Lebih Baik Berhaji di Usia Muda atau Senja?

Kalau pertanyaan itu ditujukan ke saya, udah pasti jawabannya “Enak di usia muda.” Udah pernah saya singgung di postingan “Jadi Monster Pas Berhaji” ini, kalau HAJI (termasuk Umroh) tuh ibadah yang menuntut kesigapan dan ketangguhan FISIK banget. Yaaa, tentu masalah ruhiyah harus total jendral juga, supaya dampak hajinya merasuk dalam jiwa/iman. Tapiii, yang namanya sa’i, thowaf, dan aneka detail umroh/haji lainnya butuh fisik yang paripurna.

Alhamdulillah, ALLAH takdirkan saya berhaji di usia 29 tahun. Well, pastinya ada plus minus ya, haji umur (relatif) muda gini. Coba ini saya jabarkan apa aja.

PLUS-nya haji/umroh usia muda:

(1). Badan relatif sehat, kuat, tangguh hadapi medan apapun

(2). Bisa bermanfaat menolong jamaah lain yang lebih tua. Entah bantu ndorong kursi roda, atau menggandeng, atau sesimpel ambilkan air zamzam

(3). Lumayan bisa diandalkan untuk berkomunikasi dengan global citizen lainnya. Orang muda kan (biasanya) lebih pede kalau ngomong bahasa asing (eh, tapi ya balik lagi ke karakter orangnya ya)

MINUS-nya haji/umroh usia muda:

Karena masih usia produktif, biasanya negara api menstruasi menyeraaangggg tanpa diundang! Lah, kan ada pil anti-mens? Atau suntikan anti-mens? BETUL. Tapiii, kalau emang takdirnya kudu mens, biarpun udah konsultasi dengan dokter pas di IND, eh, nyampe Arab tetep mens, kakaaaaa *nangis* Kalo udah lansia kan biasanya menopause, jadi nggak perlu khawatir kalo mens

Haji (ONH reguler) biasanya makan waktu 40 hari-an kurleb. Nah, kalau masih muda, (pada umumnya) anak di rumah kan masih piyik-piyik, yha. Waktu itu aja, tahun 2010 (pas saya berhaji) Sidqi umurnya masih 4 tahun! Nah, ini PR banget nih, ninggalin balita dalam durasi lumayan lama 🙂

Segini ini penampilan SIDQI pas daku berangkat haji, masih imuuuttt, unyu, gemasiiinn

Ya gitulah. Intinya semua ada plus minusnya.

Tapii, gimanapun, menurutku yang namanya ibadah Haji/Umroh itu emang kudu di-plan sekaligus dieksekusi semanis mungkin dan sekuat tenaga.

Sering kan, kalo ngobrol “Kok belum umroh/haji Pak/Bu?” dan jawaban yang tercetus adalah, “Iya nih, nunggu undangan dari ALLAH.”

Betulll, kita memang menantikan “undangan” untuk jadi tamu di Baitullah. Akan tetapi sebagai “calon tamu” ada baiknya kita memantaskan diri. Mempersiapkan hal-hal seperti bikin paspor, bikin (dan rutin mengisi) tabungan haji/umroh, plus daftar Haji ke Kemenag. Apakah hal-hal ini sudah dilakukan? Termasuk, kudu berhemat shopping make up/skincare/bobba/baju (you name it!), supaya bisa dialokasikan untuk budget haji/umroh.

Eh, baca postingan Mba Alida deh. Detail banget doi cerita soal syarat daftar Haji 🙂

Kalau teman-teman bagaimana? Tim Haji/Umroh di usia muda atau senja? Boleh cerita pengalaman ataupun harapannya ya. Sama-sama kita aamiin-kan, semoga tahun 2020 ini kita bisa ibadah ke tanah suci sekeluarga!

18 thoughts on “Lebih Baik Berhaji di Usia Muda atau Senja?

  1. Dian Farida Ismyama says:

    Huaa pingin usia muda lah. Antrian haji udah panjang bener. Berharap makin ke depan antrian makin pendek. Aku udah buka tabungan haji, tapi belum daftar karena ganti ktp. Biar bareng daftar sama suami. Kerasa banget pas umroh butuh fisik yg kuat. Apalagi haji 40 hari

  2. Nchie Hanie says:

    Turut mengamini.
    Tim usia muda atau senja buatku bukan alasan untuk mau haji/umroh. Melainkan kesiapan mental kita, belom merasa terpanggil ke rumahNya rasanya memang ga bisa dipaksakan hihii.

  3. dewimedia says:

    Kalau bisa saat muda mengapa mesti nunggu usia senja. Kecuali masa mudanya belum baligh alias masih anak-anak. Sebisa mungkin ntar diulang lagi kalau ada rezeki dan Allah mengizinkan 🙂

  4. bicaraahati says:

    Yang penting mau tua atau muda, kalau kesempatannya datang..menurut saya ambil aja. Wah, mbak masih muda udah Haji ya? Ceritakan pengalamannya donk berhajinya donk, saya ingin baca (Gina)

  5. Elly Nurul says:

    MashaAlla mbak, aku membaca ini jadi memotivasi diri aku untuk segera daftar haji, karena memang ya fisik dan kesehatan itu sangat mempengaruhi kualitas saat berhaji ya.. dengan kualitas fisik yang prima maka bisa menjalankan ibadah dengan maksimal juga ya

  6. Jiah Al Jafara says:

    Kalau sudah ada rejeki dan terpanggil, enaknya memang pas muda ya. Tapi kalaupun usia udah lumayan dan baru dapat antrian, ya mari memantaskan diri. PR memang kalau punya anak piyik dan masih nyari2 ortunya

  7. dapurhamsa says:

    Pengennya pas masih muda mbak pas tenaga kuat. Moga2 ada jalannya. Yang pentinh usaha nabung, doa, yakin bisa berangkat secepatnya hehe. Kdng suka amazing kalau ada cerita2 bgmn naik haji dgn cara tak terduga. Emang ke tanah suci itu undangan-Nya ya

  8. Lina W. Sasmita says:

    Berhaji itu perlu energi dan stamina yang kuat. kalau Allah berkehendak, saya inginnya berhaji di usia sebelum 50 tahun supaya masih sehat dan kuat. Kalau sudah tua, sepertinya melangkah dan berjalan jauh saja perlu effort yang banyak.

  9. Mutia Nurul Rahmah says:

    Kalau aku targetnya sih Umur 35-40 sih. Harap a nya disaat itu sudah ada anak yang masuk usia sekolah. Kalau pun ditinggal Haji juga tidak susah. Semoga dimudahkan

Leave a Reply to Titik Asa Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s