Memberi Makna agar Tercipta Bahagia

Follow my twitter @nurulrahma

Akhir tahun 2018 lalu, ada tiga rezeki ngetrip yang datangnya dari arah tidak disangka-sangka. Aku diundang untuk plesir ke Jogja (bareng indekostour, salah satu layanan online untuk traveller); ikut Netizen Gathering bareng MPR RI di Jakarta, dan pergi ke Banyuwangi untuk program CSR XL Axiata. Itu semua terjadi dalam satu bulan saja!  

Aku yang….. speechless, bener-bener bersyukur buangeeett, bisa ketiban sampur untuk ikutan acara-acara asyique semacam ini. Camping (menginap di tenda beneran!) di kaki gunung Merapi… lalu bikin api unggun, bakar jagung dan sosis, plus ngobrol bareng content creator sahabat kami yang tinggal di Jogja.

Lalu menuju destinasi hype bin kekinian, seperti Warung Kopi Klotok, Tebing Breksi, Hutan Pinus Mangunan, dan SEMUANYA Gratis. I am really grateful.

Kalo mau baca liputan seputar Glamping assoy geboy ini, silakan cuss ke artikel ini

Tidak berselang lama, aku diajak untuk plesir ke Jakarta, berkunjung ke Gedung MPR, lihat Museum Macan, lalu ke daerah wisata Kota Tua, dan dinner di resto Jimbaran yang ada di Ancol. What a fabulous trip! Kami juga diinapkan di Hotel Sultan, salah satu hotel nyeni/ yang masih mengangkat nilai tradisional di pusat ibukota.

Liputan seputar Deklarasi Netizen MPR RI ada di artikel ini yaaa

Next, trip yang tak kalah seru, bareng salah satu provider seluler. Kami diajak untuk menikmati panorama Banyuwangi yang luar biasa indah, ke Pantai Pulau Merah, Hutan Djawatan, makan siang di Waroeng Kemarang yang buagusss banget! (plus menunya enak-enak paraaaahhh!), dan menginap di Hotel El-Royale Banyuwangi, hotel yang baru berusia 1 tahun dan cantiiik buanget.

View this post on Instagram

What ship that will never sink? It's Friend~ship! . Super duper bersyukur, Allah pertemukan saya dan @mbak_avy dalam sebuah event gathering Kompasianer sekian tahun silam. Waktu itu, kami duduk bersebelahan. Mba Avy belum berhijab, saya juga masih obesitas banget 😅 untuk ukuran orang yang baru kali pertama ketemu, kami berdua ngobrol banyak hal. Dan ngerasa semakin "klik" manakala tahu bahwa kami sama2 pernah jadi jurnalis di imperium media yang sama. Juga sempat mengemban profesi sebagai public relations di institusi yg berbeda . Dunia blogging yang membuat "chemistry" kami kian kuat. Beberapa kali, mba Avy mengajak saya datang ke bloggers event/ trip/ gathering/ brainstorming. Sehingga, kapasitas diri saya bertambah. Tak hanya itu. Kami juga saling menguatkan, manakala "badai" tengah menerjang perahu kehidupan. Tatkala ibunda saya tersengat kanker paru, lalu berpulang ke rahmatullah, mbak Avy yang selalu ada, menjadi "tempat sampah curhat emosi jiwa" dan melepaskan diri saya dari sembilu yang bertalu-talu . Keep smiling… Keep shining…. Knowing you will always count on me, for sure That's what friends are for…. . Seiring usia yang kian beranjak senja, mungkin secara kuantitas, sahabat saya bisa dihitung jari. Tapi secara kualitas, saya merasa, insyaAllah inilah arti persahabatan dunia-akherat yang sesungguhnya. . For good times And bad times I'll be on your side Forever more That's what friends are for…. . Semoga Allah memberkahi dan merahmati jalinan persahabatan ini. Tahun 2020, yuk kita umroh bareng, Mbak!! Sama-sama bermohon pada Allah, Sang Penguasa Semesta agar Ia berkenan mengundang kita untuk sama-sama berkunjung ke Rumah-Nya . Ikutan @wardahbeauty challenge juga yuk sist @widyanti_yuliandari @adeuny @xaveria_ru @dianesayank #SelaluBersyukur #WardahCantikdariHati

A post shared by Nurul Rahmawati (@bundasidqi) on

I dunno what to say selain ALHAMDULILLAH. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

***

Pertanyaannya sekarang adalah…. Apa yang gw rasakan dari semua perjalanan ini? Apakah gue hanya having fun, ambil foto selfie di sana, selfie di sini? Hahahihi poto bareng dengan semua peserta trip? Atau apa?

Karena to be honest, lingkup pergaulan dan tuntutan buat eksis di socmed, itu yang paling banyak menyita pikiran dan atensi. Saban cuss ke suatu destinasi, yang jadi pertanyaan adalah: Ntar paling bagus foto selfie di mana yak? Ntar gw pake baju apa ya, biar kelihatan (agak) kece di foto. Ntar gimana caranya biar foto eikeh kagak “bocor” yak, alias banyak orang-orang lain yang nggak nongol di foto. (Padahal, pengunjung lain juga ogah kalo muka kita nongol di foto mereka, hahahaha).

Nah…. Akhirnya kita cuma mikirin hal-hal yang sifatnya sebatas “kulit” aja. Nyaris kita tidak sempat melakukan refleksi, atau sekedar memberikan “meaning”, pemaknaan terhadap aktivitas yang kita jalani. Kita datang ke sana ke sini, grubyak grubyuk ambil foto sebuanyaaaak mungkin (yang di-upload pokoke pose “Gue kagak kliatan gendut!”) Segitu doang! Tapi…. meaning-nya nihil.

***

Ketika acara trip berakhir, dan gw selonjoran di kamar hotel, saat itulah biasanya berondongan pertanyaan muncul.

“Sudahkah aku benar-benar bersyukur dengan semua anugerah yang Allah berikan?”

“Aku poto-poto tadi, motivasinya apa? Sekedar buat hepi hepi joy? Atau… jangan-jangan, ada modus terselubung, bahwa aku pengin pamer? Pengin dianggap lebih unggul ketimbang yang lain?”

“Apa aku juga mempelajari tentang nature dari destinasi yang aku kunjungi, gimana behind the story atau cerita di balik destinasi ini… ataukah aku hanya sibuk dengan diri sendiri?”

Dan…. Pertanyaan pamungkasnya adalah……

Dengan semua kebaikan dan rezeki yang gue terima, sempat tersirat sebuah tanya: Untuk seorang makhluk yang bergelimang dosa, jangan-jangan ini sebuah istidroj? Astaghfirullahal ‘adzim…

Baca: Berkah atau Istidroj

***

Menyematkan Meaning dalam aneka peristiwa di hidup kita, insyaAllah membuat diri ini senantiasa waspada. Tidak terjebak bangga berlebihan… Ujub…. Dan rentan memiliki pola pikir yang merendahkan manusia lain.

Menyematkan meaning, bahwa Allah telah begitu Maha Baik-nya memberikan serangkaian rezeki yang (lagi-lagi) datang dari arah yang sama sekali tidak kita sangka sebelumnya. Maka, puja-puji teralamatkan hanya kepada Sang Pemilik Segala. Kita, aku, kamu, siapapun diri ini, tak layak mengharapkan puja dari sesama makhluk.

Live humbly! Kita harus menjalani hidup dengan jujur. Nggak perlu sekuat tenaga pengin dipuji orang. Nggak perlu ribet mikirin gimana supaya socmed full dengan Like, comment, followers gue jadi segabruk!

Your worth is not measured in likes, comments, or followers. Jangan jadikan jumlah like, pengikut, dan komentar sebagai standar kebahagiaan kita. Never give the remote control to others.  

True happiness is here, lies within ourselves. We don’t need any comments or compliments from others to stay relevant and feel blessed. We just need to focus on the things that really matter: our real life, and how to live it peacefully.(*)

Advertisements

Traveling Paling Mengesankan: Bertandang ke Kantor Google di Amerika!

Traveling Paling Mengesankan ala @nurulrahma

Sudah bisa ditebak lah yaaa…. Traveling paling mengesankan yang pernah aku alami, ofkorss tidak lain dan tidak bukan, manakala bisa ikutan Google Local Guides Summit di San Francisco, California, Amrik.

Seleksi (level internasional) dilakukan dengan sangat ketat. Hanya 151 peserta dari 62 negara yang bisa ikutan acara ini. I just feel honoured dan ngerasa nggak pernah kebayang aja bisa ketiban rezeki se-awesome ini. Alhamdulillah. TabarokAllah.

Saking sueneng pol, saya sampai menjadikan dua postingan terkait Google Local Guides Summit sebagai featured/sticky post di blog ini 😀 Ya gitu itu deh, kalo gagal move on. Acaranya udah 2 tahun silam, masiiiih aja terngiang-ngiang. Sama kayak cintamu  sama mantan yang paling susah dienyahkan #eh.

Tentang detail acaranya, ya aku agak-agak lupa gitu, ha wong udah 2 tahun jeh. Akhirnya, aku buka foto-foto terkait acara di SF, dan here we go, some random things about Google Local Guides Summit!

Random 1: Ogah Berangkat Sendirian

Jadi gini. Sebenernya saya, dan peserta lain itu detail flight-nya beda-beda lho. Ada yang pakai China Airlines, ada yang sempat ditawari JAL, saya sendiri sedari awal request pakai Singapore Airlines dan approved by pihak Google. Demi dengar kabar kalo temen2 beda flight, saya langsung panik.

*FYI flight saya ini rutenya: Surabaya – Singapore (transit Changi) – HongKong – Sang Francisco

“Duh, aku nggak mau berangkat dewean. Aku ini gampang ngantuk lho. Nanti kalau di Changi aku ketiduran trus nggak denger woro-woro kalo pesawatnya udah mau berangkat, pegimana?”

Akhirnya sekuat tenaga saya memohon mengiba-iba ke Kak Budiono dan Fahmi Adimara, untuk sama-sama pakai Singapore Airlines. Wis embuh piye carane, Alhamdulillah wa syukurilah… request kami dikabulkan!

Asyiiiik buanget dah traveling ama duo cowok unyu (hoeksss) bin gokil ini. Pokoke, selama traveling, saya ngerasa dijagain dua bodyguard, qiqiqiqiqi

Random 2: Balada Turis Budget Pas-pasan

Terserah ya, mau dibilang kikir/medit atau gimana, tapi yang jelas, sedari awal saya melecut diri sendiri untuk jadi turis HEMAT 😀 Ceritanya, biaya selama summit berlangsung (termasuk untuk urusan tiket pesawat, visa dan hotel di Hyatt Fisherman’s Wharf) semuanya ditanggung Google. Jadi kami nggak perlu khawatir tentang biaya selama 3 hari 2 malam.

Akan tetapi mosok jauh-jauh ke Amrik cuman dolan selama 3 hari? Ora puas kan cyyyn.

Walhasil, kami memutuskan untuk extend. Ini nih tantangannya  😀 Amrik apalagi San Francisco adalah kota yang mahal. Nasi goreng sepiring aja, harganya 200 rebu! Bujubuneennggg. Segala daya upaya dikerahkan supaya turis kelas menengah ngehe ini tidak pingsan kelaparan, tapi ya nggak boncos gitu lho.

Aku melirik Fahmi. Fahmi melirik aku. Kami saling melirik *halah*

“Mi. Kamu lagi diet kan?”

“Iya Mba.”

“Ya udah. Nasgornya kita beli 1 untuk berdua aja gimana?”

“Boleh, Mbak.”

Uhuuuk! Tante-tante berhasil mengajari ponakan untuk berhemat, iqiqiqiqi!

Random 3: Banyak Gelandangan (plus Orang Gila) yang Bikin Atuuuuuut

Jangan bayangkan Amrik itu indah-indah thok, gaes. Ternyata buanyaaak gelandangan, pengemis, tuna wisma bahkan orang gila yang beredar di sepanjang jalan. Masih mending kalo di Indonesia kan badannya kurus-kurus ya. Lah ini, GUEDEEE TINGGI BESAAARR teriak teriak gitu, huffft.

Pernah nih, pas jalan dari Union Square (semacam alun-alun) menuju USA hostel (tempat kami menginap) aku udah denger orgil lagi ngomel-ngomel. Fahmi jalan di sampingku….. si orgil masih aja ngomel-ngomel dan mak bedunduk udah berjarak sekitar 100 meter aja di DEPANKU, yo ngalaaaahhh, aku kok jadi atuuuuttt! You know what, aku BALIK KUCING alias mundur dan nyari Kak Budiono!

Itu refleks bin spontan aja. Aku soalnya ngerasa si orgil ini badannya guedeee dan Fahmi kan tidak se-ndut Kak Budiono 😀 Jadi aku melipir, nyari “bodyguard” yang lebih gempal qiqiqiqiiq

Kami bertiga ngakak setelah berhasil melampaui ranjau “orgil” tadi.

“Ya ampun Mbaaaa…. Gitu itu justru jangan tampakkan kalo sampeyan takut. Biasa aja, santaaaaii. Kalo kelihatan takut, nanti malah dikejar lho!” kata Fahmi dalam kekehnya.

Random 4: Jadi Makin Cinta Indonesia!

Seminggu berada di Amrik, membuat aku sadar kalau Indonesia itu indaaaahhh dan menyenangkan. Segalanya super murah (compared to harga-harga di Amrik qiqiqi) aneka kuliner di nusantara juga endolita tiada tara.

Kami bosan makan menu yang itu-itu saja. Udah gitu, banyak jebakan betmen, karena banyak menu dimasak dengan daging babi (pork) ataupun minyak babi (lard). Jadi, tiap jam makan, kerjaanku adalah: ngumpulin pisang cavendish 😀 atau buah-buahan lainnya yang sekiranya mengenyangkan dan bisa jadi substitusi menu makan.

Pokoke, berada di Amrik malah bikin aku kuangeeeennn dan cinta Indonesia!

“Golek sego pecel yuk. Aku arep nggawe konten YouTube ‘Makan Nasi Pecel di Amerika’ iki bakal lumayan view-nya,” ajak Kak Budiono.

Jadilah, kami berburu restoran yang menyediakan menu Indonesia, dan…. Hamdalah, ada Restoran BOROBUDUR –dari Namanya aja udah ketahuan kan?—yang bercokol PERSIS DI SEBERANG USA HOSTEL, tempat kami menginap!

Baca: Review USA Hostel, Rekomendasi di San Francisco

Whoaaaa ini sih kayak nemu oase di padang pasir! Ketemu dengan owner-nya yang super duper ramaaaahh 😀 Tapi sayang, kagak ada menu Nasi Pecel, bosquuu hihihi. Yo wis, pesen nasi uduk dan nasi rendang aja lah ya. Jangan lupa tempe goreng nyam nyam nyaaam, enyaaakkk!

Random 5: There is No Impossible!

Perjalanan saya ke Amrik ini membuktikan kalau tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Ibu-ibu mediokre seperti diriku, ternyata kalau Allah mengizinkan, kun fayakun! Bisa cusss, terbang menuju benua yang begitu jauhnya.

Terus terang, ketika kumpul keluarga besar, saya kerap dijerat rasa minder, kok. Ada adik iparku yang Direktur kampus, ada yang dokter spesialis patologi anatomi, ada yang bolak balik kerja di luar negeri, dengan salary 8 digit, ada sepupuku yang asisten direktur bank sentral, intinya HAMPIR SEMUA elemen keluarga besar adalah orang-orang TOP di bidangnya. Aku pernah cerita soal iparku di postingan ini

Aku tahu, bahwa minder itu nggak bakal membawaku ke mana-mana 😀 Tapi yeah, I’m still human! Jadi ya I embrace all the feelings, perasaan lemah lunglai tak berdaya tak berguna etc etc, kemudian ya aku berusaha untuk menyeimbangkan rasa hopeless itu dengan melecut diri sendiri.

Pada dasarnya, aku bukan manusia bodoh, lah. Dua kali lulus UMPTN (Di jurusan yang favorit pulak, Teknik Informatika ITS dan Ilmu Komunikasi Unair).

Pernah berkarir di sejumlah raksasa media dan perusahaan multinasional, Tentu ini sebuah milestone, yang harusnya membuat aku yakin dengan potensi diri.

Dan yaaah, begitulah. Cara Allah menghadirkan takdir demi takdir, terkadang sulit dipercaya. Tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi DIA, Sang Maha Segala.

Cara Naik MRT Jakarta

Yeayy! Akhirnyaaaaa…… kami sekeluarga sudah coba naik MRT di Jakarta! Hahaha. Maaf yaaa, kalo norak-norak bergembira. Soale, sebagai orang Indonesia, kami super duper excited dong dengan perkembangan moda transportasi umum dalam negeri ini. Apalagi, aku kan hobi naik KA. Dan beberapa kali udah coba naik MRT di Singapura dan Bangkok. Jadi, begitu ada berita bahwa MRT hadir di negara kita tercintaaaa, ulala! Ini sih, jadi bucket list banget buat segera menjajalnya!

Ketika libur Idul Fitri beberapa waktu lalu, kami sekeluarga menginap di Pamulang, Tangerang Selatan. Iyeee, itu rumah adik iparku. Naik MRT pas masih bulan puasa. Cuaca cukup HOT, sodara-sodara! Walhasil supaya nggak batal puasanya, kami putuskan naik MRT jam 06.30 pagi dari stasiun Lebak Bulus Grab. (btw, kenapa sih kudu ada kata ‘Grab’-nya di stasiun enih?)

Continue reading

Siap-siap….Indonesia Bakal Jadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia!

Semangat Halal Lifestyle di Era Milenial Harus Menghujam dalam Jiwa Kita!

Siapa di sini yang concern banget untuk SELALU menjadi konsumen produk yang halal dan baik? Alhamdulillah, banyak yang ngacung ya 😀 Belakangan ini, kepedulian masyarakat terhadap urgensi produk halal memang meningkat pesat. Kudos to aneka media yang begitu semangat men-deliver pesan tentang Halal Lifestyle di Era Milenial. Iya lho, sebagai muslim(ah), kita kan memang wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai way of life. Dalam salah satu ayat, Allah berfirman,

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”(Al-Baqoroh 168)

Continue reading

Lebaran Tahun Ini Mudik ke Mana? Kalau Kami Mudik ke Jakarta!

Mudik ke Mana Lebaran Tahun Ini? Kalau Kami Mudik ke Jakarta!

Lebaran sebentar lagiii…. Yuk mudik yuuuk. Kalian mudik ke mana tahun ini? Biasanya mudik kan identik dengan pulang ke kampung halaman alias desa ya. Tahun-tahun sebelumnya, aku biasa mudik ke Pacitan, Jawa Timur. Tapi, semenjak ibu dan nenekku sudah berpulang, maka rute mudikku berubah!

Dua tahun terakhir ini, kami justru mudik ke Jakarta!

HAHA. Sungguh anti-mainstream yak. Orang-orang pada pulang kampung, ehhh… kami malah pulang kota, hehee. Sebenarnya ibu mertuaku tinggal di Surabaya. Tapi, putra/putrinya banyak yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Trus, aku juga bosen kan kalo kudu stay di Surabaya melulu. TRIIIINGG! Muncullah gagasan (anggap aja terkesan) brilian, gimana kalo kita yang nyamperin sodara-sodara iparku di Jakarta aja. Kalo dihitung-hitung, insyaAllah budget mudik lebih irit kok 😀

Pertanyaannya…. Mudik di Jakarta apa asyiknya sih?

Hehe. Memang kudu diakui, suasana Lebaran di desa jauuuuhh lebih menyenangkan. Aura masyarakat pedesaan kan lebih ‘semedulur’. Hmm… apa ya Bahasa Indonesianya, sangat menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan persaudaraan gitu lah. Wajah-wajah teduh dan nuansa “selo” ini yang bikin hati semakin semriwing manakala lebaran di desa.

Kalau lebaran di kota? Yeah, tahu sendirilah kayak gimana tipikal masyarakat urban 😀 Serba kemrungsung, segalanya kudu cepat, tangkas, gegas, dan (suka tidak suka) harus kita akui kalau masyarakat kota kerap terperangkap dalam hedonisme dan materialisme, hahaha. Eits, ngga usah baper ya sist, karena akupun juga begitchuuu kok. Namapun hidup di kota besar kan segalanya butuh duit, dan apapun dibandrol dengan harga lumayan mahal. Jadiii, ya wajar lah kalau kita saksikan masyarakat urban yang rela jumpalitan ke sana ke mari demi biaya hidup (dan gaya hidup) yang makin membumbung tinggi 😀

Oke. Mari kita akhiri sesi curhat kali ini. Balik lagi ke pertanyaan semula, mudik di Jakarta apa asyiknya sih? Kira-kira apa yang akan kami lakoni sepanjang masa mudik di Jakarta tahun ini?

(1). Menjajal MRT

Yesss…. MRT gaesss, MRT! Mass Rapid Transport yang baru saja di-launching ini tentu jadi sumber ke-kepo-an akut buat aku dan Sidqi, my kiddo. Kami udah ‘booking’ Om Reza (adik iparku) untuk jadi local guides dan mengantarkan kami untuk menjajal MRT. Bangga banget dong, karena INDONESIA punya MRT! Karena MRT belum ada di Surabaya, ya sudah… mari kita manfaatkan momen mudik kali ini untuk feel the MRT experience, yeayyy!

(2). Main ke Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta ini bukti kepiawaian mengemas lokasi jadul menjadi tampak trengginas, meriah dan super menyenangkan! Jalan-jalan dan menyaksikan keriuhan Kota Tua Jakarta, ini udah jadi hiburan yang awesome buat kami.

Apalagi, kalau bisa naik sepeda yang super outstanding ituuuuh. Menikmati kulineran yang ada di sekujur penjuru Kota Tua, atau nongkrong cantik di Kafe Batavia. Aaaakkk, sedaaappp!

(3). Menyesap Semangat Seniman Kontemporer di Museum MACAN

Sidqi, anakku, belakangan ini hobi banget menggambar! Karakter manga ia goreskan dengan begitu rapih, dan komposisinya juga cihuy! Sebagai orang yang awam bin plonga-plongo soal seni, aku lumayan takjub dengan skill dan perkembangan seni ala Sidqi.

Maka dari itu, aku udah memasukkan kunjungan ke Museum MACAN dalam itinerary kami kali ini.

Baca: Museum MACAN di Jakarta 

Moga-moga waktunya cukup, karena Sidqi juga mupeng banget main ke berbagai mall grande di Jakarta. Walaaah, di Surabaya kan banyak mall, ngapain jauh-jauh ke Jakarta, eh ujung-ujungnya nge-mall juga?

Well…. Mall zaman now juga banyak spot instalasi seni, lho. Kalau museum MACAN terlalu jauh dari lokasi kami menginap, yaaaa artinya kita bisa dong, cari alternatif menikmati karya seni di fasilitas publik, seperti mall 😀

(4). Menikmati Sepenggal Bali di Resto Jimbaran, Ancol

Ulalaaaa…. Ternyataaaa, di Jakarta kita bisa menemukan spot dengan suasana yang Bali banget! Ada Resto Jimbaran yang berlokasi di Ancol. Aneka kuliner seafood siap menggoyang perut! Uenaaaakkk semua.

Trus, para penari Bali juga siap menampilkan performa terbaik mereka. Restonya outdoor, menghadap pantai pulaaak. Weleh deleeehh ini sih assoy geboy!

***

Planning udah disusun. Kesehatan harus dijaga supaya mudik kali ini lancar jaya! Kami juga punya rencana untuk dolan ke kota lain, ke Bogor atau Bandung, misalnya.

Sudah pasti musim Lebaran gini harus menyusun strategi secara komprehensif. Booking Villa kudu dilakukan dengan seefektif mungkin. Hayuklah berdiskusi dengan para peserta mudik, jangan sampai momen setahun sekali ini jadi ambyar berantakan gegara koordinasi yang kurang sip markosip.

Are you ready buat mudik season tahun ini? BISMILLAH. Semoga semua lancar dan penuh berkah yaaaa.  Selamat Mudik dan Seru-seruan ketemu keluarga besar! Jangan baper kalau dapat berondongan tanya “KAPAN?” ya? Kapan Nikah? Kapan Skripsi? Kapan Punya Anak? Kapan Ngasih Adik? Heheheh. Intinyaaa… Enjoy Lebaran! Kalau ada kalimat-kalimat yang nggak asyik, Hempaskan aja Beiiibb!(*)

Review USA Hostel San Francisco California Amerika Serikat

Yo, yo, yooo…!!

Mana nih, yang mau daftar Google Connect Live 2019? Sudah disiapkan video dan essay untuk apply ke acara cethar-ulala-membahana of the year?

Tipsnya udah aku jembrengin di blog ini yak. Daaan, sampai hari Selasa (23 April) ini masih banyaaak yang kirim DM di IG @bundasidqi ataupun email aku, nanyain tentang serba/serbi Google Local Guides/ Google Connect Live.

Kak, aku bikin essay kayak gimana?

Kak, ada ide-kah, di videonya, aku ngomong apa?

Aku syuting di depan taman aja boleh kah?

Aku nggak bisa editing video, gimana ini Kak?

Kak, mantanku nelpon dan WA melulu ini piyeee?

HAH!

Continue reading

Tips Liburan Murah Pakai Promo Gercep Airy

Yayyyy!! Aku lagi hepi banget! Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu, aku ikutan acara gathering bloggers dan mahasiswa di kampus UISI (Universitas Internasional Semen Indonesia) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Guess what, ada TRINITY, my favorite travel blogger!

Aku tuh keranjingan banget baca semua seri buku Naked-Traveler yang ditulis dengan sangat apik oleh Trinity. She is the REAL influencer! Dari Trinity, aku belajar banyaaaaaak banget. Satu hal yang pasti, jangan pernah takut untuk menjelajahi dunia ini! Jangan takut untuk mengejar passion! Trinity sampai mantap meninggalkan profesinya sebagai mbak mbak kantoran, dan memilh untuk jadi travel writer. Tapiiiii, semua kudu serius yak. Jangan mak jegagik langsung resign. Kudu siapkan business plan, hitung dengan cermat pengeluaran dan pemasukan untuk hidup (dan gaya hidup :D) yang lebih baik.

Tips Traveling Murah

Seseruan bareng Trinity Naked Traveler

Yap, aku angkat topi banget dengan semua hal yang diulas oleh Trinity. Termasuk, pilihan doi ketika traveling (di awal-awal melakoni job ini) yaitu dengan menginap di hostel. Bukan hotel. Beda satu huruf ’s’ aja, ternyata jauuuh lho bedanya 😀

Aku ikutan nginep di hostel, tatkala plesir ke San Francisco, dua tahun lalu. Satu kamar itu isinya 2 ranjang tumpuk. Jadi total ada 4 (empat) penghuni dalam satu kamar, dan kita tidak saling kenal satu sama lain 😀

Wis, pokoke ketika traveling (apalagi kalo jarak jauh yak), modal kita adalah positive thinking, berdoa dan tawakkal. Alhamdulillah, selama 2 (dua) malam menginap di USA Hostel, room-mates ku baik-baik banget. Tidurnya juga normal. Nggak ada yang ngorok 😀

Pokoke, makasiiii Trinity udah jadi role model-ku tatkala menjadi traveler!

***

Bicara soal traveling, memang banyak yang terkendala budget yak. Duh, buat hidup sehari aja pas-pasan, mana ada anggaran buat plesiran, qiqiqiqi. Memang tidak semua orang punya privilege untuk langsung cuss klak klik klak klik pesan tiket pesawat, bayar bagasi, hotel atau villa mewah dan cuss ke destinasi yang bikin feed Instagram Nampak paripurna Sentosa tralala.

Tapiiii…. Traveling itu sebenernya nggak harus yang jet-set ala-ala Princess Syahrini dan Reino Barack lho. Yang penting kan kita bisa menikmati esensi dari traveling. Menjadi pribadi yang lebih optimis dan bergelimang syukur, pasca plesiran. #BenerinKerudung

Aku juga tipikal manusia yang menganut prinsip budget-traveling. Sebagai mayoritas emak-emak jaman now, udah pasti aku kudu mengatur budget dengan sedetail mungkin. Jangan sampai demi ambisi kemevvahan traveling, alokasi dana sekolah anak malah tergerus. Atau muncul utang di mana-mana. Hadeeehh, jangan gitu yak.

Nah…. Tipsku tatkala ingin liburan murah dengan budget ramah adalah:

(1). JANGAN MALAS BROWSING KETIKA MERENCANAKAN LIBURAN

Yap! Hari gini, kita sangaaaattt dimanjakan dengan teknologi. Kita bisa banget lho bikin itinerary yang ramah kantong. Destinasi mana aja yang cucok meong dengan budget. Caranya? Browsing! Buanyaaakk banget travel blogger yang dengan baik hati menjelaskan dengan detail mana aja destinasi murah yang bisa kita kunjungi. Bahkan, banyak juga yang gratis lho! Waduuuh, kalo kayak gini sih, semua emak bakalan bersorak girang qiqiqiqiqi

(2). SELALU “ALERT” TATKALA ADA PROMO MENARIK

Banyaaaak maskapai, hotel, dan beragam vendor travelling yang punya promo super duper menarik. Aku sih biasanya follow beberapa akun socmed, yeah, berharap semoga bisa dapat rezeki emak (mencoba) shalihah, yaitu promo diskon ulala. Mayaaaann kan, kalau ada diskon tiket pesawat atau hotel, bisa buat njajan atau beli oleh-oleh buat saudara.

Salah satu yang aku andalkan banget banget bangeeett adalah AIRY. Kalian udah tahu kan, kalau mulai 1-28 April, Airy  lagi ada promo GERCEP alias Gerak Cepat Cari Promo!

Diskon kamar dan tiket pesawat hingga 70 persen lho! Ya ampuuuun, aseliik ini sih bikin ngilerr banget. Bisa menyelamatkan isi dompet emak-emak dari kepunahan akibat hasrat traveling yang tak tertahankan 😀 Kalau diskonnya up to 70% ini, seriusan, kita semua musti GERCEP cusss ke sini  

Beberapa kali aku nginap di kamar AiryRooms. Dengan harga yang sangat terjangkau, kita dapat layanan dan fasilitas prima lho!

airy-jogja-4

Baca: Liburan Murah Meriah dengan Booking via Airy Rooms

(3). TRAVELING SESUAI KARAKTER KITA, JANGAN MAKSAIN DEMI FEED INSTAGRAM

Ahaaa! Ini juga mayan penting siiih. Secaraaaa, tidak sedikit dari kita yang terkena peer pressure gegara IG, ye kan. Ngelihat temen lagi foto di tempat hits, langsung deh, kalang kabut pengin ikutan juga. Padahal, kagak ada budget. Hiks. Pokoke, jangan sampai push yourself too hard demi eksistensi di socmed belaka yak.

SF

***

Nah, gimana gimana? Udah ada planning mau cuss liburan ke mana? Ingaaatt, GERCEP by Airy ini Cuma sampai akhir April! Jadi buruaaaan diskusi dengan partner traveling-mu dan yuk kita Liburan Murah dengan Budget Ramah bareng Airy!

gercep1

Ada yang Mau Berangkat Umroh? Ini Tipsnya supaya Enjoy di Arab Saudi

Yap! Segala puji teralamatkan kepada Sang Maha Penguasa Alam Semesta dan Seisinya. Alhamdulillah, 25 Februari hingga 6 Maret lalu, saya diperjalankan menuju Baitullah. Untuk melakoni ibadah Umroh, dan puji syukur… semuanya berlangsung dengan lancar jaya. Ya ada sih, drama drama dikit… tapi anggap aja itu “bumbu” yang memang kudu hadir di setiap menu kehidupan kita. 😀 

Sebelum berangkat umroh, aku dapat titipan doa dari beberapa teman, supaya mereka bisa disegerakan berkunjung ke Baitullah. Sepulang umroh, eh…. ada good news, bosquuu. Salah satu blogger bolo plek saya kirim WA, “Mbak… ini istriku insyaAllah mau umroh akhir bulan ini. Apa saja yang harus dibawa ya?” 

Hwaaaa…. rasanya hepiii banget dapat kabar seperti ini! Tanpa banyak cang cing cung, baiklaaah aku share beberapa tips (yang menurutku) lumayan penting terkait umroh ini yak. 

 

Tips Beribadah Umroh 

(1).  Pelajari itinerary dan paket umroh dari travel kita 

Paket umroh kalian termasuk (semi) backpacker atau yang VIP?

Maskapainya yang low-cost atau full service?

Ini penting banget untuk kita ketahui. Karena tahu sendirilah, naik Lion Air/AirAsia atau Saudi Airlines/Garuda Indonesia tentunya bedaaaaaa banget dong ya :D.

Baik dari segi fasilitas di dalam kabin pesawat, kapasitas bagasi yang boleh dibawa (ini pelajari bener-bener), service dari cabin crew, pokoke bakal bedaaa banget. 

Kemarin itu, saya umroh (semi) backpacker karena kudu transit segala di Kuala Lumpur dengan durasi 10 jam 😀 Jadinya, hamba kudu mempersiapkan diri, dengan adaptasi di cuaca KL yang sangat menyengat panasnya. 

(2). Bawa Skincare dan Minyak Terapi 

Cuaca di Madinah cenderung dingin, bisa menyentuh 13 derajat celcius, berasa lagi di Amrik, deh 😀 

Baca: Jadi Local Guides dan Diundang ke Amerika 

Umroh Madinah

Kalau di Mekkah dan Jeddah, relatif hangat. Kadang Mekkah jam 12 siang puanassssnya nampol booo, kayak di Surabaya. 

Perbedaan cuaca yang lumayan ekstrim ini, rentan bikin kulit jadi bermasalah. Saranku, bawalah skincare yang memang cocok dengan kulit kalian. 

Kalau my personal recommendation, ada NIVEA creme (untuk kulit wajah dan badan) dan aku pakai Vaseline Lip Theraphy (untuk areal bibir). Hamdalah, ini efektif buanget! Di saat teman-teman saya kulitnya bersisik… trus ada yang bibirnya berdarah (gara-gara sering di-gelopekin), sampai pulang ke Indonesia, kulit saya baik-baik saja. 

Ya kulit saya jadinya agak gelap dikit siiih, qiqiqiq. Soale, kadang saya lupa buat apply sunscreen favorit yaitu Banana Boat. Saran aja, mulai sekarang, kalian bisa berburu aneka skincare, sunblock, sunscreen dan lain sebagainya itu di Tokopedia! 

Kenapa, Kakaaaak? Ya iyalaaah lagi banyak promo Tokopedia Maret Mantap bikin mupeng bangeeett, karena tahu sendirilah, Tokopedia kan koleksinya beragam dan super lengkap. Udah gitu, kalau ada promo seru kayak gini, jangan sampai kita lewatin dong yaaa.

Print

(3). Bawa Jaket Tebal, Sarung Tangan, Kaos Kaki dan Masker yang Banyak 

Layer is The Key! Itu prinsip fashion yang kudu kita pegang manakala traveling ke destinasi dengan perbedaan suhu yang jauh. Pas di Mekkah, mungkin kita nggak butuh jaket. Tapi lebih butuh kostum berbahan katun, agar bisa menyerap keringat.

O iya…. in my humble opinion, untuk berumroh, kita tidak wajib pakai gamis putih lho yaaaa. Aku kemarin pakai gamis katun dengan warna hitam dan merah. Dan mereka yang dari negara-negara lain juga jarang pakai baju putih. Kenapa? Karena warna putih tuh gampang kotor 😀 

Jaket yang tebal (anggap aja mau plesir ke Amrik) dan aneka perangkat penghangat badan mutlak diperlukan. Kalau masker, ini penting banget ketika kita tidak sedang beribadah. Misalnya, pas lagi jalan-jalan, mau shopping, semacam itu. Soalnya, di Arab tuh manusianya banyaaaaaaaaakkk dan datang dari negara mana-mana kan. Kita tidak tahu kondisi fisik mereka, carrier penyakit atau gimana. Yang jelas, harus antisipasi supaya kita tetap setroooong, sehat dan semangat ketika ibadah. 

(4). Banyak Minum Air Zamzam dan Semprotkan di Wajah 

Privilege banget buat yang ada di Mekkah dan Madinah, karena kita bisa mengonsumsi air zamzam kapanpun kita mau! Asalkan rajin cuss ke Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, maka kita bisa banget mengakses air zamzam sepuasnya, sampai klempoken juga boleh wkwkwkwkw. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan air zamzam untuk cuci wajah. Jadi segeeeer, dan semoga cantik luar dalam yes.

(5). Berburu Oleh-oleh Jangan Sampai Over-Baggage!

Sekali lagi aku remind tentang kapasitas bagasi. Naik AirAsia kayak diriku, kapasitas cuma 20 kilogram lho (ini include jatah zamzam 5 liter dari Travel). Naaah, kebayang kan, mana mungkin aku bisa beli banyak oleh-oleh? 😀

Tapiiii, aku sih nggak khawatir sama sekali. Untuk oleh-olehnya kan bisa beli online. Pas banget ada program Tap Tap Mantap Tokopedia jadi aku bisa cuss pilih oleh-oleh yang sesuai budget, dan berkesempatan untuk dapat segabruk diskon, plus menang buanyaaaak hadiah!

Kalian bisa cuss langsung ke Tokopedia untuk tahu info selengkapnya yak. Program ini berlangsung SETIAP HARI  yaitu jam 12.00 – 13.00 dan 17.00 – 18.00 

Happy Shopping buat yang mau belanja di Tokopedia, dan semogaaaaaa teman-teman yang rajin baca (dan comment) di blog ini bisa segera berangkat ke Baitullah, aamiiiin!

 

 

Mau Ikutan Seleksi Google Connect Live 2019 dan Terbang Gratis ke Amrik? Ini Tipsnya!

follow me on twitter: @nurulrahma

Apa Saja yang Harus Disiapkan untuk Ikut Seleksi Google Connect Live 2019?

Haihaihai.

Setelah beredar di sejumlah offline event dan melakoni ‘bukan trip biasa’ alias Umroh, Alhamdulillah…. Sekarang aku berkesempatan buat ngeblog lagi, yeaaayyy!

Tadinya mau cerita tentang aneka kejadian abrakadabra weleh-weleh selama Umroh. Tapi, oh well, kenapa banyaaaaaak DM yg masuk ke Instagram, ataupun email dan WA yang hampir semuanya menanyakan topik serupa: “Kak, aku pengin ikutan Google Connect Live 2019. Gimana caranya buat terpilih (seperti Kak Nurul Rahma) ya?”

Oke. Sebelumnya aku mau kasih disclaimer dulu (hobi banget cyiiin kasih disclaimer 😛 ) Memang, tahun 2017, Allah menakdirkan aku buat ikutan Google Local Guides Summit di San Francisco, California, Amrik… tapiiii (menurutku) bukan berarti aku ‘pegang banget’ kunci dan trik untuk bisa kepilih. Artinya, ada banyaaak faktor yang bermain di takdir itu. Salah satunya, ya karena emang takdir Allah. Plus bisa dibilang, ada unsur luck juga.

Karena itu, ketika menuliskan postingan ini aku juga nggak mau dianggap sebagai role model yang sesungguhnya (apadeh). Beberapa rekan blogger bolak/i japri konsultasi ke aku dan pokoke melakukan apapun yang aku sarankan. Tapi ternyata mba dan mas blogger itu belum terpilih.

Ada lagi, satu blogger yang juga meng-ATM-isasi tips yang aku jlentrehkan. (ATM = Amati, Tiru, Modifikasi). Dan ternyataaaa, doi kepilih!! Bangga banget dong. Tapi, setelah ngurus visa Amerika (apply DUA KALI, booo!) ternyata rezeki cuss ke Amrik belum cair. Ya sudah, mau gimana lagi.

***

Nah, karena “gatel” dapat segabruk DM soal Google Connect Live (GCL), baiklah Kakak mulai sesi penjlentrehan kali ini yak.

First thing first, pastikan kalian yang mau apply BISA dan PAHAM berbahasa Inggris secara AKTIF baik LISAN maupun TULISAN.

Ini pentiiiing banget. Karena gini, nanti peserta GCL itu kan datang dari kurang lebih 60 negara. Tiap orang pasti kudu berkomunikasi kan? Sejak ngurus visa pun, kita juga bakal dituntut untuk gape berbahasa Inggris. Aneka form yang kudu diisi, trus wawancara ama petugas native di KonJen ataupun Kedubes Amrik, itu semua pake Bahasa Inggris, darling.

Pas naik pesawat juga gitu. Di dalam burung besi yang akan terbang lintas benua kurang lebih selama DUA PULUH JAM itu (yeah, 20 jam bosquuuuu!) kita akan dilayani oleh cabin crew yang hampir semuanya ngga bisa bahasa Indonesia.

Mau nyari toilet? Gihh, nanya pake Bahasa Inggris! Kelaparan dan butuh welas asih cabin crew buat ngasih cemilan? Ya ngomong-nya juga kudu berbahasa Inggris. SEMUA, literally semua hal yang kita lakukan harus tersampaikan in English.

Tapi Kak….. aku pengin banget ke Amrik, walaupun Bahasa Inggrisku gruthal grathul….

I’m not the judge ya, jadi aku juga tak berhak melarang kalian buat apply. Saranku, kalau emang masih mau mencoba ikutan seleksi GCL, ya belajarlah Bahasa Inggris secara intens mulai sekarang! Embuh piye carane…. Kalian masih punya waktu sampai November 2019 untuk bisa mastering English 😀

***

Selanjutnya, sebagian dari kalian tentu udah terima email dari Google kan? Kalimatnya memang rada ambigu. Judulnya super PHP 😀

 Anda bisa menghadiri acara akbar tahun ini di California

Tapiii… trust me, itu BUKAN undangan yang menyatakan kalau kalian OTOMATIS BERHAK cuss ke Amrik 😀 Melainkan itu ajakan untuk ikutan seleksi. Jangan GR dulu ya cyyyn hihihi.

Lalu, piye caranya apply Mbak?

 

Ya langsung aja klik: DAFTAR SEKARANG.

Di situ akan mengarahkan teman-teman untuk menuju web-nya:

https://maps.google.com/localguides/event/connectlive

Baca syarat-syaratnya dengan detail dan jeli. Jangan sampai ada yang terlewat yak.

*** 

Tapi Kak…. Itu syaratnya pakai Bahasa Inggris, aku ngga paham…

Loalaaah, perasaan tadi udah aku sampaikan deh, kalo First thing first, kalian yang mau coba apply/ ikutan acara ini PASTIKAN bisa berbahasa Inggris secara aktif. La kalo baca syarat-ketentuannya aja udah bingung, ya sepertinya…. sorry to say….. event ini memang BUKAN untuk kalian  

Sekali lagi, aku bukannya mau menghempaskan harapan atau gimana gimana ya. Tapi get real aja-lah… buat memahami syarat ketentuan aja engga bisa, ya pegimana nanti bakal survive selama event berlangsung?

Sekali lagi BACA syaratnya dengan detail. Jangan sampai ada satu kata yang terlewat. Kalau masih belum mudeng, buka kamus atau Google translate deh 😀

***

Begitu udah nangkep apa aja yang disyaratkan sebagai aplikasi (lamaran untuk join GCL), yuk pantengin beberapa tips berikut (tentu saja disajikan dalam Bahasa Inggris):

Cara Bikin Post/Thread di LG Connect:

https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/How-do-I-write-a-post-on-Connect/ba-p/1047644

Cara Bikin Postingan untuk GCL 2019:

https://www.localguidesconnect.com/t5/General-Discussion/How-to-write-a-great-post-for-Connect-Live-2019/m-p/1297539#M292823

Cara Bikin Video Aplikasi untuk GCL 2019:

https://www.localguidesconnect.com/t5/General-Discussion/9-tips-for-creating-your-Connect-Live-2019-application-video/td-p/1308029

Cara Bikin List (tentang Resto atau Destinasi):

https://www.localguidesconnect.com/t5/General-Discussion/How-to-make-great-restaurant-lists-on-Google-Maps/m-p/605959#M146940

***

Segini dulu ya tips yang bisa aku sampaikan. Sekali lagi, jangan malas buat riset, tentang apapun! Riset cara bikin essay ataupun video yang uhuuui. Riset tentang cara bikin visa Amrik. Riset tentang baju apa yang cocok dipakai untuk cuaca di San Jose California.

Siapkan semua yang diminta oleh panitia. Plus….. jangan lupa buat berdoa! Semangaaaaaattt 😀 😀

 

Berwisata ke Pangandaran, Anda Wajib Berkunjung ke Tempat Kuliner Ini

Pangandaran merupakan salah satu kabupaten yang masih menjadi bagian dari Propinsi Jawa Barat. Kabupaten yang satu ini memiliki pusat pemerintahan di Kota Parigi.

Pangandaran terletak dan berada di bagian tenggara Jawa Barat yang mana membuat
kabupaten ini berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Tengah di sebelah timur serta
Samudera Hindia di sebelah selatan.

Kabupaten Pangandaran dikenal sebagai salah satu tujuan wisata pantai favorit yang
ada di Jawa Barat. Tak ayal, banyak sekali kuliner bertebaran di sana. Juga banyak
kuliner yang enak dan mampu memanjakan lidah pengunjungnya.

Pangandaran pun memiliki berbagai destinasi wisata yang begitu luar biasa, terutama
wisata pantai, cagar alam dan sungai deras yang terdapat air terjun. Namun, apabila
Anda berwisata ke Pangandaran, tidak lengkap kalau tidak sekalian mencoba wisata
kulinernya. Karena di Pangandaran terdapat makanan khas asli setempat dan rasanya
sangat enak di lidah.

Jadi, apabila Anda seorang pecinta kuliner dan kebetulan akan berwisata ke
Pangandaran, maka wajib mengunjungi beberapa tempat kuliner ini. Selengkapnya
akan kami ulas di bawah ini;

Kampung Turis Pangandaran

Kampung Turis adalah sebuah kawasan kuliner khusus yang ditempatkan di pinggir
pantai. Konsep kuliner ini mirip seperti kuliner seafood yang berada di pantai Jimbaran
Bali, di mana meja dan tempat duduknya ditempatkan di area simpadan pantai.

Kawasan kuliner milik Pemkab Pangandaran ini berada di jalan Pamugaran atau masih
berada di kawasan objek wisata pantai Pangandaran. Setelah puas berjalan-jalan,
Anda bisa datang ke sini untuk beristirahat atau sekedar bersantai menikmati keindahan pantai dan memanjakan perut tentunya.

Di sana terdapat dua blok kawasan kuliner, satu blok khusus berderet rumah makan
seafood dan satu blok lagi berdiri sejumlah kafe yang biasa dijadikan tempat hiburan
malam.

Di rumah makan seafood di kawasan kuliner ini terdapat berbagai menu makanan
olahan laut yang rasanya maknyus dan mantap jiwa. Pangandaran memang terkenal
dengan kuliner seafoodnya. Karena bumbu olahannya dipadukan dengan resep
makanan khas sunda.

Jadi, kalau anda mencicipi seafood Pangandaran, pasti akan sedikit berbeda dengan seafood di daerah lain. Hal itu yang membuat seafood Pangandaran terkenal dan selalu menjadi buruan para wisatawan.

Foto 2_Kampung Turis Seafood

Selain rumah makan seafood, di kawasan kuliner Kampung Turis pun terdapat sejumlah
kafe yang menyuguhkan hiburan live musik. Di tempat ini terdapat berbagai macam
minuman dan makanan khas kafé. Wisatawan yang berkunjung ke tempat ini tak hanya
dari lokalan saja, tetapi juga banyak wisatawan mancanegara. Bahkan, tempat ini menjadi destinasi favorit orang bule saat berwisata di Pangandaran.

Foto 3_Kampung Turis Cafe
Betapa tidak, kafe-kafe yang berada di Kampung Turis sangat memanjakan
pengunjungnya.

Selain menikmati live musik sembari kongkow bersama sahabat atau
keluarga, pengunjung pun sekaligus bisa menikmati angin pantai dan suara deburan
ombak. Karena meja dan tempat duduk pengunjung ditempatkan di area simpadan
pantai. Jadi, kalau Anda ke Pangandaran, nyesel kalau tidak berkunjung ke tempat ini.

Pindang Gunung

Kuliner yang satu ini wajib dicicipi saat berada di Pangandaran. Ya, Pindang Gunung
adalah makanan khas dan asli Pangandaran. Pindang Gunung merupakan sejenis sup
ikan berkuah yang dibumbui dengan bumbu sunda lezat. Makanan yang sudah
melegenda di Pangandaran ini selalu dijadikan menu andalan oleh sejumlah rumah
makan dan warung nasi khas sunda yang berada di Pangandaran.

Foto 4_Pindang Gunung
Ikan yang digunakan biasanya ikan kakap atau ikan tawar yang masih fresh. Harga
yang dibanderol untuk kuliner ini tidak mahal, hanya di kisaran Rp. 15 ribu saja.
Pindang gunung pun mudah anda temui di sejumlah rumah makan yang ada di
kawasan pantai Pangandaran. Anda bisa memesannya sembari menikmati semilir angin
pantai.

Warung Sate Galunggung

Warung sate ini beralamat di Jalan Kidang Pananjung, Pangandaran. Tempat makan
yang satu ini wajib untuk anda cicipi kalau memang anda pecinta sate. Karena Anda
akan menikmati sate ayam dan sate kambing dengan bumbu yang khas Pangandaran
yang sangatlah lezat. Warung sate ini pun terbilang kuliner legandaris di Pangandaran,
karena sudah ada sejak tahun 1970-an.

Foto 5_Sate Galunggung
Bakso Podomoro

Tempat wisata kuliner ketiga di Pangandaran ini tidak boleh dilewatkan terutama untuk
para penggemar bakso. Kedai bakso ini lokasi persisnya ada di Jalan Kidang Pananjung
atau tidak jauh dari Warung Sate Galunggung. Anda akan bisa menikmati bakso yang
terbuat dari daging sapi asli dengan kuah kaldunya yang begitu sedap.

Es Dawet Pangandaran

Apabila Anda merasa kepanasan setelah berjalan–jalan di pantai, maka sebaiknya
mampir ke Dawet Pangandaran yang lokasi persisnya berada di Jalan Pangandaran KM
0,1.

Kedai ini juga memiliki menu andalan yaitu dawet hitam dawala yang mana merupakan varian dawet khas dari daerah Pangandaran yang menjadi favorit wisatawan.

Pondok Pangandaran

Tempat wisata Kuliner Pangandaran berikutnya yang wajib Anda kunjungi adalah
Pondok Pangandaran yang mana lokasi persisnya berada di Jalan Green Ville blok BL-6,
Pangandaran. Di kedai ini ada menu andalan yang menjadi favorit para wisatawan,
sebut saja cumi goreng gurih pedas yang rasanya sangat lezat, Anda bisa
menikmatinya dengan harga Rp. 30 ribu per porsi.

Soto Jarkowi

Setelah berkunjung ke kedai dan rumah makan, tidak ada salahnya Anda mencoba
makanan yang dijajakan pedagang PKL. Meski kiosnya hanya bangunan saung yang
terbuat dari bambu serta lokasinya berada di pinggir jalan, namun Soto Jarkowi banyak
diburu para wisatawan. Maka jangan heran, kalau warung soto ini selalu disesaki para
pelanggannya.

Soto Jarkowi ini merupakan khas Pangandaran yang juga menjadi primadona Kuliner
Pangandaran. Kuahnya yang bening berwarna kuning menjadi ciri khas mengapa soto
Pangandaran ini begitu dicari para wisatawan. Irisan daging ayam yang begitu lembut
menambah kenikmatan saat merasakan kuliner yang satu ini. Bihun, kerupuk berwarna
merah, dan taburan irisan daun juga tak lupa menghiasi mangkuk besar soto khas
Pangandaran.

Foto 6_Soto Jarkowi
Meskipun di berbagai daerah di Indonesia banyak sekali jenis soto, misalnya saja soto
Lamongan, tapi wisatawan tidak boleh lupa mencicipi soto ini. Karena memang soto
Jarkowi rasanya sangat khas dan tentu berbeda dengan soto yang ada di daerah lain.

Soto ini biasanya dijual dengan harga sangat murah mulai dari Rp 10 ribu. Lokasi
warung Soto Jarkowi ini berada di komplek Pasar Pananjung Pangandaran atau tidak
jauh dari rumah pribadi Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Itulah beberapa tempat untuk menikmati kuliner di Pangandaran. Sensasinya jadi
terasa lebih seru karena memang berada di sekitar pantai yang pastinya akan
menambah kenyamanan anda saat santap makanan. Anda sudah coba yang mana nih?
Atau belum pernah berwisata ke Pangandaran? Kalau belum, ayo buruan datang! ***