Uncategorized

Yaiks, Sumber Air Minumku Tercampur Tinja!

Alhamdulillah, tulisan ini menjadi Juara Lomba Blog AQUA Blogdetik #ngaBLOGburit AQUA di Pandaan, Pasuruan. Info di sini

Halo, semuanya. Kenalkan, aku Sidqi. Anaknya Bu Nurul, itu loh, yang hobi curhat-curhat di blog bukanbocahbiasa. Ibuku itu yaa… kayak ibu pada umumnya deh. Kadang suka ngomel-ngomel. Biasanya kalau aku malas-malasan pas sholat. Tapi, kalau lagi baik banget, ibuku suka mengajak aku pergi ke luar kota. Traveling, katanya. Termasuk, lihat pabrik AQUA di Pandaan, Pasuruan. Aku diajak loh. Di dalam bus, aku sempat grogi. Habis, aku lihat sekeliling, eh, pesertanya om dan tante semua. Hiks. Jangan-jangan nanti aku di-bully di sana…

Rasanya aku ingin batal ikut. Tapi, ibuku bersikeras. “Ayo, ikut saja! Biar kamu dapat wawasan baru. Nggak ngluthek di rumah, nonton TV thok.” Ngluthek? Apa ya Bahasa Indonesianya? Mungkin… berdiam diri. Maksudnya, biar aku berhenti nonton TV terus-menerus.

Baiklah. Sebagai anak sholeh, aku ikuti permintaan ibu. Ternyata ibuku tidak keliru. Selama di pabrik AQUA, aku dapat ilmu baru, yang sama sekali belum aku dapat di sekolah. Maklum, aku kan masih kelas 2 SD. Salah satu “guru” yang menjabarkan banyak ilmu adalah Om Prigi Arisandi. Beliau aktivis dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton).

Begini. Setelah dapat penjelasan dari Om Prigi, aku baru tahu, kalau ternyata air di kotaku tercinta Surabaya ini tercemar! Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan Ecoton, sungai Surabaya sudah tercampur 5 ton tinja! Hoekksss… pengin muntah kan?

Yaiks!
Yaiks!

Bayangkan. Padahal, sungai itu jadi sumber PDAM alias Perusahaan Daerah Air Minum. Air Minum! Artinya, air yang bakal diminum itu, juga dipakai untuk mencuci, mandi, bahkan pup! Ya ampun, jijik banget kan? Udah gitu, kalau lihat sampah-sampahnya, ya Allah…. penuh banget! Padahal, sungai kan bukan tempat sampah? Hiks. Sedih.

Yang lebih bikin sedih lagi, sampah-sampah itu adalah limbah rumah tangga. Artinya, orang-orang yang menyiksa kali Surabaya dengan membuang sampah ke sana. Semena-mena banget…

Akibatnya? Selain air sungai jadi tercemar, ikan-ikan yang ada di sungai juga keracunan. Pencemaran di sungai, tepatnya di sepanjang Kali Brantas, termasuk Kali Surabaya, sangat mengejutkan.Tahu nggak, Om Prigi dan teman-teman sudah menelusuri Kali Brantas di Mlirip, Mojokerto hingga Driyorejo Gresik dan Gunungsari Surabaya.Banyak keanehan yang mereka temukan. Di antaranya, ikan jantan berubah jadi ikan betina! Wih, kok bisa ya?

Bisa! Soalnya, ikan-ikan itu tercemari hormon estrogen sintetis. Waduh, apa lagi ini ya? Intinya begini. Beberapa wanita dewasa kan minum pil KB. Nah, pil KB itu membuat air seni jadi mengandung hormon, dan ketika air seni itu dibuang ke sungai, diminum deh oleh para ikan. Itu yang bikin ikan berubah jenis kelamin. Mengerikan ya?

Kata Om Prigi lagi, masih ada sampah yang jauh lebih bahaya. Dibuang ke sungai juga. Sampah itu adalah limbah dari pabrik. Hiks, ternyata banyak om-om dari pabrik yang seenak udel. Nggak mau bertanggung jawab sama kondisi kali supaya bersih dan sehat.

Limbah pabrik yang dibuang ke sungai.
Limbah pabrik yang dibuang ke sungai.

Terus terang, Sidqi sedih dengan semua ini. Pabrik-pabrik itu memang banyak jasanya untuk kasih pekerjaan ke banyak orang. Tapi, pabrik harus peduli lingkungan sekitar kan? Jangan cuma asyik bikin barang, dijual, dapat untung, eh, terus limbah alias sampahnya dibuang gitu aja ke sungai. Itu namanya CURANG!

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa konsentrasi merkuri dalam sungai mencapai 100 kali batas yang dapat ditoleransi yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Ternyata, merkuri ini sampai ada dalam darah dan air susu para wanita yang tinggal di daerah muara Sungai Surabaya.

Fakta yang lebih mengerikan lagi adalah: jumlah penderita kanker anak-anak yang tertinggi adalah mereka yang tinggal di sepanjang sungai, di mana air baku seringkali digunakan untuk mandi dan cuci!

Bagaimana ya, supaya air di Indonesia ini jadi baik lagi? Soalnya, air itu kan sumber kehidupan. Nggak terbayang deh, kalau semua air bakal tercemar. Hidup kita jadi menderita.

Kita bakal memulai hari dengan mandi air kotor. Yang bercampur dengan kotoran manusia. Lalu, sikat gigi, keramas, masih dengan air yang sama. Trus, kalau ibu mau masak, pakai air yang penuh limbah. Mau makan ikan? Eh, ikannya sudah berubah jenis kelamin, gara-gara kena limbah pil KB. Lalu, sampah semakin menumpuk, menumpuk, dan menumpuk. Banyak sampah yang tak bisa terurai sampai ribuan tahun. Kali meluap, banjirrrr dimana-mana banjirrrr… Lalu, kotoran dan sampah masuk ke rumah-rumah warga… Astaghfirullah….

Bijak Memproduksi Sampah!

Ya! Kalau kita ingin bisa bersahabat dengan air, maka kita wajib menciptakan kondisi kehidupan yang baik dan sehat. Langkah sederhananya, JANGAN sembarangan nyampah deh. Lebih parah lagi, kalau kita seenaknya saja membuang sampah ke sungai. Biar sampah tidak semakin banyak, berarti jangan membeli dan menggunakan barang yang bakal menimbulkan banyak sampah. Kalau ada yang bisa dihemat, jangan dibeli. Maksudnya?

Begini. Salah satu ilustrasi yang disampaikan om Prigi adalah mengenai popok sekali pakai. Itu loh, diapers, yang biasa dipakai dedek bayi. Sidqi udah nggak pakai dong. Kan udah nggak ngompol, hihihi…

Om Prigi bilang, apabila tiap bocah memakai diapers selama 2 tahun, berarti membutuhkan 6000 pcs diapers. Jika harganya Rp 2000,-/pcs, total biayanya sekitar Rp 12 juta. Dan, si 12 juta ini harus dibuang ke tempat sampah!

Dari hitungan volume sampah, sekitar 6000 pcs x 150 gram popok bekas pakai yang sudah dipipisi = 900 kg sampah!

Masya Allah… itu hanya dari SATU jenis sampah saja loh, yaitu HANYA diapers. Sudah habis duit banyak (12 juta itu banyak banget kan?) eh, diapers hanya dibuang begitu saja, mengotori sungai-sungai kita, dan itu artinya sumber polusi air kita.

Makanya, Sidqi senang waktu diajak berkunjung ke Desa Karangjati Pasuruan. Lokasinya nggak jauh dari pabrik AQUA. Di sini, kami disambut teman-teman yang lucu loh. Mereka menari dengan semangat. Yang menarik perhatian adalah, beberapa warga di kampung ini, mengolah sampah menjadi barang yang bagus. Bisa dibuat dompet, tas dan sebagainya.

Tas-tas yang diolah dari limbah rumah tangga. Keren banget ya?
Tas-tas yang diolah dari limbah rumah tangga. Keren banget ya?

Warga semakin semangat mengumpulkan sampah, karena ternyata sampah yang dikelola dengan baik bisa menjadi sumber duit! Keren ya? Kata om-om dari AQUA, ini adalah salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang dikemas dalam AQUA LESTARI.

Program ini dicetuskan oleh pemimpin DANONE, Antoine Riboud, sejalan dengan pemikiran pendiri AQUA, Tirto Utomo. Beliau berdua punya prinsip bahwa bisnis harus berkontribusi sosial pada masyarakat. Bisnis harus dijalankan dengan mengedepankan keseimbangan antara keberhasilan ekonomi dan kemajuan sosial. AQUA Lestari dikembangkan sejak tahun 2006.

Kegiatannya macam-macam. Ada empat pilar, gitu. Yaitu: Pelestarian Air dan Lingkungan, Praktik Perusahaan Ramah Lingkungan, Pengelolaan Distribusi Produk, serta Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Tak heran, program CSR ini sering dapat penghargaan. Menginspirasi banget sih. Salah satunya dapat penghargaan dari Corporate Forum for Community Development (CFCD) dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia.

Bocah-bocah unyu di Ds Karangjati Pasuruan
Bocah-bocah unyu di Ds Karangjati Pasuruan

Jadi, intinya butuh kerjasama yang baik, antara warga masyarakat, industri, pemerintah dan semuanya, termasuk orang-orang seperti Om Prigi, media massa, para blogger dan artis alias selebritis! Ingat betapa happening-nya ice bucket challenge kan? Ketika para selebritis rame-rame mem-posting video dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap para pengidap ALS (amyotrophic lateral sclerosis), maka orang-orang seluruh dunia peduli dan mau berdonasi untuk para penderita ALS.

Tahu Matt Damon kan? Dia itu artis Hollywood kondang. Ibuku hobi lihat film-film Om Damon ini. Ternyata, selain jago akting, om Damon juga co-founder water.org. Itu semacam organisasi nirlaba yang peduli banget tentang masalah krisis air bersih. Om Damon bareng temen-temennya memberikan akses air bersih untuk ratusan komunitas masyarakat di Afrika, Asia Selatan dan Amerika Tengah.

mtt

Om Damon bilang ada 7800 orang yang susah mendapatkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Dia mengajak orang-orang untuk menyalurkan kepedulian dengan berdonasi. Bahkan, ia mem-posting video kampanye rasa pedulinya dengan toilet strike campaign. Dia bilang “Saya nggak akan pakai toilet untuk mandi dan buang air, sampai masalah air bersih ini selesai!” Widih. Om Damon tapi jangan mandi dan buang air di sungai Surabaya loh yaa…. Hihihi….

slim-k-matt-damon-water-org

Aksi ini juga diikuti oleh : Bono (U2), Sir Richard Branson, Jessica Biel, Jason Bateman and Olivia Wilde. Intinya, kalau para selebritis tanah air juga digerakkan untuk punya kepedulian pada air dan lingkungan hidup, insya Allah masyarakat kita akan semakin sadar, melek dan tergerak untuk juga melestarikan air.

Bayangkan, kalau tante Syahrini, berkoar,

“Air itu sesuatu yaaa… Cethar membahana badai untuk kehidupan kita semua. 

Bukan fatamorgana, bukan khayalan, bukan buaian, bukan remix dan halusinasi, semuanya terpampang nyata, terpampang apa adanya. 

Ternyata, polusi gawat sedang menimpa air kita. Jangan sampai kita terperosok, seperti sedang berada di terowongan Casablanca. Hidup kita akan gelap gulita. Ulalaaaa….

Kita harus mencintai dan merawat lingkungan dengan baik, supaya air selalu menemani hidup kita. Sehingga kita bisa berucap Alhamdulillah yaaa… Oh, I feel freee….”

Tante Syahrini di Paris
Tante Syahrini di Paris

Eh, ngomong-ngomong, kenapa ya, ini ada foto tante Syahrini lagi di Paris?

Hmm, jadi ceritanya begini, kawan. Tulisan ini sedang diikutsertakan dalam Lomba Anugerah Jurnalistik AQUA. Hadiah utamanya, berkunjung ke Paris. Jadi, kalau aku menang, aku akan mengikuti jejak tante Syahrini ke Paris! Tentu bukan buat shopping tas mewah ya, aku akan melakukan hal yang lebih bermanfaat dong. Yaitu, menyaksikan proses produksi air bersih di sana.

O iya. Ini fotoku waktu di pabrik AQUA.

Blogdetik

Kurang jelas? Ini dia.

Blogdetik-2

Kelihatan kan? Aku pakai topi yang bertuliskan PARIS!

Aku akan berdoa dengan khusyu’. Ibuku juga akan berdoa… Semuanya berdoa… Supaya, tulisan ini bisa menginspirasi banyak orang…. termasuk Tante Syahrini. Supaya kita lebih peduli lagi dengan kondisi air. Bahwa, air di negara kita itu banyak terpolusi. Padahal, masih banyak masyarakat yang memakai air dan kali sebagai sumber kehidupan sehari-hari.

Teman-teman semua….

Om-om dan tante-tante yang pinter dan menginspirasi di AQUA…..

Om-om dan tante-tante hebat yang jadi juri di Anugerah Jurnalistik AQUA….

Tante-om blogger keren se-dunia….

Om Karel Anderson yang lucuuuu banget (Sidqi ngefans deh, om!) dan seluruh tim Blogdetik yang keren…

Semuanya aja yang baca blog ini…. termasuk Tante Syahrini…..

Ayo kita ubah gaya hidup untuk mewujudkan Indonesia dengan air yang lebih baik. Air adalah sumber hidup dan kehidupan. Jangan sampai, kita malah berbuat jahat untuk air yang kita cintai dan sangat mencintai kita. Ayo kita berupaya supaya sehat untuk kita semua…!

Artikel ini diikutsertakan dalam Anugerah Jurnalistik AQUA kategori blogger

banner

Sumber:

– Presentasi Prigi Arisandi saat #ngaBLOGburit AQUA di Pasuruan

– http://www.tribunnews.com/regional/2011/01/22/aduh-air-minum-warga-surabaya-campur-5-ton-tinja

Advertisements

103 thoughts on “Yaiks, Sumber Air Minumku Tercampur Tinja!”

  1. Kalo manusia sekitar situ sering mengkonsumsi ikan auto-transgender gimana jadinya ya? ngeri.. jangan.. jangan.. *ah, sudahlah

    Anyway… tulisannya keren banget, mak.
    Semoga berhasil ke Paris nyusul tante Syahrini. aamiin.

    1. Hahahah… apa jangan2 banyaknya generasi gak jelas juga akibat ikan transgender ini ya Pak?

      Naudzubillahi min dzalik…

      Amiiin, makasih doanya pak. Pemenang bakal melihat proses produksi Evian gitu pak. Bukan belanja tas Hermes pastinya 🙂

  2. aduhhhh airnya kok terkontaminasi tinja….. jorok banget ternyata ya… hiks… indonesiakuuu…

    btw di tempat tinggal kami air pdam warnanya coklat keruh mak… gak tega buat mandi.. apalagi minum… alhamdulillah selain pdam ada sumur. jadinya lebih dominan pakai air sumur.
    terpaksa pakai air pdam kalo pas air sumurnya kering saat musim kemarau…

    indonesia… hiks…

    semoga menang kontes ya mak … eh dek 🙂

    1. Alhamdulillah, kalo keluarga besar saya minumnya ya Aqua *hihi, promo terselubung*

      Tapii, banyak masyarakat enggak mampu yang “terpaksa” melakukan semua aktivitas dengan air berkualitas sangat-sangat-sangat buruk. Itu yang perlu diedukasi dgn sungguh2

  3. Duh, di bumi yang hutannya bagian dari paru-paru dunia, air bersihnya sangat menyedihkan. Tapi sebagian salah kita sebagai penduduk, sungai dijadikan tempat sampah rumah tangga sampai limbah pabrik,
    ikan jd transgender gmn efek ke nak2 yg mengkonsumsinya?
    untung ada peduli dr aqua.
    sukses kontesnya, Paris 🙂

    1. Ma’aciih m(b)ak Salma.
      Itu dia, karena ikannya jadi transgender plus mengandung merkuri dan logam berbahaya lain, jadinya banyak bocah2 (terutama yang tinggal di pinggir sungai) kena kanker, dll.

      Mengerikan.
      Harus ada langkah nyata dari pemerintah, industri, masyarakat, LSM, dll.
      Termasuk jeung Syahrini dan artis2 lain.

  4. surabaya oh surabaya, kotanya soro lan boyo yang tercemar tinja, haduhhh ngeri mak, memang nih kalo bukan kita yang action siapa lagi ya, ngeri juga kalo air tanah dan sungai2 sudah tercemar, mau minum dari mana kita?

    1. Kalo yang kelas menengah (dan ke atas) bisa minum, dll pake AQUA.

      Yang kasihan itu masyarakat marginal, kondisi ekonomi menengah ke bawah, mereka “terpaksa” mau tidak mau harus bergumul dengan air berkadar polusi tinggi.

      Thanks udah mampir ya mak cantik 😉

      1. Hayuk, hayuuuk, suroboyo sekarang tamannya buagusss—buaguuuuss loh mak. Walikota kami memang membanggakan –> Bu Risma fans club, hehehe…

        Kalo aku tinggalnya di rungkut mak. Monggo pinarak kalo ke sby

  5. setuju mak, cobak ya artis-artis model ceribele jkt48 cjr dsbg pada beramai-ramai ngajak fans nya utk turut jaga lingkungan, keren jadinya anak-anak muda Indonesia. Sukses GA nya mak, : )

      1. Iya dong, Mak. Wajib saling mendukung pan temen ^_^ Eh Mak aku penasaran deh, kenapa nama blognya bukanbocahbiasa? Kreatif banget, gampang diinget loh, Mak 😀

    1. Ikutan ngaBLOGburit AQUA kagak ada ruginya blas mak. Wawasan nambah, bisa kopdar dan silaturahim dgn para blogger, dapat kaos cihuy, dapat door prize voucher… Wis ta laa… pokoke AQUA itu mantab jayaa.. 🙂

    1. Kalo di Sby boleh. Tapiii, mungkin–ini mungkin loh yaaa—anak saya kan udah umur 7 lebih. Dan, Alhamdulillah, beliau (sidqi, maksudnya, hihi) relatif anteng, tenang, bisa diatur, dan lumayan kritis.

      Nanya2 mulu pas di pabrik. Dan, Alhamdulillah, gegara liat proses produksi AQUA, dia semakin bersyukur dengan hidup dan kehidupan. —> insyaAllah saya tulis di postingan terpisah 🙂

  6. Duhh…jd takut makan ikan ! tentang urine wanita ber KB itu, jadi jawaban pertanyaan saya selama ini lho…knp transgender menjamur? pasti bukan cuma krn hormon dr suntikan ayam fast food saja! thnks infrmsi nya mbak…Smg sukses yaa..:)

    1. Semua elemen masyarakat kudu “ngomporin” PDAM dan pemerintah, agar kerja keras dan cerdas demi terwujudnya air yang bersih dan sehat.

      Ma’aciiiih mak Rahmah… sun chayang buat dedek bayii 🙂

  7. dari tinja sampe Paris, dari Matt Damon sampe Syahrini 😀 wah lengkap bgt deh paparannya, mak. Makasih atas kunjungannya ke blog saya ya mak, semoga sukses!

    1. Pakdeeeee… sugeng pinarak, pakdeee…
      Mungkin, kalo dulu, air sungai belum separah sekarang ya?
      Zaman saya kecil, kali Sby juga enggak buthek-buthek amat.

      Kalau sekarang? Bidih, ngeriiii. Maturnuwun sanget pakde.

  8. Wuishh,, semoga semakin banyak orang yang perduli terhadap lingkungan yah, Bu. Gila, kalau minum air yang tercampur kotoran, ueesskkkk…. Tulisannya bagus,, btw Sidqi kok ditutup topi mukanya,, tante kan mau lihat,,,

  9. Ih..kalo ngomongn soal kotornya air sungai karena sampah dan limbah..emang gak ada habisnya ya mbak..kebanyakan sungai di Indonesia ini sdh tercemar semua.. haih serem… masak kita mesti kepegunungan demi dapetin air bersih….. Eh..btw..sdh pernah ke pabrik Aqua toh…asyik tuh ya..hehe

  10. Tulisannya Bagus. Menginspirasi…
    Saya pernah menetap di Surabaya kurang lebih 6tahun…

    Berarti saat itu saya…mandi,minum,cuci pake…….?*&%#^%* waduh…

    1. Makanya kalo minum, masak dll pake Aqua 🙂

      Meng-copy ucapan Mas Prigi Arisandi, sebaiknya org2 non-government menyuarakan kepedulian tentang ini. Bisa lewat blog, naskah di media massa, dll. Thanks for stopping by

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s