Lebih Dekat dengan Makanan Ramah Iklim bersama Omar Niode Foundation

Saya itu pecinta olahan daging garis keras. You name it! mau itu semur daging, rawon, soto Madura, ataupun yang masakan macem teriyaki, sukiyaki, steak, saya sukaaaak pake banget! Nyaris saban hari, saya browsing warung/resto/kafe mana lagi ya yang menyajikan masakan per-daging-an dan bisa saya samperin? Pokoke se-Fanatik itu 😀

Hingga kemudian, umur bertambah, dan… rasa-rasanya kok badan makin nggak sehat, ya? Lebih gampil capek. Nafas ngos-ngosan, dan emosi jadi nggak beraturan. Xaveria (sohib Saya sejak SMA) bilang gini, ”Coba kurangi konsumsi dagingnya deh, Rul. Banyakin sayur atau buah. Btw, aku sekarang jadi Vegetarian, dan makin enteng nih badan.”

Hmmm, iya juga sih. Sejak menganut pola makan vegetarian, Xave nih makin glowing paripurna gitu kulit wajah dan bodinya. Tampilan doi juga mirip mahasiswi S-1 semester 5. Ga ada aura emak-emak encok-pegel-linu gitu. Yang paling epic, sohib ikribku ini malah rutin ikutan event Marathon! (walau kayaknya dia finisher 5 km, sih. Tapii, daku mana sanggup lari 5 km? hiks)

Sejak saat itu saya jadi terpantik semangat untuk menjalankan gaya hidup yang (lebih) sehat. Kurangi konsumsi protein hewani. Kalaupun lagi sakaw lauk hewani, saya prefer aneka olahan ikan. Yeah, masih nye-teak beberapa kali, sih… Tapi frekuensi dan kuantitasnya tidak se-barbar jaman muda dulu *eaakk

Ternyata, saran Xave senada dengan apa yang menjadi concern Omar Niode Foundation. Lho, gimana tuh ceritanya?

Continue reading