Sebuah Panduan untuk Ngemil Bijak demi Jiwa Raga yang Lebih Sehat

Sorry, Sir. Do you have some snacks like crackers, biscuits, or nut? I feel like want to munch something.” Aku berkata pelan sembari menebar senyum dua senti ke kanan, dua senti ke kiri. Berharap Oppa flight attendant ini memahami perasaanku (dan lambungku yang mendadak hampa wkwkw). Untunglah, senyumku berbalas. Mata orientalnya menatap dengan penuh empati ke arahku. Sambil tetap menjaga gestur yang berkelas, Oppa berujar tangkas, “Sure, here we go!” Bukan kaleng-kaleng! Segabruk snack ia angsurkan ke arahku. Ada cokelat, biscuit, bahkan apel dan jeruk!

Madam, do you like to drink coffee or tea?”

Continue reading