Perkuat GRIT untuk Mengarungi 2021 yang Kian Cethar!

“Hah? Nyapo melu lomba koyok ngono? Nggilani!”

Masih saya ingat, kalimat tajam nan menusuk yang disampaikan paman saya via telepon. Waktu itu, saya sedang otw ke bandara Juanda. Mau mengikuti kompetisi Duta Parenting yang dihelat salah satu brand susu formula. Adik kandung ibu saya itu mengungkapkan sebaris kalimat dalam bahasa Jawa yang artinya, “Hah? Ngapain ikut lomba kayak gitu? Menjijijikkan!”

Saya tidak tahu, beliau sedang bercanda, sekedar nyeletuk, atau serius dengan kalimatnya. Yang saya tahu, hingga detik ini, saya masih ingat betul, intonasi ~ diksi yang dipakai ~ plus kekehan yang terdengar di akhir perbincangan kami.

“Iya, Om. Saya iseng-iseng aja ikutan daftar lomba ini. Eh, gak taunya malah jadi finalis, dan diundang ke Jakarta. Doakan lancar ya Om.” Begitu kalimat pamungkas yang saya sampaikan untuk beliau. Ingat rules number #1 yang dianut keluarga besar : Ponakan kudu tabah mendengar celotehan/candaan dari para paman/om/tante/sesepuh 😀

***

Tapi kudu diakui, saya sebal juga sih, dengar kalimat toxic semacam itu. Nggak sekali dua kali, lho. Seriingg banget! Bahkan, beberapa tante saya tuh kerap melontarkan kata-kata yang masuk kategori body shaming. Yeah, baru nyadar sekarang, sih. Toxic family itu nyata adanya 😀

Kalau boleh memilih, pastinya kita prefer punya elemen keluarga dengan kualitas organ wicara yang paripurna ya. Artinya, mereka yang kerap menyemangati, memberikan kata-kata santun, dan membuat kita merasa jadi insan yang punya value. Ya sudahlah. Hidup kadang nggak ngasih kita opsi yang asyik 😀 Di titik ini, saya merasa, Alhamdulillah saya masih punya keluarga. Nggak sebatang kara kayak oppa Han Ji PYeong 😀

O iya, buat yang belum nonton drakor START UP, Han Ji Pyeong ini karakter yang (sebenarnya) soft boy banget, tapi casing-nya sering ngomong ceplas/o, dan potensial bikin sakit hati. Walaupun kata-kata yang disampaikan itu BENAR ADANYA, tapi buat beberapa orang, Ji Pyeong terlampau galak, dan kerap menghakimi nasib orang. Kalau nggak kuat, memang kalimat Ji Pyeong terkesan toxic. Tapiii, kalau ditanggapi dengan mental yang tangguh, justru kita akan menemukan “intan berlian” dari aneka cemoohan yang terlontar dari bibir Ji Pyeong.

***

Nah, sekarang kita geser ke dunia nyata. Adalah Angela Duckworth – profesor psikologi di Universitas Pennsylvania, yang punya Ayah amat kritis (semacam Ji Pyeong). Ayahnya ini kerap melontarkan judgement, “Kamu tidak jenius!” dst yang intinya mengkritisi kapabilitas Angela. Apakah ini membuat ia down? Ternyata nggak, sodara-sodara!

Angela justru berhasil mengubah KRITIK yang (terdengar sadis tapi sebenarnya) membangun dari sang Bokap, menjadi semangat yang membuat ia menciptakan terobosan brilian di kancah psikologi.

What is grit?

Grit is passion and perseverance for long-term goals.

One way to think about grit is to consider what grit isn’t.

Grit isn’t talent. Grit isn’t luck. Grit isn’t how intensely, for the moment, you want something.

Instead, grit is about having what some researchers call an”ultimate concern”–a goal you care about so much that it organizes and gives meaning to almost everything you do. And grit is holding steadfast to that goal. Even when you fall down. Even when you screw up. Even when progress toward that goal is halting or slow.

Talent and luck matter to success. But talent and luck are no guarantee of grit. And in the very long run, I think grit may matter as least as much, if not more.

(dikutip dari: https://angeladuckworth.com/qa/)

Kata kunci “Grit” = passion (gairah) dan perseverance (kegigihan). Duet maut ini yang bisa menghasilkan kekuatan untuk bangkit lagi, meskipun kita pernah nyungsep dan “tenggelam dalam lautan luka dalam”. Apapun kepahitan yang pernah kita jumpai dalam hidup, insyaALLAH kita tetap bisa BANGKIT, dengan adanya Grit ini.

So, jika dianalogikan dengan lari, Grit bukan lomba lari sprint/jarak pendek. Grit adalah MARATON. Siapa yang paling lama bertahan, siapa yang bisa survive, siapa yang bisa menggapai goal jangka panjang. Itulah Grit dalam kehidupan.

Grit punya dua komponen utama yaitu passion dan perseverance yang tinggi. Apa artinya?

Passion berarti kita berniat untuk menginvestasikan energi dan waktu yang banyak dalam satu hal (tidak hanya suka melakukannya), dengan tujuan membuahkan hasil yang memuaskan atau mencapai target yang diinginkan. Kita cenderung bersemangat dan memikirkan cara untuk selalu level up dalam menjalankan proses tersebut.

Perseverance (Kegigihan) adalah semangat untuk pantang menyerah!Gigih adalah ketika kita hampir ditumbangkan atau ingin dijatuhkan, bisa tetap berdiri. Selalu memberikan kesempatan bagi diri untuk menyelesaikan tiap tugas, dan mencapai goal yang diinginkan.

***

To sum up, intinya kita semua kudu terus meningkatkan kuantitas dan kualitas Grid. Apalagi, di tengah kecamuk pagebluk yang seolah nggak jelas juntrungannya. Belum ada tanda-tanda bahwa pandemi bakal hengkang; tapi kita harus terus optimis menjalani hari ini dan menggapai masa depan yang (semoga) gemilang.

Banyak kekacauan. Banyak harapan yang patah. Impian yang pupus di sepanjang 2020. Tapiii, selama kita terus menggenggam asa, berharap dan bermohon hanya kepada-NYA, maka, percayalah…. tidak ada yang tidak mungkin, bagi IA.

Sepanjang hidup, saya mengalami momentum nyusruk, nyungsep, kejeblak, you name it! Orang-orang yang saya percaya, yang justru menjerumuskan. But it’s okay, ini justru jadi pembelajaran hidup yang “mahal” buat saya. Gapapa. Yang penting, di 2021 ini kita BANGKIT, BERGERAK, realistis tapi tetap kreatif dan konstruktif!

Kalian ada cerita apa seputar GRIT? Bagi di kolom komentar, ya 😀

54 thoughts on “Perkuat GRIT untuk Mengarungi 2021 yang Kian Cethar!

  1. Dian says:

    jujur klo ustilah GRIT nya baru tahu ini
    tapi klo kegiatan untuk mengasah GRIT uda kulakukan mbak
    caranya ya dengan ikutan odop biar semakin mengasah passion menulis

    • Kata Nieke says:

      Aaaaakkk… lord Han Jipyeong muncul lagiiiik. Aku juga suka Jipyeong. Kalau ada orang nanya, lah emang kamu kalau beneran punya mentor kayak Jipyeong bakal betah?

      Belum tauk aja. Model bosku di kantor lama kayak Jipyeong semua. Dan mereka adalah mentor-mentor menulisku. Tulisan siap dibantai! Harus punya mental badak!

      Awalnya nangis-nangis darah kayak Mbak Suzy. Yang bikin bertahan adalah passion pengen maju di profesiku sebelumnya. Di luar itu, itu memang tugasnya mentor. Di luar mentoring?

      Mereka malah nyeret aku ngajak makan, ditraktir pulak. Kadang bos mentor kantor malah ngajak karaokean satu tim.

      Hore sekaliiiii. Tinggal liat perspektif mana. Mentor ngomong tajam soal kerjaan karena profesionalitaa. Di kehidupan pribadi ya mereka bisa tampil beda.

      Gitu.

      *masihzheyenkhanjipyeong 😁

  2. Nurul Sufitri says:

    Wah, beneran tuh kata2 yang uwow menyebalkan banget ternyata datang dari famili sendiri, ga enak buangeeeddd yak. Alhamdulillaah Mbak Nurul berhasil dalam lomba tersebut. Malu deh tuh wkwkwkw. Aku baru tau tentang grit ini. Iya domg optimis terus kan sebagian dari iman. Namnya ikhtiar kan ebrdoa dan berusaha.

  3. fainun24 says:

    Aku beberapa kali membaca tentang GRIT ini, tapi kadang untuk menggali ke diri sendiri masih bingung. Apa sih yang benar-benar jadi passion kita dan membuat bergairah melakukannya?

  4. Jiah says:

    Dulu lumayan sering dapat kata yang bikin kita nyungsep, jauh. Namun berjalannya waktu, kata-kata itu jadi semacam pembuktian bahwa kita bisa bertahan dan jalan yang kita pilih itu benar

  5. Jiah says:

    Dulu lumayan sering dapat kata yang bikin kita nyungsep, jauh. Namun berjalannya waktu, kata-kata itu jadi semacam pembuktian bahwa kita bisa bertahan dan jalan yang kita pilih itu benar

  6. Nia Nurdiansyah says:

    Menarik ya konsep Grit ini, jadi punya passion doang ga bakal ngaruh ke kehidupan kita klo ga punya perseverance… Passion baru bakal ngaruh klo kita melakukan hal dgn gigih dan konsisten berusaha

    • Ulfah Wahyu says:

      Saya baru dengan istilah grit ini. Bagi saya pribadi grit ini sangat penting memang, untuk memberikan motivasi bagi kita dan tentu harus di barengi dengan kegigihan ya untuk mewujudkan impian. Grit and Perseverance ibarat dua hal yang tidak bisa di pisahkan ya, saling mendukung dan melengkapi, agar tujuan dan cita2 kita bisa terwujud.

  7. Nchie Hanie says:

    Whuaaa, kalo inget toxic people rasanya sekarang udah kebal, kalo dulu sebelas tahun yang lalu pas memilih untuk menggeluti pekerjaan dunia digital, masih sering diomongin ini itu.
    Uda setengah perjalanan lempeng aja, udah merasakan kenyamanan berada disini. Kalo pun sekarang masih ada toxic people udah tak senyumin aja.
    Berterima kassih sama mereka yang pernah buat kita nyungsep, bahwa kita kuat dan bertahan sampe saat ini.

  8. catatanbundanisa says:

    Toxic Family itu nyata adanya. Suka jengkel memang denger kata2 nyelekit dari mereka. Ta ya udah lah ya biasanya aku jadiin pelecut semangat utk lebih baik dari mereka. Tahun 2021 ini aku ga ada rencana atau target yg muluk2 terkait passion dll jalani aja dan syukuri apa yg didapat 😅

  9. Rui Akaruicha says:

    Baru tersadar dengan istilah GRIT yang saudaraan sama passion. Ada sih orang orang nyebelin yang suka bikin nyungsep nyusrik sepanjang saya memperjuangkan passion saya. Tapi yaudahlah ya.

  10. Andiyani Achmad says:

    kok yah aku baru familiar sama istilah GRIT ini ya mba? menarik nih bahasannya, suka sebel juga sih sama yang modelan begini. 2021 targetnya lebih kuat, lebih sabar, dan mensyukuri segala nikmat dari sang pemilik hidup

  11. siti nurjanah says:

    Aku baru dengar sedikit tentang Grit ini,
    Cuma belum paham konsepnya secara mendalam.
    Aku baca kalimat2 awal nyelekit banget ya ucapannya, memang mesti ekstra sabar akan selalu ada org yg bikin drop mental di tengah ikhtiar

  12. Triani Retno says:

    Menyemangati dengan cara mencela dan menjatuhkan bukan hal yang bagus sih menurutku. Semoga belajar dari pengalaman diperlakukan seperti itu, membuat kita nggak melakukan hal yang sama.

  13. julia pasca says:

    Duh aku baca tulisan pembuka mbak nurul tentang bahasa jawa, gak percoyo lo aku mbak, tak delok meneh iki duwekke mbak nurul dudu blog e, lah bener ternyata blog e mbak nurul, la kaget biasane awal-awal tulisan blog e ki ngomongin drakor la kok iki pak tejo, wuakakakakak. Anyway lanjut bahasa indonesia ya mbak nurul, ngomongin passion ya mbak, aku masih belajar IKIGAI mbak, jadi menurutku keren ini, jadi penggabungan passion+uang+tuntutan pekerjaan. Jadi intinya sedang mencari keseimbangan itu mbak nurul, aku. Apakah aku sudah mendapatkannya? hal yang aku sukai, dapet duit dan memang itu pekerjaanku? atau aku hanya punya passion tapi gak dapet duit? atau hanya tuntutan pekerjaan? dibatas itulah saat keseimbangan itu mulai terjalin, omongan orang mah au ah gelap, mau njatuhin, ya sedih sebentar, bangkit lalu. Begitu mbak nurul. Eh aku kok ndlujur gini ya ngetiknya, maap ye menuh2in kolom komentarnya

  14. Mia Yunita says:

    Begitu baca analogi kalo Grit adalah maraton, mendadak aku berasa capek hehe. Padahal aku pribadi juga pernah mengalami karena passion itu ada dalam diri. Tinggal kita yang gimana mengelolanya. Menulis adalah passion saya, nggak digaji pun nggak apa-apa, tapi begitu kenal job dari blog kok yo, passion saya kadang padam wkwk. Blog saya jadi sepi tulisan organik saat nggak ada job. Nggak boleh gitu dong ya hehe. Sekarang lagi mengupayakan agar passion menulis saya nggak padam lagi.

  15. annienugraha says:

    GRIT itu menurut saya soal mentalitas. Karena mentalitas sesungguh sudah ada di diri kita dan semakin menguat atau bisa jadi melemah seiring dengan bertambahnya umur dan kayanya pengalaman hidup.

    Contoh kecil. Saat bekerja sebagai dosen dan menguji skripsi mahasiswa, biasanya grit akan muncul dengan sendirinya dari mahasiswa itu. Terlihat jelas saat dia menyampaikan karya ilmiahnya dan bertahan dari pertanyaan yang bertubi-tubi datang dari para penguji. It’s a long term personality.

  16. bicaraahati says:

    gemes liat ilustrasinya si handsome Pak Han, hihii. Btw om mbak klo ngomong pedas ya, coba saya yg digtuin…ntr omnya pingsan denger saya nyaut. Btw gudluck for 2021 (GINA)

  17. Shyntako (@shyntako) says:

    wah ngeselin banget loh itu mba komennya, mbok ya diem aja gitu lohhhh, toh juga km masuk finalis harusnya bangga dong mereka, hufff orang-orang yang underestimate gitu yang justru bikin makin membakar semangat kita biasanya ya

  18. Eni Rahayu says:

    aku pun pernah mbak dikritik oleh paman dan bibiku dengan kata pedas. Dah mirip HJP banget deh pokokny. Tapi alhamdulillah aku tuh cuek dan bisa menjadikannya sebagai pelecut agar bisa lebih sukses dan berhasil.

  19. Rachmanita Adindarara says:

    Namanya hidup yang penting kita harus bisa mengatasinya namanya hidup pasti ada nyungsep ngeblok atau apalah itu istilahnya bahasa Jawa itu yang penting tetap semangat di tahun 2021

  20. dietadeufi says:

    Udah sering denger kimat meremehkan begitu. Kadang malah jadi pemicu kita utk menunjukkan bahwa kita bisa. Mgkn itu kali y yg dinamakan grit.

    Bahkan secara ga sadar kalimat itu suka kita lontarkan ke anak2 kita. Niatnya baik, tapi belum tentu dianggap baik org lain, bahkan anak kita sendiri. Ini saya suka intropeksi diri nih. Semoga ga membuat mereka down.

  21. Syarifani mama twins says:

    Karena udah tahu watak orang Suroboyo yang cenderung ceplas ceplos, ngga ada rem pas nyerocos. Aku udah maklum sama omongan mereka sih. Menter, lebih gak peduli juga. Wkwk
    Justru orang-orang yang mandang remeh, jadi pelecut buat buktiin kalo aku ini lo orang yang sebenernya mampu & layak berhasil.
    Moga tahun ini bisa jadi pribadi lebih baik

  22. tutyqueen says:

    Aku juga gitu mbak pernah jatuh bangun lagi plus menghadapi orang-orang sekitar yang suka meremehkan, untungnya aku ya pas banget dengan GRIT ini tetap bergairah dan gigih.

  23. Rindang Yuliani says:

    semangat. aku adalah salah satu orang yang percaya bahwa passion dan kegigihan itu bisa membawa kita pada kesuskesan. mengenai komentar2 miring2 tentang aktivitas kita, itu memenag ngeselin ya. tapi ya mau gimana, orang hanya bisa berpendapat. kita laha yang tahu, mana yang lebih menjijikkan, meladeni passion atau berdiam saja padahal potensi ada.

  24. Mirna Kei Rahardjo says:

    Emang pasion dan konsistensi ini yang perlu dipupuk terus menerus masalahnya kadang kita tuh gampang putus asa atau belum bisa bedain mana hobi dan mana passion jadi belum apa-apa gampang bosen,,, tapi di 2021 ini seharusnya lebih dewasa dan bisa lebih GRIT lagi,, ciela

  25. Liza Fathia says:

    aku yang enggak nonton drakor start up enggak bisa membayangkan bagaimana culasnya kata2 si han jin pyong. dulu aku kalau ada yang berkomentar nyinyir dan sadis paati langsung baper. sekarang enggak lagi

  26. Suciarti Wahyuningtyas says:

    Aduh pak Han Ji-pyeong rasanya pengen aku temenin deh. Tapi ya emang terkadang dengerin celotehan orang itu suka bikin kesel sendiri tapi justru itu harus dibalik untuk membuat semangat kita membuktikan bahwa kita bisa. Aku setuju dengan yang passion, apalagi kalau melakukan sesuatu yang sesuai dengan passion itu lebih menyenangkan.

  27. Helena says:

    Passion dan kegigihan memang duet maut yang bakal menjadikan makin produktif. Namanya jalan menuju goals ga bakal mulus lancar. Ada aja tantangannya yg membuat kita Makin tangguh

  28. Siti Hairul says:

    Aku juga nih mbak kadang dinasehati tapi yang arahnya tuh malah menjatuhkan. Kayak sekarang aku kan ambil S2, terus ada sodara yg nyeletuk ” Udah usia segitu kuliaj lagi, mana bukan PNS lagi” Hahaha

  29. Rahmah Chemist says:

    Dan saya masih bingung GRITku seperti apa
    Karena sepertinya bingung sekali saya sama diriku sendiri yang kompleks

  30. lendyagasshi says:

    Aku baca bukunya GRIT ini dan sempat menjadikan bahan diskusi dengan keluarga besar.
    Sama kaka sepups ku yang memang memiliki anak remaja, malah dibuatkan grup khusus.
    Anak muda sekarang, harus banget punya daya juang dan daya saing.

  31. Indriyas Wahyuni says:

    Eh ternyata ada toxic family di tempat lain, kupikir di keluargaku aja haha…
    Menurutku duo passion + perseverance emang paling yahud kalau diterapkan di kehidupan sehari-hari, enggak yang bisnis atau mungkin di keluarga.
    Enggak ada yang mampu membangkitkan kita pas lagi jatuh atau terpuruk kalau enggak ada bisikan dari dalam, yaa si passion itu.

  32. Nursini Rais says:

    Sepedas apapun kritik, anggaplah sebagai motivasi. Kadang memang begitu. Susah menbedakan antara kritik dan mematikan semangat. Salam kenal dari saya Mbak. Nenek-nenek dari desa.

  33. Hani says:

    GRIT itu gabungan antara gairah dan gigih jadi satu yah. Apa ya grit ku sekarang ini? Kayaknya sih ngeblog deh. Soalnya di kerjaan ya udah mentok. Gini-gini aja sampai pensiun…wkwkwk…
    Btw…emang tuh Oom-Tante paling bikin keki dimana-mana, mulutnya pada pedes.

  34. Cucum Suminar says:

    Ya ada aja ya Mbak orang-orang yang seperti itu, mirisnya mereka adalah keluarga. Kadang memang bikin down, tapi iya bagusnya dijadikan sesuatu yang positif aja ya agar Kita malah menjadi lebih bersinar.

  35. Dian says:

    ah puk puk mbak nurul
    iya mbak, kadang bete juga ya klo ada orang orang toxic spt itu
    klo aq da tahu ada org spt itu disekelilingku ya aku menajuh saja, biar g ketularan toxic, hehe
    klo punya GRIT yg kuat kita bisa makin cetar ya mbak, makin produktif

  36. fanny_dcatqueen says:

    Aku agak heran yg bikin sodara mba tidak suka Ama lombanya, apa Krn teamanya susu formula?

    Banyaaak ya orang2 toxic di sekitar kita. Tapi aku cendrung ga peduli dan LBH milih utk ga terlalu Deket Ama org begini. Kalo dia sodara, kdg malah aku delete dr medsos ku, supaya aku sendiri jg ga makin sebel Ama feed2 dia yg toxic. Kalo ada di grup keluarga, aku LBH milih aku yg kluar :D. Ga tertarik Ama orang begini even dia keluarga sendiri.

    Perkuat grit yaaa… Dapet tambahan kata2 baru :). Jd maksudnya kita perkuat passion dan perseverence yg ada dlm diri kita, supaya bisa LBH tangguh menghadapi 2021 , begitu kan ya mba?

    Di awal tahun aku udh bertekad kok, ada beberapa skill yg memang pengen aku upgrade, dan ternyata setelah menjalani dr akhir thn lalu, aku merasa suka utk melakukan ini. Sepertinya potential juga utk aku kerjain di THN 2021 , itung2 bisa menambah income . Perseverence ato gigih, udh pasti wajib. Dari dulu aku slalu kuat dan ulet kalo sedang melakukan sesuatu. Kerjain sampe maksimal, supaya puas juga dengan hasilnya. Kalo memang ga sesuai dengan apa yg udh ditargetkan, ya berarti mungkin itu bukan bidang kita.

  37. Shafira Adlina says:

    toxic family memang benar adanya ya… kalau mbak Angela bisa bangkit dari kritik ayahnya, luar biasa. tetapi kita juga harus waspada jangan sampai terlalu meberikan kritik kepada anak ya, alih-alih mau ngasih GRIT malah aja sakit ati..hihi

  38. asudomo says:

    Pas banget momennya. Setelah menjalani 2020 yang berat yang kita butuhkan memang grit. Saya udah sering dengar istilah grit, tapi baru kali ini benar-benar jelas. Ternyata kata kuncinya passion dan perseverance ya. Kalau di bahasa Indonesia bisa diartikan keuletan ga sih? Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s