Naik Suroboyo Bus, Bayar Pakai Sampah Plastik, Ayo Nikmati Destinasi Wisata Seru Surabaya!

Cuma Punya waktu kurang dari 24 Jam di Surabaya, Wisata ke Mana Saja Kita?

Surabaya punya wisata Heritage, Kuliner, Shopping dan Wisata Cinta Lingkungan!

“Hei, Nurul! Minggu depan, aku ada business trip ke Surabaya. Mau extend sehari aja, pengin eksplor keliling kota. Enaknya ke mana ya?”

Sebuah chat masuk ke WhatsApp. Dari sahabat yang lamaaaa banget tak bersua, dan ia ingin mengeksplorasi kota Surabaya tercinta. Hmm, kurang dari 24 jam. Tapi pengin menikmati ambience kota Pahlawan yang kerennya nggak ada obat. Baiklah. Ada baiknya kali ini, aku menjadi local guide yang bisa memberikan unforgettable experience untuk dia.

Ini itinerary yang saya susun. Barangkali ada teman, saudara atau bahkan Anda pembaca artikel ini yang ada rencana untuk ngetrip dan cuss ke Surabaya? Monggo bisa ikuti run down-nya ya.

Setiap ada teman/ saudara yang main ke Surabaya, saya selalu berceloteh soal bus ini.

“Lho, tapi aku kan nggak punya sampah plastik?”

“Kamu ikutan workshop, kan? Pesertanya pada dikasih air mineral dalam gelas atau botol, kan? Nah, kalau pas sesi break atau ishoma, coba deh, kumpulkan sampah-sampah plastiknya.”

“Berapa biji?”

“Kalau yang gelas cukup 10 aja. Atau, bisa juga dengan botol ukuran 600 mL kumpulkan 5 biji. Atau kalau botol 1,5 liter butuh 3 biji.”

“Oke, siap! Nanti aku coba.”

Sekian tahun silam, bisa jadi kita bakalan gengsi atau malas mengumpulkan sampah plastik ini, ya. Tapi, keberadaan Suroboyo Bus mengubah rasa gengsi menjadi peduli. Yap, sebagai warga Surabaya, kita punya kepedulian extra, untuk memilah dan memilih sampah organik dan an-organik. Plastik yang terkumpul ini nantinya bisa didaur ulang dan menambah pundi-pundi APBD Surabaya.

“Aku menginap di hotel jalan Ahmad Yani, jadi aku nunggu bus di mana ya?”

“Oh, nanti bisa banget naik di salah satu halte sepanjang Ahmad Yani. Ada tanda BUS STOP-nya.”

“Shiaaappp!”

Jam 10.00: Mall hopping plus window shopping di Tunjungan Plaza (TP)

Can you imagine, dalam satu areal ada mall sampai 6! Yap, mall TP 1, TP 2, TP3, TP 4, TP 5, TP 6!” tukas saya.

Kita bisa turun di halte bus Kaliasin. Memasuki mall ini, wooowww, rasanyaaaa… langsung ternganga! TP menyediakan SEMUA kebutuhan duniawi kita, dengan aneka brand dan range harga yang super variatif.

Shopping baju olahraga di TP!

Dan yang penting lagi, kalau mau olahraga tapi bisa cuci mata, ya jalan-jalanlah ke TP, haghaghag.

Kuy, belanja emas berlian di TP!

Nyam nyam, asyiknya kulineran di TP

Kalau lapar melanda, nggak perlu khawatir. Buanyaaaakk tenant makanan yang ada di TP. Saya personally paling suka ke food court TP 3.

Jam 11.30 Mengarungi Histori Keluarga Sampoerna di House of Sampoerna

O iya, tiket Suroboyo Bus ini berlaku sampai 2 jam ke depan ya. Kita masih bisa naik bus tanpa perlu membawa sampah plastik lagi. Cukup tunjukkan struk tiket pertama.

Akan tetapi, kalau sudah lebih dari 2 jam, ya artinya kita kudu setor sampah baru.

“Yaaahhh, aku nggak ada sampah plastik lagi nih…” keluh sahabat saya.

“Tenang! Aku kan punya kartu setor sampah. Nanti kita naik Suroboyo Bus pakai tiket ini aja!”

Kartu Setor Sampah yang praktis banget!

Yap. Kalau kita rajin mengumpulkan sampah plastik, lalu menyetornya ke Bank Sampah yang disediakan Pemkot Surabaya, maka nantinya kita bisa dapat kartu setor sampah seperti ini. Praktis, kan?

Destinasi selanjutnya yang saya sarankan adalah: House of Sampoerna. Kita naik Suroboyo Bus (dari Halte Kaliasin) dan turun di Halte Rajawali. Setelah itu, jalan dikit aja, sekitar 500 meter untuk menuju ke museum ini.

Di depan Museum House of Sampoerna

House of Sampoerna menyuguhkan perjalanan Liem Seeng Tee, pendiri pabrik rokok PT HM Sampoerna. Mulai periode ketika ia menjadi pedagang asongan di kereta ekonomi, lalu menjalankan usaha rokok kretek skala rumahan, hingga “meraksasa”-nya industri rokok yang ia punya .

Berada di sini, kita serasa memasuki lorong waktu, ikut merasakan momentum perjalanan imperium bisnis keluarga Sampoerna, mulai dari “bukan siapa-siapa” hingga menjadi raksasa di industri rokok.

Selain menikmati Museum, kita juga bisa naik bus merah Surabaya Heritage Track yang ada di sini. Namun, sebaiknya kudu reservasi terlebih dahulu, karena seat terbatas banget!

Kita bisa banget ngopi-ngopi cantik dan menikmati sajian di Café House of Sampoerna.

Jam 13.00 Tersengat Semangat Kepahlawanan di Tugu Pahlawan

“JASMERAH, Jangan sekali-kali melupakan sejarah!” Inilah mandat dari founding father Indonesia, Ir. Soekarno. Saya pun meresapi kalimat sakral ini, dan tentu saja mengajak untuk bertandang ke Tugu Pahlawan.

Untuk menuju ke sini, yuk naik Suroboyo Bus, dan turun di Halte Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan memang bukan destinasi wisata biasa. Kita bisa menginjeksikan semangat patriotisme, dengan mengunjungi Tugu Pahlawan dan memasuki monumen yang ada di dalamnya.

Bangunan Tugu pahlawan ini berbentuk lingga , lancip ke atas seperti paku yang terbalik. Bagian tubuhnya berbentuk lengkungan yang berjumlah 10 buah. Lengkungannya mempunyai ruas sebanyak 11 buah, tingginya mencapai 41,14 meter (45 yard) – yang melambangkan 10 November 1945 dan berdiameter 3,1 yang semakin ke atas semakin mengecil.

Teruslah berjalan hingga masuk ke kawasan Monumen Tugu Pahlawan. Jam buka monumen Tugu Pahlawan adalah pukul 08.00 – 14.30 ( senin-jumat), dan 08.00-13.30 (sabtu-minggu) dengan harga tiket masuk ke Tugu Pahlawan hanya Rp. 5.000/orang.

Lebih lanjut, kita bisa menyaksikan aneka koleksi benda sejarah yang berkaitan dengan perjuangan arek-arek Suroboyo.

Jam 16.00 Nongkrong dan Berkolaborasi di KORIDOR CoWorking Space

Lagi-lagi, Surabaya punya terobosan yang luar biasa! Salah satu visi yang diusung Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini adalah: menjadikan Surabaya sebagai sentra kreatif dan teknologi di level global. Untuk menggapai visi ini, dibutuhkan strategi jitu. Nah, KORIDOR adalah wujud komitmen Pemkot Surabaya untuk menciptakan ekosistem yang memberdayakan para kreator, inovator dan enterpreneur lokal. Kata kuncinya adalah: KOLABORASI

Koridor CoWorking Space ini ada di Gedung Siola lantai 3, Jalan Tunjungan Surabaya. Kalau naik Suroboyo Bus, kita turun di Halte Siola.

Usai mengeksplorasi Koridor Coworking Space, kita bisa jalan-jalan di sepanjang trotoar Jalan Tunjungan. Asyik banget, banyak lampion yang terpajang di sana. Sekaligus manifestasi lirik tembang lawas “Rek ayo rek…. mlaku-mlaku nang Tunjungan……”

***

Gimana, gimana? Sudah terbayang kan, itinerary jelajah Surabaya dengan moda transportasi kekinian Suroboyo Bus?

Ayoooo… Jelajahi dan nikmati aneka destinasi Kota Surabaya dengan cara yang seru dan mengasyikkan!(*)

Ngetrip ke Amerika, Bagaimana Sholatnya?

Okai, gaesss. Hari ini gue mau berceloteh soal super-duper-long-flight-trip yang baru aja gue jalani. FYI, tanggal 9-16 Oktober lalu, gue diundang Google untuk ikutan Local Guides Summit. Ini adalah sarana apresiasi bagi para kontributor Google Map. Peserta sebanyak 151 orang, berasal dari 62 negara di seluruh penjuru dunia. So, gue dan 4 orang delegasi Indonesia, ketemu dengan seabrek-abrek manusia dari negara macam Kanada, Kenya, Perancis, Ethiopia, Bangladesh, India, Tunisia, macem-macem! Udah pasti agamanya, gaya hidupnya, semuanya serba bervariasi.

Continue reading

Traveling Seru nan Eksotis di Desa Penari Banyuwangi

Traveling (Bukan KKN) di Desa Penari

Halo! Teman-teman baca thread dan ngikutin KKN di Desa Penari apa enggak sih? 😀 Konon, dari hasil penelusuran beberapa narasumber, desa ini terletak di sebuah kota di Jawa Timur. Yang sekarang dipimpin Bupati nan visioner itu lho. Inisialnya B. Ya sesuai dengan judul artikel ini. Kalau mau ke kota itu, kita bisa banget naik Kereta Api dan beli Tiket Kereta Resmi KAI di Traveloka . Nah aku mau cerita-cerita nih. Tenaaaangg, kagak ada serem-seremnya kok, hihihi. 

Kapan hari itu, aku nyetatus di Facebook seputar KKN di Desa Penari yang lagi happening dan trending topic banget di kalangan netizen tercinta. Pertanyaannya adalah:

Continue reading

Keluarga Bahagia dan Sehat Finansial dengan Asuransi

Keluarga  Bahagia dan Sehat Finansial dengan Asuransi

Bahagia itu sederhana. Menyaksikan seluruh anggota keluarga selalu sehat, rasa tenang dan nyaman yang membawa kebahagiaan itu pun pasti datang.

Menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga secara umum gampang. Cukup pastikan bahwa anggota keluarga kita selalu mencukupi kebutuhan gizinya dengan makanan yang sehat, pola makan teratur, istirahat cukup, dan sesekali berolahraga di tengah kesibukan.

Tapi, ternyata itu tidak cukup. Pengertian menjaga kesehatan keluarga ini lebih luas dari yang kita bayangkan sebelumnya, lho!

Continue reading

Kutipan Imam Syafii untuk Hidup Makin Enjoy!

Kapan hari tuh, aku baca buanyaaaakk banget portal/situs/referensi seputar keislaman. Trus, nemu sejumlah quote/ kutipan dari Imam Syafi’i yang mantuuul alias mantab betul. Ya udin, ini aku jembrengin satu per satu yak. Mari kita simak dan renungkan.

(1). “Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.” (Imam Syafi’i)

(2). “Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah, kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu.” (Imam Syafi’i)

(3). “Barangsiapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia” (Imam Syafi’i)

Continue reading

Kamu Hobi Traveling? Yuk Jadi Kontributor di Travelblog.id

Traveling is LYFE. Apalagi buat generasi millennial nih. Kebanyakan dari anak muda zaman now, lebih suka spending money untuk experience dan menikmati momen ketika traveling, ye kan? Slogan yang kerap diusung: YOLO, You only Live Once!

Sejumlah blogger juga menahbiskan diri sebagai travelblogger, dan kerap me-review dan meng-upload content seputar wisata. Apalagi, beruntung banget kita lahir dan tinggal di bumi Indonesia. Warga Indonesia diberkahi dengan aneka panorama alam dan destinasi yang indahnya sungguh warbiyasak! Yuhuu, makin semangat deh, kita traveling nya.

Nah kalau demen traveling, jangan lupa buat abadikan momen ya. Trus, berbincanglah dengan warga setempat, sekaligus kita explore lebih jauh mengenai apa dan gimana destinasi yang sedang kita datangi. Setelah itu, kita bisa banget lho, menyalurkan hobi dan cerita soal detail travel dengan jadi kontributor di Travelblog.id

Hmm, Travelblog.id ini apa sih?

Jadi, Travelblog.id adalah situs web blog yang memuat konten traveling berbasis digital. Travelblog.id mengajak semua orang untuk berkontribusi, baik dalam bentuk artikel, video, maupun foto.

Bagaimana Cara Gabung jadi Kontributor?

Kalau kita rutin update konten artikel seputar pengalaman traveling, sama artinya kita membantu mempromosikan wisata di Indonesia.

Jadi, gimana sih, caranya gabung jadi contributor?

Gampil banget! Cukup membuat akun user di Travelblog.id dan tuangkan ide inspiratif dalam bentuk artikel.

Aku jelaskan step by step-nya ya

(1). Sign in di user.travelblog.id atau sign up jika belum terdaftar

(2). Masuk ke dashboard dan lengkapi profil

(3). Klik ‘buat artikel’ lalu ceritakan pengalaman dan tambahkan foto

(4). Jika telah selesai menulis, klik ‘simpan sebagai draft’.

(5). Di menu artikel draft, kamu dapat meng-edit tulisan sebelum dikirim

(6). Jika artikel terbaikmu sudah selesai, klik ‘Kirim’

(7). Artikel yang telah terkirim, akan ada di menu ‘artikel pending’ dan dalam proses persetujuan editor.

(8). Jika artikel terpilih, akan muncul di menu ‘artikel diterbitkan’

(9). Artikel sudah berada di home www.travelblog.id

Kalau jadi kontributor, kita juga bisa banget mendapatkan poin, lhoo! Wah wahh… asyik kan? Intinya program poin ini adalah loyalty program bagi para kontributor.

Apabila konten kita sudah approved by tim Travelblog.id dan sudah dipublikasikan, bakal ada poin yang bisa kita gapai.

Trus, poin ini manfaatnya apa? Poin bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik yang telah disediakan oleh Travelblog.id. Hadiah ini bisa berubah sesuai dengan kebijakan tim ya.

Cara mendapatkan poin

Untuk menambah jumlah poin, kita memang kudu rajin membuat artikel/jurnal cerita perjalanan ataupun tentang KULINER lewat Travelblog.id. Semakin banyak berkontribusi, tentu saja, semakin besar POIN yang bakal kita dapatkan.

Penambahan Poin:

Artikel/Jurnal perjalanan yang published (+50 poin)

Artikel video yang published (+40 poin)

 Yeayyy, aku udah kebayang sih, mau nulis apa aja di Travelblog.id. Yang jelas kuliner selama traveling kudu banget di-share lewat konten artikel di web ini. Trus trus…. kapan hari kan aku juga traveling ke sejumlah destinasi eksotis di Banyuwangi, Jogja, dll. Kayaknya boleh juga nih, share video, foto dan artikel di sana.

Kuyyy…. yuk kita rajin upload konten dan dapatkan poinnyaaaaa!

Memberi Makna agar Tercipta Bahagia

Follow my twitter @nurulrahma

Akhir tahun 2018 lalu, ada tiga rezeki ngetrip yang datangnya dari arah tidak disangka-sangka. Aku diundang untuk plesir ke Jogja (bareng indekostour, salah satu layanan online untuk traveller); ikut Netizen Gathering bareng MPR RI di Jakarta, dan pergi ke Banyuwangi untuk program CSR XL Axiata. Itu semua terjadi dalam satu bulan saja!  

Aku yang….. speechless, bener-bener bersyukur buangeeett, bisa ketiban sampur untuk ikutan acara-acara asyique semacam ini. Camping (menginap di tenda beneran!) di kaki gunung Merapi… lalu bikin api unggun, bakar jagung dan sosis, plus ngobrol bareng content creator sahabat kami yang tinggal di Jogja.

Lalu menuju destinasi hype bin kekinian, seperti Warung Kopi Klotok, Tebing Breksi, Hutan Pinus Mangunan, dan SEMUANYA Gratis. I am really grateful.

Kalo mau baca liputan seputar Glamping assoy geboy ini, silakan cuss ke artikel ini

Tidak berselang lama, aku diajak untuk plesir ke Jakarta, berkunjung ke Gedung MPR, lihat Museum Macan, lalu ke daerah wisata Kota Tua, dan dinner di resto Jimbaran yang ada di Ancol. What a fabulous trip! Kami juga diinapkan di Hotel Sultan, salah satu hotel nyeni/ yang masih mengangkat nilai tradisional di pusat ibukota.

Liputan seputar Deklarasi Netizen MPR RI ada di artikel ini yaaa

Next, trip yang tak kalah seru, bareng salah satu provider seluler. Kami diajak untuk menikmati panorama Banyuwangi yang luar biasa indah, ke Pantai Pulau Merah, Hutan Djawatan, makan siang di Waroeng Kemarang yang buagusss banget! (plus menunya enak-enak paraaaahhh!), dan menginap di Hotel El-Royale Banyuwangi, hotel yang baru berusia 1 tahun dan cantiiik buanget.

View this post on Instagram

What ship that will never sink? It's Friend~ship! . Super duper bersyukur, Allah pertemukan saya dan @mbak_avy dalam sebuah event gathering Kompasianer sekian tahun silam. Waktu itu, kami duduk bersebelahan. Mba Avy belum berhijab, saya juga masih obesitas banget 😅 untuk ukuran orang yang baru kali pertama ketemu, kami berdua ngobrol banyak hal. Dan ngerasa semakin "klik" manakala tahu bahwa kami sama2 pernah jadi jurnalis di imperium media yang sama. Juga sempat mengemban profesi sebagai public relations di institusi yg berbeda . Dunia blogging yang membuat "chemistry" kami kian kuat. Beberapa kali, mba Avy mengajak saya datang ke bloggers event/ trip/ gathering/ brainstorming. Sehingga, kapasitas diri saya bertambah. Tak hanya itu. Kami juga saling menguatkan, manakala "badai" tengah menerjang perahu kehidupan. Tatkala ibunda saya tersengat kanker paru, lalu berpulang ke rahmatullah, mbak Avy yang selalu ada, menjadi "tempat sampah curhat emosi jiwa" dan melepaskan diri saya dari sembilu yang bertalu-talu . Keep smiling… Keep shining…. Knowing you will always count on me, for sure That's what friends are for…. . Seiring usia yang kian beranjak senja, mungkin secara kuantitas, sahabat saya bisa dihitung jari. Tapi secara kualitas, saya merasa, insyaAllah inilah arti persahabatan dunia-akherat yang sesungguhnya. . For good times And bad times I'll be on your side Forever more That's what friends are for…. . Semoga Allah memberkahi dan merahmati jalinan persahabatan ini. Tahun 2020, yuk kita umroh bareng, Mbak!! Sama-sama bermohon pada Allah, Sang Penguasa Semesta agar Ia berkenan mengundang kita untuk sama-sama berkunjung ke Rumah-Nya . Ikutan @wardahbeauty challenge juga yuk sist @widyanti_yuliandari @adeuny @xaveria_ru @dianesayank #SelaluBersyukur #WardahCantikdariHati

A post shared by Nurul Rahmawati (@bundasidqi) on

I dunno what to say selain ALHAMDULILLAH. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

***

Pertanyaannya sekarang adalah…. Apa yang gw rasakan dari semua perjalanan ini? Apakah gue hanya having fun, ambil foto selfie di sana, selfie di sini? Hahahihi poto bareng dengan semua peserta trip? Atau apa?

Karena to be honest, lingkup pergaulan dan tuntutan buat eksis di socmed, itu yang paling banyak menyita pikiran dan atensi. Saban cuss ke suatu destinasi, yang jadi pertanyaan adalah: Ntar paling bagus foto selfie di mana yak? Ntar gw pake baju apa ya, biar kelihatan (agak) kece di foto. Ntar gimana caranya biar foto eikeh kagak “bocor” yak, alias banyak orang-orang lain yang nggak nongol di foto. (Padahal, pengunjung lain juga ogah kalo muka kita nongol di foto mereka, hahahaha).

Nah…. Akhirnya kita cuma mikirin hal-hal yang sifatnya sebatas “kulit” aja. Nyaris kita tidak sempat melakukan refleksi, atau sekedar memberikan “meaning”, pemaknaan terhadap aktivitas yang kita jalani. Kita datang ke sana ke sini, grubyak grubyuk ambil foto sebuanyaaaak mungkin (yang di-upload pokoke pose “Gue kagak kliatan gendut!”) Segitu doang! Tapi…. meaning-nya nihil.

***

Ketika acara trip berakhir, dan gw selonjoran di kamar hotel, saat itulah biasanya berondongan pertanyaan muncul.

“Sudahkah aku benar-benar bersyukur dengan semua anugerah yang Allah berikan?”

“Aku poto-poto tadi, motivasinya apa? Sekedar buat hepi hepi joy? Atau… jangan-jangan, ada modus terselubung, bahwa aku pengin pamer? Pengin dianggap lebih unggul ketimbang yang lain?”

“Apa aku juga mempelajari tentang nature dari destinasi yang aku kunjungi, gimana behind the story atau cerita di balik destinasi ini… ataukah aku hanya sibuk dengan diri sendiri?”

Dan…. Pertanyaan pamungkasnya adalah……

Dengan semua kebaikan dan rezeki yang gue terima, sempat tersirat sebuah tanya: Untuk seorang makhluk yang bergelimang dosa, jangan-jangan ini sebuah istidroj? Astaghfirullahal ‘adzim…

Baca: Berkah atau Istidroj

***

Menyematkan Meaning dalam aneka peristiwa di hidup kita, insyaAllah membuat diri ini senantiasa waspada. Tidak terjebak bangga berlebihan… Ujub…. Dan rentan memiliki pola pikir yang merendahkan manusia lain.

Menyematkan meaning, bahwa Allah telah begitu Maha Baik-nya memberikan serangkaian rezeki yang (lagi-lagi) datang dari arah yang sama sekali tidak kita sangka sebelumnya. Maka, puja-puji teralamatkan hanya kepada Sang Pemilik Segala. Kita, aku, kamu, siapapun diri ini, tak layak mengharapkan puja dari sesama makhluk.

Live humbly! Kita harus menjalani hidup dengan jujur. Nggak perlu sekuat tenaga pengin dipuji orang. Nggak perlu ribet mikirin gimana supaya socmed full dengan Like, comment, followers gue jadi segabruk!

Your worth is not measured in likes, comments, or followers. Jangan jadikan jumlah like, pengikut, dan komentar sebagai standar kebahagiaan kita. Never give the remote control to others.  

True happiness is here, lies within ourselves. We don’t need any comments or compliments from others to stay relevant and feel blessed. We just need to focus on the things that really matter: our real life, and how to live it peacefully.(*)

Diet Sehat dan Detoksifikasi Bodi bersama Sleemax

Mudah lelah dan mengantuk, padahal semangat dan nafsu makan plus ngemil tinggi bangett! Waduh. Ada yang nggak beres nih dengan tubuh saya. Sepertinya butuh DETOKSIFIKASI!

Ada banyak produk di luaran yang bisa membantu untuk mendetoks racun dalam tubuh. Setelah browsing sana sini, pilihan saya jatuh pada Sleemax. Produk apakah ini?

Continue reading

Tips Semakin Bahagia dan Menikmati Tantangan Hidup di 2019

Guys, gimana awal semester 2019 kalian? Penuh dengan aroma perjuangan? Kudu berjibaku menghadapi tantangan hidup yang seolah terus-menerus menggerojok? Beragam rintangan menghadang, dan tak kenal kata kompromi? Lalu raga dan jiwa ini terasa lelah, lantaran diberondong tugas, amanah dan kewajiban yang kualitas dan kuantitasnya super duper alaihim gambreng?

Sini, sini….. kita tossss dulu!

😀

Awal hingga pertengahan 2019 ini—bagi aku —adalah tahun yang “gado-gado” banget. Semua mua adaaa di dalamnya. Kabar bahagia, berita duka, sepenggal nelangsa, semua campur aduk, dan yeah, kita semua paham begitulah hidup.

Continue reading

Weekend Getaway ke Kebun Teh plus Masjid Cheng Hoo Pasuruan

Whoaaa, udah menjelang bulan Agustus aja nih, ya! Kok tahun 2019 ini terkesan flying so fast, ya nggak sih? Yang jelas, pertengahan tahun ini adalah masa-masa adaptasi banget buat aku dan keluarga. My not little kid anymore sekarang udah duduk di bangku SMP. Setiap hari kudu berangkat sekolah pukul 05.45. Artinya, ya aku kudu nyiapin segala perbekalan makan dia sejak pukul 04.00 pagi, every single day! Huuftt 😀 Namapun masih masa adaptasi ya sist, bodi rasanya remuk redam banget, eheheh. Kalo kayak gini, rasanya aku butuh liburaaaaann!

Continue reading

Acer Day 2019: Terbang ke KorSel GRATIS dan 2220 Hadiah yang Siap Dimenangkan!

Hai teman-teman, kalau kalian lagi butuh laptop, nih, ada kesempatan emas buat memenangkan 2220 hadiah yang cethar dan keren pol-polan! Yap, dalam rangka 20 tahun Acer Indonesia, beragam hadiah nan spektakuler siap kita menangkan. Ada Acer Day 2019 yang mengusung tema #XtraFun da #XtraCool.

Untuk setiap pembelian lini produk consumers Acer selama periode Acer Day (yakni 18 Juli hingga 30 September 2019), pelanggan bisa melakukan registrasi melalui website http://www.acer.id/acer-day trus kita berkesempatan ikut program pengumpulan poin reward. Hadiahnya apa aja?

Continue reading