parenting

Ketika Anakku Bertanya tentang Poligami

“Bu, poligami itu apa sih?”

DEG. PYAAR, Mak klontaaaang, kaiiing, kaaiiiing. Sontak, segala sesuatu bergemuruh, berebutan untuk berjedag-jedig di batinku. Sidqi, anakku, yang masih umur 9 tahun, nanya soal poligami?? Hoalaaah, nak… Ga ada pertanyaan lain, apaa?

“Loh. Mas Sidqi kok tahu soal poligami? Dapat info darimana?”

“Yaaa, ada yang bilang poligami-poligami gitu. Poligami itu istrinya banyak, gitu ya Bu? Nabi Muhammad juga poligami ya Bu?”

DIENGGGG.. Mak jedheeeggg, tuing tuiiiing! Ini lagiii! Masih puyeng disergap pertanyaan “Poligami itu apa?” eh, ketambahan bombardir tentang poligami manusia paling mulia di muka bumi. Hadeh.

Aku coba ambil nafas. Ambil dalam-dalaaaaaaam, lalu hembuskan lewat belakang, DUUUT!

Sambil baca Bismillah, dan menenangkan batin, aku mencoba untuk memilah dan memilih diksi apa yang pas disampaikan tentang “isu super-sensitif” ini bagi bocah berumur 9 tahun.

“Gini, ya. Rasul memang poligami. Tapi, beliau poligami karena beberapa sebab yang sangat luar biasa penting, dan itupun atas perintah dari Allah. Ada yang karena menyelamatkan seorang janda, yang mana suaminya syuhada, alias mati syahid, karena meninggal setelah berjuang. Intinya, poligami beliau karena Allah yang memerintahkan.”

“Semua orang boleh poligami?”

ZRIIIIINGGGGG… Semriwing dah, dengernya. *lap kringet*

“Gini. Untuk bisa poligami, BANYAK BANGET syarat dan ketentuan yang berlaku. Misalnya, harus adil sama istri pertama dan istri kedua. Begitu juga kudu adil sama anak-anak yang lahir dari istri pertama dan istri selanjutnya. Gampangnya gini deh. Kalau istri pertama dibeliin HANDPHONE CANGGIH maka istri kedua juga kudu dibeliin. Gitu juga dengan anak-anaknya. Kebayang kan, butuh duit banyaaaak buat mencukupi kebutuhan istri dan anak-anak yang segambreng? Nah, karena syaratnya nggak mudah, tidak semua orang bisa poligami. Kan dosa tuh, kalau seorang laki-laki menyia-nyiakan nasib istrinya?”

“Hmm, gitu ya Bu,” Sidqi mulai manggut-manggut. Matanya menerawang, lalu ia berkata pelan, ”Padahal, kalau misalnya Bapakku poligami, kan ada istri lagi. Nanti istrinya melahirkan. Kan aku jadi punya adik, Bu….”

WALAH DALAAAAH! Jadi ujung-ujungnya, Sidqi nanyain poligami, demi mendapatkan seorang adik tho? Hoalaaaah, toleee… toleee…. Tiwas ibuk wis adem panas kemringet gobyossss* hahahahahaaaa

***

Saya sendiri tentu saja bersikap netral tentang poligami. Itu sudah tertera jelas di Al-Qur’an, dan bukan sesuatu yang haram, ataupun menjijikkan. Biasa aja. Tapiii, saya sepakat dengan kata Indadari, istrinya Caisar, tatkala ada audiens yang bertanya opini doi soal poligami.

“Saya tidak boleh menerima satu dalil, tapi menolak dalil yang lain. Sudah jelas, tentang poligami ada dalam Al-Qur’an. Saya tentu harus menerima syariat itu. Akan tetapi, apabila suami saya berniat poligami, saya harus tunjukkan apa dan bagaimana syarat yang harus dipenuhi seorang laki-laki ketika akan poligami. Tak bisa sembarangan. Dan saya akan berupaya kuat, agar suami saya tidak jatuh menjadi bahan bakar neraka, andaikata ia gagal dalam memenuhi syariat poligami. Istri yang baik akan selalu berupaya agar suami tidak ke neraka, dan begitu pula sebaliknya.”

Adeeeem kan, bacanya?

Artikel lengkap bisa dibaca di sini

Yang jelas, poligami itu ADA dan BOLEH. Hanya ya itu tadi, syarat dan ketentuan berlaku.

Mungkin ini terdengar normatif, tapi… ada baiknya buat laki yang pengin poligami, pelajari dulu tipikal istri-istri Rasul dan SEJARAH alias LATAR BELAKANG di balik poligaminya.

Semua ibadah tentu ada syaratnya.

Mau Haji? Kudu pelajari rukun, syarat, wajib haji dan seterusnya.

Mau zakat? Kudu penuhi nishob, dan endebrai-endebrainya.

Pokoke, nggak boleh ngawur. Yang lebih penting lagi, ortu masa kini memang kudu meng-upgrade wawasan, biar siap memberikan jawaban yang PAS buat anak. Well, dalam hal ini, aku nggak boleh ceplas-ceplos dalam menjawab keingintahuan Sidqi. Minimal, dia jadi tahu, bahwa poligami itu memang ada syariatnya dalam Islam, dan kita nggak boleh ngarang seenak udel dalam memberi jawaban soal poligami.

“Bu, aku mau tanya lagi deh… Kalau besok udah gede, terus aku kayaaaa banget, enaknya aku poligami apa enggak ya?”

GUBRAKSSSS….!!

Catatan kaki:

*Tiwas ibuk wis adem panas kemringet gobyossss = percuma ibu sudah panas dingin berkeringat sampai bercucuran

Advertisements

53 thoughts on “Ketika Anakku Bertanya tentang Poligami”

  1. Aduuhh Sidqi cita2nya polis banget sih hahhha.. kalao kaya mau punya istri brapa emangnya De’? Ntar emak mu punya banyak menantu dan cucu toh 😀

    Wes kl bahas poligami tentu saja nggak bisa mengelak bahwa itu mmng ada di AlQuran, tapi aku pribadi rasanya dalam keadaan apapun pilihannya tetap tidak mau. Bahkan nnti akan jadi perjanjian diawal nikah kali yah hehhee

      1. Setahu saya di jaman Khalifah Umar Bin Abdul Azis, kalo ada muslim yang kaya malah diharuskan poligami oleh pemerintah, kalo dia ngga poligami, sebagian hartanya akan disita untuk diberikan pada pemuda-pemuda lajang untuk biaya nikah. jadi pernikahan itu dijadikan urusan yang sangat urgent sehinga tak boleh ada baik pria atau wanita yang hidup sendirian. Kalo semua laki-laki sudah menikah sementara banyak perempuan yang joomblo ya, diwajibkan poligami. Demikian 🙂

  2. Pertanyaan yang susah buat dijawab ya Mbak :hehe. Tapi saya suka jawaban Mbak, mudah dimengerti, bahkan saya yang nonmuslim dan awam pun jadi bisa paham :hehe. Hitung-hitung menambah wawasan :hehe. Saya setuju, tak sepantasnya kita berpandangan berlebihan akan suatu masalah. Biasa saja, sik… :hehe.

  3. Kalo aku ngelihat poligami ibarat emergency exit alias pintu darurat di pesawat terbang.. Tau sendiri kan itu pintu ada di tiap pesawat tapi hanya dibuka/dipakai hanya pada situasi/kondisi SANGAT KHUSUS😊

  4. Jadi kapan punya adik lagi ..?, 😁😁😁

    Umumnyaaaa…lelaki pengen nikah lagi dgn yg lebih muda, lebih cantik, lebih gronjeng dr yg pertama, deuuh gonjreng bhs mana ya..?? haha
    Mbok ya nikahin janda2 sepuh banyak anak gitu lho… 😊

  5. hihihi…itu di sekolahnya juga dibahas sama teman2nya kali mbak.

    lha anak sy yg nomer dua bilang kl nanti dewasa dan menikah dia mau punya ibu (istri) dua. hihi..saya cm ketawa aja. trus lain kesempatan kakaknya bilang kl besok dewasa mau punya anak 20. si nomer dua mau punya 10! wahaha… saya cuma bilang, “banyak bangeeet.”

  6. Mak….. jangan2 Bapake Sidqi yg mau nanya tuh,,,tapi lewat Sidqi hihihihii #mlipirlewatpintudapurtakutdisambitpanci

    * kalo cuma pengin adek lagi…..bikinan Buuuuuu… 😀

  7. Ahaha, pertanyaan terakhir itu loh.. :D. Tapi kalo dipikir serius, mesti hati2 juga ya, jangan2 Sidqi mikirnya kalo kaya harta boleh poligami lagi, padahal esensinya bukan adil harta aja kan ya 😅

    1. Betullll, mak 🙂 Ini aku juga masih bingung menjelaskan dgn gaya anak2.
      Seiring berjalannya waktu, pemahaman tentang syariat poligami (dan hal-hal “berat” lainnya) insyaAllah bakal kusuntikkan pd Sidqi 🙂

      1. Hehe. Anak2 jaman sekarang emg makin kritis sih ya mba, ponakan saya juga ya ampun deh kalo nanya, ahaha.. Arus informasi yg ada buat mereka juga tinggi sih, mesti ortunya yg kudu siap jelasin jadinya biar ga dapet info yg salah 😅

  8. haha itu sidqi pinter banget. Jadi ortu harus siap siaga ya mbak kalo ditanya kayak gitu sama anak. jawaban mbak juga cukup diplomatis. Meski tetep aja pertanyaan/pernyataan sidqi selanjutnya mengundang was-was

  9. ya ampunnn, minta adek tapi tema diskusi nya berat banget 😄 saya jadi senyam-senyum ngebacanya… hehe

    Setuju mbak. Poligami itu memang tidak diharamkan. Tapi ya harus diingat, Poligami pilihan, bukan kewajiban.

  10. Itu Sidqi sudah dewasa ya mbak wkwkkw 😀 9 tahun rasa 20 tahun wkwkwk 😀

    Awkward banget ya dapet pertanyaan semacam itu -_- kayak kemarin adikku yang masih kelas 6SD nanya sama ibukku :
    “Buk, kondom itu apa?”

    Seketika, aku sama ibukku cuma tatap-tatapan gimana gitu -_-

  11. Istri yang bijaksana sekali.. luar biasa. Ngejelasin ke anak keren banget. Setuju loh.. harus update ilmu. Namun sebaiknya semua manusia perlu berilmu agar berada di jalan yang lurus. Weis dalem banget ya.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s