Ini baru tanggal 5, loh. Tapi Agustus dah berasa bikin capeeekk banget, dah.
Mulai dari cerita dari rumah. Bayi Kucing meninggal semalam. Menyisakan satu bayi kucing lainnya, yang ngeong ngeong, nyari sodaranya. Mana emak mereka dah metong sebelumnya (31 July). Aduh, aku mewekkk kejer lihat si last cat standing ini. Kasian banget, di umurnya yang baru 1,5 bulan kudu jadi lone ranger
Sekarang, tiap malam aku titipkan bayi kucing yang masih survive (namanya Poyeng) ke kos-kosan mba Lastri, ART pulper kami. Semoga sehaaatt dan bahagia ya Poyeng! Hidup yang lamaaaa, okay!
Next, drama keriwehan Kompasiana tampilan baru. Mbuh ya, sampai sekarang aku ngga kunjung paham, apa sih urgensi melakoni face-off tampilan Kompasiana? Yang lama kan udah enakeun. Baik di laptop maupun handphone, dah nyaman gitu baca dan komen-komennya. Lah kok sekarang diganti, jadi kayak socmed ceunah. Masih Beta version pulak. Jadiiii masih banyak bolong-bolongnya.
Daaaannn… ga ada keterangan artikel jadi AU (artikel utama) atau pilihan. So, yeahh, kek mana yaaa. Kayak kureengg aja gituuu, kan biasanya WA Grup kami ada suaranya kalo postingan seseblogger di Kompasiana dapat AU . Lah karena saiki ga onok, gimana cara memvalidasinya?
Ada sih, gantinya yaitu SPOTLIGHT. Tapi mbuh lah, menurutku tetep aja ada yang kurang. Butuh adaptasi berapa lama ini yhaaaa.
Dar der dor berikutnya datang dari para narablog yang blognya tiba-tiba dibekukan SEPIHAK oleh Google!
Weleehh delehh, jyaann absurd tenan iki Google. Mosokk ngga ada hujan ngga ada bledeg, ehh… sak karepe dewe langsung menyatakan blog aiueo di-banned karena pelanggaran.
Kok makin aneh beuds dah?
Dan seperti biasa…. banyak yang cangcingcung analisis dari beragam kemungkinan.
Wisss, mbuh kah. Mosok ini pertanda profesi bloger benar-benar senjakala?
*mengSedih*
*CRY*