Naik Suroboyo Bus, Bayar Pakai Sampah Plastik, Ayo Nikmati Destinasi Wisata Seru Surabaya!

Cuma Punya waktu kurang dari 24 Jam di Surabaya, Wisata ke Mana Saja Kita?

Surabaya punya wisata Heritage, Kuliner, Shopping dan Wisata Cinta Lingkungan!

“Hei, Nurul! Minggu depan, aku ada business trip ke Surabaya. Mau extend sehari aja, pengin eksplor keliling kota. Enaknya ke mana ya?”

Sebuah chat masuk ke WhatsApp. Dari sahabat yang lamaaaa banget tak bersua, dan ia ingin mengeksplorasi kota Surabaya tercinta. Hmm, kurang dari 24 jam. Tapi pengin menikmati ambience kota Pahlawan yang kerennya nggak ada obat. Baiklah. Ada baiknya kali ini, aku menjadi local guide yang bisa memberikan unforgettable experience untuk dia.

Ini itinerary yang saya susun. Barangkali ada teman, saudara atau bahkan Anda pembaca artikel ini yang ada rencana untuk ngetrip dan cuss ke Surabaya? Monggo bisa ikuti run down-nya ya.

Setiap ada teman/ saudara yang main ke Surabaya, saya selalu berceloteh soal bus ini.

“Lho, tapi aku kan nggak punya sampah plastik?”

“Kamu ikutan workshop, kan? Pesertanya pada dikasih air mineral dalam gelas atau botol, kan? Nah, kalau pas sesi break atau ishoma, coba deh, kumpulkan sampah-sampah plastiknya.”

“Berapa biji?”

“Kalau yang gelas cukup 10 aja. Atau, bisa juga dengan botol ukuran 600 mL kumpulkan 5 biji. Atau kalau botol 1,5 liter butuh 3 biji.”

“Oke, siap! Nanti aku coba.”

Sekian tahun silam, bisa jadi kita bakalan gengsi atau malas mengumpulkan sampah plastik ini, ya. Tapi, keberadaan Suroboyo Bus mengubah rasa gengsi menjadi peduli. Yap, sebagai warga Surabaya, kita punya kepedulian extra, untuk memilah dan memilih sampah organik dan an-organik. Plastik yang terkumpul ini nantinya bisa didaur ulang dan menambah pundi-pundi APBD Surabaya.

“Aku menginap di hotel jalan Ahmad Yani, jadi aku nunggu bus di mana ya?”

“Oh, nanti bisa banget naik di salah satu halte sepanjang Ahmad Yani. Ada tanda BUS STOP-nya.”

“Shiaaappp!”

Jam 10.00: Mall hopping plus window shopping di Tunjungan Plaza (TP)

Can you imagine, dalam satu areal ada mall sampai 6! Yap, mall TP 1, TP 2, TP3, TP 4, TP 5, TP 6!” tukas saya.

Kita bisa turun di halte bus Kaliasin. Memasuki mall ini, wooowww, rasanyaaaa… langsung ternganga! TP menyediakan SEMUA kebutuhan duniawi kita, dengan aneka brand dan range harga yang super variatif.

Shopping baju olahraga di TP!

Dan yang penting lagi, kalau mau olahraga tapi bisa cuci mata, ya jalan-jalanlah ke TP, haghaghag.

Kuy, belanja emas berlian di TP!

Nyam nyam, asyiknya kulineran di TP

Kalau lapar melanda, nggak perlu khawatir. Buanyaaaakk tenant makanan yang ada di TP. Saya personally paling suka ke food court TP 3.

Jam 11.30 Mengarungi Histori Keluarga Sampoerna di House of Sampoerna

O iya, tiket Suroboyo Bus ini berlaku sampai 2 jam ke depan ya. Kita masih bisa naik bus tanpa perlu membawa sampah plastik lagi. Cukup tunjukkan struk tiket pertama.

Akan tetapi, kalau sudah lebih dari 2 jam, ya artinya kita kudu setor sampah baru.

“Yaaahhh, aku nggak ada sampah plastik lagi nih…” keluh sahabat saya.

“Tenang! Aku kan punya kartu setor sampah. Nanti kita naik Suroboyo Bus pakai tiket ini aja!”

Kartu Setor Sampah yang praktis banget!

Yap. Kalau kita rajin mengumpulkan sampah plastik, lalu menyetornya ke Bank Sampah yang disediakan Pemkot Surabaya, maka nantinya kita bisa dapat kartu setor sampah seperti ini. Praktis, kan?

Destinasi selanjutnya yang saya sarankan adalah: House of Sampoerna. Kita naik Suroboyo Bus (dari Halte Kaliasin) dan turun di Halte Rajawali. Setelah itu, jalan dikit aja, sekitar 500 meter untuk menuju ke museum ini.

Di depan Museum House of Sampoerna

House of Sampoerna menyuguhkan perjalanan Liem Seeng Tee, pendiri pabrik rokok PT HM Sampoerna. Mulai periode ketika ia menjadi pedagang asongan di kereta ekonomi, lalu menjalankan usaha rokok kretek skala rumahan, hingga “meraksasa”-nya industri rokok yang ia punya .

Berada di sini, kita serasa memasuki lorong waktu, ikut merasakan momentum perjalanan imperium bisnis keluarga Sampoerna, mulai dari “bukan siapa-siapa” hingga menjadi raksasa di industri rokok.

Selain menikmati Museum, kita juga bisa naik bus merah Surabaya Heritage Track yang ada di sini. Namun, sebaiknya kudu reservasi terlebih dahulu, karena seat terbatas banget!

Kita bisa banget ngopi-ngopi cantik dan menikmati sajian di Café House of Sampoerna.

Jam 13.00 Tersengat Semangat Kepahlawanan di Tugu Pahlawan

“JASMERAH, Jangan sekali-kali melupakan sejarah!” Inilah mandat dari founding father Indonesia, Ir. Soekarno. Saya pun meresapi kalimat sakral ini, dan tentu saja mengajak untuk bertandang ke Tugu Pahlawan.

Untuk menuju ke sini, yuk naik Suroboyo Bus, dan turun di Halte Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan memang bukan destinasi wisata biasa. Kita bisa menginjeksikan semangat patriotisme, dengan mengunjungi Tugu Pahlawan dan memasuki monumen yang ada di dalamnya.

Bangunan Tugu pahlawan ini berbentuk lingga , lancip ke atas seperti paku yang terbalik. Bagian tubuhnya berbentuk lengkungan yang berjumlah 10 buah. Lengkungannya mempunyai ruas sebanyak 11 buah, tingginya mencapai 41,14 meter (45 yard) – yang melambangkan 10 November 1945 dan berdiameter 3,1 yang semakin ke atas semakin mengecil.

Teruslah berjalan hingga masuk ke kawasan Monumen Tugu Pahlawan. Jam buka monumen Tugu Pahlawan adalah pukul 08.00 – 14.30 ( senin-jumat), dan 08.00-13.30 (sabtu-minggu) dengan harga tiket masuk ke Tugu Pahlawan hanya Rp. 5.000/orang.

Lebih lanjut, kita bisa menyaksikan aneka koleksi benda sejarah yang berkaitan dengan perjuangan arek-arek Suroboyo.

Jam 16.00 Nongkrong dan Berkolaborasi di KORIDOR CoWorking Space

Lagi-lagi, Surabaya punya terobosan yang luar biasa! Salah satu visi yang diusung Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini adalah: menjadikan Surabaya sebagai sentra kreatif dan teknologi di level global. Untuk menggapai visi ini, dibutuhkan strategi jitu. Nah, KORIDOR adalah wujud komitmen Pemkot Surabaya untuk menciptakan ekosistem yang memberdayakan para kreator, inovator dan enterpreneur lokal. Kata kuncinya adalah: KOLABORASI

Koridor CoWorking Space ini ada di Gedung Siola lantai 3, Jalan Tunjungan Surabaya. Kalau naik Suroboyo Bus, kita turun di Halte Siola.

Usai mengeksplorasi Koridor Coworking Space, kita bisa jalan-jalan di sepanjang trotoar Jalan Tunjungan. Asyik banget, banyak lampion yang terpajang di sana. Sekaligus manifestasi lirik tembang lawas “Rek ayo rek…. mlaku-mlaku nang Tunjungan……”

***

Gimana, gimana? Sudah terbayang kan, itinerary jelajah Surabaya dengan moda transportasi kekinian Suroboyo Bus?

Ayoooo… Jelajahi dan nikmati aneka destinasi Kota Surabaya dengan cara yang seru dan mengasyikkan!(*)

188 thoughts on “Naik Suroboyo Bus, Bayar Pakai Sampah Plastik, Ayo Nikmati Destinasi Wisata Seru Surabaya!

    • bloggergunung says:

      Ke Surabaya itu seringnya lewat aja tidak pernah mampir. Hehehe…
      Berharap suatu saat bisa menikmati suasana Surabaya dengan santai sehingga bisa coba naik suroboyo bus. Amin…
      Salam
      Okti

      • yunihan09 says:

        Inspiratif banget nih mbak apa yang dilakukan Pemkot Surabaya. Selain mengajak masyarakat nya untuk meminimalisir penggunaan sampah, apa yang dilakukan Pemkot Surabaya ini juga untuk mengurangi polusi. Apa Khabar Surabaya sekarang ya mbak? Pasti lebih bersih dari polusi ya. Dulu aku paling sering jalan ke Shiola, naik bus kota, saat masih kerja di Waru Sidoarjo, ah jadi kangen masa itu. Pasti sekarang Shiola lebih bersih dibanding waktu saya masih menjadi pegawai swasta disana. Jadi pengen naik bus yang bayarnya pake sampah. TFS mbak.

    • ndiievania says:

      Wah asli Suroboyo keren banget.
      Dengan begini, mengurangi banget sampah2 botol plastik ya mba Nurul.

      Busnya pun terlihat nyaman dan terawat. Kalau ke SBY, aku mau coba naik aah!

  1. joecandra18 says:

    Kmrn pas ke HOS pengen naik Surabaya Heritage track nya mbk tp suruh nunggu agak lamaan, akhirnya aku plg wkkwkw pdhal syg bgt yess

  2. Cory Dori Stroberi says:

    Emang paling enak kalo muter-muter Soerabaja pake bus Suroboyo. Wes ono aplikasine sisan kan. Tambah uwenak bisa meniteni ancer-ancere masih di halte mana busnya. Anw, aku belom pernah ke House of Sampoerna loh, kapan-kapan kesitu ah, siapa tahu ketemu cogan. Eheee =D Thanks for sharing mbak nuuyyy!

    • himam says:

      kalau disebut bus ramah lingkungan kurang tepat, karena masih busnya sendiri mengeluarkan emisi gas, hehehe. Lebih tepat kalo disebut bus edukasi lingkungan karena dengan naik bus ini masyarakat diajari untuk peduli pada lingkungannya dengan cara menukarkan botol plastik bekas.

  3. Citra says:

    Wah seru juga ya bisnis trip tapi disertai jalan-jalan yang super unik pakai bus sampah alias mengumpulkan sampah biar bisa dapat tiket. Note 3 botol air mineral besar

  4. Jeanette Agatha says:

    Seru banget perjalanannya. Unik juga ya ada kartu custumer yang mengumpulkan sampah botol plastik. Terus juga bisa menikmati perjalanan secara gratis. Next time kalau berlibur ke Surabaya mau cobain ini, ahhh 🙂

  5. Ade UFi says:

    Wow.. emejing banget idenya. Kreatif. Kota jadi bersih sampah plastik ya. Aaah jadi mau ke Surabaya lagi deh. Nanti dr rmh dah tak siapin aqua botol 600ml sebanyak2nya biar naik bus gratis.. xixixi..

  6. monica anggen says:

    Surabaya perkembangannya pesat banget ya sekarang. Aku ninggalin Surabaya itu tahun 2017 pertengahan deh kayaknya, dan dalam waktu 2 tahun aja beda banget sekarang penampilan Surabaya. Ada bis keren buat keliling Surabaya juga ya. Pengen ke Surabaya lagi nih jadinya

  7. ameliatanti says:

    Suroboyo tambah cantik ya, walau puanaaassss dan muaceeetttt di beberapa tempat, tapi seru juga naik bus dan hopping

    oya ada gak ya yang kulineran tour gitu, cari khusus untuk makanan khas rawon setan lah plus sejarah dan lain lain

  8. AnggraeniSepti says:

    Sumpah, bikin makin mupeng nyobain Suroboyo Bus. Asik banget ya kalo keliling Surabaya seharian pakai bus tayo. Hmm, harus segera diagendakan nih. Depan TP ada haltenya juga ternyata. Cakep mbak, tulisannya ini 🙂

  9. Suciarti Wahyuningtyas says:

    Ini bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik juga ya mbak, programnya bagus banget menurutku. Coba di Jakarta juga ada seperti ini, yakin deh gak bakal ada lagi liat minuman kemasan plastik kosong dibuang sembarangan.

  10. Rohmahdg says:

    Iya nih Mbak Nurul bikin mupeng aku buat bisa naik Bus Suroboyo ini. Kok dengerin impresi temen2 yg pernah naik kendaraan ini saat menjelajahi wisata di Surabaya tuh seru. Bisnya bagus dan juga bisa ditukarkan botol air mineral buat keliling pakai bus Surabaya ini.

  11. Zefy Arlinda says:

    Konsep yang baik tuh, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, lagian juga diharapkan nantinya masyarakat jadi mulai suka naik kendaraan umum dan ujungnya juga membantu mengurangi polusi dan kemacetan di kota.

  12. Ainhy Edelweiss says:

    Aku udah nton di tv nih program baru di Surabaya ,bisa naik buss gratis hanya bayar pake sampah. Ini kerrn banget loh,cba aja ditiru sama kota2 lain

  13. Natara says:

    Keren banget ini mah namanya kak, ada bus yang bisa dibayar pake sampah… btw, itu sampahnya kita kasih ke kondektur langsung gitu apa ke bank sampah nya sih kak…? Aku krang paham euy

    • @nurulrahma says:

      Bisa dua cara, Mba. Kalo langsung go-show kasih kondektur, bisa banget. Dengan pilihan tiket 10 gelas ATAU 5 botol tanggung ATAU 3 botol besar

      Nah, waktu itu, aku kan ngumpulin sampah plastik mayan banyaaaaakk, kalo dikonversi bisa jadi seitar 40 tiket. Sampah2 ini aku bawa ke BANK SAMPAH yg ada di Terminal Bungurasih, trus aku dikasih kartu setor sampah

      Sekarang, di dompetku bercokol kartu setor sampah ini. Jadi, aku ngga perlu cari2 sampah lagi kalo sewaktu2 mau naik Bus 😀

  14. Lidya says:

    Unik ya cara pembayarannya pakai botol plastik, mudah-mudahan bukan karena ini aja masyarakat jadi lebih peduli lingkungan. Duh aku belum pernah ke House of Samperna nih, mudah-mudan nanti pas ke SUrabaya bisa mampir

  15. nuniekkharisma says:

    Seru yak, hihi
    naik bus tiketnya pakai botol plastik
    edukatif banget nih, sambil membiasakan kita buat gak buang sampah sembarangan lagi. Semoga kota lain juga lekas diadaptasi ya sistemnya, kereen

  16. tamasyaku.com says:

    Langkah yang bagus untuk membawa sampah plastiknya daripada dibuang sembarang tempat ya mba. Semoga langkah ini bisa ditiru oleh banyak daerah, sehingga sampah plastik bisa dikelola dengan lebih baik jika ditampung di tempat yang benar.

  17. dapurhamsa says:

    Belum berkesempatan njajal bus ini. Haha.
    Moga2 pas mudik selanjutnya bisa nih naik bus ini keliling Surabaya. Rutenya mayan panjang jg ya.
    Seru jg nih sekalian buat edukasi masyarakat supaya mau memilah sampah plastik dan memanfaatkannya yaa

  18. Dedew says:

    Belum pernah eksplorasi Surabaya, keren banget bayar bus pakai sampah, sukaa..penasaran juga dengan HoS pengen banget ajak bocah yang minat banget ke museum dan tempat seperti ini..

  19. Elly Nurul says:

    Terakhir ke Surabaya sekitar 8 tahun yang lalu.. sekarang sudah banyak pembangunan dan hal hal baru tentunya ya.. jadi nanti kalo ke surabaya sudah tahu deh mau kemana aja.. ngga pake bingung lagi, ikutin itinerary ini dan jalan jalan menikmati moda transportasi kekinian Suroboyo Bus, yeay

  20. lianny hendrawati says:

    Aku pernah ke House of Sampoerna, tapi nggak naik bus Surabaya Heritage Track karena waktunya nggak cocok.
    Mall di Surabaya itu gede2 ya, apalagi TP. Aku kalo ke TP sendirian bisa nyasar kali ya, bingung ini TP 1, TP 2 atau berapa haha 😀

  21. Rohyati Sofjan says:

    Unik banget, mana pernah saya naik sarana transportasi yang bayarnya pakai sampah untuk didaur ulang, Keren banget pemerintah kota Surabaya bekerja agar warga bisa nyaman. Keteladanan memang harus dimulai dari tingkat atas agar masyarakat bergerak secara suka rela.
    Saya suka dan jadi pengin naik busnya.

  22. Reyne Raea says:

    Mbaaa.. suka banget deh ama foto mba pakai jilbab kuning, makin cantik dan seger banget 😀
    Btw kangen nih naik Suroboyo Bus, udah lama banget nggak menikmati Suroboyo bus ini, bahkan kami belum pernah nyobain yang bus tingkat.
    Anak saya bolak balik minta naik itu 🙂

  23. nisaahaniblog says:

    Masyaallah makin keren euy Surabaya. Jadi makin bersih sepertinya. Sampai sampah aja dicari2 buat bayar tiket. Hehe. Semoga kota lain bisa meniru atau jauh lebih baik dari Surabaya ya. Biar makin pada maju semua daerah. Aamiin.

  24. Azzuralhi says:

    Surabaya penuh pesona. Tapi kapan ya saya bisa menginjakkan kesana. Haha

    Saya rasa bayar tiket bus pakai sampah ini patut ditiru oleh daerah-daerah lain. Ini juga pada dasarnya mengedukasi masyarakat tentang kebersihan dan baya sampah plastik.

  25. Inna Riana says:

    yampun makkk… asyik banget ya keliling surabaya. aku ke surabaya ga pernah lama, numpang transit doang ga sempet jalan2 huhu.
    mau nyontek itenaty nya kalo pankapan main ke surabaya lagi. makasi info kerennya yaa :*

  26. Bambang Irwanto says:

    Walau agak terlambat, tapi keren karena Surabaya sudah punya bus seperti ini ya, Mbak.
    karena di Jakarta, Bandung, dan Semarang itu sudah duluan hehehe.
    Dan keren nih, bayarnya pakai sampah. jadi menjaga kelestarian lingkungan juga, plus sampahnya bisa diolah kembali.
    Nanti pas kalau ke Surabaya, mau coba naik bus ini.

      • Ety Abdoel says:

        Aku masih penasaran sama suroboyo bus mba. Belum sempat naik dulu itu. Pas lebaran juga kakakku mantu jadi malah gak bisa kemana-mana.
        Kucatat referensinya. Kalau ke Surabaya lagi bakal disambangi.

  27. Rohmahdg says:

    Bring me back to Surabaya hehee
    Kalau ke Surabaya bawa beberapa botol dari rumah niih bisa keliling2 wisata di Surabaya pakai Bis Suroboyo dehh hhee. Menanti liburan dan menikmati wisata di Surabaya lagii mbak biar bisa naik bis ini heeee

  28. rainsdea says:

    Wah, cara seru untuk mengajak masyarakat peduli sampah bekas minuman ya. Pemerintah nggak perlu capek-capek bayar petugas untuk memungut sampah, orang dengan senang hati melakukannya agar bisa naik bus tayo yang keren itu.

  29. hikmah.nisa says:

    Masya Allah keren banget mba bayarnya pakai dampah plastik. Patut dicontoh nih.. dan memang sekarang sudsh banyak yang menggalakan minim sampah yaa.. semoga nular ke kota-kota lainnya

  30. Rosanna Simanjuntak says:

    Brilian banget terobosan ibu Risma!
    Semoga kotaku Balikpapan bisa mengikuti jejaknya
    Membayar pakai sampah.
    How cool is that!

  31. Desi Namora says:

    Serunya naik bus gak pake tiket, tapi bayarnya pake sampah. Menarik bgt cukup kumpulkan 10 bekas gelas minuman udah bisa naik bis gratis. Apalagi ditambah bisnya nyaman begitu . Semoga semakin banyak bis2 sehat seperti itu di Indonesia

  32. Qoty Intan Zulnida says:

    keren banget ya mbak konsepnya untuk naik bus kota ini. Saya jadi pengen deh nyoba. Semoga next time bisa ke surabaya, dan city tour pake bus keren ini

  33. Linimasaade says:

    Surabaya keren banget yah. Dari segi fasilitas warga surabaya hingga walikotanya juga :). Belum pernah sih ke Surabaya. tapi pengen banget pas lihat postingan mbak ini. Unik gitu ongkosnya dengan botol

  34. ideannisa says:

    Bangga deh sama Surabaya. Keren banget Inovasi nya. Semoga bisa dicontoh oleh kota kota lainnya. Lumayan bisa jalan jalan sekaligus menjaga lingkungan.

  35. Achmad Humaidy says:

    Asyik ya jelajah wisata Surabayanya. Aku juga pernah dengar ada bus yang ongkosnya bayar pakai sampah plastik ini. Tapi, bus ini sudah operasional dari tahun berapa ya?

    Soalnya aku ke Surabaya sekitar tahun 2013. Hanya saja aku cuma ke Kebun Binatang sama makan Rawon Setan saja. Belum sempat naik bus seperti ini. haha

  36. blogger eksis says:

    Asyik ya jelajah wisata Surabayanya. Aku juga pernah dengar ada bus yang ongkosnya bayar pakai sampah plastik ini. Tapi, bus ini sudah operasional dari tahun berapa ya?

    Soalnya aku ke Surabaya sekitar tahun 2013. Hanya saja aku cuma ke Kebun Binatang sama makan Rawon Setan saja. Belum sempat naik bus seperti ini. haha

  37. artha amalia says:

    ke Surabaya gak lengkap kalau belum ke HOS. Dari jaman kuliah sampe hamil Zril dulu demen ke sana. Sekarang tinggal kenalin Zril ke HOS dan naik bus merahnya. biar sama2 suka Sby, sama seperti ibunnya

  38. Cici Desri says:

    ya ampun aku udah lama banget ngga ke Surabaya loh mba, udah banyak banget perubahannya. Apalagi sering mendengar sekarang sudah sangat baik kemajuannya. Oya mba, botol yang dtukar ada kriterianya ngga?

  39. Rach Alida Bahaweres says:

    Surabaya emang luar biasa keren hinga kini. Inovasi seperti ini yang aku dukung mba. Kurangi sampah tapi satu sisi juga tingkatkan wisata kota

  40. Hidayah Sulistyowati says:

    Aku kalo ke Surabaya selalu dijemput ama kakak sepupu dari stasiun, trus diajak ke rumahnya. Ntar jalan-jalannya ke mall dan naik mobil, hahaha… Kudu ganti transportasi ntar kalo ke rumah kakakku lagi, bawa bekalnya botol plastik yaaa

  41. niaharyanto says:

    Wuih keren banget nih programnya. Bayar pake sampah plastik reusable ya. Dan pastinya seru banget keliling Surabaya naik bus yang nyaman dan bagus ini. Mau ikutan atuhlaaaah 😀

    • Ujame Gaja says:

      Ini kereeeennnn banget program Busnya!! Terbaiklah pokoknya, jadi secara gak langsung kasih pesan ke masyarakat buat mengurangi sampah plastik & membuang sampah pada tempatnya ya 😍
      Jadi pengen deh ngerasain naik bis itu sendiri, Busnya juga terlihat nyaman banget 😍

  42. akuchichie says:

    Coba ini diterapkan untuk semua kota yang memiliki bus juga ya mbak, pasti dapat mengurangi sampah botol plastik juga nih. Kebetulan banget aku belum pernah naik Suroboyo bus nih, siapa tau nanti pas main ke Surabaya bisa nyobain juga.

  43. Eri Udiyawati says:

    Aiiih, cakepnya Surabaya, sudah ada bus yang bisa membayar dengan sampah plastik. Sudah kayak di Eropaaah sanaaa (Italia sama Jerman, kalau gak salah). Semoga bus-bus kayak gini makin banyak dan meluas di seluruh Indonesia, menggunakan sistem pembayaran dengan sampah plastik.

  44. Ria Fasha says:

    Keren banget konsepnya. Selain bisa ngenali surabaya juga mengurangi sampah plastik,
    Dulu ke sby cuma bisa mampir bbrp tempat aja . Semoga punya kesempatan lagi berkunjung ke surabaya

  45. wiankumala says:

    Wooww konsepnya oke banget ya mba. Bisa mengurangi limbah plastik. Trus nantinya sampah plastik yang ditukar akan diolah menjadi apa mba?

  46. Jalan-Jalan KeNai says:

    Pembayaran dengan sampah plastik ini menarik, Mbak. Meskipun saya udah berusaha mengurangi, tetapi memang masih belum bisa sepenuhnya bebas dari plastik. Untungnya dekat rumah memang ada penampung sampah seperti ini. Tetapi, kalau bisa ditukar tiket naik bis pastinya menyenangkan

  47. ndiievania says:

    Kalau ada kartu setor sampah ini tandanya bisa bebas naik busnya kah mba Nurul?
    Berlaku untuk berapa penumpang?

    Kalau tiket yg didapat dari setor sampah yg 2 jam itu kan cuma bisa 1 penumpang ya

  48. Eni Rahayu says:

    Pas banget buat saya yang sering ke Surabaya tapi sehari dua hari aja. Terus kadang saya juga bingung mau kemana saja. Terima kasih mbak nurul sudah nulis itenerary yang simple dan keren dah ini

  49. Ida Raihan says:

    Saya yang sekarang dah jadi warga Surabaya malah belum tau mana mana Mbak di daerah ini. Ngeluyurnya di Gresik mulu.

    Coba itu sampah plastik digalakkan di semua kota ya, pasti bisa mengurangi sampah di jalanan. Orang lepas minum gaknmudah melempar keluar jendela.

  50. Rudi G. Aswan says:

    Aku dan keluarga juga menikmati fasilitas bus ini, Mbak. Anak-anak jajdi belajar peduli sampah plastik sambil menyiapkan kenyamanan keliling Surabaya secara gratis. Aku belum ke House of Sampoerna, next time insyaallah. Museum Tugu Pahlawan recommended banget buat wisata keluarga. Kapan ya ke Surabaya lagi, Uasyik pokoke. Wisata budaya dan kuliner komplet!

  51. Hida says:

    Seru dan puas banget yac bisa keliling Surabaya dengan explore bus. Kalo di Jakarta mungkin bisa di bilang Transjakarta kali yac… Kapan yac bisa ke Surabaya ???

  52. naniekoe says:

    Keren yaaa terobosan bayar tiket bis dengan bawa sampah plastik, Kota jadi Makin bersih. Terakhir ke Surabaya pas akhir tahun lalu cuma sempat wisata kulineran aja dan bawa anak main di taman dekat hotel

  53. Erfano says:

    Kalau di tempatku mbak di Bogor, ada rumah sehat sejenis klinik gitu yang pengobatannya gratis dengan menukarkan botol atau kertas.

    Dan ide seperti ini kereeen…

  54. Dian Restu Agustina says:

    Terakhir eksplor Surabaya 7 tahun lalu, beneran nginep 3 hari di sana. Berikutnya cuma bolbal Kediri Surabaya atau cuma lewat aja. Jadi pengin ke sana lagi karena pasti sudah sangat berubah. TFS info Surabayanya mbak

  55. Yulia says:

    Bus nya seperti bus transjakarta ya di Jakarta , seru nyaa bisa jalan jalan dengan hanya membayar dengan sampah. Bisa sekalian mengurangi sampah di jalan kalau ketemu sampah botol atau sampah gelas ya langsung kumpulin aja . Di pakai atau enggak untuk naik Suroboyo bus yg penting udh punya . Seruuu nyaa semoga bisa ke surabaaya juga dan mengeksplore tempat wisata disana .

  56. ruziana says:

    surabaya
    kota yang paling ingin saya kunjungi
    dulu sempat singgah di bandaranya aja hehe
    makin cantik dan bersih ya
    makin banyak tempat tempat wisata baru
    unik banget itu naik bus bayar dengan sampah
    inovatif dan mendidik juga

  57. lance says:

    suka saya ngelihat konsepnya. ngerubah rasa gengsi menjadi peduli itu beneran konsep yang sederhana tapi membawa dampak yang sangat baik. apalagi manusia sekarang saya lihat yang kecil sekali kepeduliannya dengan sekitar menjadikan konsep ini mengembalikan manusia sekarang menjadi selayaknya manusia seutuhnya. hehhee

  58. Hida says:

    Dengan program naik bus bayar pke botol plastik sama dengan usaha kita mengurangi pemanasan global yac mba. Dan usaha itu harus tetap di galakkan secara berkelanjutan atau continue

  59. citra says:

    February rencana mau ke Surabaya, bolehlah di coba naik bus surabaya bayar pakai sampah. Jadi, beli botolnya di simpan jangan dibuang. Sekalian menerapkan go green

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s