#DearSon Stok Maaf buat Ibu Masih Banyak kan?

Watch Your Words! They become action!

Dari jaman purbakala, aku ada ‘secuil-masalah-besar-yang-sulit-ditemukan-solusinya’, dan ini sangat berkaitan erat dengan rongga wicara alias mulut. Yepps, aku tuh manusia yang lumayan ceplas-ceplos. Gampang banget melabeli seseorang atau sesuatu, dan langsung plosssss gitu aja!

Sekarang, makin ke sini, lidah ini bikin aku terbelit masalah yang tak berujung.

Objek penderita: 1 bocah bernama Sidqi.

Sebenernya Sidqi sama sekali bukan bocah yang nakal. Tapi, namanya bocah, pasti ada aja ulahnya yang kerap membuatku melontarkan kalimat pedas, “Heh! Dasar Anak Nakal!”

Gleg. Abis nyap-nyap, sepersekian detik kemudian, aku ngerasa heran, “Kalo nih bocah nakal, mesti diliat dulu dong ya, siapa Bapak-Ibunya?” #plak!

Ini cerita beberapa tahun silam, ketika Sidqi masih usia 4 tahun.

Salah satu “kenakalan” Sidqi adalah, dia hobi banget ngempet pipis. Kalo udah main *apalagi main Bike Champ, atau Truck Monster Destroyer* Sidqi secara haqqul-yaqin mengatakan bahwa ia tidak ingin pipis.

Dan, muntablah daku sebagai emaknya. “SIDQI! Kalo kamu gak mau pipis, nanti bisa disunat sama dokter! Mau dibawa ke dokter?!”

 

Dan, beberapa hari kemudian, ucapan seorang emak ‘durhaka’ ini nyaris jadi kenyataan.

Sidqi mengeluh Mr P-nya sakit. Setelah aku cek, ternyata ada ruam-ruam merah dan muncul bengkak tidak semestinya. Dia nangis menahan perih saban berkemih.

Kemudian kami bawa dia ke klinik kesehatan dekat rumah, “Wah, ini gara-gara ada sisa air seni yang mengumpul di ujung penis. Dan ini, harus disunat/khitan Bu…”

Gledeeerrr, vonis dokter barusan bikin gw merinding disko. 

 

Sidqi pucat. Bokapnya ga kalah pasi. Setelah lobi sana-sini, didapatkan kesepakatan bahwa “untuk sementara sidqi cukup konsumsi antibiotik dulu saja, dan jangan ngempet pipis, dan kalo pipis tolong dibersihkan dengan seksama & dalam tempo sesingkat2nya.” Halahdalah!

 

***

 

Sejak kejadian ‘tuah mulut’ vs ‘vonis sunat’ itu, bukannya tobat, ternyata aku makin menunjukkan tabiat sebagai emak yang kurang berbakat.

Suatu hari, Sidqi berbohong. Aku lupa tema bohongnya apa. Tapi, sebenernya it’s just kind of white lies, atau bukan sesuatu yang perlu dibesar2in.

Tapi dasar emak lebayyyy, aku spontan nyeletuk, “Eh, Sidqi! Mulai berani bohong sama Ibu ya?? Awas loh, kalo bohong, hidungnya makin panjang kayak Pinokio!”

 

Spontan, Sidqi memegang hidungnya. Saat itu aku terjebak pada dua kesalahan sekaligus:

(1). Nyumpahin anak;

(2). Ngajarin logika bohong yang tak berdasar. Pinokio itu cuman khayalan belaka bukan? #dasar emak dodol 😛

 

Selanjutnya? Hidung Sidqi tentu tidak memanjang atau memancung ala Prince William. Tapiii… Ada sebongkah jerawat yang nangkring dengan manisnya di hidung Sidqi. Bukankah itu artinya hidung Sidqi “memanjang” sekian milimeter?

 

Arrrghhhh….. LIDAHHHHH… kenapa siy lidah ini kok gampiiil banget mengucapkan kalimat-kalimat nir-faedah?

 

Ya Allah… Pemilik Kehidupan….

Berikanlah cahaya di Hatiku, di Lidahku, di Otakku, di Pendengaranku…

Berikanlah kesabaran, kebajikan…

Bimbinglah aku supaya ‘mikir dulu baru ngomong’…

 

 

Dear My Beloved son….

Stok Maaf buat Ibu Masih Banyak kan?

Advertisements

What is Special Thing about Me?

WHAT IS SPECIAL THING ABOUT ME?

*mikir keras*

Uuuuummmmm….. NOTHING! Hahahah. Kalo ditanya hal yang special banget, unique selling point dari diriku, kayaknya yaaa… kagak ada sih. Saya kan emak-emak mediokre. Mirip sama ibu kebanyakan. Yang kudu jumpalitan mengatur skala prioritas dalam hidup, as a mom, as a freelance writer, as a blogger, sama aja pada hakikatnya.

IMG_1567 (1)

Cuman… ada beberapa cerita yang (menurut saya) lumayan unik dan bolehlah buat di-share. Mungkin setelah baca, teman-teman jadi get inspired (haishh!) dan next time bisa mengikuti jejak langkah saya.

***

Okai.

Beberapa tahun lalu, saya tuh kerja jadi jurnalis/penulis di sebuah majalah komunitas muslim, namanya majalah Nurul Hayat. Biarpun ada ‘nurul nurul’-nya, majalah ini BUKAN punya saya ya, hehe. Saya karyawan biasa kok di sana.

Selain rutin mengirimkan artikel di sejumlah rubrik, tugas saya lainnya adalah: mengontak ustadz/pakar keislaman yang jadi kolumnis di majalah kami. Prof Mohammad Ali Aziz, adalah ustadz yang sering saya kirimi friendly reminder, buat ngingetin kalo ini udah masuk jadwal kirim naskah. Semacam itu.

Naaaah, suatu ketika Prof Ali udah kirim naskah untuk bulan itu (majalah kami terbit bulanan, eniwei), lalu beliau mengabarkan,

Screenshot_2018-01-04-04-26-39

 

“O iya mba. Saya juga sedang menyiapkan beberapa artikel karena saya akan memberi pelatihan sholat di kota-kota besar AS selama dua bulan. Tks.”

Di kantor kami, kebanyakan tipikal manusia yang “Injih, ustadz… injih ustadz…” pokoke kalau merespon ustadz tuh harus default penuh sopan santun dan nggak boleh ada improvisasi.

Kalau saya?

Maybe… “Iseng” is my middle name kali ya. Ketika Prof Ali kirim message itu, langsung saya balas…

“Alhamdulillah… Nuwun sanget , Prof. Mohon doa saya bisa mengikuti jejak Prof safar ke bumi Eropa dan Amerika, aamiiin.”

 

 

 

Bulan Mei 2017, ketika lagi kirim friendly reminder untuk naskah, lagi-lagi beliau kirim info:

“Ya mba, saya mungkin ke luar negeri lagi.”

 

“Semoga safarnya berkah, Prof. InsyaAllah saya ikuti jejak Prof safar around the world, aamiiin”

Screenshot_2018-01-04-04-27-02

Waahahhaa. Daaaaan…. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam… Apa yang tampak iseng belaka….. pada hakikatnya itu adalah sebentuk doa!

Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Kalau Dia berkehendak, maka emak-emak seperti diriku… tetap bisa berkelana hingga ke bumi Amerika, yang begitu jauhnya! Diongkosin Google!

 

Baca : Mengeksplorasi Amerika Serikat 

Maka…. Saya pun mencoba lakukan refleksi. Selama ini, begitu banyak celetukan, kalimat-kalimat nir-faedah yang bermuncratan. Ouw, ketimbang saya mengeluarkan energi untuk frasa yang tidak perlu, alangkah baiknya bila energi itu dialihkan untuk meminta didoakan oleh orang sholeh… atau memperbaiki diri terus-menerus…. Sehingga hidup di 2018 kian berkah dan membawa banyak kebermanfaatan untuk orang lain.

Tahun 2017, saya sudah mendapatkan banyaaaaak banget kenikmatan duniawi. Di tahun ini, momentum yang tepat untuk berkontribusi seoptimal mungkin, supaya keberadaan saya di dunia yang fana, minimal ada gunanya.

Halo halooo 2018, let’s be friends! 

 

 

 

 

Ironi Zonder Sanitasi di Daerah Kaya Gas dan Minyak Bumi (Sebuah Refleksi Hari Toilet/Jamban Sedunia)

Ironi Zonder Sanitasi di Daerah Kaya Gas dan Minyak Bumi (Sebuah Refleksi Hari Toilet/Jamban Sedunia)

Apa Resolusi 2018 Anda? Ingin pindah ke Meikarta? Mau jalan-jalan keliling dunia? Punya deposito dan reksadana yang nominalnya bikin menganga?

Huuum, begitulah kita urban people memaknai hidup dan kehidupan. Semua asa dilesatkan setinggi bintang. Kita bekerja dengan sekuat tenaga, menjalin networking sepenuh jiwa, melakukan banyak hal, demi gemilang pencapaian duniawi yang terkadang bikin orang lain kagum, atau malah dengki bin iri.

Tidak mengapa. Terus kejarlah mimpi-mimpi duniawi itu, kisanak! Selama masih dalam koridor kebaikan dan tidak menyakiti hati yang lain, tidak ada yang salah dengan pergulatan dan perjuangan kita dalam merajut asa dan menggapai mimpi.

 

Continue reading

Kementerian PUPR Goes to Campus 2017 di Universitas Airlangga Surabaya

Beragam pencapaian dan keberhasilan terkait program yang tengah dijalankan, ada baiknya kudu disebarluaskan ke khalayak ramai. Kenapa? Tentu saja, untuk sebagai wujud tanggung jawab akan amanah yang telah dipanggul. Sekaligus, memberikan informasi plus motivasi, agar masyarakat kian bersemangat dalam memanfaatkan aneka terobosan dan achievement yang diraih.

Hanya saja, terkadang kita kerap terbentur seputar medium yang paling pas untuk menyampaikan keberhasilan program. Mau tidak mau, sarana sosialisasi kudu dilakukan dengan medium yang paling PAS sesuai target audience yang dibidik. Manakala ingin menunjukkan dan menyemangati kawan-kawan mahasiswa, ada baiknya sosialisasi itu dilakukan dalam format “Goes to Campus”. Alias langsung datang ke markas tempat berkumpulnya para intelektual calon pemimpin Bangsa di masa depan.

Continue reading

Aplikasi detikcom dengan Beragam Fitur #AdaYangBaru yang Wajib Kita Install!

Mobilitas tinggi, ingin update berita secara cepat, actual, sekaligus komprehensif. Itulah ciri-ciri netizen masa kini. Ketika ingin mengetahui sebuah isu terkini, udah nggak zamannya kita mampir ke kios koran dan berburu media cetak. It’s so yesterday, broo! Sekarang, cukup dengan klik-klak-klik-klak smartphone aja, kita sudah bisa berselancar dan mendapatkan segambreng info terkini yang patut kita simak.

Akan tetapi, terkadang koneksi internet kembang kempis dan nggak bisa diajak kerjasama buat menggapai info tertentu. Waduh, bikini il-feel buat dapetin berita tergres dong. Maka dari itu, kita butuh sebuah aplikasi yang bisa menjadi jawaban atas rasa penasaran kita akan update berita terbaru, secara real time dan nggak pake lama.

Continue reading

Buka Outlet Baru di Delta Surabaya Plaza, Chicking Indonesia Hadirkan Pengalaman Serasa Makan Olahan Ayam Khas Arab

Tahun 2010, adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di tanah Arab Saudi. Ibadah Haji saya lakoni bareng Ibunda dan kakak saya. Tentu saja, hajj bukan sekedar ‘traveling’ biasa. Lebih dari itu, ibadah haji berisikan aneka memori yang terus berdengung di kepala. Momen tatkala thowaf mengelilingi Ka’bah sambil melantunkan “Labbaik Allahumma Labbaik….” pun ketika sa’i, melakukan ibadah lempar jumroh, wukuf di Arofah…. masya Allah…..semua itu memberikan getaran rindu yang bertalu-talu.

Baca: Jadi “Monster” Pas Berhaji

Selain ibadahnya, mengingat momen ketika berhaji kerap membuat senyum saya terpampang nyata. Yap. Adegan desak-desakan ketika berebut naik bus Saptco… kenalan sama dedek-dedek ganteng yang ternyata mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo Mesir (gilak! Nih tante genitnya ga pake takaran hahahahah) Termasuk…. tidak lain dan tidak bukan….. perjuangan untuk mendapatkan aneka kuliner mak nyus yang terbentang di Mekkah maupun Medinah.

Continue reading

Promo Harbolnas Menjadi Momen yang Selalu Ditunggu-tunggu Oleh Para Pembeli

Internet sekarang ini bukan hanya digunakan sebagai sumber pencarian informasi dan hiburan saja namun juga sudah bisa digunakan untuk mendapatkan penghasilan dan barang idaman. Cara tersebut diwujudkan dengan banyaknya situs jual beli online yang kini bisa diakses dengan mudah dan cepat. Bahkan menjamurnya toko online sedikit banyak berakibat pada menurunnya tingkat penjualan toko konvensional. Jual beli secara online pun memiliki waktu tertentu dimana akan banyak promo yang dilakukan oleh pelaku ecommerce yaitu promo Harbolnas sehingga moment tersebut pastinya ditunggu-tunggu oleh para calon pembeli.

Bukalapak

Continue reading

Mau Wadah Penyimpan Makanan yang Kece Paripurna dengan Harga Diskon Merona? Begini Caranya!

Emak-emak masa kini tuh rempongnya alaihim gambreng yak. Rempong dalam hal apapun! Urusan masak, urusan bersih-bersih, beberes, tuntutan buat tampil kece-paripurna-senantiasa-di-mana-saja dan yang jelas…. beberapa emak terpanggil buat bantuin suami buat ikut nambahin pemasukan rumah tangga.

IMG-20171105-WA0043

Salah satu wujud nyata kerempongan emak zaman now

Aku mau cerita dikit nih. Awal pekan ini, aku janjian meeting secara marathon banget! Awalnya cuma cari sepatu sekolah buat Sidqi. Lalu janjian kopdar sama Mak Wuri Nugraeni, blogger Semarang yang lagi pulkam ke Surabaya. Udah gitu, ada meeting dengan Bapak Reka Yusmara dari Teluk Lamong, dan…. Meeting bareng Bunda Prita, owner salah satu brand busana muslimah.

Continue reading