kuliner, lifestyle, Review

Lazizaa Fried Chicken, Jalani Prinsip Bisnis Rahmatan lil Alamin

 

Jalani Prinsip Rahmatan lil Alamin

Apa yang membedakan Lazizaa Fried Chicken dengan restoran cepat saji lainnya? Yang paling kelihatan adalah, program marketing mereka yang unik dan genuine. Di antaranya program “Makan gratis bayar dengan doa”. Eits, tidak sembarang konsumen bisa ikut program ini. Makan gratis didedikasikan untuk mereka yang melakukan ibadah puasa sunnah Senin-Kamis. Jadi, Lazizaa mennginfaqkan paket buka puasa gratis.

Lebih bangga lagi, karena store Lazizaa ini berkembang dengan begitu massif. Berdiri pada tahun 2015, hingga kini sudah ada 35 store Lazizaa yang tersebar di berbagai kota di Jawa Timur. Di antaranya, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Probolinggo, Jember, dan Madiun.

“Tahun ini, kami targetkan menjadi 100 store se-Jatim, atau setara dengan 3 kali lipat jumlah store KFC di Jatim,” ucap Yudha Setiawan, selaku owner PT Lazizaa Rahmat Semesta, yang membawahi Lazizaa Fried Chicken.

Barangkali kita bakal ternganga dengan aneka capaian Yudha dan timnya. Seolah, sukses yang digapai brand Lazizaa ini datang dengan secepat kilat. Apa resepnya? ”Sebenarnya, bisnis kuliner yang kami jalankan ini tdk tiba-tiba instan. Sebelumnya, saya sudah berbisnis dimana saya juga membuat kaidah manajemen dengan SOP (Standard Operating Procedure) sebagaimana kaidah perusahaan besar. Jangan sampai menjalankan bisnis dengan prinsip apa adanya,” ujar Yudha.

Beberapa pengusaha memang menjalankan bisnis dengan prinsip “yang penting jalan dulu” Ini yang dikritisi oleh Yudha. “Jangan sampai orang yang mau invest dibiarkan jalan sendiri. Karena bisnis memang harus dilakukan oleh orang yang punya kapabilitas, setiap urusan harus diserahkan kepada ahlinya atauyang memang menguasai hal tersebut.

Korporatisasi bisnis. Inilah prinsip yang dipegang dan dijalankan oleh Yudha dan seluruh timnya. Sebelum melahirkan dan menjalankan bisnis Lazizaa Fried Chicken, Yudha telah terbiasa dengan prinsip IT-oriented dalam bisnis server pulsa yang ia jalankan.

”Saya melayani agen pulsa di seluruh Indonesia, ini yang membuat Lazizaa harus berjalan sesuai dengan prinsip IT-oriented. Sebelum mengibarkan bisnis Lazizaa, saya sempat ambil franchise ayam goreng lokal lainnya. Bukannya untung, saya malah rugi 400 juta. Akhirnya saya tangani sendiri, pilih manajemen sendiri, laporan keuangan, yang tadinya ambruk… kemudian bangkit lagi.”

img_9263

YUDHA SETIAWAN, Owner Lazizaa Fried Chicken

 

Perubahan manajemen dilakukan Yudha bersama timnya. “Saya branding merek ayam goreng ini dan mengatakan pada tim bahwa saya tidak mau bikin bisnis sekedar cari uang. Visi besar yang saya tanamkan kepada teman-teman, bahwa Laziza hadir.. membangun ekonomi umat. Kita harus buktikan bahwa pengusaha muslim adalah rahmatan lil alamin.. keberadaan kita profesional dan dinantikan banyak orang,” ungkap Yudha.

Dengan mengusung prinsip manajemen ala korporasi, Yudha bantu menancapkan dan mengarahkan langkah-langkah untuk menapaki dan survive di dunia bisnis. ”Sekali lagi, saya garis bawahi, pada hakikatnya bisnis yang seperti ini jangan serahkan kepada yang bukan ahlinya. Di Lazizaa, kami bergerak satu komando. Karena adanya manajemen yang terpusat, maka cara kerja marketing, keuangan dan sebagainya betul-betul terstandar. Banyak yang tidak mampu bikin laporan keuangan, padahal ini adalah hal krusial dalam bisnis. Karena itu, setiap mitra yang berminat untuk berbisnis Lazizaa kami tempatkan betul-betul murni sebagai investor. Sementara laporan keuangan dan berbagai hal operasional lainnya langsung dari pusat. Kita mengelola dana orang jadi harus transparan dan siap diaudit. Bisa jadi, Lazizaa adalah satu-satunya yang bikin konsep waralaba seperti ini.”

Dengan prinsip transparansi dan manajemen handal seperti ini, tidak mengherankan Lazizaa terus mengepakkan sayap, dan menggapai sukses di kancah bisnis kuliner. Satu tahun beroperasi, melejitkan 35 store adalah pencapaian yang luar biasa. ”Pada prinsipnya dalam dunia bisnis, tiap investor butuh diyakinkan, apakah bisnis ini bisa perform? Perusahaan ini sudah punya SOP atau tidak? Jangan sampai kita menawarkan kerjasama dengan orang, tapi tidak ada laporan keuangan. Padahal bisnis yang kita bangun ini hakikatnya adalah membangun kepercayaan.”

Selain itu, Yudha juga ingin memberikan solusi berupa lapangan kerja untuk saudara para muslim/muslimah. ”Di beberapa restoran, banyak karyawan muslim yang tak bisa sholat Jumat ataupun menunaikan kewajiban lainnya. Nah, umat Islam harus punya cara untuk memecahkan masalah ini. Jangan semata-mata menyalahkan pengusaha non-muslim yang melarang Jumatan dan sebagainya, tapi kita juga harus memberikan jalan keluar. Kami justru memperlakukan setiap karyawan sebagai santri, jadi mereka harus ikut aturan kita. Yang perempuan wajib berjilbab, sholat juga harus ditegakkan.”

Apabila ada yang tertarik untuk bergabung sebagai investor, bagaimana caranya?

“Tim kami akan melakukan survey lokasi, berapa jumlah kepala keluarga di daerah tersebut, kondisi jalan, sekolah, kampus, pendukung yang lain dan sebagainya. Tidak semua permintaan investor langsung kita eksekusi, karena kita juga harus berusaha untuk mencapai omzet yang ditetapkan. Ada standarisasi estimasi omzet yang bakal didapatkan per bulan, ini yang menentukan besaran nilai investasi bagi yang berminat untuk bergabung dengan Lazizaa,” lanjut Yudha.

Timnya menargetkan Break Event Point (BEP) bisa dicapai dalam 24-30 bulan. ”Lakukan bisnis ini secara profesional. Jangan ragu untuk merekrut orang-orang yang memang potensial di bidangnya masing-masing. Dengan bisnis ini, kita tidak sekedar bicara materi, tapi sekaligus memberi solusi bagi umat.

Misi visi yang diusung PT Lazizaa Rahmat Semesta memang berorientasi memberikan kesuksesan dunia-akherat. ”Ketika bicara manajemen, kita sekaligus membahas SWOT (Strengh, Weakness, Opportunity and Threat). Artinya kita harus bisa melihat pelayanan, eksistensi, rasa, bagaimana bisnis ini dikelola dengan baik. Kami melihat bahwa harga produk Lazizaa harus lebih murah, menu dibikin lebih bervariasi. Sehingga dengan mengusung spiritual marketing, bagaimana bikin orang kaget, ‘Kok bisa jual paket ayam nasi 7 ribu?’ ‘Kok bisa makan gratis?’ ini yang menciptakan perbincangan, diskusi di media sosial, sehingga menjadi viral dan banyak dibicarakan orang. Setiap marketer harus terus berinovasi dan menciptakan promosi yang positif,” ungkapnya.(*)

 

Advertisements

11 thoughts on “Lazizaa Fried Chicken, Jalani Prinsip Bisnis Rahmatan lil Alamin”

  1. wahhh, itu program marketingnya unik di dunia tapi membawa kebaikan sampai ke akhirat ya.. keren.. kebeneran belom pernah coba nih.. mungkin kalo lagi ke jawa timur aku mau sekalian melipir ahh ke lazizaa.. 😀

  2. Wah, baru tau nih ada fried chicken makan gratis bayarnya pake doa. Berkahnya luar biasa ya. spriritual marketing seperti ini semoga menular ke tempat makan lain 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s