Halo Blogger! Yuk Ikuti Lomba Blog Finantier for Better Future

Sebut saja Namanya Pak Juli. Dia tukang sayur keliling langganan ibu-ibu kompleks perumahan. Setiap hari, Pak Juli membawa sayur, daging, buah segar, untuk kemudian memasok kebutuhan warga. Modal dan laba dari bisnis sayur ini tentu tidak sedikit. Namun, sayangnya Pak Juli tidak punya rekening bank. Ia menangani keuangan bisnis jual sayur tersebut melalui aplikasi dompet digital.

Ternyata, orang-orang seperti Pak Juli ini cukup banyak! Berkutat di ranah UMKM, tapi tidak dapat mengajukan pinjaman bank untuk bisnisnya. Kok bisa? Yap, Karena bank tidak memiliki informasi yang memadai untuk melakukan pemeriksaan latar belakang identitas. Menurut Pak Juli, hal ini jadi menghambat mata pencahariannya karena ia kerap mengalami kekurangan modal.

Indonesia memiliki salah satu konsentrasi UMKM tertinggi di dunia. Dibutuhkan sebuah terobosan agar kita dapat menyediakan layanan keuangan yang diperlukan dengan lebih baik untuk mendukung pertumbuhan para pegiat UMKM.

Terlebih, untuk UMKM yang tidak punya akses ke bank. Ternyata, menyediakan layanan keuangan bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia adalah tugas yang sangat berat. For your information, hampir 140 juta (atau setengah dari jumlah populasi di negeri ini) tidak memiliki akses ke layanan perbankan.

Continue reading