Dialog Imajiner om NH dan Aku

omnh

Om NH: Mana postingan yang paling berkesan?

Aku: Oh…. semua postingan tentu berkesan yaaa… karena, saya kan menuliskannya pakai hati… jadiii… gimana yaaa…  sulit untuk milihnyaaa….

3 jam kemudian

Aku: Dan hampir semua rekam jejak kehidupan saya ter-publish di blog ini, jadi…..

Om NH : **semaput **ngorok **tidur

Aku: Eh, eh, ehhh… baiklah… aku mau jawab deh… Jadi gini, blog ini kan dikelola oleh seorang manusia biasaa… yang tak sempurna… dan kadang salah…. upsss, sori, malah nyanyik. Bihihik. Pada intinya gini sih, dari sekian banyak postingan di blog, kok saya ngerasa postingan tentang bu Susi ini yang paling membahana yak?

Om NH: Judule opo, Nduk? (judulnya apa, Nak?)

Aku: Yayy-opini-tentang-susi-dan-tuhan-sembilan-senti-dimuat-di-jawa-pos. Ini pecaaah banget! Views-nya nembus angka 6,125!

traffic bu susi

Yang komen (termasuk balasan dari aku) mencapai 152. Plus, aku dapat email dari juru bicara PPATK dan mbak2 dari Komnas Tembakau. Yang isinya, men-support apa yang aku tuliskan di Jawa Pos. Super yayy!!

Postingan ini juga go viral banget, di-share lebih dari 1000 kali di FB. Wowww… bener-bener gak nyangka, karena aku kan buta blasss soal SEO. Apalagi, Alexa dan Page Rank blog juga masih mengharukan bingits. Tidak seperti blog om NH yang eleykhan ituuuh…Hihihi….

Om NH  :  **mulai bangkit dari kubur** Jadi, intinya, kenapa postingan ini berkesan?

Aku: Lah, kan dari tadi ane udah jawab?

Gimana rasanya kalo tulisan kita dibaca orang? Dikomen, di-share? Seneng kan? Yah, walopun postingan itu membahas tulisan yang dimuat di media mainstream.

Eniwei, aku mau cerita soal proses kreatif nih tulisan ya… Jadi, pada suatu sore, di kantor tuh hebok kasak-kusuk soal menterinya Jokowi. Yang paling cethar adalah Bu Susi. Trus, aku inget-inget lagi, o iya, pernah nonton profilnya nih di Kick Andy. Nih orang emang top abis dah! I don’t care dia lulus SMA atau kagak, tapi yang jelas, doi lulus dari universitas kehidupan. Gilak, perempuan bisa punya bisnis pesawat perintis plus jiwa sosial yang ruarrr biasa! Gila banget nih orang…

Etapii, kenapa temen2 bahas soal… whattt?? Doi merokok dan bertato? Hmm, nah, di sinilah ide tulisan mulai muncul….TING! Bu Susi itu manusia biasa juga. Nobody’s perfect. Tapi sebagai wujud kasih sayang kepada sesama hamba Allah, alangkah baiknya kalau aku beri semacam “surat cinta”. Isinya saran konstruktif, bukan olok-olok penuh semangat nyinyir level dewa… Justru dengan kapasitas saya sebagai eks PR di perusahaan rokok (dimana saya ketemu dan ngefans beraaatt ama om NH, heheheh) saya bisa kasih masukan yang relevan dan insyaAllah bermanfaat buat Bu Susi.

Malam itu juga aku tulis, kukirim by email jam 8 malam… Voila! Besokannya nangkring deh di rubrik Opini JP.

Om NH : Tahun 2015, gimana road map blogging kamu?

Aku : Penginnya bisa langsung wuzzz kayak Om NH. Yang jelas, insyaAllah aku bakal lebih semangat dan nemuin apa karakter blog aku. Semangaat… Semangaaatt!!

jumlah kata: 464

“Postingan ini diikut sertakan dalam lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blog The Ordinary Trainer”

Advertisements

Bojonegoro Pancen Matoh!

“Ayo ke Bojonegoro, yuk!”

Suatu ketika, sahabat saya mengajak mbolang ke Bojonegoro. Alasannya? Mertua doi berasal dari sono. Tepatnya di kecamatan Balen, Bojonegoro.

Humpfft. Sebagai anak kota *tsaaah* saya rada-rada underestimate sama Bojonegoro. “Emang, ada apaan sih, di sana? Kagak ada mal kan?”

Temen saya ngikik. “Ya ampuuun mbak, kalo cuman mall, di Surabaya kan udah banyak. Kita cari sesuatu yang lain dong, di Bojonegoro. Oke?”

Hmmm, to be honest, saya sama sekali enggak pasang ekspektasi terlalu tinggi. Palingan, Bojongoro ini gak lebih dari sekedar kota para pensiunan. Tenang. Sepi. Nyaris tak ada detak kehidupan di atas jam 12 malam.

“Weittsss! Jangan ngeremehin Bojonegoro loh! Sekarang, Bojonegoro rame banget! Apalagi, sekarang di sono ada hotel Aston loh! Level internasional!”

Et dah. Gilingan! Kalau hotel sekelas Aston aja rela nangkring di Bojonegoro, berarti… kota ini “sesuatuuuu”…!

***
Kami berangkat bertiga dengan mobil dari Surabaya. Lewat tol Surabaya–Gresik–Tuban, kami menempuh perjalanan sekitar 3 jam. Perut udah meronta minta diisi. Dan, karena saya masih kesambet gengsi, “Eikeh kan anak kota”, saya minta ditunjukin resto yang paling happening dan representatif di Bojonegoro.

“Ada! Namanya Warung Apung Rahmawati…”

“Wah. Persis namaku tuh. Namaku kan Nurul Rahmawati. Ayok, cuzz ke sana…!”

Tadinya saya mikir, nih warung ya ala-ala warung tegal gitu. Sederhana dan ala kadarnya. Ternyataaaaa….

Slrrrrpppp…!! *buru-buru lap iler**

Hehehe… mapp yaa, poto-potonya emang ‘”menggoda iman” banget. Pada intinya, kota Bojonegoro ini sama sekali enggak layak diremehkan. Restoran yang cozy, dengan view yang subhanallah banget aja, mereka punya loh. Daaan, harganya enggak bisa dibilang murce, sodara-sodara. Silakan cek langsung di twitter-nya yaaa…

Apalagi kalau kita lihat akselerasi pembangunan di kota Angling Dharmo  ini. Widih. Bakal terkiwir-kiwir! Daaaan, saya makin terpukau dengan adanya Batik Bojonegoro. Hohoho. Salah satu pemain yang lumayan eksis di batik Bojonegoro ini adalah, adik kelas saya di Unair. Namanya, Arifin Nachnudin.

Naluri bisnis doi kian terasah setelah ia hijrah ke Bojonegoro awal tahun 2010. Bapak berputra 3 ini mulai mengendus potensi usaha yang amat gurih dalam industri batik. ”Waktu itu, masih belum banyak yang bermain di bisnis batik Bojonegoro. Bismillah, saya memberanikan diri untuk terjun di dunia usaha batik ini,” ucap Arifin.

Dengan segenap hati, Arifin menjalankan roda bisnis ini. Ia mulai dengan memperluas wawasan seputar filosofi beragam motif batik. Rupanya, tiap motif menyimpan histori dan filosofi yang amat menarik. Penuh semangat, Arifin berkisah seputar motif batik yang diproduksi di workshop sekaligus gerai tempat ia berjualan.

Ada 9 (sembilan) Motif Batik Jonegoroan. Di antaranya, Sata Ganda Wangi. Soal filosofi motif batik, Arifin siap menjelaskan pada para pengunjung gerainya. ”Dalam Bahasa Jawa, Sata artinya tembakau, Ganda adalah aroma, Wangi bermakna harum. Sejak dahulu, tembakau menjadi komoditas utama para petani Bojonegoro. Jenis tanahnya yang cocok untuk tanaman ini mengasilkan aroma khas/ harum yang berbeda dari daerah lain. Diharapkan, nama Bojonegoro menjadi harum dan terkenal lewat tembakau sebagai salah satu potensinya,” ucap Arifin.

BATIK

Motif lain, seperti Pari Sumilak, Parang Dahana Mungal, Jagung Miji Emas, Mliwis Mukti, Gatra Rinonce, Rancak Thengul, Parang Lembu Sekar Rinambat dan Sekar Jati juga punya cerita masing-masing. Supaya pengunjung kian terpikat dengan batik khas Bojonegoro, Arifin rajin mengedukasi lewat pemaparan makna tiap motif. Setiap ada event pameran kerjasama dengan Dewan Kerajinan DaDekranasda, Arifin tak lupa ikut serta. Termasuk saat ada exhibition “Canting Indonesia” di Singapura. Arifin bersama produk batiknya ikut berpameran di sana. ”Tujuannya supaya kita lebih memperkenalkan produk kebanggaan Indonesia di mata dunia. Saya ambil banyak pelajaran dari event tersebut. Tentu, kami harus lebih banyak melakukan improvement di bidang packaging (kemasan) dan kualitas produk,” lanjutnya.

ARIFIN

Konsumen Arifin tersebar di Bojonegoro, Surabaya, Jakarta plus sejumlah kota besar lainnya di Indonesia. Untuk bisa menyasar berbagai kalangan, Arifin memproduksi batik dengan harga bervariasi. ”Ada batik yang harganya mulai Rp. 50- 60 ribu per potong. Bahkan, ada yang sampai 500 ribu. Biasanya tergantung bahan kain yang dipakai dan motifnya,” imbuh alumnus Unair Surabaya ini.

Dalam mengembangkan usahanya, Arifin didukung karyawan tetap sebanyak 10 orang. Mereka ada yang menggambar, membatik, mencuci hingga penjualan. Ia juga kerap memberikan pelatihan membatik pada warga setempat. Arifin percaya, bahwa istiqomah berbagi ilmu dan berbagi rezeki adalah kunci untuk meraih kemudahan dan keberkahan dalam roda bisnisnya.

Kalau ingin tahu lebih banyak, bisa mampir ke: Griya Batik Jonegoroan, alamatnya di Jl  Teuku Umar 12 Bojonegoro.

Pokoke, Bojonegoro pancen matooohh!

(Saya) Dilarang Ikut Lomba Blog

Awww!!
Blog bukanbocahbiasa belakangan ini sepi dari celoteh adminnya. Hueheheh. Harap dimaklumi, ada 3 alasan kenapa saya lagi jarang berceloteh di mari.

#SemangatNgeblog di Blogdetik

Alasan pertama, saya lagi terkiwir-kiwir dengan program #SemangatNgeblog di blogdetik. Yang ingin baca postingan2 saya, boleh banget loh, mampir di bundasidqi.blogdetik.com

Isinya?

Ya campur-campur siy. Kadang saya berkisah soal mak nyusnya kuliner ceker lapindo

Di lain waktu, saya berceloteh seputar bisnis para hijabers cantik. Ada yang tentang putrinya Aa’ Gym. Ada juga soal Ria Miranda. 

Bukan hanya itu. Saya juga berbagi tips supaya tulisan tembus media besar loh!

Sumonggo mampir, dan ramaikan dengan comment2 teman2 semua yaaa… :))

Kompasiana

Next, saya juga kembali aktif di Kompasiana. Alasannya? Apalagi, kalau bukan karena bejibuuuuun konteeeess, hahahha…

Postingan terbaru saya berkisah tentang Pasar Rakyat di Surabaya. Judulnya: Pasar SYARIAH loh. Naaah, memantik rasa penasaran kan? Silakan cuzzz ke postingan ini yaaa…

Ada Lomba Blog (dan Saya DILARANG Jadi Peserta)

Nah, ini alasan yang paling fenomenal.

Ada sebuah kontes blog, dan sejak awal, saya HARAM HUKUMNYA ikutan nih lomba. Wedeeeww, sungguh ther-la-luu!

Lomba ini diselenggarakan sebuah yayasan yang (kebetulan) punya nama mirip dengan nama saya. Tapi, sumpah, ini sama sekali bukan yayasan milik saya.

Kali ini, ada lomba blog bertemakan “Nyala Inspirasi untuk Negeri.” Waduh. Maksude opo? Begini, pemirsa. Tahu sendiri kan, kalau negeri kita ini tumpah ruah dengan berbagai berita negatif, kebencian, isu SARA dan SARU (pinjem istilah Pakde) dan hal-hal lain yang rentan bikin orang muda mendadak terserang stroke.

Maka dari itu, ketimbang mengutuk kegelapan, alangkah baiknya kalau kita nyalakan lilin penebar terang kan?

Ayo kita isi BLOG kita dengan semangat, inspirasi, berbagi cerita baik, tentang APA SAJA. Boleh tentang DIRI ANDA SENDIRI. Boleh tentang PEMULUNG SEKITAR RUMAH ANDA yang inspiratif. Boleh tentang GURU NGAJI yang punya stok ikhlas luar biasa. Boleh tentang ibu Anda. Ayah, om, pakde, kakek, nenek, siapaaaa aja.

LOmba-Blog-NURUL HAYAT

Syarat dan ketentuannya bisa banget di-cek di gambar di atas ya. Hadiahnya lumayan laah… bisa buat jajan bakso sebulan, hihihi…

Sekali lagi, saya DILARANG ikutan jadi peserta. Jadi, ini kesempatan emas, karena satu pesaing BERAT (badannya) Anda sudah kalah sebelum berperang. :))

Hayuk aaah… #SemangatNgeblog….. Semangat ikutan #LombaBlog