Mudik Asyik bareng DAIA

Namanya rezeki itu, terkadang datang begitu saja, dari arah yang tidak disangka-sangka. Begitu juga dengan rezeki mudik tahun ini. Alhamdulillah wa syukurilah, Lebaran 2019 kali ini, kami berkesempatan untuk mudik dan explore Jakarta! Thanks to #MudikWarnaWangiDAIA 😀

Kami berangkat Kamis, 30 Mei dari Stasiun Gubeng Surabaya, bareng pemenang kuis lainnya.

Seruuu pake banget! DAIA udah mem-book satu gerbong KA wisata khusus buat kami.

KA-nya kereeennn buanget! Fasilitas lengkap top markotop! Dan, kita bisa karaoke sepuasnya qiqiqiqiqi 😀

Sebagai “banci mic karaoke” udah pasti dong, eikeh yg siap maju grak, buat nyenyong ama temen2 semua.

Mulai lagu “INIKAH CINTA” by ME, trus “DAN”-nya Sheila on 7, sampai “Price Tag”-nya Jessie J dan “Can’t Stop The Feeling” by Justin Timberlake, hayuk dah, hajar bleeehh. Aku juga duet ama Kak Andy dari Wings Group (yg jadi tour leader acara ini) nyanyik “Cinta dan Rahasia”-nya Yura Yunita feat. Glenn Fredly.

Makanan yg disajikan juga serba maknyuss! Trus, kita juga bisa ambil Mie Sedaap Cup, Teh Javana dan aneka snack dari WingsFood.

Pokoke ini mudik ter-assoy geboy deh 😀

Makasiiii buanyaaakk DAIA 😀

Advertisements

Resep Kue Cubit Menul menul dan Anti-Gagal

Resep Kue Cubit ala Dapur Emaknya Sidqi

Salah satu keberkahan Ramadan yang aku rasakan adalah: Tersiram hidayah untuk semangat nguprek di dapur! Ini ajaib banget sih 😀 Soale, selama ini aku lebih suka order Go-Food atau jajan di aneka destinasi kuliner sekitar rumah. Lha kok di bulan puasa ini, rasanya kayak ada ”panggilan jiwa” (halah) untuk uji nyali keterampilan, kepekaan dan kesabaran dengan MEMASAK.

Bisa jadi nih, karena aku lagi demen buangeeettt ngikutin aneka tutorial masak di channel YouTube “Puguh Kristanto Kitchen”. Dek Puguh ini slogan channel-nya super cihuy banget. “Masak Sederhana, Diawali dengan Doa, Bahan Seadanya Hasil Istimewa!” Udah gitu, doi tuh suaranya khas arek Jatim banget! Penjelasannya runtut dan pokoke inspiring deh. Coba kalian main-main ke YouTube-nya. Dijamin, bakal teracuni buat masak juga kayak diriku! Hahahaha.

Continue reading

Siap-siap….Indonesia Bakal Jadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia!

Semangat Halal Lifestyle di Era Milenial Harus Menghujam dalam Jiwa Kita!

Siapa di sini yang concern banget untuk SELALU menjadi konsumen produk yang halal dan baik? Alhamdulillah, banyak yang ngacung ya 😀 Belakangan ini, kepedulian masyarakat terhadap urgensi produk halal memang meningkat pesat. Kudos to aneka media yang begitu semangat men-deliver pesan tentang Halal Lifestyle di Era Milenial. Iya lho, sebagai muslim(ah), kita kan memang wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai way of life. Dalam salah satu ayat, Allah berfirman,

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”(Al-Baqoroh 168)

Continue reading

Bukber Tanpa Rempong Pakai GO-CLEAN Paket Ramadan!

Alhamdulillaah….. super duper happy kalau Ramadan tiba. Buanyaak banget keajaiban yang aku dapatkan di bulan Ramadan. Cah lanangku, Sidqi, lahirnya juga di bulan Ramadan. Dan, di bulan suci tahun ini, segala puji bagi Allah Sang Maha Penguasa Semesta, nilai USBN Sidqi sudah keluar. Skor yang dia dapatkan 284 atau rata-rata 94,67!

Sungguh, ini benar-benar melebihi ekspektasi aku sebagai emaknya. Selama ini, aku sama sekali nggak punya target nilai atau ranking apalah apalah gitu buat Sidqi. Tapi dia tuh punya determinasi yang sangat strong. Selama musim ujian, Sidqi belajar extra keras, bisa ngelembur belajar sampai jam 23.00, dan dia punya ambisi untuk masuk ke salah satu sekolah favorit di kota kami!

Continue reading

Berburu Diskon Produk Elektronik di Best Denki Indonesia

Bagi seorang wanita, yang namanya belanja bisa jadi merupakan sebuah kebutuhan dan hobi yang sangat sulit untuk dihilangkan. Apalagi untuk Anda yang tidak memiliki waktu berbelanja keluar masuk toko karena berbagai alasan, bisa jadi karena kesibukan pekerjaan, kesibukan mengurus bayi di rumah dan hal lainnya. Sehingga belanja online tentunya bisa dijadikan sebagai salah satu solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan yang ingin dibeli namun dengan cara sangat simpel

Pilihan Produk Terbaik Elektronik di Best Denki

Continue reading

Trafik Data Terus Meningkat di Kawasan Timur Indonesia, XL Axiata Siapkan Jaringan Hadapi Libur Lebaran

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meningkatkan kualitas jaringan data di Kawasan Timur Indonesia, termasuk Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timut (NTT), dan Sulawesi. Untuk itu, penguatan jaringan data ini terus dilakukan seiring dengan tumbuhnya trafik dan berkembangnya jumlah pelanggan di kawasan ini. Menyambut libur panjang Lebaran 2019 yang sudah semakin dekat, XL Axiata juga telah menyiapkan jaringan di seluruh wilayah layanan East Region yang meliputi 10 provinsi.

Group Head XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim mengatakan, “Saat ini, di wilayah East Region sudah terdapat lebih dari 32 ribu BTS, termasuk di antaranya lebih dari 8.300 BTS 4G dengan total  jumlah pelanggan lebih dari 12,6 juta untuk area Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan seluruh Sulawesi. Untuk Trafik layanan di East Region setahun terakhir naik mencapai sekitar 58%. Pencapaian ini tentu perlu kami imbangi dengan pembangunan infrastruktur jaringan secara memadai agar kualitas layanan tetap prima.”  

Menurut Imam Mualim, trafik layanan data tumbuh signifikan di hampir semua provinsi wilayah East Region terutama karena kepuasan pelanggan atas kualitas layanan yang terus meningkat. Hal ini bisa tersajikan karena berimbangnya antara semakin baiknya kualitas jaringan dan berbagai penawaran produk layanan data yang memang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di semua segmen melalui brand XL dan AXIS.

Khusus untuk menyambut masa libur panjang Lebaran tahun ini, XL Axiata East Region telah secara serius melakukan persiapan baik dari sisi jaringan maupun produk layanan. Kapasitas jaringan di seluruh area rata-rata telah ditingkatkan menjadi dua kali lipat untuk antisipasi kenaikan trafik yang diperkirakan akan naik sekitar 43 % dari trafik hari normal. Untuk area Jawa Timur, merujuk pada tahun-tahun sebelumnya, peningkatan tertinggi diperkirakan akan terjadi di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Banyuwangi. Sementara itu, area Bali peningkatan tertinggi diperkirakan akan terjadi di Kabupaten Buleleng. Area Nusa Tenggara Barat di Kabupaten Lombok Timur, sedangkan di Sulawesi diperkirakan terjadi di Kota Makassar.

Untuk jaringan, selain meningkatkan kapasitas secara umum sesuai kebutuhan, XL Axiata juga telah menyiapkan dukungan Mobile BTS (MBTS) di sejumlah wilayah yang memerlukan yaitu di Exit Tol Ngawi dan beberapa titik di Jawa Timur serta di Kota Palu -Sulawesi Tengah. 

Dari sisi produk layanan, pelanggan XL dan AXIS juga bisa mendapatkan penawaran khusus selama bulan Ramadan dan Lebaran. XL Axiata telah menyiapkan paket inovatif “Xtra Rejeki”. Paket data terbaru ini memberikan cashback untuk pelanggan kartu XL. Selanjutnya pelanggan bisa menggunakan cashback tersebut untuk mendapatkan potongan harga hingga Rp 1,2 juta guna membeli smartphone tipe apa saja yang dijual di online partner tertentu. Info lengkapnya dapat diakses melalui https://www.xl.co.id/id/mobile/prabayar/paket/internet/xtra-rejeki.

Pada layanan pascabayar, pelanggan bisa mendapatkan manfaat dari beragam pilihan paket seperti Prioritas Ramadan 2019. Pada paket ini, pelanggan baik lama maupun baru akan mendapatkan penawaran harga khusus untuk beragam pilihan paket Prio. Selengkapnya mengenai produk ini dapat diakses melalui https://prioritas.xl.co.id/en/news-promo/promo/ngabuburit.

Untuk pelanggan AXIS, telah tersedia Paket OWSEM dengan tambahan berbagai benefit baru. Paket ini merupakan paket pertama di Indonesia dengan unlimited gaming. Pada paket yang baru ini, selain kuota yang besar, pelanggan akan mendapatkan harga yang terjangkau, serta berbagai akses ke sejumlah aplikasi media sosial hingga games. Paket OWSEM yang paling sesuai dengan anak muda adalah paket 24GB dengan harga Rp 51.900. Paket ini terdiri dari kuota 3GB kuota utama, 9GB kuota malam, 6GB kuota sosial media, 6GB kuota musik, danunlimited gaming. Selain paket ini, pelanggan juga dapat menikmati varian paket OWSEM lainnya. Untuk detail mengenai paketnya dapat dilihat di website www.axisnet.id/owsem.

Lebaran Tahun Ini Mudik ke Mana? Kalau Kami Mudik ke Jakarta!

Mudik ke Mana Lebaran Tahun Ini? Kalau Kami Mudik ke Jakarta!

Lebaran sebentar lagiii…. Yuk mudik yuuuk. Kalian mudik ke mana tahun ini? Biasanya mudik kan identik dengan pulang ke kampung halaman alias desa ya. Tahun-tahun sebelumnya, aku biasa mudik ke Pacitan, Jawa Timur. Tapi, semenjak ibu dan nenekku sudah berpulang, maka rute mudikku berubah!

Dua tahun terakhir ini, kami justru mudik ke Jakarta!

HAHA. Sungguh anti-mainstream yak. Orang-orang pada pulang kampung, ehhh… kami malah pulang kota, hehee. Sebenarnya ibu mertuaku tinggal di Surabaya. Tapi, putra/putrinya banyak yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Trus, aku juga bosen kan kalo kudu stay di Surabaya melulu. TRIIIINGG! Muncullah gagasan (anggap aja terkesan) brilian, gimana kalo kita yang nyamperin sodara-sodara iparku di Jakarta aja. Kalo dihitung-hitung, insyaAllah budget mudik lebih irit kok 😀

Pertanyaannya…. Mudik di Jakarta apa asyiknya sih?

Hehe. Memang kudu diakui, suasana Lebaran di desa jauuuuhh lebih menyenangkan. Aura masyarakat pedesaan kan lebih ‘semedulur’. Hmm… apa ya Bahasa Indonesianya, sangat menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan persaudaraan gitu lah. Wajah-wajah teduh dan nuansa “selo” ini yang bikin hati semakin semriwing manakala lebaran di desa.

Kalau lebaran di kota? Yeah, tahu sendirilah kayak gimana tipikal masyarakat urban 😀 Serba kemrungsung, segalanya kudu cepat, tangkas, gegas, dan (suka tidak suka) harus kita akui kalau masyarakat kota kerap terperangkap dalam hedonisme dan materialisme, hahaha. Eits, ngga usah baper ya sist, karena akupun juga begitchuuu kok. Namapun hidup di kota besar kan segalanya butuh duit, dan apapun dibandrol dengan harga lumayan mahal. Jadiii, ya wajar lah kalau kita saksikan masyarakat urban yang rela jumpalitan ke sana ke mari demi biaya hidup (dan gaya hidup) yang makin membumbung tinggi 😀

Oke. Mari kita akhiri sesi curhat kali ini. Balik lagi ke pertanyaan semula, mudik di Jakarta apa asyiknya sih? Kira-kira apa yang akan kami lakoni sepanjang masa mudik di Jakarta tahun ini?

(1). Menjajal MRT

Yesss…. MRT gaesss, MRT! Mass Rapid Transport yang baru saja di-launching ini tentu jadi sumber ke-kepo-an akut buat aku dan Sidqi, my kiddo. Kami udah ‘booking’ Om Reza (adik iparku) untuk jadi local guides dan mengantarkan kami untuk menjajal MRT. Bangga banget dong, karena INDONESIA punya MRT! Karena MRT belum ada di Surabaya, ya sudah… mari kita manfaatkan momen mudik kali ini untuk feel the MRT experience, yeayyy!

(2). Main ke Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta ini bukti kepiawaian mengemas lokasi jadul menjadi tampak trengginas, meriah dan super menyenangkan! Jalan-jalan dan menyaksikan keriuhan Kota Tua Jakarta, ini udah jadi hiburan yang awesome buat kami.

Apalagi, kalau bisa naik sepeda yang super outstanding ituuuuh. Menikmati kulineran yang ada di sekujur penjuru Kota Tua, atau nongkrong cantik di Kafe Batavia. Aaaakkk, sedaaappp!

(3). Menyesap Semangat Seniman Kontemporer di Museum MACAN

Sidqi, anakku, belakangan ini hobi banget menggambar! Karakter manga ia goreskan dengan begitu rapih, dan komposisinya juga cihuy! Sebagai orang yang awam bin plonga-plongo soal seni, aku lumayan takjub dengan skill dan perkembangan seni ala Sidqi.

Maka dari itu, aku udah memasukkan kunjungan ke Museum MACAN dalam itinerary kami kali ini.

Baca: Museum MACAN di Jakarta 

Moga-moga waktunya cukup, karena Sidqi juga mupeng banget main ke berbagai mall grande di Jakarta. Walaaah, di Surabaya kan banyak mall, ngapain jauh-jauh ke Jakarta, eh ujung-ujungnya nge-mall juga?

Well…. Mall zaman now juga banyak spot instalasi seni, lho. Kalau museum MACAN terlalu jauh dari lokasi kami menginap, yaaaa artinya kita bisa dong, cari alternatif menikmati karya seni di fasilitas publik, seperti mall 😀

(4). Menikmati Sepenggal Bali di Resto Jimbaran, Ancol

Ulalaaaa…. Ternyataaaa, di Jakarta kita bisa menemukan spot dengan suasana yang Bali banget! Ada Resto Jimbaran yang berlokasi di Ancol. Aneka kuliner seafood siap menggoyang perut! Uenaaaakkk semua.

Trus, para penari Bali juga siap menampilkan performa terbaik mereka. Restonya outdoor, menghadap pantai pulaaak. Weleh deleeehh ini sih assoy geboy!

***

Planning udah disusun. Kesehatan harus dijaga supaya mudik kali ini lancar jaya! Kami juga punya rencana untuk dolan ke kota lain, ke Bogor atau Bandung, misalnya.

Sudah pasti musim Lebaran gini harus menyusun strategi secara komprehensif. Booking Villa kudu dilakukan dengan seefektif mungkin. Hayuklah berdiskusi dengan para peserta mudik, jangan sampai momen setahun sekali ini jadi ambyar berantakan gegara koordinasi yang kurang sip markosip.

Are you ready buat mudik season tahun ini? BISMILLAH. Semoga semua lancar dan penuh berkah yaaaa.  Selamat Mudik dan Seru-seruan ketemu keluarga besar! Jangan baper kalau dapat berondongan tanya “KAPAN?” ya? Kapan Nikah? Kapan Skripsi? Kapan Punya Anak? Kapan Ngasih Adik? Heheheh. Intinyaaa… Enjoy Lebaran! Kalau ada kalimat-kalimat yang nggak asyik, Hempaskan aja Beiiibb!(*)

Jadi Nasabah SOBATKU (Simpanan Online Sahabatku) Bisa Menang Undian Ratusan Juta!

Haihaiii, selamat menjalankan ibadah Ramadhan, ya. Semoga ALLAH menerima semua amal baik kita. Aaamiiin.

Eh, btw, aku mau cerita dong. Pekan lalu, aku kontak-kontakan dengan beberapa blogger cewek Surabaya. Kita pingin meet up di Galaxy Mall (GM), salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya Timur. Nah, ternyataaaa…. di hari Jumat (3 Mei) itu lagi ada KEPO Market. Whoaaa, pas bangeeett!

KEPO Market ini semacam bazaar festival yang menjual buanyaaaaaakkkk banget kuliner yang super duper menggiurkan.


Udah gitu, harganya cucok meooong!!!

Yang lebih bikin hepi lagi, kalau kita belanja pakai aplikasi SOBATKU, maka dapat cashback 30 persen dari tiap transaksi yang kita lakukan! Asik asiiiikkk 😀

SOBATKU, Cara Menabung Online Kekinian

Hare gene, kita pasti banyaaak melakukan transaksi finansial berbasis digital. Semua bisa kita lakukan hanya bermodal gadget dan kuota data semata. Well, saya bersyukur banget ada SOBATKU. Yap SOBATKU ini adalah Simpanan Online Sahabatku, yaitu layanan simpanan online berbasis mobile aplikasi yang diterbitkan oleh KSP Sahabat Mitra Sejati (dengan merek dagang Sahabat UKM)

Gimana sih cara menjadi nasabah SOBATKU? Gampang banget, aseliiik.

Untuk bisa menabung di SOBATKU, kita harus download aplikasi SOBATKU melalui Google playstore. Lalu, isi data-data dengan lengkap dan tentunya jangan lupa melengkapi foto KTP. Nantinya bakal ada verifikasi dari tim SOBATKU. Voilaaa, udah jadi deh virtual account kita.

Keunggulan lainnya adalah tidak ada biaya administrasi seperti bank lain, tanpa minimal saldo dan sangat mudah apabila akan transfer antar akun SOBATKU. Sedangkan untuk top up atau mengisi saldo, bisa lewat Alfamart atau Alfamidi.

Kita juga dapat mengirim dana melalui aplikasi SOBATKU ke sesama pengguna SOBATKU. Dana akan diterima secara langsung atau real-time beserta dengan notifikasi di aplikasi dan riwayat transaksi.

Undian SOBATKU di Galaxy Mall Surabaya

Selain keistimewaan itu, kita juga berkesempatan menang undian dari SOBATKU.

Awal Mei ini, SOBATKU bertandang ke kota Surabaya setelah sebelumnya melangsungkan roadshow sejumlah kota, yakni: Jakarta, Medan, Bandung dan Makasar. Acara yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali ini, bertepatan dengan waktunya pengundian hadiah utama berupa tabungan 100 juta dan hadiah umroh buat 4 pemenang! Wiiiksss, SERATUS JUTA boooo 😀

Sebelumnya (4 Mei), dilaksanakan press conference bersama media dan blogger. Yang dihadiri oleh wakil dari KSP Sahabat Mitra Sejati (KSP SMS) Atim Darmanto- Area Manager SUKM Jawa Timur, Ceppy Y Mulyana – Ketua Pengurus KSP Sahabat Mitra Sejati dan Oktavia Laksmi Wardani – Head of SOBATKU.

Sedangkan wakil dari Bank Sahabat Sampoerna (BSS) yang menjadi Mitra Bisnis KSP Sahabat Mitra Sejati adalah Hendra Setiawan – Regional Business Head Bank Sahabat Sampoerna juga tidak ketinggalan yaitu Michael Putra Bani – CEO Kepo Market.

Berikut ini adalah nama-nama pemenang hasil undian tanggal 04 Mei 2019 yaitu :

Pemenang Utama Nasional 100 Juta : Andrew Affendy – Jakarta Barat

Pemenang Umrah :

1. Idham, Bogor

2. Asgar R. Alie, Luwu Timur

3. Lianati Wiriadiredja, Jakarta Barat

4. Oman Abdul Rohman, Tangerang Selatan

Hadiah khusus tambahan area Jatim berupa Umroh dimenangkan oleh Ibu Suyati dari Surabaya.

Waaah, senaaanggg dan bahagia ya. Yuk yuk, follow media sosial SOBATKU. Siapa tahu, kamulah pemenang undian berikutnyaaaaaa! 😀

Facebook : @sobatkuID

Twitter : @sobatkuid

Instagram : @sobatku_id

Website : SOBATKU

Mau Mengajukan Pinjaman Online? Ini Tipsnya!

Selamat datang di era serba online, big data and all about digital things! Sekarang ini kita bisa melakukan hal apapun, hanya bermodalkan gadget dan koneksi internet. Pesan makan, pesan taksi, pesan ojek, apapun! Termasuk mengajukan pinjaman online.

Tapi ingat, namanya hutang, harus kita perlakukan dengan super duper hati-hati dan detail. Jangan sembrono. Hutang tetaplah hutang, yang harus kita bayar dengan kerja sekuat tenaga. Apalagi, saat ini banyak banget entitas yang menawarkan aneka pinjaman. Teman-teman pernah dapat broadcast SMS atau random WA terkait “Anda sedang butuh pinjaman lunak? Hubungi xxxxx syarat mudah tidak pakai agunan langsung cair.” Nah, jangan langsung percaya begitu saja. Sikap kritis harus selalu dikedepankan kalau terkait hal hutang piutang seperti ini.

View this post on Instagram

Sobat OJK, perkembangan teknologi telah merambah ke seluruh sendi kehidupan, tak terkecuali sektor jasa keuangan (SJK). Salah satunya adalah perkembangan financial technology (Fintech) yang menjadi industri baru di SJK. Fintech merupakan sebuah inovasi yang memanfaatkan teknologi dalam mekanisme atau sistem transaksi keuangan spesifik di sektor ini.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Ada banyak manfaat dari perkembangan fintech, antara lain, jangkauan luas, mendorong pertumbuhan ekonomi, menyediakan lapangan pekerjaan baru meningkatkan inklusi keuangan, serta memperluas akses modal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Sebagaimana karakteristik teknologi, jenis Fintech bermacam-macam antara lain: (1) Capital Raising, seperti yang dilakukan oleh perusahaan Ideave, kitabisa.com, dan Wecare. (2) Peer-to-Peer Lending baik deposit maupun lending, seperti yang dilakukan oleh perusahaan Amartha, Crowde, Igrow, dan Kredivo. (3) Insurance Technology (Insurtech), seperti Premikita, Premiro, dan Rajapremi. (4) manajemen investasi, seperti Bareksa, Jojonomic, Ngaturduit, Olahduit, dan Online-Pajak. (5) Market provisioning ataupun market aggregator seperti Aturduit, Bursadana, Cekaja, Cermati, dan Privy. (6) Pembayaran, seperti e-wallet, Go-Pay, OVO, dan Kartuku. Jenis-jenis fintech dari poin satu hingga lima berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedangkan poin enam berada di bawah pengawasan Bank Indonesia (BI).⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Nah, sekarang sudah tau kan jenis-jenis fintech dan apa perbedaan fintech lending dengan fintech lainnya.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Perlu diketahui, semua layanan keuangan berbasis digital yang telah disebutkan di atas berada dibawah pengawasan OJK dan BI. Oleh sebab itu, perusahaan yang bergerak di bidang fintech tersebut haruslah mendaftarkan diri ke OJK.⁣⁣ ⁣ #OJK⁣⁣ #OJKIndonesia⁣⁣ #IKNB⁣⁣ #Fintech

A post shared by Otoritas Jasa Keuangan (@ojkindonesia) on

Amankah Berhutang via FinTech?

Hutang sebaiknya dilakukan untuk sesuatu yang produktif. Untuk modal usaha, misalnya. Kalaupun terpaksa banget banget berhutang untuk sesuatu yang urgent (misal: saudara sakit atau tertimpa musibah), ya bagaimana caranya kita harus tetap mengedepankan akal sehat dan kedewasaan dalam bersikap dan mengambil keputusan.

Karena entah mengapa. Belakangan ini banyak kasus menyedihkan bermula dari hutang piutang. Tentu banyak faktor, salah satunya kurangnya pemahaman penghutang akan skema kredit, bunga sekaligus resiko yang jadi satu paket di dalamnya.

Apalagi begitu tahu ada pinjaman yang bisa diakses melalui handphone! Wahh, kadang ini bikin kalap. Tanpa banyak cang cing cung, tidak sedikit orang yang langsung sorak sorai demi mengetahui kalau hutang bisa dilakukan modal jempol dan koneksi internet doang. Tinggal download aplikasi, isi data KTP, klak klik klak klik… voila! Sejumlah nominal utang siap meluncur ke rekening tabungan. Padahal, banyak syarat dan ketentuan berlaku di balik semua itu.

Tentu saja, financial literacy sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Saat ini dunia FinTech (Financial Technology) tengah berkembang dengan begitu pesatnya. Saking banyaknya Lembaga peer-to-peer lending berbasis FinTech ini, calon penghutang seakan-akan mendapatkan durian runtuh. Seolah-olah, banyak banget solusi yang muncul dari segala arah. Padahal, tidak semua FinTech itu kredibel. Bahkan, di sejumlah media bisa kita baca bahwa, di awal tahun 2019 ini sebanyak 231 FinTech (Financial Technology) sudah diblokir oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)! 

Penyebabnya beragam. Di antaranya, Fintech tersebut dihentikan operasinya lantaran tak mengantongi izin dari OJK. Selain itu, muncul sejumlah pengaduan dari masyarakat bahwa ada beberapa Fintech yang sistem penagihannya tidak beretika. Termasuk menyadap data pribadi, serta menjelek-jelekkan kondisi penghutang (yang mungkin gagal bayar) ke grup WA. Ada pula yang memasang bunga sangat tinggi dan mencekik, sehingga merugikan penghutang/korban.

View this post on Instagram

Sobat OJK, sampai saat ini Satgas Waspada Investasi telah menghentikan 635 perusahaan Fintech Lending ilegal. ⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Satgas Waspada Investasi telah melakukan upaya pencegahan dan penanganan yang sangat tegas terhadap Fintech Lending ilegal sebagai berikut:⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ 1. Mengumumkan Fintech Lending ilegal kepada masyarakat.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ 2. Mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ 3. Memutus akses keuangan dari Fintech Lending ilegal:⁣⁣⁣ a. Menghimbau perbankan untuk menolak pembukaan rekening Fintech Lending ilegal tanpa rekomendasi OJK dan melakukan konfirmasi rekening existing yang diduga Fintech Lending ilegal⁣⁣⁣ b. Meminta Bank Indonesia untuk melarang Fintech Payment System memfasilitasi Fintech Lending ilegal. ⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ 4. Menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ 5. Peningkatan peran Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk penanganan Fintech Lending ilegal.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ 6. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan untuk menggunakan Fintech Lending yang legal.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Pastikan Sobat OJK hanya menggunakan Fintech Lending legal yang terdaftar dan berizin di OJK.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Untuk mengetahui Fintech Lending legal yang terdaftar dan berizin di OJK silahkan klik https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Penyelenggara-Fintech-Terdaftar-di-OJK-per-Februari-2019.aspx⁣ ⁣ #OJKIndonesia⁣ #OtoritasJasaKeuangan⁣ #SatgasWaspadaInvestasi⁣ #FintechLending⁣ #RepublikIndonesia

A post shared by Otoritas Jasa Keuangan (@ojkindonesia) on

Total jenderal sudah ada 635 FinTech illegal yang operasinya dihentikan oleh OJK. Waaaw, banyaaaaak banget ya.

Tips Mengajukan Pinjaman Online

Nah, jadi bagaimana? Kalau memang berencana mengajukan pinjaman online, tetap waspada dan teliti. Berikut tipsnya:

(1). Pelajari dengan detail seluruh syarat dan ketentuan di FinTech yang Anda pilih

Yang diblokir OJK sudah ada 635 FinTech. Yang masih eksis? Tentu banyak! Dari sekian jumlah FinTech itu, tentu karakteristiknya macam-macam. Tingkat suku bunga beragam. Metode penagihan, dan apa yang terjadi bila gagal bayar, juga beragam tindakan yang diterapkan. Silakan pelajari dengan teliti. Walaupun perjanjian ini dilakukan secara online (alias tidak bertatap muka), tapi transaksi hutang piutang ini melibatkan uang beneran alias transaksinya juga benar-benar riil. Orang-orangnya juga beneran ada. Investornya orang beneran. Debt-collector-nya pun manusia sesungguhnya.

(2). Cari Rekomendasi atau Review dari Nasabah

Akan lebih baik lagi kalau Anda menemukan honest review dari nasabah yang pernah menjajal layanan FinTech tersebut. Bisa jadi teman, saudara, tetangga, atau mungkin entrepreneur yang tengah membuka coffee shop di seberang rumah Anda adalah nasabah FinTech juga? Who knows? Coba ajak ngobrol, dan tanyakan bagaimana opini dia terkait FinTech yang Anda maksudkan.

(3). Berdiskusi dengan Istri atau Saudara/ Teman Dekat sebelum Memutuskan untuk Berhutang Online

Ada baiknya, urusan hutang ini juga diketahui oleh pasangan hidup kita. Jangan sampai tiba-tiba istri kita dikirimi WA berupa tagihan hutang atas nama suaminya. Lalu ia terkaget-kaget, dan berkobarlah perang dunia ketiga. Jangan, ya. Urusan finansial ini harus dibahas secara clear. Jangan dianggap tabu. Justru harus ada keterbukaan tentang keuangan. Jangan malu. Berani berhutang, artinya harus berani menanggung resiko melakukan segala daya dan upaya untuk membayarnya hingga lunas!

(4). Cari yang Terdaftar di OJK

Demi keselamatan hidup dan kondisi finansial Anda, bertransaksilah dengan FinTech yang hanya terdaftar di OJK. Sebagai otoritas tertinggi yang menjadi “payung” untuk FinTech, OJK tentu punya kredibilitas dan kuasa penuh. Sehingga setiap FinTech yang “approved by OJK” dipastikan relatif aman.

Akan tetapi, sekali lagi, Anda harus tetap bersikap dewasa dan bijaksana tatkala memutuskan untuk mengajukan pinjaman online. Karena itu, carilah informasi dengan seakurat mungkin. Aneka asupan data dan fakta nan kredibel bisa Anda dapatkan di: https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online. Untuk segala informasi terkait finansial, ayo Cari Info di CekAja.com

Sistem Zonasi Pendaftaran SMP yang Menafikkan Kerja Keras Siswa SD

Zonasi yang Menafikkan Kerja Keras Siswa SD

Begitu membaca Headline di halaman Metropolis Jawa Pos Sabtu (27/4) dan Minggu (28/4) lalu, jantung saya serasa melorot ke dengkul. Penerapan Sistem Zonasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tingkat SMPN tanpa nilai UNAS, tanpa sekolah Kawasan. Tak ada seleksi nilai atau adu pintar untuk masuk SMP Negeri tahun ini. Lebih lanjut, artikel ini memaparkan bahwa ada tiga jalur masuk SMPN.

Komposisinya, 90 persen berdasarkan zonasi (alias seberapa dekat jarak rumah murid –yang tercantum di Kartu Keluarga—dengan sekolah) 5 persen jalur prestasi dan 5 persen jalur mutasi (orang tua pindah kerja). Intinya, nilai USBN/UNAS bisa dibilang “Nggak onok regane” karena siswa yang tinggal lebih dekat dengan sekolah punya peluang tinggi untuk masuk. Sebaliknya, setinggi apapun nilai USBN, kalau rumah calon murid terbilang jauh, maka (boleh dibilang) tak ada peluang untuk tembus ke SMPN yang dituju.

View this post on Instagram

Salam Literasi! 😊🖐. #SahabatDikbud , Kemendikbud telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 51 Thn 2018 ttg Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Tidak banyak mengubah peraturan sebelumnya, aturan ini mendorong mendorong pelaksanaan PPDB yang nondiskriminatif, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. PPDB 2019 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar, maupun Pemerintah Provinsi untuk pendidikan menengah, wajib menggunakan tiga jalur, yakni jalur Zonasi (90%), jalur Prestasi (5%), dan jalur Perpindahan Orang tua/Wali (5%). Kuota paling sedikit 90 persen dalam jalur zonasi juga termasuk kuota bagi peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu (dibuktikan dengan bukti keikutsertaan Peserta Didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah/Pemda) dan/atau anak penyandang disabilitas pada sekolah yang menyelenggarakan layanan inklusif. . . Pelaksanaan #PPDB2019 diharapkan dapat mendorong sekolah lebih proaktif mendata calon siswa berdasarkan data sebaran anak usia sekolah. Jarak rumah ke sekolah menjadi pertimbangan utama dalam seleksi, bukan nilai rapor maupun hasil Ujian Nasional. Mendikbud meminta agar Pemerintah Daerah segera menetapkan petunjuk teknis (juknis) PPDB 2019 dengan berpedoman kepada Permendikbud No 51 Thn 2018. Petunjuk teknis harus mengatur kriteria, pembagian zona, dan pendataan siswa di setiap zona. Dan paling lambat diterbitkan satu bulan sebelum PPDB dimulai dan disosialisasikan kepada masyarakat. . . Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dilarang melakukan pungutan dan/atau sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan #PPDB2019 maupun perpindahan peserta didik. Sekolah juga dilarang melakukan pungutan untuk membeli seragam atau buku tertentu yang dikaitkan dengan PPDB. Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota wajib memiliki dan mengumumkan kanal pelaporan untuk menerima laporan masyarakat terkait pelaksanaan PPDB. Masyarakat dapat mengawasi dan melaporkan pelanggaran dalam pelaksanaan PPDB melalui laman http://ult.kemdikbud.go.id. . . #ppdb #ppdb2019 #pendidikanuntuksemua #semuabisasekolah #zonasi

A post shared by Kemdikbud.RI (@kemdikbud.ri) on

Begini. Baru saja, anak saya menunaikan tugas aneka ujian seabrek. Ujian tengah semester, Ujian akhir semester, ujian praktik, ujian tulis, dan puncaknya adalah Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) alias UNAS. Alhamdulillah, sebagai tipikal ortu yang sama sekali tidak ambisius, saya tidak mendaftarkan anak ke Lembaga Bimbingan Belajar. Cukup dampingi tatkala ia belajar di rumah, dan saya arahkan untuk ikut belajar bersama teman-temannya.

Intinya, saya ingin ia menjalani ujian yang segabruk itu dengan happy, embrace the moment. Masalah skor USBN, prinsip yang terlontarkan, “Ibu akan bersyukur dengan nilai berapapun yang kamu dapatkan. Yang penting itu hasil kejujuran, tidak mencontek, dan kamu memang sungguh-sungguh belajar mendalami ilmu yang diajarkan Pak Guru.”

Karena itulah, sedari awal saya mengarahkan anak untuk daftar ke SMP yang dekat rumah saja. Akan tetapi, ortu dan anak memang tertakdirkan punya pandangan dan semangat berbeda. Ia begitu antusias untuk mendaftar ke salah satu SMP terfavorit di kota ini. Bahkan ketika akhir pekan sebelum USBN, ia mengajak kami untuk berkunjung ke SMP itu. Blusukan, ingin tahu seperti apa bangunan/fasilitas yang ada di dalamnya, dus aneka prestasi yang telah ditorehkan para siswa di SMP tersebut.

Ia pun makin excited, sepulang dari sana, beraneka ragam soal try out dan buku panduan USBN ia “lumat”. Berjam-jam ia berjibaku untuk menyelesaikan soal-soal Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Tak ada lagi waktu bersantai. Tak tersisa waktu untuk YouTube-an. Hingga suatu ketika, gurunya mengabarkan pada saya, bahwa ia meraih posisi peringkat 4 di Olimpiade plus Try Out USBN se-Kecamatan.

Ketika USBN, entah kenapa tiba-tiba anak saya muntah dan diare. Mungkin kolaborasi antara super excited, nervous, dan ambisinya agar meraih nilai terbaik dan bisa tembus ke SMP yang ia idam-idamkan. Saya terus-menerus rapalkan doa dan bilang, ”Udaaah, santai saja! Kamu nggak masuk SMP itu, juga nggak papa. Kan masih bisa coba SMP yang lain. Nilai berapapun disyukuri saja!”

Di hari kedua UN, dia masih diare. Saya tawarkan untuk izin UN susulan saja. ”Nggak, Bu. Aku harus ikut UN! Doakan semua nilaiku Matematika 10, Bahasa Indonesia 10, IPA 10!” Ia memasang kertas dengan tulisan spidol besar di kamarnya. Skor UN 30, SMPN Kawasan itu untuk aku! Optimisme yang membumbung tinggi. Untuk ukuran cowok ABG, determinasi anak saya terkadang rada mengejutkan.

***

Setelah saya sodorkan artikel tentang kebijakan PPDB, semangatnya jadi layu sebelum berkembang. Nglokro. Belum sempat masuk “medan perang”, ia sudah “kalah”. Walau sempat mengatakan, ”Tapi masih ada kuota 5% untuk jalur prestasi, Bu. Aku bisa daftar lewat jalur ini.”

LIMA PERSEN, Nak. Ayo kita berhitung. Anggap saja, tahun ini, SMP tersebut menerima 200 siswa, maka 5 persennya hanya 10 anak! Sepuluh anak ini kuota yang sangat seuprit. Bayangkan, para pelajar peraih olimpiade dan yang meraup skor UN tinggi, semuanya berebut kursi 5% itu!

Ia pun kian nglokro. “Aku nggak masalah masuk SMP dekat sini, kalau fasilitasnya sama. Tapi kita tahu sendiri kan Bu. Belum ada pemerataan fasilitas di semua sekolah.”

Apalagi, Sidqi juga berharap bisa menyalurkan talentanya di kancah digital, dengan ngeblog dan ngevlog. Tentunya, ia bakal memilih Web Hosting Indonesia terbaik. Sebagai orang tua, tugasku menyemangati dan mendukung ia.

***

Menutup tulisan ini, saya sebagai orang tua berharap kebijakan yang terbaik dan proporsional. Barangkali, bisa dipertimbangkan untuk merevisi komposisi jalur masuk PPDB. Untuk zonasi, 50%, prestasi 45% dan mutasi 5%. Gagasan “tidak ada SMP favorit” barangkali terdengar mulia, dan challenging untuk semua perangkat sekolah. Akan tetapi, menafikkan kerja keras dan semangat pelajar tatkala berjuang demi hasil terbaik ketika USBN, sungguh… membuat anak-anak kami, merasa sakitnya tuh di sini. Bapak/Ibu Kemendikbud dan Diknas semoga bisa berempati dengan hal ini. Ada sejumlah siswa yang mendedikasikan energi, waktu dan seluruh atensinya agar bisa menggapai nilai terbaik. Ada cita-cita yang mereka gantungkan.  Paling tidak, jangan “eksekusi mati” semangat mereka, dengan kebijakan “asal rumah dekat sekolah” semata.  (*)