[Flash Fiction] HP Pembobol Hati

Tidak pernah aku setakut ini sebelumnya. Bulir-bulir air keringat¬†mengucur deras. Sayup-sayup kudengar emakku melolong penuh ratap, “Duh, Gustiiiii…. Cobaan apa lagi yang harus saya terima… Duit saya hilang semua, gustiii…. Mau berobat pakai uang apa…??” Ia terus merintih. Penuh ratapan tiada henti. “Besok kita jadi ke rumah sakit kan?” adikku bertanya pelan, pada ibu. “PakaiContinue reading “[Flash Fiction] HP Pembobol Hati”