Jangan Sampai Kekurangan Zat Besi! Ada Maltofer nih, Rasa Cokelat Swiss yang Enak Banget

Aku tuh emang orangnya pelor yak, nempel langsung molor, alias gampang banget bobok bin ngantukan 😀 Di satu sisi, rasanya bersyukur banget, karena itu artinya aku gampiiiill bobok dalam situasi dan kondisi apapun, haha.

Akan tetapi…. belakangan ini, entahlah, rasanya sindroma gampang ngantukan ini semakin menjadi-jadi. Hufftt!! Apa aku malnutrisi yak? Kekurangan zat besi, gitu? (eh iya, walopun gemuk bukan berarti tubuh banyak nutrisi lho. Soale, bisa aja selama ini yang aku konsumsi justru menu-menu yang tidak bergizi alias junk food *sigh* :P)

Ndilalah, aku diajak mba Fika Anaira dan mba Ika Puspita untuk datang ke event Maltofer Indonesia Woman Community, so happy and grateful, semoga semoga semogaaaaa aku bakal dapat banyak pencerahan setelah ikutan acara ini.

Maltofer-2

***

Acaranya berlangsung Sabtu (6/4) di Hotel Grand Darmo Surabaya. Super rameee dan meriah, karena selain bloger, hadir juga emak-emak kece yang tergabung di komunitas EPING alias Exclusive Pumping Surabaya. Pada ngajak  bocil niih, duh kalo lihat ginian jadi inget memori pas hamidun belasan tahun silam, ahahahah.

Masih inget banget nih, ketika hamil Sidqi tahun 2006, aku kan rajin kontrol ke dokter SpOG. Saban pulang kontrol selalu tuh diresepin aneka suplemen, yang paling aku ingat adalah suplemen zat besi. Dokter kandunganku wanti-wanti banget, “Kudu diminum lho Bu, suplemen zat besinya, jangan sampai ibu hamil kekurangan zat besi, karena bisa bahaya untuk janin.”

Ya udah dong… aku patuh sama nasihat bapak dokter. Setelah kuminum… blaaahhh, rasanya kenapa gini amat yaaak? Hadeeehh, kayak ada “zat (beraroma) besi” yang nyangkut di kerongkongan gitu, cuyy! Apalagi kalau lagi sendawa, hadeeeehhhhh

Untunglah, sekarang ada MALTOFER yeaaayyyy *tebar confetti* Aku coba dooong, suplemen Maltofer yang surprisingly bisa langsung diemut kayak permen gitu, asik asiiik. Begitu masuk mulut, nyiaaauuwww, ini siiihh ENAAAKK BANGEETT! Beneran kayak ngemut cokelat Swiss!

Jadi gaes, Maltofer adalah suplemen zat besi. Fungsi utamanya untuk kalangan yang mengalami defisiensi/kekurangan zat besi laten dan anemia (gejala defisiensi zat besi)

Maltofer juga bisa dimanfaatkan untuk pencegahan defisiensi zat besi dan asam folat pada masa sebelum, selama dan setelah masa kehamilan serta selama masa menyusui.

Udah rasanya enak, manfaatnya segabruk… Yang terpenting, Maltofer ini diproduksi oleh Combiphar! Tahu dong kalau Combiphar adalah perusahaan consumer healthcare modern terkemuka di Indonesia.

Maltofer dapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan maupun obat-obatan dan dapat dikonsumsi dari segala usia (bayi baru lahir maupun ibu hamil. Maltofer tidak memberikan luka lambung apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Daaaaan, yang paling bikin hepiiii, rasa coklat Swiss-nya itu lhooo… Aku jadi semangat banget mengonsumsi Maltofer!

 

 

***

Di acara ini, semua peserta juga berkesempatan uji kadar hemoglobin (Hb).

Ukuran score Hb normal ini tergantung usia dan jenis kelamin. Pada wanita dewasa di atas usia 18 tahun, kadar hemoglobin normal yaitu 12 sampai 15 g/dl. Kemudian, untuk pria dewasa diatas usia 18 tahun, kadar hemoglobin normal yaitu 13 sampai 17 g/dl.

Ketika kondisi hemoglobin seseorang lebih tinggi atau lebih rendah daripada jumlah normal, dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan. Lantas apa hubungannya hemoglobin dengan zat besi? Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Maltofer

Daaaann, persis seperti dugaanku. Score kandungan zat besi dalam tubuhku tuh minus 😦 😦

Howaaaaaa, kudu rajin konsumsi Maltofer niih, supaya sehat paripurna senantiasa.

***

Lanjuuut ke acara inti, yaitu talk show Bersama dokter Taufiqur Rahman, SpA. Temanya: Peran Penting Zat Besi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

 Aku menyimak semua pemaparan dokter Taufiqur Rahman, SpA. Kamu bisa follow IG nya di @info_pediatri yak. Dokternya baiiiikk banget, menceritakan tentang serba-serbi zat besi. Penting buat wanita (baik hamil maupun nggak), dan tentu saja zat besi sangat sangat sangaaaaattt penting untuk 1000 hari kehidupan pertama.

 

Pentingnya Zat Besi Bagi Ibu Hamil

1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat penting untuk tumbuh kembang anak terutama perkembangan otak yang normal. Karena nutrisi ibu sangat berperan penting dalam 1000 HPK dan kondisi kurang gizi pada 1000 HPK tidak bisa diperbaiki di masa kehidupan selanjutnya. Kekurangan zat besi pada ibu mempengaruhi status zat besi dan perkembangan otak pada janin, serta memungkinkan terjadinya peningkatan resiko defisiensi besi dan perubahan perilaku bayi. Oleh karenanya, zat besi penting bagi ibu hamil.

IMG_5453

Dampak dari anemia defisiensi besi pada kehamilan

 Selama kehamilan, kebutuhan penyerapan zat besi akan meningkat secara signifikan. Peningkatan kebutuhan akan zat besi terjadi hampir 10x lipat pada kehamilan trimester ketiga. Biasanya makanan dengan kandungan kaya zat besi saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan. Defisiensi zat besi terjadi hingga 40% pada ibu hamil di trimester ketiga. Mayoritas wanita hamil dengan anemia dikarenakan kekurangan zat besi.

Karena efek dari anemia yang paling merugikan adalah terhadap perkembangan otak pada bayi yang sifatnya akan permanen, diantaranya :

  • penurunan IQ dan kemampuan akademis di sekolah,
  • fungsi motorik yang buruk,
  • gangguan perilaku sosio-emosional,
  • penurunan perkembangan otak akan bersifat permanen sampai remaja.

Jadiii ibu-ibu dan parents semuanyaaaa, jangan sampai kekurangan zat besi yaaaa, baik untuk anak-anak maupun kita semua.

Maltofer tersedia dalam 4 pilihan yaitu :

1. Maltofer Fol, yang diperkaya dengan asam folat untuk ibu hamil.

2. Maltofer Chew, berupa tablet kunyah IPC pertama di Indonesia untuk segala usia

3. Maltofer Syrup, berupa kemasan sirup isi 150 ml dengan kandungan 1 mL=10 mg Fe untuk anak dan dewasa

4. Maltofer Drops, berupa kemasan tetes isi 30 ml untuk bayi dan anak

Untuk mendapatkan info lengkap tentang produk maupun konsultasi, bunda bisa mengikuti media sosial Maltofer yaitu :

Website : www.maltofer.combiphar.com

Facebook : Maltofer Indonesia

Instagram : @maltoferid

 

 

Advertisements

Investasi Pemerintah untuk Upgrading SDM

Sebenarnya, yang jadi “asset paling berharga” dari sebuah negara itu apa?

Pasti masing-masing dari kita punya jawaban yang berbeda. Namun, satu yang menjadi jawaban popular: SDM alias Sumber Daya Manusia tentu adalah asset yang kudu banget mendapatkan atensi serius.

Yap, apalah artinya pembangunan infrastruktur, teknologi yang makin sophisticated, tapi tidak diiringi dengan kapasitas dan kapabilitas SDM yang ada di dalamnya?

Percum tak bergun. Alias, ya kagak ada faedahnya, bosque!

 

Prioritas Investasi di Bidang SDM

Pemerintah tahu banget soal ini. Urgensi menempatkan investasi di bidang SDM sebagai salah satu program prioritas. Yap, karena SDM merupakan kunci bagi pembangunan sebuah negara.

Banyak upaya yang bisa dilakukan agar tercipta SDM dengan kualitas yang mumpuni.

IMG_1142

Di antaranya, melalui skema perlindungan social komprehensif, yang memungkinkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai fasilitas Pendidikan, kesehatan dan mendorong kesetaraan gender.

Kalau aksesnya gampang, masyarakat dapat lebih menikmati sejumlah fasilitas itu kan?

Did you know, kalau saat ini nih, investasi pada SDM telah menjadi isu global. Pokoke, semua pihak kudu involved. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah, melalui sebuah kemitraan yang menempatkan SDM sebagai isu utama.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa SDM adalah kunci pembangunan sebuah negara.

“Di titik manapun kemajuan pembangunan sebuah negara, SDM merupakan kunci pembangunan lebih lanjut,” jelas Bambang.

Pemerintah kudu mengalokasikan anggaran yang mencukupi bagi pengembangan SDM dan melakukan perbaikan mekanisme belanja subsidi tepat sasaran. Selain itu, perlu adanya realokasi subsidi ke arah belanja yang lebih produktif dan berdampak investasi.

 

Bonus Demografi yang Harus Disikapi dengan Serius

 Sering dengar atau baca artikel yang menyebutkan kalau Indonesia bakal dapat Bonus Demografi kan? Yap, beberapa tahun lagi, diprediksi jumlah warga yang berusia produktif bakal melimpah, dan ini menjadi bonus buat kita.

Tapi, kembali lagi…. Apalah artinya bonus demografi kalau SDM-nya jauuuh dari kata “berkualitas bagus”?

IMG_1137

Walau Indonesia punya peluang bonus demografi, pembangunan kualitas SDM Indonesia masih menghadapi setidaknya tiga tantangan utama, yakni kemiskinan, angka pengangguran, dan indeks pembangunan manusia (IPM)

 

Beberapa tantangan SDM Indonesia:

10.12% penduduk masih miskin.

Tujuh juta angkatan kerja menganggur.

Human Development Index masih rendah.

 

Ini dia!

Menteri Bambang menekankan perlunya prioritas dalam membangun SDM terutama pada tahap awal usia kehidupan anak, karena ini bakal memberi manfaat terbesar pada investasi SDM Indonesia.

Salah satunya, dengan concern pada campaign 1000 hari pertama Kehidupan

 

Baca: Tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan

 

Investasi di usia tersebut akan memberi manfaat yang amat besar.

Sehingga, apabila SDM bisa di-upgrade secara optimal… maka di tahun 2030, RI Lolos dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap)!