HELP, AKU NGGAK PUNYA BAJU! (sebuah kontemplasi tentang media sosial)

HELP, AKU NGGAK PUNYA BAJU!

Follow me on twitter: @nurulrahma

“Aduuuhhh, gue nggak punya bajuuuu! Gimana dong? Besok mau ada acara kondangan sohib ikrib eikeh? Masak gue jadi satu-satunya orang yang datang dengan dandanan dan kostum ala itik buruk rupa? Mau ditaruh di mana muka gue? Heeeelllpppp!”

(Artika, seorang gadis berusia 22 tahun, yang berdiri termangu di depan lemarinya yang menampung 30 pasang baju dan gaun)

“Yaaaah, dress code gathering-nya Fuschia. Duh, semua cewek yang datang pasti bakal datang dengan penampilan unyu unyu ulala nggemesin gituuuh. Lah, aku piye? Baju-bajuku udah out of date semua! Udah gitu, jilbabnyaaa hadeeh, kagak ada yang matching! Ini gimana nih, masak pake baju fuschia dengan model enggak kekinian samasekali, trus dipaduin ama jilbab warna kuning? Idiiih, enggak banget deh! Aku kudu piyeeee?”

(Liana, cewek 19 tahun, yang bingung pilih baju di antara 50 koleksi busana miliknya. Dia bakal datang ke gathering socmed influencer, di salah satu tempat nongkrong ngehits di Surabaya)

“Yeah, I know. Baju gue banyak sih. Segabruk, nangkring di 5 lemari gede di rumah. Tapiii, tetep aja, aku ngerasa nggak punya baju yang layak buat masuk ke feed Instagram! Kalo pake baju yang merah, ntar aku kliatan genduts. Pake baju item, kok kesannya suram. Pake baju bling bling, ntar diledekin nggak sesuai usia. Pusing pala peyaaaang…!”

(Sinta, mami muda berusia 25 tahun, yang haus “like” dan comment “Aduh, kamu cantik banget, bunsaaaay!” di Instagram)

***

Gimana, gimana? Apakah perasaan resah, gundah gulana yang dialami Artika, Liana dan Sinta juga merongrong kalbu kalian? Apakah kegalauan “Aku nggak punya bajuuuuuu…!” juga sempat lo alami manakala membuka lemari? Dan bersiap untuk datang ke acara tertentu, plus upload aneka pose OOTD (Outfit ofThe Day) di Instagram?

Welll….. berhati-hatilah sodara!

Kita semua tahu kalo sekarang, tantangan buat ‘selalu tampil ketjeh memesona nan paripurna’ di Instagram seolah menjadi sebuah keharusan. Yeah, keharusan yang dibebankan entah oleh siapa. (lah iya, ngomong-ngomong siapa yak, yang nyuruh dan mewajibkan kita selalu kliatan cethar ulala dalamsetiap pose? Ngga ada kan?)

Namanya juga socmed. Social media. Beberapa dari kita menjelma menjadi orang yang begitu haus pengakuan… makin semangat kalo banjir like and comment. Dan ini pada gilirannya membuat kita terbebani dengan mikir 1000 kali, ntar kalo pergi aku pake baju apa ya? Posenya gimana ya? Ambil foto…angle-nya kayak gimana ya? Kan aku pengin juga poto OOTD ala selebgram yang itutuuuh. Jadi, gimana dong, aku kudu pake baju apa? Matching dengan jilbab apa? Aksesorisnya apa? Perlu pakai topi fedora atau enggak? Trus, kacamata item ntar yang frame-nya kotak apa bulet aja ya? Taruh di atas jilbab (kayak bando) atau dipake aja? Sepatunya piye? Mau pakai yang female boots atau wedges… atau stiletto, atau sneaker aja?

Ya ampyuuuuun…. Pusyiiiingg!

Waspadalah Dampak Buruk Instagram!

Oke, sebelum ngebahas lebih lanjut soal sindroma “Aku nggak punya baju!” ini, yuk lah kita baca dulu riset tentang dampak buruk Instagram bagi kesehatan mental.

Royal Society forPublic Health (RSPH), lembaga amal independen asal Inggris membuat sebuah survey yang melibatkan hampir 1.500 pemuda Inggris berusia 14-24 tahun untuk mengetahui dampak berbagai sosial media terhadap kesehatan mental pemuda.

Darihasil survey, didapatkan kesimpulan bahwa di antara lima media sosial populer yakni Facebook, YouTube, Instagram, Twitter dan Snapchat, Instagram menempati posisi paling atas sebagai media sosial yang paling punya dampak negatif bagi kesehatan mental generasi muda.

Kok bisa?

Yap, Instagram adalah media sosial yang tepat untuk mengekspresikan diri lewat macam-macam ide foto, plus ajang buat mencari dan menunjukkan self identity serta membangun relasi. Tapi, sisi gelap Instagram (dan socmed lainnya) adalah:

Menimbulkan Anxiety.Kalo kita lihat IG teman yang lagi update pergi ke kafe yang kece, have a fancy meal, belanja barang-barang cihuy, terkadang muncul pikiran, “Ih, ngiri deh, dia seneng-seneng melulu  kayaknya”, ya kan?

Kita sering ngerasa insecure dan nggak happy lihat posting-an orang lain. Padahal, kehidupan di Instagram itu nggak 100% real alias versi setelah dipilah-pilih dan nggak jarang yang ditunjukkan hanya sisi yang bagusnya aja.

Negative Body and Fashion Image Nggak sedikit dari kita yang merasa “duh, kurang kece nih poto gue!” saban mau posting di IG, dan melakukan buanyaaaak hal (seleksi, editing, foto ratusan kali demi poto yang perfecto!) Blahhh. Belum lagi kita bingung dengan pilah/pilih baju, aksesoris,dan lain-lainnya demi foto kece paripurna di Instagram. Olala.

***

Padahal kita semua tahu kan, kalau di hari akhir nanti kita akan ditanya “Bagaimana cara kamu mencari rezeki dan gimana membelanjakannya?”

Kita memang harus memilah dan memilih mana yang halal dan baik. Untuk mencari rezeki, nggak boleh ngawur. Harus sesuai dengan syariat dan kaidah yang ditetapkan Allah. Hanya mencari rezeki yang halal dan berkah. Kemudian, setelah rezeki itu ada di tangan kita, cara membelanjakannya juga nggak boleh sakarepe dewe. Ada koridor yang harus kita taati. Jangan boros, karena boros itu temannya setan! Jadi, ketika belanja baju dalam sebulan bisa 20 kali, wadaaaww,hati-hati! Itu jebakan betmen gaes! Setan biasanya membisikkan kalimat-kalimat yang bikin kita tak berdaya

“Mumpung diskon!”

“Lagi SALE nih! Kapan lagi bisa belanja outfit terkini dengan harga murah meriah?”

Sooo… istighfar yuk! Isi lemari dengan pakaian SECUKUPNYA,jangan mau jadi “budak” Instagram hanya demi meraih like and comment, yang sesungguhnya sama sekali nggak bisa jadi jaminan buat kita untuk menggapai ridho Allah ta’ala.(*)

Advertisements

5 comments

  1. Mbak mbak.. Aku lho pernah ditanyai followerku.. Mbak bajumu kok itu-itu aja ya.. Ga punya baju lain kah?? Ya Allah ngapa jadi begitu?? Aku ga pernah sadar sering upload baju sama jilbab itu-itu terus wkkwkwk.. Ga ngeh ternyata gara2 ootd instagram itu banyak yang kyak gadis 22th tadi hehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s