Tanpa Pelaku UMKM, Jatim Tidak Ada Apa-apanya

Halo semuanya. Kamis (23/11) pagi, saya mengikuti acara sarat faedah di Hotel Amaris Bintoro Surabaya.

Mengusung tema “Kiat UMKM dan Perbankan Hadapi Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat” , acara ini dihadiri oleh para pengusaha UMKM, media dan blogger. Menurut Ahmad Basuki, Kabid Pemasaran Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, banyak hal menakjubkan yang dicapai para pejuang UMKM Jatim.

“Tahukah Anda, bahwa pertumbuhan ekonomi Jatim yaitu 5,17 % lebih TINGGI dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.  Itu artinya, sebanyak 1.888 Triliun uang beredar di Jatim. Dari jumlah ini, 54,9 % didukung oleh Koperasi dan UMKM,” papar  Ahmad Basuki.

Wow! Luar biasa! Data ini benar-benar mendobrak stigma bahwa UMKM adalah pemain mikro dengan kontribusi yang “nggak ada apa-apanya” dibandingkan industry besar. Justru UMKM adalah elemen yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekenomian daerah.

“Tanpa pelaku UMKM, Jatim tidak ada apa-apanya,” lanjut Ahmad Basuki. Lebih lanjut, bapak yang super-energik ini menjelaskan bahwa ada 3 (tiga) hal yang menjadi highlight dalam kinerja UMKM.

Yang pertama, faktor Produksi

Tim Dinas Koperasi dan UMKM Jatim siap membantu untuk factor legalitas. ”Ketika UMKM siap masuk ke ranah digital, itu artisnya HARUS ada legalitas , bisa SIUPP, NPWP, dan sebagainya. Selain itu, kmi juga siap memfasilitasi dalam hal Standarisasi produksi UMKM. Kalau industry makanan dan minuman, ada sejumlah standar yang haru dipenuhi, di antaranya: PIRT, Balai POM, Sertifikasi Halal, dll. Kalau butuh peningkatan mutu, pemasaran, dll,  Silakan datang ke Jl, Raya Juanda 22 GRATIS tidak ada pungutan sepeser pun,” papar Basuki.

 

Yang kedua, seputar Pembiayaan Kompetitif

Di Indonesia, bunga perbankan masih tinggi. Di Singapura, Bungan untuk UMKM hanya 4% per tahun. Kalau di negara kita bisa mencapai 12-14% per tahun  bunganya. Pemprov Jatim meluncurkan skema perkreditan melalui bank untuk UMKM (baik primer maupun sekunder) dengan nilai 7 persen.

 

Yang ketiga, Pemasaran

Untuk pemasaran secara Offline ada 2 gedung yang siap difungsikan bagi para pengusaha. “Untuk Online, tahun depan kami sudah melaksanakan secara online. Jadi kami bekerjasama dengan Bukalapak, Lazada dan sejumlah marketplace lainnya. Selain itu, kami juga memfasilitasi GRATIS stand pameran di luar propinsi. Pernah kami mengajak UKM produsen keripik Kediri ke Ambon dan Manado, eh, produknya laku keras!

“Ketika pameran, pengusaha UMKM hanya berjualan secara retail.  Pasca pameran, di situlah ketangguhan diuji. Banyak permintaan, sehingga pegiat UMKM harus sanggup menjaga kualitas kontinuitas termasuk harga yang wajar. Jangan sampai ketika dapat buyer pertama, bagus secara kualitas dan price… tapi ketika repeat order kualitas berkurang. Wah… mindset seperti ini harus diubah,” paparnya.

Dalam forum ini, hadir pula Direktur Pengawasan OJK Jawa Timur, Dani Surya Sinaga. Ia memaparkan bahwa pengusaha di era 4.0 harus professional, produktif, kreatif, punya jiwa entrepreneurship dan harus Go digital

“Dari OJK, ada beberapa hal yang diantisipasi, dalam menghadapi era digital, karena banyaknya lembaga jasa keuanan dan digitalisasi keuangan. Pelaku UMKM sector trading saat ini mulai memasarkan produknya secara online. Dimulai dari Product, layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.  Ada 24 perusahaan yang menciptakan aplikasi, menjembatani orang yang punya uang lebih dan yang butuh modal,”  ujar Dani Surya Sinaga.

Ia mengambil contoh: AMARTHA.  Rate-nya 2,5% bayarnya mingguan. Aplikasi fintech ini sangat membantu para pengusaha di era digital.

Hal ini diamini Kuncarsono Prasetyo , owner SAWOONG kaos oleh-oleh khas Surabaya.

“Sekitar lima bulan lalu,  saya sudah coba Fintech yaitu CoinWork. Kita bisa meminjam modal sekaligus menjadi investor di berbagai aplikasi, misalnya: ModalKu, PinjamUang, dan UangTeman. Daripada silaturahmi dengan teman terputus, lebih baik pinjam modal dan bersahabat dengan handphone aja. Di coinworks, kita bisa jadi investor hanya dengan 100 ribu. Keuntungan bisa diperoleh bulan depan. Modalnya crowdfunding, bisa mencapai keuntungan bersama-sama.

Atta Alva Wanggai, Regional Credit dan Business Development Bank Mandiri wilayah VIII Jatim, memberikan banyak informasi seputar Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang siap memberikan pendampingan bagi para pelaku UMKM

 

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s