Enam Hari di Bandung

Ibu mertua saya (biasa dipanggil “Uti”) siap-siap berangkat Umroh. Yang “nraktir” beliau adalah adek ipar yang domisili di Bandung. Otomatis, daku ketiban amanah buat nemanin untuk cuss ke Bandung. Naik Argo Wilis, dengan waktu tempuh sekitar 12 jam! Hufttt, lama juga yhaaa hehe. Untunglah armadanya nyaman banget. Aku juga udah siap-siap aneka perbekalan, untuk memadamkan kelaparan selama perjalanan.

BANDUNG. Kota ini pastinya memantikkan aneka keindahan, baik dari makhluk-makhluk berwujud neng geulis, kuliner yang memanjakan lidah, dan destinasi wisata yang aduhai. Apalagi, rumah adek iparku nggak terlalu jauh dari Lembang. Hanya saja, aku datang ke Bandung di saat musim Liburan udah kelar! Hahaha. Jadinya, yaaa… mana mungkin daku minta dianterin ke Lembang? Mau jalan-jalan explore Lembang sendirian sebenernya is okay, hanya saja, seperti ada yang kurang getoooh 😊 Ya sudahlah, toh tujuan ke BDG kali ini kan, untuk sebuah misi mulia: Mengantarkan Uti ke Baitullah. Semogaaaaaa, segera ada undangan buat aku dan keluarga. Aamiin aamiiin ya robbal alamiin.

Btw, belakangan ini tuh I feel not so good. Gimana ya deskripsiinnya? Ya intinya aku ngerasa ada sesuatu yang salah di mind and soul gitu lah. Udah beberapa kali konsultasi dan terapi di Surabaya, tapiiii… kayaknya aku masih butuh “sesuatu” untuk membantu merilekskan pikiran yang njelimet.

Di Bandung, aku jadi keinget satu hal. The BARS. Beberapa kali, aku baca postingan bloggers tentang BARS, Access Consciousness, empowering people to know what they know.  

 Apa itu Access Bars? The Bars adalah therapy sentuhan pada titik kepala yang membantu meredakan pikiran yang meloncat-loncat, mengembalikan kita pada keseimbangan dan menciptakan kemudahan, kedamaian, dan rasa damai seperti halnya pada pijat, meditasi, bahkan lebih dari sekadar itu saja.

Salah satu rekan blogger yang juga praktisi BARS adalah Mbak Alaika Abdullah. Aku putuskan untuk kontak Mbak Al, dan request untuk di-BARS, di rumah saudaraku di Kawasan Geger Kalong, Bandung.

***

Ini kali pertama aku bersua Mbak Al. MasyaAllah TabarokAllah, orangnya cantiiiikk, modis, ramping, duh! Aku ga percaya waktu dia sebut umur de facto nya

“Masak sih, Mbaaaa? Kirain dikau masih 30-an gitu lhooo!”

Ofkorss aku pengin dong mengikuti jejak Mbak Al. Tetap cantik, di usia yang kian beranjak naik. Mbak Al memang rajin banget perawatan dan BARS ini salah satu cara doi merawat jiwa raga.

“No judgement, no conclusion, harus ikhlas ya…”

Begitu yang didengungkan Mbak Al sebelum memulai sesi BARS. Ada sejumlah titik di kepala yang jadi pusat BARS. Rasanya adeeeemm banget, ketika mbak Al meletakkan jari jemarinya di titik-titik tersebut. Apakah kayak dipijat atau totok wajah? NO! Enggak sama sekali. Tapi, entah kenapa, aku merasa ada sebagian racun/toxic dalam pikiranku yang berangsur-angsur lenyap.

Alhamdulillah….

***

Sayang banget, aku nggak bisa lama-lama di Bandung, karena kudu mampir ke Tangerang Selatan, dan tentu saja balik ke Surabaya. Tapi aku bersyukur bisa kopdar sarat faedah dengan Mba Alaika. Menjajal terapi BARS yang semoga bisa mendefragmentasi aneka “virus” yang selama ini bersemayam di pikiran/jiwa/otak.

Bandung selalu menjadi destinasi yang aku rindukan. Walaupun belakangan ini –sorry to say—di beberapa titik, Bandung tampak kian semrawut, toh, banyak hal yang menarik dari kota kembang ini. Jumat siang, aku janjian dengan Teh Evi Sri Rezeki. Tadinya kami mau meet up di Tahura, tapi lalu berubah ke Bandung Indah Plaza (BIP), dan geser ke kafe Ngopi Doeloe. Cerita banyaaaaaaakk banget, dan aku dapat insight super duper menarik, seputar “dokter umum” vs “dokter spesialis” hihihi.

Enam hari di Bandung rasanya kurang. Sebulan? Mungkin masih kurang juga  😀 Yang jelas, aloha Bandung, aku akan kembali, untuk mengusung cerita baru lagi. InsyaAllah.(*)

11 thoughts on “Enam Hari di Bandung

  1. alaniadita says:

    Bandung! Dulu jaman jaman baru hijrah Bandung – Jakarta, kudu banget ‘nengokin’ bandung minimal sebulan sekali, bahkan pernah tiap akhir pekan kesana. haha.

    Menginjak tahun ke-7 di Jakarta. Setaun sekali nginjek Bandung udah kek rezeki apa tau XD

    Bandung, serindu itu ya, Mbaaaaa.

  2. Dian says:

    Di bandung banyak penulis dan blogger kece ya mbak…
    Tahun lalu aku ke bandung juga nyenpetin krm tmn2 kelas literasi.
    Dan emang kok, bandung macet..
    Hehe

  3. bloggergunung says:

    Boleh dibisikin gak bayar bars berapa?
    Saya juga ingin sejak lama. Tapi blm bisa kemana-mana setelah kecelakaan tangan kiri patah.
    Kapan ke Bandung lagi? Sekalian ke Cianjur mampir hehehe

  4. Afifah Haq says:

    Welcone to Bandung, Mbak! Memang sih, di beberapa titik terlihat kumuh dan semrawut, tapi ga akan mengurangi kecintaanku sama Bandung. Hebe.
    Duh senengnya udah coba Bars bareng mbak Al.

  5. Pendar Bintang says:

    Beruntungnya dikau Mbak sudah berkesemoatan bertemu dengan Mbak Al dan juga mencoba BARS.

    Aku sudah beberaoa kali ini ingin cobain, sama salah satu kenalan tapi jadwal ga kena mulu. Aku inginnya belajar BARS karena ingin bantu healing Mama mertua, dan Bundaku sendiri biar mereka plong dg innerchild mereka.

  6. Gilang says:

    Wow mbanya udah mencoba BARS, aku ingin tapi masih belum terlaksana huehehe. Bener, aku juga pertama kali ketemu mba Al, yang tak bisa dilupakan modisnya, cantik dan awet muda :). Aku turuy mengaamiinkan isi caption yang foto mbanya sama teh Evi

  7. Eko Nurhuda says:

    Nama Bandung dan Bandung Indah Plaza di tulisan ini bikin pengen ke sana lagi. BIP ini musalanya keren banget! Seumur-umur belum pernah lihat musala umum di mal sekeren dan semanusiawi di BIP. Yang paling ngangenin sih sebenarnya makanan-makanan di pujasera seberangnya itu. Enak, murah-murah pula.

Leave a Reply to Afifah Haq Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s