what to say selain ALHAMDULILLAH. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

***

Pertanyaannya sekarang adalah…. Apa yang gw rasakan dari semua perjalanan ini? Apakah gue hanya having fun, ambil foto selfie di sana, selfie di sini? Hahahihi poto bareng dengan semua peserta trip? Atau apa?

Karena to be honest, lingkup pergaulan dan tuntutan buat eksis di socmed, itu yang paling banyak menyita pikiran dan atensi. Saban cuss ke suatu destinasi, yang jadi pertanyaan adalah: Ntar paling bagus foto selfie di mana yak? Ntar gw pake baju apa ya, biar kelihatan (agak) kece di foto. Ntar gimana caranya biar foto eikeh kagak “bocor” yak, alias banyak orang-orang lain yang nggak nongol di foto. (Padahal, pengunjung lain juga ogah kalo muka kita nongol di foto mereka, hahahaha).

Nah…. Akhirnya kita cuma mikirin hal-hal yang sifatnya sebatas “kulit” aja. Nyaris kita tidak sempat melakukan refleksi, atau sekedar memberikan “meaning”, pemaknaan terhadap aktivitas yang kita jalani. Kita datang ke sana ke sini, grubyak grubyuk ambil foto sebuanyaaaak mungkin (yang di-upload pokoke pose “Gue kagak kliatan gendut!”) Segitu doang! Tapi…. meaning-nya nihil.

***

Ketika acara trip berakhir, dan gw selonjoran di kamar hotel, saat itulah biasanya berondongan pertanyaan muncul.

“Sudahkah aku benar-benar bersyukur dengan semua anugerah yang Allah berikan?”

“Aku poto-poto tadi, motivasinya apa? Sekedar buat hepi hepi joy? Atau… jangan-jangan, ada modus terselubung, bahwa aku pengin pamer? Pengin dianggap lebih unggul ketimbang yang lain?”

“Apa aku juga mempelajari tentang nature dari destinasi yang aku kunjungi, gimana behind the story atau cerita di balik destinasi ini… ataukah aku hanya sibuk dengan diri sendiri?”

Dan…. Pertanyaan pamungkasnya adalah……

Dengan semua kebaikan dan rezeki yang gue terima, sempat tersirat sebuah tanya: Untuk seorang makhluk yang bergelimang dosa, jangan-jangan ini sebuah istidroj? Astaghfirullahal ‘adzim…

Baca: Berkah atau Istidroj

***

Menyematkan Meaning dalam aneka peristiwa di hidup kita, insyaAllah membuat diri ini senantiasa waspada. Tidak terjebak bangga berlebihan… Ujub…. Dan rentan memiliki pola pikir yang merendahkan manusia lain.

Menyematkan meaning, bahwa Allah telah begitu Maha Baik-nya memberikan serangkaian rezeki yang (lagi-lagi) datang dari arah yang sama sekali tidak kita sangka sebelumnya. Maka, puja-puji teralamatkan hanya kepada Sang Pemilik Segala. Kita, aku, kamu, siapapun diri ini, tak layak mengharapkan puja dari sesama makhluk.

Live humbly! Kita harus menjalani hidup dengan jujur. Nggak perlu sekuat tenaga pengin dipuji orang. Nggak perlu ribet mikirin gimana supaya socmed full dengan Like, comment, followers gue jadi segabruk!

Your worth is not measured in likes, comments, or followers. Jangan jadikan jumlah like, pengikut, dan komentar sebagai standar kebahagiaan kita. Never give the remote control to others.  

True happiness is here, lies within ourselves. We don’t need any comments or compliments from others to stay relevant and feel blessed. We just need to focus on the things that really matter: our real life, and how to live it peacefully.(*)

Advertisements

Diet Sehat dan Detoksifikasi Bodi bersama Sleemax

Mudah lelah dan mengantuk, padahal semangat dan nafsu makan plus ngemil tinggi bangett! Waduh. Ada yang nggak beres nih dengan tubuh saya. Sepertinya butuh DETOKSIFIKASI!

Ada banyak produk di luaran yang bisa membantu untuk mendetoks racun dalam tubuh. Setelah browsing sana sini, pilihan saya jatuh pada Sleemax. Produk apakah ini?

Continue reading

Tips Semakin Bahagia dan Menikmati Tantangan Hidup di 2019

Guys, gimana awal semester 2019 kalian? Penuh dengan aroma perjuangan? Kudu berjibaku menghadapi tantangan hidup yang seolah terus-menerus menggerojok? Beragam rintangan menghadang, dan tak kenal kata kompromi? Lalu raga dan jiwa ini terasa lelah, lantaran diberondong tugas, amanah dan kewajiban yang kualitas dan kuantitasnya super duper alaihim gambreng?

Sini, sini….. kita tossss dulu!

😀

Awal hingga pertengahan 2019 ini—bagi aku —adalah tahun yang “gado-gado” banget. Semua mua adaaa di dalamnya. Kabar bahagia, berita duka, sepenggal nelangsa, semua campur aduk, dan yeah, kita semua paham begitulah hidup.

Continue reading

Weekend Getaway ke Kebun Teh plus Masjid Cheng Hoo Pasuruan

Whoaaa, udah menjelang bulan Agustus aja nih, ya! Kok tahun 2019 ini terkesan flying so fast, ya nggak sih? Yang jelas, pertengahan tahun ini adalah masa-masa adaptasi banget buat aku dan keluarga. My not little kid anymore sekarang udah duduk di bangku SMP. Setiap hari kudu berangkat sekolah pukul 05.45. Artinya, ya aku kudu nyiapin segala perbekalan makan dia sejak pukul 04.00 pagi, every single day! Huuftt 😀 Namapun masih masa adaptasi ya sist, bodi rasanya remuk redam banget, eheheh. Kalo kayak gini, rasanya aku butuh liburaaaaann!

Continue reading

Acer Day 2019: Terbang ke KorSel GRATIS dan 2220 Hadiah yang Siap Dimenangkan!

Hai teman-teman, kalau kalian lagi butuh laptop, nih, ada kesempatan emas buat memenangkan 2220 hadiah yang cethar dan keren pol-polan! Yap, dalam rangka 20 tahun Acer Indonesia, beragam hadiah nan spektakuler siap kita menangkan. Ada Acer Day 2019 yang mengusung tema #XtraFun da #XtraCool.

Untuk setiap pembelian lini produk consumers Acer selama periode Acer Day (yakni 18 Juli hingga 30 September 2019), pelanggan bisa melakukan registrasi melalui website http://www.acer.id/acer-day trus kita berkesempatan ikut program pengumpulan poin reward. Hadiahnya apa aja?

Continue reading

Mau Kerja di Google? Ini Tipsnya!

Yak.

Masih lanjutan cerita dari ajang Google Local Guides Summit 2017.

Tenaaaangg, eikeh masih punya banyak stok story kok 😀 Jadi dicicil gitu, blogposting-nya.

Di hari kedua ajang ini, kami diajak mengunjungi sebuah lokasi yang rada berdekatan dengan jembatan Golden Gate. Baguuuusss banget deh, arealnya. Aku sebenernya ambil vlog ala-ala gitu, tapi file-nya entahlah ketlisut di mana ((HELP! Need Ginkgo Biloba. Atau Marie Kondo juga boleh))

Di sini, kami mengikuti workshop dan berdiskusi intens seputar Google map, apa aja temuan dan keluhan terkait aplikasi ini. Macem-macem deh, workshopnya! Dan salah satu workshop paling seruuu adalah “The Perks of Being Google Local Guides!”

Pete, adalah host acara ini. Pete ini tipikal cowok yang —sebenernya gak ganteng-ganteng amat— tapiiii….. auranya itu lho.

Gimana yaaa…. betah banget dah ngobrol ama dese! Inner handsome *halah* doi tuh menyeruak abis! Bahasa Inggrisnya diucapkan dengan intonasi ala presenter acara jaman now. Trus, ngomongnya cepet tapi clear, dan matanya selalu “bicara”!

Pokoke, suddenly I’m fallin in love with the way he talks to us!

Usai workshop, aku todong Pete buat bagi-bagi tips, piye tho, caranya presentasi dengan cara yang asyik!

INI DIA VIDEONYA!

Seruuu banget deh, bisa main ke kantornya Google di San Francisco dan membaur dengan para Googlers alias karyawan yang berkantor di sana.

Seperti yang sudah sering kita lihat di internet, kerja di Google suasananya asyik buanget! Ornamen serba colorful mudah ditemui di berbagai penjuru. Makanan, hiburan melimpah ruah! Pokoke kerja super FUN (tapi pastinya ada target yang dibebankan untuk masing-masing karyawan dong ya).

Apakah aku berminat kerja di Google?

Hmmm….. kalau pertanyaan ini diajukan 15 tahun silam, ofkors aku menjawab, “MINAT BANGEETTTT!” Siapa yang nolak kerja dengan gaji berdigit-digit, bisa traveling Overseas GRATIS (bahkan dibayar!!) punya pengalaman yang awesome… Akoooh jugak mauuuk.

Tapi, oh well, tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan sih ya 😀 Ya udahlah, mungkin aku enggak kerja di Google, tapi at least aku bisa share tips dari Gus, community manager Google Local Guides.

Doi menjabarkan apa aja kiat untuk diterima jadi karyawan Google!

So, teman-teman…. kalian mau cerita apa lagi nih, seputar trip aku ke kantornya Google?

Silakan komentar yaaaa 😀

Kerja, Kerja, Kerja… dan Jangan Lupa Bahagia!

Hufftt…. Alhamdulillaaaahhh drama hari pertama masuk SMP sudah lewat, bosquuuu haha. Yah begitulah. Namanya juga anak ABG yak, buanyak banget deh dramanya. Emak sampe rada-rada stress nih, ngurusin printhilan demi status Sidqi yang berganti jadi siswa SMP. Segala puji bagi Allah Yang Maha Besar, Yang senantiasa memberikan kemudahan dan jalan keluar. Semoga Sidqi enjoy all the activities di SMP-nya dan bisa meraup banyak ilmu, berkah dan manfaat. Aamiiin 😀

Hmm, meskipun baru duduk di bangku SMP, anakku tuh udah sering banget ngajak diskusi soal kerjaan. Apalagi, doi kan sempat aktif produksi video gaming dan upload di akun YouTube-nya. Malah sempat terdaftar di Google Adsense juga lho 😀 Yeah, kids zaman now.

Continue reading

SehatQ.com Solusi Cerdas untuk Keluarga Sehat Indonesia

“Eh, katanya kalo bawang diikat trus dijadikan gelang di tangan, bisa bikin sakit gigi jadi hilang, lho. Ada yang udah pernah coba?”

Hadeeh, lagi lagi deh. Bukan kali ini aja, omku share info hoax di grup WA keluarga. Emang ya, yang Namanya dunia digital ini rentan dengan penyebaran hoax di mana-mana. Apalagi hoax tentang kesehatan, bujubuneengg, buanyaaak banget tuh ragam info share artikel “indahnya berbagi” yang ujung-ujungnya ternyata info kagak jelas, cuy. 

Kalian pasti mengalami hal serupa kaaan? 

Handphone aku juga bolak-balik dapat “share dari grup sebelah” seputar artikel dengan kredibilitas narasumber yang patut dipertanyakan. Kadang nih, kalau lagi males mikir, males ribet, dll, ya aku langsung delete atau clear chat aja. Tapi, di lubuk hati paling dalam, pengin deh, memberikan solusi jitu buat seluruh teman-teman maupun saudara aku. Yeah, especially member WA grup keluarga yang sering dapat forward hoax medical things itu. Setelah aku pikir-pikir…..

Wah! Kenapa nggak aku arahkan mereka buat cuss ke SehatQ.com aja siiik? 

SehatQ.com ini website lengkap nan komprehensif yang mengusung tagline “Asisten Kesehatan Keluarga Anda”. Ada platform komunitas, sehingga sesama member, kita bisa banget menggali informasi dan saling support! Butuh advice dokter yang kompeten dan kredibel? Tenaaaangg, semua itu bisa banget kita peroleh dari ratusan artikel kesehatan (yang infonya valid!) di website ini. 

Bisa Live Chat dengan Dokter plus Gampang Cari Direktori Dokter dan Rumah Sakit

Yang bikin demen lagi adalah: SehatQ.com juga menyediakan direktori dokter dan rumah sakit di sejumlah kota di Indonesia, lho! Ashiaaap, dengan begitu kita udah nggak perlu rempong wira-wiri atau telpon ke rumah sakit hanya untuk tahu jadwal praktik dokter. Trus, trus, udah dapat jadwal praktik nih, kita juga bisa daftar via website! Ya ampun, ini sih hassle-free banget yak. 

Kalau pengin tahu tentang seluk-beluk penyakit, ataupun hal-hal terkait medis lainnya, kita juga bisa konsultasi alias LIVE CHAT dengan para dokter di SehatQ.com. Ngaku aja deh, kadang kita ngerasa nggak enak badan, muncul gejala ini itu, tapi kok masih mager alias males buat cuss ke dokter, ye kan? 😀 Ya udin, coba aja buat nanya via live chat dengan para tim dokter di SehatQ.com ini. 

Tools Kesehatan Interaktif dari MySehatQ

Ada lagi nih, fitur yang bikin makin cinta ama SehatQ.com. Yak, kita semua bisa banget mengakses tools kesehatan interaktif dari MySehatQ. Lengkapi profil kita, aneka data riwayat kesehatan bisa kita akses dengan gampil. 

Cintaaaa banget deh, sama fitur-fitur keren ini! Ada juga tools kesehatan seperti kalender imunisasi, kalkulator body mass index, kalkulator presentase lemak tubuh, kalender ovulasi plus kalender kehamilan, serta tumbuh kembang anak.

Widiiih, sekarang sih, nggak perlu galau dengan share ina inu ita itu terkait hoax medis, yak. Cukup kita cuss aja ke SehatQ.com dan rame-rame rekomen website untuk keluarga sehat Indonesia!

Traveling Paling Mengesankan: Bertandang ke Kantor Google di Amerika!

Traveling Paling Mengesankan ala @nurulrahma

Sudah bisa ditebak lah yaaa…. Traveling paling mengesankan yang pernah aku alami, ofkorss tidak lain dan tidak bukan, manakala bisa ikutan Google Local Guides Summit di San Francisco, California, Amrik.

Seleksi (level internasional) dilakukan dengan sangat ketat. Hanya 151 peserta dari 62 negara yang bisa ikutan acara ini. I just feel honoured dan ngerasa nggak pernah kebayang aja bisa ketiban rezeki se-awesome ini. Alhamdulillah. TabarokAllah.

Saking sueneng pol, saya sampai menjadikan dua postingan terkait Google Local Guides Summit sebagai featured/sticky post di blog ini 😀 Ya gitu itu deh, kalo gagal move on. Acaranya udah 2 tahun silam, masiiiih aja terngiang-ngiang. Sama kayak cintamu  sama mantan yang paling susah dienyahkan #eh.

Tentang detail acaranya, ya aku agak-agak lupa gitu, ha wong udah 2 tahun jeh. Akhirnya, aku buka foto-foto terkait acara di SF, dan here we go, some random things about Google Local Guides Summit!

Random 1: Ogah Berangkat Sendirian

Jadi gini. Sebenernya saya, dan peserta lain itu detail flight-nya beda-beda lho. Ada yang pakai China Airlines, ada yang sempat ditawari JAL, saya sendiri sedari awal request pakai Singapore Airlines dan approved by pihak Google. Demi dengar kabar kalo temen2 beda flight, saya langsung panik.

*FYI flight saya ini rutenya: Surabaya – Singapore (transit Changi) – HongKong – Sang Francisco

“Duh, aku nggak mau berangkat dewean. Aku ini gampang ngantuk lho. Nanti kalau di Changi aku ketiduran trus nggak denger woro-woro kalo pesawatnya udah mau berangkat, pegimana?”

Akhirnya sekuat tenaga saya memohon mengiba-iba ke Kak Budiono dan Fahmi Adimara, untuk sama-sama pakai Singapore Airlines. Wis embuh piye carane, Alhamdulillah wa syukurilah… request kami dikabulkan!

Asyiiiik buanget dah traveling ama duo cowok unyu (hoeksss) bin gokil ini. Pokoke, selama traveling, saya ngerasa dijagain dua bodyguard, qiqiqiqiqi

Random 2: Balada Turis Budget Pas-pasan

Terserah ya, mau dibilang kikir/medit atau gimana, tapi yang jelas, sedari awal saya melecut diri sendiri untuk jadi turis HEMAT 😀 Ceritanya, biaya selama summit berlangsung (termasuk untuk urusan tiket pesawat, visa dan hotel di Hyatt Fisherman’s Wharf) semuanya ditanggung Google. Jadi kami nggak perlu khawatir tentang biaya selama 3 hari 2 malam.

Akan tetapi mosok jauh-jauh ke Amrik cuman dolan selama 3 hari? Ora puas kan cyyyn.

Walhasil, kami memutuskan untuk extend. Ini nih tantangannya  😀 Amrik apalagi San Francisco adalah kota yang mahal. Nasi goreng sepiring aja, harganya 200 rebu! Bujubuneennggg. Segala daya upaya dikerahkan supaya turis kelas menengah ngehe ini tidak pingsan kelaparan, tapi ya nggak boncos gitu lho.

Aku melirik Fahmi. Fahmi melirik aku. Kami saling melirik *halah*

“Mi. Kamu lagi diet kan?”

“Iya Mba.”

“Ya udah. Nasgornya kita beli 1 untuk berdua aja gimana?”

“Boleh, Mbak.”

Uhuuuk! Tante-tante berhasil mengajari ponakan untuk berhemat, iqiqiqiqi!

Random 3: Banyak Gelandangan (plus Orang Gila) yang Bikin Atuuuuuut

Jangan bayangkan Amrik itu indah-indah thok, gaes. Ternyata buanyaaak gelandangan, pengemis, tuna wisma bahkan orang gila yang beredar di sepanjang jalan. Masih mending kalo di Indonesia kan badannya kurus-kurus ya. Lah ini, GUEDEEE TINGGI BESAAARR teriak teriak gitu, huffft.

Pernah nih, pas jalan dari Union Square (semacam alun-alun) menuju USA hostel (tempat kami menginap) aku udah denger orgil lagi ngomel-ngomel. Fahmi jalan di sampingku….. si orgil masih aja ngomel-ngomel dan mak bedunduk udah berjarak sekitar 100 meter aja di DEPANKU, yo ngalaaaahhh, aku kok jadi atuuuuttt! You know what, aku BALIK KUCING alias mundur dan nyari Kak Budiono!

Itu refleks bin spontan aja. Aku soalnya ngerasa si orgil ini badannya guedeee dan Fahmi kan tidak se-ndut Kak Budiono 😀 Jadi aku melipir, nyari “bodyguard” yang lebih gempal qiqiqiqiiq

Kami bertiga ngakak setelah berhasil melampaui ranjau “orgil” tadi.

“Ya ampun Mbaaaa…. Gitu itu justru jangan tampakkan kalo sampeyan takut. Biasa aja, santaaaaii. Kalo kelihatan takut, nanti malah dikejar lho!” kata Fahmi dalam kekehnya.

Random 4: Jadi Makin Cinta Indonesia!

Seminggu berada di Amrik, membuat aku sadar kalau Indonesia itu indaaaahhh dan menyenangkan. Segalanya super murah (compared to harga-harga di Amrik qiqiqi) aneka kuliner di nusantara juga endolita tiada tara.

Kami bosan makan menu yang itu-itu saja. Udah gitu, banyak jebakan betmen, karena banyak menu dimasak dengan daging babi (pork) ataupun minyak babi (lard). Jadi, tiap jam makan, kerjaanku adalah: ngumpulin pisang cavendish 😀 atau buah-buahan lainnya yang sekiranya mengenyangkan dan bisa jadi substitusi menu makan.

Pokoke, berada di Amrik malah bikin aku kuangeeeennn dan cinta Indonesia!

“Golek sego pecel yuk. Aku arep nggawe konten YouTube ‘Makan Nasi Pecel di Amerika’ iki bakal lumayan view-nya,” ajak Kak Budiono.

Jadilah, kami berburu restoran yang menyediakan menu Indonesia, dan…. Hamdalah, ada Restoran BOROBUDUR –dari Namanya aja udah ketahuan kan?—yang bercokol PERSIS DI SEBERANG USA HOSTEL, tempat kami menginap!

Baca: Review USA Hostel, Rekomendasi di San Francisco

Whoaaaa ini sih kayak nemu oase di padang pasir! Ketemu dengan owner-nya yang super duper ramaaaahh 😀 Tapi sayang, kagak ada menu Nasi Pecel, bosquuu hihihi. Yo wis, pesen nasi uduk dan nasi rendang aja lah ya. Jangan lupa tempe goreng nyam nyam nyaaam, enyaaakkk!

Random 5: There is No Impossible!

Perjalanan saya ke Amrik ini membuktikan kalau tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Ibu-ibu mediokre seperti diriku, ternyata kalau Allah mengizinkan, kun fayakun! Bisa cusss, terbang menuju benua yang begitu jauhnya.

Terus terang, ketika kumpul keluarga besar, saya kerap dijerat rasa minder, kok. Ada adik iparku yang Direktur kampus, ada yang dokter spesialis patologi anatomi, ada yang bolak balik kerja di luar negeri, dengan salary 8 digit, ada sepupuku yang asisten direktur bank sentral, intinya HAMPIR SEMUA elemen keluarga besar adalah orang-orang TOP di bidangnya. Aku pernah cerita soal iparku di postingan ini

Aku tahu, bahwa minder itu nggak bakal membawaku ke mana-mana 😀 Tapi yeah, I’m still human! Jadi ya I embrace all the feelings, perasaan lemah lunglai tak berdaya tak berguna etc etc, kemudian ya aku berusaha untuk menyeimbangkan rasa hopeless itu dengan melecut diri sendiri.

Pada dasarnya, aku bukan manusia bodoh, lah. Dua kali lulus UMPTN (Di jurusan yang favorit pulak, Teknik Informatika ITS dan Ilmu Komunikasi Unair).

Pernah berkarir di sejumlah raksasa media dan perusahaan multinasional, Tentu ini sebuah milestone, yang harusnya membuat aku yakin dengan potensi diri.

Dan yaaah, begitulah. Cara Allah menghadirkan takdir demi takdir, terkadang sulit dipercaya. Tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi DIA, Sang Maha Segala.

Hansaplast Spray, Cairan Antiseptik Pembersih Luka #GakPakePerih

Yihaaa…!! Liburan sekolah kali ini terasa super panjaaaaang dan lamaaa 😀 Sampe bingung dah, mau ngapain aja. Perasaan udah main-main ke Jakarta dan Pamulang (Tangerang Selatan), trus udah ribet antar Sidqi buat ikutan Tes Potensi Akademik (TPA) dan daftar masuk SMP. Trus, urusan administrasi lalala yeyeye terkait doi masuk ke sekolah menengah pertama ntuh. Arggghh, ternyata kok ya liburannya tak kunjung berakhir 😀

Ya sudah, segala aktivitas pun dilakoni oleh Sidqi dan bolo pleknya. Most of the time, udah pasti lah ya, MABAR alias main bareng 😀 Kalo mulai bosan, mereka bakal ambil sepeda masing-masing dan keliling komplek. Kadang nyampe ke jalan MERR (Middle East Ring Road) alias jalan raya (yang pastinya rame beuds) deket rumah kami. Aku bolak/balik bilang udahlah sepedaan deket sini aja. Tapi…. namanya ABG cowok sih ya… semakin dilarang makin penasaran, haha. Huffft, ya sudah, pokoke ortu kasih restu dan doa saja, supaya semua outdoor + indoor activities senantiasa dalam lindungan Allah ta’ala.

Kapan hari itu, habis sepedaan, Sidqi pulang dalam kondisi manyun. Usut punya usut, dia baru aja jatuh di dekat rumah sohibnya. Ahhh, iya. Namanya juga bocah jatuh bisa terjadi kapan saja dan di mana saja ya. Bahkan, kita lagi duduk bengong di rumah aja, eh… bisa aja tuh, tiba-tiba kejungkal, jatuuuh deh.

Begitu Sidqi datang, dan cerita soal lecet-lecet di kaki dan tangannya, otomatis saya jadi ingat dengan Hansaplast Spray Antiseptik. Soale, kapan hari, aku main ke rumah Sista Kaka (sepupuku) trus, ada bocil-bocil yang lagi sibuk main, plus siap sedia produk Hansaplast Spray Antiseptik gitu.

Penasaran kan…. Ini produk apa?

***

Basically, Hansaplast Spray Antiseptik ini adalah Solusi Praktis dan Modern untuk Membersihkan Luka #GakPakePerih, Tidak Berwarna dan Tidak Berbau

Hansaplast Spray, Cairan Antiseptik Pembersih Luka #GakPakePerih

Ada data menarik kayak gini lho, Moms. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, berdasarkan urutan proporsi terbanyak untuk tempat terjadinya cedera, sebanyak 36,5% cedera terjadi di rumah dan penyebab cedera terbanyak adalah karena terjatuh sebanyak 40,9%.

Kalau zaman dulu kan kita pakai obat merah, ya. Kadang tuh ada rasa perih gitu, kalau luka ditetesi obat merah. Padahal, luka walau sekecil apapun tidak boleh dianggap ringan! Kudu banget ditangani dengan tepat.

Pertanyaannya, apa langkah pertama yang kudu dilakukan dalam proses penyembuhan luka? Jawabannya adalah….. yuk, kita membersihkan luka tersebut dengan benar untuk mencegah terjadinya infeksi.

Dokter Adisaputra Ramadhinara, selaku dokter spesialis luka bersertifikasi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia menuturkan, “Kandungan dalam banyak produk pembersih luka yang dijual bebas mengandung bahan yang bisa menyebabkan sakit perih dan meninggalkan noda. Bagi saya, pembersih luka yang meninggalkan noda tidak menjadi pilihan karena menutupi luka dengan warna yang bukan warna asli luka tersebut sehingga keadaan luka yang sebenarnya tidak bisa terlihat. Di klinik dan rumah sakit, saya lebih memilih untuk menggunakan obat pembersih luka yang mengandung Polyhexanide (PHMB) sebab tidak meninggalkan noda. PHMB juga tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa perih.”

***

Ow, ow, ow… sekarang aku paham, kenapa buibu millennial seperti sist Kaka selalu nyetok Hansaplast Spray Antiseptik di rumah.

Yep! Ini adalah inovasi terbaru yang praktis dan modern untuk membersihkan luka, dengan kandungan utama Polyhexanide (PHMB).

Sebenarnya, Polyhexanide (zat antiseptik yang banyak digunakan oleh para dokter karena tidak perih, tidak meninggalkan noda dan dan tidak berbau) banyak digunakan di klinik dan RS dan tidak dijual bebas. Akan tetapi, Hansaplast sudah memformulasikan zat antiseptik tersebut agar tersedia dalam bentuk produk OTC / Over The Counter – produk yang djual bebas tanpa resep dokter. Jadi kita bisa beli kapan saja, di apotek terdekat deh 😀

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi http://www.hansaplast.co.id dan melalui akun Instagram resmi Hansaplast @Hansaplast_ID dan Facebook Fanpage @HansaplastID