Moms, Mau Menang Ratusan Juta dari #BekalPrestasi Morinaga? Begini Caranya!

Hola, moms!

Tahukah mama kalo tanggal 7-13 April 2019 ada World Allergy Week yang mengusung tema “The Global Problem of Food Allergy”? Iniprogram tahunan yang diinisiasi oleh World Allergy Organization (WAO). Wohooo, ternyata masalah alergi “aja” sampai ada badan level dunia ya? Karena memang gini, moms. Masalah alergi anak ini masih menjadi masalah kesehatan yang umum ditemui dan bisa menghambat tumbuh kembang anak. World Allergy Organization (WAO) menyatakan bahwa tema World Allergy Week tahun ini berangkat dari fakta bahwa masalah alergi telah menjadi masalah global. Kondisi alergi terkait makanan, bisa berbeda antara satu individu dengan individu lainnya.

Morinaga sebagai salah satu brand unggulan PT Kalbe Nutritionals, secara rutin mendukung program World Allergy Week setiap tahunnya melalui berbagai rangkaian program untuk membantu Si Kecil yang alergi, tetap berprestasi.  Kali ini, dalam rangka Morinaga Allergy Week 2019, Morinaga berkomitmen untuk mendukung penuh Si Kecil dari segala aspek kehidupannya.

Morinaga memahami bahwa tumbuh kembang dan prestasi anak adalah prioritas dan keberhasilan seorang ibu.

“Dalam rangka mendukung penuh Si Kecil yang alergi, tahun ini Morinaga Allergy Week mempersembahkan program #BekalPrestasi. Program ini terdiri dari edukasi alergi lewat hospital seminar yang didukung oleh dokter spesialis anak ahli alergi di berbagai kota besar di Indonesia, kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak dari KLIKDOKTER, penyediaan asuransi pendidikan anak*, penyediaan asuransi jiwa untuk orangtua*, serta inovasi produk berupa varian terbaru dari Chil Kid Soya rasa madu untuk memenuhi kebutuhan dan kelengkapan nutrisi Si Kecil. Dukungan penuh dari Morinaga dalam program #BekalPrestasi ini diharapkan bisa membantu generasi platinum untuk mencapai cita-cita dan kualitas terbaik dirinya,” jelas Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals.

Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals, meneruskan, “Di samping seminar edukasi, dalam rangka program #BekalPrestasi, Morinaga Allergy Week tahun ini mendukung prestasi Si Kecil lewat:

(1) Dana Persiapan Pendidikan dari Astra Life senilai total Rp 500.000.000,- untuk 5 orang pemenang;

(2) Dana Asuransi Jiwa senilai total 1 Miliar rupiah untuk 2.000 pemenang; (3) Voucher Belanja masing-masing 200.000* rupiah untuk 3 orang pemenang mingguan selama periode program berlangsung.

Program ini dapat diakses di berbagai channel seperti supermarket, hypermarket dan website Morinaga Allergy Week yaitu http://www.cekalergi.com/BekalPrestasi. Program ini berlaku secara nasional dan diharapkan bisa mendukung banyak orangtua dan anak dari segi finansial dan pendidikan”.

CHIL KID SOYA VARIAN MADU UNTUK KENIKMATAN NUTRISI SI KECIL

Bentuk inovasi dari program #BekalPrestasi dalam rangka Morinaga Allergy Week 2019, menghadirkan varian terbaru dari Chil Kid Soya yaitu rasa madu yang digemari Si Kecil.

Selain rasanya yang nikmat, madu sebagai kandungan yang berkhasiat, memberikan banyak sekali manfaat kesehatan untuk anak karena mengandung banyak nutrisi, antioksidan. Selain itu, madu juga dapat membantu proses pertumbuhan sel-sel dan jaringan tubuh anak dan melawan sumber penyebab alergi atau histamin yang menyebabkan reaksi alergi tersebut, sehingga anak tidak mudah sakit.

“Hasil survey terhadap ibu-ibu di Indonesia dengan anak yang alergi susu sapi, menunjukkan bahwa 100% Bunda SETUJU Morinaga Soya MoriCare+ Prodiges mengurangi gejala alergi dan alergi tidak muncul, berdasarkan hasil survey Home Tester tahun 2018. Artinya, Chil Kid Soya sesuai untuk dikonsumsi Si Kecil yang alergi dan memiliki nutrisi yang diperkaya, setara dengan kebaikan susu sapi untuk tumbuh kembang Si Kecil. Kini hadirnya varian madu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan Si Kecil terhadap variasi rasa,” ungkap Helly Oktaviana, Group Business Unit Head Nutrition for Kids Kalbe Nutritionals.

Advertisements

Kandungan Advansfibre dalam Bebelac Gold 3, Penuhi Nutrisi Balita dengan Aktivitas Luar Biasa!


Halo teman-teman semuaaaa ….

Huud sekarang udah mulai sekolah, lho! Setiap hari Huud kudu bangun pagi, terus bersiap untuk segera berangkat buat meraih ilmu yang bermanfaat untuk dunia akherat. Selain belajar membaca, berhitung dan bersosialisasi, Huud juga semangat banget buat hafalan Quran!

Trus kalo sore,Huud belajar mengaji dan huruf hijayah di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)Al-Muslimun. Yeaaaayyy, doakan Huud yaaa… anak sholeh calon pemimpin dunia. Aamiin aamiiin ya robbal alamiiin.

Udah pasti dengan beragam aktivitas yang diemban, Huud kudu mendapatkan asupan gizi yang memadai. Apalagi, belakangan ini, cuaca di Surabaya panasssss banget. Pastinya, Bunda kudu memberikan yang terbaik untuk Huud. Supaya energinya tetap setrooong, dan Huud semakin ceria gembira syalala dengan semangat full tank buat menjalani hari.

Tatkala lagi grocery shopping, eh… ternyata ada produk Bebelac Gold 3!

Bebelac Gold 3

Susu Favort Huud dan Para Balita 😀

Ternyata, buanyak banget kandungan gizi dalam Bebelac Gold 3. Kita bahas satu per satu yuk.

Advansfibre

Yak. Bebelac Gold 3 hadir dengan rangkaian produk baru yang diperkaya dengan Advansfibre. Artinya, Bebelac Gold 3 ini tinggi serat pangan, dan sangat dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan serat harian putra putri kita.

Jadi, Moms, Bebelac Gold 3 ini didedikasikan untuk anak usia 1-5 tahun. Tahu sendiri dong ya, anak-anak usia segini tuh PR banget kalo diajak makan sayur dan makanan penuhserat lainnya.

Huud sebenarnya doyan buah sih, tapi memang tidak setiap hari ia mengonsumsi buah dalam takaran yang pas. Nah, untuk memenuhi kebutuhan serat harian si kecil, kita bisa banget mengandalkan Bebelac Gold 3, karena yaitu tadi, kandungan Advansfibre di dalamnya bagus banget untuk mengurangi terjadinya konstipasi.

Bebelac Gold 3 ini tinggi serat pangan, dan sangat dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan serat harian putra putri kita.

Moms dapat memberikan Bebelac Gold 3 karena kandungannya lebih lengkap, ada Advansfibre formula yang dibutuhkan si kecil.

CORN STARCH

Bebelac Gold 3 juga dilengkapi corn starch alias pati jagung, FOS : GOS (1:9) yang sudah dipatenkan untuk mendukung pertumbuhan si Kecil. Kabar baiknya lagi nih, Bebelac Gold 3 bebas dari sukrosa! Yeayyy!

Minyak ikan

Wiiihh, ternyata minyak ikan juga terkandung di dalam produk Bebelac Gold 3, lho moms! Dengan minyak ikan 0,32%, Asam α-linolenat (Omega 3)114mg/saji dan Asam linoleat (Omega 6) 1273 mg/saji

13 Vitamin & 7 Mineral

Dengan kandungan Zat besi, Zinc, Iodium, Vitamin A dan Kalsium, Bebelac Gold 3 ini sangat bisa diandalkan agar putra-putri kita tumbuh dengan optimal. Ia akan jadi anak yang cepat tanggap, dilengkapi perlindungan alami, sehingga membuat pencernaan nyaman dan perut sehat!

Huud seneeengg  banget minum Bebelac Gold 3. Rasanya segar, manisnya pas, dan bikin pencernaan kian lancar. Aktivitas apapun, mau main sepeda, main bola, renang atau bercengkrama dengan teman-teman bisa dilakukan dengan asyik!


Kandungan Advansfibre dalam Bebelac Gold 3, Penuhi Nutrisi Balita dengan Aktivitas Luar Biasa!

7 Kehebatan Perut Sehat

Bicara soal perut, yeah.. kita tahu sendiri ya, bahwa saluran cerna anak itu unik banget. Keterlibatan saluran cerna terhadap perkembangan otak banyak dikaji oleh para ahli. Terutama dikaitkan dengan peran microflora baik, di dalam saluran cerna dalam memetabolisme makanan yang dikonsumsi anak.

Jika dijabarkan, saluran cerna yang punya pengaruh besar terhadap fungsi otak itu penjelasannya kurang lebih begini.

Usus dan otak selalu berkomunikasi melalui sistem saraf, sistem hormon dan kekebalan tubuh.

Serotonin adalah neurotransmitter utama yang dihasilkan oleh saluran cerna, untuk selanjutnya dikirim ke otak. Saat serotonin dilepaskan oleh saluran cerna, maka otak akan mendapat sinyal yang mengatur suasana hati (mood) selera makan, tidur dan ingatan. Kekurangan serotonin ternyata dapat menyebabkan depresi, kecemasan, kualitas tidur yang buruk, daya ingat berkurangdan kesulitan belajar.

Tentu kita ingin si kecil tumbuh dalam kondisi optimal, kan?

Karena itu, Bunda menyiapkan Bebelac Gold 3 supaya Huud juga mendapatkan 7 Kehebatan Perut Sehat

Did you know moms, apa aja sih 7 Kehebatan Perut Sehat itu?

(1). Pencernaan nyaman

Seperti yang sempat aku jabarkan di atas, apabila perut sehat dan berfungsi dengan baik, maka aktivitas anak bakal lancar jaya!

(2). Penyerapan nutrisi

Perut sehat dapat membantu penyerapan nutrisi ke seluruh tubuh, sebagai sumber energi dan pembentuk sel

(3). Pencernaan lancar

Perut sehat membuat saluran cerna berfungsi dengan baik sehingga pola BAB si kecil jadi lebih baik

(4). Perlindungan alami

70% sel perlindungan tubuh alami hidup di perut sehat

(5). Tumbuh kembang optimal

Nutrisi untuk tumbuh kembang optimal didapatkan dari perut yang sehat

(6). Cepat Tanggap

100 juta sel syaraf terdapat dalam perut sehat, membawa informasi ke otak

(7). Suasana hati

90% hormon serotonin yang mengatur suasana hati, diproduksi dalam perut sehat. Karena apabila terjadi gangguan saluran cerna (misalnya peradangan akibat infeksi), ini bisa mengganggu sel penyimpanan dan produksi serotonin di dalam saluran cerna.

***

Wiihhh, ternyata banyaaakk banget hal yang berkaitan dengan saluran cerna pada anak. Maka dari itu, Bunda kudu cermat dalam memilih susu pertumbuhan yang tepat. Bebelac Gold 3 ini, dengan semua nutrisi di dalamnya,memang siap jadi partner tumbuh kembang buah hati kita ya.

Daaan, jangan lupa. Bunda juga kudu siap menghadirkan segelas susu Bebelac Gold 3 dengan cara yang tepat.

Mas Huud Mandiri! Siap Bikin Susu Sendiri 

Menyajikan Bebelac Gold 3 yang Baik dan Benar

Supaya si kecil menerima nutrisi terbaik, kita kudu menyajikan Bebelac Gold 3 dengan langkah yang tepat. Di antaranya:

  • Tuangkan 200 ml air hangat ke dalam gelas
  • Masukkan 6 sendok takaran Bebelac Gold 3 ke dalam gelas
  • Aduk hingga tercampur secara merata
  • Disarankan untuk mengonsumsi sebanyak 3 kali sehari

Huud kan anak mandiri. Jadi, dia antusias banget untukmenyajikan segelas Bebelac Gold 3, yang siap ia minum sampai habis bis bis! Hahahaha. Memang yaa, kalau pencernaan lancar, si kecil jadi happy dan bisa melakukan aktivitas apapun!

Jadi gimana, Bunda? Semakin mantap dengan Bebelac Gold 3 yang tinggi serat ini kan? Yuk yuk, segera ceki-ceki di supermarket atau bisa shopping di online store juga!

#GrowThemGreat

#7KehebatanPerut

#Bebelac

Saya Nurul Rahma. Saya Bukan Bocah Biasa

“Halo saya Nurul, blogger Bukan Bocah Biasa dot Com.”

“Waaaww, apa tadi, alamat blognya?”

“Bukan bocah biasa dot Com.”

Sang narasumber menyeringai sesaat. Ya bisa jadi, ia membatin, ”Alay amat nama blognya?”

Hehhehehe.

Saya udah pernah nulis tentang philosophy behind my blog’s name di postingan ini. Tapi karena hari ke-3 #30DayBlogChallenge by #BloggerPerempuan ini temanya tentang “Nama Blog kamu?” ya sutralaaah, sini, sini…… kita ngobrol dari hati ke hati, sambil siapin kopi dan cemilan kuaci.

***

Seperti yang udah saya paparkan, nama blog ini semacam doa,agar my little son becoming extraordinary kid. Ya itu tadi, bukan bocah biasa 😀

Walaupun sampai saat ini, Sidqi ya masih biasa-biasa aja.Dalam artian pencapaian duniawi doi ya (masih) gitu-gitu aja.

Sekolah, masuk tiap hari. Kalau ada PR, dikerjakan. Ad atugas kelompok, ya doi ikutan. Nothing special about him, sampai hari ini.

Meski demikian, saya sih tetap memegang renjana (ini Bahasa Indonesia baku dari kata passion)agar Sidqi bisa menjadi SOMEONE SPECIAL yang bisa berkontribusi banyak untuk masyarakat.

Secara spesifik, belum tahu lah dia mau menekuni profesi apa dan beramal kayak gimana. Yang penting, dia punya MANFAAT, ada FAEDAH untuk orang banyak.

Ya ibaratnya, kalo dulu eikeh disuruh nulis buku diary teman, kan suka ditanyain cita-cita tuh. Karena masih clueless, biasanya aku nulis “Jadi orang yang berguna untuk Nusa, Bangsa dan Agama.” Heheheheh!!

***

Selain menjadi “DOA DI KANCAH DIGITAL” buat my little kid, sesungguhnya secaratersirat, blog ini juga menunjukkan adanya innerchild dalam diriku. Wehehehehe. Yap, terkadang teman-teman (termasuk SAYA sendiri) juga terheran-heran sih, dengan sikapku yang mirip bocah alias anak kecil.

Contohnya gini. Ketika ada seseorang yang melakukan persekusi digital (weleh, bahasanya boooo) mayoritas orang DEWASA kan bakal terpancing ya. Trus membalas dengan digital bully dan aneka hate speech yang nggak kalah pedasnya. Terjadilah Tweet War atau IG war, kayak gitu gitu deh. Saling julid dan berbalas komen nyinyir

Kalo saya?

Wolesin aja shaaaay 😀

Jiwa “anak kecil dalam diri saya” mengatakan, ”Choose your battle, darling!”

Nggak perlu semua hal kudu ditanggapi secara emosional. Kalaupun ada yang melontarkan negative or bad comment, then I should thank him/her for doing that! Itu artinya, aku nggak perlu repot-repot melakukan instropeksi.

Ouwww, ternyata sikap aku yang begini dan begitu tuh nggak disukai beberapa pihak, tho. Ya wis, itu jadi catatan aja, and super duper thank you for someone that has been delivering that message 😀

Kadang, orang lain yang malah gemassshhh melihat betapa saya lempeeeeng kayak begini. Ya sutralah, tidak semua “api” harus disiram bensin kan? Tidak semua emosi jiwa kudu dibalas dengan hal serupa. Let it go. Forgiving is good for your soul,anyway.

***

Jiwa “bukan bocah biasa” itu terus menemukan jalannya. Saya udah pernah cerita di postingan ini, tapi mau dibahas dikiiiit aja gapapa ya.

Tatkala menjadi kru media Majalah NURUL HAYAT, saya bertugas menghubungi para Ustadz yang menjadi kolumnis/pengisi rubrik tetap dimajalah kami.

One of them adalah Prof Mohammad Ali Aziz. Sewaktu saya mengirim friendly reminder untuk pengiriman artikel, Prof Ali Aziz mengatakan bahwa beliau akan keliling Amerika dalam beberapa hari ke depan.

Oh ya mbak. Saya juga sedang menyiapkan beberapa artikel karena saya akan memberi pelatihan shalat di kota-kota besar di AS selama dua bulan. Tks

Secara SPONTAN (Uhuuuuuiiii!!) saya bereaksi di FB messenger, ”Mohon doakan saya juga bisa mengikuti jejak Prof, safar ke bumi Amerika dan Eropa, aamiiin.”

Mungkin buat sebagian orang, cara saya berkomunikasi dengan beliau agak “kurang sopan”, tapi heiii… apa salahnya menjalin strong engagement dengan Ustadz? 😀 Apa salahnya minta doa pada beliau? Daaaannn, bisa jadi…..bisa jadi…. Doa orang shalih kan dikabulkan oleh Sang Maha Penguasa di muka bumi!

Baca: Bagaimana sholat di Amrik

***

To sum up, I’m beyond grateful dianugerahi inner child semacam ini. Nyantai. Rileks. Less ambitious and (hopefully) able to enjoy my life!

Lihatlah anak-anak kecil itu. 

Jaraaaaaanggg banget yang tampak stres atau depresi kan? Kalau gejala julid, nyinyir, emosi jiwa tak terkendali mulai merongrong Anda, main-mainlah ke rumah digital saya. Baca sejumlah tips yang saya goreskan dengan suka cita. Artikel penyejuk sukma ini, misalnya. 

Saya Nurul.

Saya Bukan bocah biasa dot com.

😀

Tidak Ada Perayaan Ultah buat Sidqi

Tidak Ada Perayaan Ultah buat Anakku

 

Oke, jadi 16 Oktober lalu, ternyataaaa… anak lanangku-sing-bagus-dewe (puji puji terossss, mak!) bertambah usianya. 12 tahun. DUA BELAS TAHUN SODARA_SODARA SEKALIAN! Badannya makin meninggi, ginuk ginuk masih… dan beberapa kali, kalo jalan bareng berdua, kami disangka kakak adek lho *haghaghag, emaknya GR!*

View this post on Instagram

He's not baby anymore

A post shared by Nurul Rahmawati (@bundasidqi) on

Seperti tahun tahun sebelumnya, saya ngga bikin celebration apapun di ultah Sidqi.

Alasannya? Financial planning yang amat ketat alaaaahh bilang aja medhit.

Yaaa, empat tahun lalu kami makan-makan sih, di salah satu resto (yang harga warung). Menurutku, itu juga bukan perayaan yang special atau gimana gimana.

Soale, nyaris saban hari, kami kan juga doyan jajan. Jadinya nggak berbeda lah dengan hari hari lain.

Kemarin juga gitu sih. Saya beli bakso, pangsit mie ayam, es campur dan es teh dari warung kesayangan akoooh TIGA RAJA. Kepleset juga nyampe ke warung ntuh. Beli segala rupa menu, habisnya nggak sampe 50K.

Trus ya udah, kita makan bareng, sama mbak Erni (ART yang ada di rumah). Suami dan Ibu mertua saya posisi lagi di luar kota.

Sidqi juga Alhamdulillah bukan tipikal anak yang menuntut selebrasi. I dunno, dia tuh lempeng banget gitu lah. Pas khitan, juga nggak request dibikinin acara. Dan, memang, setelah dipikir-pikir, kami nyaris nggak pernah celebrate anything sih. Apalagi, yang sifatnya taken for granted, kayak ulang tahun. Ya kan semua orang juga umurnya nambah secara otomatis, nggak perlu kerja keras atau upaya spesifik kan, buat berulang tahun 😛

Jujur, saya jadi rindu SELEBRASI. Sejak Sidqi berada dalam kandungan, saya berharap…. Sidqi tumbuh sebagai anak yang sarat prestasi. Terserah jenisnya apa, mau akademik, olahraga, spiritual…. Pas TK bolak-balik saya ikutkan dia ke beberapa kompetisi. Masih zonk 😀

Dan di SD ini, dia juga sempat diamanahi gurunya buat ikut olimpiade Matematika. Tapi ya belum pernah menang, hahaha.

Atau minimal prestasi ikut terpilih sebagai tim Dokter Cilik Sekolah, kind of it gitu lah. Ternyata belum saatnya 😀

***

So… apa sih inti ngalor-ngidul saya hari ini?

Kagak ada sih. Demi nambah organic post aja #eaaaaaa. Yaaa, cuman buat ngungkapin uneg-uneg aja, bahwa someday I will celebrate lot of Sidqi’s achievements! Memang belum sekarang. Mungkin Sidqi di fase pre-ABG ini belum memenuhi “ambisi” emaknya 😀

But it’s okay. Saya amat sangat grateful, diamanahi Allah, makhluk kunyil-kadang-rese-tapi-ngangenin berjudul Sidqi ini.

Eh…. Tahun lalu, Sidqi dapat ucapan Happy Birthday dari Om Afgan lho! Haha.

 

Juga saya bikinkan “Happy Birthday Note” dari kawasan Golden Gate San Francisco

View this post on Instagram

Selamat ulang tahun cah lanangku yang bagus dan sholeh dunia akherat . . Semoga mas Sidqi tumbuh jadi anak yang baik hati, bahagia dan mulia… Gapai kesuksesan di dunia dan akherat . . As they said…. "Jadi tua itu pasti… Jadi dewasa itu pilihan" . Terima kasih untuk menjadi bijak dan bersikap dewasa walaupun usiamu masih beranjak pre-remaja . . Kuatkan iman! Kokohkan tauhid! Jadikan Islam sebagai panduan sepanjang hayat. Ayo kita teguhkan tekad untuk membuat Rasulullah bangga bahwa ada seorang emak yang pernah melahirkan sesosok jundi Allah bernama @am.sidqi . Tunggu Ibu ya Nak. InsyaAllah besok senin waktu Amerika Ibu pulang. Dan Ibu sampai d Surabaya rabu pagi. Btw…. Kamu ngga lupa wajah Ibu kan Nak? 😁😁😁😁

A post shared by Nurul Rahmawati (@bundasidqi) on

 

Ya kalo gitu…. moga2 next year, kita bisa celebrate your birthday dengan keliling Eropa mungkin? Aamiiin

*ibu-ibu labil* hihihihi.

Begini Cara Mencegah Gigi Berlubang

Tren wisata kuliner merambah ke hampir semua lapisan masyarakat. Juga ke berbagai lokasi di bumi Indonesia. Tidak terkecuali di kota Surabaya. Apalagi, tahu sendiri kan, di kota pahlawan ini, ragam kulinernya membangkitkan selera banget! You name it lah. Ada rawon, bebek goreng, tahu campur, lontong balap, gado-gado, aneka penyetan, sambal super pedas yang bikin sensasi makan kian menggairahkan!

Hanya saja, setelah mengonsumsi aneka makanan itu, apakah organ mulut dan gigi kita bakal baik-baik saja? Belum tentu. Banyak keluhan seputar gigi sensitif, apalagi kalau habis makan menu rujak yang buah-buahannya mayoritas belum terlalu matang. Habis gitu, gigi “dihajar” dengan  es dengan soft drink atau  campuran gula yang buanyaaak banget, widiiih makin nggak keruan deh. Karena digempur aneka makanan dan minuman semacam itu, gigi kita jadi bermasalah.

Cara mencegah gigi berlubang pastinya topik ini harus banget kita simak dan praktikkan dalam kehidupan. Organ gigi adalah entitas yang amat vital, jadi harus mendapat perhatian ekstra dalam hidup. Apalagi, terkadang ada beberapa penyakit yang bersumber dari gigi dan mulut lho.

Sering vertigo atau migrain, ada baiknya datanglah ke dokter gigi. Coba cari ada problem apa dengan gigi dan mulut?

Buat yang lagi merencanakan kehamilan, biasanya dokter spesialis fertilitas bakal mengarahkan pasutri untuk konsultasi ke dokter gigi terlebih dahulu.

CARA MENCEGAH GIGI BERLUBANG-2

Karena kalau sampai terjadi kerusakan pada gigi, artinya ada proses bertahap yang sudah kita lalui. Gigi rusak itu bukan perkara satu malam atau sesuatu yang instan. Barangkali selama ini kita sudah menjalankan gaya hidup yang kurang baik. Karena mekanismenya semacam ini:

(1). Bakteri bertumuk di dalam mulut, lalu membentuk plak

(2). Karena doyan berwisata kuliner (atau simply emang suka makan bin doyan ngemil), plak jadi lebih lengket. Apalagi kalau kita gemar makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi atau yang berbahan dasar tepung. Waduh, itu “jodoh” banget dengan plak.

(3). Kadang kita suka cuek aja sama kehadiran plak. Padahal, plak ini cepat atau lambat akan mengeras jadi karang gigi, lho!

(4). Bakteri yang ada di plak dan atau karang gigi, memproduksi asam yang akan mendemineralisasi email luar dan keras gigi. Ini nih…. Yang pada akhirnya bikin gigi berlubang.

Ketimbang merasakan aneka rasa tidak nyaman akibat gigi bermasalah, ada baiknya kita lebih intens menyimak cara mencegah gigi berlubang.

Kata kuncinya adalah: Mencegah penimbun plak!

Karena asal muasal alias riwayat gigi berlubang kan dari si plak itu. Apa saja nih, tips dan cara mencegah gigi berlubang?

(1). As simply, gosoklah gigi minimal dua kali sehari, dengan gerakan sebagaimana yang diajarkan dokter gigi. Bisa tuh lihat di YouTube untuk tahu tutorial menggosok gigi dengan baik dan benar. Atau, buat anak-anak bisa diputarkan tayangan “Upin dan Ipin” episode menggosok gigi.

(2). Gunakan pasta gigi yang memang dirancang untuk mengangkat plak. Ini bisa banget mencegah kerusakan gigi.

(3). Dental floss itu super penting! Ada area di antara gigi yang sulit dijangkau dengan hanya menyikat gigi. Padahal, partikel makanan rentan nyangkut di situ. Ini nih yang bikin bakteri seneng banget “gathering” alias ngumpul di sono.

(4). Kurangi konsumsi makanan yang terlampau manis dan yang berbahan utama tepung.

(5). Rajin periksa ke dokter gigi, minimal dua kali dalam setahun. Saling mengingatkan aja ya.

Sepotong Pagi Nan Penuh Inspirasi, bersama Dokter Iswiyanti Widyawati

One of the perks being blogger adalah…. aku bisa berjumpa dengan aneka ragam profil insan yang super duper menginspirasi. Tidak sekedar bersua say hi begitu aja. Tapi, aku bisa ngobrol SEPUASNYA dan mereguk aneka motivasi, plus bahan bakar spirit untuk melaju ke kehidupan yang lebih baik. Aku pernah berdiskusi dengan Direktur Utama PT Teluk Lamong… dengan ibu pemijat yang punya panti asuhan… macam-macam! Maka nikmat being a blogger manakah yang aku dustakan, ye kaaaan

Kali ini, aku bersua dengan dokter Iswiyanti Widyawati, MKes.

Sosok Dokter. Pakar Manajemen Rumah Sakit. Saat ini didapuk sebagai Kepala Bagian Pelayanan dan Penunjang Medis di RSIA Lombok 22, Surabaya.

Apa yang muncul di benak Anda? Sosok yang high-profile, formal, dan nyaris sulit “disentuh”?

Ternyata tidak, saudara! Singkirkan stereotype yang barangkali sempat singgah di kepala!  Ibu dokter Iswiyanti ini sungguhlah anti-mainstream! Dengan kapasitas keilmuan yang beliau punya, sama sekali tidak membuat dokter Iswi tampil jumawa laksana sosialita. Justru, beliau tetap anggun, dalam kesederhanaan. Melangkah mantap dalam bingkai kebersahajaan.

Dokter Iswiyanti Portrait

Kami berkesempatan untuk ngobrol akrab dengan dokter Iswiyanti Widyawati, di Hotel Yello Jemursari Surabaya.

Perempuan berputra 6 ini, menyunggingkan senyum, seraya tak henti-henti menawari agar kami ambil beragam menu breakfast.

“Siaaaappp, Ummi!” aku menukas cepat. Oh iya, beliau lebih suka dipanggil “Ummi” instead of “Dokter”. Barangkali, karena kami bersua bukan dalam kapasitas ahli kesehatan dan pasien… atau karena memang yaaa, begitulah apa adanya Ummi.

Di balik tampilannya yang demikian feminin, segar nan bersahaja, Dokter Iswiyanti justru punya jiwa gahar nan tangguh. Siapa nyana, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini, sangat aktif dan sigap menjadi relawan sosial kemanusiaan.

Tahun 2003, ia berada di Irak, mengemban misi kemanusiaan. Tahun 2006, lagi-lagi ia berkontribusi sebagai tenaga medis di Lebanon. “Di negara itu, ada daerah pengungsian Palestina yang berdiri sejak 1967. Sampai saya ke Lebanon tahun 2006 itu, situasinya benar-benar khas daerah untuk para pengungsi. Tidak ada hak-hak  istimewa untuk mereka, pendidikan dan akses apapun serba dibatasi,” ujarnya membuka kisah.

Baru-baru ini, dokter Iswiyanti mengemban tugas serupa ke bumi Palestina. “Banyak kami jumpai anak-anak berkaki 1, akibat serangan bom yang sedemikian masif. Padahal, kalau mau berpegang pada aturan perang dalam Islam, mestinya jangan sampai menimbulkan korban pada anak-anak,” lanjutnya.

“Ummi…. selama ini ditugaskan ke daerah konflik gitu apa enggak ngeri? Karena terus terang, saya berani pergi ke Amerika, tapi kalo disuruh ke daerah kayak gitu… rasanya duuuh, kok serem banget yaaa….” tanya saya.

“Walaah mbaaa… Mau perang atau nggak perang, kalau wayahe mati yo matii… kalau belum waktunya mati ya nggak mati… gitu aja lahhh….”

Caleg PKS DPR RI

Jedheeerrr! Sebuah kepasrahan tingkat tinggi yang terkuak dari dokter Iswiyanti. Betul juga, ya. Kenapa musti ngeri untuk melakukan sebuah kebaikan? Toh, pada akhirnya kita semua sama-sama akan berpulang ke alam sana. Yang membedakan hanyalah, bagaimana kita menghabiskan jatah hidup, dengan menjadi khoirun naas, anfauhum linnaas. Alias sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak manfaatnya untuk sesama.

 

Sedari muda, dokter Iswiyanti memang concern dengan isu sosial dakwah dan kemanusiaan. Sang ayah, Moch Iskak Masduqi, beliau yang memberikan insight menarik tentang pentingnya semangat berbagi. “Bapak saya adalah hizbullah. Beliau sangat bersemangat berjuang fii sabilillah. Dari Bapak juga, saya banyak mendapatkan pembelajaran politik.”

Lahir dan besar di Nganjuk, sebuah kabupaten kecil di Jawa Timur, rupanya tidak membuat keluarga ini steril dari berita-berita up-to-date baik di level nasional, maupun internasional. Ketika keluarga lagi mungkin lebih demen mendengarkan lagu dangdut atau tembang populer masa itu (sebangsa Ermy Kulit, Harvey Malaiholo, Titik Sandora – Muchsin Alatas, OMG) berbeda dengan preferensi Iswiyanti “Bapak saya rutin memutar Radio BBC, seusai sholat subuh! Jadi kami selalu tahu tentang isu-isu politik, hukum dan sebagainya. Juga rajin nonton ‘Dunia dalam Berita’ di TVRI,” ujarnya.

Iswiyanti, bungsu dari 12 bersaudara terus menyalakan semangat berbagi pada sesama. Hingga ia bergabung di LSM 123 (Lembaga Swadaya Masyarakat yang concern dengan anak-anak jalanan) juga aktif di LSM Hope (gerakan tentang bahaya narkoba). Dokter Iswiyanti juga berkiprah maksimal di BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia)

Seolah belum cukup, ia pun didapuk sebagai Ketua Yayasan Harapan Muslimah dan Pembina Dompet Qur’an Amanah.

Breakfast with Dokter Iswiyanti Widyawati

Dengan sederet kapasitas yang dimiliki, ia kini siap mengemban amanah baru. Dokter Iswiyanti diajukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Surabaya Sidoarjo.

“Kalau di PKS ini, kita ditunjuk oleh partai. Bukan kita yang mengajukan diri. Ini amanah yang sungguh berat. Namun, yang jadi concern saya adalah, banyak isu-isu di dunia kesehatan yang memang bisa diubah melalui regulasi. Dan itu artinya, kita harus terjun ke politik,” lanjutnya.

Politik adalah sebuah jalan. Semua bergantung pada orangnya. Apakah akan mengoptimalkan jalur politik untuk menebar manfaat bagi orang banyak? Atau justru melakukan keburukan setelah berkecimpung di politik?

“Yang jadi semangat kami adalah, bagaimana agar politik ini sebagai wadah untuk mencari pemimpin bukan untuk berebut kekuasaan. Apabila visinya adalah sebuah kepemimpinan, maka kita akan fokus pada tanggungjawab untuk menuju ke arah yang lebih baik. Jangan alergi dengan politik, karena kalau orang baik tidak mau masuk ke ranah politik, jangan-jangan nantinya dunia politik hanya berisikan orang yang tidak baik,” ujarnya mantap.

Dokter Iswiyanti Widyawati

Takjub, dan berkali-kali berucap “Masya Allah.” Sungguh kagum, dan I don’t know how she does it…. bagaimana Dokter Iswiyanti harus “berakrobat” demi bisa menjalani peran yang sedemikian beragam. Ia tetap hadir sebagai ibu yang utuh dan dicintai buah hatinya.

“Saya memang dekat banget dengan anak, juga dengan menantu. Kami bebas berdiskusi tentang banyak hal,” lanjutnya.

Dokter Iswiyanti dan suaminya (dokter Arief Basuki, Spesialis Anestesi) juga sama sekali tidak membebani buah hati untuk mengikuti jalur profesi sebagai dokter.

“Anak-anak boleh memilih apa yang sesuai minat dan bakat mereka. Saya berikan kebebasan dan tanggungjawab.”

***

Saya belajar banyak dari dokter Iswiyanti Widyawati. Tentang mental yang gahar. Ketangguhan. Pantang menyerah, dan aneka positive vibes yang selalu ia sebarkan.

Dalam sebuah diskusi di momen sarapan, spirit saya menggelegak. Sudah waktunya kita, punya wakil/ representasi yang mumpuni di Dewan. Agar fungsi Legislatif bisa berjalan dengan optimal…. Rodanya menggelinding dengan lancar dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.(*)

 

 

Resolusi Pasca Lebaran

Resolusi (Pasca) Lebaran

Follow me on twitter: @nurulrahma

 

Hadeeehhh, apa lagi ini?

Yang namanya Resolusi biasanya Cuma di awal tahun aja kan? Ini kok mengada-ada banget! Resolusi Lebaran?! “Bid’ah” nih, wekekekeke.

Well, tenang dulu, sodara-sodara sekalian. Yang Namanya RESOLUSI itu kan murni bikinan manusia. Kita meng-create “Resolusi” karena ingin mencapai target atau cita-cita yang spesifik. Pergantian tahun biasanya dipilih sebagai momentum yang pas, karena kita ngerasa akan memasuki “hari yang baru”. Padahal…. Begitu masuk Januari, rasanya nggak jauh beda dengan hari-hari di bulan Desember kan? Ya kan? ya kan? (Apa Cuma gue yang ngerasa kayak gitu hehe)

Berbeda dengan tanggal 1 Syawal. Selepas menjalani bulan paling asyique, yaitu bulan Ramadhan, rasanya tuh… mixed feelings banget, campur aduk bosquuuu. Antara sedih karena harus berpisah dengan bulan yang paling mulia, menyenangkan, dan aduhaaaiii… pokoke nuansa dan citarasa Ramadhan itu greget banget deh! Tapi, di sisi lain, setelah menjalani ibadah secara kontinyu di bulan suci ini, ada perasaan bahwa kita telah “lulus” dan di bulan Syawal, kita bertransformasi jadi “manusia baru”. Yoi kaaan?

Nah… perasaan itulah yang menerbitkan semangat dan optimisme baru! Kenapa enggak kita manfaatkan untuk bikin Resolusi? Ketika jiwa raga sedang berkonspirasi untuk melahirkan hal-hal terbaik, inilah momentum yang amat cihuy dan sip markosip untuk bikin Resolusi!

So…. Apa Resolusi (pasca) Lebaran-mu

 

Kalo gue….. hmm… coba deh, ini kubikin semacam list-nya aja lah yaaaa

(1). Melanjutkan Upaya Hidup dengan Mengendalikan Nafsu

Di bulan puasa, gue bisa banget kok, makan dengan lauk dan sayur yang bersahaja. Enggak perlu jajan di lokasi yang Instagram-worthy, lalu posting foto dengan hastag #foodies #foodgram #foodgasm dan segabruk tagar lainnya di socmed.

Ini termasuk kebiasaan baik, kan. Mengonsumsi makanan bergizi tanpa harus ‘under-pressure’ dengan lilitan nafsu kudu posting di socmed, hahaha! Eitss, kamu, kamu dan kamu… juga bisa lho mengikuti jejak akyuuu. Udah deh, better kita makan dengan menu yang dimasak dari dapur sendiri. Lebih irit, higienis, sekaligus bisa men-challenge kita untuk semakin rajin belajar masak dan uprek-uprek resep, ya kan?

(2). Meresapi nikmatnya Ibadah dan Melakukannya secara Kontinyu

Kalau bulan Ramadhan, kaki ini rasanya (relatif) enteeeeeng gitu kan diajak ke Masjid?

Kalau bulan Ramadhan, tangan juga (lebih) ringaaan banget buat sedekah?

Kalau bulan Ramadhan, mata juga (semakin) semangaaaaat gitu buat baca Al-Qur’an?

Kalau bulan Ramadan, gampiiil gitu deh, mengarahkan diri kita buat beribadah

Setelah “lulus” dari “pesantren” Ramadhan, kok… sepertinya kita balik lagi ke awal ya? Jadi super males biarpun adzan udah berkumandang, eh, kita masiiih aja berkutat dengan aneka kesibukan. Kayak enggak ada dorongan buat segera berangkat ke Masjid. Excuse-nya segambreng. Apalagi, rutinitas baca dan memahami Al-Qur’an, duh… ini pedih banget nih. Buka mushaf aja, seminggu sekali udah bersyukur. Hadeuuuh. Piye tho iki?!

Nah! Yuk jadikan bulan Syawal ini sebagai momentum agar kita kian menikmati beragam ibadah SAMA seperti yang kita lakukan di bulan suci. Jangan sampai kita hanya gemar dan khusyu’ ibadah di bulan Ramadhan aja ya. Bulan-bulan lain juga menjadi ajang pembuktian kita sebagai muslim(ah) yang kaffah.

Lakukan berbagai cara agar kita bisa semangat beribadah. Misalnya nih, kita semangat banget pas tarawih, kira-kira kenapa ya? Oooo… soale kita tarawih bareng2 ama squad kesayangan. Teman-teman bolo plek satu kompleks. Ya udah, kalo gitu, kita juga bisa melakukan metode serupa, ajaklah sohib2 kamu untuk sholat berjamaah di Masjid! InsyaAllah, amal kebaikan kita nambah lagi lho, karena kita sudah menebarkan dakwah ke orang lain. Sip markosip banget kan?

(3). Berusaha Keras agar Tidak Terjerumus ke Dosa

Ini mirip dengan poin nomor satu. Tapi, konteksnya lebih ke perbuatan dosa yang kerap kita lakukan. Entah dengan terencana, atau mak wuuusshh tiba-tiba aja tanpa kita sadari udah kadung ngelakoni itu dosa.

Misalnya?

Bergosip!

Wadaawww…. Walau udah berkali-kali baca ayat yang menyatakan bahwa “Ghibah/bergunjing/gossip/ngerasani itu bagaikan makan bangkai saudara sendiri” tapi gak tau ya…. Gossip ini kayak candu alias menerbitkan adiksi tersendiri. Udah gitu, kadang kita suka nyaru, akan bergosip pake embel-embel “Ini gue bukannya lagi ghibah yaaa…. Gue sedang mengevaluasi perilaku si anu tuh biar kita lebih hati-hati ke depannya.” Nah lo nah lo.

Astaghfirullah…… kudu istighfar beneran dari lubuk hati yang paling dalam. Kemudian, bertanyalah pada diri sendiri, apa sih faedah yang kita dapatkan dari nggosip? Apa setelah menebarkan racun gossip plus ngedengerin kelemahan orang lain, membuat harkat dan martabat diri kita jadi naik? Apa derajat keilmuan kita bertambah? Apakah kemuliaan kita juga makin wow di hadapan orang lain, gegara kita istiqomah ber-ghibah? Enggak kaan?

Ya sudah. Resolusi kita adalah canangkan sikap “No More Gossip at All!” termasuk cuss segera un-follow akun lambe-lambe di Instagram ntuh. Nggak guna kok ngurusin kehidupan personal orang lain. Nggak guna juga ketika kita jadi tahu kekurangan mereka.

Yuk lah, kita terus nikmati perjalanan pasca Ramadhan dengan melakukan aneka detail Resolusi Pasca Lebaran!(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada Orang Pingsan ketika Sholat Berjamaah di Masjid, Apa yang Harus Dilakukan?

Aku mau sharing tentang insiden yang terjadi ketika sholat tarawih di Masjid kompleksku.

Lansia Pingsan ketika Tarawih di Masjid Kami 

Insiden ini mungkin sama sekali tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Jadi di bulan Ramadan lalu (persisnya hari Ahad, 27 Mei 2018), kami sedang tarawih seperti biasa.
Ketika Imam tengah membaca surat pendek (yang rada panjang), tiba-tiba terdengar suara GEDEBUUUG lumayan keras. Setelah itu, sound system/microphone Imam agak error/ ada gangguan sejenak.
Udah mulai nggak konsen kan. Aku ada di shof paling belakang.  Waktu itu, aku sempat mikir dua hal:
1. Suara gedebug tadi…. apa ada yang jatuh/ambruk ya? Tapi…. kok imamnya tetap ngelanjutin sholat ya? Yang jatuh tadi siapa? Bener-bener butuh pertolongan urgent, atau gimana?
2. Oh… mungkin sound system masjid ini rada bermasalah. Sampe bunyi “gedebug” gitu. Apa korslet atau gimana gitu kali ya
#MohonMaapSiniRadaGaptekKaloPerkaraAlatGituan
Sholat terus berlangsung…. hingga salam terucap dari sang Imam. Tidak lama kemudian…. SEMUA jamaah laki langsung berdiri…. merangsek ke arah shof paling depan. Dan ternyata, ada bapak2 berusia sekitar 70 tahunan yang PINGSAN!
Beberapa orang langsung membopong  tubuh si bapak, dan mengantarkan ke klinik terdekat. Suasana mulai riuh. Semua sibuk menerka apa penyebab pingsannya si Bapak dan bakal seperti gimana kondisi beliau.
Yang aku tahu, Bapak A yang pingsan ini punya riwayat sakit jantung. Dan kata temen yang sekolah di Fakultas Kedokteran (FK), orang dengan sakit jantung harus segera ditolong ketika pingsan. Jangan lebih dari 5 menit!
Hal semacam ini, memang (sependek ingatan aku) jarang dibahas di kajian-kajian dalam Masjid. Apa yang harus dilakukan ketika ada jamaah yang pingsan. Apakah Imam tetap meneruskan sholat? Apakah makmum yang lain harus menunggu sampai salam? Atau gimana?

Terkait hal ini, aku mengambil rujukan dari  Ustadz Ammi Nur Baits, beliau adalah Alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh.

Dari sejumlah literatur, memang Haram membatalkan shalat wajib secara sengaja, karena adanya larangan membatalkan amal yang harus diselesaikan.

Selain yang dikecualikan dalil, seperti tidak ada pilihan selain membatalkannya karena kondisi darurat, di antaranya menyelamatkan jiwa dari bahaya atau ancaman.

Berbeda dengan shalat sunnah. Orang memiliki kelonggaran untuk membatalkannya jika ada keperluan.

Imam Ibnu Baz mengatakan, “Jika itu shalat sunah, aturannya lebih longgar. Boleh saja orang membatalkannya, ketika ada orang yang mengetuk pintu. Sedangkan shalat wajib, tidak boleh dibatalkan kecuali jika di sana ada kejadian sangat penting, yang dikhawatirkan kesempatannya hilang jika tidak segera ditangani. (Fatwa Ibnu Baz, no. 894)

Menyelamatkan Orang Pingsan ketika Shalat Jamaah

Menyelamatkan orang pingsan atau orang sakit ketika shalat jamaah, termasuk alasan yang membolehkan seseorang untuk membatalkan shalat wajib.

Dalam Kasyaf al-Qana’ – Fiqh madzhab Hambali- dinyatakan,  “Wajib menyelamatkan orang yang tenggelam atau kecelakaan lainnya, seperti kebakaran. Dia harus membatalkan shalatnya untuk menyelamatkan korban, baik shalat wajib maupun sunah. menurut riwayat yang dzahir, ini berlaku meskipun waktunya mepet. Karena shalat masih mungkin untuk diqadha. Berbeda dengan menyelamatkan orang tenggelam, tidak bisa ditunda. Jika dia tidak mau membatalkan shalatnya untuk menyelamatkan orang tenggelam, dia berdosa, meskipun shalatnya sah. (Kasyaf al-Qana’, 1/380).

Nah… dalilnya udah clear ya teman-teman. Tatkala ada kejadian semacam itu di Masjid kamu, langsung gercep alias gerak cepat yak, jangan nunggu sampai Imam ngucap salam. Kan kita ga tau kondisi jamaah yang pingsan itu, jadi lebih baik inisiatif untuk segera menolong ya.

Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil:

1. Selama ini, kita cenderung menyorot polah anak kecil yang sering guyon ketika sholat tarawih. Sampai ada aturan bahwa shof anak kecil harus diselang-seling dengan orang dewasa. Karena kalo dia sebelahan dengan anggota geng/squad-nya dikhawatirkan si bocah bakal bertingkah ketika sholat.

Nah, sebaiknya kaum sesepuh juga mulai diperlakukan hal serupa. Ketika sholat kudu didampingi dengan orang (berjiwa) muda. Jangan satu shof sesepuh semua! Bpk A yang pingsan ada di shof pertama. Biasanya, shof paling depan itu identik dengan shofnya 60 tahun ke atas. Alangkah baiknya kalau mulai sekarang, gimana caranya deh, diatur supaya jangan yang lansia kumpul lansia doang.

2. Buat Imam tarawih, dengan segenap kerendahan hati, mohon untuk tidak memilih surat yang panjang. Semalam, imam sholat kami memang panjaaaaaaaang banget pilihan suratnya. Sholat Isya + ceramah + Sholat tarawih 8 rokaat + Witir 3 rokaat = baru kelar jam 20.30 cobaaaak.

Di sini, takmir Masjid juga sebaiknya lebih asertif. Beri aturan tertulis, bahwa buat seluruh Imam sholat “Mohon kerjasamanya agar memilih surat pendek, yang memang pendek.”

Kalo jamaahnya muda belia sih, gapapa. Tapi ini kan heterogen. Ada bapak2 yang udah sepuh, nenek2 yang kalo sholat harus duduk di kursi, dan macam2

3. ANAK MUDA DATANGLAH KE MASJID!

Prioritas kita memang berbeda-beda. Tidak semua orang bisa mengalokasikan waktu untuk rutin tarawih. Ada pekerjaan (mencari nafkah untuk keluarga juga bagian dari jihad fii sabilillah), ada yang harus menunggui anak bayi/balita di rumah, macam-macam. Tapi…. apabila tidak ada udzur, alangkah eloknya bila orang (berjiwa) muda meramaikan Masjid. Jadilah bagian dari golongan yang mendapatkan naungan dari Allah di hari akhir kelak, ketika tidak ada naungan sedikitpun.(*)


Anak-Anak Biang Ramai di Masjid, Bagaimana Takmir dan Ortu Harus Bersikap?

Halo halo halo….

Bagaimana puasanya?  Semoga tetap lancar jayaaa 😀

Bagaimana ibadah tarawihnya? Udah bolong berapa?

Aduh, deeek. Yang namanya tarawih di masjid itu serba dilematis ya, apalagi buat buibu yang masih punya anak kecil. Di awal Ramadhan, Masjid di kompleks kami tuh FULL, jamaahnya membludak. So pasti, buanyaaaaak anak kecil yang jejeritan, lari-lari, pukul-pukulan, kepleset, jatuh…. dan…. NANGIS.

Mana mereka kalo berdebat tuh STEREO banget suaranya. Pak Imam tarawih aja sampe kalah, padahal udah pake mikropon.

Nah, semalam tarawihnya tuh sepiiiii krik krik. Jamaah perempuan palingan cuma 6 shof, itupun nggak full. Anak2 yang berlarian juga jauuuuh berkurang. Lagi-lagi muncul pertanyaan, ini apakah mereka DILARANG ke Masjid (oleh takmir) atau gimana ya?

Baca: Dilema Ajak Anak Tarawih ke Masjid

Jujur, aku juga kzl kalo denger bocah2 lari2an, mainan pintu masjid gedor2 dan geret kotak amal, ketika kita para jamaah lagi tarawih. Apalagi kalo denger suara GEDEBUG diiringi tangis bocah, itu rasanya hadeuuuh.

Tapi begitu jumlah kunyil berkurang jauuuh, kok rasanya “something missing”. Kok jadi ada yang hilang gitu lho.

Aku IG story-in kan di akun @bundasidqi … Aku minta pendapat teman2… sebaiknya apa yang dilakukan terhadap para bocah ini. Apakah seriously kudu dilarang? Betul-betul engga boleh ke Masjid dulu? Atau gimana enaknya?

Karena, sooner or later, kita para ortu kan pasti bakal meninggal. Lha kalo kunyil ini nggak dikenalkan dengan Masjid… nanti siapa dong yang bakal menghidupkan aktivitas di Rumah Allah ini?

 

Kuyyy, simak beberapa reply DM dari temen2 akoh

@noninge : Kalo buat saya sebenernya bukan melarang, tapi menghimbau ortu. AJARIN anak ADAB tentang sholat di Masjid. Karena cuma ajak ke Masjid tanpa diajarin ADAB ya jadinya ganggu. Karena kadang yang udah diajarin juga masih suka rame, namanya anak2. Tapi diajari sekaligus dipraktikkan, semakin lama akan berurang ramenya.

@furyy.mamabiam : Bingung jawabnya mba. Dalam satu sisi, kita ingin menumbuhkan cinta masjid sejak dini sama anak2. Tapi kadang suka ga khusyu’ dengan tingkah dan suara2 mereka.

@deteksi : Berdasarkan amatanku, sebenernya biang rusuk anak2 itu cuman itu2 aja. Yaitu, anak yang usil ngajakin temennya lari2. Kalo anak2 itu ga ada anak2 lain pada anteng.

Nah, mestinya, ORTUNYA ANAK BIANG RUSUH itu yang perlu diajak bicara, supaya bisa mendidik anaknya tertib jika ke Masjid.

@rizkiummukhanza : Menurut aku, Masjid hendaknya berperan juga dalam mengedukasi ortu bagaimana MEMPERKENALKAN ADAB sang buah hati untuk sholat di masjid. Misalnya, dengan menempelkan pengumuman singkat dengan judul :ADAB MENGAJAK ANAK KE MASJID” yang sudah dirangkum sehingga mudah dimengerti para jamaah.

Banyak ortu yang belum tahu, misalnya mengajak anak ke Masjid bisa menimbulkan kemungkinan besar terputusnya shof. Sehingga ortu hendaknya mengambil posisi sholat paling pinggir dan paling belakang, sehingga shof tidak terputus.

Dan saat sholat, ortu juga KUDU PEKA apabila sang anak meninggalkan shofnya, maka ortu harus segera merapatkan diri ke orang di sebelahnya.

***

Gimana menurut pendapat teman-teman? Boleh share di comment yaaaa 😀

 

 

 

 

 

 

 

Pindy Permen Susu, Jajanan Sehat buat Keluargaku

“Hati-hati lho! Sidqi itu jangan boleh jajan sembarangan. Sekarang penyakit macam-macam, ngeri! Itu gorengan depan sekolah, minyaknya item banget. Nggak jelas juga, komposisinya… Trus kalo beli pentol, lihat sausnya…. Warnanya udah mirip banget sama pewarna tekstil. Sidqi kudu diawasi lho yaaaa….”

Ibu mertua saya itu model uti yang asyique dan nggak pernah melayangkan komentar panjang tentang cara mendidik Sidqi. Tapiiii… khusus tentang masalah jajan, nutrisi dan makanan/minuman yang bakal Sidqi konsumsi, beuugh… beliau amat sangat concern! Maklumlah, ada background ilmu farmasi yang pernah digeluti Uti. Kalau penasaran dengan zat-zat berjudul “susah dieja” yang ada di label obat atau vitamin, maka bertanyalah pada beliau. Jawaban yang bernas dan komprehensif akan meluncur seketika.

Yeap, lantaran tahu bahayanya zat-zat kimia, Uti sering terjebak kekhawatiran terhadap gaya jajan Sidqi. Maklumlah, Sidqi plek ketiplek mewarisi hobi emaknya berkuliner ria. Begitu lihat ada bakul jajanan yang mangkal deket sekolah, atau paklik/babang yang manggrok di pasar, maka…. Hasrat buat njajan sungguh tak tertahankan!

Tidak sekali dua kali, saya dapat “SP (Surat Peringatan)” dari Uti, terkait hobi jajan (baik yang dilakukan Sidqi maupun saya sendiri). Haha. Apalagi, belakangan ini saya ketagihan jajan di GoFood maupun GrabFood. Hadeeeh, itu godaannya, ampun dijeeee!

***

Karena itulah, sebenernya yang harus di-brainwash soal jajanan sehat, bukan hanya Sidqi. Tapi emaknya juga!

Uti dan suami saya menyingsingkan lengan dan bahu-membahu demi terlaksananya project ini: Membangun iklim jajan yang sehat di rumah.

Permen Susu Pindy

“Kalo bisa, sampeyan bikin jajan sendiri aja di rumah… Ojo tuku terus (Jangan beli melulu),” begitu petuah Bapak suami yang sering berseliweran di gendang telinga.

“Iya Pak… maunya sih gitu… Ini aku lihat tutorial di YouTube…”

“Habis lihat tutorial, ya langsung praktekkan dong!”

Ahaaaii! Tahu aja nih Bapak. Terkadang chef di YouTube itu kok kayak plang-plung-plang-plung, gampil banget saban bikin sajian. Ehh… giliran praktik langsung di dapur…. Rasanyaaaa…. Kayak bom atom Hiroshima pindah ke Surabaya! Dapur jadi porak poranda! Wkwkwkwk

“Tapi Pak…. Kalo njajan ke bakulnya langsung tuh beda. Rasanya lebih wenak gitu lho. Dan… apa yang kami lakukan itu, menandakan kalo we’re helping the economy! Kan kasian kalo nggak ada yang beli. Ntar kalo dagangan mereka tutup, gimana hayo?”

***

Emang sih, kulineran, beli jajan atau apapun istilahnya, udah jadi part of our lifestyle ya. Nggak hanya orang tua atau remaja, anak-anak kicik juga pastinya seneng dong beli jajan. ADA INTERAKSI antar penjual dan pembeli. Dengan beli jajan, secara tidak langsung, kita juga mengajarkan anak berbagai ilmu lho. Mulai dari ilmu komunikasi (“Aku beli cireng ya Bang….”) Ilmu Matematika (“Duitku 10 ribu, kembaliannya berapa?”) sampai Ilmu finansial (“Hmm, kalo aku jajan melulu, kapan bisa nyisihin duit buat nabung yak?”).

Yang tak kalah penting adalah…. Ilmu Nutrisi. Yeap, makin ke sini, saya tentu harus mengaplikasikan prinsip “Memberikan nutrisi terbaik untuk buah hati.”

Di keluarga kami, tidak sedikit yang berpulang lantaran penyakit degeneratif. Kanker, stroke, sakit jantung… selain karena stress, juga gaya hidup yang mungkin sempat kurang baik, bisa jadi itu penyebabnya.

Ada beberapa tips nih, yang aku praktikkan, buat diriku maupun buat Sidqi, manakala kita pengiiiin banget buat jajan.

Pindy Permen Susu

Pertama, pilih jajanan yang udah tersertifikasi Halal by MUI

Kedua, cek labelnya. Baca baik-baik, apa saja kandungan yang terdapat dalam kemasan jajan yang kita konsumsi

Ketiga, apakah jajan ini diproduksi oleh pabrikan/ industry yang kredibel? Kudu banyak googling soal ini.

Keempat, JANGAN MUDAH tertipu oleh hoax! Aduh deeek, yang Namanya Hoax itu beneran bikin senep yessss

Kapan hari itu, sempat beredar berita hoax soal permen yang mengandung narkoba. Udah nyebar ke seluruh penjuru mata angin tuh. Padahal, si permen ini ngga punya salah dan dosa apa-apa… Tapi yaaaa, Namanya hoax ya gitu itu deh. Gampil nyebarnya, sulit buat klarifikasi dan meluruskan berita yang udah simpang siur ke seluruh penjuru bumi

***

Salah satu alternatif jajan yang selalu ada di rumah kami adalah Pindy Permen Susu. Rasanya enak! Yang bikin tenang, ada sertifikasi halal by MUI pulak. Ada 3 varian rasa, susu, cokelat dan stroberi. Semuanya ENAAAAK! 

Nggak perlu ragu dengan berita hoax soal permen, deh. Kita bisa baca keterangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan di sini –> bit.ly/bpom-isu-permen

Teman-teman juga bisa baca segala hal terkait Pindy Permen Susu di http://www.iu.co.id

Pindy Permen Susu

Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/PermenPindy/

IG @permenpindy_id