Siap-siap….Indonesia Bakal Jadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia!

Semangat Halal Lifestyle di Era Milenial Harus Menghujam dalam Jiwa Kita!

Siapa di sini yang concern banget untuk SELALU menjadi konsumen produk yang halal dan baik? Alhamdulillah, banyak yang ngacung ya 😀 Belakangan ini, kepedulian masyarakat terhadap urgensi produk halal memang meningkat pesat. Kudos to aneka media yang begitu semangat men-deliver pesan tentang Halal Lifestyle di Era Milenial. Iya lho, sebagai muslim(ah), kita kan memang wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai way of life. Dalam salah satu ayat, Allah berfirman,

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”(Al-Baqoroh 168)

Konteksnya adalah, kita memang kudu membentengi diri dari hal-hal yang subhat, apalagi haram. Di manapun dan kapanpun, wajib banget hukumnya untuk berupaya sekuat tenaga, agar hanya zat dan barang halal saja yang masuk ke dalam tubuh kita. Mengapa?

“Siapa yang dagingnya tumbuh dari (makanan) haram maka neraka lebih pantas baginya”. (HR. Tirmizy)

“Kemudian Beliau SAW bercerita tentang seorang lusuh berdebu mengangkat tangannya ke langit, sambil berdoa : Ya Tuhan Ya Tuhan. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya (didapat dengan cara) haram, dan (tubuhnya) diberi gizi yang haram, bagaimana mau dikabulkan doanya?” (HR. Muslim )

Dalam hadits diatas disebutkan bahwa Rasulullah bercerita di hadapan para shahabat, bahwa ada seseorang yang berdoa siang malam agar hajat dan keinginannya dipenuhi oleh Allah. Hingga badan dan pakaian lusuh, kumal dan berdebu. Ia berdoa lagi dan lagi sembari menengadahkan tangan dan wajahnya seraya berkata “Ya Rabbi…Ya Rabbi…”. Namun keinginannya tak juga Allah kabulkan.

Bagaimana mungkin keinginannya akan dikabulkan. Sementara mulut yang dia gunakan untuk berdoa digunakannya pula untuk menyantap makanan yang haram, dan tubuhnya terbentuk dari yang haram.

***

Tentang Komite Nasional Keuangan Syariah

Bersyukur banget kita tinggal di bumi Indonesia, di mana pemerintah maupun masyarakat sangat concern dengan pengembangan industri halal. For your info nih gaes, saking semangatnya untuk mengembangkan industri dan gaya hidup halal, Pemerintah RI membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Komite ini dipimpin langsung oleh Presiden RI dan Wakil Presiden RI, dengan 10 Dewan Pengarah yang terdiri atas Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Agama, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan dan Majelis Ulama Indonesia. Wow, komplet banget kan ya?

KNKS mempunyai tugas mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan keuangan syariah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional. KNKS berfungsi sebagai katalisator pengembangan ekonomi dan keuangan syariah untuk skala nasional maupun internasional. KNKS juga berperan untuk menyamakan persepsi dan mewujudkan sinergi antara regulator, pemerintah, dan industri terkait ekonomi dan keuangan syariah guna menciptakan sistem ekonomi syariah yang selaras dan progresif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pencanangan titik awal untuk memosisikan Indonesia sebagai salah satu pelaku utama dan hub ekonomi syariah dunia dilakukan seiring dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) pada 14 Mei 2019. Pencanangan ini mempunyai visi untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama pasar global ekonomi syariah dunia di 2024.

Nah…. sebelum peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah (MEKSI), Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sudah menggelar pre-launching event, yaitu: Indonesia Islamic Economy Festival (IIEFest). Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan industri halal di Indonesia kepada masyarakat, sekaligus sebagai bentuk upaya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup halal.

Indonesia Islamic Economy Festival (IIEFest) telah diadakan di Trans Grand Ballroom, Bandung pada tanggal 26 April 2019. Rangkaian kegiatan acara ini adalah Talkshow Industri Digital Halal, Talkshow Pariwisata Halal, Talkshow Islamic Edutainment, Talkshow Muslim Modest Fashion, dan Expo Industri Halal yang diramaikan oleh para pelaku industri, regulator, start-up milenial, UKM dan masyarakat umum. Acara ini diresmikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas dan dihadiri oleh Kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024

Visi besar yang dibangun dalam masterplan ini adalah mencapai “Indonesia yang Mandiri, Makmur, dan Madani dengan Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia”. (Prof Bambang P. S.  Brodjonegoro, selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas sekaligus Sekretaris Dewan Pengarah KNKS

The State of the Global Islamic Economy Report 2018-2019 mencatat besaran total pengeluaran belanja masyarakat Muslim dunia pada 2017 di berbagai sektor halal, seperti makanan dan minuman, farmasi dan kosmetik halal, busana halal, wisata halal, media dan hiburan halal, dan keuangan syariah mencapai USD 2,1 triliun dan diperkirakan akan terus tumbuh hingga USD 3 triliun pada 2023.

Faktor utama yang mendorong fenomena tersebut adalah peningkatan jumlah penduduk Muslim di dunia yang telah mencapai 1,84 miliar orang pada 2017 dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 27,5 persen dari total populasi dunia pada 2023. Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan 85 persen dari jumlah populasi serta menyumbang 11 persen dari total muslim di seluruh dunia, hanya dapat bertengger di peringkat 10 sebagai negara produsen produk halal dunia.

“Dengan resmi diluncurkannya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 oleh Presiden Joko Widodo di Kementerian PPN/Bappenas hari ini, maka kita akan menjawab tantangan sekaligus menyusun peta jalan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan ekonomi syariah harus melibatkan berbagai sektor lainnya sebagai suatu integrasi sistem ekonomi berlandaskan syariah agar pertumbuhan yang berlangsung pada sektor keuangan syariah memiliki dampak langsung dan signifikan pada pertumbuhan di sektor riil, yang secara fundamental menjadi fokus utama dalam sistem ekonomi Islam. Untuk itu, saya harap MEKSI 2019-2024 ini dapat dijadikan rujukan bersama dalam mengembangkan ekonomi syariah Indonesia, yang kemudian dapat diturunkan menjadi program kerja implementatif pemerintah,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sekaligus Sekretaris Dewan Pengarah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dalam acara Peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Djuanedi Hadisumarto 1-5, Gedung Saleh Afif, Kementerian PPN/Bappenas, Selasa (14/5).

Ada empat langkah dan strategi utama yang direkomendasikan MEKSI 2019-2024, yaitu:

(1) penguatan halal value chain dengan fokus pada sektor yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi,

(2) penguatan sektor keuangan syariah dengan rencana induk yang sudah dituangkan dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) sebelumnya dan disempurnakan ke dalam rencana induk ini,

(3) penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama halal value chain, serta

(4) penguatan di bidang ekonomi digital utamanya perdagangan (e-commerce, market place) dan keuangan (teknologi finansial) sehingga dapat mendorong dan mengakselerasi pencapaian strategi lainnya.

Untuk menjalankan keempat strategi tersebut, MEKSI 2019-2024 menjabarkan beberapa strategi dasar yang harus dilakukan, yaitu peningkatan kesadaran publik, peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas riset dan pengembangan (R&D), serta penguatan fatwa, regulasi dan tata kelola.

Gaya Hidup Serba Halal yang Jadi Semangat Kita Semua!

Tentu butuh dukungan semua pihak agar Halal Lifestyle ini kian membudaya dan menancap di sanubari kita. Yang jelas, sejumlah langkah spektakuler telah dicanangkan. Di antaranya:

(1). Membangun halal hub di berbagai daerah sesuai dengan keunggulan komparatif (comparative advantage) masing-masing daerah unggulan.

(2). Mengembangkan standar halal yang efektif dan diterima di seluruh dunia.

(3). Kampanye gaya hidup halal.

(4). Program insentif bagi pemain lokal dan
global untuk berinvestasi dalam mendukung perkembangan industri rantai nilai halal (mulai dari bahan baku, produksi, distribusi dan promosi).

(5). Membangun pusat halal internasional untuk memperkuat kerja sama antarnegara.

Aku mencoba untuk bertanya pada diri sendiri, apakah selama ini Halal Lifestyle sudah kujalankan secara paripurna? Yang jelas, ada 5 cluster seputar gaya hidup halal ini.

(1). MAKANAN DAN MINUMAN HALAL

Sudah barang tentu, ini cluster yang amat sangat krusial. Kita tentu tidak ingin doa tertolak lantaran konsumsi makanan minuman yang diragukan kehalalannya.

Ketika ngetrip ke daerah yang susah makanan halal (seperti ke Amerika Serikat dan Thailand) aku berusaha banget untuk mencari dan mengonsumsi F&B yang halal dan baik.

Banyak kok, wisatawan yang concern dengan halal lifestyle. Bismillah. Ini bisa banget jadi potensi Indonesia untuk mengembangkan diri menjadi destinasi yang super duper recommended when it comes to Halal Lifestyle

(2). PARIWISATA HALAL

Global Islamic Economy Report 2018-2019 punya data: Jumlah penduduk Muslim di Indonesia mencapai 87,18 persen dari populasi 232,5 juta jiwa.  Laporan World Travel & Tourism Council (WTTC, 2018) menyebutkan sektor pariwisata memiliki sumbangsih positif terhadap perekonomian global.  Salah satu pasar potensial yang diprediksi terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu kunjungan wisatawan Muslim. Populasi muslim di Indonesia sangat besar, salah satu buktinya jumlah jamaah umroh/haji yang kagak ada matinyeee!

Dalam laporan World Travel & Tourism Council (WTTC, 2018) Indonesia menempati peringkat ke-9 dari 10 besar pariwisata terkuat di dunia. Ini kabar yang WOW bangeeeett, sangat menggembirakan!

Industri pariwisata halal tidak bisa dipisahkan dari industri pendukungnya atau dalam hal ini dimasukan menjadi rangkaian entry point. Beberapa entry point tersebut membentuk rantai nilai pariwisata halal yang terdiri dari desinasi pariwisata, alat transportasi, hotel dan akomodasi, restoran dan kafe, serta travel and tours.

3. FESYEN MUSLIM

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat pada tahun 2016, industri fesyen menyumbang sekitar 18,01 persen terhadap PDB Ekonomi Kreatif.

Menurut data dari Global Islamic Economy Report 2018-2019: Indonesia menduduki peringkat ke-2 dalam top 10 GIE indicator bidang fesyen Muslim dan menduduki peringkat ke-3 sebagai negara dengan pengeluaran Muslim apparel tertinggi. Yap, karena Indonesia sangat aktif banget dalam menggelar pameran fesyen Muslim berskala internasional. Ada Indonesian Muslim Fashion Week, the International Indonesian Islamic Fashion Fair, Muslim Fashion Festival Indonesia, dan yang terbaru adalah Modest Fashion Summit pada Desember 2018.

4. MEDIA DAN REKREASI HALAL

State of the Global Islamic Economy Report 2018/19 menyebutkan Muslim menghabiskan waktu untuk media dan rekreasi pada 2017 senilai USD 209 milyar. Pada 2023 nanti, Muslim diperkirakan menghabiskan USD 288 miliar untuk hal yang sama.

5. FARMASI DAN KOSMETIK HALAL

Nah… tentang farmasi dan kosmetik halal ini juga pegang peranan super duper penting. Jumlah perempuan di Indonesia kan banyaaaaaakk banget, yes. Saat ini Indonesia berada di posisi ke-4 sebagai negara dengan konsumsi produk farmasi terbanyak. Sementara pada sektor kosmetik, Indonesia merupakan negara kedua dengan jumlah konsumsi kosmetik terbesar setelah India.

Saat ini produk-produk berlabelkan “Halal” sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Menurut hasil studi oleh Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) mengatakan bahwa muslim dan registrasi halal mengalami peningkatan pada jumlah konsumen dan daya belanja masyarakat. Banyaknya peminat industri halal di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri khususnya di industri kosmetik dan fesyen halal.

Proses halal pada kosmetik memiliki beberapa tahap dan diperlukan izin yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika MUI (LPPOMUI) yang sudah bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) milik pemerintah.

Tren kosmetik halal saat ini juga mengalami peningkatan positif. Kementrian perindustrian pada tahun lalu mencatat, industri kosmetik tumbuh sebesar 6,35% dan naik menjadi  7,36% pada kuartal I/2018. Selain tren industri kosmetik halal, potensi industri lainnya ada industri fesyen halal. Pasalnya, industri fesyen halal ini cukup menjanjikan bagi perbankan syariah.

Kalau kita lihat, populasi perempuan ini berbanding lurus dengan jumlah konsumsi kosmetik, skincare ataupun produk-produk farmasi lainnya. Ini adalah peluang emas, agar Halal Lifestyle bisa senantiasa diterapkan dalam kehidupan. Hanya pilih yang Halal dan Baik! Sebelum memutuskan untuk jadi penggunan kosmetik tertentu, ada baiknya kita melakukan riset, riset dan riset, apakah kosmetik ini HALAL certified dan aman digunakan.

Alhamdulillah, saya dikaruniai kulit yang cenderung sehat dan tidak bermasalah. Banyak pilihan kosmetik dan skincare yang beredar di pasaran. Selama ini, saya kerap terjebak pada brand (reputasi internasional dianggap lebih keren!) atau rekomendasi dari MUA (Make Up artist) ataupun beauty influencer/ blogger/ vlogger. Padahal, merek-merek high brand dan kosmetik yang mereka pakai belum tentu halal. Dan tahukah Anda bahwa banyaaaakk banget pabrikan kosmetik yang mencampurkan bahan-bahan dari organ binatang dalam produknya! Astaghfirullah.

Saban berburu kosmetik ataupun skincare, pertanyaannya sekarang, apakah produk ini terbuat dari bahan yang sesuai dengan syariat Islam?

Kandungan kosmetik harus bebas dari unsur binatang yang diharamkan dan yang disembelih tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Komoditas itu harus diproduksi dan diproses menggunakan alat yang tidak tercampur oleh zat yang tidak sesuai dengan syariat.

Farmasi dan kosmetik halal merupakan harmonisasi dari syariat Islam, good manufacturing practice (GMP) serta bahan baku halal. Kita tentu harus berupaya seoptimal mungkin untuk memegang prinsip “Hanya mengonsumsi yang Halal dan Baik”. Temukan label Halal by MUI di kemasan kosmetik kita.

Kontribusi PDB industri kimia, farmasi dan obat tradisional mengalami kenaikan selama lima tahun. Selama kurun waktu 2014-2017 nilai pertumbuhan terbesar terjadi di tahun 2015 dengan tambahan nilai mencapai Rp 11.651,1 miliar.

Produk perawatan kulit diprediksikan akan tumbuh sebesar 31 persen selama 2017-2022 dan akan dipimpin oleh daerah Asia Pasifik.

***

Menutup artikel ini, aku ingin mengutip kalimat Prof. Bambang P. S.  Brodjonegoro, selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas sekaligus Sekretaris Dewan Pengarah KNKS

Prof Bambang menuturkan, “Sebagai negara dengan populasi Muslim terbanyak, Indonesia menjadi konsumen terbesar produk halal pada pasar internasional. Namun sumbangsih kita dalam memproduksi produk halal dunia masih belum optimal. Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui industri halal, diharapkan Indonesia mampu memaksimalkan kearifan lokal dalam menangkap peluang global. Target ekonomi syariah pada tataran domestik adalah peningkatan skala usaha, kemandirian dan kesejahteraan, sementara pada tingkat internasional adalah peningkatan peringkat Global Islamic Economy Indicator (GIEI)”.

Website KNKS: http://knks.go.id/

Instagram: @KNKS.ID

Twitter: @KNKS_ID

Facebook: Komite Nasional Keuangan Syariah

Youtube: Komite Nasional Keuangan Syariah

Advertisements

69 thoughts on “Siap-siap….Indonesia Bakal Jadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia!

  1. joecandra18 says:

    Asik yah mbak klo udah jadi pusat serba syariah dan halal. Apalagi klo udah jd kiblatnya, beuhhh kerennn mah hehw

      • wiankumala says:

        Ku bangga!!!!!!
        Alhamdulillah halal sudah mulai jadi lifestyle ya mba. Aku pun pelan-pelan mulai menjalani gaya hidup halal dengan menhgamti beberapa produk dengan produk halal.

    • Yati Rachmat says:

      Yayaya…pernah juga baca menghadapi revolusi industri 4.0. kita harus maju seperti melesatnya anak panah dari busurnya. Bangganya ya sebagsi bangsa Indonesia.

  2. Eta Rahayu says:

    Wah baru tahu kebijakan ini deh, dan baru tahu juga ada KKNS.
    btw keren juga langkah dan strategi utama yang direkomendasikan MEKSI 2019-2024, nice share mbak, thankyou…

  3. lianny hendrawati says:

    Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, memang cocok menjadi pusat ekonomi syariah. Di kotaku, ada toko baju muslim yang lumayan besar, pengunjung rame apalagi kalo menjelang Lebaran seperti ini.

  4. rahmiaziza says:

    Alhamdulillah ya sekarang kesadaran akan halal lifestyle semakin tinggi, ga cuma fashion dan makanan aja, bahkan hiburan juga kaya komik atau film islami terutama buat anak2.

  5. Ana ike says:

    Masya Allah keren banget ini acaranya. Bukti bahwa pemerintah itu concern banget sama umat Islam di Indonesia. Semoga makin banyak produk halal dan perekomian Indonesia lebih syariah lagi sistemnya ya. Go KNKS

  6. Rosanna Simanjuntak says:

    Memang agak prihatin juga ya, Indonesia dikenal sebagai komunitas muslim terbesar di dunia, namun ternyata bukan sebagai produsen jasa wisata atau produk makanan, tetapi terbesar sebagai konsumen.

    Ini benar-benar pekerjaan rumah kita semua.

    Masing-masing kita punya porsi untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia.

    annarosanna(dot)com

  7. Lisdha says:

    Visi besar yang dibangun dalam masterplan ini adalah mencapai “Indonesia yang Mandiri, Makmur, dan Madani dengan Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia”

    semoga visi ini bisa terwujud dengan kerja sama semua stake holder ya mbak nurul.

    • Donna Imelda says:

      Memang sudah saatnya pemerintah concern dengan halal lifestyle dan KNKS ini memberi harapan untuk terwujud. Bukan hanya urusan halal makan dan minum, tapi juga sampai ke urusan produk industri, bisnis dan lembaga keuangan.

  8. naniknara says:

    Semoga dengan di bentuknya komite ini, Indonesia bisa mencapai 3 besar ya, bukan lagi 10 besar. Sebuah prestasi yang patut di hargai dan dibanggakan tentunya

  9. Megha Rachma says:

    Mudah-mudahan target ekonomo syariahnya tercapai yah mbak dengan adanya peluncuran buku masterplan dari KNKS ini

  10. Travlingku says:

    Kehalalan itu sudah wajib hukumnya bagi kita. Semoga di Indonesia konsep halal semakin banyak, terutama di kosmetik, karena masih jarang banget rasanya kosmetik yang benar-benar halal (atau mungkin saya yang belum tahu, ya?) Kalau untuk wisata Indonesia sudah mulai dan makin bagus. Semoga terus bisa ditingkatkan. Dan ekonomi syariah makin banyak di Indonesia.

  11. eka siregar says:

    sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memang sudah seharusnya kita memiliki ini. wacana sudah dari dulu. gak sabar banget pengen cepet terwujud

  12. lendyagasshi says:

    Yang sering travelling pasti tahu banget keadaan di lapangan yaa, kak…
    Gimana susahnya mencari makanan halal dan sebagainya..
    Dengan adanya Wisata Halal dan Indonesia menuju ke perekonomian Syariah, semoga terwujud menjadi pusat perekonomian Syariah dunia.

  13. Uniek Kaswarganti says:

    Ya kan, kayak mba ke Amerika aja susah nyari makanan halal, malah banyakan maem pisang hihii… Pengin banget ntar tak hanya di Indonesia saja yang halal lifestyle-nya udah menggaung dimana-mana.

  14. Leyla Hana says:

    Alhamdulillah mudah-mudahan Masterplan Ekonomi Syariah ini benar-benar diimplementasikan dengan baik ya sehingga Kita bisa total menerapkan gaya hidup halal.

  15. Maria Soraya says:

    Senang sekali dengan kabar ini. Indonesia kan memang populasi umat muslimnya terbesar jumlahnya ya. Sekarang halal lifestyle lagi naik daun sampai shampoo pun ada yg halal. Jadi ini momen yg sangat tepat untuk meracuni orang2 yg belum concern dengan halal untuk ikutan juga.

  16. melinanesiagmailcom says:

    Alhamdulillah ya, semakin banyak pihak yang mendukung industrial halal di Indonesia. Semoga masyarakat pun semakin jeli memilih produk mana saja yang halal agar manfaatnya sampai ke akherat.

    KNKS ini tentunya bisa membantu wisatawan asing yang datang ke Indonesia untuk secara mudah memperoleh produk halal, ya.

  17. Gita Siwi says:

    Sekarang semua bisnis sudah mengarah ke Syariah akh ya produk produk juga banyak yang sudah mencantumkan label halalnya. Belum lagi acara acara juga yang menginformasikan berbagai hal berkaitan dengan syariah.

  18. Peri Hardiansyah says:

    Wo iya, sudah pas banget momentnya, Indonesia mulai menerapkan Ekonomi Syariah, toh untung untuk semua kalangan. Bagi yang menentang mah itu pasti ada udang di balik bakwan. Mereka yang menentang itu harus di edukasi, dan yang belum merapat harus dirangkul lagi.

  19. Efi Fitriyyah says:

    Fesyen halal itu apakah dari segi styleny yang syari ya, Mbak? Atau ada standar lain yang diterapkan gitu. Menarik nih soal konsep fesyen halalnya. Semoga dimudahkan dan dilancarkan Indonesia jadi pusat ekonomi syariahnya ya

  20. Naqiyyah Syam says:

    Ikut senang ya kalau Indonesia baka jadi pusat ekonomi syariah soalnya perlu banget ekonomi yang stabil dan tidak mencekik rakyat Indonesia. Dulu, gaji mengajarku berkerjasama dengan salah satu bank syariah

  21. Ana ike says:

    Yeaay, go Indonesia. Moga-moga industri halal, pariwisata halal, dan ekonomi halal (syariah) bisa merata ke semua aspek. Tapi plis lah, tetap wajar dan sesuai porsinya. Support lah MEKSI ini

  22. naniknara says:

    Semoga sukses ya program pemerintah ini, sehingga Indonesia bisa benar-benar menjadi pusat ekonomi syariah, Tentunya pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan kita semua untuk mensukseskannya

  23. rahmiaziza says:

    Alhamdulillah sekarang kesadaran akan hidup halal semakin tinggi ya. Meski banyak juga yg nyinyir apa2 kok harus ada label halalnya, tapi kusendiri lebih tenang mengkonsumsi maupun memakai barang yg udah terjamin halal.

  24. Eni Rahayu says:

    aku pun udah pakai make up halal mbak, alhamdulillah ya udah banyak produk halal di Indonesia, Membaca cerita teman-teman yang ada di LN luar biasa sekali ya perjuangannya untuk mencari produk halal, jadi banyak belajar deh saya

  25. Efi Fitriyyah says:

    Dengan tingkat konsumsi produk halal yang tinggi mudah-mudahan bisa dimaksimalkan jadi peluang ekonomi, ya. Amazing merhatiin nilai kontribusi terhadap PDBnya. Kalau dimaksimalkan luar biasa

  26. Yeni Sovia says:

    Iya benar sekali mba. Allhamdulillah orang-orang semakin tinggi kepduliannya terhadap yang halal ini bahkan sampai kosmetik dan penggunaan odol juga nyari yang halal. Halal itu seperti udah harga mati untuk kita seorang muslim. Selain itu aku juga bersyukur semakin berkembangnya perekonomian syariah saat ini. Jadi semakin memudahkan warga yg beragama muslim mencari sesuaty yang nyaman juga soal keuangan. Walau dulu waktu dimulainya perekonimian syariah ini banyak yang mengolok2nya ya

  27. Widyanti Yuliandari says:

    Emang potensinya besar banget sih negeri kita ini. Sayang jika gak diamanfaatkan. Oya, aku pernah lihat di reserch center ITS juga ada semacam pusat studi produk halal gitu. Cuma aku belum tahu kiprahnya.

  28. Yati Rachmat says:

    Tanpa dikomando maka kita akan sadar bahwa Predikat Halal itu SANGAT perlu di negara kita yang mayoritas Muslim ini.

  29. Larasati Neisia says:

    Semoga dilancarkan masterplannya. Aku optimis banget Indonesia jadi kiblat pariwisata halal dunia. Aku pun pelan-pelan udah jalanin halal lifestyle nih mba 😁

  30. saraneyrhiza says:

    Semoga kosmetik-kosmetik luar yang masuk ke Indonesia juga terjamin kehalalannya ya. Jadi ada sertifikasi halal yang benar-benar dikeluarkan oleh pihak terkait. Karena biasanya cuma makanan

  31. herva yulyanti says:

    setuju mba sekarang marak banget kosmetik dan skincare brand internasional yang direkomendasiin MUA yah cuman kita ga tahu apakah halah atau tidak..semoga nih hadirnya KNKS bawa perubahan banyak buat ekonomi syariah di Indonesia

  32. Rohmahdg says:

    Ekonomi Syariah di Indonesia benar2 menggema Mbak, ya. Apalagi di jaman sekarang untuk beberapa sektor yang udang Mbak Nurul sebutkan di atas. Semoga kian memberi nilai positif buat penggerak Ekonomi Syariah tersebut Mbak.
    Penjelasannya detail sangat. Terima kasih Mbak Nurul

  33. Maria Soraya says:

    Semoga halal lifestyle ini bisa awet bertahun2 bukan sekedar trend dari artess2 yg baru pada hijrah ya Mak. Karena sesuatu yg halal itu bukan hanya nikmat di hati 😉

  34. Nyi Penengah says:

    Alhamdulillah senang mendengar bertita baik ini aku Mba. Semoga halal lifestyle ini menyeluruh dan dilancarkan segalanya Indonesia dalam menyambutnya. Maap lahir batin ya Mba kemarin lupa belum ngucapin.

  35. novaviolita says:

    Wahhh..bersyukur banget ya..jadi hilang was-was sebagai konsumen tentang ke halalkan produk. Kalo makanan pasti kita pilih yang ada label halalnya…tapi kosmetik ini loh yang bikin was-was terutama maskara…kalau aku sih..pernah denger katanya ada produk maskara pake lemak babi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s