Resep Astri Ivo, Si Cantik Sepanjang Masa

IMG_0156
Coba tebak, berapa usia Astri Ivo tahun ini? Kalau melihat wajahnya yang begitu cantik, senyumnya nan teduh, juga berat badan yang proporsional, rasanya sulit dipercaya bahwa Astri Ivo menginjak usia 51 tahun. Ya, di usia setengah abad ini, Astri Ivo tak kehilangan sinar inner plus outer beauty-nya. Apalagi, kalo doi lagi tausiyah di TV… Wiiih, sukaaaa bingits!

Btw, apa resep rahasia perempuan kelahiran 21 September 1964 ini? Bagaimana ibu 3 anak ini menjaga penampilannya tetap anggun dan enak dilihat?

Setiap perempuan tentu ingin tahu kiat yang Mbak Astri terapkan agar tetap tampil menawan. Apa saja? 

Alhamdulillah, bersyukur pada Allah saya diberi amanah untuk sharing seputar hal ini. Dengan berikhtiar, kita bisa tampil rapi dan enak dilihat, seperti yang sudah saya ulas di buku saya Cantik Sepanjang Usia.

Kuncinya adalah, selalu positive thinking  dan jalani gaya hidup yang sehat. Di usia saya yang 50 tahun, saya selalu rutin untuk berolahraga. Pagi hari saya sempatkan untuk berenang. Saya juga rutin bersepeda dan senam. Yang tak kalah penting, kita harus bisa memilah apa yang kita konsumsi sehari-hari. Pilihlah yang halal dan baik. Ingat-ingat selalu, perut kita ini laboratorium tercanggih di dunia. Coba bayangkan, kalau perut dan seluruh organ yang ada di dalamnya kita pakai setiap hari setiap saat tanpa istirahat, maka bisa rusak. Apalagi kalau yang kita masukkan ke dalam perut adalah bahan-bahan yang tidak terjaga kualitasnya. Itulah mengapa saat ini, sering kita jumpai anak muda yang sudah mengidap penyakit berat, seperti sakit jantung, diabet, dll. Kenapa? Karena gaya hidup tidak sehat.

Read More

Advertisements

Optimalkan Rumah sebagai Pusat Tata Surya Ramadhan

“Lebih baik di sini…..

Rumah kita sendiri

Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa

Semuanya ada di sini 

Rumah kita…..” 

Uhuuuuiii…!! Makasih loh, Om Iyek and the gank yang udah membikin kita merinding disko, dengerin tembang ini. RUMAH KITA. Lirik yang oye, musik yang bersemangat, dipadu penghayatan optimal. Siapapun tentu setuju kalo rumah adalah “pusat tata surya” kita yang sebenarnya. Bocil yang kita cintai sepenuh hati… Keluarga yang selalu ada di saat happy maupun gundah gulana… Daaan, itu semua ada di rumah. Ya kan?

Biar punya segabruk aktivitas, saya itu paling enggak bisa move on dari rumah. Kalo pergi ke manapun, rasanya udah kangeeen gitu pengin pulang, huehehe.

Makanya, saban ada undangan Buka Bareng, saya selalu bawel, “Ini lokasinya dimana? Deket ama rumah, apa kagak? Ntar aku pulang ke rumah jam berapa?” Wis pokoknya cranky to the max deh. Karena seolah-olah ruangan di rumah itu memanggil-manggil supaya saya segera pulang

Karena itu, saban Ramadhan, sebisa mungkin saya berbuka puasa di rumah. Melakukan banyak aktivitas dengan berpusat di rumah deh. Termasuk, membuat “keriuhan” di rumah. Eitsss, emangnya ngapain, buu?

Gini lo. Saya ini kan pada hakikatnya adalah sebentuk makhluk yang menyimpan talenta sebagai calon artis ngeheits ^^preeeet!^^ Zaman piyik dulu, saya doyan banget perform di acara-acara RT, RW, di sekolah Ibu (yep, my mom used to be a teacher) dan sebagainya.

Naaah, ternyata sisa-sisa “keartisan” zaman baheula itu masih tersimpan dalam jiwa. Walhasil, ketimbang mangkrak, mending saya optimalkan, ya tho?

Selama ini, kalo ada acara Halal bi Halal endebre endebre, yang tampil pasti eyang uti-eyang uti haus eksistensi gitu kan? Bawa rebana, ecrek-ecrek, kendang dan sebagainya, trus mereka nyanyi sholawatan atau lagu-lagu macam “Perdamaaian… perdamaaiaaaaan… banyak yang cinta damaaaiiii….”

Hyahahahaa.. bukannya gimana-gimana ya. Kadang saya ngerasa, apa yaaa.. udah waktunya ada KADERISASI, kita kasih kesempatan ke anak-anak kicik untuk tampil dong. Jangan sampai kaum sesepuh yang menguasai panggung ^^sungkem dulu ama senior di kompleks^^

Akhirnyaaa, saya ambil keputusan untuk menjadi pemeran utama dalam kaderisasi ntuh ^^weitss.

Ketimbang berwacana ha-hi-hu-he-ho, saya langsung memutuskan bahwa saya yang akan menjadi trainer untuk para bocil. Bersama Sidqi, saya undang bocah-bocah untuk berlatih, supaya bisa perform pas Halal bi Halal RT. Lokasi latihannya? Ya di rumah eikeh dong 🙂 ^^bangga^^

IMG_6928 IMG_6929

Cewek-cewek semangat latihan di rumah saya

Cewek-cewek semangat latihan di rumah saya

Lokasi latihannya di ruang tamu. Pokoke ditata sedemikian rupa sehingga bocah-bocah bisa nyaman melakukan koreografi tatkala perform on stage nantinya. Intinya, bagian rumah yang dipakai latihan, kudu menggambarkan suasana panggung ala-ala gitu.

Energi bocah kan gak kenal kata soak ya. Jadiii, sedapat mungkin, properti dan aksesoris pecah belah diamankan untuk sementara. Biar enggak terjadi huru-hara semacam vas bunga yang pecah, atau beling gelas yang terkapar dimana-mana.

Di depan bocil-bocil ini, saya menjelma menjadi Bertha jadi-jadian, hahaha. Saya ajarin deh, tembang macam “Ada anak bertanya pada bapaknya…. Buat apa berlapar-lapar puasa…..” Pokoke, lagu-lagu Islami yang rancak dan mengusung value yang oye.

Eh, biar makin seru, anak-anak juga saya libatkan untuk diskusi soal koreografi. Lumayan rempong, tapi asik!

“Tanteeee, nanti pas lagu ini, tangan kita goyang kiri-kanan aja…”

“Tanteeee… kalo lagi nyanyi ‘lapar haus kita jalani…. agar tahu rasa sengsara’, kan wajah kita enggak boleh senyum ya? Kan kudu manyun yak?”

“Tanteeee… aku haussss… pengin minum…” ^^gubraks^^ Kan lagi puasa, darliiiing 😛

Naaah, kemonceran latihan ini makin menjadi-jadi, karena ada Mbak Leny, guru piano yang juga satu RT dengan kami. Mbak Leny bersedia mendampingi untuk aransemen musik, supaya dedek-dedek ini kian merasa lagi bener-bener on their own mini concert! Yihaaaa.

Eits, sekedar info aja nih. Mbak Leny non-muslim loh. Tapiii, karena emang RT kami kompak yak, Alhamdulillah, bisa saling kerjasama dalam hal positif macem begindang.

***

Lalu, laluuu… Gimana hasilnya? Bagaimana penampilan anak-anak RT 07 dalam Halal bi Halal?

Apakah rasa grogi, gemeter bin nervous mendominasi aksi panggung mereka?

Atau, justru mereka bisa bernyanyi laksana calon diva kebanggaan Indonesia di masa depan?

Here we go….!

CIMG1143 CIMG1146 CIMG1148 CIMG1152 CIMG1154

Aaaaak, alhamdulillah…..!!

Anak-anak bisa tampil dengan maksimal! Suara mereka yang imut-imut, berkarakter, plus apa adanya, justru menjadi poin plus, yang mengundang applaus hadirin. Ya iyaalaaah, audiensnya kan bokap, nyokap, eyang kakung, eyang putri, plus tetangga-tetangga mereka jugak. Mosok mau nge-bully? Huehehe.

Yang jelas, saya bersyukur banget. Anak-anak MAU tampil aja udah bersyukur banget. Itu artinya, mereka bisa bekerjasama menampilkan performa terbaik. Sekaligus, menunjukkan kalau kita bisa banget menjadikan rumah kita, sebagai sarana untuk meraih pahala dan keberkahan yang melimpah. Sudah saatnya, kita sinari rumah dengan keindahan Islam. Boleh deh, bikin pengajian bareng, acara-acara yang senantiasa menggiring kita untuk mengingat Allah, mendekatkan diri pada Yang Maha Baik. Ketika kita punya sebongkah ide dan kreativitas, serta kemauan untuk berbuat, maka Allah akan menginjeksikan semangat dan segala kemudahan pada diri kita dan segenap makhluk yang ada di sekitar kita.

Ahaaaiii, makasih rumahku tersayang. Memang, segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa…. Semuanya ada di sini…. Rumah kitaaa……(*)

Letupan Ide Kreatif di Bulan Ramadhan

creatuve

Apa aja aktivitas mainstream yang dilakukan pas bulan puasa?

Berburu ta’jil? Ngabuburit atau bukber? Tarawih berjamaah di Masjid?

Ya, dari tahun ke tahun, sepertinya kegiatan itu yang mendominasi kehidupan kita. Memang OKE BANGET kok, karena Ramadhan kan peluang besar bagi kita untuk meraih keutamaan pahala dan bebas dari api neraka.

Tapiii, ada kalanya kita butuh “sesuatu” yang menjadikan Ramadhan kita kreatif dan punya diferensiasi, ceileee.

Biar masuk golongan ‘anti-mainstream’, ini nih, yang saya praktekin bareng keluarga.

1. Bagi-bagi Ta’jil/ Bingkisan Ramadhan ke Rumah Singgah Anak Penderita Kanker

Kalo biasanya di bulan Ramadhan, kita rutin melakukan kunjungan ke Panti Asuhan kan. Nah, coba deh, tahun ini lakukan sesuatu yang berbeda. Di Surabaya, ada rumah singgah yang diperuntukkan bagi bocah cilik penderita kanker. Usia mereka masih piyik-piyik banget. Mulai dari 3 tahun, ada yang sudah menderita kanker mata. Aduduuh, keberadaan anak-anak ini, sungguh rentan bikin hati kita bergerimis. Di umur yang amat belia, mereka sudah harus menghadapi tantangan hidup yang sama sekali nggak bisa dibilang enteng.

IMGL9067

Yang lebih bikin kita makin haru, mereka sama sekali nggak terlihat sedih. Justru bergembira menyambut kedatangan kita. Lhaaa, apa kabar kita yang punya tubuh sehat sempurna ini? Masih mau berkeluh kesah, ha? Haa?? #JlebMoment

IMGL9060  IMGL9072

2. Menapaktilasi Kampus, Mengajarkan Urgensi Menjadi Kreatif 

Suami saya itu alumnus ITS. Saya juga sempat loh kuliah di ITS ^^bangga^^ walopun pada akhirnya kudu resign **ealah. Tapiii, nggak ada salahnya kan, menyemangati anak untuk bisa mengikuti jejak sang ayahanda untuk menggali ilmu di kampus ini? Maka dari itu, sambil menunggu buka puasa, saya ajak Sidqi buat mengeksplorasi ITS. Kita perlihatkan mobil-mobil canggih hasil karya anak bangsa yang sungguh menakjubkan.

Semburkan kalimat motivasi berdaya ledak tinggi pada anak kita. “Kalau kamu kreatif, rajin belajar, beribadah, juga hormat dan taat pada orang tua, insyaAllah, kamu bisa memproduksi teknologi yang jauuuuh lebih keren dan handal!”

CIMG6004

CIMG5999

3. Seseruan Foto Bareng Temen-temen Bocil

Tiap bocah pasti punya (semacam) geng gaul gitu kan? Nah, begitu juga dengan Sidqi. Ada beberapa cowok rada-rada kebanyakan gaya yang kerap dolan sama doi. Sembari mengisi waktu jelang bedug Maghrib, ayo deh, ajak anak-anak kita menuju studio foto. Nggak usah yang mihil-mihil, yang simple aja. Intinya, bocah-bocah itu kita arahkan untuk bikin foto bareng dalam studio. Jangan kaget, kalo hasilnya ternyata WOW, unyu bingits, dan layak dipajang di ruang tamu, menyambut Lebaran tiba. Yakaliiii, ada yang tertarik jadiin anak gue jadi model iklan baju anak, gitu? #eh

IMG_8058 IMG_8059 IMG_8060

4. Melakukan Hal-hal yang tak Pernah Dilakukan

Misalnya: Ngasih Makan Ayam

Sesaat sebelum Lebaran, biasanya saya dan keluarga main ke rumah eyang di Pacitan. Nah, eyang putri punya peliharaan ayam kampung. Biasanya, bulek (tante) saya yang ngasih makan. Di sini nih, serunya. Sebagai “anak kota”, Sidqi tentu penasaran akut kan, piye sih caranya ngasih makan ayam?

CIMG6513 CIMG6514

5. Belajar Sejarah di Museum Tugu Pahlawan

JAS MERAH, Jangan sekali-kali melupakan Sejarah. Anak-anak juga kudu digiring untuk respek terhadap pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Supaya pembelajaran menyenangkan, pilihlah destinasi yang mendukung. Di Surabaya, saya biasanya mengajak Sidqi untuk ke Tugu Pahlawan. Ada apa di sana? Ada tugu ^^ya iyalaaaah^^ Selain itu, kita bisa menyaksikan diorama perjuangan yang menarik, mendengarkan pidato Bung Tomo yang menggugah semangat, juga beberapa ornamen yang mendukung ambience pembelajaran sejarah.

CIMG5173 CIMG5262

Kalau kamu, apa ide kreatif di bulan suci ini?

Bisakah Tiket Konser Maroon 5 Dikonversi Jadi Sedekah ?

Your sugar

Yes, please

Won’t you come and put it down on me?

I’m right here, ’cause I need

Little love, a little sympathy

(SUGAR, by Maroon 5)

Siapa suka lagu SUGAR ini? Weeew, sayaaaa…!! Saya…..!!

Lagunya easy listening, enak buat goyang dan segerrr banget. Ditunjang video klipnya yang sumpeeeh…kece beraaats! Di lagu ini, Kangmas Adam Levine ^^haissshh^^ dan bolo pleknya jadi surprise guest star di beberapa resepsi pesta kawinan! Cuss langsung ke youtube kalo penasaran yak.

Eits, ngapain sih, tetiba saya ngomongin Maroon 5?

Tahu sendiri dong. Band ini kan udah dijadwalin perform di Indonesia, tanggal 23 September 2015. Para penggemar Maroon 5 udah pada beli tiketnya. Konon, dari data yang dirilis si promotor Live Nation Indonesia, tiket sebanyak DUA BELAS RIBU biji udah SOLD OUT ajah gitu loooh! Wiksss…!

Yakin deh, para fansnya Kang Adam Jordan Levine ini pengin jejingkrakan plus poto2 narsis pake lensa super wide.

Ya iyalaaah, yang namanya konser dengan 12 ribu penonton, kita kudu menyiapkan amunisi HP yang oye dipadu segala aksesoris yang paripurna kan?

Daaaan, ternyata oh ternyata, dalam akun twitternya, Maroon 5 menyatakan konser yang bakal digelar di BSD City itu DIBATALKAN, sodara-sodara. Hiksss banget yak? Eniwei, alasan yang dipake adalah, karena konser itu diselenggarakan pada malam takbiran jelang Idul Adha. Jadi, tim Maroon 5 pengin menghormati Hari Raya umat Islam itu.

Untitled

Wohoooo… tentu, saya angkat topi dengan pilihan yang diambil Maroon 5. Walopun, kita enggak tahu persis alasan yang sebenarnya apa, tapi ya sutralaaah, anggap aja mereka benar-benar tulus menghormati Idul Adha.

Eh, btw, berapa sih, harga tiket untuk nonton konser ini?

Tiket dibagi dalam empat kategori, yaitu Tribun Rp900 ribu, Festival 2 Rp1 juta, Festival 1 Rp1,3 juta dan VIP A&B Rp2,5 juta. Omaygaaat, itu duit semua yak? ^^MencobaMengaisRecehdiDompet^^

Well, kadang, manusia tuh lucu ya. Untuk urusan duniawi semacam ini, kita asik-asik aja ngeluarin duit 2 juta-an. Berapa jam sih, nonton konser Maroon 5? Nggak sampe sehari semalam kan? Dan, duit udah dadah bubbye gitu ajah.

Tapi, masalah beramal?

Hmmm, ini sentilan buat diri saya pribadi. Kalau mau kulineran, rasanya saya enggak eman-eman tuh, ngeluarin duit sampe 100 ribu sekali makan. Tapii, manakala ada mbak-mbak dari Panti Asuhan yang kredibel, mengajukan peluang berburu tiket surga, saya kok rasanya beraaaaat gitu, untuk sekedar merelakan hengkangnya selembar 50 ribu dari dompet.

Ini saya aja yang ngalamin, atau udah jadi common things yak? ^^caritemen^^

Eniwei, ini lagi bulan Ramadhan, my men…. Yang namanya pahala, dilipatgandakan. Jika amal kebaikan kita analogikan seperti investasi, maka di bulan ini, tingkat return-nya amat sangat WOW. Menakjubkan bingits.

So, ayo deh, kita tekan tombol “pause” sejenak untuk urusan dunia. Coba kita kontemplasi, seberapa seriuskah amal-amal kebaikan yang kita lakukan di bulan Ramadhan? Berapa kali kita bersedekah, either ke Masjid, kasih buka puasa, sedekah sahur, ke yayasan sosial yang kredibel? Sudah sampai mana ngaji kita? Apakah hafalan Qur’an bertambah? Apakah kita rajin dan istiqomah sholat ke Masjid, dan mengajak keluarga kita untuk bersama-sama merayakan Ramadhan? Apakah, perilaku kita jauh lebih tertata, lebih bijak, enggak gampang ‘meledak’ laksana mercon bantingan? ^^omaygaaat, kalimat terakhir ini, sooo me bangeeet *cry*

Karena menjanjikan pahala melimpah ruah, Ramadhan menjadi bulan yang amat spesial. Karena itu, saya mau urun saran ke pihak promotor yang menangani refund tiket.

Ketimbang rempong ngurusin refund tiket, alangkah baiknya kalau para calon penonton itu, diberikan opsi menarik: “Apakah uang yang sudah dibayarkan untuk beli tiket, bersedia dikonversi jadi sedekah, melalui lembaga/yayasan yang profesional, kredibel dan terpercaya?”

Banyaaaak kan, lembaga macem DD, RZ, NH, dan macem-macemnya itu. Naaah, nanti, konsumen cukup memilih lembaga mana yang jadi sarana penyaluran sedekahnya. Yaaa, mirip-mirip dengan program sedekah uang kembalian di minimarket itu deh. Bedanya, duit ini, duit “gedhe” yang memang butuh keikhlasan luar biasa untuk menyalurkan ke masyarakat dhuafa.

Dengan terbitnya tulisan ini, saya menantang diri sendiri untuk melakukan hal yang sama. Sedekah dalam jumlah yang lumayan melimpah. Jangan cuma sedekah di angka receh. Toh, yang kita butuhkan adalah keyakinan bahwa sedekah adalah sarana untuk lebih meraih cinta Allah. Sedekah adalah sebuah langkah jitu, sebagai terapi jiwa agar iman semakin melekat dalam dada.

Haqqul yaqin, Ramadhan adalah momentum yang sangat tepat. Kalau kita berhasil menaklukkan rasa “eman-eman”, maka “iman” kita insyaAllah akan meningkat tajam. Kangmas Adam Levine juga siap berdendang untuk kita:

Yeah, you show me good loving

Make it alright

Need a little sweetness in my life

Your sugar

Yes, please

Won’t you come and put it down on me?(*)

Bingung Isi Liburan Sekolah? Nikmati Sensasi “Naik” Mercedes Benz S-Class Aja!

Yeayyy…! Sidqi udah mulai liburan sekolah!

Alhamdulillah, Jumat, 12 Juni, aku udah ambil raportnya Sidqi. Emang sih, raport masa kini tuh kagak ada nilai kuantitasnya. Jadi, yang ada skor A, B, sama penjelasan yang (IMHO) normatif gitu deh. Walhasil, emak-emak kompetitif kagak bisa bangga-banggain bocilnya dong deh hohoho *tunjukDiriSendiri*

Tapi, ya, baiklah… karena skor A merajai di seluruh bagian raport, marilah kita bilang apa? Alhamdu…Lillah…. :)))

Anakku udah naik kelas 3, cuy. Wah, wah, time do flies. Dan, kenaikan kelas adalah sebuah momentum yang kudu dirayakan, bukaaan? Masih inget deh, jaman aku masih SD, saban kenaikan kelas, diajakin ortu halan-halan. Bisa ke kebon binatang, ke THR (yang konon mau—atau sudah?–tutup ntuh) dan ke desaku yang kucinta, yakni Pacitan. Tetapi, oh, tetapi… karena Sidqi libur di kala emaknya kagak bisa cuti panjang, ya wislah, jalan-jalannya di Surabaya ajah.

Kita berdua naik angkot dari rumah, menuju ke BCA Raya Darmo. Rencananya, aku pengin ngajarin Sidqi untuk tahu seluk-beluk buka rekening di bank gitu deh. Karena, tau sendiri lah, BCA kan emang udah jadi bank kebanggaan kita semua. Aku jadi nasabah setia BCA sejak masih prewin kinyis-kinyis loh *uhuk* Tahun 2004-an gitu deh. Sampe sekarang, masih setia jadi nasabah Bank enih, soalnya fasilitasnya banyaaak, ATM-nya kesebar dimana-mana, sampe di minimarket di pengkolan kompleks aja ada. Ya kan? Sidqi juga antusias diajak ke Bank BCA. Walaupun, kita kudu naik angkot. Selama di angkot, Sidqi gundah gelisah, gitu. Kok lama banget? Kok enggak nyampe-nyampe? Kok panas bangeeet! Ya iyalaaah, secara, ongkosnya lima rebu doang. Hahaha. Kalo mau cepet, ya kudu naik Mercedes Benz S Class dong! *deziiiighhh, jauh amat perbandingannya, hahahah*

Eh, ternyata, Allah Maha Mendengar khayalan hamba-hamba-Nya loh. Kita cuz ke Kantor BCA Raya Darmo, daaan… disodori sebuah fantasi yang luar biasa… Yaituu… sensasi naik Mercedes Benz S Class! Wuhuuuuiii!!

IMG_0839

"Naik" Mercedes Benz S-Class, rek!

“Naik” Mercedes Benz S-Class, rek!

Maksudnya? Gini. Kita “naik mobil” yang belum komplet. Trus dari video LCD TV yang ada di depan kita, jeng.. jeng… Bodi mobil menutup sempurna! Mengalunlah musik yang sooo easy listening, kita bisa pose-pose kekinian gitu, daaan…. siyaaap… pose yang tsakep yaaak… kliiik!!

Hahaha…!! Seruuu kan? Ini emang BCA sengaja bikin kita terkiwir-kiwir buat ngedapetin Mercedes Benz S Class beneran dweeh!

IMG_0852 IMG_0841

Eh sekadar info ya, BCA bikin wahana keren augmented reality (AR). Wahana ini disediakan untuk mendukung kemeriahan Gebyar Tahapan BCA (GTB) 2015. Di situ BCA mengajak seluruh nasabahnya untuk merasakan sensasi mengendarai  Grand Prize Mercedes-Benz. Mommies bisa bergaya dan berpose di atasnya dengan gaya selebrasi seunik dan semenarik mungkin. Setelah itu, hasil foto atau videonya bisa langsung di-share ke Facebook dan Twitter dengan hastag #RayakanMomen beserta #RayakanSurabaya (kan aku tinggal di Surabaya) terus mention ke @GoodLifeBCA. Selain di Surabaya, mesin AR yang canggih ini hadir pula di Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Kediri, Makassar, dan Samarinda

Ternyata, belum selesai sampai di sini sahabat, karena semua foto yang telah di-upload dan share di social media itu akan diseleksi oleh juri-juri BCA dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah yang keren . Yaitu Smartphone Xiaomi yang sedang hype dan Samsung S6 canggih teranyar. Woww banget kan? Bisa nyobain Mercedes-Benz, berkesempatan dapet hadiah smartphone pula. Mommies jangan takut untuk tidak menang ya, karena hadiah akan dibagikan mingguan di setiap cabang kota di atas!

IMG_0849

Iniiii… Hasil foto eksis sidqi dan emaknya 🙂

Info tambahan ya buat Mommies semua, mesin AR ini akan aktif mulai dari 15 Juni 2015 sampai 3 Juli 2015. Lebih lengkapnya Mommies semua bisa check di sini [http://www.bca.co.id/gebyartahapanbca#tab4].

Wuah… sebagai nasabah BCA tentu saja aku gembira tralala trilili. Cukup dengan bertransaksi, lakukan pembayaran lewat ATM BCA, atau debit/ credit card BCA pas belanja, atau transaksi pakai EDC (Electronic Data Capture) BCA, maka kita bisa mendapatkan poin. Eh, siapa tau bisa jodoh ama Mercedes Benz ya kaaaan?

Setiap tahun sepertinya BCA memang tak pernah bosan berbagi hadiah kepada nasabah setianya. Buktinya, Gebyar Tahapan BCA yang melegenda ini juga sedang mencari pemenang baru tahun 2015. Semua nasabah yang punya Tahapan BCA, Tahapan Gold, Tahapan Xpresi, dan nasabah BCA Syariah yang memiliki Tahapan iB dan Tahapan Rencana iB, bisa ikutan program ini. Hadiahnya banyak banget sis. Kebetulan aku baca di selebaran BCA di situ, ada ratusan motor Honda, puluhan Mercedes-Benz C-Class, dan yang paling top Mercedes-Benz S-Class. Caranya adalah dengan mengumpulkan kupon sebanyak-banyaknya agar dapat diundi.

 Gimana cara dapetin kupon?

 Caranya adalah dengan melakukan transaksi sehari-hari melalui BCA. Itu lho belanja pake Debit BCA, belanja online, beli pulsa, dan lain-lain. Ini nih yang aku sempet baca di website BCA:

  • Menambah saldo tabungan
  • Bayar tagihan kartu kredit, listrik, air, telepon, dan lainnya pakai e-Banking BCA (KlikBCA, m-BCA, dan ATM)
  • Beli pulsa, tiket dan lainnya pakai e-Banking BCA (KlikBCA, m-BCA, KlikPay dan ATM),
  • Belanja pakai Debit BCA.

 

Mommies pasti suka hitung-hitungan angka kan. Nih tabel detailnya

Persyaratan Keterangan Kupon yang diperoleh
Saldo rata-rata per bulan Rp 1 juta 1 Kupon
Transaksi Pembayaran/Pembelian*
a. ATM BCA
b. KlikBCA, m-BCA,  atau KlikPay
1 kali
1 kali
5 Kupon
10 Kupon
Belanja dengan Debit BCA Rp 100 ribu (akumulasi) 1 Kupon

*Bayar tagihan kartu kredit, listrik, air dan lain-lain atau beli pulsa, tiket, dll.

Nah tuh pilih cara paling cepet mengumpulkan kupon. Paling sip kayaknya belanja online, sis!

 Semua nasabah berhak untuk ikut dan semua nasabah juga berhak untuk menang. Tak percaya? Coba deh main-main ke http://www.bca.co.id/gebyartahapanbca. Di situ bahkan ada simulasi supaya

Mommies punya peluang menang lebih besar. Mesti main cantik nih biar bawa pulang S-Class.

Wohohoooo… Asik bingits ya, mengedukasi kiddo bareng BCA. Udah ngerasain sensasi ber-Augmented Reality “naik mobil” Mercedes Benz S-Class, kita juga beneran bisa memperbanyak peluang untuk menangin mobil ketjeh ituuh.

With Gebyar Tahapan BCA, There’s Always a Reason to Celebrate!

It’s all ’bout Money, It’s all ’bout Dum dum dum dum….

Baiklah, hari pertama puasa, saya lalui dengan mengantuk luarrr binasaaah 😛

Ketimbang ketiduran, marilah kita ngeblog, wokeh?? Hehhehe.

Eh, yang pernah dengar lagu di atas, ngacung??

It’s all ’bout the money It’s all ’bout the dum dum…

And I don’t think it’s funny to see us fade away

It’s all ’bout the money It’s all ’bout the dum dum…

and I think we got it all wrong Anyway

Yep, zaman muda dulu **ngikikJadul** saya seriiing banget dengerin lagu “It’s All about Money”-nya Meja. Yoi nama penyanyi Meja, tapi kalo nggak salah, dibaca Meiha –> info penting.

Harus diakui yak, masalah duit itu kok ya rentan bikin dahi mengernyit 🙂 Hahaha. Adaaa aja, kehebohan atau nyinyirisme yang tercipta either di dunia nyata, maupun maya. Dan, kadang-kadang penyebabnya perkara duit. Slogan “Letakkan Harta di Tanganmu, Jangan di Hatimu” sebenarnya kudu banget bisa kita aplikasikan dalam hidup sehari-hari.

Tapi, tapi, tapiiiii……. *sinyal ilang*

***

Padahal, kalau dipikir-pikir, duit kan sebenarnya sekedar “alat” yak. Alat untuk jual-beli, alat untuk bayar SPP, bayar listrik, ngasih utang, bayar utang…. Jadi duit itu “fasilitas” ajah. Sementara, yang kudu banget kita jadikan pegangan adalah, “Manfaat apa yang akan saya berikan, kalau saya menggeluti ini dan itu?”

Ya, kind of it lah.

Misalnya nih, ada temen yang mau jualan busana muslim dan pernak/pernik jelang Lebaran. Lha kok, doi bilang, belum ada duit buat modal. Welehdeleeh… hare gene, kagak usah pusing-pusing soal duit dong ah. Kalo udah ada IDE untuk jualan, udah ada REKANAN/SUPPLIER yang nyediain barang, udah ada TOOLS MARKETING & PROMO yang oke, ya sud… Jalan aja daaah!

Masalah modalnya, pegimane?

Nah. Ini nih, enaknya hidup di era masa kini. Jumlah bank segabruk. Masing-masing bank punya “amunisi” yang bisa diandalkan, supaya kita bisa melakukan apa saja dengan mudah. Tahu program Kredit Multiguna kan? Masing-masing bank udah punya tuh. Jadi, kita nggak perlu pusing mikirin duit di awal. Tapiii… yang kudu kita garisbawahi adalah, apa saja ketentuan yang diterapkan masing-masing bank.

Lalu, lalu, gimana cara melakukan studi komparasi *halah* antara satu bank dengan bank lainnya? Sebelum nyari jodoh aja kita kudu stalking twitter, FB dan sebagainya kan? #eaaaa

Supaya bisa sukses pas nyari bank yang “berjodoh”, ya sudah pasti kita kudu cermat bin teliti, alias cermati 🙂

Naaah, As easy as one, two, three, cukup kunjungi cermati.com biar tahu seluk beluk perbandingan masing-masing bank.

Perbandingan Kredit MultiGuna di cermati(dot)com

Perbandingan Kredit MultiGuna di cermati(dot)com

Asyik kan? Terpampang nyata deh, apa saja program dan fasilitas yang jadi “jualannya” para bank itu. Kita bisa klik-klak-klik untuk menyemangati diri sendiri, supaya jadi orang dengan sikap yang kian bijaksana terhadap uang.

Kalo udah nemu sistem pembayaran/kredit/dll yang oke, ya sud. Langsung meluncur ke bank masing-masing yak. Boleh loh, sambil nyanyi lagunya Meja :

It’s all ’bout the money It’s all ’bout the dum dum…

And I don’t think it’s funny to see us fade away

It’s all ’bout the money It’s all ’bout the dum dum…

and I think we got it all wrong Anyway

Selamat Merayakan Ramadhan!! 

Mak Nyusnya Ceker Ayam Lapindho

Makan apa kita, di siang yang panasnya alakazam eniiih?

Gimana dengan menu-menu serba ceker? Yap, ceker alias kakinya ayam ituh looo. Di Sidoarjo, ada warung yang ngehits dengan aneka menu ceker. Namanya, Ceker Ayam Lapindho.

Eh, tau nggak, buat beberapa orang, ceker memang kerap dianggap sumber pangan yang njijiki (menjijikkan).

Justru, Redi Indrawan Prihanto punya pendapat lain. Menurut mantan praktisi HRD di hotel berbintang ini, ceker bisa menjadi bahan pangan yang lezat sekaligus sumber omzet yang mak nyus.

ownernya Ceker Ayam Lapindho

ownernya Ceker Ayam Lapindho

Bermula dari 28 Juni 2008, Redi membuka usaha masakan serba ceker ayam di alun-alun Sidoarjo.

”Saya ingin mengedukasi orang, bahwa banyak manfaat yang kita dapatkan bila rutin mengonsumsi ceker. Tahukah Anda, kalau ceker mengandung kolagen dalam jumlah besar. Artinya, bila orang dewasa rutin mengonsumsi ceker bisa membuat awet muda. Untuk bayi, ceker berfungsi optimal untuk pertumbuhan tulang. Bagi yang sepuh (lansia), ceker bisa mencegah osteoporosis. Kalau kita tahu semua manfaat ceker, nggak ada alasan lagi buat kita untuk tidak makan ceker kan?” ucap Redi.

Beberapa waktu berjalan, Redi memutuskan untuk membuka lapak di jajaran PKL samping Masjid Agung Sidoarjo.

IMG_8617

IMG_8602

Ada kurang lebih 8 menu serba ceker yang menggugah selera. Di antaranya, ceker masak balado, ceker mentega, gule ceker, dan ceker asam manis.

”Tapi, belum afdhol mampir ke warung kami kalau belum mencoba ceker lapindho. Dijamin, air mata, keringat semua keluar setelah makan ceker lapindho yang super pedas ini. Beberapa pelanggan kami bilang, kalau badan meriang, segera konsumsi ceker lapindho. Insya Allah bisa langsung sembuh,” lanjutnya.

IMG_8603

IMG_8612

Tekstur ceker yang lembut, berpadu dengan bumbu yang meresap. Ceker yang gurih, meluncur nikmat dipadu nasi punel hangat. Rupanya, rahasia kelezatan ceker adalah durasi masak yang cukup lama, yakni 3 jam!!

Saking uniknya, warung ini diapresiasi sebagai ikon kuliner andalan Sidoarjo, klasifikasi makanan unik. Tak heran, pelanggan terus datang berbondong-bondong ke warung ini. Redi juga rutin diundang dalam ajang Festival Kuliner Bango.

IMG_8604

“Kualitas masakan kami kontrol dengan amat ketat. Ceker dipasok dari rekanan yang memang sudah terpercaya. Untuk bumbunya, kami memakai bahan-bahan yang alami dan fresh. Alhamdulillah, dalam sehari, omzet kami bisa mencapai 250 kg ceker. Sementara pas weekend, omzet bisa menembus 350 kg ceker,” tutur Redi.

Wiiiikssss… Isn’t it amazing??? 250 sampe 350 kilogram ceker!

Satu porsinya dihargai 10 ribu-an. Berarti, berapa omzet yang Redi raup dalam sehari? Wiks, wiksss… Selamat ngitung yak, hahahah.

***

Setelah ngobrol-ngobrol sama Pak Redi, ada kunci sukses yang selalu doi pegang dalam menjalankan roda bisnis. Yap, ia komit dan doyan banget bersedekah.

”Kalau ada orang dhuafa yang datang ke warung kami dan mengeluh tak punya uang, maka saya akan bilang ke pegawai, ’Persilahkan ia makan. Sudah, nggak perlu bayar’. Kita tidak akan jatuh miskin karena suka bersedekah. Saya justru sering cari pengemis atau orang yang nggak mampu untuk ikut makan di warung. Di sinilah letak keberkahan rezeki kita. Karena tiap usaha yang kita lakukan insyaAllah akan bernilai sebagai ibadah,” ungkap pria murah senyum ini.

IMG_8600

Ehmmmm, jadi mupeng jajan ceker Lapindho lagi nih.

Tapiii… tapiii…. kalo mau ke Sidoarjo, cuacanya itu loooh, panas menyengat, hiks. Mana perjalanan Surabaya-Sidoarjo biasanya kan padat merayap bingits, karena emang banyak yang commuter yak. Tinggal di Sidoarjo, kerja di Surabaya… Atau sebaliknya.

Maka dari itu, kalo mau berwisata kuliner ke Sidoarjo, better kudu naik Toyota Agya deh. Kenapa? Kenapa?

Tahu sendiri kan, kalo Toyota Agya itu mobil yang pas banget buat warga urban. Desain mobilnya yang ramping, chic, asyik buat diajak menembus padatnya traffic di Surabaya. Udah gitu, nih mobil bahan bakarnya ramah lingkungan, alias irit bingits!

Untuk 1 (satu) liter bensin, bisa dipakai perjalanan 30 kilometer loh. How cool is that, broooo?

Harga mobil yang ekonomis, bentuk yang mungil dan unyu, plus lincah dan sangat bisa diandalkan. Wah, waaah… Ayoooo… kita cabut ke Sidoarjo, kulineran pakai Agya!

Siapa mau ikuuuut?(*)

kursi-belakang radio toyota-agya Toyota-Agya-G-Front-View-(Red)

Berguru Fiksi pada Mak Rindrianie

Siapa yang doyan bikin fiksi?

Siapa yang berhasrat menelurkan fiksi dengan plot kece, karakter yang kuat, plus ending yang sulit ketebak?

Siapa yang punya mimpi-mimpi itu, tapiiii… kemudian, mengibarkan bendera putih tanda menyerah?

Siapa yang kerap terjebak dalam fakir kosakata?

Walah…. walah… kok aku mengalami itu semua ya? Hiks. Obsesi untuk bisa jadi ‘pencerita yang baik’ sudah lama mengendap dalam dada. Coba deh, baca itu novel atau kumpulan cerpen yang berserakan dimana-mana. Cihuy semuaaah! Dan, sayangnyaa… saya belum ada seujung kuku untuk bisa mencuri ilmu dari para peramu fiksi nan handal. Huikss.

Beruntung, karena sering oprak/oprek kancah blogging, saya ketemu dengan blogger/fiksioner ketje satu ini: Mak Rinrin Indrianie atau boleh banget dipanggil Mak Orin 🙂

Blognya itu simple. Resik. Tampak begitu sederhana dan nyaman di mata. Tapiiii… coba deh, ubek-ubek https://rindrianie.wordpress.com/category/fiction/ Duuuh, siap-siap ternganga bin terpana demi membaca aneka fiksi yang udah doi produksi. Kece-kece benerrrrr…!

Maka dari itu, aku lumayan histerissss demi mendengar kabar kalo mak blogger paporit ini mau beranjang sana ke Surabaya sini 🙂 Yayyy, akhirnyaaa… bisa ketemu ama blogger teridola di #ArisanIlmu Kumpulan Emak2 Blogger (KEB)

Agus Noor versi syariah 😛

Itulah label yang saya sematkan dengan semena-mena untuk Mak Orin. Ya abiis, seperti yang udah aku jelasin di atas, fiksinya Mak Orin itu memberikan sensasi yang kurang lebih sama. Thriller-nya dapet. Mengejutkan, menyentak-nyentak, sekaligus memberikan ending yang #hakjleb dan unpredictable.

Kadang, ia berkisah dengan menyayat. Tapi, jari jemarinya yang lincah seolah sanggup mengamini sabda “sang majikan” sehingga tersajilah sebuah fiksi yang aduhai.

Pengin rasanya belajar banyak dengan mak Orin. Tapiiii… sayaaang, kemarin di Surabaya cuman ketemu sebentar. Udahlah doi ketinggalan kereta… Trus, pakai kereta yang lain, eh, kena imbas insiden kereta di Cirebon, sehingga total jenderal perjalanan Jakarta-Surabaya ditempuh selama SEMBILAN BELAS JAM!

Omaygaaaddd **buru-buru cari mbok pijet deh, Mak, hehe**

Jadiii, inti postingan ini adalah….. Ayo mak Orin, kapan kita ketemu lagiiii??

***

Saya juga nge-fiksi loh. Salah satu fiksi saya yang cukup mendapat sambutan “beyond my expectation” adalah cerita bersambung berjudul #BIMBANG. Bisa dibaca di sini yaaa….