Sudah Masuk 2023, Mental Kudu Kuat!

Wohooo, tema ODOP ISB hari ini sungguh wadidawww! Tip kuat mental ala kamu, wkkwkw. Harus diakui, saya ini bukan tipikal perempuan bermental baja. Malah somehow, saya masuk kalangan mental tempe menjes. Yepp, udahlah tempee menjes lagii, artinya mental terinjak-injak dan ampas pulak! Tapi yeah, seiring berjalannya waktu, insyaAllah masalah mental tuh bisa banget dilatih, kok. Dengan cara apa? Yapp, dengan cara menghadapi aneka realita dan ujian hidup 😊

Hidup ini kan penuh dengan kejutan, either yang sifatnya super fun, ataupun yang bikin hati nelangsa. It’s okay, that what makes us human, eh?

Intinya suka + duka = jalan hidup manusia. Udahlah ini rumusan paten gaes.

Balik lagi ke masing-masing diri kita. Mau nyerah begitu aja, atau memilih untuk punya daya juang yang tinggi? Mau lemparkan handuk dari gelanggang, atau justru kepalkan tangan dan teriak “Allahu Akbar!!” ala Bung Tomo?

Lagi-lagi ini masalah pilihan. Kalo udah mulai ada tantangan/ kendala dalam kehidupan, coba deh… tancapkan pada diri, bahwa tantangan ini adalah “hadiah” dari Allah, agar kita semakin mendekat pada-Nya.

Contoh nih, contoh.

Kalo bodi kita sehat Sentosa senantiasa, apa iya, kita bakal mengucapkan syukur sepenuh jiwa pada Sang Maha Kuasa? Apa iya kita jaga pola makan demi badan sehat paripurna? Hmm, mungkin ada yang begitu…. Tapiii, kebanyakan manusia (biasanya) mendadak lupa Tuhannya, tatkala sedang Bahagia.

Beda kalo kita lagi sakit, nih. Kudu terbaring lemas di ranjang RS. Tangan penuh bekas cublesan infus. Suntik sana suntik sini. Kudu minum obat segabruk yang diresepkan dokter.

Apa yang kita rasakan?

Lemah, lunglai, tak berdaya, dan pastinya… ingat Tuhan 😊 Doaaaaa terus, ga pernah putus. Bahkan Ketika para penjenguk hadir, apa yang kita ucapkan? ”Makasi udah datang ya, mohon doa supaya saya segera sehat dan pulih yaaaa…” Mostly kek gitu kan?

So, yeaaahhh, itu salah satu hikmah tatkala sakit. Kita jadi ngerasa kerdil banget, berserah diri, bermohon dengan segenap jiwa, agar Allah angkat penyakit ini.

Sehat = kondisi normal, semua serba asyik, jadinya kita engga mendekat pada Tuhan.

Sakit = kondisi tidak mengenakkan, ruang gerak terbatas…. Maka Tuhan adalah satu-satunya tempat kita mengadu dan berkeluh kesah.

Nah, sekarang terang benderang kan? Problema hidup itu datang, untuk menguatkan mental (dan IMAN!) kita. Sedih boleh, tapi jangan berlebihan ya. Secukupnya aja. Sedih nggak bikin masalah hidup kita jadi kelar, kok.

Yang jelas, kuatkan mental! Apapun yang terjadi dalam hidup, badai apapun yang melintas, insyaAllah semua akan baik-baik saja. Life’s challenges are not supposed to paralyse you, they just help to discover who you really are.

Se~ma~ngaaattttt!!

Advertisement

Author: @nurulrahma

aku bukan bocah biasa. aku luar biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: