blogging, lifestyle, Review, traveling, Uncategorized

Plesir Gratis ke Thailand Bareng Priceza Indonesia

Sudah follow Instagram @bundasidqi kan? Yang beluum, silakan di-follow yak. Trus komen di salah satu postingan saya, supaya bisa segera saya follow balik 🙂

Di IG, saya beberapa kali posting tentang #PricezaHoliday. Intinya, foto-foto selama saya bareng 6 pemenang lainnya, yang lagi asyik piknik di sejumlah destinasi di Bangkok, Thailand.

Lumayan lahh… Bisa buat nambah-nambahin stempel di paspor hehehehehe

Baca: Cara Mengurus Paspor di Imigrasi Surabaya

Plesir gratisan selama 3 hari 2 malam ini disponsori oleh Priceza Indonesia. Ceki-ceki websitenya di http://www.priceza.co.id/ yah.

Kok bisa kami jadi pemenang sih? Yoi, Priceza ini mencari para penulis/blogger yang sanggup menerbitkan sebanyak 50 *yeap, LIMA PULUH* artikel dalam rentang (akhir) Oktober hingga Desember 2016!

Banyaaaaak ya?

Continue reading “Plesir Gratis ke Thailand Bareng Priceza Indonesia”

lifestyle, medis, parenting, Review, sehat, traveling

Ajak Anak ke Museum Rokok, Yay or Nay?

 

 

Di Surabaya ada banyaaaaak banget tempat wisata yang bisa kita kunjungi. Sebutin deh, pantai kenjeran, kebun binatang, wisata religi di Ampel ataupun ke Masjid Al-Akbar, segambreeeng, ada semua! Apalagi wisata ngabis-ngabisin duit alias shopping to the max. Wohooo, dont worry, mall itu tumplek blek di kota ini. 

Tapi, terkadang, saya pengin mengajak Sidqi untuk menjelajah Surabaya di destinasi yang more than just leisure and pleasure place belaka gitu. Duluuu, pernah ngajak ke Kaza Simulator Centre di mana kita bisa jadi pilot sehari gitu deh, ada simulator pesawat plus ada pemandunya juga… dengan ongkos yang muraaaaah banget, start from 15K aja cobaaak! 

 

Baca: Jadi Pilot Sehari di Kaza Simulator Center

Tapi eh ladalaaah, ternyata wahananya tutup dong dong dong 😦 #mewekKejer 

Padahal, menurut saya nih, Surabaya HARUSNYA lebih memperbanyak wahana semacam ini! Yang bisa jadi sarana edutainment! Karena kalau melihat progress mall dan aneka destinasi wisata “perongrong dompet”, bisa-bisa anak Surabaya malah terjangkit hedon akut doang. 

Ish issshhh, serius amat makmu, duhai Sidqi??

***

Continue reading “Ajak Anak ke Museum Rokok, Yay or Nay?”

lifestyle, Review, Uncategorized

Agar Secantik Ira Koesno Tanpa Bikin Dompet Melongo

Masih pada ngerumpiin “ajaib”-nya Mbak Ira Koesno nggak sih?

Yeah, pasca debat Pilkada Calon Gubernur DKI Jakarta, kayaknya banyak orang yang justru salah fokus, bukannya membahas SWOT masing-masing pasangan, tapi malah kepo binti penasaran akut, tentang pegimane itu cewek 47 tahun ((EMPAT PULUH TUJUH TAHUN)) yang tetap kinclong, memikat, awesome, dan kulitnya nyaris tanpa kendor.

Yang jelas, saya nggak bakal membahas soal dokter kulitnya mbak Ira #SokIkribBingitsSis 

Karena kita berada di zona yang berbeda shay 🙂 Budget perawatan kulit dan kecantikan doi selama sebulan kayaknya setara dengan budget sembako keluarga kami selama setahun 🙂 Jadi, ya nggak level gitu.

Continue reading “Agar Secantik Ira Koesno Tanpa Bikin Dompet Melongo”

Uncategorized

Dilarang Sombong

Memang Allah tidak mengizinkan hamba-Nya untuk sombong 🙂

Baiklah. Aku mulai ceracau tak karuan ini ketimbang kepala meledak karena emosi yang menggelegak.

Ceritanya, dua hari lalu, Sidqi anakku ditunjuk gurunya untuk ikut seleksi pra-olimpiade. Kayaknya sih, ujung-ujungnya bakal mewakili Kecamatan, dan at the end of the day bakal berkompetisi di level kotamadya.

FYI, dari 40-an siswa di kelas, Sidqi yang terpilih untuk mewakili lomba matematika. See? Jadi, anakku itu sebenernya enggak bodoh (lagian, siapa sih maaaak, yang bilang sidqi bodo? :P)

Aku sebagai emaknya tentu terhura, karena ngga biasanya guru memberi kesempatan pada Sidqi untuk maju berkompetisi. Dia ini anak tunggal, terbiasa dimanja, diasuh dengan helicopter parenting style (blame me for this!) dan yaaa  begitulah….

Sidqi bukan tipe petarung yang siap kalah ataupun menang. Bahkan, sempat bilang gini,

“Aku kan pemalu, Bu…. Nanti kalau aku menang trus disuruh naik panggung, aku malu…”

*sigh*

Buatku ini latihan kesabaran. Sekaligus berlatih untuk mengendalikan lidah. Diiih, ini susah banget! Maklum, emak2 sumbu pendek… Gampang banget merapalkan hal-hal buruk, yang bakal ia sesali sepersekian detik kemudian.

Semalam, Sidqi belajar ekstra. Yaaaa, disambi main game juga sik. Tapi, intinya, di mau belajar. Ini lumayan… lumayan bikin saya pede bahwa Sidqi bakal tetap ikutan seleksi Kamis pagi.

Kamis (19/1) pagi, dia bangun… sholat subuh… dan masih mau belajar tentang perkalian desimal, pohon faktor, endebrai endebrai. Aku yakin lah, dengan kemampuan dia. I mean, he will do his best gitu loo.. Masalah ntar kepilih atau nggak, urusan nanti. Yang penting Sidqi berani maju aja. Sarapan, minum susu… semua udah dilakoni.

Oke, jam 630 waktunya mandi…. Karena seleksi dimulai jam 7. (sekolah hanya ditempuh 5 menit perjalanan dari rumah kami)

Daaaan……. DRAMA dimulai. Setan pagi hari itu maknyus sekali yak (sekarang nyalahin setan). Genderang Perang Ibu-anak ditabuh. Sidqi mogok. Nggak mau meneruskan langkah ke kamar mandi. Memilih leyeh-leyeh di depan TV, dengan alasan “Aku capek… Kakiku capek… Ini capek… aku nggak mau ikut….”

Duh. Kulakan “sabar” ada di mana sih? Ada yang jadi reseller “kapsul ibu setrong nan tangguh” ala Dian Sastro ngga sih?

Udah… anakku cranky… dan emaknya juga ketularan hahahaha. Bubaaaaarrr…. Ambyaaarr semua persiapan yang dimulai sejak dua malam lalu.

Oke, sekarang saya akui saya kecewa. SANGAT KECEWA. Anak saya tidak bodoh, hanya saja, nyali dia buat bertarung sangat sangat sangat ciut. Saya salah mendidik dia. Tapi, gimana cara perbaikinya? Dibawa ke bengkel mana? Aseli, saya jadi benci sama diri sendiri.

Don’t get me wrong… Saya bukannya ambisi anak harus menang olimpiade atau gimana gimana. Tapi tentu saja saya malu sama wali kelas Sidqi. Saya malu, ketika harus mengakui bahwa saya ibu yang payah, tidak bisa mengondisikan anak untuk tetap bersemangat dan percaya diri maju berkompetisi.

Aaaah… sudahlah. Mungkin, ini pelajaran dari Sang Maha, bahwa memang saya nggak boleh sombong. Let it go. Let it go. Terima saja kenyataan bahwa memang, kali ini kami berdua resmi jadi pecundang.(*)

 

 

lifestyle, Review

Serunya Dapat Cashback dengan Belanja di ShopBack!

 

Serunya Dapat Cashback dengan Belanja di ShopBack!

Sudah tergoreskan di suratan takdir, bahwa para perempuan (pada umumnya) hobi banget blanja blanji. Nggak harus shopping yang totalitas ala princess sih, tapiii… perempuan pastinya doyan dong, kalau diajakin buat shopping. Apalagi, sekarang buanyak banget marketplace dan situs shoppingonline, yang bikin transaksi kian gampil.

Uniknya, meskipun demen shopping, perempuan juga (pada umumnya) dituntut buat merangkap jabatan sebagai Menteri Keuangan, Auditor BPK sekaligus KPK juga, di ranah rumah tangga! Hahaha. Cobaaa, mana itu emak-emak yang doyan gerebek duit di kantong celana para bapak #eaaaa

Jabatan rangkap (sebagai Menkeu, auditor BPK sekaligus KPK itu tadi) sudah pasti menuntut kita buat berhemat ya kan? Boleh boleh aja sih shopping, tapi kondisi keuangan enggak boleh compang-camping. Silakan berburu produk yang emang disayang, asalkan anggaran nggak jadi jomplang.

Trus, trus, gimana dong, caranya, biar hasrat belanja tersalurkan, tapi program penghematan enggak awut-awutan?

San to the Tai… Santaaaaaiiii!

Karena, ada pahlawan para online shopper bernama SHOPBACK, yaaayyy!!!

Jadi, gini lho, sist, buibuk, dan semua penggemar online shopping. Biasanya, kita tuh kalo shopping ya udah deh yaaa… merelakan sebagian rupiah kita hengkang, berpindah ke rekening si bakul online shop. Kita dapat barang, uang pun melayang. Nah, kalo lo lo pada belanja pake aplikasi ShopBack, yang ada kita malah dapat cashback saban shopping! Lhooo… kok bisa?

Continue reading “Serunya Dapat Cashback dengan Belanja di ShopBack!”

kuliner, lifestyle, Review

Lazizaa Fried Chicken, Jalani Prinsip Bisnis Rahmatan lil Alamin

 

Jalani Prinsip Rahmatan lil Alamin

Apa yang membedakan Lazizaa Fried Chicken dengan restoran cepat saji lainnya? Yang paling kelihatan adalah, program marketing mereka yang unik dan genuine. Di antaranya program “Makan gratis bayar dengan doa”. Eits, tidak sembarang konsumen bisa ikut program ini. Makan gratis didedikasikan untuk mereka yang melakukan ibadah puasa sunnah Senin-Kamis. Jadi, Lazizaa mennginfaqkan paket buka puasa gratis.

Continue reading “Lazizaa Fried Chicken, Jalani Prinsip Bisnis Rahmatan lil Alamin”

blogging, lifestyle, Review

Sejumput Ide untuk Event Blogger 2017

Saya tahu, bikin event yang “unik” “anti-mainstream” dan “impresif” itu sama sekali nggak gampang. Duluuu, pas zaman masih muda (sekarang juga masih kok #eaaaa) saya beberapa kali bikin media gathering. Konsepnya ya gitu gitu aja sih. Media luncheon, press conference, press briefing… datang, dengerin orang brand ngomong… kalo ada artisnya juga makin sip, ada sesi tanya jawab…. nyatet, biar seru kasih doorprize atau quiz… lalu balik ke kantor bikin berita. Udah, gitu aja.

Hmm, mumpung masih awal Januari 2017, saya mau berceloteh soal event blogger. Kalau mau jujur, event blogger dari hari ke hari konsepnya kurang lebih sama ya. Kalau nggak talk show, seminar, workshop, intinya acara yang digelar indoor dengan pemateri yang tak jauh beda. Perwakilan brand, pakar (sesuai dengan tema acara), kemudian para blogger diminta untuk live tweet dengan hastag tertentu, lalu tanya jawab, quiz, makan siang, bagi-bagi goodies bag, foto bareng, pulang. Kemudian dapat PR untuk nulis di blog masing-masing.

Nyaris semua event punya SOP serupa. Ada gejala apa ini? Mungkin para agency kreatif butuh masukan dari blogger. Supaya, di tahun 2017 ini bisa menghelat event dengan style yang berbeda. Apa aja contohnya?

(1). Gelarlah Event di Kapal Pesiar/ Wisata atau Moda Transportasi seperti Kereta Api

Selama ini, event blogger dihelat indoor di lokasi yang boleh dibilang amat comfort zone, kalau nggak meeting room hotel, restoran, cafe, ya semacam itu. Ada baiknya, sesekali brand bekerja sama dengan vendor operator kapal.

Kalau di Surabaya, ada tuh Pelindo Artama Cruise. Jadi, nanti blogger diminta datang ke meeting point yang sudah ditetapkan, yaitu start kapal siap meluncur. Briefing sejenak, diberi pengarahan oleh operator, lalu silakan masuk ke dalam arena wisata, eh… arena seputar edukasi brand.

Lantas, acaranya dikemas seperti apa? Monggo, lagi-lagi mau bikin talk show, dll juga silakan. Yang jadi highlight-nya adalah, acara ini digelar di dalam kapal wisata, sambil mengarungi samudera. This is uber cool!

Atau…. bisa juga booking satu gerbong kereta, dan bikin event di dalam sana 🙂 Mau booking satu pesawat juga okey dokey beybeh loh.

(2). Olahraga Bareng

Hmm, mungkin budget nyewa kapal pesiar/ pesawat/ KA terlalu mahal? Yo wis, cari yang low budget ajah. Silakan undang blogger dan ajak untuk ber-workout bareng. Come on, ini sudah 2017, waktunya kita untuk lebih menyehatkan fisik dan jiwa dengan memperbaiki gaya hidup.

Bisa berupa yoga, zumba, pilates, atau lari bareng 2 kilo gitu lah. Ada beberapa brand yang sudah menerapkan hal ini, kalau tidak salah obat pengurang nyeri saat haid. Mereka bikin program yoga on rooftop, kece bener ini! Nah, blogger kan rentan kena penyakit tuh, karena kebanyakan mantengin laptop. Boleh looo, kalau diajak buat olahraga bareng, lebih asyik lagi kalau di-provide segala perlengkapan olahraga, sepatu Nike misalnya #TerKodeKeras

Olahraga ini juga bisa diwujudkan main bowling bareng. Di salah satu mall Surabaya, ada arena bowling yang luas banget, dilengkapi dengan food court juga dan ada beberapa resto yang representatif. Ajaklah blogger untuk seseruan bowling, foto-foto, saling berkompetisi siapa yang banyak strike! Lalu, setelah itu, giring mereka untuk menuju ke resto, di mana brand siap menggelontorkan edukasi.

Kelar olahraga, badan segar sehat sentosa, lanjuuuut deh, kita bisa menyimak key message yang sedang diusung oleh brand.

(3). Karaoke

Hahahaha…. kalau ini sih, saya yang mupeeeeeng 🙂

Dulu pas jadi wartawan, sempat ada beberapa undangan karaoke bareng, tapi waktu itu masih belum pede ih. Padahal, syarat utama karaoke adalah cuek beybeeehhh, ora popo walaupun suara engga se-cethar Adele, yang penting bisa seseruan lah ya. Pokoke nyantai aja 🙂

Lah, kalau suaranya welek bingits dan nggak pede blas, kepriben? Yaaaa nyanyinya jangan kenceng-kenceng. Bagian backing vocal aja gapapa, haha.

Karaoke ini asyik untuk menstimulasi jiwa supaya nggak tegang dan terlampau serius (baca: ngoyo) tatkala menjalani hidup. Santaaaaaiii ajaaaa, kayak di pantaaaaaiiii….

(4). Plesir Bareng

Kalau yang ini, udah pasti blogger lonjak-lonjak kegirangaaaaan! Hahaha. Apalagi, kalau ditambah nginep gretong di resort yang kecenya nggak ketulungan, uhuksss

Baca: West Lake Resort

Ketika plesir bareng, brand bisa menyediakan armada bus yang representatif. Lengkapi dengan sound system yang mumpuni. Sekedar saran, selama di bus, bikinlah games atau keseruan yang cihuy. Jangan biarkan para blogger diam ataupun nggak muncul chemistry dengan brand Anda. Justru Anda harus memanfaatkan momen road trip ini, sebagai sarana creating experience bagi blogger. (*)

 

blogging, lifestyle, Uncategorized

Wifi Terpasang = Jaminan Semangat Ngeblog Takkan Usang?

Sudah beberapa bulan terakhir, rumah yang kami tempati tak lagi terpasang Wifi. Akibatnya bisa ditebak, semangat ngeblog saya jadi kembang kempis 🙂 Udah beberapa destinasi kuliner disatroni, ehh…. ternyata nggak menjamin blog saya jadi ter-update dengan info-info kuliner terkini.

Continue reading “Wifi Terpasang = Jaminan Semangat Ngeblog Takkan Usang?”

lifestyle, Uncategorized

Istidroj atau Berkah (2)

Kemudian, saya mencoba untuk sungguh-sungguh berkontemplasi.

Ada beberapa hal yang mengganjal dalam diri. Dan, berusaha untuk saya carikan jalan keluarnya.

Yang pertama, tentu saja, saya harus perbaiki hubungan antara diri saya dan Sidqi. Well, this is weird, I know.. Sidqi itu anak semata wayang. He’s my only child.. jadi, sudah seharusnya saya menyayangi dia sepenuh jiwa. Dan, sialnya… kebanyakan ‘kutukan’ ortu beranak satu adalah… sayang kami sungguh terlalu. Overdosis. Somehow, ini menjadikan Sidqi sebagai bocah yang too much kasih sayang.

Continue reading “Istidroj atau Berkah (2)”

lifestyle

Istidroj atau Berkah?

Disclaimer: Sebelum membaca postingan ini, satu prasyarat utama: DILARANG BAPER 🙂 Saya sedang menulis untuk menasehati diri sendiri. Sama sekali tidak ada tendensi untuk menuding siapapun. This article is dedicated for me, myself, and emaknya Sidqi :)))

 

***

Jadi, begini.

Mulai dari mana yak, ceritanya? Haha.

Okai, setelah ikutan event SGM Mombassador beberapa waktu lalu, saya akhirnya kenal dengan beberapa emak/bunda yang masuk dalam kategori Kuter alias Kuis Hunter. Yeap, sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa yang namanya Kuter tuh mayoritas seruuuu, asoy geboy, kreatif dan punya daya juang yang setara dengan bom Hiroshima Nagasaki hahaha. Intinya mereka petarung banget lah!

Continue reading “Istidroj atau Berkah?”