Skuy, Naik Bus Wisata Surabaya alias SSCT!

Yeayy! Super hepi rasanya, Sabtu (30 Mei) saya berkesempatan buat naik Bus Wisata Surabaya alias SSCT (Surabaya Sightseeing and City Tour). Buat ikutan naik bus ini kudu war ticket loh! Kapasitas terbatas banget, karena cuma ada 2 armada bus, mana ukurannya bus mini gitu. Jadiiii ya, begitu tiket udah di tangan, rasanya kayak menang rezeki nomplok!

Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT) adalah salah satu pilihan kegiatan city tour di kota pahlawan. Hanya dengan membayar HTM 10 ribu, kita bakal diajak eksplor sejumlah rute yang berkaitan dengan sejarah juga hal-hal yang identik dengan kota ini, misalnya diajak ke Kawasan niaga/perdagangan legendaris.

Saya dapat jadwal Sabtu siang, jam 12 sudah kudu nyampai di titik awal keberangkatan, yakni di Balai Pemuda, tepatnya ruang TIC (Tourist Information Centre), Jl. Gubernur Suryo nomor 15. Scan tiket (yang udah dikirim via email), nantinya kita bakal dipinjami lanyard peserta Wisata SSCT ini.

Jam 13.00 tepat, para calon penumpang bus diminta kumpul dan mendapatkan pengarahan dari pemandu wisata. Heyy, ternyata guides-nya ini para kontestan Cak dan Ning Suroboyo, loh! Bener-bener Duta Wisata yang mumpuni. Ada dua armada bus yang beroperasi, saya kebagian naik bus warna kuning. Cak Toni dan Ning Nasya adalah dua guides yang bertugas di bus kami.

Sebelum memulai perjalanan, Cak Toni menjelaskan serba-serbi Balai Pemuda. Juga sejumlah fasilitas yang ada di dalamnya. Hmm, insyaAllah next time saya ulas di Kompasiana, yak.

Oke gass, kita berangkaaatt!

Bus SSCT ini beroperasi setiap Jumat, Sabtu, Minggu. Ada dua jadwal: Sesi 1 (09.00 – 11.00 WIB) dan Sesi 2 (13.00 – 15.30 WIB). Karena bulan Mei Surabaya lagi HUT, rutenya rada spesial, nih. Untuk Hari Sabtu: Balai Pemuda/Alun-alun Surabaya – Open Air Museum Taman Sejarah – lanjut ke Pasar Atom – finish di Alun-alun Surabaya.

Setiap peserta dilarang makan minum di dalam bus, ya. Kudu ikut tur sampai akhir perjalanan, jadi nggak boleh request, misalnya mau turun di jalan Tunjunngan aja ya, Cak atau Ning!

Rute kami diawali dari Balai Pemuda dan mengitari jalanan sekitarnya. Sepanjang trip, Cak Toni bercerita soal destinasi yang kami lewati, mulai dari Taman Prestasi, lalu wisata naik perahu di Sungai Kalimas, kami juga diberi info seputar Museum Pendidikan dan Gedung Budaya Cak Doerasim. Yeah, enjoy banget kalau guide-nya memang berwawasan serta punya communication skills yang ciamik!

Setelah melewati jalan Bubutan, bus melanjutkan perjalanan menuju areal Kota Lama Surabaya. Yap, ini adalah jujugan para turis, yang menikmati ambience Gedung-gedung bercorak kolonial serta vibes kota yang kian menyegarkan mata. Pemkot Surabaya telah melakukan revitalisasi di Kawasan Kota Lama.

Pemandu Wisata Bus SSCT pun menjelaskan dengan detail, “Kota Lama Surabaya adalah warisan sejarah dengan daya tarik arsitektur bangunan kolonial yang megah, jalan-jalan yang sarat sejarah, dan suasana nostalgik yang kental. Berpusat di jalan Rajawali gugusan bangunan cagar budaya dalam kawasan Kota Lama merekam sejarah panjang perkembangan Surabaya sebagai kota sejak abad ke-17. Kawasan Kota Lama Surabaya dibagi menjadi 4 zona; Zona Eropa, Zona Pecinan, Zona Arab, dan Zona Melayu.”

Sejenak kami mengeksplor Taman Sejarah, yang berada persis di depan JMP (Jembatan Merah Plaza). Usai foto bareng, kami naik bus lagi, dan menuju destinasi kesayangan para Emak dan pemburu kuliner, tidak lain tidak bukan, Pasar Atom Surabaya!

Seru bangeeett wisata bareng bus ini. Kalau Anda lagi berada di Surabaya, dan ingin mengeksplor dengan cara yang unik, bisa dicoba caranya ya.

(1). Buka website tiketwisata.surabaya.go.id H-1 mulai pukul 09.00 WIB. Misalnya, ingin ikut trip Sabtu, berarti harus standby di website tersebut hari Jumat jam 09.00. Ingat, kapasitas terbatas banget, tiket hanya bisa dibeli secara online. (biasanya ada kuota offline, tapi nunggu kalau ada peserta yang canceled di Hari H)

(2). Begitu dapat kuota, langsung bayar via QRIS. E-ticket akan dikirimkan via email. Peserta harus melakukan registrasi ulang 30 menit sebelum jadwal tur, tepatnya di Balai Pemuda, ruang TIC (Tourist Information Centre), Jl. Gubernur Suryo nomor 15.

(3). Trip ini harus diikuti sejak awal sampai selesai

(4). Apabila peserta batal ikut, tidak bisa refund atas reschedule, ya

(5). Detail rute disampaikan melalui website. Boleh jadi untuk bulan Juni, rutenya berubah, ya.

Leave a comment