Assalam Bryani House, Sajikan Olahan Masakan India dan Malaysian Food, 100% Halal dan Mak Nyus

Salah satu keluhan saya selama mengikuti Google Local Guides Summit di San Fransisco adalah…  makanannya kurang berbumbu, cyiin! Segala rupa hidangan yang tersaji di sana mayoritas terasa hambar di lidah emak-emak penggemar micin spicy and tasty food seperti diriku enih.

Apalagi, kita juga wajib berhati-hati banget, karena tim F&B kerap menghidangkan sosis ataupun ham yang berbahan dasar ‘sapi pendek’. Pernah tuh, beberapa kali saya Cuma sarapan kentang goreng (yang hambar abis) plus telur dadar orak arik (yang juga hambar). Ga ada pilihan menu lain, karena semuanya nggak boleh masuk ke lidah plus kerongkongan. Yeah, harap bersabar, ini ujian! Hahahaha

Baca: Bagaimana Sholat di Amerika

Hikmahnya apa?

Hikmahnya adalah…. Timbangan saya geser ke kiri, hohoho. Dikiiiit sih, tapi mayan lah #AnaknyaGampangHepi

Hikmah berikutnya adalah…. Udah deh, cinta saya ke Indonesia nih makin menggebu-gebu! Di Indonesia kita bisa mendapatkan buanyaaaak variasi menu… Mulai dari masakan tradisional, fusion food, ataupun masakan khas Melayu, India, Chinese food, dan lain-lain. Bisa banget pilih model warung, atau resto… Harganya juga bisa sesuaikan dengan kondisi kantong. Daaan, MURAH MURAH banget, kalo dibandingin dengan harga makanan di San Fransisco (ya eyalaaah) Intinya, saya super-duper-cinta Indonesiaaaaa!

Read More

Advertisements

Vidi Vini Vici, Toko Kue Vidi Aldiano

“Hadeeeehhh, ada artis bikin kue lagi? Palingan rasanya gitu-gitu aja!”

Barangkali sempat tebersit pikiran semacam itu di benak masbro dan mbaksis. Para artis ini kok kayak ‘aji mumpung’ banget. Memanfaatkan nama kondang mereka untuk meraup pelanggan. Toh, rasa kuenya gitu-gitu aja. Nothing special, overprice pulak. 

Weitsss, jangan su’udzon dulu, kisanak!

Pada prinsipnya, mau dia artis, selebgram, blogger, influencer, apapun profesinya, kalo mau berjualan kue ya sah-sah aja kan. Toh, mereka rela keluar modal besar dan membiayai promosi yang pastinya tidak murah kan?

Read More

Quick Updates Lebaran

Quick updates aja yah. Lebaran kali ini adalah lebaran ter-krik krik. Ibu saya sakit asam lambung. Ibu mertua sakit vertigo. Bapak mertua sudah beberapa tahun terakhir mengidap aneka ragam penyakit. Yah, maklum, faktor “U” alias sudah pada sepuh semua. Mohon doa ya, semoga kita semua sehat wal afiat selalu. Aamiiin.

Eniwei, pas Lebaran hari pertama dan kedua, berat badan saya naik 2 KILO! Aduduuhhh, ini apa kabar yak, kalo diterusin sampe Lebaran hari ke-7? Bisa-bisa naik 7 kilo dong!

Read More

Gapai Bisnis nan Berkah, lewat Salad Buah

Gapai Bisnis nan Berkah lewat Salad Buah

Selepas kuliah, Arifatul Aghnia melakoni job sebagai akuntan di sebuah korporasi multinasional, yang berlokasi di Surabaya. Load kerja yang cukup padat dijalani alumnus Universitas Diponegoro Semarang ini dengan semangat. Kerja, kerja, dan kerja…! Itulah yang senantiasa terpatri dalam hati Nia, begitu ia biasa dipanggil. Bahkan, ketika hari liburpun, ia kerap tersandera dengan beban kerja yang tak kunjung usai. ”Yang lebih bikin miris lagi, ibadah jadi sering terabaikan. Sholat kerap mepet-mepet, bisa dibilang kehidupan pribadi saya bener-bener terganggu,” ucapnya.

Lalu, di tahun 2012, ibunda tercinta mengalami komplikasi ginjal. Beliau diharuskan opname di RS. ”Setiap minggu, saya usahakan untuk pulang ke Semarang, menjenguk dan menemani sang mama. Tapi karena load kerja yang semakin padat, saya sering nggak bisa pulang ke Semarang, dan harus tetap kerja di Surabaya,” cerita Nia.

Hingga akhirnya, ibunda Nia berpulang. Yang lebih menyesakkan dada, Nia tak bisa menunggui detik-detik menjelang perpisahan dengan sang bunda. ”Sebanyak apapun uang yang saya miliki rasanya sama sekali nggak ada gunanya. Kenapa? Karena saya nggak bisa optimal menemani mama ketika beliau diopname. Saya nggak bisa pulang ke Semarang sesering yang saya inginkan, karena status saya sebagai pekerja kantoran,” kisah Nia seraya terisak.

CIMG6939

Sejak itulah, mindset-nya mulai berubah. Nia ingin bertransformasi menjadi seorang pengusaha, agar ia leluasa mengatur waktu. Tahun 2013, ia memutuskan untuk resign, ia ingin bisa mengatur waktu secara seimbang antara keluarga dan pekerjaan atau perniagaan. Di mata Nia, menjadi pengusaha adalah solusi untuk keseimbangan hidup yang ia damba. Bisnis apa yang ia tekuni? “Ketika masih ngantor, saya sering bikin salad buah, terus saya bagikan ke teman-teman di kantor. Banyak yang komentar ‘Enak banget, kenapa nggak dijual saja?’ Dari situ, saya fokus untuk berbisnis salad buah,” ucap Arifa.

Di bawah bendera “Fruizzy Salad”, Arifa memasarkan saladnya dengan konsep online. Yang berminat bisa langsung mengontak melalui blackberry messenger (BBM) ataupun Whats App. Ia siap mengantarkan salad nan segar, ke area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madura, Malang hingga Jogja. Ya, salad ini dikemas sedemikian rupa, diwadahi dalam TOPLES YANG  INSTAGRAMMABLE   sehingga bisa tahan sampai 2 hari bila disimpan dalam kulkas.

Arifa juga menerima pesanan untuk booth katering ataupun event insidental. Selain itu, ia juga aktif mengikuti pameran enterpreneurship untuk lebih menguatkan branding Fruizzy Salad. ”Alhamdulillah, saat ini omzet kami mencapai 10 juta per bulan. Ke depan, kami ingin meng-create menu-menu lain, tentunya yang masih berhubungan dengan buah,” cetusnya.

Salad buah memang menjadi andalan Arifa. ”Ini solusi bagi yang suka ngemil tapi takut gemuk. Silakan ngemil salad buah, karena jauh lebih sehat. Kami menggunakan buah dan komponen segar, tanpa pengawet ataupun pewarna buatan,” imbuhnya.

Fruizzy Salad

Telp: 0856.265.8260

Blog : Fruizzysalad.blogspot.com

Instagram: @fruizzysalad

Pin BB: 2A8D6D1E

Makan Enak di Bumi Surabaya City Resort

Entahlah apa penyebabnya. Di Surabaya, belakangan ini Buanyaaaaak banget hotel-hotel baru berdiri. Di mana-mana ada hotel. Apartemen juga segabruk. Apakah ini tanda-tandanya Surabaya berambisi meng-copy cat kakak tirinya, Yakarta?

Karena pertumbuhan hotel semakin membabi-buta, pastinya hotel2 yang udah eksis duluan, kudu lebih “waspada” dong ya. Jangan sampe dianggap ketinggalan zaman, atau tergilas kompetisi yang makin sangarrrr ini. Mereka kudu rela melakukan ‘peremajaan’, ikut hype dan larut dalam tren hotel kekinian. Agak sedikit menanggalkan ciri khas yang selama ini lekat dengan citra mereka.

Itu yang saya rasakan pas memasuki Bumi Surabaya City Resort (dahulu bernama Hotel Bumi Surabaya… dulunya lagi, Hotel Hyatt). Duluuuu nih, saya selalu beranggapan hotel bintang lima ini amat sangat super duper formal. Ciri khas hotel langganan korporasi multinasional, ataupun dinas kementerian saban bikin rapat atau pertemuan apapun itu,

Dekornya juga lebih ‘clean’, minimal banget dan enggak main warna yang gimana-gimana gitu.

Daaaan… Tatkala diajakin Smartfren untuk makan siang di sana… Subhanallah… saya yang langsung tercengang gituuu… Ini maaah, face-off gila-gilaan…!!

Hotel Bumi jadi jauuuuh lebih MERIAH. Rancak. Penuh warna. Youthfull. Berenergi. Gilak. Kereeen..!! Kereeen…!!

IMG_1058

IMG_1061

IMG_1062

IMG_1063

IMG_1064

Suasananya itu loooo… Ala-ala Resort di Bali! **kayakYangPernahAja, hahaha** Bener-bener bikin adeeeem. Jiwa yang gundah gulana, sepertinya akan menemukan obatnya, manakala menapakkan kaki ke Hotel ini #eaaa

Brilian banget nih, tim kreatif yang berhasil me-redecorate Bumi Resort. Entah sejak kapan ya perubahannya, secaraaaa saya kan udah lama banget enggak nongkrong2 di hotel enih. Terakhir, tahun…. errr, 2007-an kali? Hahaha.

Bagaimana dengan menu-menunya?

Kami diajak makan siang SEPUASNYA dengan menu-menu buffet yang sungguh…. bikin program diet saya acakadut 😛

Ya gimana yak. Udah kadung dibayarin gretong ama SmartFren, mosok cuman mau ambil buah-buahan? Ya wis, akhirnya, saya merelakan perut yang udah kayak karung beras mau dizakatin ini, dijejali beragam menu yang slrrrrpppp…. **Be Right Back, mau ambil lap iler dulu hihihi….

IMG_1065

IMG_1066

IMG_1068

IMG_1069

IMG_1070

Apa aja yang saya makan?

BANYAAAK. Saking banyak dan khusyuknya *krik* saya sampe lupa poto2in sajian di piring 😦 Duuuh. Salute deh, ama para food blogger yang profesional, yang rela melewatkan momen “memanjakan lidah” demi memproduksi foto2 yang “memanjakan mata” para pengunjung blog. 🙂

Yang jelas, saya sempat ambil sushi, okonomiyaki, dan tempura, yang mana udangnya gedhe-gedhe guriiiih banget.

Lalu salad buah…

Trus, yoghurt mangga (dengan topping kacang almond di atasnya, segeerrrr)… Ini MINUMAN ter-endeus (plus sehat!) yang pernah saya coba nih….

Trus, rujak manis… dan ice cream.

SEMUANYA PERFECTO! NYARIS TANPA CACAT!

Standing ovation buat para Chef dan semua kru yang terlibat di sajian kuliner Hotel Bumi Surabaya….!

IMG_1072

IMG_1071

Bumi Surabaya City Resort
 Jl. Jend. Basuki Rahmat No. 106 – 128, Surabaya, Jawa Timur 60271
Telepon:031 – 5311 234