Bagaimana Mengatasi Anak Speech Delay? Dini.id Solusinya!

Startup Dini.id hadir untuk membantu Orang Tua Menangani Speech Delay Anak

Hola, parents!

Hola, Bunda dan Ayah di manapun Anda berada 😀

Kali ini, aku mau bahas tentang keterlambatan berbicara pada anak usia dini. Terkadang orang tua menganggap sepele masalah keterlambatan berbicara pada anak usia dini. Bahkan, beberapa bunda dan ayah ada yang percaya mitos bahwa perkembangan berbicara anak bisa saja terlambat, karena perkembangan di bidang lain lebih cepat. Waduh waduh.

Padahal, mitos itu sering menyesatkan. Menurut Psikiater Konsultan Anak & Remaja, dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K), perkembangan berbicara pada anak memiliki tolak ukur. Misalnya, saat usia  12-13 bulan, anak seharusnya bisa memiliki satu kosa kata baru selain ‘mama’ dan ‘dada’.

“Tolak ukur perkembangan bicara dan bahasa itu sebagai tolak ukur perkembangan kognitif mereka, intelektual mereka. Jadi menentukan perkembangan pada tahap-tahap selanjutnya,” katanya saat ditemui di Apple Bee Playground, Mal Taman Anggrek, Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

 “Mereka yang mengalami speech delay akan memiliki risiko terkena gangguan jiwa juga ternyata, depresi, anxiety/kecemasan. Bagi mereka semua perasaan itu nggak nyaman, tapi apa? Mereka nggak bisa ngomong, sedihkah, marahkah, kecewakah, mereka nggak bisa ngomong gara-gara speech delay,” ujarnya.

Ada banyak faktor penyebab speech delay. Salah satunya faktor lingkungan yang deprivasi. Faktor ini dapat dilihat ketika orang-orang di lingkungan mengharapkan sangat banyak pada kemampuan anak.

“Contohnya, ada anak baru umur 3 tahun udah pakai 3 bahasa: Indonesia, Mandarin, Inggris. Kalau anak yang nggak ada gangguan, itu nggak masalah, tapi anak dengan gangguan itu kacau balau,” jelasnya.

Kalau dipaksakan kepada anak yang tidak mampu, imbuhnya, itu akan mempengaruhi kemampuan kognitif mereka. Dampak lain yang mungkin terjadi yaitu prestasi akademik akan berkurang, anak menjadi pencemas tinggi, interaksi sosial anak juga akan memburuk.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan maupun penanggulangan kepada anak yang terdeteksi speech delay. Anggia menganjurkan untuk sering mengajak anak bermain, bukan hanya memberikan mainan.

“Harus terjadi interaksi dua arah antara orang tua dengan anak. Dengan interaksi dua arah itu, akan membantu anak berkembang kosakatanya, kemampuan emosinya juga akan berkembang. Ajak main sesering mungkin, bermain yang bener-bener bermain,” katanya menganjurkan.

Cara lain selain bermain, yakni dengan bercerita, bernyanyi, bermain peran, berinteraksi dengan anak sebayanya, serta memberikan tanggungjawab sesuai dengan usia anak. Ia melanjutkan tiap usia memiliki standar yang harus dilalui anak agar tidak terjadi speech delay.

“Latih anak untuk bisa mengucapkan kata-kata konsonan, misalnya, dilatih dengan flash card seperti itu,” pungkasnya.

Jika memang sulit untuk dilakukan secara mandiri, orang tua juga bisa melakukan stimulasi sesering mungkin untuk anak yang speech delay.

Salah satu solusi yang bisa dipilih orang tua untuk melakukan stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak yaitu Dini.id.

Dini.id adalah startup yang khusus dirancang untuk memberikan program stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak dengan memadukan antara teknologi, ilmu psikologi, orang tua, dan tim ahli.

Beberapa program Dini.id adalah :
(1). Sistem assessment online gratis di website www.dini.id yang dapat mengidentifikasi keterlambatan dan potensi dalam perkembangan anak.

(2). Kelas stimulasi dan intervensi sambil bermain yang dilakukan di playground-playground mitra  yang dirancang untuk mengaktifkan neuron dalam otak sehingga meningkatkan perkembangan kognitif dan menjadi dasar perkembangan tahap selanjutnya terutama untuk belajar.


(3). Program assesment, observasi & investigasi berkala yang disupervisi oleh psikiater dan psikolog klinis untuk mengoptimalkan perkembangan anak yang berbeda-beda dan unik.

Dengan stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak, diharapkan speech delay yang terjadi pada anak akan menghilang.(*)

40 thoughts on “Bagaimana Mengatasi Anak Speech Delay? Dini.id Solusinya!

  1. Mugniar says:

    Penasaran dengan bagian 3 ini:

    Program assesment, observasi & investigasi berkala yang disupervisi oleh psikiater dan psikolog klinis untuk mengoptimalkan perkembangan anak yang berbeda-beda dan unik.

    Kalau di kota saya, di Makassar, bagaimana ya …. eh, ada alamat website-nya ya, bisa cek di sana hehe

  2. naniknara says:

    Bagus banget ada startup yang di buat khusus untuk membantu orang tua mendeteksi adanya speech delay pada anak-anaknya. Membantu banget, terutama untuk orang tua jaman millenial

  3. Idah Ceris says:

    alhamdulillaah ada yang membuatkan rancangan khusus untuk anak-anak speech delay. bentuk kepedulian yang luar biasa ini, apalagi tahu kalau risikonya sampai bisa mengakibatkan gangguan jiwa.

  4. HM Zwan says:

    Anakku speech delay mbk. Sejak tahun 2018 sudah terapi, terus pindah kesini.. Berhenti, jadi sekarang setiap hari aku stimulus seperti yang diarahkan terapi dulu. Alhamdulillah, sudah lumayan banyak perkembangan.

  5. Dian Restu Agustina (@dianrestoe) says:

    Senangnya kini ada dini id yang membantu terkait speech delay ini. Anak sulungku speech delay dulu. Dia dengar aku sama Bapaknya ngomong Jawa, Dia kami ajak bicara Bahasa Indonesia, di luar rumah dengar Bahasa Batak dan Melayu, karena kami tinggal di Sumut. Jadi dia memang telat ngomong jadinya. Apalagi ketambahan umur 4 tahun pindah dan sekolah TK di Amerika. Kacau jadi bahasanya.

  6. Mirna Kei Rahardjo says:

    Aku sebenernya agak kaget ketika DSA anakku yang seharusnya meriksa demam anakku akibat ISK tiba2 ngasih surat rujukan ke dokter tumbuh kembang, pas baca diagnosa eh katanya ada kemungkinan speech delay walaupun ga parah tapi tetep dirujukin sih biar tahu penetrasi yang tepat dan levelnya dimana. Pas searching kelas todller eh emang dini.id ini rekomen banget, mana ada yang deket pula dari rumah yaitu di kelapa gading,,, moga bisa ikutan kelasnya

  7. Rachmanita says:

    Aku salut sama ini karena bisa peduli terhadap tumbuh kembang anak apalagi masalah bicara ini.. Kadang orang tua menyepelekan..

  8. Uniek Kaswarganti says:

    Harus banyak diberikan stimulasi audio dan visual ya mba melalui percakapan langsung dengan orangtuanya. Semakin sering diajak ngobrol, maka anak juga makin tinggi kemungkinan untuk merespon dan mencoba untuk bicara.

  9. Mutia Karamoy says:

    Aku jadi ingat anak sulungku waktu masih umur 1,5 tahun belum pernah bicara satu kata pun, khawatir dong aku apalagi mamaku udah panik aja, ternyata setelah ke dokter penyebab anakku speech delay adalah bingung bahasa, karena dari kecil kan di asuh mamaku karena aku waktu itu masih bekerja dan mamaku yang berasal dari daerah di Sumatera bahasa sehari-harinya ya bahasa daerah, nah…kalau aku dan ayahnya pakai bahasa Indonesia, bingunglah si anak hahaha, akhirnya solusi dari dokter kami harus fokus berkomunikasi menggunakan satu bahasa dulu hingga usianya cukup besar. Karenanya aku concern kalau anak terdeteksi speech delay harus segera di tangani sejak dini.

  10. Mugniar says:

    Bagus banget startup-nya ini, saya buka dan baca-baca sekilas website-nya, kelihatannya khusus ya untuk anak speech delay. Anak bungsuku speech delay tapi sekarang kelas 3 SD, bersekolah di sekolah inklusi jadi dia gabung sama anak-anak lain. Nanti deh saya baca-baca lagi website-nya.

  11. sriwidiyastuti says:

    Speech delay bukan penyakit berbahaya ya mbak, karena dia bisa diperbaiki dan diterapi agar anak terstimulasi bebahasa. apalagi jika diketahui lebih dini. Akan cepat teratasi. Startup nya bagus ya, bermanfaat banget untuk ornagtua memeiliki anak yang terdeteksi speechdelay.

  12. Diah Agustina says:

    Kalau berbicara speech delay, aku jadi ternyata anakku ketika ukur 18 bukan, perbendaharaan katanya masih sedikit sekali, sampai aku khawatir

    Tetapi kebetulan anak temanku sedang menjalankan therapy speech delay jadi aku dikasih tips nya untuk mempraktekan di rumah

    Alhamdulillah ada peningkatan kalau itu

  13. Naqiyyah Syam says:

    Semoga semakin banyak orang terbantu dari membaca artikel ini lengkap dan sangat bermanfaat sekali untuk mengetahui lebih banyak cara merangsang atau menstimulasi anak yang speech delay

  14. Gita Siwi says:

    Nah jadi ingat dengan ponakan aku lho ini topik. Bahasa Inggrisnya jago tapi bicara bahasa Indonesianya fasih. Tapi alhamdulillah masuk sekolah TK tahun ini dengan kemampuan adaptasi yang cepat sekolah yang tepat juga . Lancar jaya deh. Hapalan surat surat pendek sampai sholawat aja jadi senandungnya sekarang. Nice info kak

  15. Gioveny says:

    Anak tetanggaku ada yang speech delay tapi dia cuma berobat alternatif aja gitu. Dan dia merasa hal itu nggak masalah untuk anak ketiganya. Miris sih

  16. Gioveny says:

    Anak tetanggaku ada yang speech delay tapi dia cuma berobat alternatif aja gitu. Dan dia merasa hal itu nggak masalah untuk anak ketiganya. Miris sih

  17. ugikmadyo says:

    Speech delay ini masalah yang snagat penting untuk saat ini ya. Lumayan bikin para orang tua deg-degan. Sudah ada dini.id bisa membantu orang tua mendeteksi lebih awal.

  18. ria fasha says:

    aplikasinya bisa membantu banget ya mba untuk mendeteksi anak yang speech delay
    selama ini aku pake naluri aja sama baca-baca
    soalnya dlu si sulung ada indikasi speech delay
    memang perlu dukungan ortu terutama ibu untuk bantu dan bimbing supaya bisa lancar bicaranya

  19. nurulgie says:

    Speech delay memang nggak bisa dianggap sepele. Kalau dibiarin lama, bicara anak makin terlambat. Kalau aku memang dari dalam perut si bayi diajak omong terus dan sampai lahir juga gitu. Alhamdulillah, usia si kecil 2 tahun 5 bulan sudah bisa bikin kalimat Mama kerja, Ayah Kerja, Abang Sekolah.

  20. helenamantra says:

    duh duh puyeng juga ya soalnya ada TK yang mengajarkan 3 bahasa sekaligus. Kalau anak speech delay sebaiknya disekolahkan di TK yang satu bahasa aja, sebaiknya bahasa ibu.

  21. s4llyfauz1 says:

    Dulu aku sempat deg²an Fadly anak pertamaku speech delay. Setiap hari aku usaha untuk stimulasi, ajak main, ngobrol, cerita dll. Alhamdulillah banyak perkembangan.

  22. Milda Ini says:

    Annasya juga sering kuajari nyanyi, bercerita, termasuk diajak ngobrol. Suoaya ia bisa mengenal banyak kosa kata. Meski kadang belum sempurna juga mengucapkannya. Main ke webnya dini. Jadi nambah referensi ya Mb Nurul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s