Buibu, Pakbapak, Say NO to Pinjol Ilegal, ya! Mau Berhutang, Manfaatkan Pinjaman Online OJK Saja

Bpk/Ibu kami menerima pengajuaan Pnj@man, 5-500 jt, bnga @% cepat & Amanah berminat hubungi08xxxx

Sering mendapat SMS atau WhatsApp dengan konten serupa? Toss dulu sini! Entahlah, saya heraaann banget, itu orang-orang yang pada kirim penawaran utang, dapat nomor HP saya dari mana? Perasaan nih yaaa, saya sama sekali nggak pernah berurusan dengan badan utang atau pinjaman online (pinjol). Tapiii, iklan broadcast via SMS kayak gini, selalu membombardir tiada henti, hufffttt! Pengin garuk-garuk tanah rasanya.

Ternyata, kita kudu waspada banget dengan adanya broadcast SMS seperti ini. Bisa dipastikan, kalau sampai ada penawaran pinjaman yang sporadis, artinya ini dikirimkan oleh PINJOL ILEGAL! JANGAN sampai masuk ke sana yak. Karena itu jebakan buat kita. Ketimbang menjerumuskan diri dengan hutang ke pinjol illegal, sebaiknya kita mudheng/ paham apa saja sih, pinjaman online OJK yang legal dan kredibel.

Karena memang, belakangan ini banyak fenomena Trap alias jebakan untuk berhutang ke pinjol illegal. Sepertinya, kondisi yang semakin berat, kerap membuat orang memutuskan untuk melakukan shortcut: Ambil utang dengan cara yang gampil, no ribet ribet, hanya modal KTP dan nomor HP. Padahal, sekalinya kita berurusan dengan pinjol illegal, data-data kita bakal terambil, dan efek yang terjadi akan lebih parah!

Andhika Diskartes (Financial Planner dan Influencer) menyoroti hal ini. “Jangan tergoda dengan adanya TRIGGER/ pancingan untuk ambil hutang. Karena di era sekarang, logika dasar yang dipakai mirip. Ada orang yang lagi desperate, apalagi pas pandemic, ga ada duit atau tidak pegang cash, maka gampang terpancing untuk cari pinjaman.”

Lebih lanjut Diskartes menyoroti, kenapa orang gampil terpancing pinjol illegal, alih-alih memanfaatkan fasilitas Pinjaman Online OJK?

“Ya itu tadi, karena terdesak, berada di kondisi genting, panik, ga punya uang/ tabungan. Atau ada kebutuhan mendadak, misal ada keluarga yang sakit. Dan butuh uang tunai dengan cepat. Maka mereka memutuskan untuk utang ke pinjol illegal,” ujar Diskartes. 

Apalagi, pengusaha UMKM pastinya butuh asupan modal, padahal cashflow tidak selalu lancar jaya. “Sahabat saya punya usaha, tiba-tiba kudu nyetok bahan. Tapi kasnya ga mencukupi, akhirnya dia pakai Pinjol. Apa yang terjadi? Dia harus membayar bunga pinjaman dengan jumlah yang tidak masuk akal.”

Selain itu, tidak sedikit orang yang memutuskan hutang ke Pinjol, lantaran membiayai gaya hidup, misalnya demi traveling atau OOTD di berbagai platform media sosial. Ini diceritakan oleh Mak Ranny Afandi, Ketua KEB Solo. Kejadian yang menimpa salah satu rekannya, patut jadi bahan kontemplasi kita semua untuk Say NO to Pinjol Ilegal! “Karena ingin eksis, jadinya tidak berpikir panjang, dan memutuskan pinjam uang ke pinjol illegal. Di periode awal bayar tagihan lancar, lalu suatu ketika telat bayar, dan mulai dia harus menghadapi beragam teror dari pinjol illegal, ketakutan sampe tidak mau keluar kamar. Ini sungguh mengerikan!”

***

Kondisi keuangan tiap orang memang berbeda. Ada kalanya, masalah hadir begitu saja, sehingga seseorang butuh untuk berhutang. Kalau hutang ke saudara atau teman, kuatirnya malah menimbulkan masalah baru: hubungan jadi rusak dan acakadut, karena hutang-piutang. Karena itulah, sebenarnya ada solusi jitu yang dipersembahkan oleh Pinjaman Online OJK atau FinTech Pendanaan Multiguna.

Ibu Rina Apriana (ketua Klaster Fintech Pendanaan Multiguna AFPI dan CEO Maucash) menyoroti pentingnya masyarakat untuk semakin melek seputar perbedaan Pinjol Ilegal dan Pinjaman Online OJK/ Fintech yang legal. FYI, AFPI adalah: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, selengkapnya bisa pantengin website-nya di: https://afpi.or.id/


“Jadi, Kehadiran Pinjaman Online OJK atau Fintech Legal, itu tujuannya membantu masyarakat untuk dapat akses keuangan. Salah satu objective beroperasinya Fintech adalah meng-address kebutuhan masyarakat yang tidak ter-cover bank atau multifinance. Ketika seseorang mengajukan pinjaman ke Pinjaman Online OJK,  maka proses melakukan credit underwriting dilakukan sesuai aturan dan code of conduct yang berlaku. Kami, fintech legal menilai Kebutuhan dan Penilaian kemampuan membayar. Apabila Anda mendapatkan penawaran yang bombastis, tanpa syarat apapun (hanya modal KTP, dana langsung cair) maka harus curiga!”ujar bu Rina.

Ada 124 Pinjaman Online OJK (fintech legal) yang bisa kita cek di web OJK. Yuk kita pahami apa saja ciri-ciri Pinjaman Online OJK (fintech pendanaan legal).

(1). Cek di laman OJK, juga di website AFPI di: https://afpi.or.id/

Anggota AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) sudah pasti pinjaman online OJK yang kredibel dan terpercaya. Selain itu, teman-teman bisa pantengin website Pinjaman Online OJK tersebut. Yang legal, pastinya secara praktik bisnis, marketing, pengumpulan data dll sesuai dengan aturan yang diterapkan OJK.

(2). Suku bunga per hari tidak lebih dari  0,8%. Member APFI secara asosiasi punya code of conduct dan dipatuhi oleh member

(3). Seluruh member AFPI dan Pinjaman Online OJK (Fintech pendanaan legal  di bawah OJK) tidak melakukan penyebaran data yang tidak diizinkan regulator.

(4). Menjaga agar praktik fintech pendanaan berjalan sesuai regulasi yang ditetapkan oleh OJK maupun AFPI.

(5). Pinjaman Online OJK hanya diberi izin untuk mengakses camilan (Camera, Mikrofon, dan Location) dari calon peminjam dana.

Bagi pinjaman online OJK (platform yang sudah terdaftar dan berizin OJK) ini, akses camilan digunakan sebagai bahan analisis dan verifikasi untuk keputusan pemberian pinjaman dana, credit scoring, dan komunikasi dengan nasabah.

Bagaimana Bijak dan Disiplin dalam Mengatur Keuangan

Yang tak kalah penting adalah, kita semua harus bijaksana, disiplin dan bersikap dewasa dalam mengatur keuangan.

Saya sepakat dengan spirit yang diusung oleh para financial planner, bahwa sebaiknya, kita memang mengatur keuangan dengan sebijak mungkin.

Pertama, tentu saja, kita kudu paham PENDAPATAN kita bulanan itu seberapa sih? Iya dong, kalo mau ngatur ke-UANG-an, udah barang tentu, wajib tahu, UANG-nya ada berapa yang mau diatur ntuh?

Nah, setelah tahu duitnya ada segini… maka, kita beranjak ke alokasi pendapatan. Kalau dari advise para financial planner, saya tarik kesimpulan, kurang lebih begini. Uang kita itu dialokasikan untuk:

(1). Saving (termasuk untuk tabungan, dana darurat, investasi, dana Pendidikan, dana pensiun, asuransi, pajak, dan sejenisnya)

(2). Living (untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Makan, minum, bayar listrik, bayar internet, dll)

(3). Playing (untuk keinginan, misal: wisata kuliner di resto/caf yang sedang hits)

Komposisinya tidak saklek, tentu ini tergantung dengan kondisi masing-masing orang. Tidak bisa di-gebyah uyah (pukul rata). Tapi, saya suka dengan nasihat ini:

Uang kita, alokasikan untuk 30% saving; 60% living; 10% playing.

Jadi, misalkan dalam sebulan kita terima uang 10 juta. Maka, 3 juta harus ditaruh untuk komponen saving; untuk kebutuhan bulanan limit maksimal 6 juta; dan kitab oleh bersenang-senang dengan duit kuota maksimal 1 juta.

Gampang?

Yaaaa…. Terdengar gampang, sih. Tapi praktiknya? Woahahahahahah *ketawa ngakak*

Kenapa ya, kok rasanya susaaaahh banget mengatur kondisi finansial supaya sehat dan seimbang gitu lho. Selalu ada rasa ‘guilty feeling’ lantaran gagal mematuhi komposisi untuk 30% saving; 60% living; 10% playing yang dicanangkan.

Setelah saya pikir—pikir dengan seksama, sepertinya ada indikasi, bahwa kegagalan ini bermula dari mental ala kaum BPJS. Apakah itu? Yap, kaum Budget Pas-Pasan, Jiwa Sosialita)

Sekilas Mengenai BPJS “Budget Pas-Pasan, Jiwa Sosialita”

Terminologi kaum BPJS ini muncul berbarengan dengan tren ‘media sosial’ yang marak. Yap, kita paham dong, banyak banget ‘racun’ yang bertebaran di Instagram dan aneka socmed.

Sejumlah (so-called) Influencer sibuk mempertontonkan gaya hidup dan standar mevvah ala mereka. Aneka baju dan aksesoris yang high-branded, lifestyle liburan kelas wahid, meeting di kafe super happening, chill di resort mewah, endebra endebre… intinya gaya ala sosialita.

Tidak bisa dipungkiri, Sebagian dari kita jadi kayak “Iiiihh, pengin deh, SESEKALI kayak selebgram anu.”

Sesekali ini indikatornya apa ya, Bund? Mungkin, awalnya Cuma 1-2 kali dalam sebulan. Tapiii, for the sake of ‘kasih makan konten Instagram’, kita (KITA??? Elo, kalii) jadi terikat dengan semangat ‘Kudu kulineran di kafe hits!’ ‘Kudu ngetrip di destinasi yang lagi happening’.

Semacam itu.

Padahal, kita bisa banget bikin menu sendiri di rumah. Lebih sehat dan hemat ya kaan?

(1). Know Your Trigger

Manusia itu unik, ya. Kalau lagi stress/ ada masalah hidup, pelariannya adalah belanja! Ngabisin anggaran bulan ini. Wkwkwkw. Bahkan ada slogan “Shopping is much cheaper than (psychologist) therapy”

Padahal, kalo belanja belanja mulu, lalu duit jadi boncos, akibatnya ya jelas, stress kita makin menjadi-jadi!

Karena itulah, sedapat mungkin, kita kudu paham/tahu apa trigger yang menyebabkan semangat shopping merajalela. Kalau sudah tahu, ya ayok-lah, gimana caranya usahakan untuk ‘mengatasi trigger’ itu, bukannya malah shopping gila-gilaan.

(2). Unfollow Akun yang Bikin Dompet Terkaing-kaing

Nah, seperti yang saya singgung di atas, socmed tuh somehow emang jadi racun, sih. Banyak banget yang tampil paripurna dengan gaya hidup yang sungguh ulala. Kalo tahu kalo titik kelemahan kita adalah: ‘pengin ikuti gaya hidup selebgram anu’, ya udah, UNFOLLOW akunnya dong. Supaya dompet kita aman, tidak terkaing-kaing.

(3). Berusaha banget untuk Patuhi Budget

If you fail to plan, it means you plan to fail.

Bikin planning dan budgeting itu pentiiing pake banget! Jangan sampe menganut asas “Liat ntar aja, dahhh.” Karena ntar itu merembet ke berbagai pengeluaran tidak perlu, yang malah bikin kondisi keuangan kita acakadut!

Akan tetapi, apabila memang kita tengah berada dalam kondisi cashflow kurang lancar, dan butuh dana untuk sesuatu yang urgent, nah silakan mengakses fasilitas dari Pinjaman Online OJK. Ingat yaaa, jangan sampai terjebak di Pinjol Illegal! Teman-teman better pahami betul, bahwa berhutang seyogyanya dilakukan di Pinjaman Online OJK yang kredibel.

***

Nah, jadi begitu yaaa, tips/ strategi/ kiat yang bisa banget kita terapkan, untuk mengatur kondisi keuangan supaya lebih sehaaat bin mantap. Once again, kalaupun terpaksa harus berhutang, carilah Pinjaman Online OJK (Fintech Pendanaan legal yang terdaftar di OJK).

JANGAN TERJERAT PINJOL ILEGAL!

Semangaaattt, BISA YOK BISAAAA!(*)

Published by @nurulrahma

aku bukan bocah biasa. aku luar biasa

161 thoughts on “Buibu, Pakbapak, Say NO to Pinjol Ilegal, ya! Mau Berhutang, Manfaatkan Pinjaman Online OJK Saja

  1. Oh my…. for the sake of ‘kasih makan konten Instagram’ adalah salah satu jebakan Batman yang kerap menghantui!

    Lebih parahnya, sekarang di instagram – mereka majang aneka parfum merek kesukaan selebriti anu dengan harga “super miring” yang berujung pada…. menggunakan uang belanja!

    Abis itu,
    uang belanja yang sedianya untuk belanja minim sementara keluarga kudu makan, toh? Toh!

    Datang SMS berbunyi sopan, “Assalamualaikum …..” dan terjadilah!

    1. Serem ya, Mbak. Demi konten, suka banyak yang berlebihan. Akhirnya terjerat pinjol illegal. Memang harus ditingkatkan lagi kesadaran tentang pinjaman yang bijak

    2. Ya Allah jauhkan hamba dari memiliki teman kayak gini, demi konten dan menuruti gaya hidup, sampai dibela-belain cari pinjaman.

  2. Pinjaman online legal yang seharusnay dipilih ya kalau terpaksa harus mengajukan pinjaman, itu pun harus dipastikan sesuatu kemampuan jangan sampai gagal bayar

    1. Setuju Mba. Sebisa mungkin sih engga pinjem kecuali keadaan darurat sekali. Harus dipertimbangkan juga kemampuan bayar dan harus jelas pinjamannya diawasi OJK lebih baik

  3. Hhhaaaa…Ngakkak akutuu, iyaa teorinya gampang yaaa, tapi paktiknya susaaah kembali menyehatkan keuangan tuuh.Apalagi dimasa pandemi gini, lihat saldo abis2 muluuu, nabungnya banyakan di babang goput.
    Eh, btw no aku juga terdeteksi tawaran2 pinjol, huhuu bisa koleksi nih padahal belom pernah pinjem, baru juga mo niaaat. Ternyata sehati, hihiiii.

    Noted banget nih, Pinjaman Online menurut OJK, mesti hati2 plus melek dan sadar akan bahaya pinjol ilegal yang makin marak saat ini.

  4. Guilty feeling banggged aku tuh untuk saving kok belum nyampe mulu 30% wkwkwkwkw 😀 Kalau payah ngelola uang, bisa2 kebanyakan playing-nya hihihi. Setuju, niat mah ada terus tapi praktiknya syuliiit. Nah makanya bagi orang2 yang butuh uang atau modal terutama buat usaha, kudu berhati2 pinjaman online kudu masuk OJK dong ya, jangan sembarangan.

  5. sampai sekarang aku tidak ada niatan pakai pinjol. Semoga istiqomah
    pernah iseng hitung bunganya. Widiiih gede banget, mbak! Ya kalau memang butuh, cari pinjaman sana-sini mentok, okelah. Aku takutnya lupa diri beli untuk konsumtif. Amit amit…

  6. Takut aku tuh mau pinjam uang… takut lupa ngembaliin. Jadi mending kalau ada niatan pengen beli apa gitu nabung dulu aja deh. Nggak papa belinya rada lamaan ketimbang kudu pinjam. Untungnya sih ya, belum mpe kepept bgt mpe harus pinjam. Mudah2an sih bisa gitu terus.

    1. Kalau sudah berurusan dengan pinjam meminjam uang memang harus hati2, karena bisa menjadi jerat yang akan membuat kita tercekik kalau salah langkah. Apalagi pinjol yang ilegal, wah jangan sampai tergoda. Sebelum memutuskan pinjam lewat online harus benar2 mengecek kualitasnya ya mbak. Kalau saya juga setuju untuk menabung, berapapun jumlahnya yang penting saving.

  7. Setuju… Kalau bisa enggak perlu ya meminjam uang… Tapi kalau kepepet ya gimana lagi… Boleh lah memanfaatkan pinjaman online, asal diteliti dulu, harus yang legal dan diawasi ojk…

    1. Iyaa, jaman sekarang apalagi pasti banyak yang butuh, mungkin buat usaha atau yang lainnya asalkan tetep memperhatikan pinjaman online yang ada di OJK, biar aman dan nyaman saat meminjamnya yaa.

  8. Ngeri banget siy kalau baca² cerita orang yang terlilit hutang ke pinjol ilegal. Belum lama kawan cerita dapat sms dari pinjol yang nyebar berita salah satu temannya yang hutang dan disebar ke seluruh kontaknya.

    Saya berusaha banget siy untuk hidup minim hutang, kalau mepet ke sodara atau temen dulu, yang penting kita harus amanah. Kalaupun terpaksa harus hutang gede ya harus cari yang legal, thanks udah berbagi mbak 🙏🏻

  9. Memang, kalau sedang kepepet/terdesak/terpaksa, di mana semua jalan sudah buntu, meminjam jadi pilihan terakhir. Teman-teman pengusaha ada yang aku tahu begitu. Ada kisah nyata soal butuh uang. Dulu tahun 1998 pas krismon, ada usaha dagang alat industri, lagi bagus2nya, tiba2 byarrr terpuruk saat dollar melambung, sementara utang ke luar negeri pakai dollar semua, beberapa tagihan dalam mata uang euro dan SGD. Pilihannya tutup usaha atau lanjut dan membuat pengorbanan. Akhirnya jual ruko, mobil, rumah, dan 2 kantor cabang (di SBY dan Cikarang) tutup. 4 thn kemudian pengorbanan itu dibalas dengan rejeki berlimpah, bahkan usaha membesar 5x lipat dgn karyawan tadinya cuma 10 jadi 100an. Yang disyukuri dari peristiwa itu adalah keputusan tidak tutup usaha dan tidak ngutang. Padahal amat sangat terdesak. Mungkin karena sering berdoa: Semoga dijauhkan dari berhutang.

  10. Aku juga sempat lihat acara ini saat IG Live mam. Insightfull banget. Naudzubillah jangan sampai terjerat ya, waktu dengerin kisah teman mam Ranny yang terjerat pinjol ilegal rasanya pengen nangis deh, perlu banget edukasi menyeluruh tentang pinjol dan fintech agar masyarakat lebih berhati-hati.

    1. Nah..pinjol ilegal emang bikin meresahkan terkesan memberi kemudahan diawal. Tapi bunga riba gak masuk akal. Terus cara nagaih yang memalukan dan memberi tahu semua kontak…dan bahasa yv bar2 banget. Kaya gini seharusnya ditindak..

  11. Bicara soal saving, aku selalu terngiang nasehat sakti Bapak Safir Senduk, penasihat keuangan di tabloid Nova, beberapa tahun lalu.

    Beliau mengatakan setiap menerima gaji langsung sisihkan untuk ditabung ya.
    “Apa?”
    Saat itu aku kaget karena yang aku lakukan spending dulu sisanya baru ditabung. Hihihi.
    Aku pikir saat itu, “Ciyus nih, Saving dulu Pak?”

    Plak!
    Ternyata memang begitu seharusnya!

    30-60-10 gitu ya perbandingannya untuk saving, living dan playing.
    C-A-T-A-T!

    1. 30-60-10 ini setelah keperluan bulanan pada dikeluarkan yaa…?
      Aku gak pandai mengatur keuangan euuii..tapi aku selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sebisaku. Yang paling terasa itu di menu makanan, hahha..
      Kalau tanggal muda, aku happy banget, kalau uda mulai menua, biasanya cenderung memilih menu simple yang gak mahal.

  12. Sebenarnya bagus loh ada fintech ini, bisa support UMKM yang butuh modal untuk mengembangkan bisnis, tapi harus hati-hati banget sama pinjol nakal, bunganya bisa berkali-kali lipat

    1. Iya, Mak.. Kalau butuh sesuatu dan sangat terdesak, kalau bisa sih jangan langsung terpikir untuk pinjam. Minta dulu sama Sang Maha Kaya. Insya Allah pasti akan diberi jalan keluar terbaik.

  13. Pinjol ilegal tuh emang menyeramkan, jadi aku pernah ikutan diteror oleh pinjol karena ada salah satu teman yang pinjam dari pinjol dan sepertinya mandeg bayar. Jadilah aku di wa dimintai pertanggung jawaban hutang temanku ini. Lah deket aja enggak sama anak ini, dan aku teringat mereka inikan neror dari no telp yang ada di handphone para peminjam.

  14. Benar juga sih, kebanyakan kita sekarang malas mengatur keuangan dengan baik, padahal penting banget, Kalau aku sih udah sih praktekkin apa yang kaka sampaikan yakni Saving tapi cuman Investasi ajah, Kalau nabung sih belum, wkwk. Sehingga kadang2 ada keinginan untuk menghabiskan uangnya padahal itu uang kebutuhan primer spti kebutuhan kuliahnya aku, hehe. Tapi.kedepannya aku usahakan untuk meninggalkan kebiasaan buruk ini. Dan yang terpenting sih kalau lagi butuh uang jangan pakai pinjol gak jelas yah atau ilegal harus yang terdaftar di OJK atau AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia). Mksh tips dan informasinya kak 🙂

  15. pinjol emang sangat membantu karena banyak UMKM yang bankable

    asalkan legal pastinya

    kalo illegal jadi menyeramkan, mereka menggunakan cara-cara licik yang gak masuk akal

    beruntung AFPI aktif mengedukasi masyrakat agar waspada

  16. Di masa pandemi ini keadaan cukup sulit Mba, terutama buat penjual harian yang biasanya dagang kecil-kecilan. Nah, selama PPKM ini jualan mereka sepi, begitu obrolan saya dengan beberapa penjual yang biasa saya beli jualannya. Mereka butuh buat biaya hidup sehari-hari yang makin sulit sekarang. Kasian kalau orang kaya mereka terkena pinjol illegal, bunganya itu loh tinggi terus nanti nagihnya ampun deh.

  17. Cemilan (camera, microfon, dan location) emang harusnya yang data yang diminta itu nggak aneh-aneh ya. Aku suka curiga duluan kalau permintaan akses ke seluruh file gitu.

    btw, ini ulasannya lengkap banget mbak rahma,. makasih banyak ya. untuk urusan kelola keuangan ini aku malah suka banget bukin budget planning gitu, tapi suka lupa kalau pendapatannya nggak nyampe segitu. Tapi malah jadi trigger juga sih biar dapat penghasilan lebih dan lebih semangat ngeblog juga. wkwk..

  18. Di aku juga banyak sms tentang/dari pinjaman online yang masuk, hampir setiap hari, bahkan ada yang sms-nya udah lengkap pake nama aku, sampe heran. Kok bisa ya tau namaku padahal aku sendiri gak pernah nyoba pinjol? huhu

    Gak bisa dipungkiri sih kalau pinjaman online ini juga menggoda banget saat keungan lagi gak stabil dan ada keperluan mendadak, tapi untungnya tips-tips yang disebutin di atas juga udah kuterapin sejak jauh-jauh hari, jadinya saat ini masih aman 😀

  19. Betul banget harus dipikirkan lagi apakah kita membeli sesuatu itu karena butuh atau karena hanya ingin dan untuk lifestyle saja, jangan dibiasakan pinjam uang apalagi pinjamnya di pinjol ilegal duh duh teliti sebelum meminjam..

  20. Seram banget kalau sudah terjerat pinjol ilegal begini mau gimana coba bayarnya, bunga membengkak, seluruh dunia tahu kita terjerat hutang dan diteror pula huhu

  21. pinjol ilegal sama seremnya dengan rentenir ya mbak
    bahaya
    makanya jika memang kita benaran butuh, cari yg terdaftar ojk ya mbak

  22. Serem banget emang dengan orang-orang yang BPJS (“Budget Pas-Pasan, Jiwa Sosialita”) ini ya mbak. Kawan kantor suamiku ada yang begini akhirnya pinjamannya sana-sini karena gak bisa bayar akhirnya nilep uang perusahaan. ketahuan trus masuk bui deh. apalagi kalau sampe pinjam ke pinjol yang ilegal duh pasti makin habis deh dia

  23. Nah nice sharing mbak. Dimasa pandemi kek gini, ekonomi sedang morat-marit dan dimanfaatin sama orang gak bertanggung jawab.. aku aja sehari 3x dapat sms pinjol abal2.. dah kek minum obat wkwkwk…

    Bener2 harus hati-hati masalah kek gini

  24. pinjol ini memang benar-benar bisa menjebak ya, mbak apalagi prosesnya juga gampang banget. mungkin bagi yang kepepet banget pinjol ini menjadi jalan keluar mereka padahal bisa jadi di belakangnya malah makin menjerat kondisi keuangan si pinjol ini.

  25. Pinjaman online ilegal tuh memang ngeri banget.. Sadis juga bunganya bikin merinding
    Tapi ya itu balik2 ke kitanya mending hidup sederhana daripada ngikutin keinginan yg ga abis2 tapi ga punya dana

  26. Ternyata nggak cuma prokes yang 5M ya, mau pakai pinjaman online juga pakai 5M. Kalau mau pinjaman online harus teliti banget periksa dia ada di OJK nggak, begitu juga dengan bunga dan sistem tagihannya. Biar nggak malah terjebak sama yang ilegal.

  27. Untuk keuangan nggak boleh ntar dulu, harus dikelola dari awal.
    Aku juga sering dapat sms penawaran pinjaman online gitu. Tapi karena enggak butuh ya akhirnya aku hapus aja, takut sih kalo itu pinjol ilegal

  28. saat pandemi seperti ini, kebutuhan seringkali bertambah namun pemasukan berkurang ya mbak, makanya kadang butuh pinjaman online
    Tapi memang harus hati hati saat memilih pinjaman online ini

  29. Membedakan pinjol dan fintech ini yang kudu dipahami yaa..
    Jangan asal mudah dan cepat, lalu dengan mudahnya gali lubang tutup lubang untuk berutang.
    Konsekuensinya berat banget…

    1. Pinjol ini manis di awal yaah…tapi ternyata ga asik di belakang.
      Sangat mencekik dengan bunga yang gak masuk akal.
      Kenali lagi pinjol dan fintech terpercaya.

      Suka banget sama quote “If you fail to plan, it means you plan to fail.”

  30. Kemarin aku habis baca tulisannya Tere Liye yang viral itu. Salah satunya menyoroti soal bunga yang besar. Aku baru tahu kalo pinjol yg bunganya di atas 0,8% per hari itu pasti ilegal ya ternyata. Dan banyak banget beda pinjol ilegal vs yang legal

  31. Pinjol ini bahaya banget. Kalau gak pinter milih pinjol yang bener, bukannya untung malah buntung. Belum lagi cara nagihnya yang nggak manusiawi.. Semoga kita nggak pernah terjerat dengan pinjol abal-abalan ya.. Baca cerita orang-orang aja stres, apalagi sampai ngalamin sendiri.

  32. Setidaknya kalua pinjol resmi, penagihan dan bunga tidak terlalu memberatkan ya
    Saya perlu dana darurat saat isoman kemarin, terpaksa pinjam ke pinjol. Tapi yang resmi dong. Dan Alhamdulillah udah bisa melunasi …

  33. Jangan terjerat pinjol ilegal..setuju! Mesti dicek nih sebelum ajukan pinjaman, ada 124 Pinjaman Online OJK (fintech legal) di web OJK. Perlu dipahami pula ciri-ciri Pinjaman Online OJK (fintech pendanaan legal) sehingga kita tidak terjebak pada pinjol ilegal

  34. pinjol yg ilegal tuh serem banget ya klo denger cerita2nya. Kudu banget nih artikel kayak gini dibaca sama orang awam. Mreka seringnya nggak mikir itu legal atau nggak yg penting cair dananya.
    Ah bener banget, tapi socmed tinggal usernya aja yg berperan. Misalnya nggak kuat yaudah nggak usah ngintip hihi. Aku follow artis2 cuma dikit yg aku suka ajaaa, dan follow kbanyakan blogger, hasiiiik.

  35. Sekarang ini emang banyak banget pinjol ya mbak
    memang harus hati-hati memilih
    pastikan memilih pinjol yang aman dan sudah terdaftar ojk

  36. Nasihat pertama buat yang mau akses pinjol, pandai-pandai lah cek ricek lembaganya. Pandai juga hitung-hitungannya, mulai dari cicilan pertama sampai cicilan terakhir. Jangan tergoda sama cicilan ringan saja, tapi gak sadar bunganya kalo dikumulatif dalam waktu lama bahkan lebih besar dari pinjaman dasarnya. Apalagi yang pinjol ilegal, ampuuuuun.

  37. Meski sudah terdaftar di OJK, kota juga perlu tahu dulu berapa besar bunga per hari dan per bulannya. Sehingga tahu resiko berapa yg harus dibayar nanti dan apa resikonya kalau ga bisa nyicil ya…

  38. duh ngeri karena gaya hidup memang yah jadinya harus pinjam dan aku juga masih bergidik ngeri karena sahabat teman kantor bunuh diri lantaran pinjam online begitu dan ga bisa bayar alias telat 😦

  39. kalau tidak terpaksa banget atau emang ada keyakinan bisa membayar, sebaiknya mmg ga usah membiasakan meminjam. Nah klo udah terpaksa minjam cari yang jelas legalitasnya aja drpada yang mana menimbulkan hal-hal yang tdk diinginkan kelak di kemudian hari ya mba.

  40. Waduuuh afuuuh, ternyata ada juga tooh orang yang bela-belain utang pinjol demi ngeksis di medsos??

  41. waduh, ada gitu mbak orang yang cari pinjaman uang demi memenuhi gaya hidup?
    Kalau untuk urusan perut, biaya berobat, biaya pendidikan bisa lah ya di maklumi. Tapi demi gaya hidup? Saya kok ngerasanya aneh

  42. Selama ini aku manggil semua fintech yang meminjamkan dana itu sebagai pinjol. Padahal gak semuanya ya. Pinjol lebih berkonotasi ke fintech yang ilegal dan bermasalah. Kudu pada tahu nih orang2 dengan pinjol yang ilegal ini. Duh serem2 ceritanya. Dari yang diteror, ditransfer paksa, sampe disebar KTP-nya sebagai buronan. Ngeri, kudu hati2 dengan legalitasnya ya.

  43. tapi memang ada kok mbak yang beli barang buat menghidupi instagramnya tapi ya bisa balik modal karena gak mungkin cuma mejeng di instagram pasti dibuat konten yang menghasilkan cuan dan gak perlu cari pinjaman online deh

  44. I say BIG NO mba ke pinjol yang ngga jelas dan banyak yang beredar di mana – mana. Terus terang untuk urusan keuangan saya prefer cara tradisional namun secure yaaa

  45. intinya jangan besar pasak dari pada tiang ya mbak
    kalau kebutuhannya belum mendesak, ya sabar dulu. kumpulin dulu uangnya. pokoknya kalau ga perlu ga usah pinjam. kalau terpaksa pinjam juga, ya ke peminjam online yang legal

  46. Suka enggak habis pikir sama pinjaman online ilegal yang bunganya enggak masuk akal, padahal suku bunga per hari maksimal 0,8% aja ya…

  47. Kenapa ya aku kalau urusan saving itu suka susah Mbak ngaturnya. Selalu ngepas. Apalagi model kayak aku sama suami yang pendapatan perbulannya kebanyakan dan seringnya dari pemasukan yang tidak tetap per harinya.

  48. Bener Mba, say no to pinjol illegal, ntar malah ditelponin terus diminta bayar, Bunga juga tinggi. Merugikan pokoknya. Kalau udah diawai ojk mungkin bisa dipertimbangkan pinjamannya

  49. benar banget mbak, sekarang banyk banget pinjaman online yang menawatkan banyak kemudahan, tapi tetap kita harus waspada ya mbak
    hati hati dalam memilih pinjaman online, pilih yang terdaftar OJK

  50. Pinjaman online sekarang makin banyak ya mam. Tapi tiap denger berita tentang korban pinjol ilegal suka ngeri deh. Semoga kita bisa terhindar dari hal seperti itu ya mam, aamiin… Untungnya sekarang udah ada pinjol legal ya, jadi lebih tenang.

  51. Seorang kerabat – perempuan-terjerat pinjol, untuk memenuhi gaya hidup sejak pindah ke Jakarta. Akibatnya berlipat pinjamannya, sampai ga punya apa-apa…tinggal barang rumah seadanya karena dijual buat nutupi pinjaman. Ending-nya pisahan sama suami setelahnya. Duh!
    Memang mesti bijaksana, disiplin dan bersikap dewasa dalam mengatur keuangan.

  52. Serem banget pinjaman online illegal. Untungnya ada pinjaman online yang terdaftar dengan OJK. Jadi membantu banget yang butuh uang kepepet nih.

  53. Cluenya buat saya sih, jangan tergoda sms blast pinjol-pinjol yang ga jelas deh, better cek aja yang terdaftar di OJK dan APFI, jadi pastinya sesuai peraturan yang berlaku dong pinjolnya

  54. Kalau mau pinjem pinjem uang tuh harus teliti banget ya.. suka risih deh kadang-kadang liat notif Pinjaman Online, udah gitu penipuan. Huhuu 😣

  55. Aku mah ngeri2 sedap kalo soal pinjol soalnya temenku sendiri ngalamin hal terburuknya.
    Yaa yg pasti aku on point sama tips n trik kak nurul, ketika kita liat gaya hidup orang di sosmed ke trigger pengen ngikutin but somehow that’s the poison of our real life.

  56. Aq juga sering dapat sms pinjol gitu mbak tapi seringnya aq abaikan aja deh dari pada berabe nantinya. Soalnya aq pernah dapat telpon beberapa kali dari pinjol katanya temanq berhutang dan aq diminta ngasih tau buat bayar hutangnya. Lah jadinya ngeri ya, yang hutang siapa yang diuber2 siapa.

  57. Iyess mba nurul bener banget kalau pun terpaksa harus minjam ke yg legal aja ya.. Jangan terdorong instan dan cepat malah runyam jadinya..

    Memang hidup sekarang harus pantai mengatur ritme ya biar tetap sesuai pasak dengan tiang..

  58. Tos dulu mbaaak. Yok bisa yok semangat. Sepakat bgt kl terpaksa mau ngutang mesti pastikan dulu, pinjolnya ilegal atau legal. Jgn mudah tergiur ya mbak. Dududu 3 tips di atas ngena bgt nih🤣

  59. Memang pernah dapat edukasi sih bahwa FINTECH itu sebenarnya tujuannya baik. Sayangnya, ada pihak-pihak penyelenggara Pinjol yang memanfaatkan keadaan dan lahirlah Pinjol Ilegal.

    Selain itu, sebagai orang yang membutuhkan, ya gitu deh, begitu dapat info bahwa syaratnya teramat sangat mudah, langsung deh diiyakan aja.

    Kudu cermat banget memang kalau urusan utang. Padahal punya utang itu waduuuh, beraaat rasanya hidup sehari-hari, ya.

  60. Saya ngga pernah follow-follow selebgram yang hobi mewah-mewahan karena takut kena penyakit hati macam iri, pengenan, yang malah jadinya bikin lupa bersyukur. Nah, tapi nih, anak-anak sekarang idolanya yang begini-begini. Pengen punya sesuatu bukannya kerja, malah pakai jalan pintas. Duh Gusti.

    Semoga kita terhindar dari hal-hal semacam ini ya, Mbak.. Dan penting banget untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mudah masuk dalam jeratan pinjol ilegal yang iming-iming kemudahannya bikin silau mata.

  61. Nah, iya. Banyak yang terjerat pinjol karena memenuhi kebutuhan gaya hidup. Kadang malah untuk biaya jalan-jalan saja.
    Saya tidak antipinjol, tapi kalau pas merasa butuh, saya cek benar nih, track record-nya. Saya baca detail FAQ, saya coba kalkulator simulasinya, dan yang jelas, harus punya alamat jelas, dan punya kanal pengaduan. Yang punya semua ini biasanya dan pastinya masuk dalam daftar OJK

  62. Sembarang pinjol bisa berakibat fatal ya, bunganya tinggi dan hal negatif lainnya, jadi harus teliti dulu dan pastikan berada dibawah pengawasan OJK.

    1. mbaaa aku tuh sering bangeettt dapet sms pinjol gituuu. untung ga tergoda ya karena sudah pasti illegal sih.
      memang kalo butuh pinjaman tuh kudu hati2 dan cari tau dulu udah terdaftar OJK atau belum. syukur2 malah dapet pinjaman dari keluarga ajaa biar gak rempong. hehe

  63. Ngeri pinjol ini ya Mbak. Memang bicara keuangan ini susah juga ya Mbak? Idealnya harus bisa saving tapi realitanya ya gitu deh liat ntar. Terima kasih pencerahannya Mbak.

  64. Kalau ga darurat darurat amat, mending hindari pinjol ya. Kalaupun terpaksa karena ga ada jalan lain, pastikan pinjolnya yg resmi dan ketahui sistem bunga serta cicilannya

  65. Banyak memang yang nawarin ini via sms, tau aja nomor kita. Kadang bahasa sms nya alay tulisan nya. Ada juga yang kasih link lah. Macam2 modusnya

  66. Padahal sudah banyak korban tapi masih saja ada korban baru. Semoga makin baik kesadaran masyarakat yg butuh modal utk cek status legalitasnya di ojk.

  67. BPJS, LOL … ternyata begitu kepanjangannya.
    Iya nih mbak Nurul. Idealnya yaa 30:60:10 akan tetapi pada kenyataannya ada aja pembelokan. Memang kudu kuat iman dan banyak bersyukur supaya keuangan on track, enggak makan stres. Lha kalau stres bawaannya mau belanja, trus belanja pakai duite sopo.

  68. Membahayakan banget ini Kak yang namanya SMS penawaran kayagitu yah. Kalau aku sendiri sih nggak masalah tinggal cuekin dan masukkin nomornya dalam daftar blacklist, namun kalau yang mudah percaya seperti pengguna yang nggak hati2 bisa bermasalah. Soalnya nih walaupun embel2 data aman, tetep aja sih takut diperjualbelikan. Kalau misal butuh banget dan kepepet banget ya, pilih yang legal dan terutama diawasi OJK ya

  69. Bener nih Mbak, kita mesti tahu dulu pinjolnya terdaftar OJK atau enggak ya. Bahaya kalau sampai kena pinjol bodong.

  70. Bener banget, pinjol ilegal bahaya dan lagi marak. Mereka tuh ngebaca phonebook kalo gabayar diwatsapain siapa aja di phonebook. Temen ada yg kaya gtu!

  71. Aku juga sering dapat sms yang menawarkan pinjaman online, bingung juga dapat no hp ku dari mana ya? Biasanya aku abaikan sms seperti itu. Pinjaman online OJK ini pastinya sudah legal dan aman ya.

  72. Kadang kebutuhan tiap orang berbeda, dan butuh pinjaman yang cepat. tapi bener untuk say no to pinjeman online ilegal itu. Aku pribadi, kalau untuk urusan yang kaitannya dengan keuangan, pasti harus mastiin dulu, udah terdaftar di OJK blom.

  73. Setuju ini jangan sampai terjebak pinjol ilegal, katanya kayak ngutang sama renternir ya. Memang kita harus bijak dalam meminjam, jangan sampai untuk keinginan, dan harus yang sudah terdaftar OJK

  74. Aku juga lumayan sering dapat SMS yang isinya tuh tawaran pinjaman online. Baca postingan ini jadi dapat nasihat dan pesan untuk hidup hemat dan jarang untuk mengikuti trend saat ini yang akhirnya menghabiskan uang. Setuju banget kalau kita harus hati-hati dalam memilih pinjaman online.

  75. lumayan sering juga mba dapat SMS Blast kayak mbak gitu. Wah, serem juga ya dampaknya sampai takut untuk keluar kamar karena takut gak bisa bayar tepat waktu. Jadi mesti berhati-hati untuk mengambil keputusan untuk pinjam online mending ke OJK yang udah terjamin ya mba

  76. Seriiinggg dapet pesan nawarin pinjol. Kirain pesan dr yg aku tunggu2 eh malah dari pinjol. Tawarannya selalu cepat cair tanpa jaminan, tp nggak diinfoin scra detil. Afa-afa an, ketahuan mau berbuat nggak baik ini mah.
    Aku idem sm mbak Nurul, kalau mau pakai jasa pinjol, cek ricek dulu ilegal atau nggaknya.

  77. iya nih mbaa.. kudu extra hati2 mah sekarang ini, banyak pinjol ilegal dan banyak juga orang ngakalin. semoga kita ga terjebak yaa.. data2 kita juga semoga aman terus aamiin

  78. Kalau saya biasanya pas ada sms masuk nawarin pinjol.. auto block and report spam, Mbak ^^”

    Tapi soal akses data camilan di hp ala APFI ini saya setuju banget. Lagian ya, pinjol mintak akses kontak yang ada di hp itu buat apa? kalau pinjaman resmi OJK biasanya kan cukup menyertakan nomor kontak keluarga terdekat saja. (Bentuk kekesalan dari seseorang yang pernah di wa pinjol ilegal karena hutang orang lain yang nggak dikenal #halah jadi curhat)

  79. setuju mbk, kalau follow akun yang nggak ada manfaatnya sama sekali mending unfollow deh. Apalagi sampai niru kehidupan mereka yang jelas-jelas kita nggak mampu tapi nekat niru. Naudzubillah..ojo sampe.
    Ngomongin pinjol ini ngeri ngeri sedap ya, apalagi kalau kena pinjol ilegal, duh ngeri pokoknya. Apalagi pinjol sekarang ini prosesnya cepet banget ya mbk. Tapi endingnya suka suka mereka, keluar dari jalur kesepakatan

  80. Iya mbak, ngeri pinjol tuh mbak, pernah baca keluarga yang terjerat pinjaman di pinjol itu jadi sengsara yaa. semoga pinjol pinjol ini segera ditindak oleh yang berwajib ya mbak. kasihan kalau ada yang terkena.

  81. Iya bener, Mba. Kebanyakan karena gaya hidup banyak yang kejebak ke pinjol. Kita harus bisa nahan-nahan lapar mata deh ya biar ga terjebak pinjol. Tapi serem juga ya pinjol ilegal, telat sekali doang terornya sampai bikin orang ga mau keluar kamar, seperti kisahnya temen Mba Rani.

  82. Belanja sesekali buat nyenengin diri itu perlu. Yang gak boleh itu menuhi gaya hidup dengan belanja, tapi duitnya gak ada sampai terjerat pinjol. No, no, no. Kalau pun mau pinjam, paling gak buat modal usaha dan pilih yang legal di OJK

  83. Pinjaman online ilegal ini sebenarnya udah terjadi sejak lama ya. Kini marak karena banyak media sosial membuat viral kasus2 dan berbagai kejadian. Makanya, kita kudu pintar mengelola keuangan. Jangan banyak keinginan namun dahulukan kebutuhan. Kalau memang benerna perlu duit buat modal usaha, mesti pandai cek2 dulu pinjol yang resmi terdaftar di OJK. Jangan kena bujuk rayu info2 dari SMS dll ya mbak.

  84. iya banget aku sampe bosan dapat sms tawaran kek gitu entah darimana mereka dapat nomer HPku ini dan ya mesti hati2 kalau mau minjem online ya mba karena duh banyak jebakannya bunganya gede astaga ngerii

  85. Langsun ingat kasus guru TK yang terjerat pinjol sampe puluhan juta di Malang, Mbak. Memang kudu cerdas dan cermat kelola keuangan biar ga terjerat utang. Sebisa mungkin ga berutang, tapi umpama harus berutang ya kudu waspada, cek dulu di OJK, termasuk pengalaman teman atau kerabat yang mungkin pernah punya pengalaman buat rekomendasi. Setuju, jangan mengikuti hasrat mewah2 padahal pemasukan terbatas.

  86. Ngeri banget memang kalo terjebak pinjol ilegal gitu ya. Jangan sampe deh. Pinjem ke yang terpercaya aja, kalo bisa pun pinjem uang pas emang kepepet banget nggak cuma buat ngikutin gaya hidup. Huhu..

  87. Banyak nih mbak di grup emak2 di FB yang share soal kejebak pinjol ilegal. Tp herannya masa aku baca komennya malah sebaiknya kalau ilegal ojo dibayar. Lha piye tu org2, mau duite gk mau nyicile.
    Emang perlu edukasi kyk gini di masyarakat, aplagi saat ini lg masa susah, banyak org tergiur pinjaman gampang ya 😦

  88. iya bener, udah banyak cerita yang terjebak dengan lingkaran utang di pinjol dan berbunga2 sehingga utang membengkak sana sini. Kita harus waspada dg tipe2 pinjaman yg memudahkan, tapi akan menyulitkan pada akhirnya.

  89. Ngerii kalau baca berita tentang korban pinjol yang ilegal itu. Kasian utangnya bisa jadi berlipat-lipat.
    Memang kalau terpaksa mau pinjam online itu harus hati-hati, pilih yang sudah terdaftar di OJK ya…

  90. Yang penting memang me gatur keuangan keluarga dengan alokasi dana yang baik.
    Hanya saja, kadang pinjam uang ini karena ada kebutuhan lain yang mendesak.
    Seperti mengembangkan bisnis atau untuk urgensi kesehatan.

    Doanya semoga dijauhkan dari pinjol yang jahat.

  91. Aku sering dapat SMS tawaran pinjol. Gak pernah aku gubris 😀

    Penting sekali bagi mereka yang ingin meminjam uang teliti memeriksa mana pinjol resmi dan mana yang ilegal. Jangan sampai niat mau melepaskan satu beban malah mendapat ratusan beban dan masalah di kemudian hari.

  92. Orang kalo mau pinjam online pasti udah buntu ya mau pinjam kemana lagi, kebanyakkan asal dapat uang. Harusnya edukasi kayak gini makin banyak biar tahu milih pinjaman online yang kayak gimana

  93. broadcast via SMS yang isinya ngasih “kemudahan” untuk minjem ini masih lumayan sering saya terima Mbak, dan biasanya auto deleted saja, daripada memenuhi inbox, hehehe.

    Tiap dpt broadcast via SMS pinjol, saya juga heran kok bisa semudah itu ngasih pinjeman dgn nominal yang lumayan besar? Benar-benar kita wajib tahu dan cermat ya mana pinjol legal dan ilegal.

  94. Budget Pas-Pasan tapi Jiwa Sosialita memang bahaya, Mbak. Makasih ya dah diingatkan buat tahu diri. Sesuaikan gaya hidup dengan pemasukan, ga perlu ikut orang. Kalau kita kena jebakan utang, ya kita sendiri yang susah. Apalagi kalau pinjol ilegal, nauzubillah.

  95. Seram juga ya kalau sampai dapat Pinjol ilegal karenakan banyak kejadian juga tentang pinjol ilegal, serem banget. Jadi sekarang tuh kalau mau melakukan pinjaman online lebih baik cek dengan teliti ya mak. Pastikan sudah terdaftar di OJK dan AFPI

  96. Penting banget buat yang butuh pinjaman online untuk selalu teliti dan hati hati ya mbak
    memastikan pinjaman online yang dipilih aman dan terdaftar OJK

  97. Jujur denger kata ‘pinjol’ nya aja udah serem banget, apalagi kalo denger cerita ada yang minjem uang ke pinjol demi gaya hidup, geleng-geleng kepala deh. Maka dari itu pengelolaan uang dengan baik penting banget ya mbak, dan mending hidup sesuai kemampuan aja deh kalo aku.

  98. Jika memang sangat dibutuhkan, boleh saja meminta pinjaman ke pinjaman online ya mbak
    asalkan sudah cek keamanan dan legalitasnya

  99. Sepakat banget sama Mba Ophi, karena kita ga tahu kebutuhan yang urgent dan butuh dadakan dana segar.Semoga menambah wawasan lagi seputar pinjaman ojk ini buat semuanya . Makasih loh sharingnyaaaa. MMuaah..

  100. Ngeri banget ya kalau terjerat pinjol illegal. Mana Bunga Naik berkali-kali lipat, kalau nagih juga engga kira-kira. Moga dijauhkan deh. Sering loh Mba aku dapat SMS tawaran pinjol ini, emang gampang syaratnya tapi setelahnya engga jamin deh. Betul, kalau pun keadaan darurat mending pilih yang pasti dan udah diawasi OJK

  101. Jujurly bener banget kalau medsos itu racun hahaha. Kalau biasa bisa nyapu pakai sapu biasa aja, karena banyak yang story-in robot vacuum cleaner mini yang bisa muter-muter jadi merasa butuh juga punya itu. Padahal budget belum ada akhirnya minjem duit online biar nggak FOMO dududu. Kalau buat modal kerja atau kebutuhan mendesak mungkin nggak papa ya, asal di platform yang terdaftar OJK. Jangan lupa baca dengan jelas klausul dan bunganya.

  102. Bunga yang diberlakukan di pinjaman online itu memang gak masuk akal, berlipat-lipat dan memberatkan. Banyak yang sudah terjerat berutang di pinjol, jadi bukannya menyelesaikan masalah menumpuk utang.

  103. Kalau pinjol legal bisa menilai kemampuan membayar seharusnya enggak ada lagi peminjam yang ga sanggup bayar ya mba. Atau memang peninjam nya aja yang ga mau bayar? Soalnya saya teringat teman yang berhutang ke saya. Uangnya ada tapi seolah2 lupa kalau punya utang. Huff gemes deh. Maaf malah curcol.

  104. Say no to pinjol ilegal!
    Memang sih ya mau ngutang itu hak tiap orang tapi kita pun perlu tahu mana yang legal dan nggak. Kalaupun mau minjam uang ya sebaiknya ke lembaga keuangan yang legal. Dan penting ya mak, kalau kita ngutang perlu atur cash flow agar lancar bayarnya.

  105. Betuuul say no tu pinjol ilegal. Ngeri banget. Udahlah feenya besar, bunga juga nggak manusiawi. Kalau terpaksa pakai pinjol cari yang sudah diawasi OJK.

  106. lagi marak ya mak
    moga2 kita dijauhkan dari beginian
    apalagi di jaman serba digital ini bisa bahaya kalau gimana-gimana huhuhu
    semoga kita jauh2 dari pinjol yang mencekik bunganya ya mak

  107. Untungnya OJK ada antisipasi (meskipun terlambat) dam informasi seperti ini penting banget untuk disampaikan ke masyarakat yaa

  108. Setuju sekali, Mbak. Apapun memang lebih baik legal ya. Kita juga lebih nyaman mencobanya. Tips finance nya luar biasa.

  109. Selama pandemi ini rasa-rasanya berat banget mau patuhi bujet harian, heuheu. Soalnya emang bujet terlampau ketat biar bisa survive sampai entah kapan. Godaannya ya pinjol ini. Hadeh, saban hari ada aja penawarannya. Emang kudu hati-hati, melek literasi dan tahan keinginan.

  110. Masalah pinjol ini banyak disalah gunakan yah, gampang sih pengajuannya tapi akhirnya serem huhuh, harus jeli dan teliti ya mencari pinjaman, harusnya yang ada dibawah pengawasan OJK sudah pasti aman.

  111. Huhu serem banget memang pinjol ilegal ini. Pernah nih aku diteror karena temenku telat bayar. Gila deh, seminggu bunganya sampe berjuta-juta. Mana KTP temenku disebar dengan embel-embel buronan. Semoga dengan smakin banyaknya sosialisasi mengenai pinjol legal dan ilegal ini, masyarakat menjadi cerdas ya. Tidak tergoda pinjam uang dari pinjol ilegal. Yang legal-legal sajalah yang terdaftar di OJK. Biar aman.

  112. pinjaman online yang ilegal ini seram banget memang ya mbak. aku ngeri sendiri. temanku karena kepepet utang pernah kecolongan pinjam yang ilegal. kalau terpaksa pinjam online maka pinjamlah yang sudah ada lisensi OJK ya

  113. Di saat pandemi gini, perekonomian yang sulit membuat orang terdesak sehingga banyak mungkin yang tergoda untuk meminjam uang di Pinjol. Jangankan yang berniat pinjam, kita yang sama sekali nggak ada niatan aja sering dapat sms atau WA tawaran pinjol.
    Kalopun terpaksa pinjam tetep kita kudu cermat dan teliti memilih yang legal ya Mbak.

  114. Maraknya SMS pinjol yang tidak terdaftar OJK yang masuk lewat SMS sebenarnya menandakan masih tingginya minat sebagian masyarakat terhadap keberadaan pinjaman tersebut. Kalau sudah tidak ada orang yang berminat pastinya SMS itu akan hilang dari peredaran karena tidak menguntungkan lagi. Terkait pinjol ini saya juga melihat sendiri ada orang yang pinjam 700 ribu lalu dalam sebulan ditagih 1,5 juta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: