sponsored post

Qurban Bibik Siswani

Mau ngetik yang serius-serius kok masih belum mood, ya sud lah, crita yang enteng-enteng aja yak.

Kenalin nih, perempuan sepuh ini namanya Bu Siswani. Aku biasa panggil doi “Bibik”. Apakah doi asisten rumah tangga (ART) di rumah kami? Errrr, gimana ya jelasinnya *bingung sendiri* Officially sih, BUKAN :))

QURBAN-1
baju dan jilbabnya matching, euy! ini dapet lungsuran dari aku hahahah

Si bibik ini adalah ART pocokan (bukan pocongan loh) di beberapa majikan. Pembantu pulang-pergi gitu loh. Enggak nginep.

Suatu ketika, doi sholat di Masjid Al-Muslimun deket rumah, dan ketemu ama ibuku. Sempat curhat kalo doi butuh semacam kamar tumpangan gitu, daaan, emang hati ibuku selembut salju seempuk marshmallow….. Jadi tanpa curigesyen apapun, si Bibik ini DITERIMA untuk numpang tinggal di rumah kita. Baik banget kan utinya Sidqi?

Nah. Sejak saat itu, doi numpang tidur di rumah kami, dan tetep pergi kerja sebagai PRT di rumah majikannya.

Aku perhatiin si Bibik punya kebiasaan unik. Saban malam, doi memasukkan duit-duit kusem, seribu, dua ribu lima ribu, dll ke CELENGAN yang doi taruh di lemari etalase dekat kamar.

Tentu saja, hasrat kepo tak bisa eikeh bendung ya kan?

“Itu duit buat apa sih, Bik?”

“Yaaa.. buat ditabung laaah, kerja ini laaah, untuk kasih uang anak laaaah.”

Harap maklum yak. Doi selalu kasih akhiran ‘laaaah’ untuk setiap jawaban atas pertanyaan APAPUN. Bisa jadi karena dulunya doi pernah jadi TKW di Malaysia kali yak.

Sampe tiga hari lalu, terkuaklah rahasia yang selama ini dipendam rapat-rapat oleh bibik. Doi menghitung tiap lembar rupiah yang terdampar di celengannya. Trus, dikaretin, dibungkus koran, dan diserahkan ke diriku.

“Apa ini Bik?”

“Ini… Bibik mau qurban laaah. Tolong titip lewat mbak Nurul ya.”

Nyesssss…. Hatiku langsung tersodok, terjedot, tertungging-tungging!

SEORANG PEMBANTU RUMAH TANGGA YANG NUMPANG TIDUR DI RUMAH GUE, NGUMPULIN DUIT BUAT QURBAN! Amazing. Padahal, aku tahu persis, doi adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Yep, anak cucunya yang tinggal di Situbondo sama sekali engga bisa dikatakan udah mampu, dan bibikku ini rutin kirim duit buat mereka.

“Serius Bik, ini mau qurban?”

“Iya laaaah. Nanti kasih ke apa itu… yayasan itu laaah. Biar dikasih ke orang-orang miskin laaah.”

See? Dia bilang untuk orang miskin? Dan dia SAMA SEKALI enggak ngerasa kalau doi juga masuk kategori dhuafa? Awesome banget kan Bibik aku?

“Oke Bik. Nanti aku sampein ya.”

Aku berangkat menuju yayasan Nurul Hayat untuk menyerahkan qurban bibik. Tentu saja, aku woro-woro ke banyak warga kantor.

QURBAN-2
mbak-mbak bagian front office lagi ngitung duit qurban bibik siswani

“Eh, liaaaat niiih! Ini qurbannya bibik yang nginep di rumahku niiih! Pembantu loh ini yang qurban!”

Salah satu desainer grafis nyeletuk, “Kalah deh. Aku ngaku kalah.”

“LOH! Jangan Mau Kalah dooong! Justru ini semacam ‘tamparan’ buat kita kan? Pembantu aja bisa loo qurban.”

Si temenku itu ngangguk-ngangguk. Mungkin abis gini doi tobat koleksi gundam dll-nya, demi bisa qurban.

Yaaa… kalo dipikir-pikir, qurban kambing yang sekarang senilai dengan 1.950.000/ kambing emang butuh duit yang enggak sedikit yak. Tapi, oh, kemoooon, bibik yang numpang tidur di rumahku aja, bisa lo berqurban!

Blogger-blogger macam kita SUDAH PASTI bisa dooong berqurban.

Jangan nyeletuk “Qurban perasaan loh yaa..” karena kayaknya saban hari itu udah kita lakukan secara istiqomah, ahaaii :))

Yang dibutuhkan, tentu saja qurban bersedia untuk kehilangan “sejumput” harta, enggak sampe dua juta loh ini. Mosok mau kalah sama Bibik Siswani? (*)

Advertisements

27 thoughts on “Qurban Bibik Siswani”

      1. Kita sekeluarga qurbannya lewat Islamic relief mak, itu ada beberapa negara yang memang sangat membutuhkan. Anak-anak kami suruh nabung juga biar bisa qurban, insyaAllah…
        Belum pernah Qurban di Jerman mah, ngggg maksudnya nyembelih di Jerman 🙂

        Teman pernah Qurban disini, bisa nyembelih sendiri di tempat khusus, dan dagingnya dibagikan ke teman2 sih.

  1. Subhanallah.. makasih uda dishare, mulia banget ya si bibik, mg2 si bibik rejekinya bertambah terus,. dan akuuu malu *lgsg tutup mata liat window olshop* selamatkan duit 😀

  2. Takjub melihat keuletan si bibik mencari uang untuk berqurban, kita gak boleh kalah dong ya. Jangan hanya mengusahan membeli gadget tapi harus mengusahakan berkurban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s