Buibu, Pakbapak, Say NO to Pinjol Ilegal, ya! Mau Berhutang, Manfaatkan Pinjaman Online OJK Saja

Bpk/Ibu kami menerima pengajuaan Pnj@man, 5-500 jt, bnga @% cepat & Amanah berminat hubungi08xxxx

Sering mendapat SMS atau WhatsApp dengan konten serupa? Toss dulu sini! Entahlah, saya heraaann banget, itu orang-orang yang pada kirim penawaran utang, dapat nomor HP saya dari mana? Perasaan nih yaaa, saya sama sekali nggak pernah berurusan dengan badan utang atau pinjaman online (pinjol). Tapiii, iklan broadcast via SMS kayak gini, selalu membombardir tiada henti, hufffttt! Pengin garuk-garuk tanah rasanya.

Ternyata, kita kudu waspada banget dengan adanya broadcast SMS seperti ini. Bisa dipastikan, kalau sampai ada penawaran pinjaman yang sporadis, artinya ini dikirimkan oleh PINJOL ILEGAL! JANGAN sampai masuk ke sana yak. Karena itu jebakan buat kita. Ketimbang menjerumuskan diri dengan hutang ke pinjol illegal, sebaiknya kita mudheng/ paham apa saja sih, pinjaman online OJK yang legal dan kredibel.

Karena memang, belakangan ini banyak fenomena Trap alias jebakan untuk berhutang ke pinjol illegal. Sepertinya, kondisi yang semakin berat, kerap membuat orang memutuskan untuk melakukan shortcut: Ambil utang dengan cara yang gampil, no ribet ribet, hanya modal KTP dan nomor HP. Padahal, sekalinya kita berurusan dengan pinjol illegal, data-data kita bakal terambil, dan efek yang terjadi akan lebih parah!

Andhika Diskartes (Financial Planner dan Influencer) menyoroti hal ini. “Jangan tergoda dengan adanya TRIGGER/ pancingan untuk ambil hutang. Karena di era sekarang, logika dasar yang dipakai mirip. Ada orang yang lagi desperate, apalagi pas pandemic, ga ada duit atau tidak pegang cash, maka gampang terpancing untuk cari pinjaman.”

Lebih lanjut Diskartes menyoroti, kenapa orang gampil terpancing pinjol illegal, alih-alih memanfaatkan fasilitas Pinjaman Online OJK?

“Ya itu tadi, karena terdesak, berada di kondisi genting, panik, ga punya uang/ tabungan. Atau ada kebutuhan mendadak, misal ada keluarga yang sakit. Dan butuh uang tunai dengan cepat. Maka mereka memutuskan untuk utang ke pinjol illegal,” ujar Diskartes. 

Apalagi, pengusaha UMKM pastinya butuh asupan modal, padahal cashflow tidak selalu lancar jaya. “Sahabat saya punya usaha, tiba-tiba kudu nyetok bahan. Tapi kasnya ga mencukupi, akhirnya dia pakai Pinjol. Apa yang terjadi? Dia harus membayar bunga pinjaman dengan jumlah yang tidak masuk akal.”

Selain itu, tidak sedikit orang yang memutuskan hutang ke Pinjol, lantaran membiayai gaya hidup, misalnya demi traveling atau OOTD di berbagai platform media sosial. Ini diceritakan oleh Mak Ranny Afandi, Ketua KEB Solo. Kejadian yang menimpa salah satu rekannya, patut jadi bahan kontemplasi kita semua untuk Say NO to Pinjol Ilegal! “Karena ingin eksis, jadinya tidak berpikir panjang, dan memutuskan pinjam uang ke pinjol illegal. Di periode awal bayar tagihan lancar, lalu suatu ketika telat bayar, dan mulai dia harus menghadapi beragam teror dari pinjol illegal, ketakutan sampe tidak mau keluar kamar. Ini sungguh mengerikan!”

***

Kondisi keuangan tiap orang memang berbeda. Ada kalanya, masalah hadir begitu saja, sehingga seseorang butuh untuk berhutang. Kalau hutang ke saudara atau teman, kuatirnya malah menimbulkan masalah baru: hubungan jadi rusak dan acakadut, karena hutang-piutang. Karena itulah, sebenarnya ada solusi jitu yang dipersembahkan oleh Pinjaman Online OJK atau FinTech Pendanaan Multiguna.

Ibu Rina Apriana (ketua Klaster Fintech Pendanaan Multiguna AFPI dan CEO Maucash) menyoroti pentingnya masyarakat untuk semakin melek seputar perbedaan Pinjol Ilegal dan Pinjaman Online OJK/ Fintech yang legal. FYI, AFPI adalah: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, selengkapnya bisa pantengin website-nya di: https://afpi.or.id/


“Jadi, Kehadiran Pinjaman Online OJK atau Fintech Legal, itu tujuannya membantu masyarakat untuk dapat akses keuangan. Salah satu objective beroperasinya Fintech adalah meng-address kebutuhan masyarakat yang tidak ter-cover bank atau multifinance. Ketika seseorang mengajukan pinjaman ke Pinjaman Online OJK,  maka proses melakukan credit underwriting dilakukan sesuai aturan dan code of conduct yang berlaku. Kami, fintech legal menilai Kebutuhan dan Penilaian kemampuan membayar. Apabila Anda mendapatkan penawaran yang bombastis, tanpa syarat apapun (hanya modal KTP, dana langsung cair) maka harus curiga!”ujar bu Rina.

Ada 124 Pinjaman Online OJK (fintech legal) yang bisa kita cek di web OJK. Yuk kita pahami apa saja ciri-ciri Pinjaman Online OJK (fintech pendanaan legal).

(1). Cek di laman OJK, juga di website AFPI di: https://afpi.or.id/

Anggota AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) sudah pasti pinjaman online OJK yang kredibel dan terpercaya. Selain itu, teman-teman bisa pantengin website Pinjaman Online OJK tersebut. Yang legal, pastinya secara praktik bisnis, marketing, pengumpulan data dll sesuai dengan aturan yang diterapkan OJK.

(2). Suku bunga per hari tidak lebih dari  0,8%. Member APFI secara asosiasi punya code of conduct dan dipatuhi oleh member

(3). Seluruh member AFPI dan Pinjaman Online OJK (Fintech pendanaan legal  di bawah OJK) tidak melakukan penyebaran data yang tidak diizinkan regulator.

(4). Menjaga agar praktik fintech pendanaan berjalan sesuai regulasi yang ditetapkan oleh OJK maupun AFPI.

(5). Pinjaman Online OJK hanya diberi izin untuk mengakses camilan (Camera, Mikrofon, dan Location) dari calon peminjam dana.

Bagi pinjaman online OJK (platform yang sudah terdaftar dan berizin OJK) ini, akses camilan digunakan sebagai bahan analisis dan verifikasi untuk keputusan pemberian pinjaman dana, credit scoring, dan komunikasi dengan nasabah.

Bagaimana Bijak dan Disiplin dalam Mengatur Keuangan

Yang tak kalah penting adalah, kita semua harus bijaksana, disiplin dan bersikap dewasa dalam mengatur keuangan.

Saya sepakat dengan spirit yang diusung oleh para financial planner, bahwa sebaiknya, kita memang mengatur keuangan dengan sebijak mungkin.

Pertama, tentu saja, kita kudu paham PENDAPATAN kita bulanan itu seberapa sih? Iya dong, kalo mau ngatur ke-UANG-an, udah barang tentu, wajib tahu, UANG-nya ada berapa yang mau diatur ntuh?

Nah, setelah tahu duitnya ada segini… maka, kita beranjak ke alokasi pendapatan. Kalau dari advise para financial planner, saya tarik kesimpulan, kurang lebih begini. Uang kita itu dialokasikan untuk:

(1). Saving (termasuk untuk tabungan, dana darurat, investasi, dana Pendidikan, dana pensiun, asuransi, pajak, dan sejenisnya)

(2). Living (untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Makan, minum, bayar listrik, bayar internet, dll)

(3). Playing (untuk keinginan, misal: wisata kuliner di resto/caf yang sedang hits)

Komposisinya tidak saklek, tentu ini tergantung dengan kondisi masing-masing orang. Tidak bisa di-gebyah uyah (pukul rata). Tapi, saya suka dengan nasihat ini:

Uang kita, alokasikan untuk 30% saving; 60% living; 10% playing.

Jadi, misalkan dalam sebulan kita terima uang 10 juta. Maka, 3 juta harus ditaruh untuk komponen saving; untuk kebutuhan bulanan limit maksimal 6 juta; dan kitab oleh bersenang-senang dengan duit kuota maksimal 1 juta.

Gampang?

Yaaaa…. Terdengar gampang, sih. Tapi praktiknya? Woahahahahahah *ketawa ngakak*

Kenapa ya, kok rasanya susaaaahh banget mengatur kondisi finansial supaya sehat dan seimbang gitu lho. Selalu ada rasa ‘guilty feeling’ lantaran gagal mematuhi komposisi untuk 30% saving; 60% living; 10% playing yang dicanangkan.

Setelah saya pikir—pikir dengan seksama, sepertinya ada indikasi, bahwa kegagalan ini bermula dari mental ala kaum BPJS. Apakah itu? Yap, kaum Budget Pas-Pasan, Jiwa Sosialita)

Sekilas Mengenai BPJS “Budget Pas-Pasan, Jiwa Sosialita”

Terminologi kaum BPJS ini muncul berbarengan dengan tren ‘media sosial’ yang marak. Yap, kita paham dong, banyak banget ‘racun’ yang bertebaran di Instagram dan aneka socmed.

Sejumlah (so-called) Influencer sibuk mempertontonkan gaya hidup dan standar mevvah ala mereka. Aneka baju dan aksesoris yang high-branded, lifestyle liburan kelas wahid, meeting di kafe super happening, chill di resort mewah, endebra endebre… intinya gaya ala sosialita.

Tidak bisa dipungkiri, Sebagian dari kita jadi kayak “Iiiihh, pengin deh, SESEKALI kayak selebgram anu.”

Sesekali ini indikatornya apa ya, Bund? Mungkin, awalnya Cuma 1-2 kali dalam sebulan. Tapiii, for the sake of ‘kasih makan konten Instagram’, kita (KITA??? Elo, kalii) jadi terikat dengan semangat ‘Kudu kulineran di kafe hits!’ ‘Kudu ngetrip di destinasi yang lagi happening’.

Semacam itu.

Padahal, kita bisa banget bikin menu sendiri di rumah. Lebih sehat dan hemat ya kaan?

(1). Know Your Trigger

Manusia itu unik, ya. Kalau lagi stress/ ada masalah hidup, pelariannya adalah belanja! Ngabisin anggaran bulan ini. Wkwkwkw. Bahkan ada slogan “Shopping is much cheaper than (psychologist) therapy”

Padahal, kalo belanja belanja mulu, lalu duit jadi boncos, akibatnya ya jelas, stress kita makin menjadi-jadi!

Karena itulah, sedapat mungkin, kita kudu paham/tahu apa trigger yang menyebabkan semangat shopping merajalela. Kalau sudah tahu, ya ayok-lah, gimana caranya usahakan untuk ‘mengatasi trigger’ itu, bukannya malah shopping gila-gilaan.

(2). Unfollow Akun yang Bikin Dompet Terkaing-kaing

Nah, seperti yang saya singgung di atas, socmed tuh somehow emang jadi racun, sih. Banyak banget yang tampil paripurna dengan gaya hidup yang sungguh ulala. Kalo tahu kalo titik kelemahan kita adalah: ‘pengin ikuti gaya hidup selebgram anu’, ya udah, UNFOLLOW akunnya dong. Supaya dompet kita aman, tidak terkaing-kaing.

(3). Berusaha banget untuk Patuhi Budget

If you fail to plan, it means you plan to fail.

Bikin planning dan budgeting itu pentiiing pake banget! Jangan sampe menganut asas “Liat ntar aja, dahhh.” Karena ntar itu merembet ke berbagai pengeluaran tidak perlu, yang malah bikin kondisi keuangan kita acakadut!

Akan tetapi, apabila memang kita tengah berada dalam kondisi cashflow kurang lancar, dan butuh dana untuk sesuatu yang urgent, nah silakan mengakses fasilitas dari Pinjaman Online OJK. Ingat yaaa, jangan sampai terjebak di Pinjol Illegal! Teman-teman better pahami betul, bahwa berhutang seyogyanya dilakukan di Pinjaman Online OJK yang kredibel.

***

Nah, jadi begitu yaaa, tips/ strategi/ kiat yang bisa banget kita terapkan, untuk mengatur kondisi keuangan supaya lebih sehaaat bin mantap. Once again, kalaupun terpaksa harus berhutang, carilah Pinjaman Online OJK (Fintech Pendanaan legal yang terdaftar di OJK).

JANGAN TERJERAT PINJOL ILEGAL!

Semangaaattt, BISA YOK BISAAAA!(*)

86 thoughts on “Buibu, Pakbapak, Say NO to Pinjol Ilegal, ya! Mau Berhutang, Manfaatkan Pinjaman Online OJK Saja

  1. ameliatanti says:

    Oh my…. for the sake of ‘kasih makan konten Instagram’ adalah salah satu jebakan Batman yang kerap menghantui!

    Lebih parahnya, sekarang di instagram – mereka majang aneka parfum merek kesukaan selebriti anu dengan harga “super miring” yang berujung pada…. menggunakan uang belanja!

    Abis itu,
    uang belanja yang sedianya untuk belanja minim sementara keluarga kudu makan, toh? Toh!

    Datang SMS berbunyi sopan, “Assalamualaikum …..” dan terjadilah!

  2. Lidya says:

    Pinjaman online legal yang seharusnay dipilih ya kalau terpaksa harus mengajukan pinjaman, itu pun harus dipastikan sesuatu kemampuan jangan sampai gagal bayar

    • Lia Yuliani says:

      Setuju Mba. Sebisa mungkin sih engga pinjem kecuali keadaan darurat sekali. Harus dipertimbangkan juga kemampuan bayar dan harus jelas pinjamannya diawasi OJK lebih baik

  3. nchie hanie says:

    Hhhaaaa…Ngakkak akutuu, iyaa teorinya gampang yaaa, tapi paktiknya susaaah kembali menyehatkan keuangan tuuh.Apalagi dimasa pandemi gini, lihat saldo abis2 muluuu, nabungnya banyakan di babang goput.
    Eh, btw no aku juga terdeteksi tawaran2 pinjol, huhuu bisa koleksi nih padahal belom pernah pinjem, baru juga mo niaaat. Ternyata sehati, hihiiii.

    Noted banget nih, Pinjaman Online menurut OJK, mesti hati2 plus melek dan sadar akan bahaya pinjol ilegal yang makin marak saat ini.

  4. Nurul Sufitri says:

    Guilty feeling banggged aku tuh untuk saving kok belum nyampe mulu 30% wkwkwkwkw 😀 Kalau payah ngelola uang, bisa2 kebanyakan playing-nya hihihi. Setuju, niat mah ada terus tapi praktiknya syuliiit. Nah makanya bagi orang2 yang butuh uang atau modal terutama buat usaha, kudu berhati2 pinjaman online kudu masuk OJK dong ya, jangan sembarangan.

  5. Helena says:

    sampai sekarang aku tidak ada niatan pakai pinjol. Semoga istiqomah
    pernah iseng hitung bunganya. Widiiih gede banget, mbak! Ya kalau memang butuh, cari pinjaman sana-sini mentok, okelah. Aku takutnya lupa diri beli untuk konsumtif. Amit amit…

  6. Wiwied Widya says:

    Takut aku tuh mau pinjam uang… takut lupa ngembaliin. Jadi mending kalau ada niatan pengen beli apa gitu nabung dulu aja deh. Nggak papa belinya rada lamaan ketimbang kudu pinjam. Untungnya sih ya, belum mpe kepept bgt mpe harus pinjam. Mudah2an sih bisa gitu terus.

  7. Nathalia DP says:

    Setuju… Kalau bisa enggak perlu ya meminjam uang… Tapi kalau kepepet ya gimana lagi… Boleh lah memanfaatkan pinjaman online, asal diteliti dulu, harus yang legal dan diawasi ojk…

  8. linasophy says:

    Ngeri banget siy kalau baca² cerita orang yang terlilit hutang ke pinjol ilegal. Belum lama kawan cerita dapat sms dari pinjol yang nyebar berita salah satu temannya yang hutang dan disebar ke seluruh kontaknya.

    Saya berusaha banget siy untuk hidup minim hutang, kalau mepet ke sodara atau temen dulu, yang penting kita harus amanah. Kalaupun terpaksa harus hutang gede ya harus cari yang legal, thanks udah berbagi mbak 🙏🏻

  9. Katerina says:

    Memang, kalau sedang kepepet/terdesak/terpaksa, di mana semua jalan sudah buntu, meminjam jadi pilihan terakhir. Teman-teman pengusaha ada yang aku tahu begitu. Ada kisah nyata soal butuh uang. Dulu tahun 1998 pas krismon, ada usaha dagang alat industri, lagi bagus2nya, tiba2 byarrr terpuruk saat dollar melambung, sementara utang ke luar negeri pakai dollar semua, beberapa tagihan dalam mata uang euro dan SGD. Pilihannya tutup usaha atau lanjut dan membuat pengorbanan. Akhirnya jual ruko, mobil, rumah, dan 2 kantor cabang (di SBY dan Cikarang) tutup. 4 thn kemudian pengorbanan itu dibalas dengan rejeki berlimpah, bahkan usaha membesar 5x lipat dgn karyawan tadinya cuma 10 jadi 100an. Yang disyukuri dari peristiwa itu adalah keputusan tidak tutup usaha dan tidak ngutang. Padahal amat sangat terdesak. Mungkin karena sering berdoa: Semoga dijauhkan dari berhutang.

  10. Era Sapamama says:

    Aku juga sempat lihat acara ini saat IG Live mam. Insightfull banget. Naudzubillah jangan sampai terjerat ya, waktu dengerin kisah teman mam Ranny yang terjerat pinjol ilegal rasanya pengen nangis deh, perlu banget edukasi menyeluruh tentang pinjol dan fintech agar masyarakat lebih berhati-hati.

  11. Rosanna Simanjuntak says:

    Bicara soal saving, aku selalu terngiang nasehat sakti Bapak Safir Senduk, penasihat keuangan di tabloid Nova, beberapa tahun lalu.

    Beliau mengatakan setiap menerima gaji langsung sisihkan untuk ditabung ya.
    “Apa?”
    Saat itu aku kaget karena yang aku lakukan spending dulu sisanya baru ditabung. Hihihi.
    Aku pikir saat itu, “Ciyus nih, Saving dulu Pak?”

    Plak!
    Ternyata memang begitu seharusnya!

    30-60-10 gitu ya perbandingannya untuk saving, living dan playing.
    C-A-T-A-T!

  12. Sari says:

    Sebenarnya bagus loh ada fintech ini, bisa support UMKM yang butuh modal untuk mengembangkan bisnis, tapi harus hati-hati banget sama pinjol nakal, bunganya bisa berkali-kali lipat

  13. Suciarti Wahyuningtyas says:

    Pinjol ilegal tuh emang menyeramkan, jadi aku pernah ikutan diteror oleh pinjol karena ada salah satu teman yang pinjam dari pinjol dan sepertinya mandeg bayar. Jadilah aku di wa dimintai pertanggung jawaban hutang temanku ini. Lah deket aja enggak sama anak ini, dan aku teringat mereka inikan neror dari no telp yang ada di handphone para peminjam.

  14. Fahrin Mane Tima says:

    Benar juga sih, kebanyakan kita sekarang malas mengatur keuangan dengan baik, padahal penting banget, Kalau aku sih udah sih praktekkin apa yang kaka sampaikan yakni Saving tapi cuman Investasi ajah, Kalau nabung sih belum, wkwk. Sehingga kadang2 ada keinginan untuk menghabiskan uangnya padahal itu uang kebutuhan primer spti kebutuhan kuliahnya aku, hehe. Tapi.kedepannya aku usahakan untuk meninggalkan kebiasaan buruk ini. Dan yang terpenting sih kalau lagi butuh uang jangan pakai pinjol gak jelas yah atau ilegal harus yang terdaftar di OJK atau AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia). Mksh tips dan informasinya kak 🙂

  15. Maria Soemitro says:

    pinjol emang sangat membantu karena banyak UMKM yang bankable

    asalkan legal pastinya

    kalo illegal jadi menyeramkan, mereka menggunakan cara-cara licik yang gak masuk akal

    beruntung AFPI aktif mengedukasi masyrakat agar waspada

  16. Lia Yuliani says:

    Di masa pandemi ini keadaan cukup sulit Mba, terutama buat penjual harian yang biasanya dagang kecil-kecilan. Nah, selama PPKM ini jualan mereka sepi, begitu obrolan saya dengan beberapa penjual yang biasa saya beli jualannya. Mereka butuh buat biaya hidup sehari-hari yang makin sulit sekarang. Kasian kalau orang kaya mereka terkena pinjol illegal, bunganya itu loh tinggi terus nanti nagihnya ampun deh.

  17. Ghina Rahma says:

    Cemilan (camera, microfon, dan location) emang harusnya yang data yang diminta itu nggak aneh-aneh ya. Aku suka curiga duluan kalau permintaan akses ke seluruh file gitu.

    btw, ini ulasannya lengkap banget mbak rahma,. makasih banyak ya. untuk urusan kelola keuangan ini aku malah suka banget bukin budget planning gitu, tapi suka lupa kalau pendapatannya nggak nyampe segitu. Tapi malah jadi trigger juga sih biar dapat penghasilan lebih dan lebih semangat ngeblog juga. wkwk..

  18. NoviyanaShiali says:

    Di aku juga banyak sms tentang/dari pinjaman online yang masuk, hampir setiap hari, bahkan ada yang sms-nya udah lengkap pake nama aku, sampe heran. Kok bisa ya tau namaku padahal aku sendiri gak pernah nyoba pinjol? huhu

    Gak bisa dipungkiri sih kalau pinjaman online ini juga menggoda banget saat keungan lagi gak stabil dan ada keperluan mendadak, tapi untungnya tips-tips yang disebutin di atas juga udah kuterapin sejak jauh-jauh hari, jadinya saat ini masih aman 😀

  19. Dedew says:

    Betul banget harus dipikirkan lagi apakah kita membeli sesuatu itu karena butuh atau karena hanya ingin dan untuk lifestyle saja, jangan dibiasakan pinjam uang apalagi pinjamnya di pinjol ilegal duh duh teliti sebelum meminjam..

  20. Dewi Rieka says:

    Seram banget kalau sudah terjerat pinjol ilegal begini mau gimana coba bayarnya, bunga membengkak, seluruh dunia tahu kita terjerat hutang dan diteror pula huhu

  21. Roemah AuRa says:

    Serem banget emang dengan orang-orang yang BPJS (“Budget Pas-Pasan, Jiwa Sosialita”) ini ya mbak. Kawan kantor suamiku ada yang begini akhirnya pinjamannya sana-sini karena gak bisa bayar akhirnya nilep uang perusahaan. ketahuan trus masuk bui deh. apalagi kalau sampe pinjam ke pinjol yang ilegal duh pasti makin habis deh dia

  22. clotehcom says:

    Nah nice sharing mbak. Dimasa pandemi kek gini, ekonomi sedang morat-marit dan dimanfaatin sama orang gak bertanggung jawab.. aku aja sehari 3x dapat sms pinjol abal2.. dah kek minum obat wkwkwk…

    Bener2 harus hati-hati masalah kek gini

  23. antung apriana says:

    pinjol ini memang benar-benar bisa menjebak ya, mbak apalagi prosesnya juga gampang banget. mungkin bagi yang kepepet banget pinjol ini menjadi jalan keluar mereka padahal bisa jadi di belakangnya malah makin menjerat kondisi keuangan si pinjol ini.

  24. Ria Fasha says:

    Pinjaman online ilegal tuh memang ngeri banget.. Sadis juga bunganya bikin merinding
    Tapi ya itu balik2 ke kitanya mending hidup sederhana daripada ngikutin keinginan yg ga abis2 tapi ga punya dana

  25. Alfa Kurnia says:

    Ternyata nggak cuma prokes yang 5M ya, mau pakai pinjaman online juga pakai 5M. Kalau mau pinjaman online harus teliti banget periksa dia ada di OJK nggak, begitu juga dengan bunga dan sistem tagihannya. Biar nggak malah terjebak sama yang ilegal.

  26. hidayahsulistyowati says:

    Untuk keuangan nggak boleh ntar dulu, harus dikelola dari awal.
    Aku juga sering dapat sms penawaran pinjaman online gitu. Tapi karena enggak butuh ya akhirnya aku hapus aja, takut sih kalo itu pinjol ilegal

  27. Dian says:

    saat pandemi seperti ini, kebutuhan seringkali bertambah namun pemasukan berkurang ya mbak, makanya kadang butuh pinjaman online
    Tapi memang harus hati hati saat memilih pinjaman online ini

  28. lendyagassi says:

    Membedakan pinjol dan fintech ini yang kudu dipahami yaa..
    Jangan asal mudah dan cepat, lalu dengan mudahnya gali lubang tutup lubang untuk berutang.
    Konsekuensinya berat banget…

    • lendyagassi says:

      Pinjol ini manis di awal yaah…tapi ternyata ga asik di belakang.
      Sangat mencekik dengan bunga yang gak masuk akal.
      Kenali lagi pinjol dan fintech terpercaya.

      Suka banget sama quote “If you fail to plan, it means you plan to fail.”

  29. ismyama says:

    Kemarin aku habis baca tulisannya Tere Liye yang viral itu. Salah satunya menyoroti soal bunga yang besar. Aku baru tahu kalo pinjol yg bunganya di atas 0,8% per hari itu pasti ilegal ya ternyata. Dan banyak banget beda pinjol ilegal vs yang legal

  30. jasmibakri says:

    Pinjol ini bahaya banget. Kalau gak pinter milih pinjol yang bener, bukannya untung malah buntung. Belum lagi cara nagihnya yang nggak manusiawi.. Semoga kita nggak pernah terjerat dengan pinjol abal-abalan ya.. Baca cerita orang-orang aja stres, apalagi sampai ngalamin sendiri.

  31. Okti Li says:

    Setidaknya kalua pinjol resmi, penagihan dan bunga tidak terlalu memberatkan ya
    Saya perlu dana darurat saat isoman kemarin, terpaksa pinjam ke pinjol. Tapi yang resmi dong. Dan Alhamdulillah udah bisa melunasi …

  32. Dian Restu Agustina (@dianrestoe) says:

    Jangan terjerat pinjol ilegal..setuju! Mesti dicek nih sebelum ajukan pinjaman, ada 124 Pinjaman Online OJK (fintech legal) di web OJK. Perlu dipahami pula ciri-ciri Pinjaman Online OJK (fintech pendanaan legal) sehingga kita tidak terjebak pada pinjol ilegal

  33. Ucig says:

    pinjol yg ilegal tuh serem banget ya klo denger cerita2nya. Kudu banget nih artikel kayak gini dibaca sama orang awam. Mreka seringnya nggak mikir itu legal atau nggak yg penting cair dananya.
    Ah bener banget, tapi socmed tinggal usernya aja yg berperan. Misalnya nggak kuat yaudah nggak usah ngintip hihi. Aku follow artis2 cuma dikit yg aku suka ajaaa, dan follow kbanyakan blogger, hasiiiik.

  34. Dian says:

    Sekarang ini emang banyak banget pinjol ya mbak
    memang harus hati-hati memilih
    pastikan memilih pinjol yang aman dan sudah terdaftar ojk

  35. Mutia Ramadhani says:

    Nasihat pertama buat yang mau akses pinjol, pandai-pandai lah cek ricek lembaganya. Pandai juga hitung-hitungannya, mulai dari cicilan pertama sampai cicilan terakhir. Jangan tergoda sama cicilan ringan saja, tapi gak sadar bunganya kalo dikumulatif dalam waktu lama bahkan lebih besar dari pinjaman dasarnya. Apalagi yang pinjol ilegal, ampuuuuun.

  36. Okti says:

    Meski sudah terdaftar di OJK, kota juga perlu tahu dulu berapa besar bunga per hari dan per bulannya. Sehingga tahu resiko berapa yg harus dibayar nanti dan apa resikonya kalau ga bisa nyicil ya…

  37. herva yulyanti says:

    duh ngeri karena gaya hidup memang yah jadinya harus pinjam dan aku juga masih bergidik ngeri karena sahabat teman kantor bunuh diri lantaran pinjam online begitu dan ga bisa bayar alias telat 😦

  38. ophiziadah says:

    kalau tidak terpaksa banget atau emang ada keyakinan bisa membayar, sebaiknya mmg ga usah membiasakan meminjam. Nah klo udah terpaksa minjam cari yang jelas legalitasnya aja drpada yang mana menimbulkan hal-hal yang tdk diinginkan kelak di kemudian hari ya mba.

  39. Agustina Purwantini says:

    Waduuuh afuuuh, ternyata ada juga tooh orang yang bela-belain utang pinjol demi ngeksis di medsos??

  40. Nara says:

    waduh, ada gitu mbak orang yang cari pinjaman uang demi memenuhi gaya hidup?
    Kalau untuk urusan perut, biaya berobat, biaya pendidikan bisa lah ya di maklumi. Tapi demi gaya hidup? Saya kok ngerasanya aneh

  41. niaharyanto says:

    Selama ini aku manggil semua fintech yang meminjamkan dana itu sebagai pinjol. Padahal gak semuanya ya. Pinjol lebih berkonotasi ke fintech yang ilegal dan bermasalah. Kudu pada tahu nih orang2 dengan pinjol yang ilegal ini. Duh serem2 ceritanya. Dari yang diteror, ditransfer paksa, sampe disebar KTP-nya sebagai buronan. Ngeri, kudu hati2 dengan legalitasnya ya.

  42. ivonie says:

    tapi memang ada kok mbak yang beli barang buat menghidupi instagramnya tapi ya bisa balik modal karena gak mungkin cuma mejeng di instagram pasti dibuat konten yang menghasilkan cuan dan gak perlu cari pinjaman online deh

  43. Liza Fathia says:

    intinya jangan besar pasak dari pada tiang ya mbak
    kalau kebutuhannya belum mendesak, ya sabar dulu. kumpulin dulu uangnya. pokoknya kalau ga perlu ga usah pinjam. kalau terpaksa pinjam juga, ya ke peminjam online yang legal

  44. Nathalia DP says:

    Suka enggak habis pikir sama pinjaman online ilegal yang bunganya enggak masuk akal, padahal suku bunga per hari maksimal 0,8% aja ya…

  45. ikamayasusanti1 says:

    Kenapa ya aku kalau urusan saving itu suka susah Mbak ngaturnya. Selalu ngepas. Apalagi model kayak aku sama suami yang pendapatan perbulannya kebanyakan dan seringnya dari pemasukan yang tidak tetap per harinya.

  46. Lia Yuliani says:

    Bener Mba, say no to pinjol illegal, ntar malah ditelponin terus diminta bayar, Bunga juga tinggi. Merugikan pokoknya. Kalau udah diawai ojk mungkin bisa dipertimbangkan pinjamannya

  47. Dian says:

    benar banget mbak, sekarang banyk banget pinjaman online yang menawatkan banyak kemudahan, tapi tetap kita harus waspada ya mbak
    hati hati dalam memilih pinjaman online, pilih yang terdaftar OJK

  48. Era Sapamama says:

    Pinjaman online sekarang makin banyak ya mam. Tapi tiap denger berita tentang korban pinjol ilegal suka ngeri deh. Semoga kita bisa terhindar dari hal seperti itu ya mam, aamiin… Untungnya sekarang udah ada pinjol legal ya, jadi lebih tenang.

  49. Dian Restu Agustina (@dianrestoe) says:

    Seorang kerabat – perempuan-terjerat pinjol, untuk memenuhi gaya hidup sejak pindah ke Jakarta. Akibatnya berlipat pinjamannya, sampai ga punya apa-apa…tinggal barang rumah seadanya karena dijual buat nutupi pinjaman. Ending-nya pisahan sama suami setelahnya. Duh!
    Memang mesti bijaksana, disiplin dan bersikap dewasa dalam mengatur keuangan.

  50. ovie says:

    Serem banget pinjaman online illegal. Untungnya ada pinjaman online yang terdaftar dengan OJK. Jadi membantu banget yang butuh uang kepepet nih.

  51. Shyntako says:

    Cluenya buat saya sih, jangan tergoda sms blast pinjol-pinjol yang ga jelas deh, better cek aja yang terdaftar di OJK dan APFI, jadi pastinya sesuai peraturan yang berlaku dong pinjolnya

  52. Vivian Wahab says:

    Kalau mau pinjem pinjem uang tuh harus teliti banget ya.. suka risih deh kadang-kadang liat notif Pinjaman Online, udah gitu penipuan. Huhuu 😣

  53. rafahlevi says:

    Aku mah ngeri2 sedap kalo soal pinjol soalnya temenku sendiri ngalamin hal terburuknya.
    Yaa yg pasti aku on point sama tips n trik kak nurul, ketika kita liat gaya hidup orang di sosmed ke trigger pengen ngikutin but somehow that’s the poison of our real life.

  54. Fionazisza03 says:

    Aq juga sering dapat sms pinjol gitu mbak tapi seringnya aq abaikan aja deh dari pada berabe nantinya. Soalnya aq pernah dapat telpon beberapa kali dari pinjol katanya temanq berhutang dan aq diminta ngasih tau buat bayar hutangnya. Lah jadinya ngeri ya, yang hutang siapa yang diuber2 siapa.

  55. duniabiza says:

    Iyess mba nurul bener banget kalau pun terpaksa harus minjam ke yg legal aja ya.. Jangan terdorong instan dan cepat malah runyam jadinya..

    Memang hidup sekarang harus pantai mengatur ritme ya biar tetap sesuai pasak dengan tiang..

  56. ellafitria says:

    Tos dulu mbaaak. Yok bisa yok semangat. Sepakat bgt kl terpaksa mau ngutang mesti pastikan dulu, pinjolnya ilegal atau legal. Jgn mudah tergiur ya mbak. Dududu 3 tips di atas ngena bgt nih🤣

  57. Melina Sekarsari says:

    Memang pernah dapat edukasi sih bahwa FINTECH itu sebenarnya tujuannya baik. Sayangnya, ada pihak-pihak penyelenggara Pinjol yang memanfaatkan keadaan dan lahirlah Pinjol Ilegal.

    Selain itu, sebagai orang yang membutuhkan, ya gitu deh, begitu dapat info bahwa syaratnya teramat sangat mudah, langsung deh diiyakan aja.

    Kudu cermat banget memang kalau urusan utang. Padahal punya utang itu waduuuh, beraaat rasanya hidup sehari-hari, ya.

  58. arintaadiningtyas says:

    Saya ngga pernah follow-follow selebgram yang hobi mewah-mewahan karena takut kena penyakit hati macam iri, pengenan, yang malah jadinya bikin lupa bersyukur. Nah, tapi nih, anak-anak sekarang idolanya yang begini-begini. Pengen punya sesuatu bukannya kerja, malah pakai jalan pintas. Duh Gusti.

    Semoga kita terhindar dari hal-hal semacam ini ya, Mbak.. Dan penting banget untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mudah masuk dalam jeratan pinjol ilegal yang iming-iming kemudahannya bikin silau mata.

  59. Susi says:

    Nah, iya. Banyak yang terjerat pinjol karena memenuhi kebutuhan gaya hidup. Kadang malah untuk biaya jalan-jalan saja.
    Saya tidak antipinjol, tapi kalau pas merasa butuh, saya cek benar nih, track record-nya. Saya baca detail FAQ, saya coba kalkulator simulasinya, dan yang jelas, harus punya alamat jelas, dan punya kanal pengaduan. Yang punya semua ini biasanya dan pastinya masuk dalam daftar OJK

  60. Tian Lustiana says:

    Sembarang pinjol bisa berakibat fatal ya, bunganya tinggi dan hal negatif lainnya, jadi harus teliti dulu dan pastikan berada dibawah pengawasan OJK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s