sponsored post

Aduh, aduh, aduh! Ternyata, Snack Favoritku itu…..

Siapa sih yang enggak suka camilan?

Kalau adzan berkumandang, saya langsung buka puasa dengan minum air hangat secukupnya plus kurma (kalo stoknya lagi ada). Habis gitu, saya langsung cari snack alias makanan kering 

Soale, kalau langsung makan berat (nasi dan bolo2nya itu) kadang2 perut saya suka sebah. Kaget get get get 🙂

Salah satu snack yang saya suka pake banget adalah Pr**gl*s –> udah lumayan nyamarin belum yak?

Intinya, ini adalah sejenis keripik kentang yang crispyyyy banget. Dikemas dalam wadah yang ramping memanjang. Ada rasa cheese, seaweed, ada yang spicy jugak.

Untuk harga, normalnya dibandrol 19 ribuan. Nah, kapan hari ada promo di Giant, tiap beli Pr**gl*s harganya diskon jadi 9.900 saja! Dasar emak-emak kan… Impulsif banget ngeborong ntuh jajan. Langsung saya ambil 4 pax. Rasa cheese dan seaweed.

Crisp…crisp… kriuk… kriuk…. Rasanya itu gurih tapi enggak keasinan. Pas banget gitu lo. Pokoke, nih snack lumayan jadi favorit saya dan Sidqi. Sampe rebutan dah kita saban ada Pr**gl*s

Hingga akhirnyaaaa……

Saya baca dari beberapa blog dan website terpercaya, bahwa nih Pr**gl*s ngeluarin produk yang ada rasa bacon! WHAT??? Omaigad, omaigad, omaigad. Bacon itu kaaaan?? B4B1 hiks.

Dengan lemas tak berdaya karena menghadapi kenyataan pahit ini, saya kuatkan mental untuk menatap kaleng kemasan Pr**gl*s . Saya berupaya sekuat tenaga untuk mencari dan menemukan logo HALAL di kemasan produk ini. Satu kali saya cermati….. tidak ada. Dua kali…. saya pelototi habis-habisan….masih tidak ada. Tiga kali…. ahhh, mungkin di bagian tutupnya… dan ternyata, tidak ada.

***cryyyyyy****

Ya ampyuuuun, ternyata produk ini! Jadi selama ini??? Astaghfirullah.

Kenapa saya bisa se-silap ini sih? Seceroboh ini, dalam memilih makanan yang kami konsumsi sekeluarga? Duh, duh. Pantas. Pantas saja, ada sesuatu yang kerontang di lubuk hati. Ternyata, saya telah memilih makanan yang HARAM.

“Siapapun yang tubuhnya tumbuh dari (makanan) yang haram, maka api neraka lebih layak membakarnya.” (H.R. Ath-Thabrani).

Astaghfirullah….

Saya memang belum dapat konfirmasi dari Pr**gl*s . Tapi, kalau coba searching di google (dan tentu saja, saya mengandalkan situs-situs yang kredibel) besar kemungkinan bahwa produk ini syubhat cenderung haram.

Katakanlah mereka berkilah tidak ada unsur B4B1 di taste keju dan lain-lain. Tapi, tetap saja, mereka memproduksi yang rasa bacon kan? Dan, lebih ironis lagi, karena mereka membranding “Ramadhan Mubarak” di produk rasa bacon, walopun pada akhirnya produk2 itu ditarik dari pasaran.

Masya Allah.

Makin ke sini, kita memang kudu banget hati-hati dalam memilah dan memilih makanan. Ada yang serba palsu. Ada yang haram terselubung. Jangan-jangan, bakso yang selama ini kita beli di abang-abang, belum tentu berasal dari daging sapi?

Haram atau Halal?  Sulit mendeteksinya :(
Haram atau Halal?
Sulit mendeteksinya 😦

Who knows? Kecurigaan harus terus kita kedepankan, walopun ya nggak sampe parno juga sih.

Yang saya herankan adalah, biasanya kalo di supermarket/hipermarket ada kan rak yang khusus memajang produk ber-B4B1. Kenapa untuk snack satu ini enggak ditempatin di sana ya? Malah, di Superindo kapan hari saya liat, Pr**gl*s bercokol di daerah sekitar kasir, yang mana rentan banget diambil orang secara impulsif, manakala mau bayar belanjaan.

Saya berlindung kepada Sang Penguasa Semesta, agar diberi kehati-hatian dan enggak ngawur ketika belanja. Perempuan emang cenderung “emosional” tatkala shopping. Kadang, kita shopping gegara ada diskon. Atau, kita ambil ini-itu, tanpa memperhatikan dengan seksama apakah ada label halal atau tidak. Justru saya malah lebih “bawel” ngeliatin tanggal kadaluarsa. Sementara, label halal beberapa kali malah terabaikan. Hiks. Hiks.

Berlindung kepada Allah, agar dosa-dosa memakan barang haram ini terampuni. Sungguh, apalah arti makhluk sebutir debu ini, kalau doa-doa tertolak lantaran barang haram yang sudah masuk lambung dan jadi daging.

“Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam  menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan panjang, rambutnya acak-acakan, dan badannya lusuh penuh debu. Sambil menengadahkan tangan ke langit ia berdoa, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia selalu bergelut dan dikenyangkan dengan yang haram. (Maka Nabi saw pun menegaskan), lantas bagaimana mungkin ia akan dikabulkan doanya.” (HR. Imam Muslim). Hadis Arba’in An-Nawawi No. 10

Ini Ramadhan, kawan. Saatnya kita lebih berhati-hati dalam memilih bahan pangan. Cukup saya korbannya. Jangan sampai ini menimpa Anda. (*)

Advertisements

33 thoughts on “Aduh, aduh, aduh! Ternyata, Snack Favoritku itu…..”

  1. Di kampung saya lagi heboh bakso mengandung b4bi mbak 😦 ada pihak terkait memeriksa random lima kedai bakso, dua diantaranya positif menggunakan daging b4bi.

  2. Aduh Mbak.. Jadi ngeri ama konsekuensinya di akhirat x(

    Masalahnya banyak juga outlet makanan di mall yang nggak bercap halal. 😦

  3. Saya juga pernah makan di foodcourt salah satu mall terbesar di Surabaya Mba’, makanannya sih biasa, ayam di saus2 ala Jepang gitu.
    Pas ditanyain halal atau gak nya, mba’ nya nggak bilang ya atau gak, cuma bilang ” semua yg berbumbu di sini dimasak dengan arak basah”.
    Kalo gk nanya gak tau deh kita kalo warung yg itu blm halal… 😦

  4. Wahhh. Mengandung itu Mbak? Weww. Harus bener2 cek kandungan ya setiap beli.
    Atau beli keripiknya dari aku aja mbak. Hehehe. Dijamin. No msg. Hanya garam doang. Ini dr petani kentang langsung.

  5. Neh, saya malah nggak ngerti itu snack yang mana 😥
    Bener, kita lbh concern sama tgl kadaluarsa ketimbang label halal…jadi pelajaran buat saya 😅

  6. Saya jarang beli snack mbak, apalagi snak itu agak mahal, hahaha…saya ama anak2 sukanya Taro, itu aja jarang2 belinya, takut batuk. Hati2 ya mbak, produsen terkadang cuma nyari untung tanpa melihat kerugian konsumennya.

  7. Saya lmyn suka jg yg ini. Tp krna lmyn mahal jd lebih milih kripik kentang yg lain. Oalah tyta blm ada label halalnya toh. Mksih infonya, mba

  8. duluuuuu aku suka beli snack ituuuu, ternyata selain gak bersahabat sama timbangan juga syubhat yaaa 😦 Alhamdulillah dikasih tau sama dirimu mba, gak lagi-lagi deh beli

  9. Berarti yang namanya cek dan ricek sebelum membeli barang itu memang penting banget ya Mbak. Bagaimanapun mesti yakin makanan yang dibeli aman untuk dimakan :)). Pertamanya saya belum paham itu snack yang mana, tapi setelah baca hint-nya “keripik kentang” dan owh, rupanya yang itu, saya belinya jarang sih soalnya harganya mahal :haha. Lebih suka dengan keripik kentang buatan dalam negeri *eh kalau yang satu ini buatan dalam negeri apa tidak, sih?*. Pokoknya saya cinta makanan Indonesia :hoho.

  10. Hmmm, kalau menurut saya sih semua kembali kepada “kepercayaan” masing-masing konsumen. Produk yg belum ada label halalnya belum tentu haram. Sedangkan produk dengan label halal bisa jadi malah haram (misalkan ada “insiden” saat produksinya). Label halal dari MUI memang mempermudah kita dalam meyakinkan pilihan namun ya itu tidak serta merta bisa digunakan untuk menjustifikasi sesuatu. CMIIW

  11. “Agak off topic”: kenapa banyak orang terkesan enggan menuliskan kata “babi”, sehingga memilih B4B1?
    Apakah menulis kata tersebut dengan ejaan sebenarnya dianggap haram juga?

  12. Setiap ke supermarket saya tergoda pr*ngl*s ini. Tapi cuma sampai tahap tergoda doang gak sampai beli, hehe…
    Tau dari tulisan mba kalo itu syubhat, ya gak bakalan beli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s