Papia by Surabaya Patata, Bakpia Kukus Berbahan Dasar Tepung Kentang, Wajib Dicoba!

Apa sih oleh-oleh khas Surabaya yang cocok dijadikan buah tangan? 

Apa kudapan/ snack kebanggaan kota Pahlawan yang assoy geboy dijadikan teman ngopi/ngeteh sehari-hari? 

Kenalin nih, varian produk terbaru dari Surabaya Patata. Namanya PAPIA. Sesuai judul produknya, ini adalah bakpia. Bahan utamanya dari tepung kentang dan cream cheese, yang dikukus dan disematkan filling rasa yang super-duper-yummyyyy!

papia-2

Apa saja varian rasa yang ditawarkan Papia by Surabaya Patata?
– Papia Double Chocolate
– Papia Red Velvet
– Papia Chocolate Pandan
– Papia Cheese
– Papia Taro
Bersama sejumlah blogger dan YouTuber/Vlogger kuliner, saya berkesempatan hadir dalam soft launching PAPIA, di Bober Cafe, Jl Raya Jemursari 70.
Uwuwuwuwuw, Papia ini bentuknya mungil menul-menul nggemesin. Dikemas dalam packaging yang sooo unyu-binti-eksklusif, menjadikan PAPIA sebagai alternatif oleh-oleh yang recommended. Intinya KEREN, pantes dan cantik banget deh, kalo dijadikan buah tangan!
Dalam satu dus, kita bakal menemukan 10 pax personal package PAPIA, all variants. Jadi bisa nyobain semua rasa Papia yang endeus surendes ituuuh. 
Personally, saya jatuh cinta banget dengan rasa RED VELVET. Ini brilian banget sih, chef kreator Papia. Kulit pia kukusnya red velvet, dan filling-nya keju yang melimpaaaaah, royal banget, enyaak enyak enyaaaak!
Dan sudah pasti, karena Papia ini dikukus, jadinya lebih low calories kan. Jadi, aku nggak perlu khawatir dengan angka di timbangan, setelah menyantap snack ini!

PROMO BUY ONE GET ONE FREE

Papia-3
Kamu punya akun socmed Instagram atau Facebook kan? Jangan lupa follow akunnya SurabayaPatata yes. Nantinya, kamu bisa dapat kesempatan Buy 1 Get 1 Free untuk varian produk Papia, lho. 
Caranya simpeeel banget. Kamu cukup datang langsung ke outlet Surabaya Patata, trus tunjukkan kalo akun kamu udah follow. Posting foto Papia juga boleh bangeeeett 😀 Promo ini berlangsung mulai 16 Maret! Jadi, jangan sampai kelewatan. O iyaaaa, karena kudu nunjukin bukti udah follow akun socmed, jadinya promo Buy 1 Get 1 Free ini tidak berlaku untuk pembelian online by GoFood atau GrabFood yak

Harganya berapa sih? 

Untuk 1 box (isi 10 biji) Papia by Surabaya Patata dibandrol seharga 40 ribu rupiah aja. Bener-bener pengalaman kuliner yang warbiyasaaak lho. 
Jangan lupa yaaa, mulai 16 Maret kita semua udah bisa merasakan lumernya aneka filling dan kedahsyatan rasa Papia!

 

Advertisements

5 Tempat Makan Favorit Rekomendasi @NurulRahma

Waksss, Temanya #30DayBloggingChallenge ngebahas tentang 5 destinasi makan favorit! Yaaahh, kalo cuma 5 biji mana cukuuppp, hihihi. Namapun eikeh hobi banget nggiling makanan yes, jadi kuliner favorit saya tuh BUANYAAAKK BANGET! Tapi kalo disuruh milih 5 aja, ya sutra…. aku bagi per jenis aja kali yaaaa….

(1). Bebek Goreng, Kuliner khas Suroboyo (dan Madura)

Lagi di Surabaya, enaknya makan apa ya? Sebagai arek Suroboyo asli, tentu saya menjawab… makanlah Bebek Goreng! Kalau mau makan bebek goreng yang mak nyus, tentu saja Anda harus segera cuss ke kota Surabaya. Banyak menu bebek yang diolah sedemikian rupa sebagai makanan yang memanjakan lidah dan perut. Bisa dibilang, bebek goreng adalah makanan khas Suroboyo! Di kota pahlawan ini, beraneka ragam olahan bebek tersebar di seluruh penjuru.

Bebeknya ada yang digoreng garing. Ada yang dimasak dengan baluran tepung nan crispy. Ada juga bebek yang dikasih bumbu hitam. Sambalnya juga macam-macam, you name it! Sambal korek, sambal mangga muda, sambal bajak, apapun ada. Nah, dari sekian banyak destinasi kuliner serba bebek, tak ada salahnya kita coba BEBEK SONGKEM. Apa bedanya dengan yang lain?

Jadi…..Bebek songkem ini diolah dengan cara DIKUKUS tanpa air tapi pakai pelepah/ gedebok pisang. So, aneka lemak-kolesterol si bebek itu bisa tereduksi secara paripurna. Seluruh kolesterol nemplok di batang gedebog itu. Sehingga, ketika tersaji di hadapan kita, si bebek sudah menjelma menjadi menu yang tidak mengusung elemen kolesterol jahat. 

Rasanya gimana? No worries.Tanpa kolesterol pun, kita tetap bisa menikmati endeus markindesnya si bebek songkem. Ada yang versi kukus (original) juga ada yang versi goreng. Dicocol ke sambal mangga muda, aduhaaaiiii….! Itu ke~mak nyus~an paling HQQ!

Nyaaaam 🙂

(2). Penggemar Makanan Serba Seafood? Mampirlah ke DAUN LADA Restaurant 

Cobalah sesekali berkunjung ke Restoran Daun Lada. Di sini, kita bisa memesan aneka menu menggugah selera, yang siap disantap untuk makan siang ataupun makan malam.Yap, Daun Lada adalah tempat makan yang menyajikan beragam menu seafood. Ingin  kerang? Cumi-cumi? Bahkan ikan jenis apapun, dan diolah dengan bumbu beragam,siap kita nikmati manakala berada di tempat makan ini.

Begitu membuka lembar menu, rasa takjub langsung menyerbu.Waaah, ternyata nama ikan itu buanyaaaak banget! Salah satunya, ikan papakulu. Ternyata, bagi para pecinta kuliner serba ikan alias mereka yang doyan makanan yang berjenis seafood, menyantap papakulu semacam “wajib” hukumnya. Ikan ini kerap ditemukan di Makassar. Biasanya, dimasak dengan saus padang ataupun di bumbu kecap.

Di Daun Lada, ikan papakulu diolah dengan teknik mengasapi.Lebih tepatnya, kita bakal menikmati menu makanan khas Makassar ini, setelah ikan papakulu diasapi dengan batok kelapa.

Ikan Papakulu

*manifestasi kredo “Don’t Judge a Book by Its Cover!!” 😀

Ketika tersaji di hadapan kita, ikan papakulu ini bentuknya kurang menarik ya. Pucat, abu-abu rada kehitaman, intinya kurang membangkitkan selera makan.

Tapi slogan “Don’t Judge a Book by its cover” berlaku di sini.Jangan menilai ikan papakulu dari tampilannya doang. Karena begitu kita cicipi,oh Tuhan, rasanya…. Sungguh nikmat!

Cita rasa ikan papakulu sebenarnya sudah gurih. Ini dikarenakan kadar garam dalam ikan tersebut yang cukup tinggi. Tatkala masuk kedalam mulut, tekstur ikan papakulu ini cenderung kenyal dan empuk. Lihatlah sisik ikan yang tampak gahar dan keras! Ternyata itu ada fungsinya, lho, yaitubisa melindungi kebersihan daging ikan papakulu.

Pantas…. Luarnya kelihatan tidak menarik… Tapi rasanya…JUARA!

Selain ikan papakulu, saya juga terpukau dengan Cumi Salad Mangga yang jadi menu andalan restoran ini.

Cumi Salad Mangga 

Cumi diolah dengan tepung krispi,sangat renyah, dengan sensasi gurih sedap. Lalu disiram dengan topping salad mangga, yang asem asem seger, whoaaaaa… keduanya berpadu dengan paripuna dan“kawin banget” manakala kita kunyah. Cumi-cuminya sama sekali tidak alot. Tetap ada tekstur cumi-cumi, namun sangat ramah untuk diproses dalam organ mulut.

(3). Pempek Farina

Semua makanan yang kenyal-kenyal seperti siomay, bakso, batagor, itu adalah definisi makan enak menurut saya. Para peracik menu-menu ini, adalah maestro di kancah kuliner. Mereka bisa banget mengawinkan tepung kanji/tapioca dan ikan plus aneka bumbu dapur, dan… voila! Jadilah, makanan yang sungguh lezat tiada tara! BRAVO!
Salah satu menu serba kenyal yang nggak pernah bosan untuk dijadikan teman makan siang maupun makan malam adalah Pempek.

Dari sekian banyak makanan khas Palembang, Pempek adalah yang paling kondang dan sangat identik sebagai kuliner khas wong kito. Beruntung banget, saya tidak perlu jauh-jauh pesan tiket pesawat ke ibukota Sumatera Selatan itu, untuk sekedar menikmati pempek yang membuai lidah. Di Surabaya, ada banyak banget restoran/ warung/ tempat makan yang menyajikan menu pempek. Kita bisa memilih untuk makan di tempat (dine in) ataupun bawa pulan (take away) dan delivery.

Nah pertanyaannya, restoran pempek mana yang paling banyak direkomendasikan? Tidak lain dan tidak bukan… Pempek Farina! Di Surabaya, kita bisa menjumpai stand pempek ini di berbagai tempat. Di mall, ataupun rumah makan yang berdiri sendiri. Yang jelas, mereka menerapkan standar dan kontrol kualitas yang amat ketat. Sehingga, mau makan di manapun, rasa dan service tim Pempek Farina tetap sama.
Pempek Kapal selam adalah menu yang wajib dipesan manakala kita berwisata kuliner di destinasi makanan khas Palembang ini. Pempek yang berbahan ikan tengiri berkualitas, dengan isian telor di dalamnya. Digoreng dengan kematangan sempurna, aroma makanan sedap menguar dari pempek kapal selam yang kita pesan.

Pempek Farina

Sedaaaaapp! Lebih mak nyus lagi, manakala cuko alias kuah yang terbuat dari cuka, gula merah dan asam, mengguyur pempek kita. Berpadu dengan mie kuning serta irisan mentimun, sungguh… merem melek tatkala kita merasakan gigitan pertama dari pempek ini.
Isian telor juga sama sekali tidak amis. Kandungan protein yang ada di dalamnya bisa melengkapi nikmatnya momen makan enak kita.


Selain pempek, sejumlah makanan khas Palembang lainnya juga bisa kita nikmati di resto Pempek Farina. Tekwan, salah satunya. Ini adalah menu yang terbuat dari campuran daging ikan dan tapioca. Tekwan adalah makanan yang berupa bulatan kecil-kecil, lalu disajikan dalam kuah udang dengan rasa yang khas. Kuahnya segar! Mirip kuah bakso, dengan rasa udang yang sulit dienyahkan dari memori. Pada umumnya, tekwan disajikan dengan teman-teman pelengkap. Ada so’un, irisan bengkoang dan jamur kuping (jamur yang berwarna hitam), serta ditaburi irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng.


Pempek dan tekwan adalah dua menu makanan khas Palembang yang selalu saya pesan setiap bertandang ke resto Pempek Farina. Harganya terjangkau, dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Yang lebih asyik lagi, kita tetap bisa menikmati makanan yang sarat gizi dan berkualitas.


Ketika makan di restoran Pempek Farina, saya pernah berjumpa dengan David Christian, Bussiness and Development Manager Pempek Farina. Ia mengatakan, bahwa Pempek Farina menerapkan quality control yang amat ketat untuk bahan baku serta proses pengolahan semua makanan. Mengenai rasa pempek yang “ikan banget”, David menuturkan, “Kami memang menggunakan ikan tengiri asli, bukan perisa. Bahkan untuk bahan pembuatan pempek, model, tekwan dan lain-lain, ikannya dikirim langsung oleh mitra/ partner kami dari Papua. Jumlahnya berton-ton, karena demand yang sangat tinggi dari msayarakat.”

Lebih lanjut, David juga menjelaskan bahwa restoran maupun seluruh stand Pempek Farina ini dirancang sedemikian rupa, sehingga cocok untuk tempat makan keluarga, sahabat ataupun untuk lokasi meeting juga bisa.

(4). Thai Food

Review lengkapnya bisa dibaca di sini 

(5). Masakan India dan Malaysia di As-Salam Restaurant

Aku udah pernah kupas tuntas seputar As-Salam Bryani House di artikel ini

***

Gimana dengan kalian? Apa aja nih, makanan favorit teman-teman? 


Assalam Bryani House, Sajikan Olahan Masakan India dan Malaysian Food, 100% Halal dan Mak Nyus

Salah satu keluhan saya selama mengikuti Google Local Guides Summit di San Fransisco adalah…  makanannya kurang berbumbu, cyiin! Segala rupa hidangan yang tersaji di sana mayoritas terasa hambar di lidah emak-emak penggemar micin spicy and tasty food seperti diriku enih.

Apalagi, kita juga wajib berhati-hati banget, karena tim F&B kerap menghidangkan sosis ataupun ham yang berbahan dasar ‘sapi pendek’. Pernah tuh, beberapa kali saya Cuma sarapan kentang goreng (yang hambar abis) plus telur dadar orak arik (yang juga hambar). Ga ada pilihan menu lain, karena semuanya nggak boleh masuk ke lidah plus kerongkongan. Yeah, harap bersabar, ini ujian! Hahahaha

Baca: Bagaimana Sholat di Amerika

Hikmahnya apa?

Hikmahnya adalah…. Timbangan saya geser ke kiri, hohoho. Dikiiiit sih, tapi mayan lah #AnaknyaGampangHepi

Hikmah berikutnya adalah…. Udah deh, cinta saya ke Indonesia nih makin menggebu-gebu! Di Indonesia kita bisa mendapatkan buanyaaaak variasi menu… Mulai dari masakan tradisional, fusion food, ataupun masakan khas Melayu, India, Chinese food, dan lain-lain. Bisa banget pilih model warung, atau resto… Harganya juga bisa sesuaikan dengan kondisi kantong. Daaan, MURAH MURAH banget, kalo dibandingin dengan harga makanan di San Fransisco (ya eyalaaah) Intinya, saya super-duper-cinta Indonesiaaaaa!

Continue reading

Vidi Vini Vici, Toko Kue Vidi Aldiano

“Hadeeeehhh, ada artis bikin kue lagi? Palingan rasanya gitu-gitu aja!”

Barangkali sempat tebersit pikiran semacam itu di benak masbro dan mbaksis. Para artis ini kok kayak ‘aji mumpung’ banget. Memanfaatkan nama kondang mereka untuk meraup pelanggan. Toh, rasa kuenya gitu-gitu aja. Nothing special, overprice pulak. 

Weitsss, jangan su’udzon dulu, kisanak!

Pada prinsipnya, mau dia artis, selebgram, blogger, influencer, apapun profesinya, kalo mau berjualan kue ya sah-sah aja kan. Toh, mereka rela keluar modal besar dan membiayai promosi yang pastinya tidak murah kan?

Continue reading

Kamu Penggemar Burger? Kudu Coba Boom Burger seberat 2 pon dari Sheraton Surabaya Hotel & Towers!

Pernah membayangkan ada burger dengan berat 2 pon? Guedeee banget pastinya yak. Nah, burger yummy dengan ukuran alakazam ini menjadi sajian kuliner unik, yang dipersembahkan oleh tim kuliner Sheraton Surabaya Hotel and Towers

Program “We Dare You to Eat” adalah konsep hidangan dengan ukuran/ porsi jumbo untuk dinikmati bersama keluarga dan sahabat.

Continue reading

Quick Updates Lebaran

Quick updates aja yah. Lebaran kali ini adalah lebaran ter-krik krik. Ibu saya sakit asam lambung. Ibu mertua sakit vertigo. Bapak mertua sudah beberapa tahun terakhir mengidap aneka ragam penyakit. Yah, maklum, faktor “U” alias sudah pada sepuh semua. Mohon doa ya, semoga kita semua sehat wal afiat selalu. Aamiiin.

Eniwei, pas Lebaran hari pertama dan kedua, berat badan saya naik 2 KILO! Aduduuhhh, ini apa kabar yak, kalo diterusin sampe Lebaran hari ke-7? Bisa-bisa naik 7 kilo dong!

Continue reading

Gapai Bisnis nan Berkah, lewat Salad Buah

Gapai Bisnis nan Berkah lewat Salad Buah

Selepas kuliah, Arifatul Aghnia melakoni job sebagai akuntan di sebuah korporasi multinasional, yang berlokasi di Surabaya. Load kerja yang cukup padat dijalani alumnus Universitas Diponegoro Semarang ini dengan semangat. Kerja, kerja, dan kerja…! Itulah yang senantiasa terpatri dalam hati Nia, begitu ia biasa dipanggil. Bahkan, ketika hari liburpun, ia kerap tersandera dengan beban kerja yang tak kunjung usai. ”Yang lebih bikin miris lagi, ibadah jadi sering terabaikan. Sholat kerap mepet-mepet, bisa dibilang kehidupan pribadi saya bener-bener terganggu,” ucapnya.

Lalu, di tahun 2012, ibunda tercinta mengalami komplikasi ginjal. Beliau diharuskan opname di RS. ”Setiap minggu, saya usahakan untuk pulang ke Semarang, menjenguk dan menemani sang mama. Tapi karena load kerja yang semakin padat, saya sering nggak bisa pulang ke Semarang, dan harus tetap kerja di Surabaya,” cerita Nia.

Hingga akhirnya, ibunda Nia berpulang. Yang lebih menyesakkan dada, Nia tak bisa menunggui detik-detik menjelang perpisahan dengan sang bunda. ”Sebanyak apapun uang yang saya miliki rasanya sama sekali nggak ada gunanya. Kenapa? Karena saya nggak bisa optimal menemani mama ketika beliau diopname. Saya nggak bisa pulang ke Semarang sesering yang saya inginkan, karena status saya sebagai pekerja kantoran,” kisah Nia seraya terisak.

CIMG6939

Sejak itulah, mindset-nya mulai berubah. Nia ingin bertransformasi menjadi seorang pengusaha, agar ia leluasa mengatur waktu. Tahun 2013, ia memutuskan untuk resign, ia ingin bisa mengatur waktu secara seimbang antara keluarga dan pekerjaan atau perniagaan. Di mata Nia, menjadi pengusaha adalah solusi untuk keseimbangan hidup yang ia damba. Bisnis apa yang ia tekuni? “Ketika masih ngantor, saya sering bikin salad buah, terus saya bagikan ke teman-teman di kantor. Banyak yang komentar ‘Enak banget, kenapa nggak dijual saja?’ Dari situ, saya fokus untuk berbisnis salad buah,” ucap Arifa.

Di bawah bendera “Fruizzy Salad”, Arifa memasarkan saladnya dengan konsep online. Yang berminat bisa langsung mengontak melalui blackberry messenger (BBM) ataupun Whats App. Ia siap mengantarkan salad nan segar, ke area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madura, Malang hingga Jogja. Ya, salad ini dikemas sedemikian rupa, diwadahi dalam TOPLES YANG  INSTAGRAMMABLE   sehingga bisa tahan sampai 2 hari bila disimpan dalam kulkas.

Arifa juga menerima pesanan untuk booth katering ataupun event insidental. Selain itu, ia juga aktif mengikuti pameran enterpreneurship untuk lebih menguatkan branding Fruizzy Salad. ”Alhamdulillah, saat ini omzet kami mencapai 10 juta per bulan. Ke depan, kami ingin meng-create menu-menu lain, tentunya yang masih berhubungan dengan buah,” cetusnya.

Salad buah memang menjadi andalan Arifa. ”Ini solusi bagi yang suka ngemil tapi takut gemuk. Silakan ngemil salad buah, karena jauh lebih sehat. Kami menggunakan buah dan komponen segar, tanpa pengawet ataupun pewarna buatan,” imbuhnya.

Fruizzy Salad

Telp: 0856.265.8260

Blog : Fruizzysalad.blogspot.com

Instagram: @fruizzysalad

Pin BB: 2A8D6D1E

Makan Enak di Bumi Surabaya City Resort

Entahlah apa penyebabnya. Di Surabaya, belakangan ini Buanyaaaaak banget hotel-hotel baru berdiri. Di mana-mana ada hotel. Apartemen juga segabruk. Apakah ini tanda-tandanya Surabaya berambisi meng-copy cat kakak tirinya, Yakarta?

Karena pertumbuhan hotel semakin membabi-buta, pastinya hotel2 yang udah eksis duluan, kudu lebih “waspada” dong ya. Jangan sampe dianggap ketinggalan zaman, atau tergilas kompetisi yang makin sangarrrr ini. Mereka kudu rela melakukan ‘peremajaan’, ikut hype dan larut dalam tren hotel kekinian. Agak sedikit menanggalkan ciri khas yang selama ini lekat dengan citra mereka.

Itu yang saya rasakan pas memasuki Bumi Surabaya City Resort (dahulu bernama Hotel Bumi Surabaya… dulunya lagi, Hotel Hyatt). Duluuuu nih, saya selalu beranggapan hotel bintang lima ini amat sangat super duper formal. Ciri khas hotel langganan korporasi multinasional, ataupun dinas kementerian saban bikin rapat atau pertemuan apapun itu,

Dekornya juga lebih ‘clean’, minimal banget dan enggak main warna yang gimana-gimana gitu.

Daaaan… Tatkala diajakin Smartfren untuk makan siang di sana… Subhanallah… saya yang langsung tercengang gituuu… Ini maaah, face-off gila-gilaan…!!

Hotel Bumi jadi jauuuuh lebih MERIAH. Rancak. Penuh warna. Youthfull. Berenergi. Gilak. Kereeen..!! Kereeen…!!

IMG_1058

IMG_1061

IMG_1062

IMG_1063

IMG_1064

Suasananya itu loooo… Ala-ala Resort di Bali! **kayakYangPernahAja, hahaha** Bener-bener bikin adeeeem. Jiwa yang gundah gulana, sepertinya akan menemukan obatnya, manakala menapakkan kaki ke Hotel ini #eaaa

Brilian banget nih, tim kreatif yang berhasil me-redecorate Bumi Resort. Entah sejak kapan ya perubahannya, secaraaaa saya kan udah lama banget enggak nongkrong2 di hotel enih. Terakhir, tahun…. errr, 2007-an kali? Hahaha.

Bagaimana dengan menu-menunya?

Kami diajak makan siang SEPUASNYA dengan menu-menu buffet yang sungguh…. bikin program diet saya acakadut 😛

Ya gimana yak. Udah kadung dibayarin gretong ama SmartFren, mosok cuman mau ambil buah-buahan? Ya wis, akhirnya, saya merelakan perut yang udah kayak karung beras mau dizakatin ini, dijejali beragam menu yang slrrrrpppp…. **Be Right Back, mau ambil lap iler dulu hihihi….

IMG_1065

IMG_1066

IMG_1068

IMG_1069

IMG_1070

Apa aja yang saya makan?

BANYAAAK. Saking banyak dan khusyuknya *krik* saya sampe lupa poto2in sajian di piring 😦 Duuuh. Salute deh, ama para food blogger yang profesional, yang rela melewatkan momen “memanjakan lidah” demi memproduksi foto2 yang “memanjakan mata” para pengunjung blog. 🙂

Yang jelas, saya sempat ambil sushi, okonomiyaki, dan tempura, yang mana udangnya gedhe-gedhe guriiiih banget.

Lalu salad buah…

Trus, yoghurt mangga (dengan topping kacang almond di atasnya, segeerrrr)… Ini MINUMAN ter-endeus (plus sehat!) yang pernah saya coba nih….

Trus, rujak manis… dan ice cream.

SEMUANYA PERFECTO! NYARIS TANPA CACAT!

Standing ovation buat para Chef dan semua kru yang terlibat di sajian kuliner Hotel Bumi Surabaya….!

IMG_1072

IMG_1071

Bumi Surabaya City Resort
 Jl. Jend. Basuki Rahmat No. 106 – 128, Surabaya, Jawa Timur 60271
Telepon:031 – 5311 234