Ternyata, 9 Prinsip Dale Carnegie Selaras dengan Teladan Rasulullah!

Gaes, kalian pernah baca “How to Win Friends and Influence People” dari Dale Carnegie? Buku ini fenomenal banget. Kerap dijadian rujukan ketika ada training/ workshop korporasi. Makin seneng, karena ada 9 prinsip yang selaras dengan teladan Rasulullah! Apa aja?

(1). Hindari Sikap SOK (Salahkan, Omeli, Kritik)

Bukan mutlak tidak boleh sebenarnya. Tapiii, kita kudu mengukur kadar masukan yang akan kita sampaikan. Mengontrol emosi saat mengungkapkan. Imam Syafii bilang, “Barangsiapa menasehati saudaranya dgn sembunyi-sembunyi, berarti ia telah menasehati dan mengindahkannya. Barangsiapa menasehati dgn terang-terangan, berarti ia telah mempermalukan dan memburukkannya.”

(2). Berikan Penghargaan yang Jujur dan Tulus

maksudnya, bukan sekedar lip service belaka. Adalah Rasulullah, beliau sangat ringan memberi penghargaan. Banyak riwayat yg menjelaskan bagaimana Rasul biasa memberikan pujian. Salah satunya ketika beliau berkata tentang Sayyidina Abu Bakar, “Rasanya tidak ada seorang pun yang lebih amanah dalam persahabatan dan tanggungjawab terhadap hartanya, selain Ibnu Abi Quhafah (Abu Bakar). Seandainya aku akan menjadikan khalil (teman sejati), maka akan aku pilih Ibnu Abu Quhafah.”

(3). Bangunlah keinginan untuk berhasil pada orang lain.

Sebisa mungkin, kita jadi orang yang berkontribusi kepada orang lain agar ia/mereka bisa meraih keberhasilan. Jangan berbicara yang menyebabkan orang lain justru down, tidak antusias untuk melakukan kebaian.

(4). Berikanlah perhatian yang sungguh-sungguh pada orang lain.

Salah satu kebiasaan Rasul adalah, apabila beliau memberi perhatian kepada lawan bicara, beliau menghadapkan seluruh tubuhnya (tidak hanya menolehkan kepala, apalagi cuma sekedar nyahut tapi maya dan pikiran natap gadget melulu *hakdeshhh)

Beliau tidak menyela perkataan orang ain. Apabila memimpin sebuah majelis, setiap orang yang hadir akan merasa diperhatikan oleh Rasul.

(5). Senyum.

Aisyah RA mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumnya selain Rasulullah.”

(6). Sebut nama

“Ingatlah, bahwa nama seseorang, bagi pemiliknya, merupakan bunyi yang paling merdu dan paling penting dalam segala bahasa.” Kutipan Dale Carnegie ini ciamik banget yaaakk šŸ˜€

Rasul juga memanggil seseorang dgn gelar pujian terkait sifatnya, misalnya Abu Baar as-Shiddiq.

(7). Jadilah Pendengar yang Baik.

Orang yang bagus dalam berkomunikasi personal, bukan karena dia banyak bicara. Tapi karena rela mendengarkan ketika lawan bicaranya sedang menyampaikan opini/gagasan/curhat/dll.

(8). Bicaralah sesuai minat orang lain.

Kerap kali, ego mendorong kita untuk membicarakan hanya hal-hal yang kita suka dan tidak peduli apakah orang lain suka atau tidak dengan apa yang kita bahas.

Padahal, untuk memenangkan hati orang lain, BUKAN dgn mengajak mereka berbicara preferensi kita melulu.

(9). Buatlah orang lain merasa dirinya penting

Libatkan orang lain dalam beragam proyek kebaikan. Akui peran mereka. Ceritakan di depan khalayak/pihak lain. Tidak akan berkurang kemuliaan kita, manakala berbagi kunci keberhasilan dgn peran orang lain. (*)

Author: @nurulrahma

aku bukan bocah biasa. aku luar biasa

31 thoughts on “Ternyata, 9 Prinsip Dale Carnegie Selaras dengan Teladan Rasulullah!”

  1. makasih insightnya ya mba. kalau ada yang SOK memang bisa bikin semangat drop. tapi lebih serem kalau kita tanpa sadar bersikap SOK, ini bener-bener bikin kita harus hati-hati, jaga sikap agar ngga ada yang tersakiti.

  2. Prinsip kelima simpel banget ya..Senyum. Tapi emang sih ketemu siapapun kalo udah senyum auto ikut happy..sebaliknya kalo ketemu orang cemberut aje..hohoho mau nyapa aja males yak

  3. Kesembilan prisnsip Dale Carnegie ini memang selaras dengan teladan Rasulullah. Nomor 6 mengingatkan aku akan hal sebut nama yang tentunya bikin si pemilik nama senang dan bangga. SOK jangan dipiara wkwkwkwk, tapi kita suka ga ngeh tau2 bersikap demikina hihihi.

  4. Sampai sekarang saya masih berusaha menasehati dengan diam-diam. Caranya mengajak ketemuan dan bicara 4 mata atau japri. Karena seringkali seseorang jadi sulit dinasehati bukan karena gak mau nurut. Tapi, egonya udah tergores karena merasa dipermalukan dengan dinasehati di depan umum.

  5. Keren bukunya, ada 9 prinsip yang selaras dengan teladan Rasulullah. Beberapa aku masih sering lupa…seperti sebut nama, karena kadang lupa nama orang hiks. Duh, ini pengingat banget, How to Win Friends and Influence People bisa diterapkan di keseharian

  6. Panggil nama, sepele ya kayanya tapi emang bener si kita jd merasa lebih dihargai ya mbak. Makanya meskipun aku ga pinter nginget2 nama aku berusaha menghapal nama mahasiswaku, ya ga semua tapi harus ada yg kuingat. Mereka seneng klo diingat.
    Makasih sharingnya mbak

  7. Wah, iya ya mbak
    Ternyata 9 prinsip dalam buku How to Win Friends and Influence People ini memang sejalan dengan ajaran Rasulullah ya
    Ah Rasulullah memang teladan terbaik, ada saja bisa kita dapatkan contoh dari nya
    Terima kasih batas tulisannya yang inspiratif ini mbak Nurul

  8. Ya Allah, aku membaca ini seperti langsung ‘deg’ gitu. Sepertinya, teladan Rosulullah ini harus terus dilakukan biar makin nambah pergaulan yang positif

  9. Soal memanggil nama, aku Punya kebiasaan yang kurang asik yakni jarang hapal nama orang. Kcuali kalau intens komunikasi. Bukan nggak hapal ya tapi nggak terlalu ingat šŸ™‚ Tapi aku suka senyum loh. Hahaha Makasih sudah berbagi mbaa

  10. Semua kebiasaan Rasulullah memang teladan yang baik bagi kita semua. Apapun yang dilakukan beliau merupakan tuntunan supaya kita bisa hidup lebih baik dan berbahagia selalu

  11. Dinasehati (bahkan dikritik) di depan umum memang memalukan dan bikin mewek, walau maksudnya baik tetapi waktu dan tempatnya kurang tepat. Ya Allah makasih remindernya ya mbak Nurul, masih banyak yang harus diperbaiki dan Rasulullah adalah teladan terbaik untuk memperbaiki diri.

  12. Bicaralah sesuai minat orang lain. Ini msh jd peer aku. Wkkw.

    Krn sll semacam kena trap obrolan klo sdh berada pada hal yg ada di dunia org. Jd bnr2 hrs bs memposisikan diri.

  13. Aku agak concern di bagian sebut nama. Karena orang sering salah nyebut nama asliku makanya aku bikin branding pakai nama panggilan aja biar lebih gampang orang manggil aku dan aku pun senang karena dipanggil dengan benar, haha.

  14. Terima kasih loh mba, tulisan ini pengingat diri banget. Kadang cara aku menasehatin adik-adikku terlalu keras niatnya baik tapi caranya nggak baik ya huhu

  15. Wah, baru tahu nih detail dari prinsip Dale Carnegie ini. Kalo dibaca-baca, iya ya, ini sangat mengikuti sifat rasul banget. Lagi-lagi, sebenernya kita sangat mudah ya untuk bisa hidup dengan baik di dunia ini. Tinggal mengikuti apa yang diteladankan pada diri rasulullah ya.

  16. Suka banget ama part yang ini, “nama seseorang, bagi pemiliknya, merupakan bunyi yang paling merdu dan paling penting dalam segala bahasa”. Emang bener sih, kalau kita nyebut nama, orang tuh suka merasa lebih dihargai dan diakui keberadaannya. Aku juga seneng kalau disapa nama sendiri, ketimbang dipanggil pake nama anak atau suami. hihihi

  17. Kesembilan prinsip tadi kayaknya udah ga banyak yang menerapkan ya mbaaa hehehee… sebagian besar orang lebih suka berbicara daripada mendengarkan. Aku mencoba untuk ngobrol dengan beberapa orang, 90%nya cenderung tidak berusaha mendengarkan, justru membicarakan sesuatu dari dirinya sendiri, bukan menanggapi omonganku. :))
    Justru di sinilah tantangannya. Saat menghadapi hal ini kita dilatih sabar untuk menerima ‘perlakuan’ yang tidak kita harapkan itu. Ya sutra laaahh… sikap orang kan tidak bisa kita atur-atur ya. Insya Allah kita bisa lebih baik dari mereka, lebih bisa mendengarkan, lebih sabar ketika tidak didengarkan, anggap biasa aja. Bisa nggak ya? *sambil elus2 dada

  18. MasyaAllah, semakin diulik ilmu itu, ternyata dekat dengan Rasulullah SAW teladan kita ya mbak. Ternyata selama ini kita pun sudah melakukannya karena itu adalah ajaran Islam.

  19. Banyak sekali insight positifnya yang dicatat kak Nurul.
    MashaAllah~
    Aku jadi tersadar kalau ternyata sifatku yang pasif kalau di pergaulan itu ada baiknya yaa..
    Jadi gak dominan dan hanya jadi pendengar yang baik.

  20. How to Win Friends and Influence People ini jadi semacam buku wajib buat pergaulan positif dan memang ampuh, terbukti bukunya laris manis, baik versi Inggris maupun terjemahannya. Nah, poin ke-4 aku yang agak kesindir, sering kali memberi perhatian kepada orang lain lantaran ada udang di balik rempeyek, sebab ada potensi imbalan yang kuincar, duh. Dan poin ke-7 buat banyak mendengar, tepat seperti Satya Nadella CEO Microsoft yang lebih banyak membuka telinga dalam rapat, makasih dah diingatkan yo Mbak. Happy new year!

  21. MasyaAllah, kalo ketemu langsung sama Rasulullah pasti rasanya adem banget hati ya mbak, semua yg mba ceritakan itu teladan bgt emang

  22. Belakangan nemu banget orang2 SOK sampe cape sendiri mba wkwk tp justru jd reminder juga biar cerminan ga bisa kek gitu

  23. Bagus sekali memberikan pujian pada orang lain, asalkan pujian yang jujur dan berkata jujur.
    Karena dengan saling memuji dalam kebaikan semoga kebaikannya bisa menular dan ditiru orang lain, sehingga menjadi jariyyah bagi si pemilik kebaikan.

  24. ahhhhhhhhhhhh suka. makasih tulisannya. harus dipraktekin ini mah. wajib. biar tahun ini bisa jadi orang yang lebih baik lagi.

  25. Point pertama aja rasanya udah kena tampol šŸ˜©. Berlaku juga ni ke anak-anak sendiri yaaa jangan salahin terus, omelin ama kritikkkk bisa rusak rasa percaya dirinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: