Uncategorized

Tentang Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara

Waktu masih imut kinyis-kinyis di jaman jebot dahulu kala, saya tuh masuk golongan murid SMA yang aktif bingits!  Ikutan lomba karya tulis ilmiah lah, lomba penyuluhan lah, debate contest lah, macem-macem deh. Pokoke, haus eksistensi banget deh, eikeh di masa lalu ntuh hihihi.

Salah satu lomba yang saya ikuti dengan SEMANGAT adalah lomba serba-serbi P-4. Mungkin anak zaman sekarang kagak tau yak, P-4 itu apaan. Baiklah, sini sini tante kasih tau. P-4 itu kepanjangannya adalah Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Isinya adalah butir-butir alias rincian dari setiap Sila yang  ada di Pancasila.

Naaaah, lomba yang saya ikuti itu… adalah lomba Cerdas Cermat P-4 (ketika duduk di bangku SMP) dan lomba Pidato P-4 (tatkala duduk di bangku SMA).

Bahkan, pas lomba pidato P-4 SMA itu, aku jadi JUARA 1 (kudu di-capslock neeeh) tingkat Jatim, dan berhak MAJU KE LEVEL NASIONAL mewakili Jawa Timur sodara-sodaraaa….!

Jadilaaaah, si bocah SMA yang imut kinyis-kinyis itu pergi ke Yakartaaaa dan mendengar pidato idolanya (kala itu) tidak lain dan tidak bukan… Eyang Soeharto, hihihi…

Mana fotonya? Mana fotonya?

Errrrr. Kalo yang sama eyang Soeharto kagak ada *cry* Ya harap maklum lah cyyyn, namapun anak-anak SMA zaman baheula, kan belum ada KAMERA YANG CANGGIH BIN MUMPUNI gitu ya kaaan?

***

Itu sepenggal memori masa silam.

Dan, kini… saya seolah mengalami de javu ketika mengikuti MPR RI Netizen Gathering  di kota Solo, Jawa Tengah.

Seperti menyaksikan sekuel film dari episode perjalanan hidup di masa silam. Bahwa, PANCASILA itu adalah sebuah identitas bangsa yang membanggakan.

Bahwa, UUD ’45 adalah nafas bangsa, yang membuat kita tetap bertahan dalam situasi dunia yang terkadang membuat hati kebas.

Bahwa, NKRI –Negara Kesatuan Republik Indonesia– adalah sebuah jiwa, yang  mempersatukan seluruh elemen bangsa.

Bahwa, Bhinneka Tunggal Ika, adalah visi hidup, yang mampu menyelamatkan kapal “rakyat Indonesia” dari keterombang-ambingan, dari aneka riak, gejolak dan sebagainya, yang kerap membombardir bangsa kita.

Itulah…..

Aku melihat sepercik nyala semangat, sebuah letupan kebanggaan bahwa Heiiiii… Bangsa ini adalah entitas yang begitu indah! Begitu lengkap! Bahwa hanya dibutuhkan sejumput syukur dan kebijakan untuk tahu, bahwa betapa  beruntungnya kita, lahir, besar dan menjalani kehidupan di bumi bernama INDONESIA!

Bahwa ada nilai-nilai luhur yang kemudian dirumuskan sebagai Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.  Ya, empat pilar itu adalah: Pancasila, UUD ’45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Kesemuanya bisa kita jadikan pijakan sekaligus identitas yang khas, dalam mengarungi samudera kehidupan.

***

Kalau zaman saya SMP/SMA, (beberapa dari) kita mengenal butir-butir P-4, maka kali ini, MPR menghadirkan cara yang lebih kekinian.

Dengan hashtag #IniBaruIndonesia, tim MPR mengajak kita semua agar kembali kepada nilai-nilai luhur, yang menjadi ciri khas bangsa kita.

Sayangnya, belakangan ini, kita kerap tercederai dengan sikap  beberapa oknum yang justru menunjukkan sikap kontraproduktif.

Silakan simak beberapa value yang di-share oleh tim MPR.

“BERHENTI Saling Menyakiti, MULAILAH Saling Menghargai”

“BERHENTI Saling Merendahkan, MULAILAH Menghormati Perbedaan”

“BERHENTI Takabur, MULAILAH Bersyukur”

“STOP Marah-marah, MULAILAH Bersikap Ramah”

IMG-20151123-WA0001

“BERHENTI Memaki, MULAILAH Memakai Hati”

“BERHENTI Curiga, MULAILAH Menyapa “

“BERHENTI Berseteru, MULAILAH Bersatu”

“BERHENTI Memaksakan, MULAILAH Berkorban”

 

“BERHENTI Mencari Perbedaan, MULAILAH Bergandeng Tangan”

“BERHENTI Silang Pendapat, MULAILAH Mencari Mufakat”

“BERHENTI Besar Kepala, MULAILAH Berlapang Dada”

“BERHENTI Bersilat Lidah, MULAILAH  Bermusyawarah”

***

Acara  Netizen  Gathering ini diisi dengan rangkaian materi oleh Bapak  Ma’ruf Cahyono, pakar Hukum Tata Negara sekaligus  Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal MPR RI.

pak maruf

Banyak hal-hal baru yang membuat kita “melek Negara”. Para bloggers juga diajak untuk melakukan brainstorming, berdiskusi secara intens seputar strategi dan eksekusi untuk menjadikan masyarakat semakin BANGGA dengan 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejatinya, nilai-nilai luhur bangsa itu sebuah “HARTA” yang sungguh luar biasa. Intangible, tapi kita  bisa merasakan manfaatnya dalam hidup dan kehidupan.

Tentu saja, setiap insan Indonesia harus  berkontribusi aktif, agar  circle di sekitar kita bisa menghayati dan mengamalkan tiap-tiap value yang ada di dalamya.(*)

 

Foto-foto: dari grup Whats App Netizen Gathering MPR RI

Sumber lain: http://www.mpr.go.id/posts/semangat-blogger-ikut-mensosialisasilan-4-pilar

 

 

Advertisements

22 thoughts on “Tentang Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara”

    1. Iyah, mak. Semoga 🙂 Sebagaimana butir2 P-4 yang kalo dihafalin ajah tentu engga ada benefitnya yah.

      Empat Pilar ini juga kudu banget dieksekusi dalam kehidupan di dunia nyata, maupun maya 🙂

  1. Saya juga pernah ikut cerdas cermat empat pilar ini waktu SMA dulu :haha, sayang di tingkat provinsi harus puas jadi juara 2 jadi belum bisa tanding ke tingkat nasional :hihi. Keren Mbak bisa bertemu Presiden di usia belia, pastinya kebanggaan banget ya :hehe.
    Soal slogan-slogan itu, akhirnya saya menemukan implementasi empat pilar dalam bahasa sederhana yang tak mendewa :haha. Paling tidak masyarakat jadi lebih mudah untuk mengerti, ketimbang harus merujuk ke pasal asli yang memerlukan pemahaman yang dalam. Langkah yang bagus, semoga terus berlanjut!

  2. MPR RI keren juga sekarang. Memang perlu yang begini ini untuk membiasakan P4 yang jujur aja saya nggak ngerti dari dulu belajar sampai sekarang *ampun!!
    Maklum jaman dulu yang penting hafal biar naik kelas 😀 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s