Pengalaman = Guru Terbaik; 2020 = Guru Killer buat Kita Semua


Jika pengalaman adalah guru terbaik, maka, tahun 2020 adalah guru killer/mentor galak yang sering banget kita benci, tapi heiii, beliau telah mengajarkan banyak hal pada kita. Seperti siapa? Yap, seperti Han Ji Pyeong, si lesung pipi yang galak, sarkas dan cursing everybody dengan matanya yang ulala itu πŸ˜€

Galakin aku Mas Ji Pyeong, galakin akoooohh

Kalau diminta bikin KALEIDOSKOP tahun lalu, kok seperti tiada hal signifikan yang bisa saya goreskan. Yang jelas, ada beberapa hal saya ingat dan berkesan dari tahun 2020. Tahun yang terkesan lamaaaaa, tapi ternyata kok flies so fast ya? Hal-hal itu adalah:

πŸ˜ͺBerita duka yang datang silih berganti

πŸ˜ͺRentetan pembatalan acara dan campaign untuk content creator

😁Online meeting, online working, online learning

😁Kesempatan untuk mendapatkan ilmu via workshop bareng Teh Ani, Mas Ardan, Mba Dzulkhulaifah Rahmat di ISB (Indonesian Social Blogerpreneur)

DRAKOR. 😝

Ending 2020 jadi agak sumringah, karena ada Han Ji Pyeong!

Apapun itu, 2020 memberikan kita segabruk pengalaman. Sedih, nelangsa, kecewa, ngelangut, tapii… setelah itu harus BANGKIT! Optimis, menebar harapan untuk hari-hari yang (semoga) kian gemilang.

Bukankah Hidup adalah harapan yang harus terus kita jaga?

Banyak momen yang pahit untuk diulang, tapi manis buat dikenang. Yah, itulah 2020. Kita semua telah sama-sama melihat dan merasakan pandemi effect yang terjadi hingga sekarang.

Tahun 2020 berlalu, terbit harapan baru. Walaupun corona belum hengkang dari muka bumi, kita harus tetap menaruh harapan dan boleh (bahkan harus!) memasang ekspektasi.

***

Itulah masa lalu yang mesti kita akui agar bisa bangkit tahun ini.

Ada sebuah cerita dari Secret of Power Negotiating karya Roger Dawson yang mungkin berguna bagi kita semua.

Tersebut seorang pasangan tua yang hidup di kepulauan Pasifik. Suatu hari terjadi bencana puting beliung yang memporak-porandakan rumah mereka.

Karena tidak punya tempat berteduh, dan juga tidak mampu membangun rumahnya kembali, mereka pindah ke rumah anaknya.

Masalahnya, rumah sang anak cukup kecil. Dia juga punya empat anak kecil dan dua saudara ipar yang juga tinggal serumah. Kini ada 10 orang yang hidup dalam satu atap. Kondisi ini membuatnya tidak nyaman dan stress.

Sempat terlintas ide untuk membeli rumah yang lebih besar atau menyewakan tempat untuk kedua orang tuanya. Tapi uangnya hanya cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari.

Akhirnya ia pergi ke tetua desa yang terkenal karena kebijaksanaannya. “Apa yang harus saya lakukan agar bisa hidup damai dengan kondisi seperti ini?”

Orang bijak itu merenung sebentar. Bukannya bertanya soal luas rumah, alternatif kontrakan, atau jumlah tabungan yang dimiliki sang anak, ia malah bertanya:

“Kamu punya ayam?”

“Ya, saya punya 10 ekor ayam”.

“Kalau begitu masukkan ke dalam pondokmu”.

Wadaawwww! Problem solving macam apa ini? Bukankah hal ini tidak akan memecahkan masalah kekurangan ruang? Tapi karena percaya dengan kebijaksaan tetua desa, ia menurut saja.

Ide ini mendapat tentangan dari istri dan iparnya. Tapi sang anak bersikeras agar mencoba dulu. Dan benar saja, rumah itu menjadi kapal pecah karena ayam yang berkeliaran tidak karuan.

Setelah tiga hari Sang anak kembali mengharap orang bijak tadi. Siapa tahu ada solusi yang lebih masuk akal. Jawaban tetua desa semakin absurd.

“Kamu punya kambing kan?”

“Ya. Ada sekitar tiga ekor”.

“Masukkan juga kambing itu ke pondokmu”.

Dengan hati yang menggerutu ia melaksanakan perintah aneh itu. Baru semalam kambing itu dimasukkan, pondok itu sudah lebih pantas disebut kandang. Karena sekarang bukan hewan yang hidup di pondok manusia, tapi manusia yang hidup di kandang hewan.

Keesokan paginya ia menghadap lagi.

“Tolong berikan saya saran terbaik. Saya sudah mengikuti saranmu tapi keadaan semakin memburuk. Apa yang harus saya lakukan?”

Orang bijak tadi tersenyum.

“Sekarang keluarkan ayam dan kambing tadi. Rapikan pondokmu. Kamu akan menemukan kedamaian”.

Dengan cepat si anak pulang untuk mengeluarkan ayam dan kambing dan merapikan pondok. Anehnya, sekarang ia merasa lebih lega meskipun ada orang tua yang tinggal bersamanya. Ia juga tidak merasa stress atau mengeluh lagi. Ia menemukan kedamaian.

Hikmahnya?

Setiap masalah hidup hanya akan membuat kita semakin kuat.

Daripada meminta hidup tanpa masalah, mintalah kekuatan untuk bisa mengatasi semua masalah.

Pelajaran kedua: kedamaian tak kunjung datang karena kita menjejali pikiran dengan ‘binatang’ yang tak perlu kita ‘pelihara’.

Ada binatang bernama ‘merasa benar’. Sehingga selalu ingin terlihat menang saat debat di media sosial.

Ada hewan bernama ‘viral’. Hingga memaksa manusia menciptakan sensasi-sensasi yang sebenarnya tak perlu terjadi.

Ada peliharaan berwujud ‘up to date’. Membuat kita selalu mengikuti trend tanpa pernah sadar jika trend sengaja diciptakan untuk keuntungan pembuatnya.

Binatang ini menghabiskan space otak kita dan menyisakan sedikit ruang untuk hal-hal yang justru paling penting.

Orang tua yang jika dirawat akan melahirkan kedamaian.

Bapaknya bernama kerendahhatian. Ibunya bernama rasa syukur akan kasih sayang Tuhan.

***

Wow! Indah sekali ya message yang terkandung dalam cerita barusan? Memang, kalau dipikir-pikir, manusia itu seriiing banget mengeluh. Hidup enak, mengeluh. Ada hambatan sedikit, mengeluh. Sambat. Curhat. Ehhh, curhatnya ke orang yang sama-sama doyan sambat. Masalah kecil, jadi diperbesar deh, hoalaaahh.

Ada baiknya, kita mulai berpikir positif tentang masalah, kendala, tantangan, atau apapun itu sebutannya. Pada intinya, masalah memang hadir untuk membuat kita stronger than ever. InsyaAllah, aneka ragam masalah yang menerpa, akan membuat kita makin kreatif dan mampu menemukan solusi dari arah yang tadinya sama sekali tidak kita nyana. (*)

66 thoughts on “Pengalaman = Guru Terbaik; 2020 = Guru Killer buat Kita Semua

  1. CREAMENO says:

    2020 memang nano-nano ya mba Nurul, manis asam asin ramai rasanya πŸ˜‚

    By the way, saya jadi larut dalam cerita di atas dan ikut merenung. Maknanya sangat deep, jadi belajar banyak hehehehehe. Betul sih, kadang kita tanpa sadar selalu berharap nggak punya masalah dan meminta dijauhkan dari masalah, instead of meminta untuk bertambah kuat πŸ™ˆ

    Thanks for sharing, mba πŸ’•

  2. Marfa says:

    Mbak, aku pernah baca cerita yang sama juga, namun kalau ga salah versi yang kubaca ada satu jenis hewan lagi masuk. Ya memang sih ya, kadang untuk bersyukur kita membutuhkan pengalaman bahwa sebetulnya sesuatunya sudah cukup. Semoga 2021 menjadi tahun untuk semuanya

  3. lendyagasshi says:

    Aku jadi ingat Parasite.
    Iyaya…kita kerap memelihara “hewan” yang gak penting dalam hidup kita dan parahnya, aku kasih makan dan minum setiap hari. Sehingga mereka tumbuh dan berkembang di dalam otakku.

    Semoga kita semua bahagia di hari esok.

  4. Wiwied Widya says:

    Setuju banget nih. Masalah itu tergantung mindset kita sih ya mbak. Di budha, kita belajar untuk selalu berlatih sadar dan memperhatikan pikiran. Karena itu kunci dari masalah sebenarnya.

  5. Hani says:

    Ngeri bener “binatang-binatang” itu ya. Mana dikasih makan tiap hari pulak…
    Semoga bisa mengeliminasi deh binatang jahanam tersebut dari otak kita. Semangat di tahun 2021…

    • pujiaman says:

      Bye 2020. Welcome 2021.
      Ya bagaimana tidak, 2020 kan sudah berlalu dan harus bisa kita jadikan sebagai pengalaman. Dan harus kita jadikan sebagai guru untuk menjalani aktivitas tahun 2021.

  6. Maria G Soemitro says:

    Ya ampun Ji Pyeong meni kasep πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€
    Jadi pingin praktekin Mbak Nurul, masukin kambing dan ayam ke dalam rumah
    Mereka bakal ribut mbek mbek. Kokokok, kotoran dimana mana
    Omaygat πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

  7. ida's journeys says:

    Bacanya aku malah jadi inget sosok guru2 lamaku sih hahaha….. 2020 memang pengalaman yang paling berharga banget nih dalam kehidupan aku… ga killer sih.. tapi memang harus sangat disyukuri hehe…

  8. annienugraha says:

    2020 salah satu tahun yang istimewa buat saya. Teman, saudara, banyak yang harus “kalah” karena pandemi. Saya pun jadi menyadari betapa berharganya sebuah kesehatan dan nyawa. Terutama untuk orang berstatus komorbid seperti saya.

    Selain drakor yang Mbak Nurul sebutkan di atas hahahaha, 2020 juga membawa bebrerapa hikmah buat saya. Punya banyak waktu untuk membaca, menulis dan belajar berbagai hal baru (seperti foodphotography) plus semakin mendalami skill craft yang sudah ada.

    Nano-nano yang Mbak Nurul

  9. nuy says:

    sosok tuan han knpa bisa muncul disini kaka hehe ,2020 kayak tuan han ya ka ? mentor , galak tpi konstruktip ,mengeluh manusiawi sebetulnya ka , hanya yg ga boleh itu mengeluh berlebihan hehe

    • @nurulrahma says:

      iya, harusnya ada spin off yg kheusus nyeritain karakter Han Ji Pyeong. Doi gimana tuh cara melipatgandakan duit, sehingga bisa cuan berkali2 lipat, trus karirnya moncerr. pasti sip markosip dan banyak yg nonton dah wkwkwk

  10. naniknara says:

    Ceritanya singkat, tapi maknanya dalam banget ya.
    Emang kalau segala sesuatu diterima dengan berpikir positif, maka hati juga akan jadi lapang, pikiran pun tenang, nggak sumpek

  11. ameliatanti says:

    Pembukaannya sampe penutupannya bikin aku merenung lagi…
    Pernah baca tentang The Art of Negotiation ini – dan memang sekarang hanya satu yang alhamdulillah cukup sering aku lakukan : TIDAK USAH BERKOMENTAR

    Ini jadi mengawetkan pikiran juga

  12. Travel Galau says:

    tulisannya keren, Mbak …. makasih udah mengingatkan aku.
    yang aku rasa, meski mungkin 2020 banyak terjadi perubahan, tapi banyak hal-hal baik justru bisa terjadi karena di masa pandemi. dan bukankah hidup itu memang seperti itu? selalu ada hal baik dan ada hal yang kurang baik, jadi nikmati aja

  13. jasmibakri says:

    Intinya banyak bersyukur ya mbak. aku sering dengar kisah ini. Dan setiap kali mendengarnya lagi, aku jadi lebih bersyukur dengan apa yang aku dapat sekarang. Pandai bersyukur akan membawa kedamaian.

  14. pujiaman says:

    Bye 2020. Welcome 2021.
    Ya bagaimana tidak, 2020 kan sudah berlalu dan harus bisa kita jadikan sebagai pengalaman. Dan harus kita jadikan sebagai guru untuk menjalani aktivitas tahun 2021.

  15. tukang jalan jajan says:

    aihhh sungguh cerita hisup yang memiliki banyak makna dan cerita yang bisa diambil. Saya setuju kalau pengalaman adalah guru terbaik. Semoga di tahun 2021 ini bis alebih banyak bahagia dan bersyukur ya kak.

  16. Ihwan says:

    2020 memang penuh tantangan sekaligus hikmah, meskipun bagi sebagian orang yang jatuh 2020 ibarat mimpi buruk yang tak ingin dikenang. Semoga 2021 jauh lebih ramah dan baik pada kita semua, aamiin.

  17. Nabilla DP says:

    guru yang suka maksa sih mba, dan bikin stres wkwkwk duuhh tapi ya gimana, emang kadang yang namanya disruption itu ya diperlukan, tapi corona nih emang sebenar2nya disrupsi buat banyak sektor

  18. Rahman says:

    inspiratif bangetttttttt, setuju sama pemikiran mbaknya “Setiap masalah hidup hanya akan membuat kita semakin kuat.” Karena semuanya perlu pembelajaran dan perjuangan untuk melewati dan menuai buahnya.

    Thanks for sharing mbak

  19. Kang Syahri says:

    Awal baca ngebahas tentang Drakor yg saya gak ngerti ceritanya. Tapi Masya Allah, pas mulai pertengahan hingga akhir ngebaca bener-bener meresapi. Ada banyak ilmu yg diperoleh dari sisi lain kehidupan yg dapat diambil hikmahnya..

    Keren bgt mbak..

  20. Zefy says:

    Memang sih gitu, sedikit-sedikit ngeluh, kayak yang sederhana aja, ketika panas seharian malah minta hujan, ketika hujan malah minta panas.

  21. Diah Kusumastuti says:

    Aaakkk aku baca dari awal sampai akhir no skip! Bagus banget nih tulisan dan cerita hikmahnya. Semoga kita semakin pinter menghadapi berbagai masalah hidup ya, Mbak. Apalagi sampai sekarang kita masih diberi kesehatan di tengah pandemi ini. Kudu pinter bersyukur!
    *ngomong ke diri sendiri πŸ˜€

  22. Ima says:

    Saya juga percaya, setiap masalah membuat kita lebih β€˜kaya’. Begitu masalah itu terpecahkan, enak banget/lebih santuy dan membuka banyak sudut pandang pas ngejalanin hari2 berikutnya.

  23. Sugi Siswiyanti says:

    Pesan yang bijak dan wajib direnungkan, Mbak. BTW, tentang ayam dan kambing itu ujian banget pas beberesnya. Ada tips lain untuk ujian kedamaian selain bersih-bersih rumah akibat ayam&kambing. halaah..pikiran pemalas. hahaha

  24. niaharyanto says:

    Huhu iya banget, 2020 ini memang guru killer banget. Banyak banget yang diajarkan ke kita. Apalagi ke aku. Duh, jleb-jleb banget. Gak nyangka, di usia segini masih saja harus belajar banyak tentang kehidupan. Terima kasih 2020. Semoga 2021 semakin dewasa, semakin berisi.

  25. rikawidiastutialtair says:

    Pas di awal2 baca tentang drakor, yg mana aku nggak tahu ceritanya karena bulan penikmat drakor. Tapi ternyata ketemu tulisan yg buat aku cukup merenung ttg perjalanan selama 2020. Aku sadar, apapun kejadian, ada bnyi hikmah ttg kehidupan yg berharga bgt buat aku di 2020

  26. fanny_dcatqueen says:

    Langsung merasa kesentil, dan jd sadar kalo beberapa kali aku suka mengeluh. Padahal masalah yg dihadapi sbnrnya ga gede2 amat.

    Bener sih mba, kdg masalah yg ada itu cm Krn kitanya yg terlalu lebay menganggab itu masalah. Padahal solusinya mudah, cm jd ga kliatan saking seringnya ngomel dan ngeluh :).

    Reminder yg baguus banget, mumpung msh awal tahun, ini bagus utk jd pengingat di THN ini

  27. Riana Dewie says:

    Wah bener banget mbak, terenyuh dengan ceritanya. Memang ya, banyak orang merasa tak puas dengan apa yang dimilikinya sekarang. Dan satu2nya cara mengobati itu adalah dengan bersyukur. πŸ™‚

  28. fainun says:

    Bener mba, kadang kalau ada masalah kita malah ‘melihara’ masalah itu, kayak jadi dipikirin terus tapi ga mikirin solusi keluar dari permasalahan…

    Apapun itu, mari kita hadapi hari dengan bersyukur dan semangat, semoga esok lebih baik lagi πŸ™‚

  29. Ubay says:

    Aku kira ini drama korea hehee
    Setiap masalah meman membawa kita untuk selalu belajar menerima dan belajar untuk melepaskan terlebih untuk bisa ikhlas. Meski sulit tapi harus selalu ditingkatkan kapasitas diri kita.

  30. gitasarrah says:

    wah ada abang Han Ji Pyeong nih.. jadi keingetan sama drakor Start Up yang happening di 2020 tapi baru saya tonton di awal 2021 kemarin..itupun baru 4 episode hehe. Dan thanks to si orang bijak yang udah ngereminder kita semua tentang hikmah dan pelajaran berharga yang bisa kita petik dari setiap masalah yang hadir di kehidupan kita. Nice post mba Nurul πŸ™‚

  31. Janie Carmody says:

    Twitter is adopting Bitcoin -> https://techcrunch.com/2021/07/23/daily-crunch-bitcoin-is-a-big-part-of-our-future-says-twitter-ceo-jack-dorsey/

    Amazon is also jumping on the Bitcoin bandwagon – >https://www.cnbc.com/2021/07/23/amazon-is-hiring-a-digital-currency-and-blockchain-expert.html

    Do not miss this opportunity of the lifetime.

    Many people buy bitcoin and other cryptocurrencies when prices are going up, this is the worst thing that you can do. In order to make money, you have to buy low (when others are not going euphoric) and sell high.

    The chance to buy bitcoin is NOW.

    Don’t have enough money to buy a whole Bitcoin? No worries, anyone can buy a fraction of Bitcoin. For example, if you have $350, you can buy 1/00 (1%) of a Bitcoin!

    To get started, you can buy your first Bitcoin (or a small fraction of it) below:

    Go to this url and simply sign up with your email and password and enjoy 10% off your trading fees for life! ->https://bit.ly/33yXOqz

    If you want to take advantage of the crazy discounts now, you can buy cryptocurrecncies at Binance here -> https://bit.ly/33yXOqz (biggest crypto exchange in the world).

    https://bit.ly/33yXOqz -> Use this link to sign up at Binance for free and get 10% off ALL your trades in Binance forever!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s