Indosat Ooredoo, Sajikan Layanan 4G nan Paripurna untuk Kita Semua

Eh, eh, udah pada ngecek Kaleidoskop Facebook, belum? Saya dong, udah *semacam bangga*. Naaah, salah satu yang bikin perasaan kelojotan nggak karuan adalah, manakala FB me-remind saya akan salah satu postingan di Instagram @bundasidqi yang saya koneksikan via FB “Nurul Rahmawati” yang manaaaaa… postingan itu adalaaaaah…

PR ibu

Yep. Ini adalah salah satu materi soal latihan Sidqi, yang dikerjakan di sekolah. Pertanyaannya sederhana aja sih, “Apa kebiasaan ibumu?”

Lah kok, tanpa tedheng aling-aling, Sidqi menjawab, “Memasak, facebook-an, twitter-an, makan, minum, tidur.”

Jiyahahahha…!

Jujuuuur banget ini mah Sidqi!

Ya emang gimana ya, hare gene hidup tuh serasa kurang membahana gitu, kalau enggak connected ke dunia internet. Buat saya, FB-an dan twitter-an bukan sekedar hobi. Tapi FB dan twitter adalah “oksigen” yang menjadi komponen signifikan dalam hidup sehari-hari.

Haqqul yaqin, hampir semua manusia di muka bumi ini juga punya “love (and sometimes hate) relationship” dengan internet. Lah wong kalau mau cari jawaban PR anak juga browsing dengan mengandalkan pakde Google kan?

Beberapa kali, tugas sekolah Sidqi juga mengharuskan buat browsing. Pertanyaan seputar beda akar serabut, akar tunggang, umbi lapis, dan lain sebagainya itu, aku kan enggak paham.

Alhamdulillah, semua itu bisa dicari dan ditemukan di internet.

Mau cari resep masakan? Browsing!

Mau cari rekomendasi hotel? Browsing!

Mau berburu diskonan? Browsing!

Pokoke, you name it deh, SEMUA DEH ADA di Internet.

Yang sometimes bikin sebel adalah, manakala koneksi internet kembang kempis sampe bikin emosi meledak tipis-tipis. Nah lo, nah lo. Kalo udah kayak gitu, sudah pasti kita butuh koneksi yang top markotop kan?

Bersyukur banget, ada Indosat Ooredoo yang paham banget kegalauan makhluk netizen masa kini. Iya dong, kita semua, rakyat Indonesia pastinya ingin ada akses internet yang lebih CEPAT, lebih MUDAH diakses, dan tentu saja dengan TARIF TERJANGKAU. #EmakIritBukanPelitUnited

iNDOSAT-2

 Indosat Ooredoo baru saja me-launching 4Gplus di awal Desember lalu. Pokoke, kalo pengin pakai provider yang sangat bisa diandalkan untuk berselancar di dunia digital, sudah pasti kudu pakai brand yang jadi pemimpin layanan data di Indonesia. Pendeknya nih, Indosat Ooredoo hadir dengan jaringan data kuat di Indonesia untuk koneksi internet yang lebih cepat! Dengan 4Gplus  internet user di seluruh penjuru bumi Indonesia akan dimanjakan dengan  layanan-layanan yang mudah diakses,  terjangkau  dan simpel.

Anakku bisa cepet browsing apapun yang ingin ia tahu, bisa lihat video edukatif di youtube, dan emaknya bisa twitter-an dan FB-an dengan aman sentosa jaya selalu di darat, laut, dan udara! Horrraaaayyy…!

 Alasan Kenapa 4Gplus Indosat Ooredoo Bikin Kita Jatuh Hati

Emaknya Sidqi semangat banget nih, pakai Indosat ooredoo. Ya iyalaaaah. Mau tahu alasannya? Kan Indosat Ooredoo mengusung spirit 4Gplus for all. Yang mana, itu artinya….

• Speed – internetan lebih cepat

Mau download, upload atau streaming? Yuk kita rasakan nikmatnya tidak perlu bayar lebih untuk bisa internetan dengan 4Gplus! Yihaaaa…!

• Accessible – jaringan data kuat

Didukung sistem jaringan data yang strong dan sangat bisa diandalkan, kita bisa internetan dengan stabil, plus lebih cepat di jaringan data kuat 4Gplus untuk semua yang kita suka.

• Affordable – 4G di harga 3G (tanpa biaya tambahan)

• Coverage – menjangkau  40 juta lebih pelanggan

BONUS – 10GB internetan  dan 10.000 menit telepon. Caranya? Telepon  tekan *123*46#

fd4a6d3b-9aac-4dee-a4b8-4e7f076d2ebb_Logo Ooredoo

Wiiiksss, ini sih udah yang “surga” banget buat para netizen. Buat para gadget-freak, pengusaha start-up dan semuaaaa yang ‘in a special relationship’ with internet, maka sudah pasti Indosat Ooredoo pilihan yang cihuy. Mimpi-mimpi besar kita, aspirasi apapun yang ingin kita sebarkan di muka bumi, sangat bisa terwujud dengan nyata! (*)

Advertisements

Yippi…This is My 2015 Annual Report! 

See the #fireworks on #WordPressDotCom

apik
See the fireworks bukan bocah biasa created by blogging on WordPress.com. Check out their 2015 annual report.

Source: See the #fireworks I created by blogging on #WordPressDotCom. My 2015 annual report.

ANNUAL REPORT, sodara-sodaraaaa…..!

Inilah enaknya ngeblog di WordPress, tiap akhir tahun dibikinin raport deh ama mereka 🙂

Eniwei, ternyata TOP COMMENTERS untuk tahun ini, jatuh kepadaaaaa…. Febryan Lukito...!! *tebar confetti*

FIREWORKS

Ryan berhasil mengalahkan Dani Rachmat yang jadi top commenter tahun lalu nih.

Congratulations 🙂

Khususon buat Ryan, please kirim alamat rumah atau kantor yak.

Infoin via email-ku ajah di nurulnih@gmail.com
Atau, DM twitter @nurulrahma

InsyaAllah, aku segera kirimkan voucher sodexo.

Mayan laaah, bisa buat belenjeus di alfamart atau carrefour, hihihi. Plus ada beberapa tenant lain yang jadi mitra-nya si sodexo ini. Gak banyak ya Ryan. Cuman cepek doang gapapa yah? 🙂

Untuk seluruh sohib blogger(s) yang lain, makasih yaaa.. udah silaturahim dan bikin rame blog ini.

Semoga, semoga, semoga, 2016 lebih cethaaar menggelegaaaar 🙂

Emak Produktif

Gimana nih, yang habis libur panjang? Yang habis macet-macetan di tol? Yang seseruan sama keluarga tercinta?

Aaaak, senaaaang yah 🙂  Walaupun kudu berjam-jam “tua di jalan”, kayaknya semua capek itu terbayarkan kalo bisa hahahihi dengan seluruh elemen famili. Ya kaaan?

Kalo aku sendiri, gimana liburan kemarin?

Pfff…. biyasaaaaa banget hahaha.  Liburanku rasa hari biasa. Wong nggak kemana-mana. Bahkan, halan-halan window shopping ke mall pun kagak loh! Iyesss, daku masih ketar-ketir gitu dengan insiden jatuhnya bocil  di sebuah mall gede Surabaya.

Makanya, kemarin itu udahlaaaah ngadem di rumah wae.

Etapi, pas hari pertama libur, Kamis, 24 December 2015,  aku  sekeluarga pergi ke mall ding! Hihihi, lupaaaa *faktor U*

Bukan buat jalan-jalan, tapi demi menghadiri  undangan eksklusif dari sahabat akoh sejak SMA. Yep, my ‘partner in crime’ Xaveria Rahmani Utami, yang baru aja menang kontes blog (nulis tentang asuransi ya?)  di Kompasiana.

MCDONALDS PLAZA MARINAHadiahnya mayan booo.  Duit tunai 2 juta, plus voucher 2 juta, asiiik… rezeki mommy kece niiih 🙂

Sempat bingung mau nentuin lokasi traktiran. Aku sih, sakjane pengin ke Hoka2Bento. Tapi, Xave itu kan penganut pola makan sehat yak. Doi semi-semi vegetarian gitu deh. Di saat bersamaan, doi juga pengin beli kamera gres ke Plaza Marina. Walhasil, kita cusss ke mall di Margorejo Indah ini, dan….. beli McD!! Walaaah, sami mawon yak hahahahah

Eniwei, aku salut deh ama sohibku ini. Anaknya ada tiga bok. Yang pertama sepantaran anakku, trus yang kedua 5 tahun, yang ketiga masih bayik 6 bulan. Xave masih kerja kantoran loh, jadi editor naskah advertorial di salah satu media raksasa Surabaya. Namapun kerja di media cetak yak, doi kudu bergulat dan bergelut dengan deadline HARIAN *lap kringet* Nih cewek nyaris setiap hari pulang larut malam, demi nyelesaikan kerjaan dari klien.

Biar kesibukan segabruk macem gitu, doi masih anter/jemput anaknya ke sekolah. Daaaaan, yang cihuy lagi adalah… doi masih kasih ASI EKSKLUSIF ke bayinyaaa! Ya ampyuuun, keren nggak kira-kira deh nih cewek.

Trus, trus, di antara seabrek kegiatannya, doi masih ngeblog loooh. Di wordpress dan di Kompasiana juga. Salute! Salute!

Hobi traveling sekeluarga juga doi jabanin. Enggak males bawa printhilan perlengkapan bayi

Di kantornya pun, Xave rutin menyiapkan ASI Perah. Weleh, welehh… heran banget yak, tuh cewek dapet injeksi energi dari mana sih?  APPLAUSE!

***

Kadang sih,  aku ngerasa  nggak ada waktu buat nulis ini dan itu. Sepertinya, energi udah abis aja buat kerja plus ngurusin Sidqi. Padahal, anakku masih satu, dan udah gede pulak. Mestinya banyak kreasi yang  bisa  aku hasilkan ya kan?

Tahun 2015 ini, raport produktivitas sepertinya menurun drastis. Energi (dan mood) buat kontes ngeblog raib entah ke mana. Ngelihat banyak  kontestan  yang jauh lebih cethar, aku udah mundur teratur ajah. Kalah sebelum berperang. Hahahaha.

Yah, hopefully tahun 2016 bisa lebih semangat lagi yak, either ngeblog, ngontes maupun kirim-kirim artikel ke media mainstream. Iya loh, kok saya sama sekali nggak pernah usaha buat  bikin cerpen, atau naskah opini, atau apapun itu yak? Duh duuuh,  padahal sensasi ngeblog dan “naskah dimuat di koran atau majalah” itu BEDA BANGET, sodara 🙂

Walaupun makin ke sini, makin banyaaaak emak-emak yang piawai merangkai diksi, toh itu justru pertanda baik. JANGAN ANGGAP SEBAGAI KOMPETITOR.  Ini adalah  tanda bahwa dunia literasi kian merekah bungah. Yang menjadi “musuh” adalah diri kita sendiri. Rasa malas, rasa takut (“engga deh, palingan ntar kagak dimuat”), rasa  rendah diri, pesimisme akut, nah itu semua yang kudu dibasmi.

Udahlaaah,  tulis aja. Kirim aja. Kalopun nggak dimuat, ya berarti tulisan itu belum berjodoh dengan si media mainstream.

Yeah, sekian curcol edisi kali ini. Semoga tahun 2016, ada naskah-naskah yang bisa terpampang nyata di berbagai media. Semangaaaat!

 

 

 

 

Hati-hati dengan Sang Buah Hati

Dua hari lalu ada berita yang menyesakkan dada. Seorang balita berusia 3 tahun, jatuh dari eskalator di sebuah mall besar Surabaya. Bodinya meluncur, sampai ke lantai bawah…dan bocah itu, meninggal dunia saat dilarikan ke RS. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un…

Lagi-lagi balita harus meregang nyawa di mall. Ini sudah kejadian ke-sekian kalinya. Si balita itu ke mall hanya berdua dengan ibundanya. Pertanyaannya adalah, ibunya  ke mana?

Berdasarkan laporan saksi mata,  sang ibu tengah memilih sandal kece di salah satu outlet, sehingga si buah hati lepas dari pengawasan. Duh, makin ngilu bacanya:(

Mall BUKAN Tempat Aman 

Saya  tidak hendak menghakimi si ibu yang lalai. Atau menuduh sistem keamanan mall yang buruk. Atau, menuding orang-orang kota yang makin kehilangan rasa peduli dan empati. NO. Sama sekali tidak.

Tapi, saya mau mengingatkan diri sendiri. Juga mengingatkan para orang tua, bahwa MALL itu BUKAN TEMPAT YANG AMAN.

Jangankan buat anak-anak. Mall juga BUKAN lokasi yang aman untuk orang-orang tua dewasa seperti saya.

Kita nggak pernah tahu, siapa dan bagaimana orang yang berpapasan di dalam mall.

Penjahat-kah?

Koruptor-kah?

Pedofil-kah?

Sama sekali nggak ada gambaran siapa dan bagaimana mereka.

Karena itu, MEMILIH UNTUK SELALU WASPADA adalah hal mutlak yang wajib banget kita lakukan. Beberapa kali, ada kasus gendam (hipnotis) yang berujung pada lenyapnya sejumlah rupiah. Dan itu terjadi di MALL.

Atau, yeah, petugas sales ini-itu yang bersikap agak minta diberi ajar (eufimisme dari ‘kurang ajar’) yang hmfptrfttt banget nget nget.

Pokoknya, MALL itu bukan tempat yang aman.

Sayangnya, orang kota terkadang justru menjadikan mall sebagai sanctuary. Kita malah berasyik-masyuk, dengan memandang aneka barang dagangan yang seolah bisa menjadi “pil kebahagiaan” apabila kita tebus  saat itu juga.  Justru banyak ‘orang kota’ yang terlena dengan segala hedonisme yang ditawarkan mall. Kita menjadikan mall sebagai “terapi jiwa”, semacam  destinasi  rehat yang sanggup meletupkan semangat.

Ahhhh…. sungguh sayang…..

Logika ini harus dipertanyakan. Mall  itu pasar. Dan, Anda tahu, bahwa teladan umat Islam, Rasulullah Muhammad, mengatakan bahwa pasar itu lokasi yang banyak jadi sumber dosa. Beragam kebohongan bertebaran di sana. Ngaku SALE 50% yadda yaddaaa padahal, harga-harga udah di-mark up, huh. *curcol dikit*

Plusss, oh…. itu kenapa aurat bertebaran di segala penjuru? Taruhlah suami kita bisa merem dari mbak-mbak SPG, tapi tapi tapiiii, materi brand dan produk yang terpampang nyata HAMPIR SEMUA menampilkan cewek-cewek dengan kostum yang yaaaah, begitulah 😦

Semua  itu seolah melahirkan konspirasi *halaaaghh* untuk terus memperdaya kita “Ayoooo, belanja sekaraang… Kapan lagi dapat harga murah segini, mumpung diskon… Hidup cuma sekali, jangan ngirit kebangetan deh, ntar nyesel loooh gak bisa tampil maksimal…”

Semacam itu.

***

Saya bukan anti-mall. Saya juga masuk kalangan mainstream, yang terlena dengan kemegahan mall, dan heiiii… apa boleh buat? Jika liburan hanya berkutat di Surabaya, maka itu artinya hiburan saya berpusat di Mall, mall dan mall.

Hanya saja, ada yang patut direvisi dari injeksi virus mall ini. Jangan jadikan mall pusat kebahagiaan.

Mall hanyalah lokasi biasa yang layak disinggahi. Mall rawan kejahatan. Apapun bisa terjadi di dalam mall.

Buat para ibu, kalo memang tak sanggup jalan berdua dengan bocil, plis plis plis, jangan paksakan. Lebih baik TAHAN SEBENTAR keinginan untuk nge-mall. Atau, silakan nge-mall dengan SATU PARTNER yang bisa diandalkan. Jadi, ketika “setan mall” itu bergentayangan sehingga membuat kita euforia, maka buah hati  kita bisa berada di tangan yang tepat (dan jiwa yang lebih “sehat”)

JANGAN andalkan orang lain untuk menjaga anak Anda.  Orang lain ya orang lain. JANGAN berasumsi bahwa, oh… ntar kalo ada apa-apa dengan anak, toh bakal ada orang lain yang menolong… Jangan. Jangan punya pikiran semacam itu.

Anak yang kita bawa dari rumah menuju mall, adalah tanggung jawab KITA sepenuhnya.

Tapiii, di sisi lain, saya juga menghimbau diri saya sendiri, untuk tak melulu cuek dengan apa yang terjadi di mall.

Kalau terlihat ada sesuatu yang mencurigakan (anak kecil melangkah sendirian ke eskalator, misalnya) maka secara manusiawi, alangkah baiknya bila kita peduli. Tidak cuek. Mungkin, kepedulian level minimalis sekalipun, bisa membantu menghindarkan semua dari kejadian yang mengerikan.

SELAMAT BERLIBUR. HATI-HATI dengan Bawaan Anda. HATI-HATI dengan Buah Hati Anda. (*)

Nongkrong di Bebek Telor Asin Pak Joss

APAA??? Bebek , again???

Ih. Kuliner Surabaya kayaknya gak kunjung  bisa move-on dengan segala hal berbau bebek yak. Setelah digempur dengan aneka bebek PKL yang endeus markindesss, sekarang lagi musim bebek yang dihidangkan dengan sajian lebih classy. Ala resto, gitu.

Salah satu yang baruuuu banget buka di kawasan Rungkut adalah Bebek Pak Joss. Sebenernya nih bebek udah mulai buka di Surabaya sejak  tahun 2011-an gitu. Lokasi awal, di Tenggilis Mejoyo. Seiring berjalannya waktu, mereka ekspansi, ke daerah Dharmahusada Sby, trus ekspansi juga sampe ke Bandung.

Nah, karena peminatnya makin buanyaaak, pengunjung kian meluber, si owner memutuskan untuk relokasi outlet Tenggilis. Pindah deh ke Rungkut. Karena masih soft-opening Rungkut, mereka kasih diskon 50% khusus untuk segala menu bebek dan kudu dine-in.

Slrrrppp…!! Diskon  50 persen boooo’ *mata berbinar-binar* Baiklaaah, markicus, mari kita cusssss 🙂

Barengan ama Nui, mba Lia, mba Nia (istrinya boss akooh) kami makan siang bareng ke spot kuliner ini.

Lumayan cozy tempatnya. Asyik buat chit-chat, hang out bareng temen-temen atau keluarga. Daaan, ya itu  tadi, iming-iming diskon yang membuat emaknya Sidqi terperangah dan tersihir sehingga kudu buka dompet lebar-lebar 🙂

Menunya apa saja?

Ada  masakan serba bebek yang dimasak dengan saos telor asin. Ada juga yang dimasak dengan lelehan keju mozarella. Wuikkks, jadi inget iklan p*zza H*t yang kejunya molor-molor ntuuuuuh….

IMG_1622

This slideshow requires JavaScript.

Nom nom nooom….

Tapi karena “cuma”  makan siang ya cyiiin, kita ga berani pesen macem-macem.  Bebek telor asin (2 potong), bebek  oven mozarella (setengah ekor), sapo tahu, dan jamur crispy pakai mayonaise.

Untuk minumannya Kalamanjaro mocchacino float, leci lay dan tiramisu.

Oke, testimoni satu-satu ya.

Mulai dari minumannya dulu.

Saya order kalamanjaro float yang suegerrrr, kopinya enteng tapi pas. Sesuai lah untuk menaklukkan hawa Surabaya yang sedang sangar banget panasnya enih. Sementara temen saya yang pesen leci lay bilang, lecinya ada 2 biji *ciyaaaaan* trus, minumannya ada semacam jus nanas, ada peterselinya segala. Pokoke kayak jus buah sehat gitu deh. Tiramisu juga oke. Endeus 🙂

Lanjooot. Kalo bebeknya, hmm, untuk ukuran bebek cafe lumayan lah. Not bad. Tapi,  karena lidah dan preferensi saya udah  punya “standar kebawelan tingkat tinggi” dalam hal kuliner perbebekan, apa boleh buat… saya cuma kasih bintang 3 dari 5 untuk kualitas rasa.

Bukan berarti engga enak loh ya.  Soale, jiwa kuliner bebek saya udah terpatri *cegluk* pada bebek PKL macem bebek Sinjay Madura, atau bebek Palupi gitu. Yang digoreng pake minyak jelantah iteeeem pekat, tapi ga tau ya, kok malah eikeh jatuh cintrong dengan rasanya  🙂

Maka dari itu, kalo menurut saya nih, Bebek Pak Joss ini tempatnya cozy dan asyik buat nongkrong dan ngemil-ngemil cantik. Harganya reasonable banget. Minuman berkisar 13K aja. Sementara  jamur crispy mayonaise juga cuma 8 ribu sepiring. Jamurnya malah endeus beraaaat. Pokoke, kalo pengin ngobrol-ngobrol azaaah, cucok lah mampir ke sini. Tapiii, kalo ngarepin bebek yang ngeheitsss ala bebek2 Suroboyo, better ke lokasi bebek PKL  aja.

Yang patut diacungi jempol dari resto  ini adalah…. para pelayannya sigap banget dalam meladeni pengunjung. Begitu dateng, disambut dengan oke, ditanyai berapa orang, wis pokoke super duper ramaaaah. Kita minta dipotoin bareng, eh, mas-masnya juga kooperatif lah.

Kita juga sempat ketemuan ama owner-nya (tapi lupa poto bareng, hiks) . Beliau bilang, ada  LOWONGAN  untuk jadi crew di resto ini. Gak harus berlatar belakang industri kuliner. Pokoke, mau belajar, mau kerja, disiplin,  bisa kok join di sono. Monggo kalo mau di-share ke sodara, tetangga atau siapapun yang lagi cari kerjaan yah.

Buat yang di Surabaya dan sekitarnya, ayo dah kalo mau mampir ke Bebek Pak Joss. Diskon 50% ini berlaku sampai Sabtu (26 dec) dan khusus 100 pengunjung pertama pada hari itu saja.

Sementara, kalo sampai 31 January, mereka kasih diskon 25%,  khusus untuk dine in dan menu serba bebek ajah. Kalo menu di luar bebek, kayak sayur dan minumannya, kagak ada diskon.

SELAMAT LIBURAN dan SELAMAT WISATA KULINER yaaaak *elus-elus perut*

Liburan Nggak ke mana-mana? Khitan Saja!

Kemarin, tetangga sebelah rumah (kelas 5 SD) ada yang khitan. Hari ini, sahabatnya Sidqi (kelas 3 SD) juga khitan. Alhamdulillah, anak-anak di kompleks kami sudah mulai siap memasuki babak menjadi lelaki sejati *halaaghh*

Sidqi, anak saya, udah dikhitan Desember 2014. Doi masih kelas 2 SD waktu itu. Ketika liburan pergantian semester yang lumayan panjang (2 pekan), dan kita sekeluarga udah kehabisan energi buat pergi-pergi ke luar kota. Yo wis, ndekem di rumah melulu. Akupun nawarin Sidqi untuk khitan. Eh, anaknya maju mundur ganteng

Saya sih, cuma kasih pengarahan semacam ini:

(1). Mending khitan sekarang aja. Soalnya, kita kan nggak ke mana-mana nih. Kalo mas Sidqi khitan tahun depan, berarti kita bakal liburan di rumah terus loh. Ga bisa ke Pacitan, ke Bandung, dll.

(2). Khitan itu lebih enak dilakoni pas umurnya masih muda banget. Kalo udah gede, ntar bakal tambah sakit. Kelas 2 SD ini udah ideal banget deh.

(3). Walaupun teman-teman kamu belum khitan, ya nggak masalah kan? Justru mas Sidqi bisa kasih contoh ke seluruh teman, Bismillah… Sidqi sudah berani khitan! InsyaAllah, mereka bakal terinspirasi loh.

Eh, eh… omongan super-nyantai ini ternyata menembusss ke lubuk hati Sidqi. Doi pun akhirnya bilang YES     gak tau kalo mas Anang

Sampailah di Senin pagi, saatnya mengantarkan Sidqi yang sudah pakai BAJU RAPIH ke klinik dokter (yang juga menerima khitan anak) di deket rumah.

Klinik ini milik pasutri dokter umum plus istrinya dokter spesialis kulit-kelamin. Jadi, ada salonnya juga. Mungkin, sembari menunggu anak dikhitan, mommy bisa facial? Atau peeling sekalian? —-> IDE BAGOOOS

Apakah itu yang saya lakukan??

Tentu tidaaaaak. 🙂

Saya ngedrop Sidqi dan utinya, lalu saya lanjut ke kantor. 🙂

Don’t get me wrong, saya bukan pegawai yang berdedikasi loyalitas blablabla sampe segitunya kok. Saya ke kantor, gegara takut lihat proses khitannya Sidqi *emak cemen*

Sementara itu, Sidqi kok ya ndilalah bersedia khitan ketika bapaknya dinas luar kota. Yo wis, uti tersayang yang ketiban amanah buat menemani Sidqi di klinik, hihihi *sungkem ama uti*

APA YANG TERJADI, SODARA-SODARA?

Ya kan ane kagak tahu… akooh kan ada di kantor, buat alibi 🙂

Berdasarkan cerita uti, proses khitan itu berjalan lancar dan terkendali. Nggak ada adegan bocil lari— trus dokter ngejar—bocil   ngesot, sembunyi di bawah kasur — dokter masih pantang putus asa —  bocil  kenceng teriak-teriak dst, NO.

Sidqi bisa berbaring dengan yaaa… agak nervous dan deg-degan sih, tapii Uti berhasil memberikan terapi jiwa secara dahsyat dengan cara, yaitu…..

………Ngajak Sidqi muroja’ah hafalan Al-Qur’an surat An-Naba’

SUPER SEKALI YAH, MOMMY GUE!

Ketika peralatan laser itu tengah dioperasikan oleh dokter, uti dan Sidqi komat-kamit melantunkan ayat demi ayat di surat An-Naba’. Otomatis, konsentrasi Sidqi teralihkan. Ia tak lagi bingung soal ‘apa yang terjadi di bawah sana’…. Sidqi hanya berusaha menggali memori seputar ayat-ayat yang bakal ia lantunkan, bersama uti kesayangan.

OH, KALO ADA PEMILIHAN UTI TERCETHAR ABAD INI, UTINYA SIDQI BAKAL JADI JUARA DAH!

Selesai? Yep, segalanya berjalan lancar… Sidqi boleh pulang ke rumah sama uti, dengan dijemput sodaraku naik motor. ((Ini yang aku lupa tanya, waktu itu Sidqi gonceng miring, apa hadap depan ya? Ah, tapi, sepertinya gonceng miring deh))

***

Setengah jam dari proses eksekusi, kok feeling aku gak enak yah?

Akhirnya aku telepon ke rumah, ngecekin gimana kondisi Sidqi. Lalu, lalu, telepon diangkat oleh ibuku, daaaan… terdengarlah raungan ratapan erangan seorang bocah yang baru aja disunat

HWAAAAAA….!! HWAAAAAA….!! SAKIT BANGETTTT….!! HWAAAAA….!!

Masya Allah. Itu suara anakkuuuuhh!

“Sidqi kenapa Bu?”

“Nangis…”

((ya iyalah nangis, udah jelas dari jejeritannya))

“Nangis kesakitan?”

((ya iyalah, kesakitan wong abis sunat))

Langsung aku minta izin pulang cepat ke pak boss, dan wooosssshhh… seumur-umur aku belum pernah nyetir motor sengebut itu.

***

Ternyata jerit tangis anakku udah terdengar dari radius 500 meter dari rumah. Duh naaak, satu RT bisa denger euy. Moga-moga ga ada yang su’udzon kalo Sidqi nangis abis disiksa emaknya, naudzubillah.

Sampe rumah, aku elus anakku yang bersimbah air mata. Ngeliat doi, aku malah pengin ketawa. La wong bocah tengil yang sehari-hari minta dipites ini kok ya bisa mewek kejerrrr gitu ye?

“Sidqi, astaghfirullah… nangisnya yang pelan aja Nak…” ((nasihat macam apa pula ini??))

“HWAAAAAAA…..!! SAKIIIIITTT…. UTI BOHOOOOONG… KATA UTI NGGAK SAKIT, TERNYATA, SUNAT SAA…SAAAA….KIIIIT… HWAAAAA….!!”

“SAKIT BUUUU….SAKIT BANGET….AKU NGGAK BISA JALAN….AKU NGGAK BERGUNA….HWAAAAAA….!”

“INI SEMUA GARA-GARA UUU…TIIIII… HWAAAAA….AKU NGGAK MAU SUNAT LAGIII….”

Elhoooh. Yo mesti wae lo nak. Sunat yo cuman satu kali. Ngapain sunat lagi? Ya ampuuun, aku semakin  ngikik denger jerit ratapan Sidqi di sela-sela tangisnya #EmakKoplakDontTryThisAtHome

Ketika bocil menangis, memang sebaiknya ortu nggak boleh panik. Santai aja.

Lalu coba temukan penyebab kenapa nih cowok mewek? Eh, ternyata simpel aja. Utinya TELAT KASIH OBAT.

Pas dikhitan kan, dokter ngasih bius dengan dosis lumayan. Makanya Sidqi enggak ngerasa sakit. Ketika sampai rumah, biusnya sudah nggak berfungsi dong. La dalaah, ternyata Uti telat  kasih obat yang udah ditebus di klinik tadi.

Setelah tangisnya rada mendingan, saya bacain doa plus elus-elus kepala dan sekujur bodi Sidqi, lalu… minumin obat. Alhamdulillah, cah lanang langsung brenti nangis, dan ganti tidur pulesssss banget :)))

***

Yeah, kejadian sunat udah setahun lalu sih. Tapi kok ya rasanya baru kemarin yak, hihihi. TIME DO FLIES. Apapun yang menyangkut anak kita, adalah memori berharga yang rasanya iiih, feels just like yesterday deh ya.

Jadi, buat buibu yang punya anak laki, coba deh, tawarkan untuk khitan di musim lebaran. Gimanapun juga, khitan PASTI bermanfaat untuk kesehatan anak kita.

Yang jelas, habis khitan, semangat makan Sidqi jadi meningkat banget, bodi doi juga tambah gede. Pokoke, yang tahu anakku di masa kecil, trus tiba-tiba ketemu setelah doi udah khitan…langsung pangling dah!

“Wihhh, Sidqi tambah gede ya?”

“Kok bodinya Sidqi besaaaar gini mbak?”

Nah, buat yang anaknya berbodi mungil, bisa dipertimbangkan tuh, KHITAN SAJA. Siapkan mental (termasuk mental emaknya) karena ini kan peristiwa yang kudu tercatat di manuskrip memori sejarah si bocah.

SELAMAT LIBURAN dan SELAMAT KHITAN !

 

 

Nuansa Homey Tatkala Menginap di Lorin Solo

Hawa-hawa super duper loooooong weekend udah kerasa banget yak? Saatnya milih destinasi buat dikunjungi  buat liburan kali ini. Gimana kalau kita menikmati  Nuansa Homey Tatkala Menginap di Lorin Solo?
Hotel ini memang terletak agak jauh dari pusat kota Solo. Kira-kira kalau dari  stasiun Solo Balapan , kita kudu menempuh perjalanan 40 menit-an lah ya. Itupun saya pake acara mampir ke minimarket bentar, buat beli arem-arem.  Ish isssh, embaknya gampang banget laperrr, pantesan resolusi langsing-sehat-sentosa gagal muluuuk 😦
Sepertinya hotel ini emang cucok buat dijadikan lokasi nginep rame-rame. Waktu itu, kami kan lagi ikutan Blogger & Netizen Gathering bersama MPR RI. Sekitar 40 bloggers hadir di acara ini. Pas dong, kalo nginep di Lorin. Karena lokasinya  yang jauh dari mall, dll… Jadi kita-kita kagak bakalan keluyuran ke mana-mana, hihihi…
Untunglah. Lorin Solo bisa menghadirkan nuansa yang homey banget. Serasa berada di rumah-rumah wong Jowo sing sugih  banget!
Saya sekamar berdua dengan Mbak Avy. Pas baru dateng nih, kita sempat dianterin ke Hotel Lorin yang bagian depan. Loh, loooh, kok kayaknya udah fully booked ama rombongan dari Pemuda Pancasila?
Setelah tanya-tanya ke petugas hotel, ulalaaa… baru ketahuan kalo ternyata Lor In yang jadi lokasi inap kita, berada di bagian belakaaaaang banget.
Ya udin, tim driver hotel ketiban sampur buat nganterin kita untuk segera cuss ke Lor In yang kawasan di belakang. Nglewatin areal yang jauuuuh, malah lewat di depan hotel Syariah segala, weleh deleeeh 🙂
Walaupun belum ketemu sama tim MPR RI, kita udah boleh leyeh-leyeh nyantai di lobi Lorin. Boleh nitip barang di concierge segala. Dan ternyata,  ada  mushola (atau masjid?) dengan ukuran GEDE BANGET di lantai 5 Lorin ini! Syukaaak, syukaaaak!
Jarang jarang kan ya, ada hotel yang menyediakan masjid DI DALAM GEDUNG HOTEL tersebut. Biasanya kalau nggak ditaruh di lokasi parkir, kadang-kadang malah ditaruh nyeliiiiip banget, di bagian bangunan yang masih direnovasi. Huft!
Kalau lokasi sholat sangat representatif seperti ini, tamu hotel bakal lebih mengapresiasi lagi ya kan?
Balik lagi ke lobby, Alhamdulillah, udah ketemu ama mas-mas dari MPR RI. Super takjub ngeliat mereka, karena bayangan saya orang MPR (ini stigma yang nancep di kepala saya yaaaaa) bakal cenderung kaku, formal, dan orde baru banget *halah*
La ini,  kita malah ngobrol dan diskusi santai bareng Mas Andri dan stafnya yang asik dan seru.
Dapat kunci kamar, cussss deh, bareng Mbak Avy 🙂
Aaaakkkk, langsung ngelurusin punggung di kasur berkawan BANTAL yang empuuuuk dan ergonomis banget hihihi.
Yang aku sukaaak dari kamar ini adalah, peringatan DILARANG MEROKOK, plus banyak colokan di mana-mana 🙂
Udah gitu, ada space yang cukup buat gelar sajadah ketika mau sholat. Kan ada tuh, kamar hotel yang blassss ga bisa dipake sholat, kepaksa sholat di atas kasur deh 😦
P uas  gegoleran di kamar, asik kali ya kita menjelajah isi Lorin Hotel. Dan bener banget, hotel ini njawani pol-polan. Duuuuh, damai deh hati akoooh…
Gimana? Gimana? Udah fix mau ngetrip ke Solo dan sekitarnya? Saya rekomen banget buat nginep di hotel ini. Cek ke situs-situs booking hotel deh. Beberapa malah ada yang kasih harga murce banget, mulai 250-ribu an saja per kamarnya. Widiiih.
Hotel Lorin Solo
Jalan Adisucipto No. 47, Jl. Adi Sucipto, Jawa Tengah 57174
Telepon:(0271) 724500

Supaya Resolusi tak Gagal Lagi

Supaya Resolusi tak Gagal Lagi

Assalamualaikum…!

Yuhuuu, udah bulan Desember nih… Pas banget kan, kalo eikeh bahas soal Resolusi? Iyess, biasaa deh yaaa, kalo pergantian tahun selalu dibuka dengan deretan Resolusi.

Ada yang resolusinya bakal umroh tahun ini (amiiin!) ada juga yang pengin keliling Indonesia dengan cara backpacker seru-seruan bareng temen, ada yang resolusinya terdengar amat simpel, bersahaja, dan standar-standar saja, tapi kok yaaaa, sulit banget direalisasikan. Coba tebak, resolusi apaaah? Yoi, resolusi pengin kurus cuy, hahahahha *ketawa nyeri*

Yo wis, yo wis. Ayo sekarang kita bahas pegimane strategi yang maknyusss biar resolusi tak gagal maning gagal maning.  Postingan ini sekaligus buat menyemangati diri sendiri kok.

Ini beberapa tips yang di-share oleh sista Elvi Fianita, seorang psikolog muslimah, yang aku baca di Majalah UMMI edisi terbaru.

Kiat agar Resolusi bukan Sekedar Basa-basi

Kata sista Elvi niiih, ada beberapa rumus/kiat/tips yang bisa lo praktikin. Biar resolusi tahun ini menggaung, membahana dan mewujud pada sesuatu yang terpampang nyata

  1. Ceritakan ke banyaaaaaak orang

Udah berkeluarga? Apaaa? Beluuum? Lah, itu abi-ummi, ayah-ibu, bokap-nyokap apa bukan keluarga lo? Naaah, berarti fix lo punya keluarga kan? Critain dah, resolusi yang udah lo tancapkan ke ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek, om, tante… juga sahabat-sahabat yang udah ikrib banget ama lo.

Manakala banyak orang yang tahu bahwa ada resolusi 2016 yang lo tancapkan, maka insyaAllah mereka akan bahu-membahu untuk mendukung lo. Misalnya, jadi partner sholat shubuh ke masjid, ketika resolusi lo berbunyi “Sigap sholat berjamaah 5 waktu ke Masjid.”

Sahabat/keluarga yang baik akan mendukung dalam jalan kebaikan, ya kaaan?

Eh, eh, eh… kalo ada yang nyinyir atau malah ngeledekin, piye? Ya sudaaah, jangan didengerin! Dari situ, lo bakal tahu, mana yang emang beneran sahabat sejati lo, dan mana yang sahabat ala-ala doang.

  1. Kudu pe-de dong! Bangkitkan optimisme kalo lo bisa mencapai resolusi yang udah digoreskan

Wahaiii anak muda, kalian adalah generasi penerus bangsa, jadi teruslah pancangkan cita-cita dengan optimisme di atas rata-rata! Iya loh, kalau sudah nggak optimis, kita bakal gampang layu sebelum berkembang. Gampang mandeg saban ada halangan yang menghadang. Padahal, jika kita melihat itu semua sebagai TANTANGAN, maka kita bisa meningkatkan level optimisme dan siap meng-upgrade kemampuan!

 

  1. Pecahkan saja gelasnya biar ramai…! Ooops, sori, salah. Pecah resolusi lo menjadi target-target kecil.

Ada saran sederhana nih…”Jangan membayangkan kalo kamu lagi membuat novel. Buatlah target bahwa Anda sedang membuat satu halaman dalam satu hari.” Sebuah target yang besar, mudah membuat kita berkecil hati. Langsung nyungsep deh kalo ngeliatin target yang segede alaihim gambreng. Karena itulah, PECAHKAN menjadi target-target kecil. Dari situ, sasaran yang besar ini akan terasa mudah.

Selain itu, pencapaian target yang terasa mudah ini akan memberikan perasaan senang, yang menyuntikkan energi tambahan untuk mengejar target-target berikutnya.

 

  1. Kasih penghargaan ke diri sendiri

Siapapun pasti demen dong, kalo dikasi reward, penghargaan, apresiasi atau apapun itu sebutannya. Begitu juga dengan diri kita. Hargailah setiap kemajuan yang sudah lo lakukan. Kenapa? Ya biar lo lebiiiih semangat untuk ngelakuin lagi besok. Kasih hadiah yang sederhana aja, semacam menyantap muffin cokelat, atau menyesap secangkir teh hangat di sore hari. Simpel, tapi memorable.

food-tea-sugar-sweets-large

Duuuuh, jadi baper deeeh… bawaannya laper, hahahaha.

Ya wis, selamat menyusun dan mengeksekusi Resolusi 2016 yes, semangaaat… semangaaaaat…!!

 

Cantik Paripurna dengan Gizi Super Cream

Halo semuanya,

Gimana kabar kota Anda? Sudah mulai hujan? Gerimis mengandung…. eh, mengundang? Hihihi. Kalo di Surabaya sih, Alhamdulillah, sudah beberapa kali  sempat diguyur hujan, walo masih malu-malu kucing getooo. Lebih seringnya, panassss dan bikin kulit rentan kerontang.

Oh, baiklah, apa kabar kulit cewek-cewek plus para mahmud abas (mama muda anak baru satu)?

Sudah barang tentu, aneka ragam problema kulit siap menyembul ke permukaan. Noda hitam lah, ada jerawat, keriput, you name it deh. Thanks God, saya sudah ketemu dong, dengan jodohnya kulit.

Apakah ituuuh?

Tadaaaaa…! Ini dia Gizi Super Cream! Yeah, dulu ibunda kita udah ikrib banget ama ini produk ya kan?

gizi-1

Iya dong, lah wong Gizi Super Cream kan udah 40 tahun bercokol di bumi pertiwi. Krim ini oke punya. Ada 4 H yang identik dengan Gizi Cream. Apa sajakah itu?

  1. Herbal → 7 ingredients (bahan alami)
  2. Hitech → Nano, fungsi nano untuk memperlembut sehingga gampang meresap di kulit.
  3. Heritage → Berdiri sejak 1972 (40 tahun lebih)
  4. Halal

Weeew, cihuy ya? Nah, setelah 14 hari memakai Gizi Super Cream, kulit bakal terasa lebih sehat. Aneka problematika seputar kulit gegara cuaca gak bersahabat bakal terjawab dengan maksimal. Ibarat kata nih, kita bisa cantik paripurna senantiasa dengan effortlessly. Gak terlalu susah ya kan? Cukup baurkan krim-krim ini aja kok, sist!

gizi-3

Okehhh, yang pengin blenjeus, ngabisin bonus akhir tahun *qiqiqiqi* bisa cuss segera ke shop location dihttp://www.giziindonesia.co.id

Happy December, Happy Skin, Let’s be Happy with Gizi Super Cream, yihaaaa…!

Anak Cerdas Optimal bersama Morinaga Chil-Go!

Buibuuuu, yang anaknya udah selesai UAS, mana suaranyaaaa?

Pfff, legaaaa banget yes. Kalo anak udah kelar UAS (Ujian Akhir Sekolah) itu  serasa ada bisul yang udah mateng lalu mbledooooss, puiihhh, legaaaaa pake banget. Apalagi, anak saya, si Sidqi tuh tipikal yang semangat banget buat berburu nilai akademik.

“Pokoknya, UAS tema kali ini, aku harus dapat nilai 100, Bu! Takkan kubiarkan peluang dapat 100 lepas dari tanganku!”

Weleh deleehh, sometimes eikeh ngeri jugak liat ambisi doi, hahaha.  Tauk deh, siapa yang ngajarin, padahal aku sama sekali enggak pernah nge-push doi buat ngeborong nilai 100 whatsoever gitu deh.

Soalnya, dapat nilai 100 di sekolah itu kan IMHO hanya representasi dari kecerdasan akademik, yang notabene sering dikaitkan dengan cerdas  matematis SAJA kan? Memang sih, ada  tugas-tugas  yang juga berkaitan dengan kecerdasan lain, tapi…. menurut pendapat saya nih, porsinya juga masih sedikiiit bingits.

E iya, ngomongin tipikal kecerdasan nih… Saya jadi inget sama konsep Multiple Intelegences.  Ini ada (semacam) tes kecil-kecilan lah… Kira-kira anak kita lebih dominan cerdas yang mana? Yuk mareee, ceki-ceki bentar 🙂

kecerdasan matematis (1)

kecerdasan inter

kecerdasan intra

kecerdasan kinestetis

kecerdasan linguistik

kecerdasan musikal

kecerdasan naturalis

kecerdasan spasial

Naaaah, udah  terpampang nyata kan,  tipikal kecerdasan anak-anak, plusss  hint yang bisa kita jadikan patokan.

Biasanya, seorang  anak bisa dianugerahi 3-5 kecerdasan sekaligus. Buat anak yang SUPER, juga bisa dominan di  kesemua tipe.

***

Pertanyaannya adalaaaaah…. Pegimane yak, caranya biar  merangsang ((MERANGSANG)) kecerdasan anak-anak kita?

Ini sekedar tips sederhana ala saya  🙂

  1. Amati apa hobi atau minat anak

So far, kalo dari pengamatan saya, Sidqi sepertinya dominan cerdas logis matematis,  linguistik dan kinestetik.

Sidqi itu happy banget dan sumringah kalo diajak belajar. Hobinya? Sidqi doyan banget baca. Apalagi kalo mau ujian tuh, semangaaat banget! Saya sampe yang terengah-engah saban diminta jadi tutor doi. Tapi ya masaaaa, anaknya udah semangat, ibunya malah ogah-ogahan? 😛

Naaah, dari sini, saya jadi notice kalo salah satu kecerdasan yang Sidqi miliki adalah cerdas logis matematis. Ya udin, karena udah ketemu bakatnya, silakan lebih boost ke arah situ.

Selain itu, belakangan ini, Sidqi seneeeng banget nulis  cerita. Dia kan lagi terobsesi sama dinosaurus. Yo wis, doi nulis deh, cerita seputar Dino. Ini artinya, saya kudu memfasilitasi minat dan kecerdasan linguistik doi.

Kalo cerdas kinestetik? Hmmm, sepertinya ini berkaitan dengan olah fisik ya kan? Saya itu sampe detik ini belum bisa renang sama sekali *cry* Beda banget dengan Sidqi. Pas kami mudik ke Pacitan, trus nge-hire guru renang secara privat, Alhamdulillah wasyukurilah, Sidqi langsung bisa!

  1. Terjunkan Anak di Komunitas yang Mengembangkan Bakat dan Minatnya

Setelah tahu bakat/minat anak, alangkah baiknya kalo ortu memfasilitasi supaya kecerdasan anak berkembang.

Saya udah ada planning buat daftarin Sidqi kursus renang di Surabaya. Ini masih tahap pilah/pilih sih. Karena ada banyak swimming pool sekaligus lokasi kursus, tapi cencu saja, sebagai emak-emak bijaksana, saya bakal pilih lokasi yang value for money ya kaaan? #emakIritUnited

  1. Beri Nutrisi yang Mendukung Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak

Kalo bakat diasah, tapi nutrisinya malah dibiarin ala kadarnya, ya enggak bisa optimal dong yaaa. Bersyukur karena sekarang ada produk susu Morinaga Chil-Go! yang bisa dinikmati kapan saja. Ini kan produk susu pertumbuhan anak yang dikemas dalam bentuk cair. Asyik banget deh, mudah dan praktis mau minum di mana saja, hayuk dah! Sidqi malah sering bawa jadi bekal di sekolah. Karena memang susu ini cocok dikonsumsi anak-anak di rentang usia 1-12 tahun.

IMG_1523

Sudah tentu kita ingin anak-anak tumbuh jadi Generani Platinum yang multi talenta. Si “pahlawan kita” Morinaga Chil-Go! sanggup mengemban tugas itu. Karena ada sinergi nutrisi yang tepat banget, sehingga bisa memberikan impact positif bagi aneka faktor kecerdasan anak, serta memberikan pertahanan tubuh ganda.

So, buat para parents nih, kita nggak perlu cemas, galau, gelisah merana apabila ternyata anak kita belum menggapai masing-masing kecerdasan secara paripurna. Kenapa? Karena ternyata periode emas perkembangan otak anak-anak, terutama fungsi kognitifnya, terus berlangsung hingga ia mencapai usia 12 tahun! Wiiih, durasinya masih lumayan panjaaaang ya moms. Tugas kita, tentu saja memberikan bekal yang optimal, supaya anak tumbuh dengan cemerlang!

IMG-20151125-WA0003.jpg

Sidqi dan Irfan, sahabatnya minum Morinaga Chil-Go! setelah belajar jelang UAS (Ujian Akhir Sekolah)

Thanks God, kita udah nemuin produk susu yang oke punya. Morinaga Chil-Go! mendukung periode perkembangan emas otak anak, karena adanya kandungan nutrisi:

Kolin dan Inositol, yang berperan dalam penyimpanan memori, kemampuan berpikir, berbicara, dan gerakan sadar.

Vitamin B Kompleks, Zat Besi, dan Yodium, yang merupakan vitamin dan mineral yang berperan penting pada sistem saraf dan konsentrasi anak.

Biar anak makin sehat, jangan lupa buat konsumsi Morinaga Chil-Go!

Susu kan bisa berperan untuk pertahanan tubuh ganda. Ada nutrisi yang menunjang daya tahan tubuh, di antaranya:

Inulin (1000 mg), yang merupakan Prebiotik (makanan bagi bakteri baik) dan serat pangan yang dapat membantu kesehatan saluran cerna anak.

Zinc, yang akan membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh anak.

Kalsium, untuk pembentukan tulang dan gigi.

Vitamin A, C, dan E, yang melindungi sel-sel tubuh, agar dapat berfungsi dengan baik.

Gimana, gimana? Sudah mau belenjus Morinaga Chil-Go! kaaan? Selain bisa didapatkan di supermarket terdekat, kita juga bisa belanja online loh! Cusss aja ke online store http://www.kalbestore.com/Product/Varian/Morinaga-Chil-Go

Ada tiga varian rasa  Morinaga Chil-Go! Sidqi  seneeeeng ama ketiganya, rasa vanila, strawberry, maupun chocolate. Teman-teman Sidqi juga seneeeng banget ama  Morinaga Chil-Go! loooh

 

ibad

Nyaaaam, susunya segerrrr!

Screenshot_2015-11-30-09-20-41

Kak Nami dan Ruma juga sukaaaa!

Screenshot_2015-11-30-10-04-41Favoritnya Kak Adam?  Ya  Morinaga Chil-Go!

Selain bisa diminum langsung, buibu juga bisa loh, mengolah Morinaga Chil-Go! jadi menu yang endeussss.

Waktu itu, Sidqi minta dibikinin pancake.  Iiih, gampiiil banget, cuma bermodal  bahan-bahan sebagai berikut:

  • Tepung pancake instan
  • telor dua butir
  • dua  botol Morinaga Chil-Go!
  • Pelengkap / topping, bisa madu, cokelat dan lain lain

IMG_1542

Tinggal diaduk-aduk, lalu dituang ke atas wajan teflon, dan tadaaaaaa…. Pancake ala emaknya Sidqi siap buat disantap!

IMG_1544

 

IMG_1549

 

Okeeeeh, moms… emak-emak, buibuuu sekaliaaaan….

Selamat  menikmati sedapnya hidup bersama Morinaga Chil-Go! yaaaak!