Semiliar Stok Cinta Ibuk untuk Sang Ananda

“Loooh, ini ponakan apa adeknya?”

“Ini anak saya.”

“HAH? Anaknya? Mosok iya, Mbak? Mbaknya emang umur berapa?”

Tidak sekali dua kali saya terima compliment kayak begini. Biasanya kalau saya jalan berdua sama Sidqi doang, ada aja ibu-ibu (atau uti-uti) yang bilang kalau kami lebih mirip kakak-adik ketimbang ibu-anak.

Oh, well. Hormon pertumbuhan Sidqi memang lagi dahsyat-dahsyatnya. Suara dia sekarang nge-bass. Padahal, dulu pas kecil cempreng dan innocent abis. Tinggi badannya juga sudah hampir menyamai Emak. Jadi ya gitu lah, tidak sedikit yang miss-interpret dan menyangka kami adalah siblings.

Continue reading

To Resign or Not to Resign

Yeayyy! Bentar lagi kalender di rumah udah hampir expired nih. Well, to be honest, saya ngerasa beraaaatttt banget berpisah dengan 2017. Tahun ini tuh, rasanya nano-nano, gado-gado, karedok, campur aduk bangeeeettt! Ya ada lah satu dua insiden yang bikin kalbu saya terkoyak terkaing-kaing *halah, bahasamuuuuu mak!* tapi, tentu saja, itu semua tertutupi dengan buanyaaaaakkknya kebahagiaan duniawi yang saya dapatkan.

Yeah. I’m talking about kesempatan yang Allah berikan pada diriku untuk bisa traveling overseas. Sampe ke Amrik. Diundang Google. GRATIS. Ini super-duper-rezeki-yang-boleh-jadi-once-in-our-lifetime gitu lah.

Baca: Creative People Goes to Google LG Summit 2017 

Continue reading

Tips Merebus Santan Agar Tidak Mudah Pecah

Tips Merebus Santan Agar Tidak Mudah Pecah

 

Saat memasak hidangan yang menggunakan santan, saya seringkali berhadapan dengan permasalahan santan yang mudah pecah. Mungkin bukan hanya saya yang mengalaminya. Kita pasti menginginkan kualitas yang bagus dalam olahan santan kelapa yang kita masak. Berikut ini adalah beberapa tips yang sudah saya coba lakukan untuk mengatasi santan yang mudah pecah saat dimasak.

Continue reading

Liburan Sekolah Enaknya Ke Mana atau Ngapain ya? Ini Beberapa Ide Isi Liburan Sekolah

Halo halo haloooo, para krucils udah mulai Liburan semester yak? Gimana planning liburannya? Kalo saya sih, duuuh… acakadut! Hihihi. Mau curhat dikit yak. Emaknya Sidqi butuh menghempas manja gundah gulana yang belum kunjung sirna #eaaa it rhymes!

Jadi, di akhir tahun ini, kami sama sekali belum ada planning buat cuss ke luar kota. Nggak ada bayangan mau family trip ke mana pun. Kalau tahun-tahun sebelumnya, sempat plesir ke Bandung, dengan peserta trip 4 orang: saya, suami, Sidqi, dan uti Fat (sebelum beliau disengat kanker paru dan saat ini sudah berpulang)

Continue reading

Cintaku Berlabuh di Terminal Teluk Lamong

—Eaaaak, udah kayak FTV kaaaan, judulnya? —

Okai gaes. Gue sekarang mau berceloteh dengan style mahmud abas (mamah muda anak baru satu) jaman now.

Ceritanya, 6-7 Desember lalu, gue sangaat sangat hepi hepi joy memenuhi undangan tim Corporate Communications Terminal Teluk Lamong untuk bertandang ke sana. (thanks to Bpk Reka Yusmara and team!) Terminal Teluk Lamong ini berlokasi di Surabaya, tepatnya di Jl. Raya Tambak Osowilangun Km. 12, Kelurahan Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo, Surabaya.

DSCF7678

(Semacam OOTD) : Waaaawww, Terminal Teluk Lamongnya GEDEEEEE dan RESIIIK

O iya, dalam kesempatan ini, kami juga mengucapkan HAPPY ANNIVERSARY TERMINAL TELUK LAMONG! WISH YOU ALL THE BEST!

Baru umur 4 tahun, udah awesome banget nih, pencapaiannya! Terminal Teluk Lamong meraih Second Place Best IT System Indonesia Best e-Corp 2015 (versi majalah SWA), Marketeers of The Year 2016 for Infrastructure (MarkPlus Inc.), Penerapan ISPS Code Tercanggih di Indonesia (US Coast Guard-Ocean Week) dan segabruk penghargaan lainnya.

NH__1043

Ini gue ngetik postingan sambil rada-rada sulit move on dari acara kemarin nih! Hahaha. 

***

Ada banyaaaak banget agenda yang bakal kami jabanin satu per satu. Saking hepinya, beberapa hari sebelum D-day, gue crita dong, ke beberapa sepupu, termasuk (sebut saja namanya) sist Kamilia.

“Eh, sist! Gue Rabu-Kamis besok mau ada Bloggers Trip ke Teluk Lamong lho!”

“Waaaahhh, asyik banget tuh mbaaaa! Banyakin potonya yak! Kapan-kapan aku ajak anak dan suamiku buat wisata ke sana!”

WISATA KE SANA.

Gleg.

Ternyata oh ternyata, adek sepupu gue yang super gahol-unyu-menggemaskan ini menganggap Teluk Lamong adalah DESTINASI WISATA.

“Lho? Jadi kamu nggak tahu tho.. Teluk Lamong itu apa?”

“Tempat wisata bukaaaan? Semacam Kenjeran gitu kan mba?”

((SEMACAM KENJERAN))  

***

Okai… demi kemaslahatan bersama, mari gue jelaskan bahwa Terminal Teluk Lamong (TTL) ini BUKAN tempat wisata ya buibu… adik-adik… tante-tante dan pemirsa sekalian.

Sesuai dengan namanya, TTL adalah Terminal. Yap, terminal yang difungsikan sebagai jalur transportasi antar-pelabuhan. Gampangannya gini dah. Misal, ente adalah pengusaha eksportir atau importir barang dalam jumlah massal. Pasti butuh pengiriman pake kargo kan? Pasti butuh dikirim dengan metode yang super-duper efisien kan? Pasti butuh jaminan kualitas paripurna dengan dwelling time (masa tunggu bongkar muat barang) yang nggak bikin uban tumbuh merajalela~membahana~menembus~sukma saking sutrisnya kan? Pasti udah eneg dengan PungLi akibat sistem transaksi yang nggak tranparan dan digital/ online-based kan? 

 

NAH!

TERMINAL TELUK LAMONG ADALAH JAWABAN ATAS KEGALAUAN ANDA SEMUA, WAHAI SAUDARA-SAUDARAKU TERCINTA!

Kenapa?

Ya karena, TTL ini mengusung prinsip THE FIRST GREEN and SEMI-AUTOMATIC PORT in INDONESIA. Gilaaak, kece paraaaahhh deh, kalo lo udah masuk dan nangkring di dalamya.

Gue aja ternganga lihat betapa cantik, kinclong, resik, aaaakkk… pokoke nggak ada deh itu image terminal pelabuhan yang rungsep, kotor, bau, penuh ceceran oli dan para kuli pelabuhan yang (monmaap lahir batin yeeee) identik dengan pekerja kasar yang dekil, kumal, dan sering cuit-cuitan ciwi-ciwi yang seliweran  *lah, curcol mbaaaa?*

NH__0940

Emangnya apa aja sih, yang jadi diferensiasi TTL dibandingkan terminal pelabuhan lainnya? Okai, gue kupas satu-satu ya! Kalem aja shay. Sambil nyemil-nyemil tsantik juga boleh banget. Ini gue jabarkan berdasarkan experience yang kami lakoni ketika ikutan event cethar “Blogger Goes to Lamong”.

 

(1). WORKING PLACE SHOULD BE FUN!

Rombongan blogger sampai di kawasan TTL sekitar jam 08.30 pagi dan kami disambut oleh para bikers yang ternyata adalah…. Jajaran Direksi plus karyawan TTL!

Wowwwww, super wowww! Ternyata, setiap Rabu, ada aktivitas rutin ‘Bike to Work’ yang memang digadang-gadang sebagai sarana untuk menjalin kebersamaan, persatuan kesatuan, antara pejabat struktural dan pegawai. THUMBS UP! Out of the box banget kan? Dengan adanya olahraga asyique macam gini, interaksi bisa terjalin dengan lebih cihuy, komunikasi di ranah kerja juga makin oce oye. Bonusnya? Perut rata, gelambir pun sirna!

NH__0906

*Dengki banget gue lihat postur bodi Pak Eko Hariyadi, Direktur SDM, Keuangan dan Umum TTL yang perutnya rata*

*Okefix! Minggu depan gue mau bike to mall jugaaaaa wakakaka, tapi berakhir dengan pesen takoyaki, ayam geprek, steak, lho…. Gelambirnya ga jadi yuk dadah bubbye dong*

 

Kelar lihat bodi-bodi nan six-pack, sirik kekaguman gue makin menjadi-jadi manakala lihat sekujur kantor Terminal Teluk Lamong. GOKIL PARAAAHHH! Aneka quotes yang super-duper inspiring berjajar memenuhi tembok di mari. Gilak, gilaaak! Ini sih, beneran kantor yang ala-ala milenial banget.

NH__0919

Ini “adek ketemu gede” gue sekaligus kontributor di blog bukanbocahbiasa.com. Sila follow IG-nya kakaaaak 😀 😀 Akunnya @kangerik_ingsun

NH__0898

Udah gitu, buanyaaaakk permainan buat relax dan stress-release, sejumlah spot buat gegoleran, dan ada karaokenya jugaaaak, wadaaawww! *Yuk, kita nyanyik lagu Via Vallen!*

NH__0930

KARAOKE karo kowe yuk mzzzzzzz 😀

“Waaah, ini kantornya beneran mirip Google ya Pak?” gue iseng nanya ke Pak Eko Hariyadi.

“Lho, kita udah sejak tahun 2014 kayak gini. Kayaknya Google yang kayak kantor kita!”

“Wahahahahahahah, baiklaaaahh!”

 

 Baca: Diundang Google ke Amerika

 

(2). TTL MEMENUHI STANDAR PELAYANAN KAPAL INTERNASIONAL

Kalo lingkungan kerjanya asyik bingits, maka SDM yang terlibat di dalamnya diharapkan bisa memaknai pekerjaan sebagai ‘calling’ dan passionate banget. Dengan manajemen yang rapi dan visioner, ini bisa menjadikan Teluk Lamong sebagai entitas korporasi yang amazing! Gue baru tahu sih, kalo setiap pelabuhan kudu memenuhi standar International Ship and Port Securty (ISPS) Code. Intinya gini. Sebagai penyedia pelayanan kapal domestik dan internasional, TTL udah meraih lisensi ISPS Code, dengan kode  ID SUB-0018. Bahkan, The United States Coast Guard (US Coast Guard) alias Angkatan Bersenjata Amerika Serikat udah berkunjung ke TTL di bulan Juni llu, buat menyaksikan dengan mata kepala sendiri plus tampang ganteng dan bodi kekar mereka terkait penerapan ISPS di kawasan TTL!

DSCF7679

Sebagai blogger, pastinya gue dilanda Kemal alias Kepo Maksimal dong, apa aja yang dilakoni TTL sehingga bisa meraih lisensi ini.

Bapak Reka Yusmara, selaku Kepala Humas/ Corporate Communication TTL bilang, “Rabu 6 Desember itu pas banget kita ada Exercise ISPS Code 201. Latihan gabungan ini persyaratan bagi pelabuhan yang telah memenuhi stadar ISPS, maksimal 8 bulan sekali. Teman-teman blogger lihat langsung aja!”

Waakkss…. Super-yaayy! Kami lihat langsung exercise yang dihadiri para pejabat, di antaranya: Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Polsek Tajung Perak, 9 Direktur Fasilitas Pelabuhan Wilayah Tanjung Perak dan Unit K3 di Wilayah Tanjung Perak.

Jadi skenario latihannya nih…. Ada penyusup yang menyusup (namanya juga penyusup, so pasti tugasnya menyusup, piye sih) ke dalam kawasan TTL. Doi nyiram bahan bakar plus api gitu, blaaaarrrr….. kebakaran dooong, trus atas koordinasi plus kesigapan tim TTL dan Polsek terkait, penyusup berhasil dilumpuhkan. Api juga dipadamkan. BRAVO!

(3). TERMINAL RAMAH LINGKUNGAN

Nggak ada tuh yang namanya sampah. Nggak ada bau-bau genggeus khas terminal/ pelabuhan konvensional. Semuanya serba resik, terawat, padahal lahannya luas banget! Karena seperti yang gue singgung sebelumnya, memang konsep yang diusung TTL adalah “terminal go green/ berkonsep ramah lingkungan dan berteknologi semi-otomatis pertama di Indonesia. TTL punya 2 dermaga, dermaga petikemas sepanjang 500 meter dan dermaga curah kering sepanjang 250 meter.

Seluruh kegiatan pelayanan di terminal menggunakan energi yang ramah lingkungan.

(a). Truk berbahan bakar CNG (Compressed Natrium Gas)

(b). Automated Stacking Crane (ASC): Ini teknologi yang awesome-keren-bin-gokil ! Lo bisa bayangin, mindahin container (yang segede alaihim gambreng) dengan metode segampang main online-game broooh!

DSCF7799

Mbak Linda, si cantik yang in charge di ASC Tower Terminal Teluk Lamong

Jadi gini mekanismenya. Pada pergerakan di Container Yard, ASC melakukan lift on dan lift off secara sistem, TANPA dioperasikan manusia! Nah, baru deh, di areal receiving and delivery, ASC digerakkan oleh operator yang ada di atas tower, dengan menggunakan computer dan stick penggerak berdasarkan layar monitor!  Bahkan beberapa operator ASC ini perempewi lho buibuuuk!

DSCF7792

Kalo yang ini, numpang eksis belaka, sist!

Bukan hanya operator. DIREKTUR UTAMA TTL JUGA SEORANG PEREMPUAN YANG SUNGGUH LUAR BIASA INSPIRATIF. InsyaAllah akan gue ulas tuntas di postingan selanjutnya, yes.

O iya. Teknologi ASC ini hanya dimiliki LIMA PELABUHAN di dunia, yaitu di Amerika, Korea Selatan, Dubai, Catalunya Spanyol, dan Teluk Lamong INDONESIA! 

(c ). Ship to Shore (STS) : Untuk melayani kapal domestik dan internasional, ada 10 STS di dermaga, dengan kemampuan angkat 35 box/ jam, dan twin lift (mampu mengangkat 2×20 feet sekaligus). STS di TTL ini bertenaga listrik lho, jadi ramah lingkungan banget nget

DSCF7674

(d). Combined Terminal Tractor (CTT) dan Docking System: CTT adalah truk otomasi untuk mengangkut petikemas dari dan ke kapal,  dengan sensor yang dapat menangkat sinyal secara cepat TANPA pengemudi. Chasis truk CTT bersifat hidrolis, sehingga gampil buat meletakkan petikemas di Docking System.

Lalu, Docking System itu apa, kakaaaakk?

Docking system mempermudan dan mempercepat  peletakan petikemas ke lapngan penumpukan dan TTL adalah SATU-SATUNYA TERMINAL DI JAGAT RAYA yang punya alat ini!

(e). Grab Ship Unloader (GSU) : Ada 2 unit GSU yang digunakan untuk melakukan bongkar curah kering. Pada pelayanan curah kering, TTL sebagai terminal ramah lingkungan hanya melayani komoditi food and feed grain.

GSU berkapasitas 2000 ton/ jam dan menggunakan tenaga listrik. Kenapa? Ya itu tadi, supaya ramah lingkungan, kakaaaakk

(f ). Conveyor : ini untuk mempermudah kecepatan dan ketepatan pelayanan curah kering di TTL

(g ). PLTMG: Di tahun 2016, TTL mendirikan anak perusahaan pertama bernama PT Lamong Energi Indonesia (LEI) yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG). PT LEI dibangun untuk memenuhi pasokan listrik TTL. Saat ini, ada 2 mesin PLTMG dengan kapasitas masing-masing 3,3 MW dan diperbesar seiring dengan perkembangan bisnis TTL.

***

Ajiiib banget kaaaan Terminal Teluk Lamong ini? Gue masih gatel pengin nulis lebih banyaaak lagi, tapi entar deh, insyaAllah disambung di postingan berikutnya yak.

Yang jelas, lo bisa banget klik video yang udah gue embed di sini, biar makin BANGGA dengan eksistensi Terminal Teluk Lamong (TTL). For your info nih gaes, dengan segala kecanggihan dan sophisticated technology yang dimiliki TTL, Nasionalisme kita makin meluap-luap karena TTL dibangun oleh Sinergi BUMN dengan program “Berbakti untuk Negeri”. Jadi, komposisi kepemilikan saham TTL adalah: 99,5 % milik Pelindo III, sementara 0,05% milik koperasi pegawai Pelindo III. 

Sekali lagiiii, SELAMAT ULANG TAHUN BUAT TERMINAL TELUK LAMONG!

BANYAK BERKAH, SENANTIASA MEMBERIKAN KEBERMANFAATAN UNTUK BANGSA DAN NEGARA! 

TELUK LAMONG GO GREAT!

 

Terminal Teluk Lamong 

Jl. Raya Tambak Osowilangun Km. 12, Kelurahan Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo, Surabaya.

http://www.teluklamong.co.id