lifestyle, Review, Uncategorized

Vertical Garden Outdoor atau Indoor?

Vertical Garden Outdoor atau Indoor?

Trend vertical garden di kalangan kaum penghuni kompleks akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Bagaimana tidak, space kosong yang tersisa di lahan rumah mereka sangat terbatas, sedangkan hasrat memiliki taman hijau untuk lingkungan Rumah dijual di Surabaya yang nyaman adalah salah satu kebutuhan yang sangat mendasar dan tidak dapat dielakkan.

Continue reading “Vertical Garden Outdoor atau Indoor?”

lifestyle, Review, Uncategorized

Apa Itu Urbanindo? Kenalan Yuk!

Bagi yang belum pernah mendengar, mungkin akan bertanya-tanya apa sih itu Urbanindo. Di tengah perkembangan teknologi di Indonesia kini menghadirkan berbagai aplikasi dan penawaran sehingga berbagai transaksi bisa dilakukan secara mudah.

Belanja secara online seakan menjadi aktivitas umum yang memudahkan para konsumen di Indonesia. Tak hanya baju ataupun produk lainnya tetapi, property juga sudah mulai menjalar di dunia online dan anda bisa mengunjungi www.urbanindo.com 

urbanindo-1

Continue reading “Apa Itu Urbanindo? Kenalan Yuk!”

Review, Uncategorized

Mudah dan membuat pekerjaan Anda lebih cepat selesai

Bekerja pada industri rumah tangga yang memproduksi berbagai kerajinan tangan berbahan kayu, sudah bisa dipastikan Anda akan begitu familiar dengan sejumlah paralatan pendukung. Ada banyak peralatan yang pada umumnya akan digunakan di sektor ini, mulai dari mesin pemotong hingga mesin bor sekalipun. Semua alat ini akan mempermudah proses produksi yang dilakukan, terutama pada bagian-bagian yang membutuhkan tenaga ekstra seperti pemotongan dan pembentukan kayu itu sendiri. Anda tentu tidak berpikir untuk menggergaji sejumlah kayu yang besar secara manual, bukan?

ralali

Continue reading “Mudah dan membuat pekerjaan Anda lebih cepat selesai”

lifestyle, Review, Uncategorized

Tas Eiger, Tas Kuat dan Nyaman untuk Segala Situasi!

Bagi para petualang atau pecinta kegiatan outdoor, merk Eiger adalah merk yang sudah sangat dikenal. Eiger adalah produsen untuk berbagai peralatan outdoor seperti sandal dan sepatu gunung, tas untuk hiking, baju, celana, peralatan berkemah, dan juga berbagai aksesoris yang biasa dipakai para petualang. Banyak petualang yang menyatakan bahwa perjalanan mereka menjadi lebih mudah berkat tas Eiger, sepatu, maupun berbagai perlengkapan lainnya.

Continue reading “Tas Eiger, Tas Kuat dan Nyaman untuk Segala Situasi!”

kuliner, lifestyle, medis, Review, sehat, Uncategorized

Deadline? Siapa Takut?

Dead = Mati. Line = Garis

Kata “deadline” ini sudah akrab banget dalam hidup, sejak sekian tahun terakhir. Ya, maklum saja, ketika duduk di bangku SMA, saya sudah aktif ikut Kropel alias Klub Reporter Pelajar Surabaya Post. Senior-senior saya yang unyu dan baik hatinya itu, sering banget kasih warning, ”Ayooo, naskahnya cepet ditulis! Udah mau deadline nih!”

Si bocah SMA yang kadang tengil bin ajaib itu pun, langsung berakrobat, nggak tahu gimana caranya, yang penting tulisan kudu beres jelang deadline, haha. Rupanya, saya pun kecanduan rasa “ngeri-ngeri sedap” gegara deadline.

Continue reading “Deadline? Siapa Takut?”

lifestyle, Review, Uncategorized

Ayo Ikut Kompetisi Ide Gila Pertamina Berhadiah Total 500 Juta!

Hare gene ikutan kontes, menang lalu dapat hadiah total ratusan juta rupiah? Dapat coaching alias pendampingan dari Pertamina? Dapat hadiah studi banding (baca: plesir gratisan dan selfie sepuasnya) ke luar negeri? Uhuiiii, siapa yang bakal nolak, cobaaa?

Kamu mau? Ya udin, ikutan aja kompetisi “Pertamina Ide Gila”! Btw eniwei busway…..ide gila itu yang kayak gimana sih?

Continue reading “Ayo Ikut Kompetisi Ide Gila Pertamina Berhadiah Total 500 Juta!”

blogging, kuliner, lifestyle, traveling, Uncategorized

Thanks to Priceza Indonesia yang Jadi Sponsor Traveling Gratis di Bangkok

Yang mengajak kami berwisata gratis ke Bangkok, Thailand adalah Priceza Indonesia.

Buat yang belum terlalu familiar dengan Priceza, barangkali penjelasan ini bisa sedikit membantu. Gini, kita tahu kan bahwa online marketplace/seller/shop itu jumlahnya segambreng alias buanyaak bingits! Nah, terkadang mereka menawarkan produk yang sama, etapiii harganya kok beda.

Kalo kudu bandingin satu demi satu, ibarat cari kutu di rambutnya dedek Ariana Grande, syusyah banget ciiin! Makanya, Priceza hadir sebagai “pahlawan” bagi para penggemar online shopping, dan bisa menghindarkan mata kita dari kejerengan ((KEJERENGAN)) dini.

Ketika mau berangkat ke Bangkok, yang ada dalam kepala saya, Priceza adalah sebuah start up yang berkantor di semacam rumah kontrakan gitu lah. Pegawainya, ya bangsa 10-15 orang hihihi. Intinya, saya ngerasa Priceza ini bukan korporasi yang We-O-We.

Oh iya…  Sekedar info, saya menang kontes Priceza, setelah menulis 50 artikel *yap, LIMA PULUH* untuk di-publish di website mereka.

Baca: Plesir Gratis ke Thailand bareng Priceza Indonesia 

Continue reading “Thanks to Priceza Indonesia yang Jadi Sponsor Traveling Gratis di Bangkok”

blogging, lifestyle, Review, traveling, Uncategorized

Plesir Gratis ke Thailand Bareng Priceza Indonesia

Sudah follow Instagram @bundasidqi kan? Yang beluum, silakan di-follow yak. Trus komen di salah satu postingan saya, supaya bisa segera saya follow balik 🙂

Di IG, saya beberapa kali posting tentang #PricezaHoliday. Intinya, foto-foto selama saya bareng 6 pemenang lainnya, yang lagi asyik piknik di sejumlah destinasi di Bangkok, Thailand.

Lumayan lahh… Bisa buat nambah-nambahin stempel di paspor hehehehehe

Baca: Cara Mengurus Paspor di Imigrasi Surabaya

Plesir gratisan selama 3 hari 2 malam ini disponsori oleh Priceza Indonesia. Ceki-ceki websitenya di http://www.priceza.co.id/ yah.

Kok bisa kami jadi pemenang sih? Yoi, Priceza ini mencari para penulis/blogger yang sanggup menerbitkan sebanyak 50 *yeap, LIMA PULUH* artikel dalam rentang (akhir) Oktober hingga Desember 2016!

Banyaaaaak ya?

Continue reading “Plesir Gratis ke Thailand Bareng Priceza Indonesia”

lifestyle, Review, Uncategorized

Agar Secantik Ira Koesno Tanpa Bikin Dompet Melongo

Masih pada ngerumpiin “ajaib”-nya Mbak Ira Koesno nggak sih?

Yeah, pasca debat Pilkada Calon Gubernur DKI Jakarta, kayaknya banyak orang yang justru salah fokus, bukannya membahas SWOT masing-masing pasangan, tapi malah kepo binti penasaran akut, tentang pegimane itu cewek 47 tahun ((EMPAT PULUH TUJUH TAHUN)) yang tetap kinclong, memikat, awesome, dan kulitnya nyaris tanpa kendor.

Yang jelas, saya nggak bakal membahas soal dokter kulitnya mbak Ira #SokIkribBingitsSis 

Karena kita berada di zona yang berbeda shay 🙂 Budget perawatan kulit dan kecantikan doi selama sebulan kayaknya setara dengan budget sembako keluarga kami selama setahun 🙂 Jadi, ya nggak level gitu.

Continue reading “Agar Secantik Ira Koesno Tanpa Bikin Dompet Melongo”

Uncategorized

Dilarang Sombong

Memang Allah tidak mengizinkan hamba-Nya untuk sombong 🙂

Baiklah. Aku mulai ceracau tak karuan ini ketimbang kepala meledak karena emosi yang menggelegak.

Ceritanya, dua hari lalu, Sidqi anakku ditunjuk gurunya untuk ikut seleksi pra-olimpiade. Kayaknya sih, ujung-ujungnya bakal mewakili Kecamatan, dan at the end of the day bakal berkompetisi di level kotamadya.

FYI, dari 40-an siswa di kelas, Sidqi yang terpilih untuk mewakili lomba matematika. See? Jadi, anakku itu sebenernya enggak bodoh (lagian, siapa sih maaaak, yang bilang sidqi bodo? :P)

Aku sebagai emaknya tentu terhura, karena ngga biasanya guru memberi kesempatan pada Sidqi untuk maju berkompetisi. Dia ini anak tunggal, terbiasa dimanja, diasuh dengan helicopter parenting style (blame me for this!) dan yaaa  begitulah….

Sidqi bukan tipe petarung yang siap kalah ataupun menang. Bahkan, sempat bilang gini,

“Aku kan pemalu, Bu…. Nanti kalau aku menang trus disuruh naik panggung, aku malu…”

*sigh*

Buatku ini latihan kesabaran. Sekaligus berlatih untuk mengendalikan lidah. Diiih, ini susah banget! Maklum, emak2 sumbu pendek… Gampang banget merapalkan hal-hal buruk, yang bakal ia sesali sepersekian detik kemudian.

Semalam, Sidqi belajar ekstra. Yaaaa, disambi main game juga sik. Tapi, intinya, di mau belajar. Ini lumayan… lumayan bikin saya pede bahwa Sidqi bakal tetap ikutan seleksi Kamis pagi.

Kamis (19/1) pagi, dia bangun… sholat subuh… dan masih mau belajar tentang perkalian desimal, pohon faktor, endebrai endebrai. Aku yakin lah, dengan kemampuan dia. I mean, he will do his best gitu loo.. Masalah ntar kepilih atau nggak, urusan nanti. Yang penting Sidqi berani maju aja. Sarapan, minum susu… semua udah dilakoni.

Oke, jam 630 waktunya mandi…. Karena seleksi dimulai jam 7. (sekolah hanya ditempuh 5 menit perjalanan dari rumah kami)

Daaaan……. DRAMA dimulai. Setan pagi hari itu maknyus sekali yak (sekarang nyalahin setan). Genderang Perang Ibu-anak ditabuh. Sidqi mogok. Nggak mau meneruskan langkah ke kamar mandi. Memilih leyeh-leyeh di depan TV, dengan alasan “Aku capek… Kakiku capek… Ini capek… aku nggak mau ikut….”

Duh. Kulakan “sabar” ada di mana sih? Ada yang jadi reseller “kapsul ibu setrong nan tangguh” ala Dian Sastro ngga sih?

Udah… anakku cranky… dan emaknya juga ketularan hahahaha. Bubaaaaarrr…. Ambyaaarr semua persiapan yang dimulai sejak dua malam lalu.

Oke, sekarang saya akui saya kecewa. SANGAT KECEWA. Anak saya tidak bodoh, hanya saja, nyali dia buat bertarung sangat sangat sangat ciut. Saya salah mendidik dia. Tapi, gimana cara perbaikinya? Dibawa ke bengkel mana? Aseli, saya jadi benci sama diri sendiri.

Don’t get me wrong… Saya bukannya ambisi anak harus menang olimpiade atau gimana gimana. Tapi tentu saja saya malu sama wali kelas Sidqi. Saya malu, ketika harus mengakui bahwa saya ibu yang payah, tidak bisa mengondisikan anak untuk tetap bersemangat dan percaya diri maju berkompetisi.

Aaaah… sudahlah. Mungkin, ini pelajaran dari Sang Maha, bahwa memang saya nggak boleh sombong. Let it go. Let it go. Terima saja kenyataan bahwa memang, kali ini kami berdua resmi jadi pecundang.(*)