Memberi Makna agar Tercipta Bahagia

Follow my twitter @nurulrahma

Akhir tahun 2018 lalu, ada tiga rezeki ngetrip yang datangnya dari arah tidak disangka-sangka. Aku diundang untuk plesir ke Jogja (bareng indekostour, salah satu layanan online untuk traveller); ikut Netizen Gathering bareng MPR RI di Jakarta, dan pergi ke Banyuwangi untuk program CSR XL Axiata. Itu semua terjadi dalam satu bulan saja!  

Aku yang….. speechless, bener-bener bersyukur buangeeett, bisa ketiban sampur untuk ikutan acara-acara asyique semacam ini. Camping (menginap di tenda beneran!) di kaki gunung Merapi… lalu bikin api unggun, bakar jagung dan sosis, plus ngobrol bareng content creator sahabat kami yang tinggal di Jogja.

Lalu menuju destinasi hype bin kekinian, seperti Warung Kopi Klotok, Tebing Breksi, Hutan Pinus Mangunan, dan SEMUANYA Gratis. I am really grateful.

Kalo mau baca liputan seputar Glamping assoy geboy ini, silakan cuss ke artikel ini

Tidak berselang lama, aku diajak untuk plesir ke Jakarta, berkunjung ke Gedung MPR, lihat Museum Macan, lalu ke daerah wisata Kota Tua, dan dinner di resto Jimbaran yang ada di Ancol. What a fabulous trip! Kami juga diinapkan di Hotel Sultan, salah satu hotel nyeni/ yang masih mengangkat nilai tradisional di pusat ibukota.

Liputan seputar Deklarasi Netizen MPR RI ada di artikel ini yaaa

Next, trip yang tak kalah seru, bareng salah satu provider seluler. Kami diajak untuk menikmati panorama Banyuwangi yang luar biasa indah, ke Pantai Pulau Merah, Hutan Djawatan, makan siang di Waroeng Kemarang yang buagusss banget! (plus menunya enak-enak paraaaahhh!), dan menginap di Hotel El-Royale Banyuwangi, hotel yang baru berusia 1 tahun dan cantiiik buanget.

View this post on Instagram

What ship that will never sink? It's Friend~ship! . Super duper bersyukur, Allah pertemukan saya dan @mbak_avy dalam sebuah event gathering Kompasianer sekian tahun silam. Waktu itu, kami duduk bersebelahan. Mba Avy belum berhijab, saya juga masih obesitas banget 😅 untuk ukuran orang yang baru kali pertama ketemu, kami berdua ngobrol banyak hal. Dan ngerasa semakin "klik" manakala tahu bahwa kami sama2 pernah jadi jurnalis di imperium media yang sama. Juga sempat mengemban profesi sebagai public relations di institusi yg berbeda . Dunia blogging yang membuat "chemistry" kami kian kuat. Beberapa kali, mba Avy mengajak saya datang ke bloggers event/ trip/ gathering/ brainstorming. Sehingga, kapasitas diri saya bertambah. Tak hanya itu. Kami juga saling menguatkan, manakala "badai" tengah menerjang perahu kehidupan. Tatkala ibunda saya tersengat kanker paru, lalu berpulang ke rahmatullah, mbak Avy yang selalu ada, menjadi "tempat sampah curhat emosi jiwa" dan melepaskan diri saya dari sembilu yang bertalu-talu . Keep smiling… Keep shining…. Knowing you will always count on me, for sure That's what friends are for…. . Seiring usia yang kian beranjak senja, mungkin secara kuantitas, sahabat saya bisa dihitung jari. Tapi secara kualitas, saya merasa, insyaAllah inilah arti persahabatan dunia-akherat yang sesungguhnya. . For good times And bad times I'll be on your side Forever more That's what friends are for…. . Semoga Allah memberkahi dan merahmati jalinan persahabatan ini. Tahun 2020, yuk kita umroh bareng, Mbak!! Sama-sama bermohon pada Allah, Sang Penguasa Semesta agar Ia berkenan mengundang kita untuk sama-sama berkunjung ke Rumah-Nya . Ikutan @wardahbeauty challenge juga yuk sist @widyanti_yuliandari @adeuny @xaveria_ru @dianesayank #SelaluBersyukur #WardahCantikdariHati

A post shared by Nurul Rahmawati (@bundasidqi) on

I dunno what to say selain ALHAMDULILLAH. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

***

Pertanyaannya sekarang adalah…. Apa yang gw rasakan dari semua perjalanan ini? Apakah gue hanya having fun, ambil foto selfie di sana, selfie di sini? Hahahihi poto bareng dengan semua peserta trip? Atau apa?

Karena to be honest, lingkup pergaulan dan tuntutan buat eksis di socmed, itu yang paling banyak menyita pikiran dan atensi. Saban cuss ke suatu destinasi, yang jadi pertanyaan adalah: Ntar paling bagus foto selfie di mana yak? Ntar gw pake baju apa ya, biar kelihatan (agak) kece di foto. Ntar gimana caranya biar foto eikeh kagak “bocor” yak, alias banyak orang-orang lain yang nggak nongol di foto. (Padahal, pengunjung lain juga ogah kalo muka kita nongol di foto mereka, hahahaha).

Nah…. Akhirnya kita cuma mikirin hal-hal yang sifatnya sebatas “kulit” aja. Nyaris kita tidak sempat melakukan refleksi, atau sekedar memberikan “meaning”, pemaknaan terhadap aktivitas yang kita jalani. Kita datang ke sana ke sini, grubyak grubyuk ambil foto sebuanyaaaak mungkin (yang di-upload pokoke pose “Gue kagak kliatan gendut!”) Segitu doang! Tapi…. meaning-nya nihil.

***

Ketika acara trip berakhir, dan gw selonjoran di kamar hotel, saat itulah biasanya berondongan pertanyaan muncul.

“Sudahkah aku benar-benar bersyukur dengan semua anugerah yang Allah berikan?”

“Aku poto-poto tadi, motivasinya apa? Sekedar buat hepi hepi joy? Atau… jangan-jangan, ada modus terselubung, bahwa aku pengin pamer? Pengin dianggap lebih unggul ketimbang yang lain?”

“Apa aku juga mempelajari tentang nature dari destinasi yang aku kunjungi, gimana behind the story atau cerita di balik destinasi ini… ataukah aku hanya sibuk dengan diri sendiri?”

Dan…. Pertanyaan pamungkasnya adalah……

Dengan semua kebaikan dan rezeki yang gue terima, sempat tersirat sebuah tanya: Untuk seorang makhluk yang bergelimang dosa, jangan-jangan ini sebuah istidroj? Astaghfirullahal ‘adzim…

Baca: Berkah atau Istidroj

***

Menyematkan Meaning dalam aneka peristiwa di hidup kita, insyaAllah membuat diri ini senantiasa waspada. Tidak terjebak bangga berlebihan… Ujub…. Dan rentan memiliki pola pikir yang merendahkan manusia lain.

Menyematkan meaning, bahwa Allah telah begitu Maha Baik-nya memberikan serangkaian rezeki yang (lagi-lagi) datang dari arah yang sama sekali tidak kita sangka sebelumnya. Maka, puja-puji teralamatkan hanya kepada Sang Pemilik Segala. Kita, aku, kamu, siapapun diri ini, tak layak mengharapkan puja dari sesama makhluk.

Live humbly! Kita harus menjalani hidup dengan jujur. Nggak perlu sekuat tenaga pengin dipuji orang. Nggak perlu ribet mikirin gimana supaya socmed full dengan Like, comment, followers gue jadi segabruk!

Your worth is not measured in likes, comments, or followers. Jangan jadikan jumlah like, pengikut, dan komentar sebagai standar kebahagiaan kita. Never give the remote control to others.  

True happiness is here, lies within ourselves. We don’t need any comments or compliments from others to stay relevant and feel blessed. We just need to focus on the things that really matter: our real life, and how to live it peacefully.(*)

Advertisements

Diet Sehat dan Detoksifikasi Bodi bersama Sleemax

Mudah lelah dan mengantuk, padahal semangat dan nafsu makan plus ngemil tinggi bangett! Waduh. Ada yang nggak beres nih dengan tubuh saya. Sepertinya butuh DETOKSIFIKASI!

Ada banyak produk di luaran yang bisa membantu untuk mendetoks racun dalam tubuh. Setelah browsing sana sini, pilihan saya jatuh pada Sleemax. Produk apakah ini?

Continue reading

Weekend Getaway ke Kebun Teh plus Masjid Cheng Hoo Pasuruan

Whoaaa, udah menjelang bulan Agustus aja nih, ya! Kok tahun 2019 ini terkesan flying so fast, ya nggak sih? Yang jelas, pertengahan tahun ini adalah masa-masa adaptasi banget buat aku dan keluarga. My not little kid anymore sekarang udah duduk di bangku SMP. Setiap hari kudu berangkat sekolah pukul 05.45. Artinya, ya aku kudu nyiapin segala perbekalan makan dia sejak pukul 04.00 pagi, every single day! Huuftt 😀 Namapun masih masa adaptasi ya sist, bodi rasanya remuk redam banget, eheheh. Kalo kayak gini, rasanya aku butuh liburaaaaann!

Continue reading

Acer Day 2019: Terbang ke KorSel GRATIS dan 2220 Hadiah yang Siap Dimenangkan!

Hai teman-teman, kalau kalian lagi butuh laptop, nih, ada kesempatan emas buat memenangkan 2220 hadiah yang cethar dan keren pol-polan! Yap, dalam rangka 20 tahun Acer Indonesia, beragam hadiah nan spektakuler siap kita menangkan. Ada Acer Day 2019 yang mengusung tema #XtraFun da #XtraCool.

Untuk setiap pembelian lini produk consumers Acer selama periode Acer Day (yakni 18 Juli hingga 30 September 2019), pelanggan bisa melakukan registrasi melalui website http://www.acer.id/acer-day trus kita berkesempatan ikut program pengumpulan poin reward. Hadiahnya apa aja?

Continue reading

Traveling Paling Mengesankan: Bertandang ke Kantor Google di Amerika!

Traveling Paling Mengesankan ala @nurulrahma

Sudah bisa ditebak lah yaaa…. Traveling paling mengesankan yang pernah aku alami, ofkorss tidak lain dan tidak bukan, manakala bisa ikutan Google Local Guides Summit di San Francisco, California, Amrik.

Seleksi (level internasional) dilakukan dengan sangat ketat. Hanya 151 peserta dari 62 negara yang bisa ikutan acara ini. I just feel honoured dan ngerasa nggak pernah kebayang aja bisa ketiban rezeki se-awesome ini. Alhamdulillah. TabarokAllah.

Saking sueneng pol, saya sampai menjadikan dua postingan terkait Google Local Guides Summit sebagai featured/sticky post di blog ini 😀 Ya gitu itu deh, kalo gagal move on. Acaranya udah 2 tahun silam, masiiiih aja terngiang-ngiang. Sama kayak cintamu  sama mantan yang paling susah dienyahkan #eh.

Tentang detail acaranya, ya aku agak-agak lupa gitu, ha wong udah 2 tahun jeh. Akhirnya, aku buka foto-foto terkait acara di SF, dan here we go, some random things about Google Local Guides Summit!

Random 1: Ogah Berangkat Sendirian

Jadi gini. Sebenernya saya, dan peserta lain itu detail flight-nya beda-beda lho. Ada yang pakai China Airlines, ada yang sempat ditawari JAL, saya sendiri sedari awal request pakai Singapore Airlines dan approved by pihak Google. Demi dengar kabar kalo temen2 beda flight, saya langsung panik.

*FYI flight saya ini rutenya: Surabaya – Singapore (transit Changi) – HongKong – Sang Francisco

“Duh, aku nggak mau berangkat dewean. Aku ini gampang ngantuk lho. Nanti kalau di Changi aku ketiduran trus nggak denger woro-woro kalo pesawatnya udah mau berangkat, pegimana?”

Akhirnya sekuat tenaga saya memohon mengiba-iba ke Kak Budiono dan Fahmi Adimara, untuk sama-sama pakai Singapore Airlines. Wis embuh piye carane, Alhamdulillah wa syukurilah… request kami dikabulkan!

Asyiiiik buanget dah traveling ama duo cowok unyu (hoeksss) bin gokil ini. Pokoke, selama traveling, saya ngerasa dijagain dua bodyguard, qiqiqiqiqi

Random 2: Balada Turis Budget Pas-pasan

Terserah ya, mau dibilang kikir/medit atau gimana, tapi yang jelas, sedari awal saya melecut diri sendiri untuk jadi turis HEMAT 😀 Ceritanya, biaya selama summit berlangsung (termasuk untuk urusan tiket pesawat, visa dan hotel di Hyatt Fisherman’s Wharf) semuanya ditanggung Google. Jadi kami nggak perlu khawatir tentang biaya selama 3 hari 2 malam.

Akan tetapi mosok jauh-jauh ke Amrik cuman dolan selama 3 hari? Ora puas kan cyyyn.

Walhasil, kami memutuskan untuk extend. Ini nih tantangannya  😀 Amrik apalagi San Francisco adalah kota yang mahal. Nasi goreng sepiring aja, harganya 200 rebu! Bujubuneennggg. Segala daya upaya dikerahkan supaya turis kelas menengah ngehe ini tidak pingsan kelaparan, tapi ya nggak boncos gitu lho.

Aku melirik Fahmi. Fahmi melirik aku. Kami saling melirik *halah*

“Mi. Kamu lagi diet kan?”

“Iya Mba.”

“Ya udah. Nasgornya kita beli 1 untuk berdua aja gimana?”

“Boleh, Mbak.”

Uhuuuk! Tante-tante berhasil mengajari ponakan untuk berhemat, iqiqiqiqi!

Random 3: Banyak Gelandangan (plus Orang Gila) yang Bikin Atuuuuuut

Jangan bayangkan Amrik itu indah-indah thok, gaes. Ternyata buanyaaak gelandangan, pengemis, tuna wisma bahkan orang gila yang beredar di sepanjang jalan. Masih mending kalo di Indonesia kan badannya kurus-kurus ya. Lah ini, GUEDEEE TINGGI BESAAARR teriak teriak gitu, huffft.

Pernah nih, pas jalan dari Union Square (semacam alun-alun) menuju USA hostel (tempat kami menginap) aku udah denger orgil lagi ngomel-ngomel. Fahmi jalan di sampingku….. si orgil masih aja ngomel-ngomel dan mak bedunduk udah berjarak sekitar 100 meter aja di DEPANKU, yo ngalaaaahhh, aku kok jadi atuuuuttt! You know what, aku BALIK KUCING alias mundur dan nyari Kak Budiono!

Itu refleks bin spontan aja. Aku soalnya ngerasa si orgil ini badannya guedeee dan Fahmi kan tidak se-ndut Kak Budiono 😀 Jadi aku melipir, nyari “bodyguard” yang lebih gempal qiqiqiqiiq

Kami bertiga ngakak setelah berhasil melampaui ranjau “orgil” tadi.

“Ya ampun Mbaaaa…. Gitu itu justru jangan tampakkan kalo sampeyan takut. Biasa aja, santaaaaii. Kalo kelihatan takut, nanti malah dikejar lho!” kata Fahmi dalam kekehnya.

Random 4: Jadi Makin Cinta Indonesia!

Seminggu berada di Amrik, membuat aku sadar kalau Indonesia itu indaaaahhh dan menyenangkan. Segalanya super murah (compared to harga-harga di Amrik qiqiqi) aneka kuliner di nusantara juga endolita tiada tara.

Kami bosan makan menu yang itu-itu saja. Udah gitu, banyak jebakan betmen, karena banyak menu dimasak dengan daging babi (pork) ataupun minyak babi (lard). Jadi, tiap jam makan, kerjaanku adalah: ngumpulin pisang cavendish 😀 atau buah-buahan lainnya yang sekiranya mengenyangkan dan bisa jadi substitusi menu makan.

Pokoke, berada di Amrik malah bikin aku kuangeeeennn dan cinta Indonesia!

“Golek sego pecel yuk. Aku arep nggawe konten YouTube ‘Makan Nasi Pecel di Amerika’ iki bakal lumayan view-nya,” ajak Kak Budiono.

Jadilah, kami berburu restoran yang menyediakan menu Indonesia, dan…. Hamdalah, ada Restoran BOROBUDUR –dari Namanya aja udah ketahuan kan?—yang bercokol PERSIS DI SEBERANG USA HOSTEL, tempat kami menginap!

Baca: Review USA Hostel, Rekomendasi di San Francisco

Whoaaaa ini sih kayak nemu oase di padang pasir! Ketemu dengan owner-nya yang super duper ramaaaahh 😀 Tapi sayang, kagak ada menu Nasi Pecel, bosquuu hihihi. Yo wis, pesen nasi uduk dan nasi rendang aja lah ya. Jangan lupa tempe goreng nyam nyam nyaaam, enyaaakkk!

Random 5: There is No Impossible!

Perjalanan saya ke Amrik ini membuktikan kalau tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Ibu-ibu mediokre seperti diriku, ternyata kalau Allah mengizinkan, kun fayakun! Bisa cusss, terbang menuju benua yang begitu jauhnya.

Terus terang, ketika kumpul keluarga besar, saya kerap dijerat rasa minder, kok. Ada adik iparku yang Direktur kampus, ada yang dokter spesialis patologi anatomi, ada yang bolak balik kerja di luar negeri, dengan salary 8 digit, ada sepupuku yang asisten direktur bank sentral, intinya HAMPIR SEMUA elemen keluarga besar adalah orang-orang TOP di bidangnya. Aku pernah cerita soal iparku di postingan ini

Aku tahu, bahwa minder itu nggak bakal membawaku ke mana-mana 😀 Tapi yeah, I’m still human! Jadi ya I embrace all the feelings, perasaan lemah lunglai tak berdaya tak berguna etc etc, kemudian ya aku berusaha untuk menyeimbangkan rasa hopeless itu dengan melecut diri sendiri.

Pada dasarnya, aku bukan manusia bodoh, lah. Dua kali lulus UMPTN (Di jurusan yang favorit pulak, Teknik Informatika ITS dan Ilmu Komunikasi Unair).

Pernah berkarir di sejumlah raksasa media dan perusahaan multinasional, Tentu ini sebuah milestone, yang harusnya membuat aku yakin dengan potensi diri.

Dan yaaah, begitulah. Cara Allah menghadirkan takdir demi takdir, terkadang sulit dipercaya. Tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi DIA, Sang Maha Segala.

Hansaplast Spray, Cairan Antiseptik Pembersih Luka #GakPakePerih

Yihaaa…!! Liburan sekolah kali ini terasa super panjaaaaang dan lamaaa 😀 Sampe bingung dah, mau ngapain aja. Perasaan udah main-main ke Jakarta dan Pamulang (Tangerang Selatan), trus udah ribet antar Sidqi buat ikutan Tes Potensi Akademik (TPA) dan daftar masuk SMP. Trus, urusan administrasi lalala yeyeye terkait doi masuk ke sekolah menengah pertama ntuh. Arggghh, ternyata kok ya liburannya tak kunjung berakhir 😀

Ya sudah, segala aktivitas pun dilakoni oleh Sidqi dan bolo pleknya. Most of the time, udah pasti lah ya, MABAR alias main bareng 😀 Kalo mulai bosan, mereka bakal ambil sepeda masing-masing dan keliling komplek. Kadang nyampe ke jalan MERR (Middle East Ring Road) alias jalan raya (yang pastinya rame beuds) deket rumah kami. Aku bolak/balik bilang udahlah sepedaan deket sini aja. Tapi…. namanya ABG cowok sih ya… semakin dilarang makin penasaran, haha. Huffft, ya sudah, pokoke ortu kasih restu dan doa saja, supaya semua outdoor + indoor activities senantiasa dalam lindungan Allah ta’ala.

Kapan hari itu, habis sepedaan, Sidqi pulang dalam kondisi manyun. Usut punya usut, dia baru aja jatuh di dekat rumah sohibnya. Ahhh, iya. Namanya juga bocah jatuh bisa terjadi kapan saja dan di mana saja ya. Bahkan, kita lagi duduk bengong di rumah aja, eh… bisa aja tuh, tiba-tiba kejungkal, jatuuuh deh.

Begitu Sidqi datang, dan cerita soal lecet-lecet di kaki dan tangannya, otomatis saya jadi ingat dengan Hansaplast Spray Antiseptik. Soale, kapan hari, aku main ke rumah Sista Kaka (sepupuku) trus, ada bocil-bocil yang lagi sibuk main, plus siap sedia produk Hansaplast Spray Antiseptik gitu.

Penasaran kan…. Ini produk apa?

***

Basically, Hansaplast Spray Antiseptik ini adalah Solusi Praktis dan Modern untuk Membersihkan Luka #GakPakePerih, Tidak Berwarna dan Tidak Berbau

Hansaplast Spray, Cairan Antiseptik Pembersih Luka #GakPakePerih

Ada data menarik kayak gini lho, Moms. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, berdasarkan urutan proporsi terbanyak untuk tempat terjadinya cedera, sebanyak 36,5% cedera terjadi di rumah dan penyebab cedera terbanyak adalah karena terjatuh sebanyak 40,9%.

Kalau zaman dulu kan kita pakai obat merah, ya. Kadang tuh ada rasa perih gitu, kalau luka ditetesi obat merah. Padahal, luka walau sekecil apapun tidak boleh dianggap ringan! Kudu banget ditangani dengan tepat.

Pertanyaannya, apa langkah pertama yang kudu dilakukan dalam proses penyembuhan luka? Jawabannya adalah….. yuk, kita membersihkan luka tersebut dengan benar untuk mencegah terjadinya infeksi.

Dokter Adisaputra Ramadhinara, selaku dokter spesialis luka bersertifikasi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia menuturkan, “Kandungan dalam banyak produk pembersih luka yang dijual bebas mengandung bahan yang bisa menyebabkan sakit perih dan meninggalkan noda. Bagi saya, pembersih luka yang meninggalkan noda tidak menjadi pilihan karena menutupi luka dengan warna yang bukan warna asli luka tersebut sehingga keadaan luka yang sebenarnya tidak bisa terlihat. Di klinik dan rumah sakit, saya lebih memilih untuk menggunakan obat pembersih luka yang mengandung Polyhexanide (PHMB) sebab tidak meninggalkan noda. PHMB juga tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa perih.”

***

Ow, ow, ow… sekarang aku paham, kenapa buibu millennial seperti sist Kaka selalu nyetok Hansaplast Spray Antiseptik di rumah.

Yep! Ini adalah inovasi terbaru yang praktis dan modern untuk membersihkan luka, dengan kandungan utama Polyhexanide (PHMB).

Sebenarnya, Polyhexanide (zat antiseptik yang banyak digunakan oleh para dokter karena tidak perih, tidak meninggalkan noda dan dan tidak berbau) banyak digunakan di klinik dan RS dan tidak dijual bebas. Akan tetapi, Hansaplast sudah memformulasikan zat antiseptik tersebut agar tersedia dalam bentuk produk OTC / Over The Counter – produk yang djual bebas tanpa resep dokter. Jadi kita bisa beli kapan saja, di apotek terdekat deh 😀

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi http://www.hansaplast.co.id dan melalui akun Instagram resmi Hansaplast @Hansaplast_ID dan Facebook Fanpage @HansaplastID

Teruslah Berkiprah, Wahai Pasar Syariah!

Saya paling suka kalau diajak blusukan ke pasar tradisional ala pakde Jokowi. Di mata saya, pasar itu kan semacam miniatur rakyat Indonesia. Jadi, bisa  merepresentasikan kondisi rakyat yang sesungguhnya.

Kita bisa ngobrol—dengan sangat-sangat humanis—bersama para pedagangnya. Kita juga bisa bercengkrama sejenak dengan tukang parkir. Atau, berbagi informasi dengan pembeli yang lain… Bisa dapet “hosip-hosip” hahahahaha, ataupun bisa membeli plus menikmati jajan pasar yang mak nyus dengan harga murah meriaaaah, pokoke mantaapp!

Walaupun tempat tinggal saya “dikepung” puluhan minimarket, hipermarket, toserba dan lokasi shopping modern lainnya, saya tak bisa move on dari pasar tradisional. Aura kehangatan, sapaan yang genuine, tidak dibuat-buat, interaksi yang ngangenin, itulah yang saya rindukan selalu dari pasar tradisional.

Persis seperti mas Riri Riza—sutradara handal itu—yang kerap blusukan di pasar demi mendapatkan plus mendalami karakter tertentu. Ya jelas lah, pasar kan kumpulan karakter manusia.

Mau cari pedagang bakhil? Ada! Pembeli yang nggak sopan karena nawarnya nggak kira-kira? Banyak! Tapi, percayalah, kita akan selalu merindukan semua “drama” yang terjadi di pasar tradisional!

Saya berusaha meluangkan waktu untuk silaturahim ke berbagai pasar di Surabaya. Meski terkadang kudu berjalan miring ala mister crab di kartun Spongebob (maklum badan saya kan “luas”) saya tetap “fanatik” dengan pasar tradisional. Salah satu yang saya jadikan jujugan adalah Pasar Syariah Az-Zaitun, di kawasan Kutisari Selatan Surabaya.

Pasar Syariah? Serius??

Yap, serius banget. Pasar ini memang mengusung semangat syariah dalam perjalanan bisnisnya. Adalah seorang Prof Dr. H. Suroso Imam Zadjuli, SE, pakar sekaligus guru besar Ekonomi Syariah Unair (Univ. Airlangga) yang mengusung ide pendirian pasar syariah.

Beliau ingin mengaplikasikan prinsip syariah dalam sebuah pasar. Maklum saja, selama ini, tidak sedikit masyarakat yang skeptis dengan konsep syariah. Ada yang menuding bahwa syariah hanya sekedar “label”. Wuitss, ini nih, yang membuat Prof Suroso terpanggil untuk melahirkan gebrakan pasar syariah.

Prof Suroso terinspirasi sebuah riwayat, bahwa Rasulullah pernah mengumpulkan sejumlah sahabat di sebuah tanah lapang yang kosong untuk membahas pendirian pasar. Pada waktu itu, Rasulullah merasa prihatin lantaran menyaksikan aneka praktik ribawi, tipu muslihat dan sebagainya yang berlangsung di pasar. Dengan amar ma’ruf nahi mungkar (menyebarkan kebaikan, menolak kemungkaran), Rasul mengajak sahabat untuk mendirikan pasar yang menegakkan syariat Islam. Pasar ini harus bebas riba, bebas kecurangan timbangan, bebas tipu muslihat sekaligus hanya menjual barang-barang yang halal sesuai syariat. Dari situlah, Prof Suroso terinspirasi untuk meneladani jejak Rasul.

Ada lahan seluas 800 meter persegi milik Prof Suroso yang berada di kawasan Kutisari Selatan. Lahan inilah yang akan beliau “hidupkan” sebagai pasar syariah. Beliau menawari sejumlah pedagang (yang kesulitan cari lahan) untuk membuka lapak, dengan masing-masing kios berukuran 2×2 meter. Pasar ini diresmikan dan mulai beroperasi sejak tahun 2010. Harga sewanya amat terjangkau, 5000 rupiah per hari. Karena sewa kios amat murah, tak heran, pedagang juga bisa memberlakukan harga yang amat bersahabat. Saya sempat berbincang dengan Ibu Laila, salah satu pedagang sayur di sana. ”Alhamdulillah, saya bersyukur bisa berjualan di sini, karena suasananya enak,” ucap beliau.

Yang jelas, para pedagang di Pasar ini harus memegang teguh 7 konsep khas pasar syariah Az-Zaitun Pertama, barang yang diperdagangkan halal. Kedua, alat timbang dan alat hitung tepat. Ketiga, kebersihan yang terjaga. Keempat, kejujuran. Kelima, persaudaraan  antar pedagang. Keenam, larangan merokok di dalam pasar. Ketujuh, harga yang murah meriah.  

Apabila dijalankan dengan benar, maka konsep pasar syariah bakal menguntungkan semua stakeholder di pasar. Yap, ketujuh konsep ini berpihak pada rakyat, para konsumen, pedagang (pelaku usaha) sekaligus investor atau pemilik lahan. Ada 120 kios yang beroperasi, dan ini adalah pasar syariah pertama di Indonesia.

Eh, karena namanya syariah, apakah semua stakeholder harus beragama Islam? Oh, tentu tidak. Konsep ekonomi syariah ini bermanfaat untuk seluruh penghuni semesta. Jadi, beberapa pedagang ada yang beragama Nasrani, Hindu dan sebagainya. Pembelinya juga begitu. Betul-betul pasar yang memberi kemanfaatan optimal untuk semua.

Prof Suroso menuturkan, bahwa apa yang beliau lakukan tulus untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan. Selain menghidupkan pasar, beliau juga mendirikan At Tiin Islamic Foundation. Yayasan ini yang memberikan fasilitas pendanaan, berupa bantuan pinjaman bagi para pedagang tanpa bunga. Tentu, ekonomi dan prinsip syariah berlaku di konsep pinjaman modal perdagangan ini. Tidak ada persaingan yang sampai “berdarah-darah” antara pedagang, karena yang ditonjolkan adalah prinsip saling menolong, sesuai perintah syariat Islam.

Wah, wah, wah… Keren sekali ya, pasar syariah ini. Barangkali, pengelola pasar lain bisa melakukan studi banding dengan Prof Suroso, di Kampus B Fakultas Ekonomi Syariah Universitas Airlangga Surabaya.

Hidup Pasar Rakyat!

Hidup Pasar Syariah!

Cara Naik MRT Jakarta

Yeayy! Akhirnyaaaaa…… kami sekeluarga sudah coba naik MRT di Jakarta! Hahaha. Maaf yaaa, kalo norak-norak bergembira. Soale, sebagai orang Indonesia, kami super duper excited dong dengan perkembangan moda transportasi umum dalam negeri ini. Apalagi, aku kan hobi naik KA. Dan beberapa kali udah coba naik MRT di Singapura dan Bangkok. Jadi, begitu ada berita bahwa MRT hadir di negara kita tercintaaaa, ulala! Ini sih, jadi bucket list banget buat segera menjajalnya!

Ketika libur Idul Fitri beberapa waktu lalu, kami sekeluarga menginap di Pamulang, Tangerang Selatan. Iyeee, itu rumah adik iparku. Naik MRT pas masih bulan puasa. Cuaca cukup HOT, sodara-sodara! Walhasil supaya nggak batal puasanya, kami putuskan naik MRT jam 06.30 pagi dari stasiun Lebak Bulus Grab. (btw, kenapa sih kudu ada kata ‘Grab’-nya di stasiun enih?)

Continue reading

Aldi Ferdian, CEO DanaProspera yang Aktif Berdayakan UKM

R Aldi Ferdian

Pengusaha Muda yang Aktif Berdayakan Usaha Kecil dan Menengah

Aldi Ferdian, adalah sosok yang berada di balik Koperasi digital danaprospera.id . Bersama sejumlah rekannya, ia mendirikan Cakradhara Grup, yang menaungi sejumlah koperasi digital dan beragam bisnis lainnya. Kamis (27/06/2019), Aldi menjabarkan seputar kiprah DanaProspera di hadapan ratusan peserta Pelantikan Pengurus HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Surabaya, di Hotel Shangri-La Surabaya.

Continue reading

Moms, Mau Menang Ratusan Juta dari #BekalPrestasi Morinaga? Begini Caranya!

Hola, moms!

Tahukah mama kalo tanggal 7-13 April 2019 ada World Allergy Week yang mengusung tema “The Global Problem of Food Allergy”? Iniprogram tahunan yang diinisiasi oleh World Allergy Organization (WAO). Wohooo, ternyata masalah alergi “aja” sampai ada badan level dunia ya? Karena memang gini, moms. Masalah alergi anak ini masih menjadi masalah kesehatan yang umum ditemui dan bisa menghambat tumbuh kembang anak. World Allergy Organization (WAO) menyatakan bahwa tema World Allergy Week tahun ini berangkat dari fakta bahwa masalah alergi telah menjadi masalah global. Kondisi alergi terkait makanan, bisa berbeda antara satu individu dengan individu lainnya.

Morinaga sebagai salah satu brand unggulan PT Kalbe Nutritionals, secara rutin mendukung program World Allergy Week setiap tahunnya melalui berbagai rangkaian program untuk membantu Si Kecil yang alergi, tetap berprestasi.  Kali ini, dalam rangka Morinaga Allergy Week 2019, Morinaga berkomitmen untuk mendukung penuh Si Kecil dari segala aspek kehidupannya.

Morinaga memahami bahwa tumbuh kembang dan prestasi anak adalah prioritas dan keberhasilan seorang ibu.

“Dalam rangka mendukung penuh Si Kecil yang alergi, tahun ini Morinaga Allergy Week mempersembahkan program #BekalPrestasi. Program ini terdiri dari edukasi alergi lewat hospital seminar yang didukung oleh dokter spesialis anak ahli alergi di berbagai kota besar di Indonesia, kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak dari KLIKDOKTER, penyediaan asuransi pendidikan anak*, penyediaan asuransi jiwa untuk orangtua*, serta inovasi produk berupa varian terbaru dari Chil Kid Soya rasa madu untuk memenuhi kebutuhan dan kelengkapan nutrisi Si Kecil. Dukungan penuh dari Morinaga dalam program #BekalPrestasi ini diharapkan bisa membantu generasi platinum untuk mencapai cita-cita dan kualitas terbaik dirinya,” jelas Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals.

Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals, meneruskan, “Di samping seminar edukasi, dalam rangka program #BekalPrestasi, Morinaga Allergy Week tahun ini mendukung prestasi Si Kecil lewat:

(1) Dana Persiapan Pendidikan dari Astra Life senilai total Rp 500.000.000,- untuk 5 orang pemenang;

(2) Dana Asuransi Jiwa senilai total 1 Miliar rupiah untuk 2.000 pemenang; (3) Voucher Belanja masing-masing 200.000* rupiah untuk 3 orang pemenang mingguan selama periode program berlangsung.

Program ini dapat diakses di berbagai channel seperti supermarket, hypermarket dan website Morinaga Allergy Week yaitu http://www.cekalergi.com/BekalPrestasi. Program ini berlaku secara nasional dan diharapkan bisa mendukung banyak orangtua dan anak dari segi finansial dan pendidikan”.

CHIL KID SOYA VARIAN MADU UNTUK KENIKMATAN NUTRISI SI KECIL

Bentuk inovasi dari program #BekalPrestasi dalam rangka Morinaga Allergy Week 2019, menghadirkan varian terbaru dari Chil Kid Soya yaitu rasa madu yang digemari Si Kecil.

Selain rasanya yang nikmat, madu sebagai kandungan yang berkhasiat, memberikan banyak sekali manfaat kesehatan untuk anak karena mengandung banyak nutrisi, antioksidan. Selain itu, madu juga dapat membantu proses pertumbuhan sel-sel dan jaringan tubuh anak dan melawan sumber penyebab alergi atau histamin yang menyebabkan reaksi alergi tersebut, sehingga anak tidak mudah sakit.

“Hasil survey terhadap ibu-ibu di Indonesia dengan anak yang alergi susu sapi, menunjukkan bahwa 100% Bunda SETUJU Morinaga Soya MoriCare+ Prodiges mengurangi gejala alergi dan alergi tidak muncul, berdasarkan hasil survey Home Tester tahun 2018. Artinya, Chil Kid Soya sesuai untuk dikonsumsi Si Kecil yang alergi dan memiliki nutrisi yang diperkaya, setara dengan kebaikan susu sapi untuk tumbuh kembang Si Kecil. Kini hadirnya varian madu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan Si Kecil terhadap variasi rasa,” ungkap Helly Oktaviana, Group Business Unit Head Nutrition for Kids Kalbe Nutritionals.

Untuk informasi lebih lanjut bisa cek pada akun resminya di bawah ini ya:
· Faceboook : Morinaga Platinum·

Instagram : @Morinagaplatinum·

Twitter : @MorinagaID·

Youtube : MorinagaPlatinum

#MorinagaAllergyWeek
#AlergiTetapBerprestasi
#SusuAlergiAnak#SusuAlergi
#SusuMorinaga#AllergySolution #Morinaga#ChilkidSoya#SolusiAlergi
#AlergiAnak#ChilkidSoyaSolusiAlergi #BekalPrestasi