Resep Kue Cubit Menul menul dan Anti-Gagal

Resep Kue Cubit ala Dapur Emaknya Sidqi

Salah satu keberkahan Ramadan yang aku rasakan adalah: Tersiram hidayah untuk semangat nguprek di dapur! Ini ajaib banget sih 😀 Soale, selama ini aku lebih suka order Go-Food atau jajan di aneka destinasi kuliner sekitar rumah. Lha kok di bulan puasa ini, rasanya kayak ada ”panggilan jiwa” (halah) untuk uji nyali keterampilan, kepekaan dan kesabaran dengan MEMASAK.

Bisa jadi nih, karena aku lagi demen buangeeettt ngikutin aneka tutorial masak di channel YouTube “Puguh Kristanto Kitchen”. Dek Puguh ini slogan channel-nya super cihuy banget. “Masak Sederhana, Diawali dengan Doa, Bahan Seadanya Hasil Istimewa!” Udah gitu, doi tuh suaranya khas arek Jatim banget! Penjelasannya runtut dan pokoke inspiring deh. Coba kalian main-main ke YouTube-nya. Dijamin, bakal teracuni buat masak juga kayak diriku! Hahahaha.

Continue reading
Advertisements

Siap-siap….Indonesia Bakal Jadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia!

Semangat Halal Lifestyle di Era Milenial Harus Menghujam dalam Jiwa Kita!

Siapa di sini yang concern banget untuk SELALU menjadi konsumen produk yang halal dan baik? Alhamdulillah, banyak yang ngacung ya 😀 Belakangan ini, kepedulian masyarakat terhadap urgensi produk halal memang meningkat pesat. Kudos to aneka media yang begitu semangat men-deliver pesan tentang Halal Lifestyle di Era Milenial. Iya lho, sebagai muslim(ah), kita kan memang wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai way of life. Dalam salah satu ayat, Allah berfirman,

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”(Al-Baqoroh 168)

Continue reading

Cara Mendaftar sebagai Mitra GoFood dan Merekap Transaksi bersama SPOTS

Siapa yang sehari-hari addicted banget dan berasa ngga bisa lepas dari Go-Food? 😀 Ngacuuuung sini!!

Iyes, aku lagi cari temen, hahahaha. Karena gimana ya, namapun tukang jajan, aku sangat sangat berterima kasih dengan Nadiem Makarim dan bolo-bolonya yang udah membesut aplikasi GOJEK dan turunannya (termasuk Go-Food) 😀 BRAVO! Bangga banget Indonesia punya generasi millennials seperti mereka.

Balik lagi masalah Go-Food. Di Surabaya buanyaaaak banget bisnis kuliner yang kian berkembang dengan adanya layanan pesan makanan berbasis ojek online ini.

IMG_2130

Makan pempek, tekwan, dll bisa order pakai Go-Food! 

Mengutip artikel Detik.com, ada data ekonomi yang menggembirakan! Secara keseluruhan, GOJEK berhasil berkontribusi sebesar Rp 49 miliar per tahun pada ekonomi Surabaya melalui penghasilan mitra UMKM. Dari 57,5% responden yang terdaftar, mengaku memiliki peningkatan omset sebesar 10% sedangkan 27,66% mengalami kenaikan omset yang signifikan!

Luar biasaaaaaa 😀 Tapi memang sih, Go-Food itu beneran solusi buangeeet buat arek-arek Suroboyo dan urban people yang butuh makan, tapi ogah kena macet. Kalau kita hitung-hitung nih, ongkos bensin/taxi plus duit parker untuk pergi ke destinasi kuliner kan mayan juga yak. Dan itu semua bisa banget kita hemat, dengan jasa para mitra Go-Food! Tararengkyuuuu!

IMG_2663

Komunitas emak-emak pecinta Go-Food 😀

Btw, kehadiran fitur Go-Food juga membuka akses pasar, serta mendorong para pelaku UMKM memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan aset usaha. Sebanyak 60% mitra UMKM mengaku bergabung dengan mitra GOJEK untuk mengadopsi perkembangan teknologi. Bahkan, 73,86% responden mengaku bisa meninvestasikan kembali pendapatan yang didapatkan karena kehadiran Go-Food.

Warbiyasaaaakk!

***

Para pebisnis dan pengusaha kuliner di Surabaya makin kepincut untuk meraup omzet yang bikin sumringah, kan? Ya udah, yuk cusss daftar jadi mitra atau resto/warung Go-Food. Caranya piye? Sama sekali nggak rempong kok. Ini step by step-nya.

Cara Daftar GO-FOOD secara Online

  1. Kunjungi Laman GO-FOOD lalu isi formulir pendaftaran

Silakan kunjungi: https://www.go-jek.com/go-food/bisnis#!/registration

Sudah muncul Formulir Pendaftaran? Isilah dengan detail dan seksama. Mulai dari nama resto/ kafe/ warung, lalu bentuk badan usaha, data pribadi, data pembayaran. Pastikan semua data yang di-input sudah sesuai dan benar, ya.

Lalu, klik SUBMIT

  1. Lakukan Verifikasi Email

Berikutnya, cek email dan lakukan verifikasi email. Akan ada proses validasi via email, setelah Anda mengisi formulir pendaftaran

Di email tersebut, ada sejumlah langkah yang harus dilakukan. Pokoke ikuti saja guidance yang ada di email, ya.

Eh, jangan lupa, pelajari konsep profit sharing (bagi hasil) yang ditawarkan pihak GO-FOOD. Ini penting banget, karena kan terkait omzet, profit, cash flow, dan segala hal menyangkut bisnis.  

  1. Lengkapi Berkas yang Diminta Oleh Pihak GO-FOOD

Sejumlah berkas, pastinya diminta oleh pihak Go-Food. Dilengkapi aja ya. Ini saya coba rangkumkan detailnya

Untuk usaha berbentuk Perseorangan:

Scan / foto KTP owner / pemilik badan usaha.

Scan / foto NPWP owner / pemilik badan usaha.

Scan / foto buku tabungan halaman pertama (Tanda tangan pejabat Bank dan nama Bank harus terlihat dengan jelas). Usahakan hasil scan tidak nge – blur sehingga mempermudah proses pendaftaran. Usahakan pula nama buku tabungan sesuai dengan KTP yang dikirimkan.

Scan / foto Kartu Keluarga

Foto tampak depan tempat usaha secara jelas. Jangan sampai nge-blur yak. Pokoke, make sure fotonya berkuaitas baik. Atau bisa juga, pertimbangkan untuk menyewa jasa food photogapher secara profesional.  

Untuk usaha berbentuk Perusahaan:

Scan / foto KTP Direktur

Scan / foto NPWP Perusahaan

Scan / foto Akta Pendirian, Akta Penyesuaian terhadap Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2007 dan Akta Perubahan Anggaran Dasar Terakhir

Scan / foto Persetujuan dan / atau Penerimaan Pemberitahuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sehubungan dengan akta-akta di atas.

Scan / foto Buku Tabungan Perusahaan halaman pertama.

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau izin usaha lainnya yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang.

Ada lagikah?

Iya dong. Para pengusaha kuliner yang berminat daftar di Go-Food juga harus mempersiapkan data-data berupa foto menu makanan dan minuman yang dijual serta daftar harga lengkap yang terbaru. (untuk harga ini, biasanya “menyesuaikan” ya, karena harus dihitung juga komponen bagi hasil dengan pihak Go-Food). 

Kirim semua dokumen yang diperlukan dengan lengkap dan benar, ya. Jangan sampai keliru. Saya pernah tuh, order Go-Food di sejumlah resto/warung dan terjadi ketidaksingkronan antara nama menu dan harga. Huuuffttt, bikin kezeeel 😛 

  1. Tunggu Konfirmasi dari Pihak GO-FOOD

Voilaaaa…! Semua data sudah dikirim, tinggal menunggu konfirmasi dari Go-Food, deh.

***

Nah, pertanyaannya….. di era yang makin digital-based ini, apakah para pengusaha kuliner siap untuk terjun secara total jendral? Artinya, ketika menekuni bisnis kuliner apalagi yang berbasis layanan delivery ojek online, bisa dipastikan para pengusaha UMKM kuliner butuh aplikasi kasir yang mantab jiwa.

Kudu bisa menyajikan point of sales yang detail, konkrit, rigid sekaligus transparan. Supaya tahu transaksi yang sudah berjalan seperti apa, sehingga memudahkan untuk bikin rekapitulasi laporan keuangan. Kalau sistem keuangan dijalankan dengan rapih, niscaya usaha kuliner ini akan berkembang pesaaat!

Thanks God, lagi-lagi GOJEK menghadirkan terobosan yang super duper cihuy! Namanya SPOTS. Ini adalah perangkat multifungsi dari GOJEK untuk semua kebutuhan pelaku UMKM di negeri kita tercinta. SPOTS POS ini bisa jadi piranti untuk menerima pemesanan Go-Food. Bisa juga untuk pembayaran Go-Pay. Dan, bisa diandalkan sebagai piranti untuk membuat laporan harian dan beragam tipe pembayaran, juga untuk mencetak resi secara instan! Waww, wawww waaaawww, banyaaaak banget kemampuannya yak?Yang jelas, buat para pengusaha UMKM kalau menggunakan aplikasi kasir SPOTS, bakalan menghemat waktu dan uang. Karena segambreng tugas terkait penjualan sehari-hari bisa diotomatisasi.

 

https://srvimg.c2live.com/digital-posm2.png

Btw, berapa tuh harga aplikasi kasir nan amazing ini? No worries, super duper terjangkau! Biaya aktivasi SPOTS Rp. 290.000 dan biaya pemeliharaan Rp.2.900/hari. Widiih, dengan fasiitas dan kebermanfaatan seperti ini, siapa pun, kamu kamu dan kamu (termasuk akooohh!) bisa banget menjalankan usaha, yak. Market kuliner begitu besar. Sistem pembayaran di era yang serba cashless society ini juga sangat memudahkan semua pihak. Layanan delivery bisa dilakukan by Go-Food. Sementara aplikasi kasir dipermudah banget dengan lahirnya SPOTS.

digital-posm2-2

Sooo, mau nunggu apa lagi? More than ready dong buat berkecimpung di ranah wirausaha kuliner? Kuyyy, tingkatkan profit penjualan bersama SPOTS! Kunjungi website-nya di: https://spots.co.id/

#SPOTS #CeritaSPOTS #aplikasikasir

Papia by Surabaya Patata, Bakpia Kukus Berbahan Dasar Tepung Kentang, Wajib Dicoba!

Apa sih oleh-oleh khas Surabaya yang cocok dijadikan buah tangan? 

Apa kudapan/ snack kebanggaan kota Pahlawan yang assoy geboy dijadikan teman ngopi/ngeteh sehari-hari? 

Kenalin nih, varian produk terbaru dari Surabaya Patata. Namanya PAPIA. Sesuai judul produknya, ini adalah bakpia. Bahan utamanya dari tepung kentang dan cream cheese, yang dikukus dan disematkan filling rasa yang super-duper-yummyyyy!

papia-2

Apa saja varian rasa yang ditawarkan Papia by Surabaya Patata?
– Papia Double Chocolate
– Papia Red Velvet
– Papia Chocolate Pandan
– Papia Cheese
– Papia Taro
Bersama sejumlah blogger dan YouTuber/Vlogger kuliner, saya berkesempatan hadir dalam soft launching PAPIA, di Bober Cafe, Jl Raya Jemursari 70.
Uwuwuwuwuw, Papia ini bentuknya mungil menul-menul nggemesin. Dikemas dalam packaging yang sooo unyu-binti-eksklusif, menjadikan PAPIA sebagai alternatif oleh-oleh yang recommended. Intinya KEREN, pantes dan cantik banget deh, kalo dijadikan buah tangan!
Dalam satu dus, kita bakal menemukan 10 pax personal package PAPIA, all variants. Jadi bisa nyobain semua rasa Papia yang endeus surendes ituuuh. 
Personally, saya jatuh cinta banget dengan rasa RED VELVET. Ini brilian banget sih, chef kreator Papia. Kulit pia kukusnya red velvet, dan filling-nya keju yang melimpaaaaah, royal banget, enyaak enyak enyaaaak!
Dan sudah pasti, karena Papia ini dikukus, jadinya lebih low calories kan. Jadi, aku nggak perlu khawatir dengan angka di timbangan, setelah menyantap snack ini!

PROMO BUY ONE GET ONE FREE

Papia-3
Kamu punya akun socmed Instagram atau Facebook kan? Jangan lupa follow akunnya SurabayaPatata yes. Nantinya, kamu bisa dapat kesempatan Buy 1 Get 1 Free untuk varian produk Papia, lho. 
Caranya simpeeel banget. Kamu cukup datang langsung ke outlet Surabaya Patata, trus tunjukkan kalo akun kamu udah follow. Posting foto Papia juga boleh bangeeeett 😀 Promo ini berlangsung mulai 16 Maret! Jadi, jangan sampai kelewatan. O iyaaaa, karena kudu nunjukin bukti udah follow akun socmed, jadinya promo Buy 1 Get 1 Free ini tidak berlaku untuk pembelian online by GoFood atau GrabFood yak

Harganya berapa sih? 

Untuk 1 box (isi 10 biji) Papia by Surabaya Patata dibandrol seharga 40 ribu rupiah aja. Bener-bener pengalaman kuliner yang warbiyasaaak lho. 
Jangan lupa yaaa, mulai 16 Maret kita semua udah bisa merasakan lumernya aneka filling dan kedahsyatan rasa Papia!

 

Berwisata ke Pangandaran, Anda Wajib Berkunjung ke Tempat Kuliner Ini

Pangandaran merupakan salah satu kabupaten yang masih menjadi bagian dari Propinsi Jawa Barat. Kabupaten yang satu ini memiliki pusat pemerintahan di Kota Parigi.

Pangandaran terletak dan berada di bagian tenggara Jawa Barat yang mana membuat
kabupaten ini berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Tengah di sebelah timur serta
Samudera Hindia di sebelah selatan.

Kabupaten Pangandaran dikenal sebagai salah satu tujuan wisata pantai favorit yang
ada di Jawa Barat. Tak ayal, banyak sekali kuliner bertebaran di sana. Juga banyak
kuliner yang enak dan mampu memanjakan lidah pengunjungnya.

Pangandaran pun memiliki berbagai destinasi wisata yang begitu luar biasa, terutama
wisata pantai, cagar alam dan sungai deras yang terdapat air terjun. Namun, apabila
Anda berwisata ke Pangandaran, tidak lengkap kalau tidak sekalian mencoba wisata
kulinernya. Karena di Pangandaran terdapat makanan khas asli setempat dan rasanya
sangat enak di lidah.

Jadi, apabila Anda seorang pecinta kuliner dan kebetulan akan berwisata ke
Pangandaran, maka wajib mengunjungi beberapa tempat kuliner ini. Selengkapnya
akan kami ulas di bawah ini;

Kampung Turis Pangandaran

Kampung Turis adalah sebuah kawasan kuliner khusus yang ditempatkan di pinggir
pantai. Konsep kuliner ini mirip seperti kuliner seafood yang berada di pantai Jimbaran
Bali, di mana meja dan tempat duduknya ditempatkan di area simpadan pantai.

Kawasan kuliner milik Pemkab Pangandaran ini berada di jalan Pamugaran atau masih
berada di kawasan objek wisata pantai Pangandaran. Setelah puas berjalan-jalan,
Anda bisa datang ke sini untuk beristirahat atau sekedar bersantai menikmati keindahan pantai dan memanjakan perut tentunya.

Di sana terdapat dua blok kawasan kuliner, satu blok khusus berderet rumah makan
seafood dan satu blok lagi berdiri sejumlah kafe yang biasa dijadikan tempat hiburan
malam.

Di rumah makan seafood di kawasan kuliner ini terdapat berbagai menu makanan
olahan laut yang rasanya maknyus dan mantap jiwa. Pangandaran memang terkenal
dengan kuliner seafoodnya. Karena bumbu olahannya dipadukan dengan resep
makanan khas sunda.

Jadi, kalau anda mencicipi seafood Pangandaran, pasti akan sedikit berbeda dengan seafood di daerah lain. Hal itu yang membuat seafood Pangandaran terkenal dan selalu menjadi buruan para wisatawan.

Foto 2_Kampung Turis Seafood

Selain rumah makan seafood, di kawasan kuliner Kampung Turis pun terdapat sejumlah
kafe yang menyuguhkan hiburan live musik. Di tempat ini terdapat berbagai macam
minuman dan makanan khas kafé. Wisatawan yang berkunjung ke tempat ini tak hanya
dari lokalan saja, tetapi juga banyak wisatawan mancanegara. Bahkan, tempat ini menjadi destinasi favorit orang bule saat berwisata di Pangandaran.

Foto 3_Kampung Turis Cafe
Betapa tidak, kafe-kafe yang berada di Kampung Turis sangat memanjakan
pengunjungnya.

Selain menikmati live musik sembari kongkow bersama sahabat atau
keluarga, pengunjung pun sekaligus bisa menikmati angin pantai dan suara deburan
ombak. Karena meja dan tempat duduk pengunjung ditempatkan di area simpadan
pantai. Jadi, kalau Anda ke Pangandaran, nyesel kalau tidak berkunjung ke tempat ini.

Pindang Gunung

Kuliner yang satu ini wajib dicicipi saat berada di Pangandaran. Ya, Pindang Gunung
adalah makanan khas dan asli Pangandaran. Pindang Gunung merupakan sejenis sup
ikan berkuah yang dibumbui dengan bumbu sunda lezat. Makanan yang sudah
melegenda di Pangandaran ini selalu dijadikan menu andalan oleh sejumlah rumah
makan dan warung nasi khas sunda yang berada di Pangandaran.

Foto 4_Pindang Gunung
Ikan yang digunakan biasanya ikan kakap atau ikan tawar yang masih fresh. Harga
yang dibanderol untuk kuliner ini tidak mahal, hanya di kisaran Rp. 15 ribu saja.
Pindang gunung pun mudah anda temui di sejumlah rumah makan yang ada di
kawasan pantai Pangandaran. Anda bisa memesannya sembari menikmati semilir angin
pantai.

Warung Sate Galunggung

Warung sate ini beralamat di Jalan Kidang Pananjung, Pangandaran. Tempat makan
yang satu ini wajib untuk anda cicipi kalau memang anda pecinta sate. Karena Anda
akan menikmati sate ayam dan sate kambing dengan bumbu yang khas Pangandaran
yang sangatlah lezat. Warung sate ini pun terbilang kuliner legandaris di Pangandaran,
karena sudah ada sejak tahun 1970-an.

Foto 5_Sate Galunggung
Bakso Podomoro

Tempat wisata kuliner ketiga di Pangandaran ini tidak boleh dilewatkan terutama untuk
para penggemar bakso. Kedai bakso ini lokasi persisnya ada di Jalan Kidang Pananjung
atau tidak jauh dari Warung Sate Galunggung. Anda akan bisa menikmati bakso yang
terbuat dari daging sapi asli dengan kuah kaldunya yang begitu sedap.

Es Dawet Pangandaran

Apabila Anda merasa kepanasan setelah berjalan–jalan di pantai, maka sebaiknya
mampir ke Dawet Pangandaran yang lokasi persisnya berada di Jalan Pangandaran KM
0,1.

Kedai ini juga memiliki menu andalan yaitu dawet hitam dawala yang mana merupakan varian dawet khas dari daerah Pangandaran yang menjadi favorit wisatawan.

Pondok Pangandaran

Tempat wisata Kuliner Pangandaran berikutnya yang wajib Anda kunjungi adalah
Pondok Pangandaran yang mana lokasi persisnya berada di Jalan Green Ville blok BL-6,
Pangandaran. Di kedai ini ada menu andalan yang menjadi favorit para wisatawan,
sebut saja cumi goreng gurih pedas yang rasanya sangat lezat, Anda bisa
menikmatinya dengan harga Rp. 30 ribu per porsi.

Soto Jarkowi

Setelah berkunjung ke kedai dan rumah makan, tidak ada salahnya Anda mencoba
makanan yang dijajakan pedagang PKL. Meski kiosnya hanya bangunan saung yang
terbuat dari bambu serta lokasinya berada di pinggir jalan, namun Soto Jarkowi banyak
diburu para wisatawan. Maka jangan heran, kalau warung soto ini selalu disesaki para
pelanggannya.

Soto Jarkowi ini merupakan khas Pangandaran yang juga menjadi primadona Kuliner
Pangandaran. Kuahnya yang bening berwarna kuning menjadi ciri khas mengapa soto
Pangandaran ini begitu dicari para wisatawan. Irisan daging ayam yang begitu lembut
menambah kenikmatan saat merasakan kuliner yang satu ini. Bihun, kerupuk berwarna
merah, dan taburan irisan daun juga tak lupa menghiasi mangkuk besar soto khas
Pangandaran.

Foto 6_Soto Jarkowi
Meskipun di berbagai daerah di Indonesia banyak sekali jenis soto, misalnya saja soto
Lamongan, tapi wisatawan tidak boleh lupa mencicipi soto ini. Karena memang soto
Jarkowi rasanya sangat khas dan tentu berbeda dengan soto yang ada di daerah lain.

Soto ini biasanya dijual dengan harga sangat murah mulai dari Rp 10 ribu. Lokasi
warung Soto Jarkowi ini berada di komplek Pasar Pananjung Pangandaran atau tidak
jauh dari rumah pribadi Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Itulah beberapa tempat untuk menikmati kuliner di Pangandaran. Sensasinya jadi
terasa lebih seru karena memang berada di sekitar pantai yang pastinya akan
menambah kenyamanan anda saat santap makanan. Anda sudah coba yang mana nih?
Atau belum pernah berwisata ke Pangandaran? Kalau belum, ayo buruan datang! ***

 

 

Warung Kopi Klotok + Airy Rooms = Liburan Anti Kecewa di Jogja!

Yuhuuu, hawa-hawa Liburan akhir tahun udah berasa banget ya gaes, hehehe. Jadi, jadi, kalian mau ke mana? Plesir ke luar negeri? Atau “buang duit receh” dengan wisata dalam kota aja? Alternatif selanjutnya… hmm, piknik ke kota-kota wisata yang kece abis, seperti….Jogja misalnya?

Yeah. JOGJA. JOGJA. JOGJA.

Tiap nama kota ini disebut, hatiku berdesir hebat *ceileeeh. Terlalu buanyaaaak memori yang berkelindan, manakala frasa “Jogja” mampir di kuping. Saban kali ajakan “Yuk, kita cuss ke Jogja!” mengudara, udah barang tentu, saya nggak pakai mikir dua kali, langsung packing!!

Soalnya Jogja itu segala rupa adaaaaa. Wisata alam juga kece-kece. Wisata kuliner? APALAGI! Bolak-balik ke Jogja, ternyata selaluuu saja ada spot-spot kuliner yang menarique buat didatangi. Hmm, ini coba ya, saya ulas kuliner yang kami kunjungi beberapa waktu lalu

WARUNG KOPI KLOTOK

Hmm, buat kalian yang sering scroll instagram, pasti pernah lihat foto-foto masakan ndeso dengan latar belakang warung kopi yang ada di tepi sawah. Yep, I’m talking about Warung Kopi Klotok!  Terletak di Jalan Kaliurang KM 16, Pakem, Jogja, warung kopi ini seolah jadi “destinasi wajib” para traveller.

Jadi…. Kalo menurut aku nih ya, kenapa kok warung ini bisa kondang bambang markindang? Tidak lain tidak bukan, karena warung ini menyuguhkan sensasi “Makan di rumah nenek di desa”. Pelancong yang datang kan mayoritas dari kota besar. Mereka mencari “sesuatu” yang tidak ada di Jakarta, Bandung atau Surabaya, misalnya. Nah, kopi Klotok menghadirkan “sesuatu” itu. Memori ketika pulang kampung…. Mengunjungi desa Nenek… dan menyantap masakan Nenek sembari ngobrol dengan para sepupu, Paklik, Bulik yang boleh jadi Cuma ketemu di momen Lebaran 😀

The infamous Warung Kopi Klotok Jogja

Yap! Itulah yang aku rasakan ketika jalan-jalan dan makan bareng di warung ini. Soal makanannya, hmm… ya menu ala ndeso gitu lah. Lodeh, telur gimbal (telur dadar yang digoreng dengan minyak banyak dan panas). Yang enyaaak banget adalah pisang gorengnya. Selebihnya? Menu-menu standar ala ndeso dan ambience yang nggak bisa kita peroleh di kota besar. Udah, gitu aja.

O iya. Pas mau makan, kita kudu antre mayan Panjang 😀 Saraaan, kalo mau ke sini, sebaiknya jangan datang dalam kondisi amat sangat lapar, yes. Ganjel perut dulu dengan camilan.

***

Setelah menjajal kuliner Jogja (dan belanja-belanja, tentu saja), saya pun cari penginapan yang ramah di kantong. Oh iya, For Your Info aja sih, belakangan ini saban ada undangan trip ke luar kota, saya cenderung untuk extend alias menambahkan 1 malam lagi, untuk eksplorasi beberapa spot di kota tersebut.

Nah kalau udah soal penginapan yang ramah kantong, so pasti kalian tahu dong penginapan yang lagi ngehits sekarang-sekarang ini.. Yaitu Airy Rooms.

Airy Rooms ini basically adalah Accomodation Network Orchestrator (ANO) yang bermitra dengan berbagai hotel budget terbaik di seluruh Indonesia. Yang Airy Rooms lakukan adalah: mengakuisisi kamar-kamar yang tersebar di berbagai hotel di seluruh Indonesia, dan menetapkan standar kenyamanan yang sama untuk semua kamar.

And you know what, pengalaman menginap terbaik dengan harga terjangkau bisa kita dapatkan di LEBIH DARI 5000 kamar Airy yang tersebar luas di 70 kota di Indonesia…! Wakks, mantabs jiwaaaa!

Airy Rooms bekerjasama dengan Tembok Batu Residence Jogja

Jadi, Airy Rooms ini beda dong dengan online travel agency yang hanya menjual kamar hotel secara online. Ibaratnya, Airy berani menggaransi bahwa kamar yang kita tempati memang memenuhi standar hotel budget yang mereka rekomendasiin.

***

Pas plesir kemarin, aku booked Airy Rooms yang berlokasi di Tembok Batu Residence. Alamat lengkapnya di: Sendowo Blok E-106, Jalan Akasia, Sinduadi, Mlati, Sinduadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Yang jelas, standar kenyamanan ini berlaku di semua kamar Airy Rooms. Apa aja fasilitas yang PASTI ADA di setiap properti Airy Rooms? Aku jelasin satu-satu yak.

(1). WiFi Gratis dan lancar jaya!

Meskipun judulnya ngetrip ke Jogja, pada hakikatnya aku ini tetap kerja lho. Tidak jarang, brief untuk jadi buzzer di twitter menghampiri ketika aku lagi traveling. Itu artinya, koneksi WiFi yang mumpuni adalah sebuah syarat nan HQQ dalam mencari tempat menginap! Kalau tanpa WiFi, kayaknya liburan terasa hampa krik krik krik… . Yo wis, ngga perlu kuatir, bisa tetep update twitter dan nge-buzz jalan terus, dengan modal wifi hotel!

(2). TV layar datar

Yeah, I know, bisa dibilang kalo lagi plesir, aku jaraaaaang banget nyetel TV di kamar hotel. Tapi, tapi, kalo lagi solo traveling, TV ini dibutuhin banget lho. Aku setel dengan volume sedang, supaya bikin suasana liburan jadi “rame” dan nggak kesepian.

(3). Air Hangat

Selalu tersedia air hangat buat mandi, yeayy! Maklum sist, Jogja hawanya adeeeem banget brr… Apalagi lagi sering hujan nih di Jogja. So, aku butuh air hangat untuk hilangkan penat. Ya kan?

(4). Air-Conditioner

Nahh, abis mandi air hangat, paling enak tuh kalau setel AC dalam ukuran sedang, lalu bobok deh zzzz. Fasilitas AC ini juga selalu ada di Kamar Airy

(5). Tempat tidur bersih

Ini PENTING pake BANGET! Ya iyalah, siapa coba yang mau gatel-gatel abis nginep di hotel? Biarpun judule hotel budget, Airy Rooms mengaudit semua kamar dan menjamin kebersihannya. Jadi, kita bisa bobok pules tanpa khawatir dong.

(6). Perlengkapan mandi

Aku tuh hobi ngumpulan sabun, shampoo, sikat gigi dari hotel. Makanya, hepi berats pas Airy kasih segambreng perlengkapan mandi, komplet dengan tas imut yang menarik hati. Ihiks!

(7). Air minum gratis

Ini juga pentiiing nih… Yang pernah ngetrip bareng, pasti tahu deh, kalo aku tuh minumnya glek glek gleeeeek, buanyaaaak (dan sering pipis, haha). Jadi butuh pasokan air minum terus-menerus deh.

Gimana Cara Booking dan Bayar Airy Rooms?

So… gimana? Mau booking hotel via Airy Rooms?

Kamu bisa book melalui websitenya langsung di http://www.airyrooms.com atau via aplikasi yang bisa di-download melalui Google Playstore ataupun App Store. Kamu juga bisa menghubungi customer care Airy di 08041112479. WhatsApp di 0812-8070-0020.

Pembayaran bisa dilakukan melalui transfer. Nantinya voucher menginap akan langsung dikirim ke email. Jadiiii…. Buat yang mau cari hotel murah tapi tidak murahan dan anti bikin kecewa, cuss ke Airy Rooms aja!

Asyiknya Traveling ke Tahura Bandung

Yuhuuu…. Setelah setahun Kerja keras bagai kuda, now it’s perfect time buat…. LIBURAAANN! *joget joget sambil kayang*

Yeah, merayakan pencapaian itu bisa dibilang “penting-nggak-penting”. Kalo buat saya pribadi, nggak ada salahnya kan, kita celebrate achievement di 2018 dengan plesir!

Nggak usah jauh-jauh. Cukup destinasi dalam negeri aja. Toh, budget-nya bisa di-adjust kan? Menyesuaikan isi kantong lah. Lebih baik lagi, kalo sejak awal tahun, kita udah bikin special budget: Year End Trip 2018. Jadinya nggak perlu utak-atik anggaran yang super penting lainnya. Juga kagak perlu utang sana-sini, hanya demi posting foto traveling di Instagram #eh

Sebelum saya berubah jadi Miss Julid of the Year (hahahaha), ya udah, yuk kita sharing yang asik-asik aja. Alhamdulillah, tahun ini Allah kasih rezeki saya buat traveling ke beragam destinasi. Ke Jogja, Jakarta, Banyuwangi, Lawang – Jatim, juga ke BANDUNG! 😀 Uhuuuyy, seru banget rasanya bisa traveling ke kota kembang ini!

Saking excited-nya, saya bolak-balik browsing “To Do List” alias aku kudu ke mana aja sih, tatkala cuss ke Bandung. Maklumlah…. Bandung kan identik dengan kota jujugan para traveller. Segala macam ada di mari!

Mau wisata alam, beuughhh sebulan juga kurang deh, buat meng-eksplor semua lokasi wisata di Lembang. Bahkan di pusat kota juga ada lho… wisata alam yaitu TAHURA.

Beautiful Taman Hutan Raya Juanda – Bandung

Atau, mau shopping shopping manja? Deretan factory outlet ada di Jalan Riau. Tinggal pilih deh, mau model baju kayak gimana (dan budget-nya berapa).

Berburu kuliner? Segala rupa makanan enak tuh ngumpulnya ya di Bandung!

Karena aku perginya juga nggak terlalu lama (plus mengajak Ibu mertua dan Sidqi), jadinya ya aku pilih destinasi yang nggak rempong-rempong amat. Tidak butuh usaha ekstra buat mendaki. Kasihan kalo Utinya Sidqi jadi ngos-ngosan.

Yang paling penting adalah, aku kudu cari hotel untuk menginap selama di sana. Ya kalo budget-nya ada, kita bisa banget memilih hotel bintang 5 atau hotel bintang 4.

Kalau traveling, pastinya aku memilih hotel yang terbaik untuk keluarga kami. Terbaik di sini, artinya value for money, lokasinya lumayan strategis, dan yang terpenting, service plus fasilitasnya super duper mumpuni.

Hmmm…. aku pastinya pilih hotel Terbaik di Bandung buat Uti dan Sidqi. Yang bintang 4 aja. Eh tapiiii, nggak ada salahnya lho, kalau kita coba cari info seputar hotel unik! Karena di Bandung buanyaaaak banget hotel murah yang bersih dan bisa kita jadikan opsi selama berlibur. Yeayy, Bismillah, semoga bisa dapat Hotel Terbaik di Bandung!

***

Tatkala di Bandung, destinasi yang jadi jujugan utama kami adalah TAHURA alias Taman Hutan Raya Juanda. Lokasinya deket banget dengan pusat kota Bandung.

Kita bisa naik Taxi atau Ojek online untuk menuju ke sini. Aksesnya gampil, suasananya beuuughh, serasa di hutan beneran, euy!

FYI, Tahura Juanda ini hutan raya yang menjadi kawasan konservasi alam. Di tahun 1965, luas hutan raya ini hanya 10 hektar saja. Dan sekarang, luasnya sudah mencapai 590 hektar, membentang dari areal Dago Pakar, sampai Kawasan Maribaya Lembang! Beughh, luas buangeet yes?

Para krucils pasti seneng deh, lari-larian di sini. Ada kelinci lucu yang jadi hiburan buat anak-anak. Selain itu, ada juga beberapa goa yang jadi spot menarik buat foto-foto.

Ehem! Gimana gimana. Udah terasa Lelah tatkala eksplorasi Tahura? Ya udah, kita ngopi dulu yuuuk. Pernah kebayang buat ngopi di tengah hutan? Weeww, BISA BANGET lho. Karena, buat para pecinta kopi, kita bisa menikmati sensasi itu di Armor Kopi, Bandung.

Aroma kopi menguar, membangkitkan rasa yang tidak biasa. Aaaakk Bandung, kau tak pernah bikin aku bosan untuk berkunjung!

***

Karena masih lapaaaarr (dan emang udah jam makan siang, sih, hehehe), kami beranjak ke destinasi berikutnya. SUIS BUTCHER Steak! Ini steak legendaris yang ada di Bandung.

Nuansanya oldies banget. Menu yang disajikan juga beragam. Intinya (lagi-lagi) kita bisa pilih yang sesuai dengan budget deh. BANDUNG mah gitu. Mau backpacker-an, bisa…. mau traveling dengan hore-hore-syalala juga OKE dokey.

Hayuk hayuk, kita cuss ke Bandung!

Glamping bareng Indekostour, Menikmati Alam Jogja dengan Nuansa Berbeda


Saya tuh seriiiiing banget ke Jogja. Dulu sih, pas masih meniti karier *ceileeeh* sebagai Media and Public Relations di sebuah multinational company. Dalam sebulan, bisa 4 kali saya wira-wiri ke kota gudeg ini. Namapun corporate slave, kalo kerja di Jogja, udah pasti di-provide penginapan hotel berbintang 4. Nginep di Novotel, Santika, Mercure, Ibis, pokoke hotel-hotel cantik di Jogja sudah khatam deh eikeh.  

Sempat tebersit dalam benak: “Puingiiiin deh, plesir ke Jogja, tapiiii enggak nginep di hotel. Cari suasana baru gitu lho.  Yang bikin liburan unik, asyik, dan berkesan karena ambience dan lokasi menginap yang anti-mainstream!”

Yuhuuu, Watch your words! Ternyata, keinginan yang tersemat sekian lama, kini menemukan jalannya. Nggak ada angin, nggak ada hujan, mbak Katerina alias mbak Rien (empunya blog kece travelerien.com) woro-woro di grup Blogger Kekinian. Doi mengajak para female travel bloggers untuk ngetrip bareng ke Jogja dan…. Nginepnya ala Glamping!! Waaakss! Tanpa banyak cang-cing-cung, aku langsung bilang, “Hayuk kita berangcuuut!”

Tentu aja aku dilanda kekepoan maksimal, siapa yang jadi trip organizer ? Ternyataa…. Trip kami kali ini di-arrange oleh tim INDEKOSTOUR. Waaawww, Indekostour ini apa yhaaaa?

Jadi, Indekost ini awalnya adalah aplikasi untuk memudahkan anak kos, agar bisa membayar tagihan kos-kosan dengan metode cashless. Intinya memudahkan banget, supaya kawula muda ((KAWULA MUDA)) yang ngekos, nggak perlu ribet pontang-panting ditagihin Ibu Kos dan setengah mati menyisihkan duit buat bayar kosan.

Kemudian…. Tim Indekost merancang TRIP MURAH MERIAH SARAT FAEDAH lewat aplikasi Indekostour. Jadi yangbisa menikmati layanan mereka bukan hanya anak kos. Mamah-mamah millennials juga boyeeeeeh 😀

Mau family trip rame-rame? Bisaaaa! Tim Indekostour bakal ngasih masukan dan diskusi dengan kalian. Ada sejumlah alternatif lokasi untuk glamping. Juga destinasi wisata yang dijadikan jujugan selama trip berlangsung. Long story short, tim Indekostour ini bisa bikin trip kita jadi awesome and memorable banget dah!

Okay, back to ourjourney. Setelah intens diskusi lewat WA grup, akhirnyaaaa yang ikutan Trip Indekostour to Jogja adalah…. Mbak Katerina (travelerien.com), Mbak Dian Radiata (Adventurose.com), Mbak Ivonie (KeluargaBiru.com), Sist April Hamsa(KeluargaHamsa.com) dan…. Saya sendiri (bukanbocahbiasa.com)

Kami berangkat dari kota masing-masing dan cusss, kumpul di Jogja!!

Jumat 30 November, aku naik KA Argowilis, dan nyampe di Jogja jam 11.18. Ketemuan sama mba Ivone, lalu jemput April dan mbak Rien di bandara. Aaaakkk, super hepiii akhirnya aku bisa meet Mbak Rien in person! Perawakannya mungiiilll banget, kayak anak SMA deh! Siap-siap buat tertulari positive vibes dari kakak travel blogger yang super imut, lincah, dan talented banget! 

Kami berlima dijemput oleh Kak Sunny dari Indekostour dan dianterin oleh Kak Herry pake mobil Kijang Innova yang buersssiiiihhh dan wangi! Top service!! (plus doi muterin tembang 90-an gitu, katanya sih menyesuaikan dengan selera dan umur tamunya, qiqiqiqiqi)

***

Day 1

Lapar Melanda. Siang-siang paling enak kalo makan dengan suasana ala pedesaan gitu kan. Tim Indekostour mengajak kami untuk lunch di Kopi Klotok! Waaaaks, aku langsung semangaaaat! Berbekal perut yang udah tarakdungcesss, kami menuju ke destinasi kuliner yang sedang happening banget di feed IG.

Makanan kami di Kopi Klotok 
Pics by Travelerien.com

Apa yang terjadi, sodara? Biyuuuhhh, ternyata antrenyaaaaa! Di Kopi Klotok ini, kita bisa ambil sendiri nasi dan  sayur ala rumah mbah di pedesaan. Dekor rumahnya juga mengingatkan saya akan rumah eyang putri di Pacitan. Outdoor view-nya? Sawaaaah yang ijooo, seger bener dah!

Nyam nyam nyam. Langsung lahap makan di Kopi Klotok. Jangan lupa untuk pesan Telur Gimbal. Ni telur enyaaaak, gurih, serat-serat telurnya bikin makan semakin nikmat!

Aku kemarin ngga coba kopinya, tapi order jahe geprek yang disajikan dengan batang serai. Suegerrr. O iya, kalo mau ke sini sebaiknya bawa wadah Tupperware 😀 Kemarin kami pesen telur gimbalnya terlalu banyak. Pas minta untuk dibungkusin, pegawainya bilang “Di Kopi Klotok nggak bisa bungkus.” Yaaaaahh. Untunglah si April bawa kotak bekel tuh, hueheheheh.

Setelah dari Kopi Klotok, kami cuss ke Lokasi Glamping. Kalau cari di Google Map, search MELCOS Café, dengan alamat lengkap: Jl Kaliurang Km 23, Dusun Banteng, Hargobinangun Pakem Sleman Yogyakarta. Ini lokasinya di kaki Gunung Merapi, aaaakk, asyique deh, bisa nginap dengan suasana sejuk ala pegunungan.


Tenda di areal Glamping Indekostour

Yeaaayyy!! Ini tenda kitaaaaa! Kapan ya, terakhir aku kemping? O iyaaaa, zaman kuliah dulu hahahah pas kemping bagian dari Ospek kampus 😀 Ya ampyuun, udah lama buanget!

Yang jelas, kalo Glamping bersama Indekostour, artinya kita ga perlu ribet cari air di sungai, atau gotong-gotong air, masak, blablabla. SEMUAAAA udah disiapkan. Tendanya apik, kuat, dan tahan air/rembesan. Denger-denger sih, order tendanya aja di Singapore. Kasurnya juga empuk, bantalnya duuuh bikin bobok jadi nyenyaaaak banget. Plus, di sini, toiletnya udah permanen, dan resik! Airnya juga melimpah, jadiii no need to worry!

Detail paket glamping yang kami ambil bisa dilihat di link ini ya: https://www.indekostour.com/product-page/glamping-jogja-kaliurang

Di dekat areal glamping ada sejumlah spot wisata. Yang kami kunjungi sore itu adalah STONEHENGE.Ini tumpukan batu yang miriiiippp banget dengan Stonehenge di Inggris. Kami berfoto-foto sejenak, lalu cuss balik ke areal glamping.

Stonehenge Kaliurang, Jogja

Makin seneng dan happy happy joy banget, ketika malamnya,kami bikin meet up dengan teman-teman blogger di Jogja! Ruameee banget. Aku nggak bisa mention semua yaaa… Tapi BIG THANKS buat yang udah nyempatin mampir ke lokasi Glamping. Ada Kak Dian Ismyama, Kak Manda Primastuti, Kak Prima Hapsari, Kak Arifah Wulansari (yang bawa bayiiiik plus Tayo yang ganteng dan sholeh), Kak Priyo, Kak Nutty, aaarghhh so happy meet all of you, gengs!

Api Unggun 

Di Areal Glamping Indekostour

Jogja sempat diguyur hujan malam itu. Tapi kami tetap bersenang-senang! Bisa ketemu dan hahahihi bareng sahabat blogger yang selama ini hanya bersua via WA dan blogwalking itu rasanyaaaaaaa JUARAAAA! 😀

Trus, kita juga nyalain api unggun…bakar jagung dan sosis… plus sharing APAPUN seputar dunia blogger. Giraaaangg bukan kepalang!!

Maem Jagung Bakar bareng Mbak Nuty, mba Prima Hapsari, mba Ivonie

Ini masih cerita hari pertama lho, tapi kok udah Panjang banget yhaaa. Masih buanyaaak keseruan kita pas explore Hutan Pinus Mangunan, Tebing Breksi, menyaksikan sunset di Candi Ijo, plus maem gudeg di Yu Djum, nyantai di angkringan Lik Man dan nge-wedang Ronde di Alun-Alun Kidul. Juga adu strategi buat meng-capture foto-foto syantieeeek di areal Taman Sari Water Castle.

InsyaAllah aku posting di artikel selanjutnya yah. Intinya,buat kamu, kamu dan kamu yang mupeng Liburan Asyik, Irit, dengan Ambience dan Itinerary yang WOW, langsung kontak Indekostour SEKARANG JUGA! Mereka juga punya paket Trip Akhir Tahun lho!

Website: https://www.indekostour.com

WA: 081381788884 atau 08179408899

5 Tempat Makan Favorit Rekomendasi @NurulRahma

Waksss, Temanya #30DayBloggingChallenge ngebahas tentang 5 destinasi makan favorit! Yaaahh, kalo cuma 5 biji mana cukuuppp, hihihi. Namapun eikeh hobi banget nggiling makanan yes, jadi kuliner favorit saya tuh BUANYAAAKK BANGET! Tapi kalo disuruh milih 5 aja, ya sutra…. aku bagi per jenis aja kali yaaaa….

(1). Bebek Goreng, Kuliner khas Suroboyo (dan Madura)

Lagi di Surabaya, enaknya makan apa ya? Sebagai arek Suroboyo asli, tentu saya menjawab… makanlah Bebek Goreng! Kalau mau makan bebek goreng yang mak nyus, tentu saja Anda harus segera cuss ke kota Surabaya. Banyak menu bebek yang diolah sedemikian rupa sebagai makanan yang memanjakan lidah dan perut. Bisa dibilang, bebek goreng adalah makanan khas Suroboyo! Di kota pahlawan ini, beraneka ragam olahan bebek tersebar di seluruh penjuru.

Bebeknya ada yang digoreng garing. Ada yang dimasak dengan baluran tepung nan crispy. Ada juga bebek yang dikasih bumbu hitam. Sambalnya juga macam-macam, you name it! Sambal korek, sambal mangga muda, sambal bajak, apapun ada. Nah, dari sekian banyak destinasi kuliner serba bebek, tak ada salahnya kita coba BEBEK SONGKEM. Apa bedanya dengan yang lain?

Jadi…..Bebek songkem ini diolah dengan cara DIKUKUS tanpa air tapi pakai pelepah/ gedebok pisang. So, aneka lemak-kolesterol si bebek itu bisa tereduksi secara paripurna. Seluruh kolesterol nemplok di batang gedebog itu. Sehingga, ketika tersaji di hadapan kita, si bebek sudah menjelma menjadi menu yang tidak mengusung elemen kolesterol jahat. 

Rasanya gimana? No worries.Tanpa kolesterol pun, kita tetap bisa menikmati endeus markindesnya si bebek songkem. Ada yang versi kukus (original) juga ada yang versi goreng. Dicocol ke sambal mangga muda, aduhaaaiiii….! Itu ke~mak nyus~an paling HQQ!

Nyaaaam 🙂

(2). Penggemar Makanan Serba Seafood? Mampirlah ke DAUN LADA Restaurant 

Cobalah sesekali berkunjung ke Restoran Daun Lada. Di sini, kita bisa memesan aneka menu menggugah selera, yang siap disantap untuk makan siang ataupun makan malam.Yap, Daun Lada adalah tempat makan yang menyajikan beragam menu seafood. Ingin  kerang? Cumi-cumi? Bahkan ikan jenis apapun, dan diolah dengan bumbu beragam,siap kita nikmati manakala berada di tempat makan ini.

Begitu membuka lembar menu, rasa takjub langsung menyerbu.Waaah, ternyata nama ikan itu buanyaaaak banget! Salah satunya, ikan papakulu. Ternyata, bagi para pecinta kuliner serba ikan alias mereka yang doyan makanan yang berjenis seafood, menyantap papakulu semacam “wajib” hukumnya. Ikan ini kerap ditemukan di Makassar. Biasanya, dimasak dengan saus padang ataupun di bumbu kecap.

Di Daun Lada, ikan papakulu diolah dengan teknik mengasapi.Lebih tepatnya, kita bakal menikmati menu makanan khas Makassar ini, setelah ikan papakulu diasapi dengan batok kelapa.

Ikan Papakulu

*manifestasi kredo “Don’t Judge a Book by Its Cover!!” 😀

Ketika tersaji di hadapan kita, ikan papakulu ini bentuknya kurang menarik ya. Pucat, abu-abu rada kehitaman, intinya kurang membangkitkan selera makan.

Tapi slogan “Don’t Judge a Book by its cover” berlaku di sini.Jangan menilai ikan papakulu dari tampilannya doang. Karena begitu kita cicipi,oh Tuhan, rasanya…. Sungguh nikmat!

Cita rasa ikan papakulu sebenarnya sudah gurih. Ini dikarenakan kadar garam dalam ikan tersebut yang cukup tinggi. Tatkala masuk kedalam mulut, tekstur ikan papakulu ini cenderung kenyal dan empuk. Lihatlah sisik ikan yang tampak gahar dan keras! Ternyata itu ada fungsinya, lho, yaitubisa melindungi kebersihan daging ikan papakulu.

Pantas…. Luarnya kelihatan tidak menarik… Tapi rasanya…JUARA!

Selain ikan papakulu, saya juga terpukau dengan Cumi Salad Mangga yang jadi menu andalan restoran ini.

Cumi Salad Mangga 

Cumi diolah dengan tepung krispi,sangat renyah, dengan sensasi gurih sedap. Lalu disiram dengan topping salad mangga, yang asem asem seger, whoaaaaa… keduanya berpadu dengan paripuna dan“kawin banget” manakala kita kunyah. Cumi-cuminya sama sekali tidak alot. Tetap ada tekstur cumi-cumi, namun sangat ramah untuk diproses dalam organ mulut.

(3). Pempek Farina

Semua makanan yang kenyal-kenyal seperti siomay, bakso, batagor, itu adalah definisi makan enak menurut saya. Para peracik menu-menu ini, adalah maestro di kancah kuliner. Mereka bisa banget mengawinkan tepung kanji/tapioca dan ikan plus aneka bumbu dapur, dan… voila! Jadilah, makanan yang sungguh lezat tiada tara! BRAVO!
Salah satu menu serba kenyal yang nggak pernah bosan untuk dijadikan teman makan siang maupun makan malam adalah Pempek.

Dari sekian banyak makanan khas Palembang, Pempek adalah yang paling kondang dan sangat identik sebagai kuliner khas wong kito. Beruntung banget, saya tidak perlu jauh-jauh pesan tiket pesawat ke ibukota Sumatera Selatan itu, untuk sekedar menikmati pempek yang membuai lidah. Di Surabaya, ada banyak banget restoran/ warung/ tempat makan yang menyajikan menu pempek. Kita bisa memilih untuk makan di tempat (dine in) ataupun bawa pulan (take away) dan delivery.

Nah pertanyaannya, restoran pempek mana yang paling banyak direkomendasikan? Tidak lain dan tidak bukan… Pempek Farina! Di Surabaya, kita bisa menjumpai stand pempek ini di berbagai tempat. Di mall, ataupun rumah makan yang berdiri sendiri. Yang jelas, mereka menerapkan standar dan kontrol kualitas yang amat ketat. Sehingga, mau makan di manapun, rasa dan service tim Pempek Farina tetap sama.
Pempek Kapal selam adalah menu yang wajib dipesan manakala kita berwisata kuliner di destinasi makanan khas Palembang ini. Pempek yang berbahan ikan tengiri berkualitas, dengan isian telor di dalamnya. Digoreng dengan kematangan sempurna, aroma makanan sedap menguar dari pempek kapal selam yang kita pesan.

Pempek Farina

Sedaaaaapp! Lebih mak nyus lagi, manakala cuko alias kuah yang terbuat dari cuka, gula merah dan asam, mengguyur pempek kita. Berpadu dengan mie kuning serta irisan mentimun, sungguh… merem melek tatkala kita merasakan gigitan pertama dari pempek ini.
Isian telor juga sama sekali tidak amis. Kandungan protein yang ada di dalamnya bisa melengkapi nikmatnya momen makan enak kita.


Selain pempek, sejumlah makanan khas Palembang lainnya juga bisa kita nikmati di resto Pempek Farina. Tekwan, salah satunya. Ini adalah menu yang terbuat dari campuran daging ikan dan tapioca. Tekwan adalah makanan yang berupa bulatan kecil-kecil, lalu disajikan dalam kuah udang dengan rasa yang khas. Kuahnya segar! Mirip kuah bakso, dengan rasa udang yang sulit dienyahkan dari memori. Pada umumnya, tekwan disajikan dengan teman-teman pelengkap. Ada so’un, irisan bengkoang dan jamur kuping (jamur yang berwarna hitam), serta ditaburi irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng.


Pempek dan tekwan adalah dua menu makanan khas Palembang yang selalu saya pesan setiap bertandang ke resto Pempek Farina. Harganya terjangkau, dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Yang lebih asyik lagi, kita tetap bisa menikmati makanan yang sarat gizi dan berkualitas.


Ketika makan di restoran Pempek Farina, saya pernah berjumpa dengan David Christian, Bussiness and Development Manager Pempek Farina. Ia mengatakan, bahwa Pempek Farina menerapkan quality control yang amat ketat untuk bahan baku serta proses pengolahan semua makanan. Mengenai rasa pempek yang “ikan banget”, David menuturkan, “Kami memang menggunakan ikan tengiri asli, bukan perisa. Bahkan untuk bahan pembuatan pempek, model, tekwan dan lain-lain, ikannya dikirim langsung oleh mitra/ partner kami dari Papua. Jumlahnya berton-ton, karena demand yang sangat tinggi dari msayarakat.”

Lebih lanjut, David juga menjelaskan bahwa restoran maupun seluruh stand Pempek Farina ini dirancang sedemikian rupa, sehingga cocok untuk tempat makan keluarga, sahabat ataupun untuk lokasi meeting juga bisa.

(4). Thai Food

Review lengkapnya bisa dibaca di sini 

(5). Masakan India dan Malaysia di As-Salam Restaurant

Aku udah pernah kupas tuntas seputar As-Salam Bryani House di artikel ini

***

Gimana dengan kalian? Apa aja nih, makanan favorit teman-teman? 


Traveling dan Kuliner, Tema Blog yang Banyak Dicari dan Disukai. Gimana Menurut Kamu?

Tema Blog yang Disukai

Well, tema kedua di #30DayBlogChallenge by Blogger Perempuanini agak multitafsir ya.

Tema….. maksudnya tema tulisan? Atau tema alias theme tampilan blog kita 😀 Ya udin, aku pilih tafsiran pertama aja yak. Tentang tema tulisan. Soale kalo theme (desain) blog, rasanya aku nggak mungkin bisa cerita sampai 300 kata lebih deh, qiqiqiqiqi.

TEMA BLOG. Ya namapun doyan ngeluyur, udah pasti aku paling demen baca blog yang mengusung tema traveling. Apalagi kalo disertai rincian budget, sehingga bisa dikira-kira deh, apakah destinasi tertentu ini worth-it buat didatangi, atau sekedar jadi materi khayalan belaka.  #Siap-SiapMulaiCurhat

Tapiiii, sebagai seseorang dengan semangat berburu GRATISAN,sudah barang tentu, saya haqqul yaqil bahwa kalau Allah adalah Dzat Yang Maha Berkehendak. Aku kasih contoh, ya. Tapi sori, contohnya itu-itu aja, hehe.

Baca: Jadi Local Guides Google dan Traveling Gratis ke Amerika

Gini.

Tahu negara bernama Amerika Serikat, kan?

Itu jauuuuhnya naudzubillah. Wis, jauuuuh level nyaris nggak masuk akal deh. Naik pesawat, rutenya Surabaya – Singapore – transit Hongkong bentar – Amerika Serikat. Jarak tempuh bisa sampai 20 JAM! DUA PULUH JAM (atau lebih, ya?) Itu di luar waku transit bandara lho ya.

Selain itu, kita tentu tahu bahwa Dollar Amerika tuh mana pernah murah siiih? Kayaknya kok tembang “naik naik ke puncak gunung tinggi tinggi sekali” pas banget dijadikan OST sikap ((SIKAP)) dollar terhadap rupiah.

Butuh duit segabruk untuk bisa cuss ke Amrik. Apakah itu cukup? Owww, tidak semudah itu, Ferguzo!

Walaupun kamu tajir melintir tujuh-turunan-delapan-tanjakan kekayaan nggak habis-habis kayak Ibnu Sutowo (grandpa in law si Dian Sastro), ternyata kamu tetap nggak bisa melenggang di Amrik,kalau VISA tidak approved!

Ngurus visa Amrik ini…. jyaaannn UMPTN, dan segala macam kengerian ujian skripsi-thesis-disertasi itu kagak ada apa-apanya, bosquuuu!

Aselik deh, eikeh stress banget pas mau ngurus visa ntuh. Apalagi, pas sesi wawancara, ada tuh beberapa manusia dengan Bahasa Inggris yang lancaaaarr cas-cis- cus DITOLAK dong visanya. Omaigaaatt

Negara jauh — dollar mahal — visa rempong….. Masih ada lagi? Ada dong… Trump dan “gejala” Islamophobia!

Dengan semua keribetan ini, udah barang tentu Amerika terasa jauuuuhh banget. Kayaknya hil yang mustahal deh, aku bisa cuss ke Amerika.

Dan, yaaa begitulah. Takdir Illahi ini emang super duper misterius. Ternyata, aku bisa lho cuss ke Amrik GRATIS! (nambah dikit karena aku extend beberapa hari).

It Always Seems Impossible Until It’s Done!

Quote Nelson Mandela ini yang kudu terpatri dalam sukma.

And… ofkoorss, tengkyuuu buat para blogger, baik dari Indonesia maupun dari seluruh penjuru bumi. Dengan gampil, aku bisa tahu destinasi mana aja di San Francisco yang bisa kita jadikan jujugan buat foto OOTD 😀

Thanks to TRAVEL BLOGGER!

Coba kalau spesies travel blogger ini tidak bercokol di kancah digital…. Dijamin kita bakal clueless ketikaberkunjung ke suatu daerah.

Ya memang ada socmed semacam Instagram dll. Tapi (biasanya) blog itu lebih detail, lengkap, komprehensif, dan ya itu tadi… aku sangat sangat sangaaaatt appreciate kalau sang blogger melengkapi juga dengan budget kebutuhan utama plus printhilan apa aja yang perlu dibawa tatkala travelling.

Culinary Blogger

Selain doyan ngeluyur, ya sudah pasti emak-emak milenial hobi makan. Itu udah jadi satu paket deh, kayaknya. Yang suka (ataupun tidak suka) dolan, pasti butuh makan.

Thanks GOD, segambreng culinary blogger bisa kita temukan,hanya dengan modal googling! Demen (dan ngecessss) lihat foto-foto yang di-create para foodie itu. Gokil! Cuman semangkuk soto aja nih, kok jadi kliatan tempting banget, yuhuuuu HATS OFF!

Tapiiii…. Kadang gimana yaaa… err, foto yang tersaji tuh agak-agak lebayatun akut. Food bloggermungkin ingin menunjukkan bahwa (foto) makanan ini layak tampil di blog mereka.Jadi, makanan tuh di-plating sedemikian rupa, ditata secantik mungkin. 

Bisa dibilang mereka memang mempraktikkan KURASI untuk setiap konten yang dimunculkan. Boleh boleh aja, dan emang hiburan visual sih, buat kami yang gampang ngiler ini.

Begitu nyampe di resto/warung makan, jedheeerrr presentasi makanannya blas nggak mirip sama yang difoto para food blogger. Di dunia nyata,makanannya kok beda dengan di foto? Beda JAUUUHHH 😀

Yaaa… apa ini yang dinamakan PHP? Krik kriiik. #TerdengarSiapCurhatLagi

***

Tema-tema lain, seperti parenting, finance dll, apakah aku tidak suka? Ya demen, dooong. Apalagi kalo dituliskan dengan asyique seperti GraceMelia dan DaniRachmat. Mereka dua blogger djoendjoenganku especially kalo udah bahas tentang niche parenting dan financial.

Long story short, APAPUN tema yang kita pilih…. yang paling penting adalah…. YUK SEMANGAT NGEBLOG!