Ini Rencana Solo Traveling Setelah Pandemi Berakhir

Supaya tetap sehat jiwa raga, salah satu tips yang saya lakukan adalah: BERIMAJINASI alias ngayal dulu aja dah ๐Ÿ˜€ Yep, berimajinasi pagebluk corona ini udah tamat dan ga ada virus or pandemi lainnya. Pokoke semua sehat seger waras, ga perlu dilanda ketakutan, was-was, pakai masker all the time, jaga jarak dan sebagainya itu. Nah, kalo everything udah back to normal, imajinasi selanjutnya adalah: pengin banget solo traveling!

Kenapa?

Yaaa, kenapa tidak. Solo traveling itu asyik, lho. Kita bisa mengeksplorasi destinasi sesuka hati. Tanpa perlu ngerasa โ€œga enakanโ€ atau sungkan dengan travelmate. Eh, perlu saya garisbawahi ya, solo traveling ini artinya pergi ngelencer/ wisata sendirian. Bukan berarti traveling ke kota Solo alias Surakarta hehehhehe *krik krik

Akan tetapi, banyak orang yang belum-belum udah ngerasa gak nyaman ber-solo traveling. Takut dikira ansos alias anti sosial, katanya. Ah elaahh, ngapain sih mikirin pendapat/komentar orang lain? Hempasin aja shay!

Bicara soal solo traveling, ini nih sejumlah kota yang bakal saya jadikan destinasi. Aselik, ngeces banget mau ke sini, ASAP alias as soon as possible!

(1). SOLO alias SURAKARTA

Wkwkwkw, ternyataaaโ€ฆ.. paling asyique ber-solo traveling ke Solo ๐Ÿ˜€ Sekitar setahun silam, saya ikutan campaign festival wirausaha di kota Sragen-Jawa Tengah, dan para partisipan diinapkan di hotel Pop, kota Solo. (jarakk Solo-Sragen 1 jam saja)

Lokasi hotel ini di jalan Slamet Riyadi, yang mana pusat kota gitu lah. Minggu pagi ada CFD (Car Free Day) rameee banget, tumplek blek dengan manusia dan aneka pedagang kuliner plus jajanan Solo yang endues markindes!

Sudah pasti aku ngeborong aneka menu pemadam kelaparan. Mulai nasi liwet, pisang + pohong/singkong goreng, ayam crispy, tahu isi, tahu bakso, macem-macem dehโ€ฆ termasuk teh khas Solo yang nasgitel alias panas, legi (manis), kentel. Yuhuuu, sensasinya masih berasa sampe detik ini, gaes!

Nah, yang daku โ€˜sesaliโ€™ adalah: waktu itu, usai event berlangsung, aku malah bikin janji untuk nyoba guest house milik sahabatku di Jogja. Jadinya gak bisa berlama-lama mengeksplorasi Surakarta dan sekitarnya. Hiks hiks. Padahal, buanyak destinasi yang belum aku satroni. Lokasi pepotoan yang hype, termasuk beberapa pondok pesantren modern, kayak As-Salaam, yang pengin banget aku datang ke sana. Kenapa? Soale aku berharap, pas menginjak bangku SMA nanti, anakku masuk PonPes (aaamiiin!) Jadi kudu survey mulai sekarang kan.

Rencana, aku bener-bener mau nanyain gimana metode ponpes di sini. Trus, proses pembelajarannya gimana. Aktivitas sehari-hari seperti apa, dan (ini bagian yang paling penting) uang pangkal + SPP bulanannya berapa. Semogaaaaaa Allah berikan takdir terbaik buat keluarga kami, di sektor per-Ponpes-an ini. Aamiiin. Mohon doanya ya, manteman sekalian.

(2). Malang dan Batu

Ya ampuun, eikeh kan tinggal di Surabaya yak. Tapii, udah lama (sekitar setahun) daku nggak main-main ke kota tetangga ini. Padahal, deket banget, apalagi kalo naik tol, mungkin butuh 1,5 jam doang di jalan.

Malang dan Batu adalah destinasi yang super duper nyaman. Hawanya sejuk. Dan kadang kalau lagi beruntung, aku bisa merasakan aroma harum mewangi, tatkala menghirup napas di kota ini. Apa ya? Semacam sensasi petrichor? Ini yang nggak bisa didapatkan di kota Surabaya, yang sarat polusi udara wkwkw.

Ngebolang sendirian ke Malang dan Batu tentu bukan sesuatu yang challenging banget. Karena moda transportasi jenis apapun tersedia di kota ini. Mau yang gampil? Ofkors pake ojek online. Kalau pengin muter-muter sembari merasakan sensasi jadi local citizen? Ya hayuklah naik angkot.

Makanan di kota ini juga banyaaaakk dan nyaris sulit menemukan yang berlabel โ€œtidak enakโ€ hehe. Ya iyalah. Suhu yang nyaman. Pemandangan yang assoy. Orang-orang yang ramah. Warung dengan harga murah. Pokoke, I really looveee Malang dan Batu!

(3). Pacitan

Ini kota kelahiran Ibuku. Setelah ibuku berpulang, entah mengapa, seperti โ€œada jarak yang mengangaโ€ antara aku dan keluarga besar. Barangkali salah satu alasannya adalah, karena aku jarang ke Pacitan. Sebelum pandemi ini, baru sekali doang aku bertandang ke sana. Itupun hanya menginap semalam.

Enjoy Traveling!

Rasanya ingin menyusuri keindahan bentang alam di kota asal ex Presiden RI, Bapak SBY ini. Pantai-pantainya yang eksotis, goa-goanya yang indah, warganya yang super-duper ramah. Aku kayaknya harus segera menetapkan tanggal berkunjung ke Pacitan. Semoga sehat jiwa raga, dompet juga tidak menganga, wkwkwk.

Apalagi, di Pacitan aku bisa ketemu dengan para sepupu yang masih duduk di bangku sekolah. Mereka ini putri bulek/tanteku, yang jarak usianya terpaut jauh banget dengan Ibuku.  Jadi gini, ibuku tuh anak nomor 2, nah bulekku anak nomor 8. Nggak heran, sepupuku umurnya setengah umurku gitu deh ๐Ÿ˜€ *dijelasin*

Nama sepupuku LIA. Anaknya manis, rajin bantu orang tua, sopan, rajin belajar, temannya banyak banget, pokoke gaul abis dah! Nah, sayangnya, doi (dan banyak teman sekolahnya) rada blingsatan pasca diberlakukannya pola PJJ alias Pembelajaran Jarak Jauh. Kenapa? Ya apalagi kalo bukan masalah kuota ye kan.

Untunglah, aku dapat kabar gembira syalala dari Smartfren! Yap, Smartfren Dukung Sepenuhnya Bantuan Kuota Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sekedar informasi, Smartfren siap berkontribusi dalam program Kuota Belajar bagi Siswa, Guru dan Dosen yang diselenggarakan pemerintah sebagai pendukung kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh. Program ini berupa penyediaan kuota internet untuk para peserta didik dari tingkat pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah pertama, pendidikan menengah atas dan pendidikan tinggi.

Untuk mengetahui Bantuan Kuota Internet dapat dicek langsung ke aplikasi mySmartfren atau ketik *123# atau *995#

Program bantuan kuota internet dari pemerintah ini akan diberikan sesuai dengan ketentuan dari pemerintah, ya.

Bantuan kuota internet tersebut dikirimkan untuk periode 4 bulan, yakni September โ€“ Desember 2020 untuk seluruh nomor prabayar maupun pasca bayar Smartfren sesuai ketentuan bantuan kuota internet yang ditetapkan pemerintah.

Yeayyy! Senangnyaaa kalo bisa ber-solo traveling dan membagikan info berfaedah kayak bantuan kuota internet ini. FYI, Sejalan dengan ketentuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bantuan kuota internet dibagi menjadi dua jenis yakni Kuota Internet All Access yang bisa digunakan mengakses semua aplikasi dan Kuota Belajar yang hanya bisa dipakai mengakses situs serta aplikasi pembelajaran yang ditetapkan pemerintah. Aplikasi yang bisa diakses menggunakan Kuota Belajar dapat dicek melalui http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id (*)

89 thoughts on “Ini Rencana Solo Traveling Setelah Pandemi Berakhir

  1. omnduut says:

    Kangen juga dengan Solo. Gak puas blusukan dan wisata kulineran saat ke sana beberapa tahun lalu haha.

    Itu Smartfren baik bener. Sangat ngebantu anak Indonesia biar makin pinter. Ketjeh!

    • @nurulrahma says:

      Kalo Yayan dan manteman blogger Palembang main2 ke Solo, pls kabari aku yhaaa ๐Ÿ˜€

      ntar aku pinjem pintu ajaib Doraemon, biar langsung cuss ke Stasiun Balapan, kuto Solo sing dadi kenangan…. Kowe karo akuuuu *auto-nyanyik*

  2. Nita Juwithafina says:

    Aku belum pernah ke Solooo.. taunya lewat aja menuju jogjess… bole nih skali2 ksana yaaa ^^ ๐Ÿ™‚ menjajaki solo kayak apa hehe

  3. Nurul Sufitri says:

    Kalau Malang sih aku udah pernah beberapa kali trus main2 ke semua Jatim Park, 1, 2 dan 3. Kepengen kelar pandemi ajak mama papaku juga road trio to Bali dan Lombok aamiin ๐Ÿ˜€

  4. Lidya says:

    Kemana-mana butuh koneksi internet sekarang buat sekolah anak-anak. Ada enaknya sih isa sekolah dari rumah nenek misalnya hehehe tapi ya gak mau juga begini terus, Untuk kuota belajar dari Smartfren bantu banget ya buat pembelajaran jarak jauh

  5. unggulcenter says:

    widih keren mba, solo traveling ya. Ga ajak bocah2 inih, me time sesekali perlu juga untuk melepas penat dan membawa energi positif setelah traveling. Ngga perlu jauh2 kayak rencana mba, itu udah asyik banget kayaknya

    • Nurul Fitri Fatkhani says:

      Sama, Mbak. Saya juga termasuk yang gak berani solo traveler. Lebih sering pergi bersama keluarga inti saja.

  6. Diah Kusumastuti says:

    Ya Allah.. Mbak Nurul yang telah melanglang buana ke Amrik, Mekah dsb ternyata usai pandemi pengennya ke Solo Malang dan Pacitan! Hihihi.. kok hampir sama kaya aku. Aku udah kangen banget Solo, dan pengen banget ke Malang juga, huhu.
    Btw jangan biarkan jarak menganga ke keluarga Pacitan, Mbak.. ntar beneran ke sana ya kalau pandemi usai ๐Ÿ™‚

  7. Nabilla DP says:

    pengen kulineran yaa, mbaak.. aku sih kalo pandemi berakhir pengennya nurutin keinginan anak2 dulu. baru deeh emaknya yang ngeluyur hihi

  8. CREAMENO says:

    Waaaah, habis baca tulisan mba Nurul jadi kepikiran sama Solo, sudah lama sekali nggak ke sana. Saya punya memori indah makan gudeg malam-malam di jalan apa yah (lupa namanya) tapi jalan tersebut sangat lebarrrr dan ada banyak penjual gudeg di sana ๐Ÿ˜

    Wish one day bisa kembali berkunjung ke kota Solo — dan mungkin mba Nurul minat ke Bali suatu hari nanti, hihihi ๐Ÿ˜†๐Ÿ’•

  9. Maria Soemitro says:

    hihihi setuju pisan,

    sekarang mah mau travelling,edukasi, belanja bahkan mau makanpun yang penting internet kenceng dan murah ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

    Lha pandemi ini ngga hanya takut ketularan/menularkan, pemerintah kota juga menerapkan protokol covid 19, jadi mending di rumah saja

  10. Ririn Wandes Melalak Cantik says:

    Setelah pandemi ini berakhir memang pengen banget menjelajah ya mbak. Hmm,Solo memang menyenangkan juga nih,baru sekali kesana tapi memang suasananya santai dan tenang.Btw,saya pun pecinta travelling sendirian dan sudah punya rencana juga untuk tahun depan semoga pandemi berakhir.

  11. annienugraha says:

    Duh sama nih dah pengen banget traveling lagi. Kalau saya sih segera terbang ke Bali begitu corona usai. Rumah ke-2 yang kaya dengan beragam destinasi wisata.

  12. Ruli retno says:

    Mbak kacamatamu pas di pacitan kok lucu seehhh? Mbok ya aku di silihi, wkwkwk.. aku pengen banget juga ke pacitan itu

  13. Nurul Fitri Fatkhani says:

    Saya gak pernah mau solo traveling tapi bukan karena takut dinilai anti sosial, Mbak. Lebih karena gak nyaman aja, takut sendirian ke mana-mana hihihi

  14. Uniek Kaswarganti says:

    Aku tipe ga bisa solo traveling mba. Harus ada teman ngobrolnya. Malah mati gaya kalau sendirian. Paling nggak ada 1 aja temannya gitu dan harus rela kuajak ngobrol terus, bukan yang tipe pendiam pokoknya. ๐Ÿ™‚

  15. Ruziana says:

    Klu saya pengin mudik karena udah mau 3 thn ga pulkam ke padang.
    Terus bawa anak jalan2 ke jakarta, mau ngenalin ibukota negara indonesia ke anak yg sekarang duduk dibkelas 3 SD.
    Misalnya ttg monas, taman mini dll

  16. Susi says:

    Keren, bisa solo traveling. Kalau saya suka duo traveling tapi temannya harus tahan jalan kaki jauh, tahan lapar, antimalu kalau berhenti lama, dan ga mudah ngantuk. Hihihihi

  17. Ana ike says:

    Kalo traveling ke Solo berkabar, mbaak. Di sini sebenernya nggaj banyak tujuan wisata si. Tapi emant juara kalo kulinernya, haha. Atau ya ke TW (wilayah tetangganya Solo) yang punya segudang destinasi wisata

  18. Nurul Sufitri says:

    Baru ngeh kalau Surakarta itu alias Solo hahahhaa ๐Ÿ™‚ Trus aku cuma lewatin aja ga berhenti sebentar atau makan apa kek, nyeseyl jadinya hahaha ๐Ÿ™‚ Kepengen nyoba masakan mbok2 di pinggir jalan kayak di foto kayaknya enak benner, nikmatnya sampai ke hati nyam3x ๐Ÿ™‚

  19. Juliastri Sn says:

    Jalan sendirian emang asyik ya mba. Jaman aku masih single dulu, paling demen jalan-jalan sendiri. Sekarang banyak hal yang harus dipertimbangkan karena sudah ada buntut yang pasti ikuten nglewer hehe..

  20. yenisovia says:

    Wah seneng aku mba lihat ekspresi jalan-jalannya. Keliatan banget bahagianya hahaha ๐Ÿ˜‚. Semoga corona segera berakhir ya mba biar kita bisa jalan-jalan. Aku udah mulai bosen di rumah. Siapa tahu nanti kalau corona selesai aku bisa bersolo travelling hahaha ๐Ÿ˜‚

  21. Andiyani Achmad says:

    wah mba samaan, aku juga ada rencana buat Solo Traveling dan Traveling Backpacker bareng suami dan anak dengan cara road trip. Semoga ya covid cepat menghilang dari muka bumi ini jadi bisa terealisasi rencana mba dan jutaan manusia di muka bumi ini aamiin

  22. duniabiza says:

    quota belajar gratis ini membantu banget ya buat pandemi… jadi selama ini sebenarnya kalau mau berubah ada akses yang luas ya mba untuk belajar. namun sayang masih banyak yang belum memanfaatkan quota belajar gratis ini… semoga makin banyak yang tahu….

  23. Dedew_Writer (@dewirieka) says:

    Duh duh aku belum berani solo traveling hihihi cemen ya, palingan perginya saja sendiri nanti di sana bakal ketemu rombongan dll baru deh wisata bareng…yang Solo kan pas kita ketemu ya sayang nggak sempat ngobrol, langsung ke tempat acara dan daku pulang nggak nginap..

  24. Aprillia Ekasari says:

    Gak ada rencana solo traveling adanya pergi rame2 haha, pertama jelas mudik.
    Lalu, mungkin ke beberapa tempat/ daerah lokal dulu sambil nabung buat jalan2 ke LN sekeluarga.
    BTW ini di sekolah anakku juga dikasi smartfren ๐Ÿ˜€

  25. Diah Kusumastuti says:

    Salut sama orang-orang yang biasa solo traveling. Mandiri banget ya mereka, hihihi.
    Ssmoga keinginanannya terwujud semua ga Mbak nantinya. Aku pun juga pengen ke Solo dan Malang kalau sikon dah normal ๐Ÿ™‚

  26. putrisb says:

    Kangen banget saya bisa solo travelling lagi … Sudah hampir setahun g solo traveling. Selama pandemi ini g bisa kemana- mana… Saya sendiri paling suka solo travelling, karna saya g suka mengikuti kemauan orang lain dan biar bisa bebas mengatur waktu….

  27. sarwono0 says:

    semoga saya juga bisa traveling setelah pandemi berakhir khususnya traveling ke yogyakarta.
    terimakasih kak artikelnya sangat membantu tugas kuliah saya. sukses terus dan ditunggu artikel selanjutnya
    perkenalkan nama saya Sarwono dari ISB Atma Luhur

  28. Evi says:

    Saya belum pernah solo traveling. Bukan takut dikira antisosial tapi takut jalan sendiri. Takut nyasar dan takut kayak orang begok di negeri yang tak saya kenal. Jadi penghambat solo traveling itu emang tak lebih dari takut..takut…dan takut…Padahal bisa dilatih untuk menghilangkannya ya, misalnya jalan ke tempat dekat-dekat aja dulu seperti ke Kota Solo ๐Ÿ™‚

  29. Tian Lustiana says:

    Belum pernah solo travelling dan ga kepikiran mau solo traveling juga hehe. Tapi kayaknya seru sih, tapi suka takut haha banyak tapi nya.

  30. winda - dajourneys.com says:

    awal pandemi sempet mikir gitu mbak, masih optimis beberapa saat lagi pandemi berakhir kita kesini kesitu, tp sudah 7 bulan begini2 aja, lama2 pesimis ๐Ÿ˜ฆ ga kepengen kemana2, asal bisa meleawati krisis dan pandemi ini saja sudah bersyukur

  31. Dewa Ayu says:

    Mba nurul keren banget sih bisa punya waktu fleksibel untuk solo travelling, ga semua wanita punya chances kaya mba huhu saya doakan segera pandemi berakhir jadi mba nurul bisa segera lan jalan ya salam dr Bali

  32. Bibi Titi Teliti says:

    Wah, baca tulisan solo traveling di masa pandemi bikin jadi kangen travelling nih mbaak
    Aku sih rencananya kalo gak pandemi, liburan Juni kemaren mau backpacker berduaan ama si anak gadis Kayla ke Jogja gitu. Dia udah bikin itinerary buat nongkrong berduaan aja sama mamanya dan terpaksa batal huhuhu

    Semoga semuanya cepet berlalu dan kita bisa jalan2 lagi yaaah

  33. fanny_dcatqueen says:

    Sabtu besok aku mau mudik ke solo mba. Tp ga berani naik transportasi umum, naik mobil pribadi aja :D.

    Kalo solo traveling jujurnya aku ga berani, dan blm mau :D. Kayaknya itu bukan tipeku. Selama ini tiap trveling aku slalu Ama suami, temen ato kalo g ada samasekali yg nemenin, aku pasti milih travel. Pokoknya hrs ada temen :D. Pernah sekali nyoba, aku ga bisa enjoy. Lgs nelpon suami minta dia nyusul besoknya hahahahah. Sejak itu ga prnh lagi coba2 mau solo. :). Krn bukan style travelingku sih yaa ๐Ÿ™‚

  34. Reyne Raea says:

    Kangen Malang ya Mba, cuman bisa traveling virtual aja dulu, demi keamanan.
    Meskipun jujur kangen juga jalan-jalan keluar kota.

    Btw asyik juga ya kuota belajar gratis dari smartfren ini ๐Ÿ™‚

  35. Ainhy Edelweiss says:

    Salut banget mba suka solo traveling, kalau saya malah gak bisa huhu, pernah trauma solo sendiri jalan2 jd yah gk mau ngulangin lgi

  36. Rach Alida says:

    Sungguh aku tak sabar ingin zekali traveling. Tapi tak nyaman rasanya traveling di masa pandemi seperti ini. Inginku seperti dulu. Dan ada banyak pilihan tempat yang ingin dikunjungi

  37. Iid Yanie says:

    Pengen banget deh solo traveling gini karena saya suka jalan2 tapi karena anak masih kecil terpaksa nunggu 5 tahun lagi deh buat mewujudkan impian , Malang dan Batu destinasi impian banget nih ๐Ÿ™‚

  38. demia says:

    waaa asik banget mau solo travelling hihihi, aku masih belum berani kalo solo travelling hehehe, tapi setelah pandemic ini berakhir, pengen banget travelling juga sama si hubby hihi

  39. Aprillia Ekasari says:

    Aku kyknya juga mau ke Pacitan supaya anak2ku tahu akarnya mbak, masih ada budhe dan sauadara di sana. Pengen ngajak anak2 main ke pantai dan goanya yang terkenal itu ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s