Carpe Diem

This is the most determined thing I’ve ever made in the beginning of 2015. I join Blogger English Club (BEC)! Oh my God, could I survive in completing all those challenges? Could I keep posting an English articles every Friday? Hahahaa… Time will tell. ūüôā

As Dani said, the theme for today’s BEC challenge is…¬†What is your word for 2015?!¬†

Instead of resolution, the word can be your theme for the year, anything you plan this year may (or may not) based on the spirit of the word.

Uhhhmmm *thinking*. Well, frankly speaking, I have no ideas about what is my 2015 theme. I’m not the one that always come up with a list of targets, resolutions, what-so-ever, I’m not a detailed person. I just do what I want to do, I just say what I want to say… Like previous years, I just try living my life normally, seize the day, enjoy the moment, wait… it’s like… Carpe Diem?¬†

Yup. That’s¬†how I should make my day!

‚ÄúLive life fully while you’re here. Experience everything. Take care of yourself and your friends. Have fun, be crazy, be weird. Go out and screw up! You’re going to anyway, so you might as well enjoy the process. Take the opportunity to learn from your mistakes: find the cause of your problem and eliminate it. Don’t try to be perfect; just be an excellent example of being human.‚ÄĚ
‚Äē Anthony Robbins

Well said, Robbins! Life recently drive some people¬†become¬†more ambitious. We want these, we want those, we want everything in this world!¬†Unfortunately, we’re getting nowhere, because we have lot of dreams, but lack of skills or passion for getting those things. It’s getting worse, because for the sake of fulfilling our ambitions, we totally forget “our heaven” in this world. Working hard for getting more money, going to¬†get some overtime schedules to boost up our working-performance, and… we forget that our family needs us. Our kids really need our presence. In terms of¬†quality and¬†¬†amount. So sad, eh?

MONET

Well, I’m not going to judge anyone. I just wanna make a #selftalk. My kid often complaining why I’m so hectic and so happy while working with the gadget; but rare to TALK with him?

“A real talks, not just ‘How was your day? What’s your homework?’ I want mommy chat with me. Let’s chatting, in this real world,” Sidqi says, slap me right in my heart ūüė¶

So, let’s do something better this year. Instead of (always) having busy with all the achievements-things, I’d like to become “a real person”. Always mingle with a real families, having better interactions with real friends, and of course, this is the hardest: stop complaining about the “bad” things. Bad in quote-in-quote, because sometimes, our “bad” is “good” based on God’s scenario.

But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.” (QS Al-Baqoroh 216)

Sooo, cheer up! Enjoy the moments, feel the breeze, capture the joyful things, share the happiness, and welcome 2015…! Be nice to us…! Have a GREAT YEAR, everyone…!

PS: Doh. kemringet eikeh bikin postingan inih! Daniii… Mas¬†Ryaaaan… Mba Nitaaa…!! Kalian bertiga kudu tanggungjawab karena menjerumuskan dirikuh ke ‘kegilaan’ ini, bwahahhaahaaa…!

Advertisement

Mendadak Model

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Diajeng,

Saya minta ijin pinjam salah satu fotomu untuk model di Kuis Tebak Nama Model di BlogCamp. Saya sudah menggelar kuis ini ratusan kali. Seperti biasa, bagi sahabat yang fotonya saya jadikan model kuis akan mendapat tali asih berupa sebuah buku atas pilihannya sendiri. Jika diijinkan kuis akan saya tayangkan besok pagi, Selasa tanggal 5 Januari 2015. Terima kasih, saya menunggu kabar baiknya. Salam hangat dari Galaxy Pakde

Wow. Speechless saya baca message FB Senin pagi itu. Aku ditawarin jadi model? Akuuh?? Model di blog yang kondyaaang bambang gulindang ituh?

Duh. Minder abiisss deh, apalagi, bodi saya kan udah acakadut macem gini? Masak iyah, pantes nongol di blog keren punya pakde.

Saya jawab gini –> Hihihi… Kok saya pakde?¬†malu…¬†Saya genduuuut banget ;)))

Ternyata,¬†pakde udah “menggeledah”¬†poto2 saya di FB. Daan, yang beliau pilih adalaaaah, poto saya tahun 2005-an gituh! E ya ampuuun…

blogcamp

Dan, terjadilah perbincangan di pagi hari itu. Kurang lebih, begini petikannya:

Pakde : nanti kan nggak kelihatan gendutnya

Nurul : Jangan poto yang itu, De.. Maklum, saya masih ABG alay. Malu :(((  Saya pilihin poto yg agak normal ya

 Pakde: Saya coba crop, kalau pecah nggak bagus. Saya hanya ambil wajah dan leher sedikit agar nggak terlalu kecil di cover majalah

Nurul: Siyaaaap, pakde. Btw, kok judulnya skizofrenia siiiy? Kesannya, daku dong yg sakit skizofrenia

Pakde: Itu bukan judul, itu keyword untuk menuntun peserta kuis ke blogmu.
Seperti gimana cover majalah ituh? Tadaaaaaa…..!
Model-Januari-2015
Hihihi… Alayyyy banget yak, posenya?¬†Foto ini dijepret sohib ikrib saya pas kita lagi ke Delta Fishing Sidoarjo. Hawanya puanass bingits. Makanya, saya¬†sampe kehilangan passion buat sekedar senyum. Padahal, senyum kan sedekah minimalis bin gratis yak, huehehe…
Waktu¬†Pakde mengajak saya jadi model, terus terang, saya ga gitu yakin temen2 pada bisa nebak. Soalnya, di blog ini, bisa dibilang saya lumayan jarang memasang tampang bantal plus pipi kabeh ini. Sadar diri,¬†cyiiin… ¬†Hihihi…
Eniwei,¬†makasi loh Pakde. Gara-gara pakde “mengubrak-abrik” koleksi foto zaman priwin tingting, saya jadi kepikiran gini, “Oooh, ternyata saya pernah sekurus itu toh? Berarti, meskipun udah punya buntut, saya masih punya kans untuk kembali ke bodi¬†segitu kan?”
Yeah. Obesitas itu emang kenyataan pahit. Di satu sisi, saya kerap ngadem-ademin diri sendiri dengan self-talk, “Gapapa… Biarpun gendut, yang penting sehat kan?”
Eh,¬†siapa bilang gendut itu sehat? Justru, gendut/obesitas/dll adalah ALARM yang menandakan bahwa something wrong telah terjadi dalam tubuh kita. Pola makan yang buruk. Habit makan bakso yang ternyata berujung pada sesuatu yang aduuuuh, ngeri banget deh pokoknyaaa ūüė¶
Hokehhhh…¬†Mumpung tahun 2015 baru berjalan seminggu (eh, udah seminggu aja yak??) aku kudu pegang komitmen pada diri sendiri. Target 2015 (yang sempat diucapkan di tahun 2012, lalu tak kunjung tercapai di 2013, dan ingin dilaksanakan di 2014) adalahhhhh…… MENJADI SEHAT BUGAR BERAT BADAN IDEAL! Yaaaayyy!!(*)

Kado untuk Si Jagoan yang Berani Khitan

Eh tau nggak, kemarin kita libur panjaaang dan lamaaa kan? Nah, biasanya, SOP *jiyaaah* di keluarga kami adalah, manakala ketemu loooong holiday macem gitu, dimanfaatin buat jalan-jalan.

Tapi, oh tetapi, karena satu hal yang amat-sangat-krusial, agenda liburan kudu dianulir. Kenapa? Yep, karena my bocil lagi sunaaat!

Alhamdulillah, sujud syukur banget, akhirnya Sidqi berani walau pakai acara mewek kejer juga siy, hehehe buat dikhitan. Doi kan udah (atau masih?) duduk di kelas 2 SD. Umurnya 8 tahun. Sudah waktunya Sidqi menghadapi masa depan gemilang, dengan kondisi bodi yang prima ala laki-laki sejati *hags hags**

Nah, karena si jagoan neon-ku ini udah berani memutuskan untuk khitan, sebagai emak yang baik, aku kudu kasih kado buat doi kan? Sekarang Sidqi udah nggak gitu demen ama mainan *alhamdulillah, jadinya bisa ngirit, euy! hahaha*

Trus, sepeda udah punya. Baju? Hmmm, sense of fashion dia biyasaaah banget. *lagi2 bisa ngirit, ga perlu sering2 beli baju buat Sidqi hihihi*

Trus, apa dong kado yang aku inginkan buat Sidqi?

Hmmm… setelah browsing2, gotchaa! Ini dia! Sidqi sekarang lagi fase hobi baca plus menghafal Qur’an.¬†Ada satu produk brilian, yaitu kitab Al-Qur’an yang dilengkapi dengan e-Pen. Jadi, kalau pen-nya digerakin, bisa ngebaca ayat yang lagi ditunjuk. Cihuy bingits kan?

wish list buat Sidqi
wish list buat Sidqi

Produk ini juga dijual online. Buanyaaak¬†online shop yang menawarkan nih produk. Kalau pengiriman produk lancar jaya, insyaAllah Qur’an ini bisa menemani hari-hari Sidqi. Doi juga bisa belajar aneka style murottal (bacaan ayat suci) dari syeikh-syeikh yang doi suka. Plusss, belajar tafsir dan kandungan kitab panduan umat Islam.

Selain itu, Miracle juga¬†ada di tobuk Gramedia loooh! Iiih, manggil-manggil banget deh, saban aku jalan-jalan ke sono. Kalau dapat voucher sodexho dari mami Ubii, aku bisa beliin kado Al-Qur’an Miracle dengan harga khusus kan? Lumayan bingits diskonnya :))

Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway kado yang aku mau by Mami Ubii 

Kado

Nggak Ada Loe, Nggak Rame

Surabaya cuacanya agak2 labil. Mendadak ujan dereeess, tapi sejam kemudian suhu udara jadi sumuk pol. Duh.¬†Walhasil, malem-malem gini jadi susah tidur. Hahaha, padahal, biasanyaaa pelor alias nempel langsung molor zzzzz ūüėõ

Mumpung masih melek, saya mau ucapin BIG THANKS alias Matur Tengkiuuuu banget untuk para teman2 yang doyan bersilaturahim ke blog ini. Salah satu art of blogging adalah, manakala ada sahabat yang meluangkan waktu untuk nitip komen. Asyik gitu lo, kita bisa discuss lewat tulisan, walaupun secara fisik kita belum pernah bersua.

Yeah, berdasarkan raport yang dibagikan oleh WP seperti di postingan ini, ternyata TOP FIVE commenters di blog saya adalah… para sahabat yang sama sekali belum pernah¬†kopdar! Makasiii banget ya, karena nggak ada loe, (blog saya) nggak rame! Wohooo… Ini dia list-nya:

Lima Besaaar!
Lima Besaaar!

Sebagai thank you note, karena kelima sahabat ini udah so sweeeet banget sama akyuuu, maka aku mau nge-review kecil2an seputar blog mereka. Cekidot :))

1. danirachmat.com

Siapa seh, yang enggak kenal ama seleblog satu ini? Dani itu ibarat dianarikasari-nya bapak2 blogger deh. Kondyaaaang bambang gulindang. Makhluk ini (?!) seliweran di HAMPIR SEMUA blog. Komennya ada dimana-mana. Ngeksisss terusss… Kadang, aku kagak percaya deh, kalo doi kerja sebagai banker ūüėõ Abis, kapan gitu loh, kerja ngitung duitnya, ha wong, rasa2nya doi lebih banyak blogwalking ketimbang banking activity-nya hahaha (maap ya, Dan hihihi)

Yang lebih bikin takjub lagi,¬†blog dani juga menjadi lima besar¬†yang kerap menggiring pembacanya untuk ikutan ngeklik blog sayahh! Ya ampyuuun, Daniii… Jasa kamu sungguh tiada duanya… Sebagai kakak kelas SMP-SMA-ITS, aku cuman bisa bilang EBSK : Emak Bangga Sama Kamu :))

daniYang mau main-main ke blognya Dani, silakan loh. Doi nih, ramaaah banget ama semua pengunjung. Gayanya asik banget, bisa engaged sama semua pembaca blog doi. Semangat blogwalking-nya juga WOW. Suri tauladan-lah di kancah blogosphere. Blog saya udah dua kali di-link back di postingannya. Ada di sini dan di sana.

2. jampang.wordpress.com

Runner-up commenter dipegang oleh Bang Jampaaanggg *dapet salam dari Barry Prima*. Beti-beti alias beda tipis ama Dani, Bang Jampang yang baru punya baby lagi ini juga outstanding banget dalam kancah blog. Pegawai pajak yang seolah kelebihan energi buat mencurahkan segala pikiran, imajinasi, daaan… kejelian doi dalam ngeliat sinetron! Hahaha… Makasi ya Bang, karena sering mampir dan komen2 di blog sayah.

3. rindrianie.wordpress.com

Blog Mak Orin yang cuantiiiik-imut-imut-berbudi pekerti luhur-rajin menabung-dan tidak sombong ini udah sering aku stalking sejak tahun lalu. I admire her blog so much! Doi sering nulis fiksi-fiksi dengan ending yang unpredictable, plus dibungkus diksi yang awww, bikin gemeteraaan gituh *ini lagi baca blog apa lagi lewat kuburan?*

Kalaupun doi nulis soal review produk atau sekedar curahan isi hati *tsah* Mak Orin selalu memilih style menjadi wanita shalihah. Eaaa.. pokoke, I love the way she just being herself ūüôā Makasih ya teteh :))

4. evrinasp.com

Saya mulai “kenal akrab” dengan Jeung penyuluh pertanian ini, gegara doi menang (dan saya kalah) di #kopdarpamitan bareng Pak SBY. Envy to the max deeeh… Sejak saat itu, saya sering kepoin blog emak yang berbodi langsing ala perawan kinyis2, dan masih kuaaaatt naik gunung dooong! Widiiih, makin envy kan, ama profil doi yang cihuy? Pluss, kesamaan kami berdua adalah, sama-sama banci kontes blog! Hahaha… Walau lagi¬†¬†‘bersaing’, kita justru¬†asyik menyemangati dan men-support satu sama lain. Ini asyiknya jadi blogger yak. Lomba kudu dibikin seru-seruan.¬†Menang atau kalah, itu hanya masalah giliran #tsakep.

5. nengwie.wordpress.com

Tinggal di Jerman, tidak menghilangkan kesundaan doi. Slogan blognya dong, pakai bahasa Sunda. Lelengkah Halu di Pangumbara’an.¬†Mungkin semacam ‘jejak langkah di pengembaraan’ yak? Neng satu ini emang kayak sodara jauh, yang lamaaaa ber-long-distance-relationship, tapi enggak kehilangan ‘kehangatan’-nya *ciyeee* Asik lah pokoknya. Kepoin blog doi yang full foto2 ala Jerman gitu, walopun 2014 lalu, agak jarang di-update ya teh? Moga-moga 2015 makin rameee postingannya yak?

Baiklah.

Udah mulai ngantuk nih, hahaha, akhirnyaaa….¬†Buat 5 blogger di atas, dan SEMUA blogger/tamu yang udah berkunjung ke bukanbocahbiasa, many-many-manyyyy thanksss, makasiii banget udah meluangkan waktu ber-chit-chat ama saya. Sebagai emak2 yang moody abis, saya berusaha banget untuk blogwalking ke blog tamu2 saya. Tapii, mohon maaf, kalau kadang saya gak leave comment, apalagi kalo platformnya non-WP, sering error iiih, gemessh :((

Semoga rezeki kebaikan dan keberkahan selalu melingkupi kita semua. Saya percaya, kalau persaudaraan di blogging ini bener2 nyata. Semoga semua harapan dan doa2 indah kita, dikabulkan oleh Sang Maha Sutradara. Dan, tahun 2015 jadi tahun yang membahagiakan ūüôā

Btw, saya ada satu kenang2an buat top commenter sekaligus top referrer. ūüôā¬†Buat bapaknya Aaqil, pls kirim message ke nurulnih@gmail.com, tulis alamat pengiriman hadiah yak. Aku mau kirim voucher belanja Gramedia senilai 100 ribu. Mau kan, Dan? *kedip-kedip* Jumlahnya ga gitu gede siy, tapi anggep aja, ini voucher penyambung silaturahim. Moga2, tahun depan, WP ngeluarin raport macem begindang lagi. Dan, aku udah bisa gaet sponsor untuk kasih hadiah yang lebih cihuy buat semua top five commenters, aamiiin… :))

Have a Great Year, everybody!!

Ooo… Jadi Gini Cara Kerja Sedekah?

Kenalin, ini om saya. Lebih tepatnya, om suami saya, namanya Om Sugeng. Doi amat sangat beken di dinasti keluarga besar kami. Kenapa? Yap, karena omku ini meski tajir melintir, doi sama sekali jauuuuh dari kata congkak bin sombong. Omku rajin membantu kalau ada saudara yang kesusahan. Omku tak pernah yang lebaaay ketika digencet problema hidup. Dan satu lagi, omku ini, pemurahnya kebangetan.

om Sugeng lagi gendong cucunya
om Sugeng lagi gendong cucunya

Bayangin aja. Beberapa kali dia mentraktir SEMUA personil keluarga besar istrinya. Padahal, dinasti keluarga istrinya terdiri dari 9 orang. Masing-masing punya anak antara 1-4 orang. Dan, anak-anak ini bereproduksi, dan terbitlah cucu-cucu sebanyak (masing-masing) 1-3 orang. Bisa dibayangkan, berapa jumlahnya?

Dimana lokasi favorit Om Sugeng dalam mentraktir kami? Resto-resto kelas yaaa gitu deh, daan… vila-vila yang aduhai. Salah satunya, adalah Vila Jambuluwuk Batu, Malang. Dimana satu vila (terdiri dari 3-4 kamar) dibanderol 4 jutaan. Berapa vila yang disewa omku? 5 vila! Jadi, paling tidak, buat mentraktir vilanya aja, om Sugeng merogoh kocek DUA PULUH JUTA RUPIAAAAAH… **diucapkan dgn intonasi Agan Uya**

CIMG5354

GREAT WALL

CIMG5336

CIMG5360

Apa terus Om Sugeng jadi snob gitu? Berasa wow banget gegara nraktir kita semua?

Ternyata, enggak blasss, sodara-sodara. Doi teteuup aja dengan gayanya, yang membumi dan sama sekali enggak gila hormat.

Justru ini yang bikin kita respek ama doi. Dan, di lubuk hati yang terdalam, dengan kadar ikhlas yang tak dibuat-buat, aku yakin, semua elemen keluarga besar mendoakan rezeki Om Sugeng terus berkaaaah dan melimpaaah ruah. At least, supaya doi bisa sering-sering nraktir kita dong, hahaha….#modus #batal ikhlas #ternyata pamrih

CIMG5367

CIMG5370

CIMG5371

Lalu, lalu, setelah episode Jambuluwuk, bagaimana kabar Om Sugeng dan keluarga?

Bisnis doi kian moncer. Melesaaat! Rezekinya gak abis-abis. Doi berkiprah di dunia properti (punya kos-kosan, vila, dll), forwarding, shipment, perkebunan, dan SEMUANYA produktif banget! Nggak heran, 2 bulan setelahnya, doi umroh SEKELUARGA.

I think itulah cara sedekah bekerja. Ketika om Sugeng menyedekahi *duuh, bahasanya kok ga enak yak?* sanak familinya dengan traveling ke Jambuluwuk, saat itulah, jiwa-jiwa kami para penerima sedekah ini ngerasa thankful banget. Spontan, kita sama-sama mendoakan omku itu. Tanpa dikomando.

Dan, walaupun kami, para sanak saudara ini enggak bisa diandalkan dalam hal berbarter kebaikan; kami tetap mentransfer DOA. Somehow, doa orang-orang yang lemah dan teraniaya tapi bahagia cepet dikabulkan. Dasar omku bukan tipe yang ngarep juga sik. Doi nothing to lose ajah, dipadu semangatnya untuk terus menjemput rezeki, maka di sinilah sunatullah berlaku.

Hukum alamnya kurang lebih begini:

A. Omku semangat kerja. Menjemput rezeki. Investasinya keren. No wonder rezekinya deres ngalir.

B. Omku suka berbagi. Ke siapapun. Saudara besarnya. Saudara besar istrinya. Dhuafa. Ke Masjid. Ke desa asal. Ke mana saja. Dan, ada sebait doa yang dirapalkan para penerima sedekah omku. Ini yang menggerakkan rezeki dengan begitu mudahnya ke arah om Sugeng.

Begitulah.

Nggak usah deh, kita ngerasa begitu jumawa dengan semua ‚Äúhebat‚ÄĚ yang kita (merasa) punya. Who do you think you are? Kalau Allah mencabut nikmat ‚Äúcerdas‚ÄĚ ‚Äútangkas‚ÄĚ ‚Äúhebat dalam berbisnis‚ÄĚ, lalu kita bisa apa? Justru, hukum Allah berlaku, manakala kita ingat ada hak-hak orang lain yang harus tertunaikan dari harta yang kita genggam.

Saya bikin tulisan ini, bukan mau ceramah atau what-so-ever. Udah banyaklah ustadz-ustadz yang jauh lebih capable, dan apalah artinya @nurulrahma yang cuma butiran debu ini. Postingan ini, to be honest, jadi semacam luapan kegelisahan jiwa¬†terhadap pikiran segelintir orang yang posting tulisan di sebuah situs yang … ah, sudahlaaah… saya ogah berbagi link yang nantinya justru bikin kepala jadi mumet.

Sebagian orang yang bikin tulisan di situs tadi, begitu pe-de dengan konsep-konsep keberhasilan yang ada di batok kepala mereka–>¬†Bahwa, usaha yang sukses karena kita menginvetasikan duit dengan benar, plus ada dana cadangan yang lumayan, dan semuanya kita gunakan untuk bisnis. Bullsh*t dengan semua omongan para (so-called) ustadz yang ajak sedekah, dll-nya. Karena iya kalau tuhan mengabulkan doa lo? Kalo kagak?

Oh, men. Plis. Deh. Saya setuju, kalau doa tanpa usaha itu BOHONG. Sementara usaha tanpa doa adalah SOMBONG. Emang kita punya hak apa buat menyombong?(*)