Ayo Jalani “Pilihan Lebih Sehat” untuk Hidup Lebih Baik!

Ayo Jalani “Pilihan Lebih Sehat” untuk Hidup Lebih Baik!

“Waduh, aku lupa, euy, kalau kita sekarang lagi ada di Jogja. Tadi aku pesan es teh, ternyata dikasih es teh manis banget! Padahal, kalau di Bandung, bilang ‘es teh’ ya artinya dikasih es teh tawar.” 

Toni, temanku yang asli Bandung, ‘complain’ dengan es teh yang tersaji di meja kami. Cuaca Jogja lagi panas-panasnya. Seger banget kalo minum es teh. Ternyata selera dan persepsi kami soal “es teh” berbeda jauh. Menurut Toni, es teh yang baik dan benar itu tanpa gula. Tapi, buat saya (arek Suroboyo) dan mayoritas warga Jawa Tengah, Jogja dan sekitarnya, es teh itu kudu memenuhi syarat: gitel alias legi (manis) dan kental. 

Pertanyaannya, siapa yang mengenalkan karakter ‘es teh’ pada kami? Yap….tidak lain dan tidak bukan, ortu kami masing-masing. Ibuku setiap pagi dan sore selalu membuatkan teh panas yang manis banget. Takaran gulanya bisa mencapai satu sendok makan untuk masing-masing gelas. Kebiasaan ini, saya wariskan ke diri sendiri, dan ke keluarga. Anakku jadinya mengasosiasikan es teh/teh hangat itu harus manis. Kalau kadar manisnya dikurangi, wah, bisa-bisa dia bakal nambah gula pasir sendiri dalam takaran yang tidak semestinya. Duh. 

Belakangan ini, saya berupaya untuk mengubah habit seputar konsumsi gula berlebih ini. Kenapa? Salah satunya, karena ada kerabat kami (om saya) yang terkena diabetes melitus, dan kakinya diamputasi. Makin ke sini, saya berupaya untuk membiasakan gaya hidup yang lebih sehat. Ini butuh dukungan dari seluruh elemen keluarga. Tapi yang jelas, sosok Ibu memang punya peranan yang amat signifikan. 

Coba tebak. Apa salah satu blessing in disguise pagebluk corona? Kalau dari kacamata ibu rumah tangga, adanya pandemi ini membuat mayoritas ibu-ibu jadi lebih concern dengan serba-serbi kesehatan. Sedapat mungkin, kami menyajikan menu makanan yang bergizi dan memenuhi nutrisi untuk kebutuhan tumbuh kembang anak. Betul begitu kan, Buibu?

Nah, salah satu yang jadi perhatian saya adalah: Gimana caranya menerapkan healthy lifestyle, dengan memilih produk yang lebih sehat. Artinya gini. Tidak dapat dipungkiri, selama ini, banyak ortu yang sudah terlanjur membiasakan konsumsi gula-garam-lemak dalam jumlah over buat anak-anak. Padahal, kita semua sudah mulai paham, bahwa mengonsumsi gula-garam-lemak dalam jumlah berlebih, tentulah tidak baik.

Saya mulai jeli perkara kadar gula-garam-lemak ini. Ketika belanja bulanan, saya biasa memperhatikan informasi gizi yang tercantum pada kemasan produk. Well, memang agak challenging sih, karena tulisannya kan kecil-kecil, wkwkwk. Tapi, ya, ini kudu saya lakukan, lantaran ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga. Dengan memahami informasi gizi inilah, saya bisa meng-adjust kebutuhan harian akan gula-garam-lemak, utamanya yang terkandung dalam produk pangan olahan.

Akan tetapi, belakangan ini, kok jadi makin lelah yhaaa, mantengin tulisan yang super-mini itu. Lagian, beberapa kali saya ketemu istilah bahan pangan yang nggak kunjung bikin paham. Istilah bahan kimia apalah apalah gitu deh. Makanya, saya bersyukur banget, ternyata Badan POM mengeluarkan peraturan Nomor 22 Tahun 2019 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan, yang salah satunya mengatur pencantuman logo “Pilihan Lebih Sehat”. Wah, asik banget nih! Karena dengan terobosan ini, kita bisa makin gampang kan, untuk menemukan produk pangan olahan yang lebih sehat di antara produk sejenis, apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Minuman Siap Konsumsi Menerapkan Logo “Pilihan Lebih Sehat”  

Pada Rabu, 30 September 2020 lalu, saya mengikuti  webinar Cara Cerdas Memilih Produk Pangan dengan Logo “Pilihan Lebih Sehat” bersama Nestlé Indonesia.

Dalam webinar ini, Direktur Standardisasi Pangan Olahan Badan POM, Dra. Sutanti Siti Namtini, Apt, Ph.D  mengemukakan sebuah fakta yang bikin miris. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, 2013, dan 2018 yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia. Tren ini diprediksi akan terus berlanjut dan dikhawatirkan mempengaruhi bonus demografis di tahun 2030 nanti. 

“Menurut data WHO, penyakit tidak menular merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan prevalensi penyakit tidak menular adalah mengembangkan pedoman yang mendorong masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL). Karena itulah, Badan POM membuat terobosan logo “Pilihan Lebih Sehat” agar mudah dipahami masyarakat. Dalam tahap pertama ini, kita memfokuskan logo untuk minuman siap konsumsi, mie dan pasta instan. Ketiga kelompok tersebut merupakan produk yang paling sering dikonsumsi masyarakat,” jelas Sutanti. 

Adapun Perwakilan Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Dr. Rimbawan mengapresiasi terobosan yang dilakukan BPOM. “Penerapan Logo “Pilihan Lebih Sehat” pada tiga kelompok produk pangan olahan tersebut sangat tepat. Selain karena produk tersebut digemari, kontribusi tertinggi gula produk pangan olahan terdapat pada minuman kemasan, sementara garam pada mi instan. Di samping itu, terdapat peningkatan konsumsi produk olahan di masyarakat sehingga terobosan ini bisa jadi medium edukasi yang baik,” ucap Dr Rimbawan. 

Bagaimana Syarat Mendapatkan Logo “Pilihan Lebih Sehat” dari BPOM?

Semua produk minuman siap konsumsi dan mie instan bisa mencantumkan logo “Pilihan Lebih Sehat” asal memenuhi syarat yang diterapkan oleh BPOM. 

Kepala Subdit Standardisasi Pangan Olahan Tertentu Badan POM, Yusra Egayanti, S.Si, Apt, MP  menjelaskan mengenai hal ini.  Untuk tahap pertama, semua produk minuman siap konsumsi, mie instan dan pasta bisa mendapatkan logo tersebut. Apa saja syarat yang dibutuhkan? Kadar gula minuman siap konsumsi tidak melebihi 6 gram per 100 ml serta tidak menggunakan pemanis buatan. Sementara untuk mi instan dan pasta, lemak total harus 10g per 100 g, garam 900 mg per 100 g.

“Produk yang memiliki logo “Pilihan Lebih Sehat” ini lebih sehat dengan perbandingan produk sejenis dan jika dikonsumsi secara wajar,” ungkap Ega dalam webinar.

Terobosan BPOM ini diapresiasi oleh selebriti Donna Agnesia. Menurut Donna label gizi yang lebih sederhana dan mudah dimengerti konsumen itu sesuatu yang signifikan banget. 

“Kalau baca belakang kemasan produk pangan, banyak banget tulisannya, kecil-kecil. Kalau belanja sama Darius, aku suruh dia yang baca, aku lihat bagian (tulisan) yang besar saja, mata sudah plus,” seloroh Donna.

Donna pun menyambut baik adanya terobosan baru dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar label gizi dibuat lebih sederhana dan mudah dimengerti. Produk minuman siap konsumsi serta mi instan dan pasta instan yang memenuhi kriteria batasan kandungan gula, garam dan lemak yang sudah ditetapkan pun dapat mencantumkan logo “Pilihan Lebih Sehat”.

 Komitmen Nestlé untuk Menghadirkan Produk “Pilihan Lebih Sehat” 

Dalam webinar ini, Presiden Direktur Nestlé Indonesia, Ganesan Ampalavanar menyampaikan sambutannya. “Pengetahuan tentang pemenuhan gizi seimbang serta pembatasan asupan gula, garam, dan lemak di Indonesia merupakan sebuah masalah yang membutuhkan perhatian kita semua, dan kami sangat mendukung upaya pemerintah untuk mendorong konsumen agar dapat memilih pangan yang lebih sehat,” jelas Ganesan Ampalavanar.  

Nestlé Indonesia merupakan produsen yang siap mengedarkan produk dengan logo “Pilihan Lebih Sehat”. 

Direktur Corporate Affairs Nestlé Indonesia, Debora Tjandrakusuma menjelaskan saat ini produk minuman siap konsumsi seperti MILO Activ Go, Dancow, dan Bear Brand sudah mendapatkan logo “Pilihan Lebih Sehat”, dan akan mulai beredar di pasaran pada kuartal 4 tahun 2020. Sebelumnya untuk produk MILO Activ Go dan Dancow Nutritods, Debora mengatakan Nestlé sudah mengurangi kandungan gula dan mengganti dengan bahan yang lebih sehat.

 “Sebagai produsen yang menyadari konsumsi gula, garam, dan lemak masyarakat Indonesia cukup tinggi, kami berkomitmen untuk mengurangi kandungan gula di produk kami. Seperti pada MILO Activ Go dan Dancow Nutritods. Meski harus mengurangi kandungan gula untuk mendapatkan logo “Pilihan Lebih Sehat” dari Badan POM, kami menjamin cita rasa produk kami tetap akan disukai karena telah melalui tes konsumen,” kata Debora. 

Nestlé Indonesia mengambil bagian dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat. Infonya bisa dicek di: http://bit.ly/SNpilihanlebihsehat

Siiipp…! Sekarang Buibu jadi makin gampil kan, mendapatkan produk terbaik untuk keluarga. Kuyy, kita pilih yang ada logo “Pilihan Lebih Sehat”. Selamat mempersembahkan yang terbaik, ya. (*)

183 thoughts on “Ayo Jalani “Pilihan Lebih Sehat” untuk Hidup Lebih Baik!

  1. Eni Rahayu says:

    dari dulu akutuh suka milo karena manisnya pas gitu, enggak kemanisan karena pada dasarnya aku emang gak suka manis, hehe

  2. hidayahsulistyowati says:

    Asikkk ketiga produk itu pilihan anakku, dan kandungannya memang bagus sih. NAh sekarang udah beredar dong di pasar dan supermarket. Udah masuk kuwartal keempat kan ini? Oiya, aku kalo baca tuh pakai hape, motret tulisannya yang kecil itu, trus aku perbesar saat baca, wkwkwk

  3. Maria Soemitro says:

    pantesan kok kaya kenal, ternyata Dona Agnesia

    ((kenal))

    pekerjaan rumah buatku nih: mengurangi gula

    selain bikin gemuk juga bikin penyakit, tapi kalo udah kecanduan emang susah

    kepala pening jika belum ketemuan dengan gula 😀 😀

  4. Diah Kusumastuti says:

    Wah jadi sekarang lebih gampang ya kalau mau belanja yang sehat-sehat, hehe.. pusing emang kalo liatin satu per satu komposisinya. Apalagi aku kalo belanja mesti cepet-cepet, kalo enggak krucils bisa nambah jajan ini-itu, haha..
    Btw anak-anakku juga suka minum Milo 🙂

    • Merida merry says:

      Wah … Baru tahu nih arti ceklist hijau itu. Selanjutnya kalau beli produk selain cari label BPOM dan Halal, juga perlu cari tanda ceklist ini ya biar lebih terjamin. Makasih infonya, Mbak.

    • Aprillia Ekasari says:

      Untuk saat ini, sementara ini, hanya tersedia di makanan atau minuman siap konsumsi, khususnya minuman kemasan kyk Milo ini dan mie/ pasta. Moga ke depannya bisa jg utk produk yang lain ya

  5. Syarifani Mulyana says:

    Aku sama anak-anak selalu konsumsi produknya Nestle.
    Seneng denger mereka makin perhatian sama kesehatan, dengan mencantumkan logo Pilihan Lebih Sehat.
    Selain produk susu Nestle, produk makanannya apa sudah tercantum logo Pilihan Lebih Sehat juga kah?

  6. dwipermitasari says:

    Penerapan Logo “Pilihan Lebih Sehat” – maturnuwun sampun berbagi info baik ini mbak, jadi pengingat ya.. besok2 kl belanja aka lebih fokus ke label / logo yg tercantum di kemasan ya.. smg nantinya makin banyak lagi produk2 yg menerapkan logo “Pilihan Lebih Sehat” disamping logo halal ya .. – all the best mbak

  7. riawani elyta says:

    adanya kode pilihan lebih sehat bisa jadi panduan untuk konsumen. dan semoga produsen makanan pun lebih cermat dalam komposisi

  8. Okti Li says:

    Jadi ingat masa kecil, berasa bangga kalau dibelikan dan dibekali Milo kemasan ke sekolah. Maklum tidak bisa beli Milo setiap saat.
    Sekarang bersyukur, bisa memberikan Milo setiap hari untuk kebaikan pertumbuhan anak.

    • Mechta Deera says:

      TOS dulu mba..Milo juga mbawa kenangan masa lalu yg indah. Kalau saya sih kenangan masa kuliah. Milo hangat sahabat setia di malam harinya Bogor yang dingin…ah..jadi nostalgia deh hehe..

  9. Melina Sekarsari says:

    Waduh, selama ini aku yang nggak suka berlama-lama di pusat perbelanjaan ini, cuma sebatas melihat kemasan rusak atau nggak, masa berlaku, dan logo halal saja. Ternyata si tulisan kecil imut-imut di belakang itu kudu dibaca juga, ya. Kelihatan, sih. Tapi terus terang nggak paham juga, hihihi … Dengan adanya label “Pilihan Lebih Sehat” ini, tentu sangat membantu orang-orang yang awam ilmu gizi sepertiku.

  10. rikawidiastutialtair says:

    Kalau Milo nggak diragukan lagi enaknya. Pilihanku bgt ini. Seneng sekarang nestle ada logo pilihan hidup sehat. Dan aku baru tahu juga ada logo begini. Selama ini cuma tahu logo halal. Thanks infonya mba

  11. Diyanika says:

    Susu kesukaan anakku nih, mbak, Milo dan Dancow. Emang manisnya nggak nampol nih. Aku baru tahu kalau ternyata arti dari ceklis hijau itu to artinya. Hihihi. Untung saja benar milihku, ya. Kemudian tentang GGL, aku baru tahu juga kalau ada tambahan lemak. Selama ini ya nguranginnya gula dan garam yang utama. Terima kaish ya Mbak infonya.

  12. AdrianaDian says:

    besok kalo belanja mau liat logo pilihan lebih sehat ini ah pas liat liat produk yang mau dibeli. Jadi lebih gampang memutuskan kalo mau belanja produk yang lebih sehat yaaaa.. makasi infonya maaak

  13. artwel says:

    Nah ini PR banget buat saya yang kebetulan juga bu ibu buat ngatur gaya makan keluarga seminimal mungkin make gula dari sekarang. Kalau udah kebiasaan kena Gula, apa apa kalo dikasih gula dikit, rasanya kurang enak :D.

    Terobosan baru ini, memudahkan kita belanja sehat ^^

  14. annienugraha says:

    Awareness akan asupan memang wajib terus disosialisasikan ya Mbak. Termasuk diantaranya bijak dalam memilih produk yang bernutrisi baik dan menjauhkan kita dari berbagai penyakit. Seneng baca artikelnya. Saya jadi nambah pengetahuan tentang dunia kesehatan.

  15. winda - dajourneys.com says:

    surabaya juga sama mbak 🙂 saya kan tinggal di bandung ya, kalau pesen es teh tu otomatis datangnya tawar. pas tugas di surabaya, pesen es teh jadinya manissss banget, sampe minta tambahan gelas dan es lagi buat di jadikan 2 gelas wkwkkw

  16. Susi says:

    Setuju banget nih dengan bagian awal tulisan ini. Kadang sbg orangtua kita emang nggak terlalu memperhatikan apa yang dimakan/diminum oleh anak. Padahal penting banget ya, apalagi zaman sekarang penyakit udah aneh2. Thanks sharingnya mbak, pelajaran juga buat aku sbg ibu baru 🙂

  17. Aprillia Ekasari says:

    Sekarang jadinya pas mau beli makanan atau minuman siap konsumsi juga memperhatikan ada atau gaknya logo ini deh, selain logo halalnya hehe. Biar makin sehat kn asupan yg kita konsumsi jg sehat.

    • Aprillia Ekasari says:

      Iya mbak, jangan sampai generasi kita selanjutnya terlalu banyak mengkonsumsi gula, garam, lemak ini ya supaya kita juga bisa mendidik generasi Indonesia yang lebih sehat.

      • HM Zwan says:

        Aku juga mulai ngurangi konsumsi gula mbk. Udah jarang minum teh manis. Biasanya kalo beli makanan dan minuman sering banget ngecek logo halal dan tanggal kadaluarsa. Kalo ada logo Pilihan Lebih Sehat, auto masuk keranjang ya

  18. halochichie says:

    Milo ini tuh kesukaan ku dan anakku juga kita suka tambahin es batu lagi mbak, karena emang lebih enak diminum saat dingin ya. Wah berarti pilihan kita tepat nih, karena Milo ada label pilihan sehat ya.

  19. Gioveny says:

    milo, coco crunch, sama susu beruang the best lah kalo lagi males makan tuh. Bisa jadi pilihan sehat juga kalo si kecil lagi mogok makan

  20. evisrirezeki says:

    Iya, Mbak kujuga suka susah baca informasi nilai gizi ini. Bacanya peer ya keciiiiil banget.
    Buat saya sendiri Nestle menghadirkan produk-produk yang nggak hanya sehat tapi juga enak 🙂

    • Uniek Kaswarganti says:

      Setuju mba, baca berderet-deret huruf kecil banget tuh kadang terlewatkan. Kalau di bagian depannya udah ada logo pilihan lebih sehat, paling enggak udah nyicil ayem dulu kan tau ingridientnya oke untuk kesehatan keluarga kita.

  21. lendyagasshi says:

    Hu uuhm…aku pertama kali ke Bandung ya kaget kok..
    Pas makan, dikasih service minum teh. “Waaah…” dalam hatiku.
    Tapi gak manis…
    Ayeee banget kaan…

    Ternyata lebih sehat yaa…karena mengontrol asupan GGL dalam tubuh.

  22. Ranny says:

    Sekarang mah nggak boleh masa bodoh ya mbak dengan label kemasan, harus bisa meluangkan waktu untuk baca. Adanya logo Pilihan Lebih Sehat ini mudahin kita memilih produk yang aman untuk anak-anak.

  23. fainun says:

    Kadar gula dalam minuman atau makanan ini yang kadang ga kita sadari bikin nambah berat badan terus…hihihi…untung aja sekarang ada pilihan lebih sehat, jadi lebih tenang juga milih milo untuk keluarga

  24. Nabilla DP says:

    sejak anak keduaku sakit anemia, aku jadi lebih teliti untuk baca nilai gizi pada makanan dan minuman yang dikonsumsi keluargaku. jadi lebih paham juga tentang kebutuhan nutrisi untuk dewasa dan anak2, tau dikit2 soal prinsip hidup sehat.. itu salah satu hal yang wajib diperhatikan kali yah, mbak, sebagai ibu2 hihi

  25. katerina says:

    Aku merasa lega baca tulisan ini karena minuman yg rutin aku minum tiap harinya yakni Bear Brand, termasuk salah satu minuman siap konsumsi yg dilabeli “Pilihan Lebih Sehat” dari BPOM. Thanks info pentingnya mbak 🙂

  26. ameliatanti says:

    Karena sejak kicik hidup di perbataasan Malaysia – Kaltara yaaaa .. jadilah daku penyuka MILO! Ini enak karena ga terlalu manis, dan dulu minum MILO dan makan Barley malt tuh udah kayak sehari hari karena mudah didapat.

    Tapi jangan paksa aku minum ais kepal Milo yaaaaa! tak enak!

  27. Rui Akaruicha says:

    Asiknya kalau ada logo “Pilihan Lebih Baik” ya, jadi bisa memilih produk olahan yang kadar gula-garam-lemak nya nggak berlebihan. Kan memang kalau dikonsumsi berlebihan dan jangka panjang, bisa mempengaruhi kesehatan.

  28. Ririn Wandes Melalak Cantik says:

    Saat covid-19 ini menyerang negara kita memang makin serius untuk urusan kesehatan ya mbak. Produk yang dikonsumsi pun lebih diperhatikan karena mempengaruhi ke kesehatan. Btw, minum susu milo ini pun masih saya lakukan tapi tidak yang dalam bentuk kotak begini.

  29. naniknara says:

    Haseeek dengan logo “pilihan lebih sehat” ini, nggak perlu lagi baca informasi nilai gizi yang tulisannya kecil-kecil dan pakai nama ilmiah. Cukup cari tanda centangnya aja

  30. Nurhilmiyah says:

    Milo, Dancow dan Bear Brand sudah dapat logo Pilihan Lebih Sehat ya Mbak… emang kandungan nutrisi baik sekali ya. btw ketiga minuman bergizi itu juga sering saya sediakan di rumah. Saya sendiri suka minum Milo dan susu beruang hehe

    • HM Zwan says:

      Sama mbk, kebiasaan ibuku dari dulu sampe sekarang masih sana.. Bikin teh anget. Alhamdulillah, kalo ada logo Pilihan Lebih Sehat insya Allah nggak takut beliin anak. Milo ini salah satu susu favoritnya Aqla

  31. Sri Widiyastuti says:

    iya mbak, gula berlebihan bisa mencetus diabates, saya juga skrg mengurangi gula dan garam. secukupnya saja, malah kadang saya enggak pake gulgar untuk masakan dan anak saya fine aja sih.

    btw hidup itu pilihan ya mbak, tapi sehat itu harus tetap diikhtiarkan

  32. Helena says:

    minggu lalu beli Milo ga cek logo Pilihan Lebih Sehat. Kalo belanja ga sedetail itu sih milihnya. Sekarang perlu lebih teliti nih supaya asupan gizi keluarga lebih sehat juga.

  33. Nurul Fitri Fatkhani says:

    Penerapan Logo “Pilihan Lebih Sehat” ini sangat bermanfaat bagi konsumen dan bisa memudahkan serta mempercepat kita untuk memilih produk yang sehat dan bergizi untuk keluarga.

    • Kata Nieke says:

      Setuju banget kalau tulisan kandungan nilai gizi dan kandungan bahan makanan/minuman itu hurufnya harus diperbesar dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami konsumen. Saya termasuk yang suka perhatikan label itu soalnya. Kebetulan memang menghindari makanan/minuman berpengawet dan mengandung pemanis buatan. Hurufnya yang kecil-kecil itu bikin mata sampai keriting rasanya 😁😂

  34. Inda Chakim says:

    Seneng deh dengan kabar ini, mbak, secara aku sebagai konsumen setia Nestle terutama utk produk susu bear brand. Dah, baeklah, aku siap jalani hidup sehat bersama kamu, Nestle. Yihaaa

  35. Heizyi says:

    Hahaha… Ternyata rasa es teh di berbagai daerah gak sama ya mbak. Aku juga suka manis. Sekeluarga malah. Jadi baru tahu kalo es teh manis ala bandung iu rasanya tawar 😂

    • Nurul Fitri Fatkhani says:

      Hihihi..iya, kalau di Jawa Barat, kebanyakan es tehnya tawar. Saya malah kebalik, kirain semua es teh itu tawar, ternyata waktu ke Jateng disuguhin es teh manis :))

  36. Arsita Rahadiyani says:

    Terima kasih atas informasinya, Mbak.
    Sangat bermanfaat sekali ini.

    Ini terobosan bagus sekali ya untuk di Indonesian. Agar memudahkan konsumen bisa memilih produk yang lebih sehat dan lebih baik.

    Sosialisasi program seperti ini harus terus dilakukan. Bahwa pemerintah melalui Badan POM turut juga memikirkan kebutuhan masyarakat akan produk yang lebih sehat.

    Tetapi dari kesemuanya, faktor utama untuk keberhasilan suatu program adalah peran aktif dari masyarakat. Sebagai masyarakat kita harus mau membaca dan memeriksa. Jangan hanya mengkritisi untuk disediakan produk yang baik, tapi ikut berpartisipasi dan menyukseskan program atau terobosan yang coba dilakukan oleh pemerintah.

  37. ummunawazim says:

    Hehe, soal es teh, sama dengan saya. Awal saya di Jogja juga gitu, kaget sih apa-apa kok manis. Lauk juga ada yg manis, semacam gudeg itu. Tapi karena kebiasaan di mertua begitu akhirnya ikutan juga.

    Dan, setuju banget mbak . Untuk hidup lebih sehat adalah pilihan. Yap, saat ini lagi berusaha ngurangin gula. Almarhum ibu dan kakak saya pun kena DM. Sedih kalau ingat. Bismillah, semoga kita dimudahkan untuk konsumsi yang lebih sehat ya. Semangat!

    Btw, seneng akhirnya Milo jadi lebih sehat, kesuakaan anak2 nih

  38. Natara says:

    logo pilihan lebih sehat ini hanya ada di produk nestle aja atau emang label keluaran BPOM yang juga ada di produk lain kak? jadi lebih gampang deh ya buat pilih produk sehat untuk keluarga

  39. Susi says:

    Jadi lebih aware lagi soal makanan dan minuman terutama yang akan dikonsumsi anak. Kayaknya hal ini juga perlu disampaikan ke orangtua atau pengasuh anak kita ( bagi ibu bekerja ) supaya mereka juga ikut peduli 🙂

  40. Diyanika says:

    Aku kok malah galfok sama foto Mbak sama layar laptop yang ada ibu-nya, kupikir mirip banget sama Mbak Ika puspita bloger dari Semarang, mirip banget. Hihihi.

    Dari membaca tulisan mbak dna teman lainnya tentang acara ini, aku jadi tahu lho kalau ternyata per harinya tuh ada takarannya, berapa sendok untuk gula, garam, dan lemak.

  41. Helena Magdalena says:

    Haduhh gula gula gula..aku musti bgt stop konsumsi, sehari bisa 3-4x bikin teh manis. Timbangan udh geser ke kanan. Seneng ya kl concern produsen dg pilihan lebih baik. Pilihan yg lbh sehat knp enggak

  42. Ana ike says:

    Anakku tu pernah ada fase seharian bisa ngabisin minimal 6 kotak UHT. Khawatir banget dong karena keluarga bumer tu hampir semuanya diabet.
    Seneng kalau ada produk yang concern sama kesehatan konsumennya kaya Nestlé ini.

  43. J i n g g a says:

    Percaya kalau Nestle memang nomor 1 banget mengutamakan kualitas produknya. Adikku kerja di Nestle Karawang, terbukti banget memang bahkan bakteri satu aja ngga dibiarkan masuk. Kagum, ngga heran kalau harganya sedikit lebih mahal, karena ya kualitasnya itu lho.

  44. Hanifah Nila says:

    Soal pilihan es teh bener banget ya mbak, baru sadar lidah kita memang dipengaruhi cita rasanya oleh orang tua makanya sebagai ibu aku pun selalu berpikir bagaimana cara menyajikan yang terbaik

  45. Mugniar says:

    Menurut data WHO, penyakit tidak menular merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia ya Mak … duh ngeri euy. Harus cari tahu lebih banyak bagaimana menghindarinya.

    • Nurul Fitri Fatkhani says:

      Nah iya, ternyata penyakit tidak menular itu jadi penyebab kematian tertinggi di dunia ya..
      Saatnya kita jaga pola hidup sehat

      • lendyagasshi says:

        Setuju..
        Menjaga diri sendiri dengan memilih makanan yang sehat sekaligus untuk keluarga yang masa depannya masih jauuh…demi menggapai impian anak-anak, harus hidup sehat.

  46. Ruli retno says:

    Aku sepakat sih sama komitmen ini. Kalau ada pilihan gaya hidup lebih sehat kenapa enggak. Apalagi sehatnya juga enak. Ya kan

  47. Travlingku says:

    Logo Pilihan Lebih Sehat, Bener-bener memudahkan kita nih. Jadi praktis baca labelnya yang jelas, padat dan singkat. Kita tinggal cek kadaluarnya, jadi belanjanya juga makin cepet, enggak perlu cek tulisan yang kecil-kecil di kemasannya.

  48. Cempaka Noviwijayanti says:

    Waktu kecil sering minum Milo. Biasanya dibeliin mamah atau di sediain dari sekolah. Sekarang anak-anak juga saya sediakan Milo di rumah. Kadang diminum langsung, kadang diolah jadi puding atau minuman lain. 🙂

  49. Shinta Asrini says:

    Lezatnya milo memang gak ada yang bisa ngalahin yaaa mbaaaa, the best deh apalagi yang uht gini, dinginin dulu di kulkas mantaaap tuh

  50. Erin says:

    Mantap nih kalau di setiap produk ada keterangan ”pilihan lebih sehat”, jadi memudahkan banget ya mba dalam mencari produk yang lebih sehat terutama rendah gula. Semoga dengan program ini angka penyakit tidak menular di Indonesia jadi menurun.

  51. Lina W. Sasmita says:

    Meskipun suka yang manis-manis, kalau urusan teh orang Sunda mah selalu memaknai ngeteh itu adalah teh tawar, tanpa gula. Dan itu memang nikmat serta sehat jika sudah terbiasa. Di Batam dan bagian Kepri lainnya istilah teh manis dingin dan teh manis hangat malah gak dikenal, kedua nama itu lebih dikenal dengan teh obeng untuk teh manis dingin dan Teh O untuk teh manis panas.

  52. Elly Nurul says:

    Aku pilih jalan yang lebih sehat dong hehe.. karena ada pilihan lebih sehat padi jadi pilihan utama dan seneng banget bahwa produk nestle sekarang sudah ada tanda lebih sehat jadi kita mengkonsumsinya juga lebih nyaman ya

  53. Idah Ceris says:

    Betul bangett, mamak-mamak jadi lebih ekstra dalam menjaga kesehatan keluarga saat pandemi. Btw, aku baru tahu ada logo baru Milo. Padahal ya aku lamgganan Milo kotak. 😀

  54. monicaang says:

    Sesuai slogannya, good food, good life, memang produk Nestle bagus-bagus dan kualitas terjamin ya. Secara brand ini pun udah lama dan terpercaya. Salah satu produk yang kami sekeluarga suka ya Milo ini.

  55. Desy Yusnita says:

    Aku juga mengurangi banget makan manis-manisan Mba, karena keturunan diabetes juga. Logo ini tadinya ku pikir klaim dari produsen sendiri, ternyata memang resmi dari BPOM ya. Baru tau….

  56. tari says:

    jujur aja, aku gak tergantung merk sih, hihi. kalo belanja kubaca dr label halal, tgl kedaluwarsa, sampe bahan2nya. termasuk kandungan gizi, carbonya berapa, gulanya berapa. thats why suami males belanja bareng, wkwk.

  57. Karyati Niken says:

    Benar banget ini kalau label gizi yang lebih sederhana dan mudah dimengerti konsumen itu sesuatu yang signifikan. Ehhh aku juga suka minum Milo. Kadang rebutan sama anak juga kalau susu mereka habis wkwkw

  58. duniabiza says:

    Sayangnya banyak orang baru peduli soal diabetes ini setelah didiagnosa kena ya mba.. padahal banyak orang dengan riwayat dan bawaan diabetes. Andai peduli dengan hidup sehat sejak kecil bahaya diabetes bisa dicegah sejak dini..

  59. Dian Restu Agustina says:

    Es teh pasti legi dan kenthel..itu kalau aku pulkam Kediri, karena sudah pernah tinggal dimana-mana jadi dah berkurang kadar kemanisannya , orangnya aja yang teteup manisnya hahaha
    Seneng jika di kemasan produk ada logo pilihan lebih sehat karena ga perlu baca tulisan imut lagi..udah lebih jelas kini

  60. Damar Aisyah says:

    Gara-gara launching logo “Pilihan Lebih Sehat” ini saya jadi fokus nyari-nyari di kemasannya. Selain tanggal kadaluarsa ya, kalau itu mah wajib. Jujur aja kalau mantengin kandungannya aku gak kuat. Mataku yang gak kuat sama tulisan cuilik-cuilik itu.

  61. ophiziadah says:

    Wah bagus juga ya komitmennya Nestle utk terobosan produk mrk yg lbh sehat.
    Secara klo udah suka n nagih anak2 yuh susah dipisahin dr segala macam miniman yg kadnag kt sendiri sadar klo kadar gulanya udah cukup membahayakan buat kesehatan

  62. Susi says:

    Logo PIlihan Lebih Sehat membuat kita belajar jadi smart buyer ya. Apalagi saya yang kadang harus jadi generasi sachet – karena praktis dan murah sekali – tapi tetap dengan perasaan bersalah. Untung sesekali, kilah hati saya. Hihihi
    Wah, Milo hebat, dan pilihan tepat untuk anak, nih.

  63. Juliastri Sn says:

    Kalau di Jawa kebiasaan minum teh manis itu memang sudah lazim ya mba. Namun aku pun mulai ngurangi konsumsi gula nih, takut liat gula darahku yang mendekati ambang batas. Pada akhirnya, healthy lifestyle menjadi pilihan meskipun awalnya susah untuk mengubah kebiasaan..

  64. ranirtyas86 says:

    Logonya sebelah mana to Mbak? Kayaknya aku punya nih produk dari Nestle. Kalau dari Nestle sih pasti sudah mencantumkan pilihan lebih sehat ya

  65. lisdhabundaale says:

    Mbak…kalau di Medan beda lagi ya kan. Kalo dengar di tempat makam orang pesan mandi brarti dia pesan manis dingin yg berarti es tej manis ^_^
    Na kalau bilang teh aja (ga pake teh manis hangat/panas) ntar diambilin air putih.

    btw milo ini jg kesukaanku. etapi menurutku dan jg banyak temenku, milo produksi indo beda rasa sama milo produksi malaysia.

  66. artha says:

    logo Pilihan lebih sehat ini masih pada produk minuman sajakah? sebab nestle belum ada produk mi instan ya? hehe saya suka mi soalnya. btw mama saya jg gitu, sukanya bikin teh anget manis tiap pagi

  67. fanny_dcatqueen says:

    Asiiik susu anakku , bear brand dan Milo udh msk dlm kategori lebih sehat :). Jd tenang ngasihnya.

    Aku memang terbiasa mengurangi gula dan garam mba. Tp suamiku yg orang solo sama kayak org Jawa lainnya, teh itu hrs manis, dan kental :p. Tp sjk Ama aku, aku kurangin porsi gulanya, dan walo awalnya misuh2 , lama2 dia bisa trima sih. Aku kan jg ga pengen keluargaku sampe ada yg kena diabetes.

    • Nining says:

      I grew up with this brand, MILO. Tapi lebih ke produk negara sebelah, Malaysia. Entah kenapa Milo Indonesia lebih berasa susunya ya, kalau di sana lebih ke coklat hihihi *tim pecinta coklat*
      Somehow brand ini oke banget!

  68. Ainhy Edelweiss says:

    Penting banget yah memilih makanan saat ini karena memiliki pengaruh pada kesehatan. Selama ini kalau beli food langsung aja tanpa perhatikan kemasan. Fix kalau sekarsng harus perhatikan Logonya dlu

  69. Riana Dewie says:

    Setuju mbak Nurul. Gaya hidup sehat memang harus diterapkan di masa pandemi. Palagi ibu rumah tangga kudu cerdas memberi asupan nutrisi yang baik utk keluarga. Trmksih ya mbak sharingnya 🙂

  70. Deris Afriani says:

    Satu langkah peduli kesehatan ini. Nestle keren dengan produk lebih sehatnya. Btw, di Palembang juga kalau nyebut es teh ya dikasihnya teh manis. Kalau mau yang plain harus ditambah penjelasan: es teh campa (tanpa gula).

  71. ayanapunya says:

    Aku dulu bukan penggemar teh lo mbak sebenarnya. Tapi setelah nikah entah kenapa jadi kebiasaan ngeteh 2 kali sehati kayak ibuku yang nggak bisa kalau nggak minum teh. Huhu. Btw logo lebih sehat ini membantu banget nih kalau mau beli makanan buat anak-anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s